
Ia sangat rindu merasakan kekhusyukan puasa. Menahan diri dari nafsu, waktu berbuka bersama, dan shalat subuh yang menenangkan.
Namun setiap kali memasuki Ramadhan, ia diliputi rasa cemas. Paling tidak ada 10 hal yang membatalkan puasa, bagaimana jika ia khilaf? Bisa saja puasanya batal dan ibadahnya tidak Allah terima.
Butuh pengorbanan untuk kita berpuasa. Menahan lapar dan haus tidaklah mudah. Karena itu mari kita lihat 10 hal yang membatalkan puasa. Agar kita terhindar dan mendapat jalan lurus-Nya ke surga.
Puasa Sebagai Kewajiban Agama
Memang sebagai umat Islam puasa adalah perintah mutlak. Umat wajib menunaikannya sebagai bagian dari ibadah.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs 2:183).
Agama mengajarkan ada berbagai kegunaan puasa. Misalnya secara fisik membantu kesehatan badan. Secara jiwa membantu untuk menahan nafsu dan emosi.
Terutama secara rohani, puasa diharapkan dapat menghapus dosa. Inilah kerinduan utama setiap Mukmin. Yaitu mendapat ampunan Allah sehingga memperoleh jalan lurus-Nya ke surga.
Tantangan Memenuhi Kewajiban Puasa
Namun menjalankan puasa tidak mudah. Ada banyak tuntutan yang menyertainya.
Misalnya berpuasa adalah kewajiban mutlak. Sehingga jika seseorang batal puasa, ia perlu menggantinya.
Ia bisa menggantinya dengan berpuasa pada lain waktu, atau membayar fidyah. Yaitu dengan memberi makan orang miskin (Qs 2:184).
Beban hutang puasa dari orang tua juga merupakan tanggungan, yang harus dibayar oleh anak atau walinya (Shahih Muslim 1935).
Semua hal ini bisa menjadi beban berat. Masalahnya untuk memenuhi kewajiban puasa pribadi saja sudah sulit. Apalagi jika membayar tanggungan hutang puasa orang tua.
Berbagai dalil juga menambah tekanan ini. Misalnya: “Barang siapa yang berbuka walau satu hari pada bulan Ramadhan bukan karena sakit atau ada rukhshah (keringanan), maka puasanya tidak dapat diqadla’ (diganti) meskipun dia berpuasa setahun penuh” (Sunan Tirmidzi 655).
Selain itu ada setidaknya 10 hal yang membatalkan puasa.
10 Hal Yang Membatalkan Puasa

Berikut ini adalah contoh 10 hal yang membatalkan puasa.
- Makan dan minum dengan sengaja.
Jika kita makan atau minum dengan tidak sengaja, tidak membatalkan puasa. Misalnya karena kita lupa. Namun jika sengaja makan, tentu akan membatalkannya.
- Muntah dengan sengaja.
Ketika perut kosong, kemungkinan akan muncul rasa mual dan ingin muntah. Terlebih lagi jika dalam ruangan dingin atau saat perjalanan panjang. Jika kita sengaja muntah, maka termasuk 10 hal yang membatalkan puasa (Sunan Abu Daud 2032).
- Menelan dahak.
Saat batuk, jika berdahak bisa berbahaya. Karena dahak yang telah keluar, tidak boleh tertelan kembali. - Merokok
Mayoritas ulama menyatakan kegiatan merokok tidak boleh saat puasa. Karena ada tindakan memasukkan sesuatu ke tubuh. Yaitu melalui mulut dan hidung secara sengaja. - Haid atau Nifas.
Saat berpuasa, tubuh harus dalam keadaan suci. Sedangkan dalam agama, haid adalah kotoran (Qs 2:222). Karena itu, darah yang keluar saat haid dan nifas membatalkan puasa. - Berhubungan intim.
Melakukan hubungan intim suami istri, dianggap tidak mampu menahan nafsu. Hal ini juga membatalkan puasa.
- Mengeluarkan air mani.
Jika mengeluarkan air mani karena nafsu atau terangsang maka membatalkan puasa. Namun tidak batal jika keluar saat mimpi basah. - Berenang
Sangat sulit menjaga air masuk ke dalam tubuh saat berenang. Karena itu kegiatan ini tidak dianjurkan saat menjalankan puasa. - Melampiaskan emosi marah.
Inti puasa adalah menahan hawa nafsu. Karena itu melampiaskan emosi berlebih bisa membatalkan puasa.
Walaupun banyak penafsiran ulama mengatakan bahwa marah tidak membatalkan puasa. Tapi pasti akan mengurangi pahalanya. - Berbagai obat dan pengobatan.
Saat puasa tidak boleh ada apapun yang masuk ke tubuh. Hal ini termasuk obat-obatan maupun jarum suntik.
Sulit Memenuhi Kewajiban Puasa
10 hal yang membatalkan puasa inilah yang menjadi kecemasan Lutfi. Secara manusia ia berusaha melakukan ibadah.
Setiap hari saat Ramadhan ia menjadi orang yang datang awal ke mesjid. Ia berusaha shalat dengan tekun. Banyak orang melihat dan memujinya.
Namun Lutfi sadar ia banyak kekurangan. Misalnya ia sangat suka merokok. Menahan diri tidak rokok adalah hal tersulit baginya. Seringkali secara sembunyi-sembunyi ia merokok saat puasa.
Ia juga memiliki nafsu yang besar. Tidak jarang ia menonton pornografi. Kadang ia mengeluarkan air mani walau masih waktu puasa.
Lutfi sadar dilema hidupnya. Di hadapan para sahabat ibadahnya tampak penuh. Tapi sebenarnya hatinya kosong.
Terlebih lagi di hadapan Allah. Ia sadar berdosa dan sulit mendapat rahmat-Nya.
Allah Mengetahui Isi Hati

Namun pada kenyataannya sangat sulit. Kita adalah manusia biasa dengan penuh kelemahan. Ada saat kita berhasil ibadah. Namun seringkali kita gagal memenuhi semua tuntutan agama.
Allah bukanlah manusia yang bisa kita bohongi. Ia melihat hati kita yang terdalam. Nabi Daud pernah mengungkapkan perasaannya bahwa Allah melihat hati manusia.
“Seandainya aku menyimpan kejahatan di dalam hatiku, maka tentunya Tuhan tidak mau mendengarkanku” (Zabur 66:18).
Karena itu bagaimana jalan pertolongan Allah bagi kita?
Pertolongan dan Petunjuk Allah
Allah yang menciptakan kita memahami keadaan kita. Ia tahu bahwa manusia berdosa dan lemah. Rupanya memang tidak ada manusia yang mampu memenuhi semua perintah-Nya.
“Sebab tidak ada satu manusia pun yang akan dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan seluruh hukum-Nya . . . sebab semua orang telah berdosa dan tidak dapat mencapai kemuliaan Allah. Tetapi, karena anugerah-Nya, mereka dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan di dalam Isa Al-Masih” (Injil, Surat Rum 3: 20, 23-24, parafrasa).
Allah menolong manusia dengan menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih. Isa adalah Kalimatullah. Ia datang melalui rahim perawan Maryam.
Isa datang untuk menunjukkan jalan lurus. Yaitu jalan pasti untuk kita masuk surga.
Caranya adalah dengan mengajarkan kebenaran. Dan juga Ia berkorban di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa.
Melalui Isa, Allah akan mengampuni dosa manusia. Allah juga akan memberikan hati yang baru.
“. . . darah Al-Masih . . . akan menyucikan batiniah kita dari semua perbuatan yang sia-sia supaya kita dapat beribadah kepada Allah, Tuhan yang hidup itu” (Injil, Surat Ibrani 9:14).
Dengan demikian, kita sebagai manusia bisa selamat. Yaitu mendapat jalan lurus yang pasti membawa kita ke surga.
Ibadah yang Pasti Allah Terima
Memang benar, minimal ada 10 hal yang membatalkan puasa, bahkan lebih. Sebagai manusia akan sulit untuk kita menunaikan ibadah dengan sempurna.
Namun, Allah menyediakan jalan keselamatan. Ia mengampuni dosa dan mengubah hati kita menjadi baru. Sehingga kita bisa beribadah dengan baik.

Kita semua bisa memperoleh jalan-Nya. Yaitu dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Jangan takut jika kita gagal memenuhi tuntutan Allah. Mari belajar berbuat baik dan beribadah dengan hati baru, melalui Isa. Mari mengimani Isa Al-Masih dan menjadi pengikut-Nya.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut hemat Saudara, selain 10 hal yang membatalkan puasa di atas, adakah hal lain yang menggagalkan puasa kebanyakan orang?
- Mengapa begitu penting kita berpuasa dengan hati yang bersih dari dosa-dosa yang tersembunyi?
- Mengapa banyak orang terus berusaha berpuasa walau mereka tidak yakin dosa-dosa mereka yang tersembunyi diampuni Allah?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Cara Menghindari 10 Hal yang Membatalkan Puasa Anda“ Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Teladan Puasa Isa Al-Masih untuk Bulan Ramadan
- Isa Al-Masih Berkata, “Puasa Tidak Menyelamatkan!”
- Berapa Hal yang Harus Mukmin Lakukan Untuk Menghapus Semua Dosa?
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].