Inilah sebabnya kita hidup dalam ketakutan. Selalu akan ada pertanyaan menghantui: “Apakah saya akan masuk surga?”
Memang hidup ini penuh dinamika. Beberapa waktu lalu dokter menyatakan saya hamil. Saya dan suami sangat senang sekali. Demikian juga keluarga besar sangat antusias mendengar berita ini.
Namun tidak lama berselang ada kabar duka. Ada keluarga kami yang meninggal dunia. Hal ini tentu membuat saya sedih dan merasa kehilangan.
Memang kita bergembira dengan momen kelahiran. Namun kita juga menyadari ada saat perpisahan. Yaitu ada saat kematian manusia.
Dalam hal ini pertanyaan “Apakah saya akan masuk surga?” sering timbul. Kita tentu mau tahu nasib kita di akhirat.
Mari kita lihat apa jawaban Allah tentang hal ini.
Apakah Saya Akan Masuk Surga: Ada Harapan
Agama memberikan penunjuk untuk mencapai surga. Manusia perlu beriman dan beramal saleh.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal” (Qs 18:107).
Hal ini tentu saja diiringi dengan taubat dan ibadah. Karena Allah mau mengampuni dosa orang yang melakukan taubat (Qs 39:53).
Memang ini adalah berita baik. Kita mungkin mencapai surga-Nya.
Namun benarkah demikian? Jawaban dari “apakah saya akan masuk surga,” seringkali jauh lebih rumit. Ada banyak hal lain yang dipertimbangkan.
Apakah Saya Akan Masuk Surga: Sangat Sulit
Ajaran agama menjelaskan kompleksitas ini. Ada banyak faktor yang manusia tidak ketahui.
Pertama kenyataanya Allah yang menentukan. Namun kita tidak pernah tahu penilaiannya.
Al-Quran mencatat bahwa Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki (Qs 14:4). Dan juga menunjukan jalan lurus kepada yang dikehendaki-Nya.
Dengan demikian, Allah juga yang akan menentukan akhirat. “Apakah saya akan masuk surga?” seringkali misteri. Tidak akan diketahui hingga nanti kita menghadap-Nya.

Selanjutnya jelas kita sebagai manusia penuh dosa. Kita terus melakukan kesalahan selama kita hidup.
Kita bisa saja berusaha taubat. Kita juga melakukan ibadah dan amal baik. Namun yakinkah Anda bahwa semua itu cukup? Sangat sulit bahkan mustahil ibadah kita menutup dosa.
Apakah Saya Akan Masuk Surga: Masalah Dosa
Seorang teman pernah mendengar penjelasan ustadzah. Dia mengatakan pengikut Nabi Islam pasti masuk surga. Ada jaminannya.
Pada awalnya ia sangat senang. Ia merasa mendapat ketenangan batin.
Namun segera informasi itu terbantahkan. Ada banyak ulama dan ustadz lain menyatakan sebaliknya.
Alasannya jelas, karena dosa. Manusia tidak mungkin luput dari dosa.
Bayangkan seperti kita memakai pakaian putih seharian. Pakaian ini melambangkan hati kita.
Lalu kita beraktifitas di tempat yang kotor. Penuh polusi, debu dan tanah merah. Hal ini melambangkan keadaan dunia yang penuh cobaan dan dosa.
Pada akhir hari itu, yakinkah Anda pakaian Anda tetap putih 100%? Walau kita berusaha sebaik mungkin, tetap sangat sulit. Besar kemungkinan ada debu, noda dan percikan tanah yang akan mengotorinya.
Masalahnya Allah Maha Suci. Dia pasti bisa melihat dosa. Tidak mungkin manusia kotor masuk ke surga-Nya.
Bahkan Nabi Islam mengerti hal ini. Ia mengakui akan keterbatasannya.
“. . . Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan . . . Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan . . .” (Qs 7:187-188).
Apakah Saya Akan Masuk Surga: Kenyataan Agama
Melihat semua ini teman saya menerima kenyataan pahit. Sebenarnya dalam agama tidak ada jaminan mutlak surga.
Yang ada hanyalah usaha. Kita perlu berusaha sebaik mungkin yang kita bisa. Berusaha taubat dan beribadah. Namun pada akhirnya harus berserah.
Inilah mengapa teman saya menegaskan pandangannya bahwa surga bukan kepastian. Melainkan harapan kita di akhirat.

Saat itulah saya menyatakan pandangan lain. Saya memiliki jaminan surga.
Jika ada pertanyaan, “Apakah saya akan masuk surga?” Saya bisa menjawab dengan sangat yakin, “Iya, saya pasti akan masuk surga!”
Apakah Saya Akan Masuk Surga: Jalan Keluar dari Dosa
Mendengar ini, teman saya menanyakan beberapa pertanyaan dasar. Bagaimana dengan masalah dosa? Bagaimana kamu bisa mendapat kepastian? Mengapa terkesan terlalu mudah?
Saya jelaskan bahwa memang manusia penuh dosa. Sehingga mustahil masuk surga Allah yang suci.
Kita juga tidak akan mampu melakukan cukup amal ibadah. Tetap saja akan ada dosa terlihat di hadapan Allah.
Karena itu Allah yang memberi jalan keluar. Yaitu Allah yang memberikan ampunan dosa.
Jalan Allah adalah dengan menjelma menjadi manusia. Inilah yang saya imani. Yaitu Isa Al-Masih sebagai perwujudan Kalimatullah.
“. . . Kalam itu [Isa Al-Masih] bersama Allah, dan Kalam itu adalah Allah . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran . . . Dari kelimpahan-Nya, kita semua sudah menerima anugerah demi anugerah [rahmat-Nya]” (Injil, Yahya 1:14,16).
Melalui Isa, manusia mendapatkan ampunan Allah. Melalui-Nya juga kita mendapat kepastian surga.
Apakah Saya Akan Masuk Surga: Jaminan Allah
Nah untuk menjawab pertanyaan tentang kepastian, hal ini jelas. Karena Allah sendiri yang menjaminnya.
Kita sebagai manusia tentu tidak mungkin tahu dengan sendirinya. Tetapi jika Allah yang menjaminnya kita pasti bisa mengimaninya.

Selanjutnya hal ini bukanlah terlalu mudah. Atau terlalu menggampangkan surga.
Surga bukanlah perkara murahan. Melainkan justru terlalu berharga. Tidak ada manusia mampu menyelamatkan diri sendiri. Kita tidak mungkin mencapai surga dengan usaha amal ibadah kita. Namun lewat pertolongan dari Allah.
Dia yang mengampuni dosa juga mau mengubah hati. Sehingga kemudian kita terdorong hidup benar. Kita terdorong beribadah dan beramal. Karena mengucap syukur atas keselamatan Allah. Juga karena perubahan hati yang Dia berikan.
“Melalui Isa Al-Masih, Allah memberikan pengampunan dosa. Setiap orang yang mengimani-Nya dibebaskan dari segala dosa. Hal ini tidak mungkin tercapai dari berusaha memenuhi seluruh perintah Allah” (Injil, Kisah Para Rasul 13:38-39, BIS parafrasa).
Apakah Saya Akan Masuk Surga: Ya! Melalui Isa
Memang banyak orang takut kematian dan akhirat. Karena banyak orang tidak mendapat kepastian. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi di sana.
Namun Allah memberikan jaminan surga. Allah mau mengampuni dosa. Ia juga akan membimbing kita sampai masuk surga.
Caranya adalah dengan kita mengimani Isa Al-Masih. Kemudian kita menjadi pengikut-Nya dan mengamalkan ajaran-Nya.
Maukah Anda mendapat ampunan dosa dan jaminan surga? Mari mengimani Isa!
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Muslim dan Nasrani: Apakah Saya Akan Masuk Surga?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Kristen Dan Islam – Apa Yang Terjadi Setelah Manusia Mati?
- Apakah Muhammad Dapat Membela Umatnya (Shalawat)?
- Muslim dan Nasrani Minta, “Tunjukkanlah Saya Jaminan Ke Surga!”
- Al-Quran: Semua Muslim Masuk Neraka?
Video:
Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut saudara, apa yang mendorong seseorang enggan membicarakan tentang kematian?
- Menurut saudara, bagaimana seharusnya kita menyikapi tentang kematian?
- Apakah saudara yakin tentang keselamatan surgawi saudara? Jelaskan alasan saudara!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].