
Saya memiliki teman yang membuat resolusi tahun baru. Di usianya ke-40 tahun, ia baru saja memiliki seorang anak.
Ia berkata ada banyak perbaikan yang perlu ia lakukan. Misalnya target pencapaian keuangan. Tujuannya untuk menyediakan tabungan bagi pendidikan anaknya.
Selain itu ia dan istri ingin lebih sehat. Mereka menjadi rajin olah raga agar bisa tetap sehat di hari tua, melihat anaknya bertumbuh dewasa.
Namun teman saya mengalami dilema. Ia ingin tahu bagaimana membuat resolusi tahun baru yang sesuai dengan ajaran agama.
Mari kita simak pembahasan hal ini. Agar kita bisa menjadi pribadi lebih baik dan beribadah lebih baik di tahun yang baru.
Resolusi Tahun Baru: Makna dan Sejarahnya
Resolusi adalah sebuah harapan dan target pencapaian baru. Satu tahun telah berlalu dengan semua kebaikan dan keburukannya. Orang mengambil pelajaran dan mengharapkan yang lebih baik di tahun berikutnya.
Sejarah resolusi tahun baru telah ada sejak lama. Yaitu sekitar 4.000 tahun yang lalu, di bangsa Babilonia kuno.
Ada perayaan bernama Akitu. Orang Babilonia menobatkan raja baru atau menegaskan kesetiaan terhadap raja yang berkuasa.
Saat itu orang Babilonia berjanji kepada para dewa untuk membayar hutang dan mengembalikan benda yang mereka pinjam. Momen inilah yang kemudian dianggap menjadi pelopor resolusi tahun baru.
Sampai sekarang resolusi adalah hal umum. Di seluruh dunia dan dalam berbagai kebudayaan banyak yang melakukannya.
Dalam hal ini termasuk keluarga teman saya. Ia sangat termotivasi karena kelahiran anaknya.
Resolusi Tahun Baru: Dari Pandangan Agama

Pandangan ini menyatakan haram untuk mengikuti tata cara pagan. Karena berawal dari budaya kafir maka umat Muslim tidak boleh melakukannya.
Namun ia mendapat pandangan lainnya. Ustadz yang ia temui mengatakan tidak ada salahnya seorang Muslim membuat resolusi.
Jika untuk perbaikan diri maka banyak manfaat yang bisa diraih. Maka hal ini tentu diperbolehkan secara agama.
“. . . sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri . . .” (Qs 13:11).
Resolusi Tahun Baru: Manfaatnya
Teman saya menyadari resolusi tahun baru banyak kegunaannya. Ia membagikan berbagai pemahamannya dalam hal ini.
Misalnya saat membuat resolusi kita melihat lebih jernih. Kita menemukan berbagai hal yang perlu kita perbaiki dan tingkatkan.
Selanjutnya resolusi membantu kita mempunyai pandangan ke masa depan. Kita jadi memiliki target pencapaian yang perlu kita raih.
Pada akhirnya resolusi membuat kita bisa merasakan kepuasan besar, yaitu saat target kita tercapai. Sehingga ada rasa syukur dan percaya diri yang meningkat.
Mendengar semua hal ini saya sangat setuju. Saya sendiri jadi tertarik membuat resolusi tahun baru.
Resolusi Tahun Baru: 5 Tips Melaksanakannya

- Melakukan refleksi pribadi.
Kita perlu memulai resolusi tahun baru dengan melihat jujur keadaan kita sekarang. Agar kita bisa tahu apa yang perlu kita ubah dan capai di masa depan. - Menetapkan tujuan yang spesifik & terukur.
Selanjutnya kita membuat target pencapaian. Target ini perlu jelas dan spesifik.
Misalnya kita ingin membuat usaha baru. Sehingga dalam dua tahun ke depan mendapat tambahan penghasilan dalam jumlah tertentu. - Menyusun prioritas.
Dari berbagi target yang kita punya, urutkan sesuai yang paling penting. Agar bisa menjadi perhatian utama kita.
Menyusun prioritas juga bermakna mengatur waktu. Yaitu memastikan kita melakukan dahulu hal yang paling penting. - Membuat rencana praktis untuk melakukannya.
Kita perlu merencanakan langkah-langkah sederhana. Misalnya resolusi ingin hidup lebih sehat. Rencananya dengan mengurangi makan dan minum yang manis. Juga dengan mulai berolahraga setiap 1-2 hari sekali. - Melakukan evaluasi berkala.
Terakhir memang penting untuk melakukan evaluasi. Bisa per tiga atau empat bulan sekali. Untuk melihat kemajuan dan memperbaiki jika ada kekurangan.
Resolusi Tahun Baru: Unsur-Unsur yang Perlu Ada
Setelah semua percakapan ini, teman saya mengutarakan hal menarik. Ia mengatakan bahwa harus ada unsur-unsur penting dalam membuat resolusi tahun baru. Ini adalah saran yang ia terima dari ustadz yang ia kenal.
Unsur yang perlu ada adalah: Niat, Disiplin dan Akhirat. Atau disingkat dengan akronim “NIDA.”
Dalam bahasa Arab, kata “Nida” sendiri berarti memanggil. Menurut beberapa terjemahan, kata Nida juga dapat merujuk pada panggilan untuk salat.
Hal ini bermakna resolusi tahun baru yang baik perlu dapat mendekatkan diri kepada Allah. Karena harapannya dengan niat baik, amalan baik kita bisa mendekat kepada-Nya.
“Setiap amal tergantung dengan niat . . . barangsiapa yang hijrahnya karena Allah . . . maka hijrahnya kepada Allah . . .” (Shahih Bukhari 3609).
Dalam hal inilah teman saya merasa kesulitan. Ia menyadari manusia pasti penuh dosa. Seberapapun perbaikan diri yang kita lakukan, tidak akan mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Hal Terpenting dalam Kehidupan

Allah menyediakan pertolongan bagi manusia. Ia mau manusia berdosa bisa mendekatkan diri kepada-Nya.
Dalam hal ini saya sampaikan keyakinan saya. Ada satu cara agar manusia berdosa dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Yaitu melalui Isa Al-Masih.
Isa adalah penjelmaan Ruh Allah. Ia datang membawa kebenaran. Isa mati di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa.
Melalui Isa, kita bisa mendekat kepada Allah. Karena pertolongan Allah dan bimbingan Ruh-Nya.
“Tetapi sekarang, dalam Isa Al-Masih, kamu yang dahulu “jauh,” sudah menjadi “dekat” oleh darah Al-Masih” (Injil, Surat Efesus 2:13).
Melalui Isa kita juga mendapatkan hal terutama. Yaitu pengampunan Allah dan jaminan surga-Nya.
“Segala puji bagi Allah . . . kita hidup dengan pengharapan yang pasti bahwa kita akan menerima . . . surga bagimu. Karena kamu beriman kepada-Nya [Isa Al-Masih] . . . kamu memperoleh keselamatan yang telah siap dinyatakan pada akhir zaman” (Injil, Surat 1 Petrus 1:3-5).
Mendapatkan Pemenuhan Resolusi Terutama
Teman saya sempat terkejut mendengar penjelasan ini. Namun ia mengakui bahwa memang benar, sangat penting untuk manusia mendekat kepada Allah.
Kita bisa memiliki resolusi tahun baru untuk kehidupan yang lebih baik. Namun yang terpenting adalah dapat mendekat kepada-Nya untuk kehidupan di akhirat.
Allah memberikan pertolongan agar manusia berdosa bisa mendapatkannya. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.
Kita akan mendapatkan kehidupan yang penuh berkah. Kita juga mendapat ampunan-Nya dari dosa kita.
“Kiranya Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala kegembiraan dan sejahtera dalam imanmu [kepada Isa Al-Masih] sehingga oleh kekuatan Ruh Allah Yang Mahasuci, kamu berkelimpahan di dalam pengharapan” (Injil, Surat Rum 15:13).
Maukah Anda mendapatkan jaminan kehidupan terbaik, di bumi dan akhirat? Mari mengimani Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Bagaimana Cara Terbaik Muslim Muhasabah Diri di Awal Tahun?
- Inilah Ibadah Yang Pasti Diterima Allah! Penasaran?
- Ini Rahasia Menjadi Manusia Baru: Hijrah Yang Sesungguhnya
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara apa sajakah resolusi terpenting kehidupan dan mengapa?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa sulit bagi manusia berdosa untuk mencapai surga?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Allah ingin manusia hidup baik dan selamat di akhirat?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].