Banyak keistimewaan bulan puasa. Namun ada seorang pedagang yang sangat pesimis. Dia berkata bahwa mustahil manusia berdosa mampu mendapatkannya.
Memang, bulan puasa adalah waktu spesial. Umat bersama-sama beribadah dan beramal.
Bulan puasa juga merupakan waktu yang khas. Pada siang hari banyak tempat makan yang tutup. Saat sore hari banyak orang berburu takjil. Juga tempat makan menjadi ramai menjelang waktu berbuka.
Namun mengapa banyak orang malah menjadi frustrasi? Mereka merasa sulit mendapat jalan lurus Allah dan ridho-Nya.
Mari kita lihat keistimewaan bulan puasa. Dan bagaimana kita sebagai manusia berdosa mendapatkan petunjuk jalan lurus Allah.
7 Keistimewaan Bulan Puasa
Jelas bulan puasa istimewa bagi umat Islam. Berikut ini beberapa keistimewaan bulan puasa.
- Waktu khusyuk beribadah.
Pada bulan ini semua umat terdorong untuk beribadah bersama. Di negara yang mayoritas penduduknya Islam, seperti di Indonesia, banyak orang termotivasi karena suasana lingkungannya.
- Belajar menahan nafsu.
Tentu saja berpuasa adalah latihan yang baik untuk melawan godaan. Kita belajar untuk menahan diri dari keinginan fisik kita.
- Allah yang akan memberikan pahalanya.
Keistimewaan bulan puasa juga karena ada pahala istimewa. Hadis menyatakan Allah sendiri yang akan memberikan pahala-Nya (Shahih Muslim 1945).
- Waktu berkah bagi fakir miskin dan anak yatim.
Saat bulan puasa dianjurkan untuk beramal. Sehingga menjadi waktu berbagi dengan orang yang membutuhkan.
- Bermanfaat bagi kesehatan.
Secara medis, puasa baik bagi kesehatan. Sehingga hal ini menjadi kegunaan tambahan orang yang berpuasa.
- Hidayah jalan lurus.
Keistimewaan bulan puasa dipercaya bisa memberi hidayah. Ada banyak waktu ibadah. Juga ada malam Lailatul Qodar. Harapannya agar Mukmin mendapat petunjuk jalan lurus-Nya.
- Terutama, berharap mendapat ampunan dosa.
Dari semua keistimewaan ini, ada satu harapan utama. Yaitu puasa bisa menghapus dosa.
“. . . tentang bulan Ramadhan: “Barangsiapa yang menegakkannya karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya” (Shahih Bukhari 1869).
Bulan Puasa dan Kelemahan Manusia

Namun pada kenyataanya sangat sulit. Pertama karena kita manusia penuh dosa. Ada banyak sekali pelanggaran yang kita buat. Apakah Anda yakin ibadah puasa mampu menutupi semua dosa itu?
Selanjutnya belum tentu Allah menerima puasa kita. Bisa saja kita puasa kehilangan pahala. Misalnya karena marah. Atau Allah tidak berkenan karena ada dosa dalam hati kita.
“Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya melainkan lapar dan haus . . .” (Hadits Ahmad 8501).
Juga kadang kita kesulitan memenuhi jatah puasa. Ada Hadis menyatakan bahwa orang yang berbuka, bukan karena sakit atau dalam perjalanan, adalah dosa berat. Bahkan puasa satu tahun tidak bisa menggantinya (Sunan Darimi 1652).
Semua hal ini menambah beban manusia. Kita rindu mendapat keistimewaan bulan puasa. Namun kenyataannya ibadah kita terbatas. Dan kelemahan kita sangat banyak.
Ketakutan Sang Pedagang
Saya pernah mendengar ada orang yang berkata jujur. Ia adalah seorang pedagang dan ia sangat takut neraka.
Selama ini, ia adalah pedagang daging di pasar. Ia rajin berjualan, namun tidak jujur dalam timbangannya.
Pada satu sisi ia taat menjalankan ibadah. Ia selalu berusaha memenuhi kewajiban puasa. Namun pada sisi lain ia mengubah berat dalam timbangannya.
Pada satu sore, di bulan puasa, ia sedang merenung. Ia sangat bangga dengan hasil usahanya. Ia berkata bahwa ia dapat menyekolahkan anaknya. Juga memberi kehidupan yang baik bagi keluarganya.
Namun sore itu, ia mendengar ceramah agama. Menyatakan bahwa manusia harus hati-hati. Bahkan orang yang rajin puasa bisa masuk neraka. Satu kesombongan saja akan membawanya ke sana.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan . . .” (Shahih Muslim 131).
Pedagang ini menjadi sangat ketakutan. Ia menyadari bahwa dosanya sangat banyak. Selama ini ia tidak jujur. Ia kemudian juga sombong.
Ia merasa bahwa walau kantongnya penuh, namun ibadahnya kosong. Ia tetap manusia berdosa yang tidak mampu selamat.
Keistimewaan Bulan Puasa Terbatas

Dalam ajaran agama, rupanya keistimewaan bulan puasa memang terbatas. Puasa hanya mampu menutup dosa kecil. Tapi tidak mampu menghapus dosa besar.
Contoh dalilnya ada dalam Hadis Shahih. “Shalat lima waktu . . . dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar“ (Shahih Muslim 344).
Banyak ulama setuju dengan pendapat ini. Hanya dosa sehari-hari, khilaf kecil yang bisa terhapuskan. Namun tidak demikian dengan dosa besar.
Bayangkan berapa banyak dosa yang kita per buat selama hidup. Dari pikiran kotor, bolong shalat, bohong, kesombongan dan sebagainya.
Jika sedikit kesombongan saja menghalangi surga, apalagi dosa lainnya yang bertumpuk. Dengan demikian, ketakutan sang pedagang itu beralasan.
Keistimewaan Rahmat Allah
Kita sebagai manusia memang merindukan jalan lurus Allah. Namun sayangnya sulit untuk menemukannya.
Jalan lurus dan ampunan dosa adalah hal yang mustahil kita dapatkan dengan usaha sendiri. Hadis menjelaskan hal ini (Shahih Muslim 5042).
Hanya ada satu cara yang memungkinkan kita memperolehnya. Yaitu jika mendapat rahmat Allah.
Allah yang kaya dengan rahmat mau menunjukkan jalan lurus-Nya. Ia yang menyediakan pertolongan.
Allah menjelma menjadi manusia untuk menyatakan jalan keselamatan. Kemudian Ia berkorban di kayu salib untuk menebus kita dari hukuman dosa.
Inilah Isa Al-Masih. Ia adalah jelmaan dari Kalimatullah. Isa lahir dari Ruh Allah melalui perawan Maryam.
Allah melakukan hal ini karena kita tidak mungkin selamat dari amal ibadah kita sendiri. Tetap saja jauh lebih banyak pelanggaran yang kita perbuat.
“Tidak seorang pun diterima oleh Allah karena melakukan hal-hal yang terdapat dalam hukum agama. Sebaliknya hukum itu cuma menunjukkan kepada manusia bahwa manusia berdosa. Allah menunjukkan jalan bagaimana manusia diterima oleh dia. Yaitu hanya jika manusia mengimani Isa Al-Masih” (Injil, Surat Rum 3:20-22 BIS, parafrasa).
Jalan Lurus Pasti ke Surga
Melalui Isa, kita akan mendapatkan rahmat Allah. Yaitu jalan lurus keselamatan dan ampunan dosa-Nya.
“Kita diselamatkan-Nya, bukan karena perbuatan-perbuatan baik [amalan] yang kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya . . . yang sudah dicurahkan atas kita . . . oleh Isa Al-Masih, Penyelamat kita . . . untuk memperoleh hidup yang kekal [surga]” (Injil, Surat Titus 3:5-7).
Cara kita memperolehnya dengan mengimani Isa Al-Masih. Dialah jalan lurus Allah untuk kita.
Dengan demikian ada jaminan pasti keselamatan. Keistimewaan bulan puasa yang kita rindukan, pasti kita dapatkan.
Mendapatkan Jalan Lurus-Nya, Sekarang!

Allah menyediakan satu jalan lurus selamat. Yaitu melalui Isa Al-Masih.
Mari jangan tunda lagi untuk mendapatkannya. Ini adalah hal yang kita rindukan, yang kita doakan setiap hari. Allah menjawabnya melalui Isa Al-Masih.
“. . . Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu . . .” (Injil, Surat Ibrani 3:15).
Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara apa sajakah keistimewaan bulan puasa Ramadan?
- Menurut Saudara apakah perbuatan baik dan ibadah kita cukup untuk menjadi maghfirah atau penutup dosa? Mengapa?
- Bagaimana Isa Al-Masih menjadi jalan yang lurus? Jelaskan jawaban Saudara.
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Keistimewaan Bulan Puasa Ramadan: Menemukan Jalan Lurus!“ Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Teladan Puasa Isa untuk Bulan Ramadan
- Jalan Allah Dalam Al-Quran, Taurat, dan Injil
- Isa Al-Masih Berkata, “Puasa Tidak Menyelamatkan!”
- Muhammad Menunjukkan Jalan, Isa Al-Masih Adalah Jalan ke Surga
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].