• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Cara Mendapat Kenikmatan Surga Allah Yang Pasti

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Kristen > Tujuan Memberitakan Injil > Cara Mendapat Kenikmatan Surga Allah Yang Pasti
16 Juli 2025 | 291 Komentar

Ketika kita mengetahui kabar baik, pastilah kita ingin berbagi kepada teman dan keluarga. Kita ingin agar orang yang kita kasihi bisa mendapat kebahagiaan.

Hal ini bisa berupa menemukan tempat makan enak. Atau membagikan informasi menarik. Misalnya ada konser, diskon besar atau pameran yang sesuai hobi kita.

Terlebih lagi jika ada informasi penting yang dapat menyelamatkan nyawa manusia. Misalnya ada pengobatan efektif untuk kanker. Kita pasti akan membagikannya kepada orang dekat yang membutuhkan.

Demikianlah kenikmatan surga Allah. Hal ini sangat penting dan mempengaruhi keadaan kita di akhirat. Pasti semua umat beragama ingin memperolehnya.

Bagaimana kita bisa mendapat kenikmatan surga Allah? Mari kita simak pembahasannya. Agar Anda dan orang yang Anda kasihi bisa mendapatkannya.

Kenikmatan Surga Allah dalam Islam

Ajaran Islam menyatakan surga adalah tempat penuh kenikmatan. Didalamnya penduduk surga bersenang-senang.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan . . . mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka . . . Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli” (Qs 52:17-20).

Penjelasan lebih jauh menyatakan kenikmatan surga Allah penuh berbagai aktifitas. Semuanya merupakan kesukaan baik bagi pria maupun wanita.

Ada seorang ulama yang mengatakan bahwa semua yang haram di dunia, menjadi halal di surga. Misalnya minum minuman keras, bisa dilakukan. Atau jika rindu bertemu pacar lama, bahkan suami orang lain, juga bisa terjadi.

Terlepas dari kontroversi penjelasan itu, memang intinya ada kenikmatan surga Allah. Di surga kita akan mendapat segala yang hati kita inginkan (Qs 16:31, 43:71).

Karena inilah maka umat Islam sangat merindukan kenikmatan surga Allah. Dan juga sebaliknya sangat takut akan hukuman di neraka.

Termotivasi dengan hal ini, maka umat diharapkan melakukan syiar agama. Yaitu menyatakan ajaran agama kepada orang lain. Agar banyak orang bisa mendapatkan kenikmatan surga Allah.

Kenikmatan Surga Allah Sulit Tercapai

Masalahnya tidak mudah untuk bisa mencapai surga. Kita semua adalah manusia berdosa. Banyak kesalahan yang kita lakukan selama hidup ini.

Ayat tentang kenikmatan surga Allah juga berisi prasyarat. Yaitu hanya untuk orang yang bertakwa.

“Surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya . . . mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (Qs 16:31).

Selain itu kita tidak tahu bagaimana timbangan Allah di akhirat. Apakah timbangan kita akan ringan atau berat. Karena mungkin ada banyak dosa yang tidak kita sadari.

Contohnya ada Hadist mengatakan bahwa tidak boleh ada sedikitpun kesombongan. Jika ditemukan kesombongan maka orang itu tidak bisa masuk surga (Hadits Muslim No.133).

Bahkan ada ayat Al-Quran yang lebih tegas menyatakan bahwa semua umat pasti akan masuk neraka. Hal ini adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan (Qs 19:71).

Inilah yang menjadi dasar masalahnya. Jika kita sendiri tidak mendapat kepastian, bagaimana mungkin bisa mengajak orang lain?

Gambaran Persimpangan Jalan

Jalan mendapat kenikmatan surga Allah memang sulit. Banyak orang yang kesulitan menemukannya.

Gambarannya seperti berada di persimpangan jalan besar. Ada jalan yang menuju kebahagiaan. Namun ada banyak jalan lain yang rawan bencana, banyak perampok atau juga menuju jurang maut.

Kemudian di tiap persimpangan ada orang yang memberi informasi. Sehingga kita mendapatkan gambaran mengenai kondisi di ujung jalan.

Dalam hal ini ada dua poin penting. Pertama sebagai pengendara, kita mau memilih jalan yang pasti aman menuju kebahagiaan. Kita tidak mau mengambil jalan beresiko. Yaitu yang mungkin aman, namun mungkin celaka.

Kedua, dari sudut pandang orang yang memberi informasi. Jika kita yakin jalan kita pasti benar, kita harus bersungguh-sungguh. Kita akan melakukan segala upaya agar orang lain tidak tersesat.

Namun sebaliknya jika kita sendiri tidak yakin akan kepastian ujung jalan, sebaiknya kita cari tahu. Jangan sampai malah kita mencelakakan orang lain.

Kabar Baik Kepastian Kenikmatan Surga Allah

Sehubungan dengan hal ini ada satu kabar sangat baik. Yaitu ada jalan untuk pasti bisa mendapatkan kenikmatan surga Allah.

Jalan ini bukan berdasar amal dan ibadah kita. Karena amal dan ibadah tidak akan pernah mampu untuk menutup dosa.

Jalan ini adalah berdasarkan rahmat Allah. Yaitu Ia mau mengampuni dosa manusia sepenuhnya. Sehingga ada jaminan kita memperoleh kenikmatan surga Allah.

Hal ini bukan berarti kita bisa berbuat dosa seenaknya. Melainkan justru akan membuat kita termotivasi rajin berbuat baik. Hal ini karena kita mengucap syukur atas jalan selamat yang Allah berikan.

Jalan selamat Allah adalah melalui Isa Al-Masih. Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia datang melalui perawan Maryam.

Hanya Isa Al-Masih dapat mengampuni dosa manusia. Ia mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah.

“Sabda Isa kepadanya, ‘Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Sang Bapa [Allah], kecuali melalui Aku’” (Injil, Yahya 14:6).

Inilah satu-satunya jalan yang harus kita tempuh untuk sampai kepada Allah dan menerima hidup kekal di surga.

Umat Nasrani yakin Isa memberi jaminan jalan lurus. Karena itu ajaran kebenaran Isa disebut Injil, berarti kabar baik. Karena Injil memberi kepastian kenikmatan surga Allah.

Isi Kenikmatan Surga Allah

Selanjutnya Isa memberitahu apa saja kenikmatan surga Allah. Rupanya isinya bukan untuk keinginan atau kesenangan kita pribadi.

Kenikmatan surga Allah yang sebenarnya adalah karena bisa bertemu Allah. Ia adalah Allah yang maha kasih dan kaya rahmat. Bersama-Nya adalah kebahagiaan sejati manusia.

“. . . Ia [Allah] akan diam bersama-sama mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya . . . Ia akan menghapus semua air mata dari mata mereka. Maut tidak akan ada lagi. Dukacita, ratap tangis, dan penderitaan pun akan berhenti . . .” (Injil, Wahyu 21:3-4).

Selanjutnya upah dan aktivitas penghuni surga adalah menyembah Allah. Kita akan penuh dengan ucapan syukur dan kekaguman kepada-Nya.

“. . . siang malam mereka tidak berhenti berseru, ‘Suci, suci, suci, Allah, Tuhan Yang Mahakuasa’ . . .  ‘Ya Allah, ya Tuhan kami, Engkau layak menerima hormat, kemuliaan, dan kuasa. Karena Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu . . .’” (Injil, Wahyu 4:8-11).

Inilah gambaran kenikmatan surga Allah. Ia mau semua manusia bisa bersama-Nya dalam kemuliaan kekal. Hal ini tentu sangat berbeda dari kesukaan kita selama di bumi.

Mendapatkan Jalan Pasti ke Surga

Yang terutama adalah kita pasti bisa mendapatkan semua hal ini. Surga adalah kepastian. Bukan sebuah kemungkinan.

Allah menyediakan jalan keselamatan yang pasti. Cara kita mendapatkannya adalah dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

“Melalui Isa Al-Masih, Allah memberikan pengampunan dosa dan surga. Setiap orang yang mengimani-Nya dibebaskan dari segala dosa. Hal ini tidak mungkin tercapai dari berusaha memenuhi seluruh perintah Allah” (Injil, Kisah Para Rasul 13:38-39, parafrasa).

Inilah alasannya mengapa pengikut Isa Al-Masih rindu membagikan kabar baik (Injil). Karena di dalamnya terdapat satu-satunya petunjuk jalan lurus. Yaitu ada jaminan selamat dari Allah.

Maukah Anda mendapatkan jalan pasti menuju kenikmatan surga Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara, mengapa orang Nasrani sering menyebarkan Injil di seluruh dunia?
  2. Apakah orang dapat masuk surga tanpa semua dosanya diampuni dulu? Setelah membaca artikel ini, bagaimana pendapat Saudara bahwa hanya Isa Al-Masih bisa mengampuni dosa?
  3. Menurut Saudara, faktor-faktor apa yang menentukan jika orang dapat masuk surga?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas.  Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Apakah Yang Dimaksud Dengan Istilah “Injil”?
  2. Seorang Muslim Mengalami Bahagia Dalam Allah
  3. Seorang Muslim Menemukan Pengampunan
  4. Saat Muslim Dan Kristen Meninggal, Pastikah Saya Masuk Sorga?

Video:

  1. Cara Orang Beragama Menjadi Pasti Masuk Sorga

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930
Kategori: Kepercayaan Orang Kristen, Tujuan Memberitakan Injil

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

291 Comments
Paling lama
Terbaru
fidy
6 Mei 2013 1:32 pm

*
Staf Isa dan Islam,

Kami umat Muslim tidak pernah memusuhi Kristen, karena memerintahkan kami untuk selalu berbuat baik kepada kaum Kafir yang tidak memerangi Islam:

Qs 60:8 “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”

Keselamatan sorgawi seperti apa yang ditawarkan Bible? Mohon maaf saya tidak menyebut Injil sebagai Kitab Kristen, karena Injil adalah Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Isa. Sementara Bible sebagian besar isinya adalah karangan Paulus.

Balas
staff
9 Mei 2013 1:33 pm
Balasan ke  fidy

~
Saudara Fidy,

Inilah yang membuat orang Kristen meragukan Al-Quran sebagai wahyu dari Allah. Ayat-ayatnya tidak jarang saling tumpang tindih. Pada Qs 60:8 yang saudara kutip di atas, dikatakan orang Islam diperintahkan berbuat bagi kepada orang kafir. Benarkah?

Lalu apa maksud ayat ini: “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa” (Qs 9:123)

Manakah yang benar, diperintahkan untuk memerangi orang kafir atau berbuat baik kepada orang kafir? Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana awal mula Muhammad mendirikan agamanya, silakan saudara membaca artikel ini: http://tinyurl.com/bq4f7hn.

Maaf bila kami terpaksa mengatakan bahwa pengetahuan saudara mengenai Injil atau Bible masih sangat dangkal sekali. Silakan saudara membaca penjelasan kami mengenai “Arti dari Injil” pada artikel ini: http://tinyurl.com/cklzmwt.
~
SO

Balas
diko
7 Mei 2013 4:29 am

*
Karena hanya Islam jalan keselamatan maka yang lainnya adalah jalan kesesatan.

Qs 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Qs 2: 272 “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya”

Balas
staff
9 Mei 2013 1:34 pm
Balasan ke  diko

~
Saudara Diko,

Terimakasih untuk dua ayat yang sudah saudara kutip di atas. Tapi kami tidak melihat bahwa ayat tersebut merupakan jaminan jalan keselamatan dalam Islam.

Perhatikanlah ayat ini: “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang dapat membawa seseorang kepada Allah. Karena Dia adalah satu-satunya Jalan Keselamatan yang telah dijanjikan Allah lewat para nabi-nabi-Nya terdahulu.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Sungguh indah bukan bila kita mempunyai jaminan keselamatan sorgawi?
~
SO

Balas
akbar
7 Mei 2013 3:11 pm

*
Inti dari ayat Matius 26;28 bahwa melalui darah Isa, manusia bisa masuk surga. Apa masuk akal bahwa darah bisa membuat manusia masuk surga sedangkan isa manusia biasa? Jika darah itu sebagai penebus dosa jadi semua umat Kristen harus disalib seperti Isa untuk menebus dosa?

Balas
staff
13 Mei 2013 12:45 pm
Balasan ke  akbar

~
Saudara Akbar,

Mungkin saudara kurang mengerti mengapa ada sistem kurban yang Allah perintahkan kepada Ibrahim. Allah memerintahkan Ibrahim mengurbankan anaknya, Ishak. Dan kisah selanjutnya Ishak tidak jadi disembelih tetapi Domba gantinya.

Penyembelihan anak Ibrahim memang tidak terjadi, tetapi Allah memberikan perintah itu kepada Ibrahim sebagai kiasan pengorbanan Isa Al-Masih yang akan terjadi jauh setelah Ibrahim. Dan memang penyembelihan Ishak tidak terjadi tetapi tetap harus ada darah yang dicurahkan sebagai pembersihan dosa. Saat itu darah domba. Tetapi darah binatang tidak mungkin membersihkan dosa.

Penyembelihan Ishak, pencurahan darah domba adalah kiasan untuk pengorbanan Isa Al-Masih. Tanpa Isa Al-Masih, dosa saudara tetap ada dan menuntut saudara ke penghukuman Allah.

“Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa”
(Injil, Rasul Besar Matius 26:28).
~
NN

Balas
Haleluya
7 Mei 2013 5:55 pm

*
To: Akbar,

Dari sumber mana anda bisa mengatakan Isa itu manusia biasa? Dan kesimpulan dari mana anda menyatakan umat Kristen harus disalib dulu, baru dosanya diampuni?

Bila anda sudah membaca Alkitab, baru anda mengerti arti perjamuan kudus seperti yang anda kutip itu.

Balas
staff
23 Agustus 2013 6:04 am
Balasan ke  Haleluya

~
Saudara Haleluya,

Terimakasih atas komentar saudara. Seperti yang Tuhan sudah katakan bahwa tidak seorangpun yang datang kepada Isa Al-Masih jika tidak Isa Al-Masih yang memanggilnya. Namun, Allah mengajarkan umat-Nya agar dengan ketulusan memiliki kerinduan membagikan kabar keselamatan dari Isa Al-Masih supaya banyak orang dipaggil-Nya dalam kerajaan Isa Al-Masih yang penuh rahmat dan sukacita itu.
~
NN

Balas
i love JESUS
8 Mei 2013 2:32 am

*
To: Sdr. Isa Utusan Allah,

Apa pengertian anda tentang amal? Dan apakah sudah pasti bila amal sesorang bisa menyelamatkan?

Balas
staff
27 Agustus 2013 1:26 pm
Balasan ke  i love JESUS

~
Saudara I Love Jesus,

Amal dan segala perbuatan baik tentu tidak dapat menyelamatkan seseorang. Yang dapat memberikan keselamatan hanyalah Allah, karena Ia yang memiliki otoritas. Apapun usaha yang dilakukan manusia, termasuk beramal tidak akan bisa membawa manusia yang telah berdosa pada keselamatan di surga.

Seperti tertulis dalam Kitab Suci, “ Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).

Allah memberikan jalan keselamatan dengan menjadi manusia dalam Isa Al-Masih. Karena itu Isa Al-Masih berkata,”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

~
NN

Balas
Light
8 Mei 2013 2:49 am

*
[quote name=”Isa Utusan Allah.”][quote name=”Isa Utusan Allah.”]
Tentng paulus,dia hanya seorang manusia yang bisa saja berbuat salah,dan sebenarnya dia berada dalam .[/quote]

Bagaimana dengan Muhammad? Apakah dia tidak bisa salah. Bukankah dia juga manusia biasa? Abraham bisa salah, Musa bisa salah, Paulus juga manusia biasa. Lalu apakah Muhammad selalu benar? Muhammad seharusnya mengenal Yesus dulu dan Kristen baru bisa berkomentar di Al-Quran. Dia tidak mempunyai hikmat akan Yesus dan Kekristenan. Pantaskah “nabi besar” kekurangan hikmat? Bukankah katanya dia “dipilih” oleh Allah?

Hikmat diperlukan untuk mengetahui baik dan salah, asli dan palsu. Bukankah semua nabi Allah yang benar diberkati hikmat. Contoh: Abraham, Musa, Yesaya, Nehemia, Daniel, Daud, Salomo, dll. Dimanakah hikmat Tuhan atas Muhammad? Manusia biasa yang tanpa hikmat yang benar akan tersesat dalam pikiran, perkataan, dan perbuatannya.

Balas
staff
27 Agustus 2013 1:45 pm
Balasan ke  Light

~
Saudara Light,

Terimakasih atas tanggapan saudara. Namun artikel ini membahas tentang keselamatan. Kiranya saudara dapat menanggapi hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan seperti, apakah amal ibadah dapat menyelamatkan manusia? Jika saudara ingin membahas topik tentang Muhammad silakan saudara bergabung di http://tinyurl.com/or52jul
~
NN

Balas
Wima
8 Mei 2013 3:38 am

*
To: Sdr. Miskha,

Kalau Yesus datang ke dunia dengan adanya proses kelahiran, apa itu salah? Mau dilahirkan, apa tahu-tahu muncul, itu kan hak Tuhan. Dan lebih dari itu, kelahiran dari Yesus adalah sebuah janji dan ketetapan yang harus tergenapi. Karena Tuhan tidak pernah ingkar janji.

Yesaya 7:14, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”.

Dan nubuat dari nabi Yesaya tergenapi di dalam Matius 1:21-23. Amien.

Balas
staff
27 Agustus 2013 1:32 pm
Balasan ke  Wima

~
Saudara Wima,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Kelahiran Isa Al-Masih bukanlah hal yang kebetulan. Isa Al-Masih datang melalui proses kelahiran untuk menggenapi jalan keselamatan yang telah Allah rancangkan. Kedatangan Isa ke dunia telah diramalkan ribuan tahun sebelumnya oleh para nabi.

Isa Al-Masih datang melalui proses seperti yang dialami manusia pada umumnya. Namun Isa berasal dari benih ilahi dan Dia tidak memiliki dosa.
~
NN

Balas
ishoma
8 Mei 2013 5:34 am

*
Yesus tidak pernah mendirikan agama, karena untuk mencapai Allah tidak butuh agama. Agama hanya ciptaan manusia untuk mencapai Allah, mungkinkah yang berdosa mencapai yang suci?

Setiap orang berhak untuk menyebarkan kabar baik tentang Yesus, termasuk Paulus dan saya, bukan untuk memperbesar agama, tetapi agar anda memperoleh keselamatan dalam Yesus.

Balas
staff
27 Agustus 2013 2:28 pm
Balasan ke  ishoma

~
Saudara Ishoma,

Memang benar bahwa agama adalah buatan manusia sebagai jembatan agar manusia dapat mengenal Allah dan Isa Al-Masih bukan pembawa agama tertentu.

Isa Al-Masih datang untuk memberikan jawaban atas an manusia dalam mencari jalan keselamatan dan pengampunan dosa. Kami rindu untuk menyampaikan jalan keselamatan yang Allah berikan agar orang lain pun dapat diselamatkan dari hukuman kekal di neraka.
~
NN

Balas
Isa Al-Masih
8 Mei 2013 7:46 am

*
Yang dapat memberikan jalan keselamatan hanyalah Islam. Sebagaimana yang telah diberitakan oleh Injil dan Bible:

“Dan apabila Aku (Allah) mengutus engkau (Muhamad) kepada dunia, Aku (Allah) akan menjadikan engkau utusan untuk memberikan keselamatan…” (Injil, Barnabas:97)

“Kerajaan Allah akan diambil dari padamu (umat Israel) dan akan diberikan kepada suatu bangsa (Ismael/Arab) yang menghasilkan buah kerajaan (Allah) itu sendiri (Islam).” (Bible, Matius 21:43)

Ishous/Yesus hanya juru selamat bagi umat Israel, sebagaimana firman Allah: “…Allah telah membangkitkan juru selamat bagi umat Israel, yaitu Yesus.” (Bible, Kisah Para Rasul 13:23)

Jadi, jalan keselamatan bagi umat manusia hanya melalui Islam.

Balas
staff
10 Mei 2013 3:35 am
Balasan ke  Isa Al-Masih

~
Saudara Isa Al-Masih,

Tentang ayat yang saudara kutip dari Injil Barnabas, kami tidak akan membahasnya. Karena Injil tersebut adalah Injil palsu.

Di bawah ini kami kutip ayat yang benar dari dua ayat yang saudara cantumkan di atas. Saran kami, jangan seenaknya saudara merubah isi kitab suci untuk kepentingan diri saudara sendiri!

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu”
(Injl, Rasul Besar Matius 21:43)

Ayat ini tidak bicara tentang bangsa Arab atau keturunan Ismael. Yang disebut dengan “suatu bangsa” pada ayat tersebut adalah orang-orang yang menerima Yesus Kristus, Sang Mesias. Baik itu orang Yahudi maupun bukan orang Yahudi.

Perhatikan ayat ini: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (Injil, Surat 1 Petrus 2:9)

Ayat kedua yang saudara kutip: “Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus” (Injil, Kisah Para Rasul 13:23)

Benarkah Isa Al-Masih hanya Juruselamat bagi bangsa Israel? Silakan saudara membaca penjelasan kami yang membahas topik tersebut pada link ini: http://tinyurl.com/cqvgxdo.
~
SO

Balas
kumbang
8 Mei 2013 8:12 am

*
Yesus hanya nabi dan juru selamat bagi orang Israel. Dan (Isa) sebagai Rasul kepada Bani Israel …(Qur’an 3:49)

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti untuk Bani Israil (Qs 43:59)

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Matius 15:24)

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12:29)

“Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa” (Kisah Para Rasul 5:31).

“Dan dari keturunannyalah , sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus” (Kisah Para Rasul 13:23).

Balas
staff
10 Mei 2013 3:35 am
Balasan ke  kumbang

~
Saudara Kumbang,

Terimakasih untuk komentar dan juga kutipan-kutipan yang saudara tuliskan.

Baik Al-Quran maupun Alkitab tidak mengatakan bahwa Yesus hanya menyelamatkan bangsa Israel. Al-Quran sendiri mengatakan bahwa Yesus adalah “tanda” bagi seluruh umat manusia. Semetara dalam Injil, Yesus berkata: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

Untuk lebih jelasnya, silakan membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/cqvgxdo.
~
SO

Balas
Light
8 Mei 2013 8:22 am

*
[quote name=”Isa Al-Masih”]
“Dan apabila Aku (Allah) mengutus engkau (Muhamad) kepada dunia, Aku (Allah) akan menjadikan engkau utusan untuk memberikan keselamatan…”
(Injil, Barnabas:97)
“.[/quote]
1. Apakah anda tidak tahu bahwa Injil Barnabas bukan Injil Kanonik orang Kristen? Orang Islam pun menolak Injil tersebut.

2. Matius 21:43 berbicara tentang: Perumpamaan yang menggambarkan penolakan Anak Allah yang tunggal oleh Israel. Israel telah menolak Mesias dan kerajaan-Nya. Oleh karena itu, Kerajaan Allah dan kuasa-Nya diberikan kepada orang lain, kepada mereka yang menerima Injil, baik orang Yahudi atau bukan (Lihat 1 Petrus 2:9).

3. Anda jangan memakai standard ganda untuk mengklaim opini anda. Yesus Juruselamat umat manusia, Dia datang untuk menebus dosa manusia. Tolong baca Injil lebih tiliti.

Balas
staff
24 September 2013 2:14 pm
Balasan ke  Light

~
Saudara Light,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Namun kiranya saudara dapat menanggapi sesuai dengan topik artikel di atas yaitu mengenai keselamatan.
~
NN

Balas
miskha
8 Mei 2013 11:08 am

*
Berarti kalian semua aneh, ada Tuhan diperanakan. Berarti lebih tinggi derajat manusia yang melahirkan daripada Tuhan itu.

Balas
staff
10 Mei 2013 3:33 am
Balasan ke  miskha

~
Saudara Miskha,

Kekristenan tidak pernah mengajarkan bahwa Allah mempunyai anak biologis, atau Allah diperanakan. Kalimat Allah datang ke dunia memang benar melalui proses dilahirkan. Ketika Dia datang ke dunia, Dia ingin menyatakan diri-Nya kepada manusia. Satu-satunya cara adalah membungkus keilahian-Nya dengan daging manusia, sehingga ketika Dia menjadi manusia, maka Dia dapat dengan leluasa berbicara dengan manusia dan tinggal di antara manusia.

Bagaimana cara manusia hadir di dunia ini? Jelas dengan cara dilahirkan bukan? Cara itu jugalah yang dipakai Kalimat Allah ketika Dia datang ke dunia. Dilahirkan oleh seorang wanita yang masih perawan.

Untuk lebih jelasnya, saudara dapat membaca artikel kami yang menjelaskan “Allah tidak beranak dan tidak diperanakan” pada link ini: http://tinyurl.com/b53xf54.
~
SO

Balas
Teofilus
8 Mei 2013 11:19 am

*
Dear Staf Isa dan Islam,

Saya baru akses di situs ini bulan April 2013 dan terus saya baca topik-topik yang sudah ada serta tanya jawabnya. Melihat jawaban dari staf IDI sungguh luar biasa jelasnya dan membuka mata saya tentang Isa Al-Masih sesungguhnya menurut Al-Quran.

Saya doakan agar staf IDI diberikan hikmat dari Tuhan Yesus di dalam menjawab semua pertanyaan, ataupun komentar dari orang Islam. Sehingga saudara sepupu kita diberikan hidayah dan dibukakan mata rohaninya, sehingga boleh juga diselamatkan seperti pengikut Kristus, Amin.

Balas
staff
9 Mei 2013 1:35 pm
Balasan ke  Teofilus

~
Saudara Teofilus,

Terimakasih sudah berkenan berkunjung ke situs kami. Semoga artikel-artikel yang ada dapat memberkati saudara. Terimakasih juga untuk doa dan apresiasi yang telah saudara berikan.
~
SO

Balas
akbar
8 Mei 2013 11:20 am

*
Bagaimana bisa Tuhan melalui proses kelahiran, jadi mereka punya keturunan nenek tuhan kakek tuhan cucu tuhan. Jadi manusia adalah tuhan ya karena tuhan saja dilahirkan oleh manusia dan berarti otomatis tuhan manusia.

Balas
staff
10 Mei 2013 3:32 am
Balasan ke  akbar

~
Saudara Akbar,

Memang benar Kalimat Allah, yaitu Yesus datang ke dunia melalui proses dilahirkan. Tetapi saudara harus ingat, Maria, wanita yang melahirkan Yesus, ketika dia mengadung Yesus, dia masih perawan.

Firman Allah mengatakan, “Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri” (Injil, Rasul Besar Matius 1:18).

Dengan kata lain, Yesus bukanlah keturunan biologis wanita dan pria, yang terjadi akibat adanya pembuahan sel sperma dan sel telur, seperti umumnya yang terjadi pada manusia. Sehingga dalam hal ini, Yesus tidak mempunyai silsilah keturunan secara biologis, yaitu nenek tuhan kakek tuhan cucu tuhan seperti yang saudara sebutkan di atas.

Walaupun Injil menuliskan silsilah Yesus, silsilah tersebut hanyalah secara yuridis atau hukum. Bukan secara biologis.
~
SO

Balas
Teofilus
8 Mei 2013 11:21 am

*
Mengenai topik di atas, saya juga banyak mempunyai teman baik, bahkan saudara yang beragama Islam, dan saya juga rindu mereka boleh diselamatkan dan masuk sorga nantinya.

Pertanyaan saya:
1. Bagaimana memulai awalnya memberitahukan mereka bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan? Karena sifat orang Islam yang over protektif terhadap orang Kristen menjadikan saya tidak berani bicara.

2. Apakah dengan mendoakan mereka saja cukup dan mereka bisa selamat?

Balas
staff
9 Mei 2013 1:36 pm
Balasan ke  Teofilus

~
Saudara Teofilus,

Terimakasih karena saudara sudah mempercayakan kami untuk menjawab pertanyaan saudara.

Karena pertanyaan saudara di luar topik artikel yang sedang kita bahas, dan perlu penjelasan yang cukup panjang. Jadi kami tidak menjawab pertanyaan tersebut di forum ini.

Staf kami akan mengirimkan jawaban dari pertanyaan saudara di atas, langsung ke alamat email saudara. Silakan cek email saudara, dan bila ada yang kurang jelas dari jawaban tersebut, silakan langsung bertanya ke staf kami. Atau bila ada pertanyaan lain, silakan mengemail staf kami di: [email protected].

Kiranya saudara dapat maklum
~
SO

Balas
Jomblo
8 Mei 2013 10:04 pm

*
Tidak ada di antara kita yang pernah melihat langsung bumi ini berbentuk bola. Kecuali kalau kita astronot, pergi ke satelit, naik pesawat, bisa menyaksikan kebenaran bumi berbentuk bola dengan mata kepala sendiri. Mayoritas kita hanya lihat foto, gambar, film, membaca dan sejenisnya. Kemudian meyakininya.

Maka, tidak pernah mati, tidak pernah ke surga, tidak pernah ke neraka, tidak pernah melihat malaikat, dsbgnya, bukan alasan untuk tidak meyakininya. Kita bisa “melihat” kebenaran tersebut dengan banyak cara. Lantas meyakininya melebihi yakin bumi ini berbentuk bola.

Balas
staff
31 Agustus 2013 10:04 am
Balasan ke  Jomblo

~
Saudara Jomblo,

Keyakinan itulah yang mendorong kerinduan umat Nasrani agar saudara-saudara dari Islam juga beroleh selamat.

Karena keyakinan yang tercatat dalam Firman Allah bahwa Isa Al-Masih jalan keselamatan yaitu jalan ampunan bagi dosa manusia. “Karena upah dosa yaitulah mati; tetapi karunia Allah yaitu hidup yang kekal dalam Tuhan kita Isa al-Masih” (Roma 6:23). Sedangkan Islam menjamin neraka bagi umatnya, seperti tercatat dalam Al-Quran (sura Maryam 71).

Betapa rindunya para pengikut Isa Al-Masih agar umat Muslim menerima keselamatan sorgawi.
~
NN

Balas
Wima
9 Mei 2013 12:20 am

*
To: Isa Al-Masih

Itu adalah pengertian anda sendiri sampai-sampai ada penekanan dengan tanda kurung. Baca Yohanes 12:46 “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan”

Yohanes 12:48 “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman”

Kami hanya ingin menyebarkan berita keselamatan, bukan untuk menyatakan kesalahan seseorang. Pahamilah.

To: Fidy,

Kebenaran bukan milik manusia. Apa yang dipikirkan manusia adalah menurut ukuran manusia itu sendiri. Jelas bahwa pemikiran manusia jauh berbeda dengan pikiran Tuhan. Yang jadi pertanyaan dan wajib direnungkan lalu dijawab adalah: Siapa yang akan menyelamatkan seseorang menuju surga?

Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih AKU, tetapi AKU-lah yang memilih kamu. Dan AKU telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada BAPA dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu”

Balas
staff
27 Agustus 2013 2:42 pm
Balasan ke  Wima

~
Saudara Wima,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Kiranya dapat memberikan pemahaman bagi saudara- saudara yang lainnya. Kami umat Kristen rindu agar umat Muslim dan seluruh umat manusia juga menerima anugerah keselamatan yang Allah sediakan bagi kita semua yaitu dalam Isa Al-Masih.
~
NN

Balas
ishoma
9 Mei 2013 3:17 am

*
To: Isa Al-Masih:

Anda ini aneh, Lukas 19 itu bercerita tentang perumpamaan, bukan perintah, baca donk perikopnya. Kesalahan umat Islam sering memenggal ayat. Anda kalau baca koran pasti secara utuh bukan? Kalau sepenggal, ya informasi yang anda dapat ya secara sepenggal.

Ayat-ayat di Alkitab itu saling berhubungan satu sama lain, harus dibaca satu kesatuan. Berbeda dengan Al-Quran yang terpisah-pisah. Karena itulah, Alkitab tahan terhadap kritik historis, beda dengan Al-Quran. Satu peristiwa di Alkitab, dicatat dan dituliskan lebih dari satu orang, bahkan pada beda kitab pun mencatat hal yang sama. Kalau Al-Quran, beda surat malah menjadi pertentangan.

Anda menuduh Injil yang asli dipegang oleh Yesus, ada saksinya tidak? Apakah Muhammad pernah melihat dan membaca Injil yang dipegang Yesus? Kalau dalam pengadilan, tuduhan anda ini mentah dan tidak berdasar.

Balas
staff
30 Agustus 2013 1:46 pm
Balasan ke  ishoma

~
Saudara Ishoma,

Terimakasih atas tanggapan saudara.Namun kiranya saudara dapat menanggapi sesuai dengan topik artikel di atas yaitu mengenai keselamatan manusia. Mungkin lebih baik saudara tidak memberi tanggapan terhadap komentar yang tidak sesuai dengan topik. Karena komentar-komentar yang tidak sesuai dengan ketentuan akan kami hapus.
~
NN

Balas
fidy
9 Mei 2013 3:20 am

*
To: Wima

Kebenaran hanya milik Allah, manusia hanya diperintahkan menunaikan kewajiban-Nya. Manusia diberikan akal pikiran dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Janganlah dangkal dalam berfikir. Gunakan akal jernih anda. Yang menyelamatkan manusia menuju surga hanyalah Allah.

Umat Kristen selalu diiming-imingi surga oleh Paulus dengan mengatakan bahwa Yesus adalah penebus dosa, sehingga umat Kristen bebas berbuat dosa seenaknya. Itulah angan2 mereka.

Terjemahan QS 2:111 “Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi atau Nasrani.” Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.”

Balas
staff
10 Mei 2013 2:44 am
Balasan ke  fidy

~
Saudara Fidy,

Apa yang saudara sampaikan di atas tidak berdasar sama sekali. Orang Kristen tidak pernah diiming-imingi oleh Paulus tentang sorga. Yang menjanjikan sorga adalah Yesus sendiri lewat perkataan-Nya, bukan Paulus.

Perhatikan perkataan Yesus ini: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2-3).

Juga ayat ini: “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Lewat kedua ayat di atas, Yesus memberi jaminan bahwa orang-orang yang ingin masuk sorga, satu-satunya jalan adalah melalui Dia. Bukan melalui Paulus atau agama tertentu!

Saudara Fidy, sudah begitu banyak informasi tentang kebenaran Allah yang kami sampaikan kepada saudara. Kami harap saudara tidak menutup hati untuk mau membaca dan melihat kebenaran tersebut dengan sikap yang jujur.
~
SO

Balas
Isa Al-Masih
9 Mei 2013 3:21 am

*
Isa Al-Masih di dalam Injil maupun di dalam Al-Quran menyeru pengikutnya untuk sholat:

“Sembahlah Allah Tuhanmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap kekuatanmu” (Markus 12:30)

“Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus (Shiratal Mustaqim) (Ali Imran:51)

Kristen/Khatolik sejati, haruslah mendirikan sholat sesuai yang telah diperintahkan Ishous/Isa.

Balas
staff
10 Mei 2013 2:43 am
Balasan ke  Isa Al-Masih

~
Saudara Isa Al-Masih,

Apakah saudara mengerti apa yang dimaksud dengan sholat? Salat atau sholat merujuk kepada ritual ibadah pemeluk agama Islam. Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad.

Dengan kata lain, salat adalah ibadah ritual umat Muslim sesuai dengan ajaran Muhammad. Nabi-nabi sebelum Muhammad tidak pernah mengajarkan salat. Lalu, atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa Isa Al-Masih memerintahkan umat-Nya untuk salat?

Dan lagi, ayat yang saudara kutip dari Injil Markus salah. Ini kami kutip isi yang sebenarnya. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Injil, Rasul Markus 12:3)

Saran kami, saudara tidak perlu merubah isi Injil untuk membenarkan perkataan saudara. Sehingga menimbulkan pertanyaan dari kami: Sebenarnya, siapakah yang suka merubah isi Kitab Suci, umat Muslim atau orang Yahudi seperti yang dituduhkan orang Islam selama ini?
~
SO

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Doa-Doa yang Pasti Dikabulkan Allah
  • 11 Kekurangan Cara Beribadah Orang Kristen Menurut Islam
  • Apakah Allah Dapat Mati? Bukankah Allah itu Kekal? 
  • "Natal" Hari Lahir Isa Al-Masih: Nyanyian Baru Dari Allah
  • Kristen Memanggil Allah Sebagai Bapa. Bagaimana…

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz