
Al-Quran menyatakan pasti akan ada hisab di akhirat untuk manusia. “Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya” (Qs 14:51).
Dalam keadaan seperti ini, adakah cara masuk surga tanpa kena hisab di akhirat? Kita pasti menginginkan masuk surga tanpa harus melewati penderitaan. Mari kita lihat pembahasannya.
Hisab dan Hukuman Allah
Arti kata hisab adalah perhitungan. Menyatakan perhitungan Allah atas semua tindakan yang kita lakukan.
Akan ada berkah untuk perbuatan baik kita. Namun pasti akan ada hukuman bagi setiap dosa.
Dalil Al-Quran menyatakan surga hanya untuk orang yang bertakwa (Qs 19:63). Namun mampukah kita hidup sempurna dalam ketakwaan?
Jawabannya, tidak! Karena manusia pasti memiliki banyak dosa. Amal dan perbuatan baik kita tidak akan mampu menutupinya.
Padahal hisab Allah sangat mengerikan. “. . . maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan” (Qs 65:8).
Dalam keadaan seperti ini ada beberapa ajaran dari tokoh agama mengenai cara masuk surga tanpa hisab. Untuk memberikan kemungkinan cara kita bisa terhindar dari hukuman Allah.
Benarkah Ada Cara Masuk Surga Tanpa Hisab?

Contohnya adalah sikap bersabar. Terutama di tengah peperangan dan penderitaan.
“Siapa yang sabar menahan kesusahan dan kesulitan yang dideritanya di kota ini (Madinah), maka aku akan menjadi saksi atau pembelanya kelak pada hari kiamat” (Shahih Muslim 2445).
Juga ada berbagai perbuatan baik lainnya. Contoh memaafkan orang yang bersalah, janda yang membesarkan anak-anaknya, maupun selalu mengimani Allah.
Menurutnya semua perbuatan baik ini akan Allah hargai. Sehingga menolong seseorang masuk surga.
Ulama lain memberikan beberapa saran. Yaitu menjaga agar kita berdisiplin dalam ibadah. Jangan meninggalkan sholat, berpuasa maupun berzikir. Karena dengan mengingat Allah, kita menjadi lebih dekat dengan surga.
Selain itu menolong orang yang membutuhkan sangat penting. Karena Allah akan mengingatnya di akhirat.
“. . . barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang Muslim maka Allah akan menghilangkan kesusahan-kesusahannya pada hari kiamat . . .” (Sunan Tirmidzi 1346).
Semua saran di atas sangat baik. Karena itu banyak umat Muslim yang mencoba melakukannya sebagai upaya untuk mendapat cara masuk surga tanpa hisab.
Namun pada kenyataanya kita tidak mendapat jaminan. Bahkan banyak dari kalangan ulama sendiri yang tidak setuju dengan berbagai pernyatan ini.
Manusia Penuh Dosa, Jauh dari Allah

“Akan masuk ke surga tujuh puluh orang dari umatku tanpa hisab. Lalu Ukasyah bertanya . . . doakan aku kepada Allah untuk menjadikanku bagian dari mereka . . . orang lain pun berkata; Doakan aku kepada Allah. Beliau mengatakan: Ukasyah telah mendahuluimu“ (Hadits Ad Darimi No.2686).
Selanjutnya amal dan ibadah memang sangat baik. Namun tidak ada jaminan Allah akan menerimanya. Kita tidak pernah bisa yakin sepenuhnya.
Contoh Hadits menyatakan tidak akan diterima amalan orang yang memutuskan hubungan selaturahim (Hadits Ahmad No.9883). Atau dalil lain menyatakan Allah tidak menerima amalan jika tidak murni/ ikhlas (Hadits Nasa’I 3089).
Bagaimana kita bisa yakin bahwa pasti amalan kita murni? Bisa saja ada banyak perbuatan baik yang kita lakukan namun rupanya tidak berkenan pada Allah.
Oleh sebab itu banyak umat Muslim menjadi takut. Sangat sulit mendapatkan cara masuk surga tanpa hisab.
Bahkan banyak yang berharap mendapat penderitaan dan hukuman di dunia saja. Karena merasa lebih baik daripada menerima hukuman di akhirat.
“Dan mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab’” (Qs 38:16).
Mengapa Nasrani Sangat Yakin Keselamatan?
Dalam keadaan seperti banyak umat Muslim yang penasaran. Mereka sangat mempertanyakan sikap kaum Nasrani mengenai akhirat.
Satu saat ada seorang sahabat Muslim yang bertanya. Ia berkata: “Kami umat Muslim sangat takut hisab Allah. Mengapa kalian Nasrani tidak demikian? Bukankah Nasrani juga akan mengalami hisab (perhitungan) Allah?”
Saya menjelaskan bahwa dalam pandangan nasrani berbeda. Kami percaya Allah penuh kasih.
Memang Allah melihat dosa manusia. Namun Ia menyediakan pertolongan-Nya. Karena mengetahui manusia pasti tidak akan sanggup hidup sempurna.
“. . . seorang pun dapat dibenarkan di hadapan Allah hanya dengan memenuhi tuntutan hukum-hukum-Nya, sebab makin banyak pengetahuan kita tentang hukum-hukum itu, makin jelas kelihatan bahwa kita tidak mematuhinya” (Injil, Roma 3:20 FAYH).
Pertolongan Allah adalah melalui Isa Al-Masih. Sehingga setiap orang yang mengimani dan menjadi pengikut Isa akan diselamatkan.
Allah akan mengampuni dosanya sehingga ia terhindar dari hisab Allah dan mendapat jaminan surga.
“. . . Allah menunjukkan kepada kita suatu jalan lain ke surga — bukan dengan ‘menjadi cukup baik’ dan dengan berusaha menaati hukum-hukum-Nya, melainkan . . . Allah mengatakan bahwa Ia akan menerima kita dan membebaskan kita, menyatakan kita ‘tidak bersalah’ bila kita percaya bahwa Yesus Kristus [Isa Al-Masih] menghapuskan dosa kita” (Injil, Surat Roma 3:21-22 FAYH).
Cukupkah Isa Untuk Seluruh Manusia?

Ia bertanya: “Apakah hanya dengan seorang Isa Al-Masih dapat menanggung dosa semua umat manusia?” Tanyanya penuh heran dan ingin tahu.
Saya menjelaskan bahwa Isa Al-Masih bukan hanya manusia biasa. Ia adalah perwujudan firman Allah (Kalimatullah) dalam bentuk manusia.
Al-Quran sendiri menyatakan Isa merupakan pribadi Istimewa. Ia lahir dari perawan (Qs 3:47). Ia adalah Kalimatullah (Qs 4:171). Ia satu-satunya manusia suci (Qs 19:19). Ia juga penuh mukjizat, bahkan mampu membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
Karena itu pengorbanan Isa di kayu salib adalah untuk semua umat manusia. Ia sanggup mendekatkan semua orang kepada Allah.
“. . . jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah . . . yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus [Isa Al-Masih]” (Injil, Surat Roma 5:15).
Cara Pasti Masuk Surga Tanpa Hisab
Jadi jelas bahwa Allah yang penuh kasih mau menolong manusia. Agar kita bisa terhindar dari hukuman dosa.
Maukah anda mendapatkan cara pasti untuk masuk surga tanpa kena hisab di akhirat? Mari menerima pertolongan Allah bagi manusia. Yaitu dengan jalan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Keselamatan Dalam Islam dan Kristen
- Dapatkah Isa Al-Masih Menanggung Dosa Manusia?
- Hisab, Benarkah Bukti Kasih Sayang Allah Pada Muslim?
- Timbangan “Mizan” Islam Dan Penebusan Isa Al-Masih
- Dapatkah Amal Baik Kita Memenuhi Syarat Masuk Surga?
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa kepastian keselamatan atau masuk sorga itu sangat penting bagi manusia?
- Manakah yang terbaik hisab di akhirat atau penebusan oleh Isa Al-Masih? Alasannya!
- Mengapa cukup Isa Al-Masih yang melakukan penebusan bagi semua manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel ini. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].