
Demikian juga dengan para nabi. Semua nabi mengalami kematian. Dalam hal ini pertanyaannya apakah para nabi dijamin masuk surga?
Sebagai umat Islam, nabi yang mendapat paling banyak perhatian adalah Nabi Islam. Dia dipercaya sebagai nabi terakhir yang juga adalah suri teladan terbaik. Jika demikian, apakah dia adalah nabi dijamin masuk surga?
Mari kita bahas, agar kita memperoleh jalan untuk mendapat surga Allah.
Nabi Sebagai Suri Teladan
Kita percaya para nabi memiliki akhlak yang baik. Sehingga Allah memakai mereka menjadi hamba-Nya.
Dalam hal ini umat Islam percaya Nabi Islam adalah teladan terbaik (Qs 33:21). Sehingga kehidupan dan tingkah lakunya perlu umat ikuti.
Karena itu umat Islam meyakini Nabi Islam mendapat perlindungan Allah. Beliau juga menjadi nabi yang dijamin masuk surga.
Dalilnya jelas terdapat dalam Al-Quran. Misalnya dalam Qs 5:67, “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu . . . Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia . . .”
Namun mari kita lihat peristiwa kematian beliau.
Kematian Nabi Islam yang Mengejutkan
Baik dalam Al-Quran maupun Hadist, kita tidak pernah menemukan ada ramalan tentang wafatnya Nabi Islam. Kematian Nabi Islam sangat mendadak sehingga hal itu menjadi berita yang mengejutkan bagi para sahabatnya.
Fakta wafatnya Nabi Islam sangat mengejutkan para sahabat dan pengikutnya. Mereka jadi bertanya-tanya mengapa peristiwa kematiannya sedemikian tragis.
Saat itu adalah masa perang. Akibatnya banyak orang yang ingin berbalik dan mundur. Sehingga kemudian ada perkataan untuk menguatkan mental para pasukan.
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang nabi . . . apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Qs 3:144).
Nabi Dijamin Masuk Surga?
Semua keadaan ini membawa kita pada pertanyaan terutama. Jika demikian apakah nabi dijamin masuk surga?
Tidak ada dalil pasti yang menjelaskan hal ini. Malah sebaliknya ada banyak dalil yang menyatakan ketidakpastian.
Contohnya ada kisah dalam Shahih Bukhari 1166. Menceritakan ada sahabat Nabi Islam yang wafat. Kemudian orang menyebutkan bahwa ia adalah orang yang Allah muliakan.
Tapi Nabi Islam menjawab: “. . . ‘Dari mana kamu tahu bahwa Allah telah memuliakannya?’ . . . ‘Demi Allah meskipun aku ini Rasulullah, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan-Nya terhadapku . . .’” (Shahih Bukhari 1166).
Kisah ini menjadi dalil yang sangat jelas bahwa sebenarnya tidak ada kepastian nabi dijamin masuk surga. Karena dia sendiri tidak tahu bagaimana keadaannya di akhirat.
Ada Nabi yang Berbeda?
Kenyataan ini meresahkan banyak orang. Tentu kita semua merindukan surga. Namun rupanya sulit mendapat kepastiannya.
Kita adalah orang biasa yang penuh dosa. Jika Nabi Islam saja tidak mendapat kepastian, bagaimana dengan manusia lainnya?
Dalam hal ini ada satu nabi yang sangat berbeda. Ada satu nabi yang kematian-Nya menggenapi ramalan ratusan tahun. Bahkan Ia juga terbukti bangkit.
Kematian Nabi Isa Sesuai Ramalan Ratusan Tahun
Kitab Allah (Taurat, Zabur dan Injil) menulis dengan jelas mengenai ramalan kematian Nabi Isa. Beberapa contohnya adalah:
- Isa Al-Masih akan mengalami siksaan (Taurat, Zakaria 12:10 = Injil, Yohanes 19:34).
- Isa Al-Masih akan dikhianati oleh seorang murid (Zabur 41:9 = Injil, Markus 14:10).
- Isa akan berdoa untuk orang yang menyalibkan-Nya (Taurat, Yesaya 53:12 = Injil, Lukas 23:24).
- Tidak ada tulang-Nya yang patah (Zabur 34:20 = Injil, Yohanes 19:33).
Semua ramalan ini, dan banyak ramalan lainnya, dengan sangat tepat tergenapi. Menyatakan bahwa peristiwa ini bukanlah kecelakaan tapi sesuai rencana Allah.
Selain itu ada berbagai bukti pendukung. Misalnya ada banyak pihak melihat penyaliban Isa. Yaitu Maryam, ibu Isa dan para murid-Nya. Lalu para tentara Romawi yang mengawalnya.
Juga terdapat banyak cacatan sejarawan umum yang mendukung. Contohnya Cornelius Tacitus (55-120 M). Ia adalah sejarawan ternama zaman Romawi.
Kebangkitan Isa Al-Masih Menyatakan Kelihaian-Nya
Menariknya peristiwa ini tidak berhenti sampai di sini saja. Isa Al-Masih juga bangkit. Dalil kitab Allah jelas menyatakan hal ini.
“. . . Janganlah takut! Aku tahu, kamu mencari Isa yang telah disalibkan itu. Ia tidak ada di sini karena Ia sudah bangkit, seperti yang telah disabdakan-Nya . . .” (Injil, Matius 28:5-6).

Kuburan zaman dahulu adalah gua tertutup batu besar. Kubur Nabi Isa juga dijaga oleh tentara Romawi. Sehingga kubur kosong membuktikan ada peristiwa besar yang terjadi. Yaitu Isa Al-Masih telah bangkit secara Ilahi.
Bukti lainnya adalah kesetiaan besar para murid. Mereka terbukti setia walau menghadapi masa penganiayaan yang mengancam nyawa. Jika peristiwa kebangkitan Isa hanya rekayasa, pasti akan ada yang mengakuinya di bawah tekanan.
Melihat semua peristiwa ini membuat kita menyadari Isa Al-Masih berbeda. Ia adalah Nabi Allah namun juga memiliki keilahian.
Keistimewaan dan Tujuan Nabi Isa
Isa Al-Masih adalah penjelmaan Allah dalam bentuk manusia. Isa adalah perwujudan Kalimatullah.
Allah menjelma untuk menunjukkan jalan lurus. Isa Al-Masih mengajarkan kebenaran kasih Allah.
Kemudian Isa Al-Masih mati di kayu salib. Ia menanggung hukuman untuk dosa manusia.
Tapi kemudian Isa Al-Masih bangkit dari kematian. Membuktikan Allah menang atas dosa. Sehingga melalui Isa Al-Masih kita bisa mendapatkan jaminan surga.
“. . . Kristus [Isa Al-Masih] datang untuk menghapuskan dosa-dosa manusia, dan bahwa tidak ada dosa dalam diri-Nya” (Injil, Surat 1 Yahya 3:5).
Nabi Yang Berada di Surga
Rupanya, hanya ada satu nabi yang dinyatakan secara jelas dalam Al-Quran berada di sisi Allah, yaitu Isa Al-Masih (Qs 3:55).

Kitab Injil menyatakan bahwa Isa Al-Masih bukan sekedar nabi. Melainkan Juruselamat yang datang untuk menyelematkan manusia. “Tidak ada keselamatan melalui seorang lain pun karena di kolong langit ini tidak ada satu nama lain pun yang diberikan kepada manusia sehingga melalui nama itu kita dapat diselamatkan” (Injil, Kitab Para Rasul 4:12).
Sehingga siapa pun, termasuk para nabi dan semua orang yang percaya Isa Al-Masih sebagai Juruselamat, dijamin memperoleh keselamatan dan hidup kekal di surga. Sebab melalui Isa, pengampunan dosa diberikan dan jalan menuju surga terbuka bagi semua yang menerima-Nya.
Mendapatkan Jaminan Surga
Jadi Isa Al-Masih adalah pribadi ilahi. Ia pasti berada di surga.
Karena itu hanya melalui Isa Al-Masih kita mendapat kepastian surga. Hanya melalui-Nya, setiap orang yang percaya kepada-Nya, termasuk nabi, memperoleh ampunan Allah dan dijamin masuk surga.
Kita pasti bisa mendapatkannya. Caranya adalah dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.
“Allah mampu membangkitkan orang mati. Ia juga memberikan keselamatan bagi manusia. Demikianlah Isa Al-Masih, Kalimatullah menyelamatkan manusia” (Injil, Yahya 5:21, parafrasa).
Maukah Anda mendapatkan jaminan surga? Kita memperolehnya melalui Isa Al-Masih yang telah mati namun bangkit. Mari mengimani-Nya saat ini juga.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara, hikmah wafat Muhammad atau Isa Al-Masih yang memberikan penghiburan? Mengapa demikian?
- Mengapa kematian Isa Al-Masih penting bagi keselamatan manusia?
- Setujukah saudara, bahwa selayaknya kita harus mempercayakan sepenuhnya hidup kita kepada Pribadi yang berkuasa menjamin sorga dan hidup kekal? Berikan alasan saudara!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Silakan mengirimkan pertanyaan Anda lewat SMS ke: 0812-9530-4930.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih
- Kematian Isa Al-Masih Menurut Pakar Muslim
- Benarkah Umat Islam Dan Kristen Membutuhkan Wafatnya Isa Al-Masih?
- Mengapa Isa Al-Masih Harus Wafat?
- Kisah Seorang Muslim Yang Percaya Jalan Isa
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].