• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Apa Makna dan Manfaat Kata Assalamualaikum Bagi Muslim? 

Isa Dan Islam > Artikel > Etika Islam dan Nasrani > Kedamaian dan Kekerasan > Apa Makna dan Manfaat Kata Assalamualaikum Bagi Muslim? 
23 Januari 2017 | 228 Komentar

orang-islam-saling-mengucapkan-assalamualaikumAssalamulaikum adalah salam yang sering digunakan sesama umat Islam. Mereka Sering mengucapkan Assalamualaikum. Sebenarnya apa makna kata Assalamualaikum bagi umat Islam?  

Apakah Anda juga pernah mendengar salam Isa Al-Masih? 

Mari kita lihat pengertian keduanya yaitu tentang ‘Assalamualaikum’ dan salam Isa Al-Masih. Kita akan tahu manfaat dan salam yang lebih menghibur.

Apa Makna Salam Assalamualaikum? 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berarti semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian.

Sahabat-sahabat Muslim saya tidak mengucapkan Assalaamu’alaikum kepada saya. Saya bingung, dan bertanya dalam hati.

Setelah belajar Islam, saya tahu bahwa haram hukumnya memberi salam kepada non-Muslim. “Jangan kalian mengawali mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashrani . . .” (HR. Muslim no. 2167).

Ajaran Al-Quran Tentang “Makna Assalaamu’alaikum”

Qs 59:23 menuliskan “Dialah Allah, tidak ada ilaah (sesembahan) yang layak kecuali Dia . . . Maha Sejahtera . . .”

Dalam ayat ini, As-Salaam (Maha Sejahtera) adalah satu dari nama-nama agung Allah SWT. Menurut Al-Majd Fairuz Abadi makna As-Salam ialah “Engkau tidak akan luput dari semua kebaikan dan berkah dan engkau selamat dari semua yang dibenci dan yang merupakan kejelekan.”

Kesimpulannya, Salam berarti:

  1. Mengingat (dzikr) Allah SWT,
  2. Pengingat diri,
  3. Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim,
  4. Doa yang istimewa, dan
  5. Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘Anda aman dari bahaya tangan dan lidahmu.’

Isa Al-Masih dan Gelar Alssalam

Isa juga memiliki gelar “Raja Damai” (rayiys alssalam) (Kitab Nabi Yesaya 9:5). Mengapa Isa memiliki gelar yang hanya untuk Allah? Karena hakekat Isa Al-Masih adalah Firman Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

jari-jari-tangan-diatas-langit-langit-kapel-sistinaKaitan Status Manusia dan Pendamaian Isa Al-Masih

Meskipun taat beragama, orang Islam dan Kristen masih sering berdosa. Kita membenci sesama, sombong, tidak taat, marah, egois dan sebagainya.

Dosa-dosa itu menjadikan kita bermusuhan dengan Allah yang Maha Suci. Di mata Allah, kita adalah musuh-musuh-Nya yang harus dihukum.

Isa datang ke dunia untuk mendamaikan manusia berdosa dengan Allah. Sehingga oleh Allah, manusia tidak lagi dianggap musuh yang harus dihukum. Melainkan sebagai anak-anak Allah yang dijamin masuk sorga.

Injil Allah menegaskan kebenaran itu. “. . . kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya [Isa Al-Masih], lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!” (Injil, Surat Roma 5:10).

Melalui kematian-Nya, Isa menanggung hukuman dosa manusia. Ia mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal orang yang percaya kepada-Nya. Dengan demikian umat Isa telah berdamai dengan Allah.

‘Assalamualaikum’ dan Salam Isa, Manakah Yang Lebih Menghibur?

Makna Assalamualaikum dan amal tidaklah menghibur. Sebab keduanya tidak dapat membebaskan manusia berdosa dari hukuman kekal.

Sebaliknya, pendamaian Isa Al-Masih sungguh menghibur. Sebab Isa berkuasa mendamaikan manusia berdosa dengan Allah. Melalui kematian-Nya, Isa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal di sorga.

[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan “Isa dan Al-Fatihah.”]


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Apa Makna dan Manfaat Kata Assalamualaikum Bagi Muslim?” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Apakah Rahasia Ketenangan Hati Dalam Islam?
  2. Siapakah ‘Penolong’ Yang Disebut Dalam Injil Yohanes 14?
  3. Penyembuh Jiwa, Al-Fatihah Atau Isa? 
  4. Bukan Muhammad, Tapi Isa Nabi Damai Dan Keselamatan
  5. Pengampunan Atas Dosa Melalui Isa Al-Masih

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara, apa makna assalamulaikum mempunyai manfaat pasti bagi Mukmin, yaitu mendapat keselamatan dan Rahmat Allah? Silakan jelaskan! 
  2. Adakah cara lain selain cara Isa untuk mendamaikan manusia berdosa dengan Allah yang Maha Suci? Alasannya?
  3. Mengapa Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal setiap orang yang percaya kepada-Nya?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Etika Islam dan Nasrani, Kedamaian dan Kekerasan

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

228 Comments
Paling lama
Terbaru
rizal
23 Januari 2017 8:09 am

*****
1. Pertanyaannya tidak nyambung, ucapan salam itu doa sedangkan pendamaian Isa itu lain konteksnya.

2. Cara mendamaikan manusia dengan Allah, pada dasarnya sama seperti yang diajarkan para nabi yang lain, yaitu mematuhi segala perintah Allah dan mengikuti para nabi (Qs 4:80 dan Matius19:16-21).

3. Nabi Isa tidak berkuasa mengampuni dosa. Dia hanya menyampaikan saja bahwa dosa orang tersebut sudah diampuni. Saya percaya bahwa setiap yang percaya kepada Isa sebagai utusan Allah dan mengikuti ajarannya dia akan masuk surga (Yoh. 5:24).

Balas
staff
24 Januari 2017 10:04 am
Balasan ke  rizal

*****
Saudara Rizal,

Kami berterimakasih untuk tanggapan saudara. Ijinkan kami menanggapi.
1. Terimakasih untuk daya kritis saudara. Pertanyaan di atas diajukan mengingat makna salam assalamualaikum yang berarti semoga keselamatan dan rahmat Allah terlimpah atas kalian. Sedangkan pendamaian Isa Al-Masih merupakan bukti nyata rahmat dan kepastian keselamatan manusia, bukan semoga atau mudah-mudahan.

2. Kami senang membaca jawaban saudara. Bila cara mendamaikan manusia dengan Allah adalah mematuhi segala perintah Allah, maka kami yakin saudara adalah seteru Allah saat ini. Sebab saudara selalu tidak mematuhi perintah Allah. Artinya saudara sudah dijamin masuk neraka, bukan? Bagaimana saudara?

3. Mengikuti ajaran dengan percaya pada pribadi-Nya adalah dua hal yang berbeda. Mengikuti ajaran belum tentu saudara setuju atau senang dengan pribadinya. Isa Al-Masih berfirman bahwa barangsiapa yang percaya pada Isa Al-Masih diselamatkan. Demikian juga Al-Quran menyatakan, “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” (Qs 43:61). Perhatikan kata ‘ikutilah Aku’. Ini menjelaskan bahwa Al-Quran pun menghendaki saudara untuk mengikuti Isa Al-Masih, bukan hanya ajaran-Nya.
~
Solihin

Balas
Hendy Gunawan
23 Januari 2017 11:52 am

~
To: Rizal,

Saya percaya Yesus Kristus dan Roh Kudus sedang bekerja dalam diri anda. Anda tinggal menanggalkan kesombongan dan keangkuhan anda, bahwa anda sanggup masuk ke dalam hidup yang kekal dengan kekuatan anda sendiri dengan perbuatan amal dan ibadah anda, anda tidak akan sanggup. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan”
(Matius 11:28-30)

Balas
staff
24 Januari 2017 10:07 am
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Saudara Hendy,

Manusia yang berdosa tidak akan mampu mematuhi semua perintah Allah. Pernyataan saudara Rizal adalah pernyataan yang absurd (mustahil). Bila pemahaman ini dipaksakan, maka Muhammad adalah orang pertama yang tidak akan masuk sorga karena klaim nabi tidak menjadikan dirinya lebih baik dibandingkan saudara Rizal. Harap ini menjadi perenungan baginya.
~
Solihin

Balas
Santo Muhammad SAW
23 Januari 2017 1:27 pm

*
1. Tentu saja pendamaian Yesus lebih baik sebab ini berhubungan dengan keselamatan umat manusia. Ucapan, mau apapun itu artinya tetaplah hanya sebuah kalimat yang keluar dari mulut yang berasal dari dalam hati. Yesus pernah mengatakan yang membuat seseorang menjadi najis (haram) adalah ucapan. Jadi intinya hanya hati yang kudus dan suci.

Seorang Hitler, Stalin, Mao Zedong, Habib Rizieq pun dengan mudah bisa mengucapkan Assalamualaikum. Apa bedanya Rizieq dengan Hitler kalau hanya melihat ucapan salam saja? Islam selalu identik dengan hal-hal yang lahiriah. Jadi, tidak heran bila ajarannya mengharamkan sebuah ucapan.

Balas
staff
24 Januari 2017 10:36 am
Balasan ke  Santo Muhammad SAW

*
Saudara Santo,

Ucapan hanya sekedar ungkapan yang tidak membawa implikasi kepada keselamatan manusia. Tetapi pengorbanan Isa Al-Masih di atas kayu salib membawa pendamaian bagi manusia. Tentu lebih indah pendamaian yang dikerjakan Isa Al-Masih. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Ahli Fikir
23 Januari 2017 2:37 pm

*****
1. Setiap orang Katolik diwajibkan memberi salam yang berupa doa (Luk. 24:36)

2. Patuh pada hukum utama dan kedua di samping 10 Perintah (Matius 22:36-40).

3. Yesus tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Nya sendiri (Yohanes 5:30). Hakekatnya Tuhan bisa mengampunkan dosa tanpa korban (Yer. 36:3; Mat. 6:14; Mat. 6:15; Heb 10:17).

Balas
staff
24 Januari 2017 10:46 am
Balasan ke  Ahli Fikir

*****
Saudara Ahli Fikir,

Kami berterimakasih untuk tanggapan saudara. Berikut tanggapan kami.
1. Pernyataan saudara di atas tidak menjawab pertanyaan kami. Mengapa pendamaian Isa lebih baik daripada makna ucapan salam assalamualaikum?

2. Menarik sekali bahwa saudara harus patuh pada hukum pertama dan kedua. Apakah saudara sungguh-sungguh mengasihi Allah dan mengasihi manusia? Mengapa saudara tidak mau diperdamaikan oleh Isa Al-Masih? Bagaimana saudara?

3. Ayat yang saudara kutip dari Injil, Rasul Besar Yohanes 5:30 merupakan penegasan bahwa Isa Al-Masih mampu berbuat karena Dia adalah Hakim. Tetapi sebagai Hakim yang adil, maka Dia mau mendengarkan kesaksian dari Bapa. Lebih dari itu, Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa manusia (Injil, Rasul Besar Matius 9:6).
~
Solihin

Balas
LGN
23 Januari 2017 5:26 pm

*****
1. Dosa yang telah diampuni oleh Dia merupakan sukacita dan damai terbesar bagi orang yang percaya. Ucapan hanyalah ucapan, belum tentu ketika orang mengucapkan salam yang benar-benar tulus dari hatinya membuat orang lain lebih damai.

2. Kalau kita melihat kuasa Tuhan, banyak cara Tuhan untuk memberikan damai sejahtera bagi manusia. Tuhan mau menebus dosa-dosa umat yang percaya merupakan rancangan damai sejahtera yang paling luar biasa dari apapun, sehingga umat manusia yang percaya dapat kembali bersama Allah.

3. Dialah Tuhan yang mampu menebus dosa-dosa manusia, Dialah Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11: 5), Dia Tuhan yang berkuasa melawan maut, Dia pemilik kerajaan Surga, Dia Allah yang kekal dan yang akan datang lagi untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Balas
staff
24 Januari 2017 10:49 am
Balasan ke  LGN

*****
Saudara LGN,

Mengucapkan tidak memiliki faedah apapun tanpa adanya perbuatan atau tindakan. Memberikan salam dengan makna semoga keselamatan melimpah tidak akan membawa kepastian masuk sorga. Hanya pendamaian dari Isa Al-Masih yang memberikan kepastian masuk sorga. Sebab Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Kiranya ini jelas bagi rekan-rekan pengunjung.
~
Solihin

Balas
Omong kosong
23 Januari 2017 5:35 pm

~
Dari banyak artikel IDI, ini yang paling tidakk bagus. Dari awal membaca saya bertanya tanya salam apa yang harus diucapkan bila orang Kristen bertemu, ternyata tidak ada dalam artikel ini, malah membahas yang lain, mana salam Isanya seperti yang di judul artikelnya yang lebih menghibur. Aku kok malah bingung? Mengapa Allah menganggap manusia jadi musuh, bermusuhan sama ciptaannya sendiri? Kemudian dia menyamar jadi manusia yang dia musuhi. Makin aneh saja ajarannya.

To: Bang Rizal,
Benar bang apa yang di artikel ini tidak nyambung sekali. Allah berseteru dengan manusia kemudian Yesus datang untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Ini dengan sangat jelas membuktikan bahwa Tuhannya ada dua yaitu Tuhan yang berseteru dengan manusia (Allah) dan Tuhan yang mendamaikan (Yesus). Ini membuktikan bahwa Allah dan Yesus bukan satu tapi individu yang berbeda.

Balas
staff
24 Januari 2017 10:54 am
Balasan ke  Omong kosong

~
Saudara Omong,

Terimakasih untuk kejujuran saudara. Kami menghargai hal itu. Ada hal yang lebih penting dari pada sekedar mengucapkan salam yang bermakna seolah-olah mendapatkan keselamatan, padahal tidak. Pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib merupakan bentuk pendamaian antara Allah dan manusia yang berdosa. Allah sangat serius dengan dosa, tetapi mengasihi manusia.

Karena itu, Allah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Ini adalah tindakan aktif Allah. Bukankah ini membuktikan bahwa Allah mengasihi manusia? Bagaimana dengan alloh saudara? Apakah dengan memberikan ucapan salam assalamualaikum dapat memberikan kepastian masuk sorga? Mengapa?
~
Solihin

Balas
LGN
23 Januari 2017 5:46 pm

~
To: Saudara Omong Kosong,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berarti semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian. Ini hanyalah ucapan. Apa sekedar ucapan manusia bisa terbebas dari dosa? Tidak, bukan? Nah, keselamatan yang benar-benar nyata adalah melalui kematian-Nya. Isa menanggung hukuman dosa manusia. Ia mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal bagi orang yang percaya kepada-Nya. Dengan demikian umat yang percaya telah berdamai dengan Allah. Ini bukanlah cuma sekedar ucapan, namun tindakan yang sudah nyata dilakukan. Bukankah saudara Omong Kosong bisa lihat perbedaan antara ucapan dan tindakan?

Balas
staff
24 Januari 2017 10:57 am
Balasan ke  LGN

~
Saudara LGN,

Perbuatan lebih bermakna dibandingkan ucapan. Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah. Barangkali pernyataan ini lebih tepat untuk menggambarkan bahwa tidak cukup hanya dengan kata-kata sehingga seseorang diselamatkan, tetapi membutuhkan tindakan konkret. Berharap rekan-rekan pengunjung menyadarinya.
~
Solihin

Balas
rizal
23 Januari 2017 8:54 pm

~
Hendy,

Apa yang anda katakan ini cuma ajaran Paulus saja. Hendy, saya itu tidak sombong. Apa yang mau saya sombongkan dari diri saya? Tidak ada. Saya melakukan semua ibadah karena perintah alloh, dan saya yakin alloh tidak akan menyuruh/menguji hambanya di luar kesanggupannya (Qs 2:286), sebab alloh tahu tingkat kemampuan masing-masing orang. Kalau alloh perintahkan berarti orang tersebut pasti bisa melakukannya dan itu untuk kebaikan dirinya.

Balas
staff
24 Januari 2017 10:59 am
Balasan ke  rizal

~
Saudara Rizal,

Kami senang karena saudara adalah orang rendah hati yang melakukan semua ibadah karena perintah alloh saudara. Kalau boleh tahu, apa dengan melakukan semua ibadah tersebut, maka alloh saudara akan menjamin saudara masuk sorga? Mengapa? Mohon pencerahan dengan menyertakan dalil-dalil yang jelas sehingga kita sama-sama belajar. Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
Anto
23 Januari 2017 11:07 pm

~
Yang benar dan sesuai aslinya sebelum Muhammad lahir, Kristen Arab sudah popoler mengucapkan: Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah atas kalian di dalam kasih Isa Al-Masih. Mereka meniru yang baik tapi menolak yang benar dari Kekristenan, padahal setiap hal yang baik itu keluarnya dari yang benar kebenaran Isa Al-Masih. Lihat saja penemuan di dunia yang baik semua keluar dari Kekristenan Yahudi karena ada kebenaran Isa Al-Masih yang menghidupi manusianya.

Balas
staff
24 Januari 2017 11:02 am
Balasan ke  Anto

~
Saudara Anto,

Isa Al-Masih telah menegaskan dengan firman-Nya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Artinya sumber kebenaran adalah Isa Al-Masih. Adalah tepat bila kita datang pada Isa Al-Masih. Kami berharap rekan-rekan pengunjung memikirkan ini.
~
Solihin

Balas
Ahli Fikir
24 Januari 2017 12:04 am

~
“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu” (Yesaya 43:25). “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs An Nisa’: 110). Allah bisa mengampun dosa tanpa perlu korban.

Balas
staff
24 Januari 2017 11:08 am
Balasan ke  Ahli Fikir

~
Saudara Ahli Fikir,

Kami senang karena saudara mengutip ayat dari Kitab Nabi Besar, Yesaya 43:25. Ayat itu menggambarkan rahmat Allah atas manusia. Tetapi ayat itu bukan berarti meniadakan sifat maha adil Allah. Setiap perbuatan dosa harus dihukum dan ada konsekuensinya. Rahmat Allah ditunjukkan melalui kedatangan Isa Al-Masih ke dunia. Sedangkan keadilan Allah ditunjukkan dengan pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib. Inilah kasih dan keadilan Allah.

Bagaimana dengan alloh saudara? Apakah dengan mengucapkan salam assalamualaikum cukup bagi saudara diselamatkan dan masuk sorga? Mengapa? Mohon pencerahan saudara.
~
Solihin

Balas
Kasih
24 Januari 2017 12:55 am

~
Nabi Yesaya salah satu nabi di Israel yang banyak menubuatkan tentang kedatangan Anak Allah, Anak Manusia yaitu Allah akan datang menjadi penebus dosa. Salah satunya Yesaya 43 tadi dan Yesaya 53. Itu adalah firman Allah, Kalimatulah, yang akan menyatakan diri langsung kepada manusia mengambil rupa manusia yaitu Isa Al-Masih.

Perjanjian Lama tertuju kepada Isa Al-Masih, itu diperjelas oleh Isa. Sesudah disalib, bangkit hidup dan menampakkan diri kepada pengikut-Nya, Dia berkata dalam Lukas 24:7, “…lalu Isa menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia (Isa) dalam seluruh kitab suci mulai dari kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.” Kisah Rasul 1:3, “Selama 40 hari Ia (Isa) berulang-ulang menampakkan diri-Nya dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”

Balas
staff
24 Januari 2017 11:15 am
Balasan ke  Kasih

~
Saudara Kasih,

Menyimak nubuat-nubuat yang disampaikan Nabi Besar Yesaya akan memberikan kekaguman pada Allah bahwa Isa Al-Masih telah dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya. Ini memberikan penjelasan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia. Hal ini dipertegas lagi dengan nubuat Nabi Besar Yesaya, “Sebab seorang anak telah lahi untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Besar, Yesaya 9:5).
~
Solihin

Balas
rizal
24 Januari 2017 1:31 am

~
Omong,

Anda benar saudaraku. Manusia bermusuhan dengan Allah karena dosa, lalu Yesus turun untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Pertanyaannya lalu Yesus itu siapa? Orang Kristen menjawab Allah. Pertanyaan berikutnya, kalau Yesus Allah lalu manusia bermusuhan sama Allah yang mana lagi? Bukankah Allahnya satu/esa? Sangat membingungkan saudaraku Omong agama Kristen ini.

Balas
staff
25 Januari 2017 11:40 am
Balasan ke  rizal

~
Saudara Rizal,

Menarik sekali membaca tanggapan saudara. Mencermati tanggapan saudara, tampaknya saudara memahami Allah seperti bilangan matematis angka satu yang mutlak. Jelas pandangan tersebut keliru. Kata ‘esa’ bukan berarti angka satu, melainkan satu kesatuan yang utuh. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw untuk mengetahui lebih lanjut.

Kami telah sering membahas hal ini. Kami memahami bila saudara sukar memahami Allah. Tetapi kami senang karena saudara bingung. Itu artinya Isa Al-Masih adalah Allah yang benar. Bila saudara dapat menalar Allah, maka Dia bukan lagi Allah, melainkan saudara yang adalah allah. Bukankah demikian saudara?
~
Solihin

Balas
LGN
24 Januari 2017 4:27 am

~
To: Saudara Hans,

Lebih baik saudara menjawab tiga pertanyaan dari artikel di atas daripada mencaci maki tidak jelas supaya terarah saudara. Sudahkah saudara jawab? Karena saya lihat dari cara saudara memberikan respon itu selalu keluar dari topik, terombang-ambing. Saya tidak tahu apakah saudara mengerti atau tidak.

Balas
staff
25 Januari 2017 11:42 am
Balasan ke  LGN

~
Saudara LGN,

Berdiskusi sesuai topik dan menghargai rekan-rekan pengunjung baik Islam maupun Kristen akan memberikan contoh yang baik bagi yang lain. Amat disayangkan kami tidak menemukan hal itu dari saudara Hans sehingga kami terpaksa menghapus semua komentar saudara Hans. Terimakasih saudara LGN untuk imbauan dan tanggapannya.
~
Solihin

Balas
Santo Muhammad SAW
24 Januari 2017 8:36 am

**
2. Tidak ada. Musa sendiri (Alkitab dan Al-Quran tidak pernah mengajarkan bahwa amal ibadah dapat menghapus dosa (mendamaikan dengan Allah). Adanya pendamaian mengindikasikan bahwa hubungan manusia dengan Allah sudah terpisah. Pemisahan ini hanya bisa dipersatukan hanya lewat pendamaian. Pendamaian ini harus mengikuti hukum yang pertama di dunia ini (Taurat) yaitu kurban darah yang maha sempurna.

Hanya Allah satu-satunya Yang Maha Sempurna, sehingga hanya Allah sendiri yang harus menjadi kurban darah yanng Maha Sempurna lewat Kristus. 2 Korintus 5:18-19, “Dan semuanya ini dari Allah, yang dgn perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus …”

Balas
staff
25 Januari 2017 11:47 am
Balasan ke  Santo Muhammad SAW

**
Saudara Santo,

Firman Allah kepada Nabi Besar Musa, “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa” (Taurat, Kitab Imamat 17:11). Dengan demikian, perlu ada kurban yang tidak cacat yang diberikan agar manusia didamaikan dengan Allah. Namun, kurban sesungguhnya adalah Isa Al-Masih yang suci. Berharap rekan-rekan pengunjung memahami ini.
~
Solihin

Balas
Tobat
24 Januari 2017 11:56 am

~
Sumpah bang Solihin. Di antara sekian banyak postingan IDI cuma ini saja postingan yang paling tidak nyambung bahasannya. Tolong bang kasih topik yang lebih menarik.

Balas
staff
25 Januari 2017 11:51 am
Balasan ke  Tobat

~
Saudara Tobat,

Kami berterimakasih karena saudara memberikan penilaian untuk artikel di atas. Artikel di atas mencoba membandingkan ucapan salam assalamualaikum dengan pengorbanan Isa Al-Masih yang mendamaikan manusia dengan Allah. Mengucapkan assalamualaikum tidak akan memberikan jaminan apapun, tetapi pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib telah mendamaikan manusia yang berdosa dengan Allah. Kami berharap saudara merenungkan artikel di atas lebih dalam.

Namun, kami senang untuk masukan dan akan mempertimbangkan permintaan saudara. Sebab kerinduan dan harapan kami adalah saudara semakin mengenal Isa Al-Masih dengan benar. Kami berharap saudara berkenan menyediakan waktu dan diri untuk mempelajari Injil dan membandingkannya dengan Al-Quran.
~
Solihin

Balas
LGN
24 Januari 2017 12:28 pm

~
To: Semua saudara pengunjung

Ayolah saudara diskusi sesuai topik yang di atas, bagaimana bisa diskusi tapi yang dibahas topik lain? Staff sudah sering mengingatkan untuk selalu berdiskusi sesuai dengan topik yang diberikan. Ayo mari cerdas berdiskusi supaya yang belum mengerti tentang keselamatan dari Allah dapat dimengerti, dan yang sudah mengerti semakin heran lagi tentang keselamatan yang dari Allah.

Balas
staff
25 Januari 2017 11:55 am
Balasan ke  LGN

~
Saudara LGN,

Berharap rekan-rekan pengunjung yang lain dapat meresponi imbauan dan ajakan saudara. Sebab membahas artikel di atas akan memberikan pemahaman kepada semua pengunjung bahwa keselamatan tidak membutuhkan ucapan, melainkan pengorbanan atau tindakan konkret. Ini yang dilakukan Isa Al-Masih ketika Dia datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Dia memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Harap ini menjadi perenungan kita bersama.
~
Solihin

Balas
Hendy Gunawan
24 Januari 2017 6:37 pm

~
To: Rizal dan all Muslim,

Kalau anda masih ngotot ingin berdiskusi masalah Allah Tritunggal, mari kita berdialog dalam artikel yang bertema Keesaan Allah dan Allah Tritunggal. Saya tunggu di artikel tersebut, kalau di sini nanti pasti dihapus, karena tidak sesuai artikel.

Balas
staff
25 Januari 2017 11:57 am
Balasan ke  Hendy Gunawan

~
Saudara Hendy,

Kami senang bahwa saudara mengerti dan memahami ketentuan situs ini. Adalah baik imbauan dan ajakan saudara. Mendalami Allah Tritunggal di artikel yang tepat akan memberikan keleluasaan untuk mendiskusikannya. Berharap saudara Rizal berkenan berdiskusi di link ini http://tinyurl.com/d2k6hcw . Terimakasih saudara Hendy untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Anto
24 Januari 2017 10:31 pm

*****
1. Pendamaian Isa Al-Masih jelas terbaik karena memberi hidup sejahtera sekarang dan hidup kekal abadi dalam surga sementara ucapan assalamualaikum tanpa dalam kasih Isa Al-Masih hanya sebatas slogan dan fanatisme bahasa Arab saja.

2. Tidak ada, sebab pendamaian Isa yaitu pengampunan dosa membawa damai sejahtera di hati serta ajaran kasih Isa yaitu firman Kebenaran yang menguduskan, membawa pertobatan sejati, memiliki hati kudus suci sehingga dapat berbicara kepada Tuhan, Allah Maha suci

3. Isa berkuasa mengampuni dosa dan memberi hidup kekal karena Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri, sesuai firman sabda-Nya tertulis lengkap dalam Injil Matius 26:28, Yohanes 10:27-28. Isa dan Bapa adalah satu, melihat Isa berarti melihat Bapa, segala yang Bapa punya juga Isa punya.

Balas
staff
25 Januari 2017 12:00 pm
Balasan ke  Anto

*****
Saudara Anto,

Tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan pendamaian antara Allah dan manusia, kecuali Isa Al-Masih. Sebab Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Dia sendiri yang berkurban agar manusia diselamatkan dari dosa. Ini adalah ketentuan yang telah ditetapkan dan disampaikan-Nya kepada Nabi Besar Musa (Taurat, Kitab Imamat 17:11). Berharap rekan-rekan pengunjung merenungkan ini.
~
Solihin

Balas
Trisant
24 Januari 2017 11:18 pm

~
To: Staf IDI,

Makin lama judul topiknya tidak berbobot. Harusnya staf buat topik ”Siapakah yang lebih mengikuti ajaran dari Yesus? Islam atau kristen?”

Balas
staff
25 Januari 2017 12:04 pm
Balasan ke  Trisant

~
Saudara Trisant,

Menarik sekali usulan yang saudara berikan. Kami akan mempertimbangkan hal itu sehingga kita akan mengetahui siapakah pengikut Isa Al-Masih sesungguhnya. Pengikut Isa Al-Masih adalah mereka yang percaya pada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pertanyaannya adalah apakah saudara telah menerima Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat? Mengapa?

Kami sangat menghargai pendapat saudara mengenai artikel di atas. Namun, artikel di atas ingin menekankan bahwa keselamatan bukan sekedar ucapan retorika, melainkan perlu adanya bukti konkret melalui tindakan dan pengorbanan. Isa Al-Masih telah melakukannya. Bagaimana dengan alloh saudara? Mengapa alloh saudara tidak pernah bertindak untuk menyelamatkan diri saudara, bahkan tidak pernah menampakkan diri kepada nabi saudara? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
staff
24 Januari 2017 11:29 pm

~
Saudara Rizal, Santo, dan yang lain,

Kami berterimakasih untuk kesediaan saudara berdiskusi di forum ini. Menarik sekali menyimak diskusi saudara-saudara. Namun, kami memerhatikan bahwa diskusi saudara-saudara tidak sesuai topik di atas. Karena itu, kami terpaksa menghapus komentar saudara-saudara. Kami mengajak saudara untuk kembali berdiskusi sesuai topik di atas atau mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8xrx8pc atau http://tinyurl.com/jusaaln bila saudara ingin mendiskusikan tentang Firman Allah atau kekekalan Al-Quran. Terimakasih untuk pengertian saudara-saudara.
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Kata-Kata Bijak Motivasi Hidup Islami Menghadapi Penderitaan
  • Poligami Dalam Hukum Islam: Lebih Banyak Manfaat…
  • Apakah Doa Cari Jodoh yang Terbaik bagi Muslim dan Muslimah?
  • Resolusi Tahun Baru: Cara Membuat & Tujuannya Bagi Mukmin
  • Bagaimana Hukuman yang Tepat Bagi Seorang Penista Agama? 

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz