
Namun banyak dalil agama yang justru mengatakan sebaliknya. Syarat untuk masuk surga sangat sulit. Sehingga mustahil manusia bisa memenuhinya.
Tentu sebagai manusia kita ingin selamat di akhirat. Karena itu mari kita simak pembahasan mengenai syarat untuk masuk surga. Agar kita bisa mendapat jalan Allah bagi keselamatan kita.
Jangan Terlalu Yakin Bisa Selamat!
Dalam satu ceramah agama, ada seorang ustadz yang berkata: “jangan terlalu yakin bisa selamat! Syarat untuk masuk surga sangatlah berat.”
Ia kemudian mengajarkan bahwa sebenarnya syarat untuk masuk surga itu jelas dan tegas. Yaitu manusia perlu taqwa dan menyembah Allah saja.
Taqwa artinya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kita diharapkan bisa hidup mengikuti semua peraturan Allah.
“Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya . . . ketika kamu mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taati.’ Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)” (Qs 5:7).
Masalahnya syarat untuk masuk surga ini sangat sulit. Bahkan hal ini mendekati kemustahilan.
Karena pada kenyataannya selama hidup kita melakukan banyak dosa. Manusia itu sangat lemah. Begitu mudah khilaf dan melanggar perintah Allah.
Amal baik kita juga terbatas. Kita tidak bisa yakin bahwa amal kita akan cukup untuk menutupi dosa. Terlebih lagi syarat untuk masuk surga mewajibkan kita melakukan amal dengan sempurna dan hati bersih.
Misalnya Hadist memperingatkan bahaya ria atau kesombongan. “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan . . .” (Shahih Muslim 131).
Ilustrasi Seorang Ibu Membeli Daging
Untuk lebih jelasnya, keadaan ini bisa digambarkan seperti seorang ibu yang pergi ke pasar. Ia hendak membeli daging cincang untuk memasak di rumahnya.
Ibu itu bertemu dengan penjual pertama. Dia bertanya: “Pak, ini daging campuran apa?” Bapak itu menjawab: “50% daging sapi dan 50% daging babi.” Ibu itu langsung berkata, “Oh tidak, saya tidak mau memakan daging yang haram!”

Sebelum ibu itu pergi, penjual daging menawarkan daging yang lain. Ia berkata, “Bu, yang ini saja. daging ini 99% sapi dan 1% babi.” Namun ibu itu pun menolaknya. Ia mengatakan bahwa tetap saja jika ada campuran, daging itu semua haram.
Akhirnya ibu tersebut pergi ke penjual daging kedua. Kali ini sang penjual memastikan bahwa semua dagingnya 100% halal. Karen itu sang ibu senang dan langsung memesannya.
Namun sayang penjual kedua ceroboh. Saat ia bergegas membungkus daging tersebut dengan plastic, tangan dan pisaunya terkena meja penjual di sebelahnya yang menjual daging babi.
Melihat hal ini, sang ibupun menjadi ragu. Ia takut daging penjual kedua menjadi haram. Karena betapapun sedikitnya unsur haram yang ada, akan mengotori seluruh daging tersebut.
Mustahil Memenuhi Syarat untuk Masuk Surga
Kita dengan mudah bisa mengerti ilustrasi mengenai makanan. Namun inilah keadaan manusia yang berdosa.
Allah adalah Maha Suci. Sehingga Ia tidak bisa menerima dosa sekecil apapun.
“. . . wahai para manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik . . .” (Hadits Ahmad No.7998).
Seperti campuran daging tersebut, demikianlah manusia pasti ada dosa. Bisa saja kita berbuat baik 99%, namun tetap pasti ada 1% dosa kita.
Dalam kenyataannya bahkan kita sangat lemah. Kita sebagai manusia pasti melakukan banyak dosa.
Hal ini mengakibatkan tidak ada seorang manusia pun yang memenuhi syarat untuk masuk surga. Kita pasti tidak akan mampu menghadap kesucian Allah. Karena kita semua telah “tercampur” dengan dosa.
Sebagai manusia kita pasti akan mendapat hukuman Allah. “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Qs 99:8).

Pertolongan dari Allah
Syukurlah Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang! Dia tidak ingin makhluk ciptaan-Nya menderita di neraka. Dia ingin kita masuk surga.
Allah menyediakan jalan pertolongan dengan menjelma menjadi manusia. Ia melakukannya dengan penjelmaan Ruh dan Kalimatullah dalam wujud manusia. Inilah pribadi Isa Al-Masih.
“. . . sedangkan Isa adalah Kalimat Allah dan Ruh-Nya . . . Isa adalah Ruh dan Kalimat-Nya dan memang demikian . . .” (Hadits Ad Darimi No.47).
Isa ada di bumi untuk mengajarkan kebenaran Allah. Ia juga menanggung hukuman dosa-dosa kita di kayu salib.
Melalui Isa, syarat untuk masuk surga dapat terpenuhi seutuhnya. Yaitu bukan manusia yang menanggungnya, namun dengan jalan Allah yang menolongnya.
Manusia tidak akan mampu hidup suci. Sama seperti daging di atas. Jika sudah dikotori, kita tidak mampu untuk membersihkannya.
Kita semua berdosa. Satu dosapun sudah mengotori hati kita. Jadi, kita membutuhkan hati baru.
Allah yang penuh kasih menolong melalui Isa Al-Masih. Hanya Isa mampu untuk mengampuni dosa kita dan memberikan kita hati baru.

Allah Memberikan Jaminan Surga
Melalui Isa, Allah akan mengampuni semua dosa kita. Dan Ia akan memberikan kita hati baru yang suci.
“. . . kebaikan [Allah] yang berlaku atas kita dalam Isa Al-Masih. Jadi, karena anugerahlah kamu diselamatkan melalui iman. Itu bukan berasal dari dirimu sendiri . . . itu bukan karena amalmu . . .” (Injil, Surat Efesus 2:7-9).
Kita bisa mendapatkan pertolongan Allah ini. Caranya adalah dengan kita mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Jadi, Allah yang menolong kita memenuhi syarat untuk masuk surga. Maukah Anda menerimanya? Mari kita mengimani Isa Al-Masih.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa amal ibadah tidak dapat menutupi kenajisan seseorang akibat dosa?
- Apakah Anda percaya bahwa seseorang bisa mempunyai jaminan akan sorga? Sebutkan alasan Anda!
- Bila kebaikan tidak dapat memberi jaminan akan sorga, menurut Anda, dengan cara apakah seseorang bisa mendapat jaminan tersebut?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Apakah Saya Bisa Punya Jaminan Masuk Surga?
- “Kitab Kehidupan” Atau “Buku Catatan Amal”?
- Bagaimana Jika Saya Makan Makanan Haram?
- Ar-Rahman, Keselamatan Akibat Amal Atau Anugerah?
- Pandangan Kristen Dan Islam Tentang Sorga Dan Neraka
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].