Kematian merupakan momok yang menakutkan. Tidak ada manusia yang ingin mengalaminya. Namun, kematian pasti terjadi.
Umat Islam memahami ada dua opsi setelah kematian. Yaitu kita akan masuk surga, atau neraka.
Tentu saja keinginan semua kita adalah masuk surga. Namun sebagai manusia berdosa, mungkinkah hal itu terjadi?
Bagaimana pandangan surga dan neraka menurut Al-Quran? Penting kita mengetahuinya agar dapat mempersiapkan diri dan mendapatkan jalan masuk surga.
Surga Menurut Al-Quran
Gambaran surga sangat indah. Pastilah semua manusia ingin untuk bisa hidup di dalamnya.
Al-Quran menyatakan ada banyak hal menarik. Misalnya ada sungai-sungai yang mengalir di dalamnya (Qs 3:198).
Kegiatan penghuni surga penuh hal yang menyenangkan. “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan. Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh . . . mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta” (Qs 36:55-57).
Terlebih lagi, selain itu Allah menjanjikan ada banyak kesenangan bagi para pria. Yaitu tersedia banyak bidadari cantik (Qs 56:22-24).
Semua hal ini tentu saja hal menarik bagi banyak orang. Ulama menyatakan hal ini memotivasi manusia mengejar surga.
Pertanyaan Mengenai Gambaran Surga

- Mengapa gambaran surga berupa kesenangan duniawi? Banyak orang berpendapat seharusnya merupakan kemuliaan Ilahi yang berbeda dari keadaan dunia.
- Mengapa banyak sekali deskripsi surga hanya tergambar untuk kesenangan pria? Dalam hal ini para wanita tidak mendapatkan gambaran kesenangannya.
Ulama memberikan penjelasan bahwa intinya di surga manusia akan mendapat segala yang hatinya inginkan.
“. . . di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (Qs 16:31).
Hal ini juga berlaku bagi para wanita. Sehingga nantinya akan ada banyak kesenangan bagi semua penghuni surga.
Penjelasan ringkas ini tentu saja menarik. Walaupun tidak menjawab sepenuhnya mengenai deskripsi gambaran surga.
Namun masalah yang lebih utama adalah dapatkah manusia masuk surga? Terlepas dari apa saja gambaran surga, semua akan percuma jika kita tidak bisa mencapainya.
Jalan Panjang Mencapai Surga
Rupanya ada banyak halangan untuk manusia masuk surga. Karena agama mengajarkan bahwa surga hanya diberikan kepada manusia yang bertakwa.
“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan” (Qs 43:72).
Ada banyak ayat lainnya yang mendukung dalil ini. Pada bagian lain tertulis surga untuk orang yang beramal dan berbakti (Qs 3:195, 198). Juga tertulis surga karena upah usaha kita berbuat kebaikan (Qs 88:8-10).
Masalahnya Allah adalah Sang pembuat perhitungan (Al-Hasiib). Sehingga setiap manusia akan menghadap pengadilan Allah. Akan ada hukuman bagi setiap pelanggaran.
“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya . . . Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya” (Qs 40:17).
Selanjutnya akan ada jembatan Shirath. Yaitu jembatan yang sangat tipis tempat pengujian perbuatan manusia (Shahih Muslim 269).
Setiap manusia yang memiliki dosa akan terjatuh dari jembatan. Mereka akan kena azab mengerikan.
Lalu Allah akan membiarkannya di sana sampai selesai masa hukuman. Jika nantinya terdapat kebaikan maka akan diangkat ke surga (Qs 19:72).
Halangan Manusia Masuk Surga
Inilah masalah surga dan neraka menurut Al-Quran. Karena semua manusia penuh dosa dan kesalahan. Tidak ada manusia yang bisa hidup sempurna.
Hal ini menyatakan hal yang mengkhawatirkan. Bahwa pertama, kita pasti akan mendapat hukuman Allah. Pasti akan ada siksa-Nya yang harus kita tanggung.
Selanjutnya, tidak ada jaminan bahwa kita bisa masuk surga. Karena kita tidak bisa tahu pertimbangan Allah. Sangat mungkin dosa kita jauh lebih berat dari semua amalan kita.
Ada Hadits yang menyatakan bahwa jika masih ada kejahatan kecil saja, tetap kita tidak bisa masuk surga. “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dari kesombongan” (Hadits Muslim No.133).
Terlebih lagi amalan kita saja belum tentu Allah terima. Contoh: Allah hanya menerima amalan orang yang bertakwa (Qs 5:27). Juga hanya bagi yang ikhlas (Hadits Nasa’I 3089). Ia tidak menerima amalan orang yang memutus silaturahim (Hadits Ahmad No.9883).
Dalam kedaan seperti ini, sangat sulit kita bisa masuk surga. Tidak ada jaminan surga. Namun justru terbalik yang ada adalah kepastian neraka.
“Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).
Neraka Menurut Al-Quran

Neraka adalah tempat penuh penderitaan. Akan ada api dan siksaan Allah terus menerus di dalamnya.
Banyak gambaran mengenai neraka yang sangat mengerikan.
- Neraka tergambar seperti orang minum air mendidih dan makan pohon berduri (Qs 88:4-7).
- Di neraka kulit penghuninya terbakar sampai hangus berkali-kali (Qs 4:56).
- Di neraka isi perut dan kulit luluh dengan air panas. Juga tersedia cambuk besi (Qs 22:19-21).
Inilah gambaran surga dan neraka menurut Al-Quran. Melihat semua keadaan ini tentu sangat membuat kita khawatir.
Pastilah manusia ingin terhindar dari neraka. Namun semua dosa kita menjadi penghalangnya. Pasti akan ada hukuman Allah yang harus kita tanggung.
Pertolongan Allah bagi Manusia
Dalam keadaan seperti ini Allah menyediakan pertolongan. Ia memberikan jalan keluar untuk menyelamatkan manusia.
Allah menyediakan solusinya. Yaitu melalui Isa Al-Masih yang menjelma menjadi manusia.
Hal ini karena Allah mengetahui keadaan manusia. Dari dahulu manusia terbukti lemah dan berbuat banyak dosa.
“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu. Dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Taurat, Yesaya 59:2).
Karena itu Isa datang menyatakan kebenaran. Lalu saat tersalib, Ia mengampuni setiap dosa manusia. Isa mampu melakukan hal ini karena Ia adalah satu-satunya Pribadi yang suci (Qs 19:19).
“. . . Kristus [Isa Al-Masih] mempersembahkan hanya satu kurban untuk pengampunan dosa [saat tersalib] . . . Allah juga berkata, ‘Aku akan melupakan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan mereka.’ Jadi, dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan itu sudah diampuni . . .” (Injil, Surat Ibrani 10:12,17-18 BIS).
Kita bisa mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Dengan demikian, Allah akan mengampuni semua dosa kita. Ia menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Sehingga kita bisa mendapat kepastian masuk surga.
Inilah pernyataan rahmat Allah bagi manusia berdosa. Karena memang kita tidak bisa selamat dari amalan. Kita hanya bisa selamat dengan rahmat Allah.
Inilah Solusi dari Allah!

Karena itu mari kita menerima solusi pertolongan Allah. Yaitu dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus [Isa Al-Masih] dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Injil, Kisah Para Rasul 16:31).
Selanjutnya dalam rasa syukur dan pertolongan-Nya, kita bisa hidup baik. Kita bisa lebih termotivasi untuk beramal dan menghindari dosa.
Mari menerima solusi Allah dengan mengimani Isa!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Pandangan Al-Quran Tentang Surga Dan Neraka” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Pandangan Kristen Dan Islam Tentang Surga Dan Neraka
- Perjalanan Nabi Islam Ke Sorga
- Cara Muslim Menghindari Pintu Neraka
Video:
- Jalan Menuju Surga Dalam Al-Quran Dan Kitab Allah
- Ketakutan Akan Maut – Mencari Jalan Pasti Ke Surga
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apakah menurut Al-Quran neraka itu kekal? Jelaskanlah pendapat saudara sesuai artikel di atas.
- Mengapa Al-Quran memberikan keterangan berbeda tentang neraka yang terdapat dalam Qs 2:81 dan Qs 19:72? Jelaskanlah pendapat saudara.
- Jika surga dan neraka menurut Al-Quran kekal, maka dapatkah setelah masuk neraka kemudian masuk surga? Jelaskanlah alasan saudara.
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].