• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Natal Dalam Islam: 4 Alasan Semua Umat Perlu Merayakannya

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Kristen > Natal > Natal Dalam Islam: 4 Alasan Semua Umat Perlu Merayakannya
10 Desember 2025 | Tidak Ada Komentar

Taufiq sangat jengkel saat membaca berita di internet. Ada artikel “Semua penganut agama pantas merayakan Natal.” 

Ia berpikir, “Ini pasti berasal dari kaum Nasrani. Sungguh aneh bila mereka memiliki pandangan seperti itu! Pemahaman tentang Natal dalam Islam sangatlah berbeda.”

Sore harinya kebetulan ia berjumpa dengan temannya, Mardi.

Taufiq menyampaikan pendapatnya secara terbuka. “Saya tidak setuju jika ada anggapan semua penganut agama pantas merayakan hari Natal.”

Mardi melihat Taufiq begitu kesal. Kemudian ia menenangkan temannya. “Apa kamu memiliki waktu?  Mari kita minum kopi sambil ngobrol.” Taufiq pun setuju.

Taufiq langsung bertanya. “Ayo jelaskan, mengapa Nasrani begitu fanatik mengenai Natal, kelahiran Nabi Isa? Kami menghormati Nabi Isa, namun Natal dalam Islam tidak perlu dirayakan.”

Mardi kemudian berkata, “Baiklah, kalau begitu, coba jelaskan terlebih dahulu. Bagaimana pandangan Islam mengenai Natal?”

Natal dalam Islam

“Baik saya jelaskan. Umat Islam mengakui Isa Al-Masih sebagai nabi. Karena itu kami menghargai-Nya.”

“Namun kami melihat Nabi Isa hanya sebagai salah satu nabi. Jadi Natal dalam Islam tidak dirayakan.”

“Natal dalam Islam bukan bagian dari ibadah Islam. Kami juga tidak dianjurkan melakukannya. Bahkan dilarang merayakannya.”

“Dilarang?” tanya Mardi. “Mengapa sedemikian tegas?”

Taufiq menjawab, “Karena tidak ada dalil untuk merayakan Natal dalam Islam. Juga hal ini malah identik dengan perayaan dari kepercayaan Nasrani. Sehingga kami tidak boleh merayakannya.”

Kemudian Taufiq mengutip dalil yang ia ketahui. “Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) dengan suatu kaum, maka ia bagian dari mereka” (Sunan Abu Daud 3512).

Dalil Natal dalam Islam?

“Baik, saya mengerti pandangan kamu.” Respon Mardi. “Namun, tahukah kamu bahwa saya pernah mendengar beberapa dalil lain terkait Natal dalam Islam?”

“Mana mungkin ada! Saya belum pernah mendengarnya.” Ucap Taufiq dengan tegas.

Mardi membuka catatannya. Kemudian ia menunjukkan kepada Taufiq. “Mari kita lihat beberapa dalil ini:”

  • Kelahiran Nabi Isa adalah saat yang menggembirakan.
    “. . . hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .” (Qs 3:45).
  • Ada kesejahteraan saat kelahiran Nabi Isa (Qs 19:33).
  • Kelahiran Nabi Isa adalah tanda rahmat Allah bagi manusia.
    “. . . Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami . . .” (Qs 19:21).

Keistimewaan Kelahiran Nabi Isa

Taufiq menjadi sangat terkejut dan tertarik. “Saya belum pernah memperhatikan dalil-dalil ini sebelumnya.” Katanya.

“Sebenarnya Maulid Nabi dalam Islam juga tidak ada dalil langsungnya. Kami merayakan karena menganggap hal ini sesuatu yang baik.” Taufiq jujur mengakuinya.

“Jika demikian tentu Natal dalam Islam sangat baik.” Kata Mardi. “Karena banyak dalil menyatakan keistimewaannya.”

“Baiklah saya menjadi tertarik. Rupanya Natal dalam Islam tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya.”

“Jadi tolong jelaskan pandangan kamu. Mengapa Natal penting untuk semua umat beragama?”

Mardi menjawab, “Menurut Kitab Allah, yaitu Taurat, Zabur dan Injil, ada empat keistimewaan besar. Yaitu seputar kisah Nabi Isa.”

“Empat keistimewaan besar?” Tanya Taufiq. Mardi menjawab, “Tentu saja, mari kita mulai, ini keistimewaan pertama . . .” 

  1. Yang Kekal masuk ke dalam batasan waktu
    “Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah atau Kalimatullah. Tadi kita sudah baca dalil ini dalam surah Al-Imron Ayat 45 (Qs 3:45).
    “Apakah kamu mengimani hal ini?” Taufiq menjawab, “ Ya, pasti. Saya mengimani Al-Quran.”
    “Sebagai Kalimat Allah Ia kekal. Allah tidak bisa terpisahkan dari Kalimat-Nya. Kalau Kalimat-Nya tidak ada, maka Allah tidak dapat berfirman. Yang berarti,  Allah bisu. Jadi Kalimat Allah kekal, sama dengan kekekalan Allah.”
    Mardi meneruskan, “Apa yang terjadi pada saat kelahiran Nabi Isa? Kalimat Allah yang kekal masuk ke dunia fana. Yaitu ke dalam kondisi kita dengan keterbatasan waktu.”
    “Demikian Dia yang abadi menjadi terbatas, seperti kita. Ini keistimewaan yang hebat, bukan!”  Tanggapan Taufiq, “… Saya mulai mengerti cara pandang kamu.”
  1. Yang tidak berdosa menanggung dosa
    Mardi minum kopinya, lalu berkata, “Ada keistimewaan selanjutnya dari kelahiran Nabi Isa. Yang tidak berdosa menanggung dosa!”
    Taufiq berkata, “Kepercayaan Nasrani ini membingungkan saya! Al-Quran dengan jelas menekankan seseorang tidak bisa menanggung dosa orang lain.”
    Mardimenjawab, “Dalam hal ini saya setuju dengan Al-Quran dan pandangan Mas Taufiq.  Memang manusia tidak mampu. Namun ingat, Isa Al-Masih bukan manusia biasa. Ia adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia.”
    “Apa bedanya,” tanya Taufiq. Mardi kemudian menjelaskan, “Kalimat Allah bisa hidup tanpa dosa. Namun setiap orang, termasuk para nabi memiliki dosa. Sehingga hanya Kalimat Allah yang mampu menanggung dosa manusia.”
    Mardi memberikan telepon genggamnya kepada Taufiq. Ia hendak menunjukkan ayat kitab suci.
    Taufiq membacanya, “Karena Anak Manusia [Isa Al-Masih] juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Markus 10:45).
    Taufiq kemudian terdiam dan berpikir. Mardi berkata, “Untuk lebih jelasnya, mari kita lanjutkan melihat keistimewaan berikutnya.” 
  1. Yang Abadi mengalami kematian
     “Sebenarnya dalam kitab-kitab Allah, ada banyak ramalan mengenai Isa Al-Masih. Yaitu dalam Kitab Taurat dan Zabur. Kalimat Allah akan menjadi manusia dan menderita. Contohnya dalam Kitab Taurat, Yesaya 9:5-6, 53:5-6.”
    “Tujuannya adalah agar Isa Al-Masih menanggung dosa manusia. Caranya dengan Ia mati di kayu salib.”
    Taufiq bertanya, “Hal ini membingungkan saya. Bagaimana mungkin Kalimat Allah bisa mati?”
    “Memang hal ini tergantung pemahaman kita akan arti kata mati. Mati itu bukan berarti lenyap dari keberadaan. Kematian fisik hanyalah saat jiwa dan roh terpisah dari tubuh fisiknya.” Jawab Mardi.
    “Jadi dalam pengertian ini, istilah kematian Isa menjadi jelas. Bukan Kalimat Allah lenyap. Melainkan hanya terpisah dari tubuh fisik-Nya saja.”
    “. . . bersabdalah Ia [Isa Al-Masih], ‘Sudah selesai!’ Kemudian, Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya” (Injil, Yohanes 19:30). 
  1. Yang Maha Kasih menyelamatkan
    “Apa arti kata ‘sudah selesai?’” Pertanyaan Taufiq selanjutnya.
    “Sudah selesai berarti sudah lunas. Maksudnya, hukuman hutang dosa sudah ditanggung-Nya penuh. Sebagai Kalimat Allah, Ia mampu melakukannya.”
    “Inilah keistimewaan keempat dan terbesar. Inilah inti utama kelahiran Nabi Isa ke dunia. Yaitu Allah yang Maha Kasih mau menolong manusia berdosa. “
    “Dengan demikian kita manusia berdosa bisa selamat. Yaitu mendapatkan pengampunan dosa. Juga memperoleh jaminan surga dari Allah.”
    “. . . Kristus [Isa Al-Masih] mempersembahkan hanya satu kurban untuk pengampunan dosa, dan kurban itu berlaku untuk selama-lamanya. . . Allah juga berkata, ‘Aku akan melupakan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan mereka.’ Jadi, dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan itu sudah diampuni . . .” (Injil, Surat Ibrani 10:12,17-18, BIS).

Kelahiran Nabi Isa untuk Semua Manusia

“Jadi apa sekarang kamu bisa mengerti? Inilah alasannya semua penganut agama pantas merayakan Natal, kelahiran Nabi Isa! Karena melalui-Nya ada keselamatan bagi semua umat.”

Taufiq sangat tertarik mendengar semua pemaparan ini. Ia berkata, “Awalnya saya sangat menentangnya. Namun sekarang saya paham pandangan kaum Nasrani. Keselamatan akhirat memang adalah hal yang saya rindukan.”

Bagaimana dengan Saudara pembaca? Kelahiran Isa Al-Masih sangat istimewa. Karena memberikan jalan bagi manusia berdosa untuk selamat.

Kita dapat memperolehnya. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Mari mensyukuri kelahiran Isa. Mari menerima jalan selamat-Nya dengan mengimani Isa Al-Masih.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. 5 Fakta Menarik Dari Kisah Kelahiran Nabi Islam dan Isa Al-Masih
  2. Peristiwa Besar Kelahiran Nabi
  3. “Natal” Perayaan Kelahiran Isa Al-Masih Yang Hidup

Video:

  1. Kelahiran Isa Al-Masih: Apakah Umat Islam Layak Merayakannya?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana pendapat Saudara mengenai 6 mukjizat saat Kelahiran Nabi Isa?
  2. Jelaskan mengapa Kelahiran Nabi Isa begitu istimewa, berbeda dari kelahiran nabi lainnya?
  3. Jelaskan pandangan Saudara mengenai Kelahiran Nabi Isa yang bermanfaat bagi seluruh manusia!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930

 

 

Kategori: Kepercayaan Orang Kristen, Natal

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Paling lama
Terbaru

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Benarkah Natal Bagi Umat Islam dan Nasrani Membawa…
  • Orang Islam Merayakan Natal! Mengapa Gus Dur Berkata…
  • Mengucapkan Selamat Natal itu Haram! Apakah Ada Dalilnya?
  • Natal: Hadiah Pemberian Terbaik untuk Mukmin
  • "Natal" Hari Lahir Isa Al-Masih: Nyanyian Baru Dari Allah

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz