• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Bertaubat Dalam Islam: Teladan Nabi Islam Dan Isa Al-Masih

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Isa dalam Islam > Bertaubat Dalam Islam: Teladan Nabi Islam Dan Isa Al-Masih
10 Januari 2024 | 12 Komentar

Bertaubat dalam Islam sangat penting!

Ada tokoh agama mengatakan: “Barangsiapa berkata bahwa taubat tidak wajib, maka ia telah kafir.”

Banyak dalil menceritakan Nabi Islam sering melakukan taubat. Ia selalu istighfar karena menyadari keadaannya.

Bagaimana bertaubat dalam Islam yang benar agar kita bisa mendapat ampunan dan surga-Nya di akhirat? Mari kita simak uraian berikut.

Pertaubatan Manusia Tidak Sempurna!

Seumpama anak kecil yang belajar menulis dengan pensil, ia diberikan kertas putih polos sebagai medianya. Sang anak akan membuat banyak kesalahan.

Pertama ia bisa salah menulis huruf dan kata. Selanjutnya baris kalimatnya tidak rata, terlebih lagi ada banyak coretan yang tidak rapi.

Anak kecil ini mencoba memperbaiki kesalahannya. Ia melakukannya dengan memakai hapusan.

Hal ini berfungsi, namun tidak sempurna. Ada bekas pada kertas putihnya yang tidak bisa ia menghilangkan sepenuhnya. Jika ia menekan terlalu keras, malah kertasnya akan robek.

Terlebih lagi anak ini akan terus berbuat kesalahan. Pasti ada kekeliruan lain dalam tulisan selanjutnya. Hingga akhirnya kertas putih itu tidak lagi bersih. Ada banyak kesalahan dan bekas hapusan di atasnya.

Demikianlah kehidupan manusia. Memang kita bukan anak kecil lagi. Namun dalam hal dosa seperti inilah kedaan kita.

Dalam Islam, kita dianjurkan bertaubat. Namun kita pasti membuat kesalahan lagi. Pertobatan kita juga tidak sempurna.

Pengertian Taubat dalam Islam dan Tantangannya

Taubat secara bahasa berarti kembali. Adapun menurut syariat, taubat artinya kembali dari maksiat kepada Allah.

Bertaubat dalam Islam adalah kewajiban agama. Karena kita manusia pasti banyak dosa dan salah.

“Semua anak cucu Adam banyak salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat” (Sunan Tirmidzi 2423).

Namun jelas tantangannya kita manusia sangat lemah. Misalnya kita bisa saja taubat hanya pas bulan puasa. Namun akan mengulangi dosa yang sama setelah Lebaran. Terkadang kita tidak sadar sudah berapa banyak kesalahan yang kita perbuat.

Memang benar kita manusia sangat lemah. Seperti kertas yang tidak lagi menjadi putih. Sudah ada banyak kesalahan dan bekas hapusan. Demikianlah pertaubatan kita tidak sempurna.

Contoh Taubat Nabi Islam

Menyadari keadaan ini, semua manusia termasuk para nabi melakukan taubat. Nabi Ibrahim pernah bersalah dan ia menyesal (Qs 26:82). Nabi Dawud juga meminta ampunan Allah (Qs 38:24).

Demikian juga Nabi Islam sering melakukan taubat. Ia sebagai manusia pasti memiliki dosa.

Ada Hadits menyatakan Nabi Islam beristighfar (meminta ampunan) dalam satu hari lebih dari 70 kali (Shahih Bukhari 5832). Dalam Hadits lain tertulis 100 kali (Shahih Muslim 4871).

Menariknya, walau selama hidup sudah sering taubat, namun belum cukup. Menjelang ajalnya dia tetap masih merasa perlu taubat.

“Sebelum Rasulullah wafat . . . beliau bersabda . . . ‘Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku . . .’” (Musnad Ahmad 24757).

Walaupun demikian beliau tidak mendapat kepastian akhirat. Memang banyak umat mengimani ia pasti mendapat rahmat Allah. Namun kenyataanya ia menyatakan berbeda.

“Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) . . . aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu . . .” (Qs 46:6,9).

Hal ini karena beliau menyadari bahwa taubat manusia memang terbatas. Kita tidak akan benar-benar bisa putih sempurna dari usaha pribadi.

Selain itu bertaubat dalam Islam memiliki berbagai batasan. Mari kita lihat bagian selanjutnya.

Batasan Bertaubat dalam Islam

Berikut ini beberapa contohnya.

  1. Ada berbagai tanggungan dosa.
    Misalnya jika kita menyesatkan orang lain maka dosa mereka juga kita tanggung (Qs 16:25). Atau dosa hutang puasa orang tua, yang perlu kita bayar (Shahih Muslim  1935).
  2. Tidak bisa taubat menjelang ajal.
    Ada dalil yang mengatakan taubat manusia tidak bisa menjelang kematian (Qs 4:18). Masalahnya kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Artinya bisa saja ada berbagai dosa yang kita tidak sempat taubat.
  3. Allah tidak mengampuni dosa besar dan syirik.
    Al-Quran menyatakan Allah memberikan surga kepada orang yang menjauhi dosa besar (Qs 53:321-32). Di dalamnya termasuk syirik, mendurhakai orang tua, perkataan dusta dan kesaksian palsu (Hadits Bukhari No.5519).
    Memang benar Allah Maha Suci. Di atas kertas putih maka noda sekecil apapun akan terlihat.
    “. . . wahai para manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik . . .” (Hadits Ahmad No.7998).
    Dalam kondisi seperti ini bagaimana bertaubat dalam Islam yang bisa pasti mendapat ampunan Allah?

Satu-Satunya Pribadi yang Tidak Perlu Taubat

Ada fakta sangat mengejutkan. Ada satu Pribadi yang tidak perlu taubat sama sekali. Hal ini karena Ia tidak berdosa. Yaitu Isa Al-Masih.

Isa adalah satu-satunya manusia yang suci. Hal ini tertulis dalam Al-Quran (Qs 19:19). Juga tertulis dalam Injil (Injil, 1 Yahya 3:5).  

Jadi Isa Al-Masih selama hidupnya tidak pernah sekalipun perlu melakukan taubat. Karena Ia suci! Ia tidak pernah berdosa.  

Rupanya Isa bukan manusia biasa. Ia adalah penjelmaan dari Ruh Allah (Qs 21:91). Isa juga adalah Kalimatullah (Qs 4:171).

Ajaran dan tindakan Isa di bumi menyatakan kebenaran dari Kalimatullah. Karena itu menarik kita melihat bagaimana sikap-Nya terhadap dosa dan taubat manusia.

Sikap Isa Terhadap Dosa dan Taubat

Berikut ini beberapa contoh sikap Isa.

  1. Isa menerima dan bergaul dengan orang berdosa
    Walau Isa Al-Masih pribadi suci, Ia mengerti keadaan manusia. Ia menerima bahkan orang paling berdosa sekalipun (Injil, Lukas 15:2).
    Isa menjelaskan sikap-Nya kepada banyak orang. Bahwa: “. . . orang sehat tidak memerlukan tabib, melainkan orang sakitlah yang memerlukannya. Aku datang bukan untuk memanggil orang saleh, melainkan orang berdosa” (Injil, Markus 2:17).
  2. Terutama: Isa sanggup mengampuni dosa.
    Karena Isa penjelmaan Kalimatullah, maka Ia mampu untuk memberikan ampunan dosa. Tertulis jelas dalam Kitab Injil.
    “Ketika Isa melihat iman mereka, bersabdalah Ia . . . ‘Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni’” (Injil, Markus 2:5).

Harapan Bagi Manusia Berdosa

Memang banyak umat beragama mengatakan Isa bukan Allah. Namun jelas Ia memiliki atribut keilahian.

Salah satu yang paling jelas adalah Isa satu-satunya yang hidup suci. Tidak ada manusia lainnya termasuk para nabi siapapun yang demikian.

Karena itu, mengetahui semua hal ini memberikan harapan bagi kita. Bahwa Isa sebagai penjelmaan Kalimatullah, mampu menerima taubat kita.

Ia melakukannya dengan menanggung hukuman atas dosa kita. Yaitu saat Isa yang suci berkorban di kayu salib.

Saat mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih, Allah pasti akan menerima taubat kita. Ia akan mengampuni dosa dan menuntun kita sampai masuk surga.

“Jikalau kita mengakui dosa-dosa kita [melalui Isa Al-Masih], maka Allah, yang dapat dipercaya dan benar itu, akan mengampuni dosa-dosa kita serta menyucikan kita dari semua kejahatan” (Injil, 1 Yahya 1:9).

Mari Taubat Melalui Isa Al-Masih

Kita sebagai manusia yang penuh dosa bisa mendapat ampunan Allah. Yaitu seperti kita mendapat penghapus sempurna dari semua kesalahan kita.

Hal ini mengakibatkan tidak ada bekas sama sekali pada kertas putih. Sehingga kita menjadi bersih kembali.

Maukah Anda mendapatkan pertolongan-Nya? Mari menerima ampunan-Nya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.

Jika Anda bersedia, mari berdoa, sebuah doa sederhana ini.

“Ya Allah saya datang memohon kepada-Mu. Meminta ampun atas semua dosa. Saya mau taubat dan berubah. Saya juga menerima jalan pertolongan-Mu dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa. tolong bimbing saya sampai nanti masuk surga. Amin.”


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Inilah Cara Taubat Sebelum Terlambat Yang Pasti Allah Terima
  2. Akankah Allah r-raḥmāni r-raḥīm Menghukum Manusia Yang Berdosa?
  3. Apakah Al-Ghaffar (Allah Maha Pengampun) Pasti Mengampuni Dosa Saya?

Video:

  1. Dapatkah Mandi Taubat Membersihkan Dosa Zinah?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara mengapa bertaubat dalam Islam tidak menjamin selamat?
  2. Mengapa Nabi Islam sering sekali bertaubat, namun tetap tidak mendapat kepastian akhirat?
  3. Menurut Saudara mengapa tertulis dalam Al-Quran bahwa Isa adalah pribadi suci?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Kategori: Isa dalam Islam, Kepercayaan Orang Islam

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

12 Comments
Paling lama
Terbaru
RONNY SANTOSO
25 Januari 2024 3:57 pm

~
Isa Al-Masih itu Nabi atau Tuhan?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
25 Januari 2024 8:38 pm
Balasan ke  RONNY SANTOSO

~
Saudara Roni,

Terima kasih untuk pertanyaannya. Seorang nabi dipilih Allah dari dunia untuk menyampaikan pesan khusus dari Allah. Isa Al-Masih pernah berkata dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23 “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini”.

Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang nuzul ke dunia dan mengambil rupa manusia. Tetapi sekalipun Dia mengambil rupa manusia, Dia tetap memiliki hakekat Allah. Al-Quran menjelaskan bahwa Isa Al-Masih suci, itulah sebabnya Isa Al-Masih tidak perlu meminta ampunan. Karena Dia tidak pernah berbuat dosa.

Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma

Balas
handsome boy
27 Januari 2024 11:34 am

*
Isa di Injil adalah pribadi berdosa yang perlu bertaubat. Isa mengucap kata-kata jelek dalam Matius 23:17 “Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?”  

Tindakan biadap di Markus 11:55 “Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya.”

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
29 Januari 2024 1:51 pm
Balasan ke  handsome boy

~
Saudara Handsome,

Kami menghargai pendapat saudara. Walaupun saudara tidak memahami konteks dari ayat itu. Lagi pula, apa saja standar yang disebut dengan dosa?

Faktanya, para imam pada masa itu saja tidak mampu membuktikan Isa Al-Masih berdosa. Isa Al-Masih menantang orang-orang Yahudi, “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:46).

Jika orang-orang pada masa itu tidak dapat membuktikan keberdosaan Isa Al-Masih, apa yang membuat saudara begitu percaya diri menyatakan Isa Al-Masih berdosa?
~
Salma

Balas
handsome boy
29 Januari 2024 3:00 pm

~
Jika menggunakan perkataan jelek dan tindakan biadab tidak berdosa menurut Anda, silakan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari Anda. Terhadap siapa saja yang Anda inginkan termasuk anak-anak Anda, tetangga dan yang lainnya.

Nampaknya ajaran kasih di Alkitab Anda adalah satu kepalsuan. Isa sebagai makhluk suci pun gagal mempraktekkannya.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
29 Januari 2024 8:36 pm
Balasan ke  handsome boy

~
Saudara Handsome,

Menarik sekali pendapat saudara. Alih-alih menjawab pertanyaan kami, saudara hanya mengalihkan ke isu lain.

Kami memberikan pertanyaan sederhana kepada saudara dan saudara tidak menjawabnya. Apa yang membuat saudara begitu percaya diri menyatakan Isa Al-Masih berdosa?

Isa Al-Masih telah menantang orang-orang Yahudi pada masa itu tentang keberdosaan-Nya. Tetapi tidak satu orang pun mampu membuktikannya. Mengapa saudara begitu berani menyatakan Isa Al-Masih berdosa?
~
Salma

Balas
handsome boy
29 Januari 2024 9:00 pm

~
Apakah menggunakan perkataan jelek seperti pada Matius 23:17 dan perbuatan biadap pada Markus 11:55 oleh Isa tidak berdosa menurut Anda? Bagaimana Anda mewajarkan perbuatan sebegini bukannya dosa?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
30 Januari 2024 7:47 pm
Balasan ke  handsome boy

~
Saudara Handsome,

Kami senang bila saudara mampu menjawab pertanyaan sederhana dari kami. Mengapa saudara begitu berani menyatakan Isa Al-Masih berdosa?

Uniknya, Al-Quran saja menyatakan Isa Al-Masih adalah suci (Qs 19:19). Bahkan kitab suci Injil yang muncul tujuh abad sebelum Al-Quran sudah menyatakan Isa Al-Masih suci.

Jika saudara menyatakan Isa Al-Masih berdosa, apakah ini artinya saudara melebihi Allah Al-Quran? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Salma

Balas
handsome boy
30 Januari 2024 8:12 pm

~
Admin yang baik,

Saya tidak berhujah menggunakan Al-Quran tetapi berdasarkan apa yang tercatat pada Injil, yaitu kitab suci Anda. Di Injil Isa bukan suci tapi manusia berdosa. Apakah Anda mengakuinya. Silakan dikonfirmasi. Jika tidak tolong berikan alasannya.

Perkataan “zakiyya” pada ayat 19:19 ada yang menterjemahnya sebagai tulen (asli) bermaksud Isa manusia tulen seperti anda dan saya walaupun dilahirkan tanpa bapa. Silakan lihat “Quran Corpus” terjemahan tanpa bias.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
30 Januari 2024 8:52 pm
Balasan ke  handsome boy

~
Saudara Handsame,

Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang nuzul ke dunia mengambil rupa manusia. Tetapi kendati Dia mengambil rupa manusia, tetapi hakekatnya tetaplah suci.

Qs. 19:19 dinyatakan Dia suci. Nyatanya mengapa hanya Isa Al-Masih dikatakan suci? Bukankah suci adalah sifat Allah, jika Al-Quran mengakui Isa Al-Masih suci, maka siapakah Isa Al-Masih?
~
Salma

Balas
handsome boy
30 Januari 2024 9:48 pm

~
Maaf, anda belum memberi respon pada pertanyaan ini: Di Injil Isa bukan suci tapi manusia berdosa (Matius 23:17 dan Markus 11:55). Apakah Anda mengakuinya? Silakan dikonfirmasi. Jika tidak tolong berikan alasannya.

Sudah dinyatakan ayat 19:19 bermaksud Isa adalah manusia tulen bukannya suci.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
31 Januari 2024 12:18 pm
Balasan ke  handsome boy

~
Saudara Handsome Boy,

Kami telah menanggapi pertanyaan saudara. Sebaliknya, saudara yang tidak mampu menjawab pertanyaan kami. Mengapa saudara berani menyatakan Isa Al-Masih berdosa, padahal Al-Quran menyatakan suci?

Jika saudara menyatakan Isa Al-Masih adalah manusia tulen, sedangkan kitab suci Injil dan Al-Quran sepakat menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimatullah (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14; Qs 3:45), maka mengapa diterjemahkan menjadi manusia tulen?

Selain itu, kitab suci Injil tidak pernah menyatakan bahwa Isa Al-Masih berdosa. Kami telah menjelaskan hal itu. Jika saudara tidak menjawab pertanyaan kami, maka kami mohon maaf terpaksa menghapus komentar saudara berikutnya.
~
Salma

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • 5 Pertimbangan Ketika Mencari Teladan yang Baik dalam Islam
  • Kunci Berpuasa Ramadhan dengan Sukses: Ikuti Teladan…
  • Mencari Teladan Hidup Terbaik Agar Lebih Sholeh
  • Dosa Nabi Islam dan Nabi Lain dalam Al-Quran, Adakah…
  • Bulan Sabit dan Salib: Apakah Arti Lambang Islam dan…

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz