
Mengapa tindakan tidak makan dan tidak minum sepanjang hari begitu penting? Apa makna berpuasa sebenarnya?
Puasa bukan hanya semata-mata menjadi ibadah umat Islam. Semua agama memiliki ibadah sejenis puasa, terutama agama samawi seperti Yahudi dan Nasrani.
Mari kita lihat apa makna berpuasa yang sesungguhnya, agar kita dapat beribadah dengan baik dan bisa selamat di akhirat.
Apa Makna Berpuasa Bagi Umat Islam?

Dalam hal ini puasa Ramadhan merupakan puasa tahunan yang wajib dilaksanakan seluruh umat Islam. Ada banyak alasan yang mendasari umat Islam teguh menjalankannya.
Mari kita lihat beberapa makna utamanya:
- Untuk taqwa kepada Allah.
Karena puasa adalah perintah sehingga dengan menjalankannya, umat mentaati perintah Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs 2:183).
- Sebagai pelindung dari neraka.
Karena ada Hadist menyatakan orang yang berpuasa maka dosanya akan diampuni (Shahih Bukhari 1869). Selain itu dengan berpuasa bisa mengingatkan umat menjauhi maksiat, sehingga menjauhkan dari perbuatan yang berdosa.
- Pahala berlipat ganda.
Bulan Ramadhan menjadi saat penuh berkah karena semua pahala ibadah menjadi berlipat ganda (Shahih Muslim 1945).
Ada berbagai manfaat lainnya. Misalnya, dengan berpuasa juga membuat tubuh lebih sehat. Namun dari berbagai poin utama ini kita bisa melihat apa makna berpuasa. Yaitu untuk menaati Allah agar tertutup semua dosa kita dan akhirnya masuk surga.
Benarkah dengan berpuasa kita bisa mencapai semua ini? Mari kita perdalam pemahamannya dengan melihat apa makna puasa dari berbagai kepercayaan lainnya.
Puasa Pada Berbagai Kebudayaan Kuno

Makna berpuasa sangat beragam dari berbagai kebudayaan. Tujuannya bisa untuk beribadah maupun untuk manfaat kesehatan.
Contohnya bangsa Phoenix di Mesir, mereka berpuasa untuk menghormati Dewi Isis. Bangsa Romawi kuno berpuasa selama setahun penuh setiap lima tahun untuk menghormati Dewa Osiris.
Demikian juga bangsa Yunani kuno berpuasa untuk menghadapi peperangan. Atau bangsa Cina kuno berpuasa sebagai bagian ajaran Budha untuk menyucikan diri.
Orang Yahudi juga berpuasa. Mereka menjalankannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Tujuannya adalah untuk mengucap Syukur karena mengingat kebaikan Allah yang membebaskan nenek moyang mereka dari Mesir zaman dahulu. Juga untuk menantikan kedatangan Mesias (penyelamat) di masa depan.
Masalahnya, dalam semua kepercayaan ini tidak ada yang bisa menjamin selamat. Semua kepercayaan memiliki ketidakpastian di akhirat. Umat tidak bisa yakin bagaimana tanggapan dewa atau sesembahan mereka nantinya.
Manusia Sulit Mendapatkan Makna Berpuasa
Memang pandangan Islam mewajibkan kita puasa. Namun kita juga tidak tahu bagaimana respon Allah di akhirat.
Kita sebagai manusia sulit mendapatkan makna puasa dengan maksimal karena kita penuh kelemahan. Kita mudah untuk khilaf dan berdosa.
Hadist menuliskan hukuman berat jika kita batal puasa dengan sengaja. Bahkan puasa satu tahun penuh tidak mampu menggantinya.
“Barangsiapa berbuka satu hari pada bulan Ramadan bukan karena rukhshah atau sakit, maka tidak akan dapat diganti oleh puasa satu tahun penuh . . .” (Sunan Darimi 1652).
Selain itu kita harus menanggung hutang puasa orang tua kita. Terlebih lagi puasa kita pribadi belum tentu Allah terima. Bisa saja ibadah kita hanya mendapat lapar dan haus saja (Hadits Ahmad 8501).
Sehubungan dengan hal ini ada Hadist menarik menyatakan bahwa Nabi Islam sendiri pernah batal puasa.
“. . . kami berkata: ‘Telah dihadiahkan hais untuk kami, dan kami sisakan sebagian untuk engkau.’ Maka beliau bersabda: ‘aku sedang berpuasa.’ Lalu beliau membatalkan puasanya“ (Sunan Nasa’i 2286).
Karena itu banyak umat tidak yakin akan bisa selamat di akhirat. Banyak orang merasa puasa tidak akan cukup untuk menutupi semua dosanya.
Jika demikian apa makna berpuasa sebenarnya? Dan bagaimana kita bisa memperoleh surga melaluinya?
Untuk mendapatkan jawabannya mari kita lihat puasa dalam kepercayaan Nasrani.
Makna Puasa Umat Nasrani
Memang benar umat Nasrani juga berpuasa. Puasa bagi kaum Nasrani adalah sesuatu yang baik dan berguna untuk dilakukan. Namun bukanlah kewajiban mutlak.
Makna berpuasa Nasrani adalah memusatkan hati pada Allah. Hal ini berdasar kerinduan dan kerelaan untuk beribadah kepada-Nya.
Jadi puasa Nasrani adalah menjalin hubungan pribadi dengan Allah sehingga orang lain tidak perlu tahu. Jadi tidak ada satu waktu puasa tertentu yang seluruh umat serentak wajib melakukannya.
“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik . . . supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa . . . Tetapi apabila engkau berpuasa . . . jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa . . . Maka Bapamu [Allah] yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Injil, Matius 6:16-18).
Jadi, umat Nasrani tidak berpuasa untuk menutupi dosa atau memperoleh surga seperti umat lainnya. Hal ini sangat aneh menurut banyak orang.
Beribadah Sebagai Ucapan Syukur Bukan Kewajiban

Karena kita manusia pasti banyak dosa. Ibadah kita tidak akan mampu menutupinya.
Allah yang penuh kemurahan mau menyelamatkan manusia. Ia melakukannya dengan menjelma menjadi manusia. Inilah pribadi Isa Al-Masih.
Melalui Isa, manusia bisa mendapat ampunan dosa dan kepastian surga. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
“Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Titus 2:11-14).
Dengan cara seperti ini kita justru menjadi rajin berpuasa dan beribadah. Karena dengan menyadari pertolongan Allah kita menjadi manusia yang penuh syukur.
Makna Berpuasa Sesungguhnya
Jadi di sini kita bisa paham apa makna berpuasa. Yaitu sebagai bentuk ibadah dari hati yang mengucap syukur karena kita mendapatkan pengampunan dosa dan kepastian selamat.
Jadi kita bisa berpuasa dalam kebebasan beribadah. Dan juga tanpa rasa takut hukuman akhirat.
“. . . Ia [Allah] dapat menyatakan kekayaan anugerah-Nya yang tidak ada bandingannya itu, melalui kebaikan yang berlaku atas kita dalam Isa Al-Masih. Jadi, karena anugerahlah kamu diselamatkan melalui iman . . . itu bukan karena amalmu, jangan seorang pun menyombongkan diri” (Injil, Efesus 2:7-9).
Maukah Allah menerima ibadah puasa Anda? Anda bisa beribadah dengan mendapat kepastian selamat di akhirat. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Apa Makna Berpuasa Menurut Islam dan Ajaran Nasrani?” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Saya Mencari Niat Puasa Ramadhan Yang Benar
- Tujuan Puasa Ramadhan Untuk Hati Yang Bersih
- Apakah Pengertian Puasa Ramadhan Yang Benar?
- Puasa Karena Taat Perintah Allah Atau Mengharap Pahala?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apakah sebelumnya Anda pernah berpuasa dan apakah makna dan tujuan puasa bagi Anda?
- Mengapa Islam lebih menitik-beratkan makna puasa pada hal-hal jasmani dibanding hal-hal rohani?
- Menurut Anda pantaskah seseorang yang sedang berpuasa menegur orang lain karena makan di depannya dan tidak menghargai dia yang sedang berpuasa? Sebutkan alasan Anda!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].