Banyak umat mengatakan Natal adalah perayaan kafir. Seharusnya umat beragama tidak merayakan Natal.

Bahkan ada sebagian pandangan mengatakan umat Islam wajib mengerti makna Natal karena ada berkah Allah di dalamnya.
Mari kita simak dasar pemahaman dari agama yang merayakan Natal. Agar kita bisa mengerti makna yang sesungguhnya bagi Mukmin.
Pengertian Natal
Kata Natal berasal dari bahasa Latin Dies Natalis. Yang berarti hari lahir. Dalam bahasa Inggris disebut Christmas. Berasal dari kata Cristes Maesse, yang berarti Misa Kristus.
Secara umum Natal berarti memperingati saat kelahiran Isa Al-Masih. Karena Ia dianggap tokoh penting dalam banyak agama.
Ada informasi sejarah mengenai asal usul perayaan Natal. Hal ini membuat banyak umat Islam mengatakan ini adalah hari raya kafir. Namun benarkah demikian? Apakah Mukmin sungguh yakin mengucapkan Selamat Natal itu haram?
Sejarah Agama yang Merayakan Natal
Agama yang merayakan Natal adalah agama Nasrani. Agama Yahudi tidak merayakan Natal karena tidak mempercayai Isa Al-Masih sebagai Juruselamat mereka. Agama Hindu, Buddha, dan Khonghucu juga tidak merayakan Natal. Mereka tidak mengimani Isa Al-Masih sebagai Pribadi yang penting.
Menurut sejarah, ada yang menyatakan perayaan Natal awalnya berhubungan dengan pergantian musim. Yaitu dari musim dingin ke musim panas.
Ada juga yang menyatakan hal ini erat hubungannya dengan festival Saturnalia. Perayaan untuk menghormati dewa Saturnus, sang dewa pertanian.
Atau ada pandangan lain yang menyatakan ini adalah perayaan terhadap kelahiran dewa matahari. Yaitu dewa Mithra, pada 25 Desember.

“. . . barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia termasuk golongan mereka” (Musnad Ahmad 4868).
Namun banyak dalil lain yang menyatakan berbeda. Bahwa umat Islam seharusnya menghargai kelahiran Isa Al-Masih. Mari kita simak uraiannya.
Keistimewaan Kelahiran Isa dalam Al-Quran
Agar kita dapat yakin apakah mengucapkan Selamat Natal itu haram atau tidak, mari membahas lebih lanjut tentang kelahiran Isa.
Kelahiran Isa tercatat dalam Al-Quran, maka Ia adalah tokoh istimewa. Jelas ada manfaat untuk merayakan hari kelahiran orang penting. Umat bisa merenungkan ajarannya dan juga makna kehidupannya.
Hal inilah yang dilakukan para Mukmin saat merayakan maulud nabi. Walau tidak ada perintah langsung, namun umat melakukan ibadah dan perayaan untuk mengenangnya.
Menariknya, tidak ada kisah detail mengenai kelahiran Nabi Islam di Al-Quran. Namun ada begitu banyak tercatat mengenai keistimewaan kelahiran Isa Al-Masih. Beberapa contohnya:
- Kelahiran Isa adalah saat menggembirakan.
“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya . . . seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .” (Qs. 3:45).
- Ada kesejahteraan saat kelahiran Isa.
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan . . .” (Qs 19:33).
- Merupakan tanda dan rahmat Allah bagi manusia.
“Kami hendak menjadikan [Isa Al-Masih] sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Qs 19:21).
Melihat semua dalil ini memberi dasar yang kuat, bahwa ada makna dalam terkandung dari hari kelahiran Isa. Sehingga agama yang merayakan Natal bukan kafir. Mukmin dapat berhikmah apakah benar mengucapkan Selamat Natal itu haram atau tidak.
Bagaimana dengan Perayaan Umat Nasrani?
Mari kita lihat pemahaman yang lebih utuh. Kita akan melihat juga pandangan umat Nasrani. Apakah mereka merayakan Natal berdasar kebudayaan kafir?
Umat Nasrani tidak menyembah dewa matahari. Sehingga perayaan Natal tidak berhubungan dengan penyembahan berhala.
Memang ada berbagai perhitungan untuk mengetahui saat kelahiran Isa. Pandangan pertama percaya Isa lahir bulan Desember. Tapi ada juga yang berpendapat Ia lahir di waktu yang berbeda.
Namun pengikut Isa yang sejati tidak pernah mengkultuskan tanggal 25-nya. Perayaan umat tidak berfokus pada angka 25.
Banyak gereja yang beribadah pas tanggal 25 Desember. Namun ada lain yang merayakannya pada tanggal lainnya.

Makna Perayaan Natal yang Sebenarnya
Kelahiran Isa memang adalah saat yang menggembirakan. Karena Isa menyatakan keselamatan Allah bagi manusia.
Kita sebagai manusia pasti penuh dosa. Sehingga kita tidak mampu untuk masuk surga.
Allah menjelma menjadi manusia melalui Isa Al-Masih. Tujuan-Nya adalah menujukkan panduan kebenaran kepada kita. Juga memberi ampunan dosa saat berkorban di kayu salib.
“Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna . . . Kamu juga dahulu mati karena dosa-dosamu . . . namun, kamu dihidupkan kembali oleh Allah bersama-sama dengan Dia [Isa Al-Masih]. Allah mengampuni dosa-dosa kita” (Injil, Kolose 2:9, 13).
Kita sebagai manusia berdosa hanya perlu meresponi-Nya dengan benar. Yaitu kita bisa mengimani dan menjadi pengikut Isa. Maka Allah akan menyelamatkan kita.

“Ia [Maryam] akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus [Isa Al-Masih], karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka“ (Injil, Matius 1:21).
Isa Al-Masih Kabar Baik untuk Seluruh Manusia
Rupanya kelahiran Isa bermakna dalam bagi keselamatan manusia. Jadi agama yang merayakan Natal mengingat dan merenungkan keselamatan dari Allah.
“Lalu kata malaikat itu . . . ‘Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat [Al-Masih], yaitu Kristus [Isa], Tuhan . . . damai sejahtera di bumi di antara manusia . . .” (Injil, Lukas 2:10-11,14 TB).
Sudahkah Anda tahu apakah mengucapkan Selamat Natal itu haram atau tidak? Maukah Anda menerima keselamatan Allah? Mari menerima gembira Natal dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa!
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Mengucapkan Selamat Natal itu Haram! Apakah Ada Dalilnya?”. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Ayat Al-Quran Memungkinkan Islam Merayakan Natal?
- Benarkah Natal Bagi Umat Islam dan Nasrani Membawa Kedamaian?
- “Natal” Perayaan Kelahiran Isa Al-Masih Yang Hidup
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara mengapa banyak keistimewaan kelahiran Isa dalam Al-Quran?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa perayaan Natal justru menyatakan keselamatan Allah?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Isa Al-Masih sebagai tanda rahmat Allah bagi manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].