• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Ada 10 Hal Yang Membatalkan Puasa! Apa Solusinya?

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Puasa Ramadhan > Ada 10 Hal Yang Membatalkan Puasa! Apa Solusinya?
4 Maret 2026 | 27 Komentar

Lutfi duduk di meja kerjanya, memperhatikan jam dinding yang berdetak pelan. Di sampingnya, segelas air putih yang segar. Namun baginya terasa seperti cobaan.

Ia sangat rindu merasakan kekhusyukan puasa. Menahan diri dari nafsu, waktu berbuka bersama, dan shalat subuh yang menenangkan.

Namun setiap kali memasuki Ramadhan, ia diliputi rasa cemas. Paling tidak ada 10 hal yang membatalkan puasa, bagaimana jika ia khilaf? Bisa saja puasanya batal dan ibadahnya tidak Allah terima.

Butuh pengorbanan untuk kita berpuasa. Menahan lapar dan haus tidaklah mudah. Karena itu mari kita lihat 10 hal yang membatalkan puasa. Agar kita terhindar dan mendapat jalan lurus-Nya ke surga.

Puasa Sebagai Kewajiban Agama

Memang sebagai umat Islam puasa adalah perintah mutlak. Umat wajib menunaikannya sebagai bagian dari ibadah.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Qs 2:183).

Agama mengajarkan ada berbagai kegunaan puasa. Misalnya secara fisik membantu kesehatan badan. Secara jiwa membantu untuk menahan nafsu dan emosi.

Terutama secara rohani, puasa diharapkan dapat menghapus dosa. Inilah kerinduan utama setiap Mukmin. Yaitu mendapat ampunan Allah sehingga memperoleh jalan lurus-Nya ke surga.

Tantangan Memenuhi Kewajiban Puasa

Namun menjalankan puasa tidak mudah. Ada banyak tuntutan yang menyertainya.

Misalnya berpuasa adalah kewajiban mutlak. Sehingga jika seseorang batal puasa, ia perlu menggantinya.

Ia bisa menggantinya dengan berpuasa pada lain waktu, atau membayar fidyah. Yaitu dengan memberi makan orang miskin (Qs 2:184).

Beban hutang puasa dari orang tua juga merupakan tanggungan, yang harus dibayar oleh anak atau walinya (Shahih Muslim 1935).

Semua hal ini bisa menjadi beban berat. Masalahnya untuk memenuhi kewajiban puasa pribadi saja sudah sulit. Apalagi jika membayar tanggungan hutang puasa orang tua.

Berbagai dalil juga menambah tekanan ini. Misalnya: “Barang siapa yang berbuka walau satu hari pada bulan Ramadhan bukan karena sakit atau ada rukhshah (keringanan), maka puasanya tidak dapat diqadla’ (diganti) meskipun dia berpuasa setahun penuh” (Sunan Tirmidzi 655).

Selain itu ada setidaknya 10 hal yang membatalkan puasa.

10 Hal Yang Membatalkan Puasa

Menjalankan ibadah puasa memang menantang. Ada berbagai hal alami atau yang kita lakukan dalam keseharian, dapat membatalkannya.

Berikut ini adalah contoh 10 hal yang membatalkan puasa.

  1. Makan dan minum dengan sengaja.
    Jika kita makan atau minum dengan tidak sengaja, tidak membatalkan puasa. Misalnya karena kita lupa. Namun jika sengaja makan, tentu akan membatalkannya.
  1. Muntah dengan sengaja.
    Ketika perut kosong, kemungkinan akan muncul rasa mual dan ingin muntah. Terlebih lagi jika dalam ruangan dingin atau saat perjalanan panjang. Jika kita sengaja muntah, maka termasuk 10 hal yang membatalkan puasa (Sunan Abu Daud 2032).
  1. Menelan dahak.
    Saat batuk, jika berdahak bisa berbahaya. Karena dahak yang telah keluar, tidak boleh tertelan kembali.
  2. Merokok
    Mayoritas ulama menyatakan kegiatan merokok tidak boleh saat puasa. Karena ada tindakan memasukkan sesuatu ke tubuh. Yaitu melalui mulut dan hidung secara sengaja.
  3. Haid atau Nifas.
    Saat berpuasa, tubuh harus dalam keadaan suci. Sedangkan dalam agama, haid adalah kotoran (Qs 2:222). Karena itu, darah yang keluar saat haid dan nifas membatalkan puasa.
  4. Berhubungan intim.
    Melakukan hubungan intim suami istri, dianggap tidak mampu menahan nafsu. Hal ini juga membatalkan puasa.
  1. Mengeluarkan air mani.
    Jika mengeluarkan air mani karena nafsu atau terangsang maka membatalkan puasa. Namun tidak batal jika keluar saat mimpi basah.
  2. Berenang
    Sangat sulit menjaga air masuk ke dalam tubuh saat berenang. Karena itu kegiatan ini tidak dianjurkan saat menjalankan puasa.
  3. Melampiaskan emosi marah.
    Inti puasa adalah menahan hawa nafsu. Karena itu melampiaskan emosi berlebih bisa membatalkan puasa.
    Walaupun banyak penafsiran ulama mengatakan bahwa marah tidak membatalkan puasa. Tapi pasti akan mengurangi pahalanya.
  4. Berbagai obat dan pengobatan.
    Saat puasa tidak boleh ada apapun yang masuk ke tubuh. Hal ini termasuk obat-obatan maupun jarum suntik.

Sulit Memenuhi Kewajiban Puasa

10 hal yang membatalkan puasa inilah yang menjadi kecemasan Lutfi. Secara manusia ia berusaha melakukan ibadah.

Setiap hari saat Ramadhan ia menjadi orang yang datang awal ke mesjid. Ia berusaha shalat dengan tekun. Banyak orang melihat dan memujinya.

Namun Lutfi sadar ia banyak kekurangan. Misalnya ia sangat suka merokok. Menahan diri tidak rokok adalah hal tersulit baginya. Seringkali secara sembunyi-sembunyi ia merokok saat puasa.

Ia juga memiliki nafsu yang besar. Tidak jarang ia menonton pornografi. Kadang ia mengeluarkan air mani walau masih waktu puasa.

Lutfi sadar dilema hidupnya. Di hadapan para sahabat ibadahnya tampak penuh. Tapi sebenarnya hatinya kosong.

Terlebih lagi di hadapan Allah. Ia sadar berdosa dan sulit mendapat rahmat-Nya.

Allah Mengetahui Isi Hati

Kadang kehidupan kita seperti Lutfi. Kita memiliki niat baik. Ingin memenuhi seluruh perintah-Nya. Kita rindu mendapat jalan lurus-Nya.

Namun pada kenyataannya sangat sulit. Kita adalah manusia biasa dengan penuh kelemahan. Ada saat kita berhasil ibadah. Namun seringkali kita gagal memenuhi semua tuntutan agama.

Allah bukanlah manusia yang bisa kita bohongi. Ia melihat hati kita yang terdalam. Nabi Daud pernah mengungkapkan perasaannya bahwa Allah melihat hati manusia.

“Seandainya aku menyimpan kejahatan di dalam hatiku, maka tentunya Tuhan tidak mau mendengarkanku” (Zabur 66:18).

Karena itu bagaimana jalan pertolongan Allah bagi kita?

Pertolongan dan Petunjuk Allah

Allah yang menciptakan kita memahami keadaan kita. Ia tahu bahwa manusia berdosa dan lemah. Rupanya memang tidak ada manusia yang mampu memenuhi semua perintah-Nya.

“Sebab tidak ada satu manusia pun yang akan dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan seluruh hukum-Nya . . . sebab semua orang telah berdosa dan tidak dapat mencapai kemuliaan Allah. Tetapi, karena anugerah-Nya, mereka dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan di dalam Isa Al-Masih” (Injil, Surat Rum 3: 20, 23-24, parafrasa).

Allah menolong manusia dengan menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih. Isa adalah Kalimatullah. Ia datang melalui rahim perawan Maryam.

Isa datang untuk menunjukkan jalan lurus. Yaitu jalan pasti untuk kita masuk surga.

Caranya adalah dengan mengajarkan kebenaran. Dan juga Ia berkorban di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa.

Melalui Isa, Allah akan mengampuni dosa manusia. Allah juga akan memberikan hati yang baru.

“. . . darah Al-Masih . . . akan menyucikan batiniah kita dari semua perbuatan yang sia-sia supaya kita dapat beribadah kepada Allah, Tuhan yang hidup itu” (Injil, Surat Ibrani 9:14).

Dengan demikian, kita sebagai manusia bisa selamat. Yaitu mendapat jalan lurus yang pasti membawa kita ke surga.

Ibadah yang Pasti Allah Terima

Memang benar, minimal ada 10 hal yang membatalkan puasa, bahkan lebih. Sebagai manusia akan sulit untuk kita menunaikan ibadah dengan sempurna.

Namun, Allah menyediakan jalan keselamatan. Ia mengampuni dosa dan mengubah hati kita menjadi baru. Sehingga kita bisa beribadah dengan baik.

“Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Surat Titus 2:14).

Kita semua bisa memperoleh jalan-Nya. Yaitu dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Jangan takut jika kita gagal memenuhi tuntutan Allah. Mari belajar berbuat baik dan beribadah dengan hati baru, melalui Isa. Mari mengimani Isa Al-Masih dan menjadi pengikut-Nya.


Lihat artikel ini dalam bentuk video

 

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut hemat Saudara, selain 10 hal yang membatalkan puasa di atas, adakah hal lain yang menggagalkan puasa kebanyakan orang?
  2. Mengapa begitu penting kita berpuasa dengan hati yang bersih dari dosa-dosa yang tersembunyi?
  3. Mengapa banyak orang terus berusaha berpuasa walau mereka tidak yakin dosa-dosa mereka yang tersembunyi diampuni Allah?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Cara Menghindari 10 Hal yang Membatalkan Puasa Anda“ Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Teladan Puasa Isa Al-Masih untuk Bulan Ramadan
  2. Isa Al-Masih Berkata, “Puasa Tidak Menyelamatkan!”
  3. Berapa Hal yang Harus Mukmin Lakukan Untuk Menghapus Semua Dosa?

Video:

  1. Hal Terutama di Bulan Ramadan
  2. Akankah Allah Mengampuni Semua Dosa Anda Saat Ramadan?

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930
Kategori: Kepercayaan Orang Islam, Puasa RamadhanTag: cara berpuasa agar tidak batal, cara sukses berpuasa, ibadah puasa, puasa, video

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

27 Comments
Paling lama
Terbaru
Aaa
2 Mei 2020 3:16 pm

~
Asalamualaikum,

Saya kembalikan lagi ke admin. Yakinkah para admin tidak benci kepada umat Muslim? Yakinkah para admin tidak benci terhadap agama Islam? Yakinkah apa yang kalian lakukan lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya? Yakinkah apa yang kalian lakukan bisa membuat umat Kristiani dan Muslim bisa saling menyayangi dan berwelas asih? Jika di lubuk hati kalian murni didasari niat pelayanan kepada Tuhan dan tanpa ada niat menyakiti umat beragama lain, semoga Allah SWT merahmati jalan kalian. Semoga Isa dan Muhammad merestui jalan kalian. Amin.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
4 Mei 2020 6:51 pm
Balasan ke  Aaa

~
Saudara Aaa,

Kami berterima kasih untuk pertanyaan reflektif yang disampaikan oleh saudara. Ini baik sekali. Kalau boleh menyampaikan isi hati kami, kami menyayangi Muslim sebagaimana Isa Al-Masih telah menyayangi kami. Kami tidak memiliki tujuan untuk menyakiti hati sesama. Sebab hal itu bertentangan dengan firman Isa Al-Masih, yaitu “…Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri…” (Injil, Rasul Markus 12:31).

Di bulan puasa yang penuh rahmat ini pun, kami mengharapkan saudara dan rekan-rekan Muslim yang lain menemukan kebenaran sesungguhnya. Kalau boleh meminta dan memohon, maukah saudara mengenal Isa Al-Masih dari Injil? Beranikah saudara mempelajari Isa Al-Masih dari Injil untuk mengetahui kebenaran tentang Isa Al-Masih? Silakan saudara menghubungi nomor WA kami: 0812-9530-4930 untuk mengetahui hal ini atau saudara klik ini https://tinyurl.com/s5ccnxe untuk mengunduh Taurat, Zabur, dan Injil.
~
Solihin

Balas
Ibnu
3 Mei 2020 5:02 am

~
Maaf, artikel anda kurang tepat.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
4 Mei 2020 6:54 pm
Balasan ke  Ibnu

~
Saudara Ibnu,

Kami menghargai pendapat saudara di atas bila artikel kami tidak bermanfaat. Tentu setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan persoalan yang berbeda-beda. Bila saudara mencermati artikel di atas secara teliti, maka sesungguhnya artikel tersebut akan menolong saudara membuka dan melihat realita sesungguhnya dalam berpuasa.

Oh ya, kami yakin di bulan puasa ini, saudara telah berusaha dengan baik untuk memenuhi kewajiban berpuasa. Bolehkah kami tahu, bagaimana pengalaman puasa saudara? Pernahkah saudara gagal dalam berpuasa selama satu bulan? Disebabkan oleh apa?
~
Solihin

Balas
Jesus Park
5 Mei 2020 10:26 pm

~
Aaa,
Pengikut Isa tidak diajarkan membenci umat lain termasuk Muslim. Kami membenci Islam, karena allah Islam mengajarkan kebencian. Menurut kami, agama yang mengajarkan kebencian itu berasal dari syaitan. Maaf, jika saya harus berterus terang. Uniknya saudara katakan “semoga Muhammad merestui jalan”? Apakah ia berhak menentukan jalan kami? Berbeda dengan dengan Isa, Ia adalah yang berhak merestui jalan karena Ia adalah jalan.

Ibnu,
Apa yang membuat artikel ini kurang tepat? Apakah saudara tahu bahwa perempuan banyak ke neraka? Penyebabnya adalah karena haidnya, akibat haid maka Muslimah tidak pernah berpuasa penuh? Mengapa allah Islam sengaja membuat perempuan celaka akibat haid?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
6 Mei 2020 7:38 am
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Park,

Isa Al-Masih mengajarkan untuk menyayangi sesama, bahkan menyayangi musuh yang menganiaya. Ini adalah ajaran paling unggul. Itu sebabnya, di bulan puasa ini adalah waktu yang baik sekali untuk membagikan kasih sayang kepada sesama. Kami berharap rekan-rekan Muslim pun dapat berbagi di bulan puasa ini, apalagi di tengah-tengah pandemik ini. Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Burhan
13 Mei 2020 4:48 am

~
Masalahnya adalah anda saja tidak mengimani tentang kewajiban berpuasa. Kenapa anda buat artikel tentang puasa? Dan masalah untuk wanita yang haid. Bagi wanita yang haid bisa mengganti puasa yang tidak dilaksanakan pada saat ramadhan di waktu kapan saja meski di luar bulan ramadhan, dan yang harus diketahui tentang puasa tidak sesimpel seperti yang anda jelaskan di atas. Maka kalau anda sendiri tidak mengimani Islam, jangan membuat artikel seperti ini.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
14 Mei 2020 1:27 pm
Balasan ke  Burhan

~
Saudara Burhan,

Banyak pengikut Isa Al-Masih yang berpuasa tanpa diketahui oleh rekan-rekan Muslim. Tetapi puasa bukan sebagai bentuk kewajiban atau ritual keagamaan untuk masuk sorga. Isa Al-Masih mengajarkan bahwa puasa dilakukan tanpa harus memberitahu siapapun. Artinya ibadah bersifat personal tanpa diumbar ke sana kemari. Itu sebabnya, banyak orang yang batal puasa karena aturan yang dibuat adalah aturan keagamaan, bukan pendekatan kasih kepada Allah. Ini jelas berbeda.

Oh ya, kami senang saudara menjalankan ibadah puasa. Apakah saudara pernah gagal dalam berpuasa? Mengapa? Dapatkah saudara membagikan pengalaman saudara?
~
Solihin

Balas
Jesus Park
20 Mei 2020 4:19 am

~
Burhan,

Apa yang saudara jelaskan tidak sama dengan yang nabi islam jelaskan, “aku melihat kebanyakan kalian (wanita) adalah penghuni neraka … termasuk kodrat wanita yang haid membuat wanita tidak shalat dan puasa di bulan Ramadan adalah bukti kurangnya agama kalian” (Sunan Ibn Majah, 4003). Jadi biarpun dengan alasan diganti waktu puasa, wanita muslim kurang beragama dengan alasan haid.

Jadi simple untuk menjelaskan maksud hadis itu, hanya saja saudara mempersulit diri sendiri agar Islam tampak sulit dipelajari. Tradisnya, walaupun saudara mengimani Islam tapi saudara tidak dapat menjelaskannya pada kami? Apakah saudara bukan beragama Islam? Atau saudara tidak bukan ahlinya?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
21 Mei 2020 8:34 pm
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Park,

Tidak seorang pun Muslim mampu menjalankan ibadah puasa selama 30 hari penuh tanpa gagal sepanjang hidupnya. Jelas, ini sesuatu yang mustahil dilakukan mengingat Allah adalah suci dan sempurna. Jika seseorang tidak sanggup melaksanakan perintah Allah secara sempurna, maka ia tidak akan diterima Allah. Bukankah demikian? Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
ALEX
21 Mei 2020 2:54 pm

~
Kami Muslim berpuasa karena itu merupakan Perintah dari Tuhan yang menciptakan Saudara dan keluarga Saudara dan kami sangat patuh dan taat pada Tuhan yang menciptakan saudara itu. Seandainya bukan karena perintah-Nya untuk apa kami Muslim bersusah payah? Tapi yang anehnya meskipun kami patuh pada perintah dari Tuhan yang menciptakan saudara, malah saudara sendiri yang tidak patuh. Bertaubatlah saudaraku sebagaimana yang disebutkan dalam Bible kalian.

Yehezkiel 14, “Bertobatlah dan berpalinglah dari berhala-berhalamu (tuhan yang kamu ada-adakan) dan palingkanlah mukamu dari segala perbuatan-perbuatanmu yang keji.”

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
24 Mei 2020 10:02 am
Balasan ke  ALEX

~
Saudara Alex,

Kami menghargai pendapat saudara di atas. Memang Allah SWT memerintahkan saudara berpuasa. Tetapi apakah saudara mampu menjalankan puasa selama 30 hari tanpa gagal? Jika saudara taat pasti saudara akan menjalankan puasa selama 30 hari tanpa gagal. Kalau boleh tahu, apakah saudara menjalankan puasa di bulan puasa ini selama 30 hari tanpa gagal dan lalai? Mengapa? Dapatkah saudara berbagi dengan kami?
~
Solihin

Balas
Amorata
22 Mei 2020 2:14 am

~
Kalau mau jujur tak satupun Muslim bisa sanggup berpuasa mencapai 30 hari. Kristen diuntungkan, karena Yesus sudah berpuasa untuk kami, dengan bonus 40 hari di malam hari dan siang hari, Yesus adalah Tuhan maha mengetahui kelemahan manusia. Tapi kalau ada umat Kristen yang berpuasa itu ada yang diminta dari Yesus sebagai Tuhan yang kami percaya, lewat puasa dan doa kami, minta dalam nama Yesus pasti dijamin akan mendapatkan asalkan sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus.

Wanita tidak akan bisa mencapai 30 hari berpuasa, demikian dengan kaum pria, kecanduan rokok pun menghalangi jalani ibadah puasa ini dengan sempurna. Hanya Yesus yang maha sempurna.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
24 Mei 2020 10:03 am
Balasan ke  Amorata

~
Saudara Amorata,

Sesungguhnya puasa tidak dapat memberikan jaminan masuk sorga. Sebab tidak mungkin manusia mampu memenuhi ketentuan Allah secara sempurna. Itu sebabnya, Isa Al-Masih nuzul ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari neraka. Kami berharap saudara-saudara di forum ini memikirkannya. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Unts
24 Mei 2020 3:20 pm

~
Yang jelas kasihan situs ini, berbicara yang tidak diketahui seakan-akan tahu dan mengajari Muslim, dengan membawa-bawa kitab terdahulu. Kami Muslim sangat paham tentang perintah puasa dari nabi ke nabi Allah sesuai dengan syariat-Nya. Camkan baik-baik hai kaum Nasoro bahwa syariat kami adalah syariat terakhir penyempurna dari syariats-syariat para nabi utusan Allah yang terdahulu.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
26 Mei 2020 2:20 pm
Balasan ke  Unts

~
Saudara Unts,

Kami menghargai klaim saudara bahwa syariat nabi saudara adalah syariat penyempurna. Hal itu perlu dibuktikan secara konkret kepada semua orang di forum ini. Bila syariat nabi saudara adalah penyempurna, maka perlu diberitahukan apa yang disempurnakan dan dari apa. Sehingga hal ini dapat diketahui oleh saudara-saudara di forum ini. Jika tanpa memberikan bukti, maka klaim demikian hanya sebatas klaim. Faktanya, puasa sudah dilakukan oleh umat terdahulu dan tidak ada yang baru dari kegiatan keagamaan ini.

Saudara telah berpuasa di bulan puasa. Tentu ada harapan yang diharapkan oleh saudara bahwa saudara tidak akan gagal. Kalau boleh tahu, apa saudara telah menjalankan puasa selama 30 hari penuh? Mengapa? Dapatkah saudara membagikan pengalaman saudara?
~
Solihin

Balas
Jesus Park
26 Juni 2020 4:52 pm

~
Alex,
Saudara fitnah allah Islam, karena allah Islam bukan menciptakan kami. Bagaimana mungkin ia pencipta, jika ia tidak tahu asal air mani, “air yang terpancar (air mani), yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki, dan tulang dada perempuan.” (Qs 86:6-7). Jika saudara berpuasa penuh, apa yang saudara dapatkan? Bukankah allah Islam tidak menjamin Muslim ke surga walaupun saudara berpuasa penuh?

Unts,
Kami memang banyak pelajari Islam, mungkin saja saudara lebih mengerti tentang Islam. Jika demikian, maka tentu saudara dapat menjelaskan permasalahan puasa. Mengapa saudara wajib berpuasa? Apa yang saudara dapatkan setelah berpuasa penuh? Apakah syarat sempurna di Islam harus berpuasa?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
26 Juni 2020 7:27 pm
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Park,

Pertanyaan yang baik sekali. Memang pertanyaan-pertanyaan demikian patut diajukan agar wawasan banyak orang terbuka. Ini persoalan mindset dalam memahami keyakinan. Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Jarkasih
27 April 2021 11:58 pm

~
Tolong admin jangan membuat pernyataan yang sama sekali anda tidak tahu. Anda mengatakan wanita yang haid tidak bisa berpuasa, memang betul. Tetapi kalau anda bilang banyak penghuni neraka dari kaum perempuan yang tidak berpuasa karena mereka kedapatan haid. Itu yang jadi masalah.

Perlu anda ketahui, puasanya bisa diganti di bulan-bulan berikutnya. Dan wanita yang haid itu dosanya di ampuni setiap tetesan darah yang keluar dari kemaluannya. Tapi dosa disitu ada criteria-kriterianya, yang diampuni hanya dosa-dosa kecil. Kalau dosa besar tetap harus bertobat. Dan anda mengatakan kalau nabi Muhammad pernah mengatakan (penghuni neraka itu dipenuhi kaum wanita) itu betul. Tapi jangan dikaitkan karena tidak berpuasa karena sebab haid. Pelajari dulu yang benar, jangan dipotong-potong.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
7 Mei 2021 8:46 am
Balasan ke  Jarkasih

~
Saudara Jarkasih,

Terimakasih atas penjelasan saudara. Memang benar ajaran Islam seperti yang saudara utarakan tersebut. Namun menyisakan beberapa kejanggalan. Darah haid dipandang sebagai dosa. Kita tahu bahwa dosa adalah suatu pelanggaran akan hukum Allah. Bagaimana mungkin siklus normal manusia dipandang sebagai dosa, dan dihitung tiap tetesnya sebagai dosa.

Kedua, bahwa nabi Islam menyebutkan penghuni neraka terbanyak adalah perempuan. Hal ini jelas menyudutkan kaum perempuan. Bukankah mereka terlahir perempuan oleh Allah sendiri yang menentukan. Siapa yang bisa menentukan jenis kelaminya. Hal-hal seperti ini justru semestinya membuat setiap orang berpikir jernih dan mencari kebenaran di dalam Isa Al-Masih yang memberikan keselamatan kepada laki-laki dan perempuan karena mereka adalah mahluk ciptaan Allah yang sama dimata-Nya.
~
Noni

Balas
bangpro
1 Juli 2021 4:18 pm

~
Assalamualaikum (salam untukmu) saudaraku,

Puasa Islam itu bukan jaminan masuk sorga. Tetapi salah satu kebaikan Islam untuk mengajari manusia menahan diri. Jaminan masuk sorga itu cukup dengan tauhid-Lailaha illallah (tiada tuhan selain Allah).

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang mati dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia pasti masuk neraka”. Dan aku (‘Abdullah) berkata, dariku sendiri: “Dan barangsiapa yang mati tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia pasti masuk surga”. (bukhari 1162). Shahih Bukhari: 2983, Shahih Bukhari: 4137, Shahih Bukhari: 5797, Shahih Bukhari: 6933, Shahih Muslim: 134, Shahih Muslim: 135, Shahih Muslim: 1654.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
8 Juli 2021 6:40 pm
Balasan ke  bangpro

~
Saudara Bangpro,

Baik juga pengakuan saudara bahwa puasa bukan jaminan sorga. Kebanyakan kita melihat sehabis bulan puasa, kebiasaan buruk berbuat dosa tetap dikerjakan pula. Jadi benarlah pendapat saudara. Puasa bukan solusi sebab puasa pun tidak mampu merubah manusia layaknya manusia sorga. Demikian pula seruan yang keluar dari mulut mengucapkan shadat, tidak pula mampu merubah seorang koruptor atau seorang pembunuh menjadi manusia berakhlak sorgawi.

Akhlak sorgawi hanya bisa didapat apabila akar nafsu dosa dalam hati manusia itu telah dicabut. Yang dapat mencabutnya hanyalah Isa Al-Masih. Nabi Yahya berkata: “Pada keesokan harinya Yahya melihat Isa Al-Masih datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29). Bersediakan saudara menerima Isa Al-Masih?
~
Noni

Balas
Advs
9 Maret 2024 2:18 pm

~
Himbauan untuk umat non Muslim yang masih percaya Zabur, Taurat dan Injil. Kasihan mereka. Mereka tidak menjalankan perintah Allah. Baca kitab dan laksanakan.

Balas
Astuti
13 Maret 2024 6:08 am

~
Ini namanya pelecehan agama Islam. Hendaknya Anda lebih bijak jika ingin menyampaikan ajaran Anda tanpa menyinggung agama lain. Apalagi di iklan youtube Anda jelas-jelas menampilkan wanita Arab berkerudung yang identik dengan Islam.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
18 Maret 2024 6:06 pm
Balasan ke  Astuti

~
Saudara Astuti,

Terima kasih untuk masukannya. Tentu kami menyampaikan fakta dan realita yang ada dan tidak bermaksud untuk menyinggung.

Fakta-fakta tentang hal-hal yang dapat membatalkan puasa tentu harus dihindari oleh umat Muslim. Isa Al-Masih juga mengajarkan berpuasa. Dia berkata “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa…

Berpuasa sesungguhnya tidak hanya menjalankan ritual agamawi saja, tetapi untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Bagaimana tanggapan saudara tentang ajaran Isa Al-Masih perihal berpuasa?
~
Salma

Balas
Warli
16 Maret 2024 1:34 am

~
Sejak kapan darah Isa Al-Masih bisa menebus dosa manusia? Lalu bagaimana dengan manusia-manusia yang berdosa sebelum Isa dilahirkan?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
18 Maret 2024 7:28 pm
Balasan ke  Warli

~
Saudara Wali,

Terima kasih untuk pertanyaan saudara yang sangat baik sekali. Maaf kami koreksi, Isa Al-Masih memberikan nyawa-Nya untuk menjadi tebusan bagi manusia. Yang ditebus bukan dosanya tetapi manusialah yang ditebus.

Tujuan Isa Al-Masih nuzul ke dunia karena sangat peduli kepada manusia berdosa, sebab manusia tidak bisa melepaskan diri dari jerat dosa. Lantas bagaimana sebelum Isa Al-Masih lahir, apakah manusia tidak diampuni dosanya?

Inti dari semua itu adalah respons manusia pada pengorbanan Isa Al-Masih, yaitu apakah manusia percaya atau tidak pada janji Allah. Nah, orang-orang yang hidup sebelum zaman Isa Al-Masih mendapatkan ampunan dosa jika mereka percaya pada Allah. Ini sama dengan Abraham yang menaruh percaya pada Allah (Taurat, Kejadian 15:6).

Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Apakah Hal Terpenting dan Terutama Bagi Muslim Saat Ramadan?
  • Bagaimana Niat Menjalani Puasa Ramadhan Yang Benar?
  • Keistimewaan Bulan Puasa Dan Keistimewaan Rahmat Allah
  • Bagaimana Cara Mencapai Tujuan Utama Puasa Bulan Ramadhan?
  • 5 Alasan Mengapa Allah Mewajibkan Puasa

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz