• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Mukmin: Ketetapan Allah Pasti yang Terbaik Bagi Kehidupan 

Isa Dan Islam > Artikel > Kesaksian > Penderitaan > Mukmin: Ketetapan Allah Pasti yang Terbaik Bagi Kehidupan 
29 Juni 2020 | 40 Komentar
prajurit-menembakkan-peluru-dengan-senapan

Setiap orang pasti pernah menghadapi tantangan dalam kehidupan. Sebagai orang yang beriman, saya yakin bahwa ketetapan Allah pasti yang terbaik. 

Saya lahir di Algeria, negara bekas jajahan Perancis. Saya bertumbuh dalam keluarga Muslim dengan latar belakang pendidikan Muslim yang kuat. Di masa penjajahan, keluarga kami sangat menderita.

Saat masih bayi, saya pernah sakit parah hingga hampir meninggal. Ayah berulang kali dipenjarakan. Kakak saya dipaksa meninggalkan rumah untuk melayani pasukan militer Perancis.

Mengapa Allah membiarkan saya mengalami banyak penderitaan dalam hidup ini? Bagaimana saya dapat yakin ketetapan Allah pasti yang terbaik? 

Peluru yang Menusuk Jiwa dan Raga

Suatu hari saat perang sipil, saya dan teman-teman yang sedang bermain bola terkena tembakan. Banyak yang tewas. Beruntung saya hanya terkena satu peluru.

Saat dirawat di rumah sakit, saya melihat banyak yang tewas setiap hari. Saya sangat marah terhadap orang-orang Barat, juga kepada Allah. Saya benci terhadap orang-orang Barat yang menghancurkan Algeria. Mengapa pula Allah membiarkan semua ini terjadi?

Apakah Anda juga pernah marah terhadap Allah? Ceritakanlah di sini.

wanita-mengalami-krisis-identitas harus sadar bahwa ketetapan allah pasti yang terbaik

Krisis Identitas Seorang Muslim

Saya sangat senang saat akhirnya Algeria merdeka. Sebagai pelajar SMA, saya sempat sangat serius mendalami iman Islam. Namun, saya sempat mengalami krisis identitas.

Saya merasa ada kekosongan di hati. Saya mempertanyakan mengapa saya lahir, kapan saya meninggal, dan dimana saya nantinya.

Saya menjadi sering membaca buku-buku filosofi. Hal itu membuat saya ragu akan keadaan Allah. Di samping itu, saya juga menghabiskan waktu untuk mabuk, merokok, dan hal-hal buruk lain.

Setelah tamat sekolah, saya kuliah di Amerika. Saya selalu curiga terhadap orang asing karena pengalaman masa penjajahan.

Tetapi saya bertemu dengan satu keluarga Amerika yang menyambut saya. Mereka mengajak saya ke gereja sehingga saya mendengar Dr. Hanna. Dia adalah orang Libanon yang mengikuti Isa. Saya mendengar hal-hal baru tentang Isa Al-Masih.

Suatu hari, saya mendengar kabar yang membuat saya ingin bunuh diri. Ibu saya meninggal. Tetapi saat itu, saya seperti mendengar ada yang berkata kepada saya, “kalau ingin mengakhiri hidup, saya harus menyerahkan diri kepada Isa Al-Masih.”

orang-muslim-mencari-kebenaran-yang-baik-di-dalam-injil

Pencarian Kebenaran Isa Al-Masih

Pada awalnya saya tidak percaya, tetapi seseorang menyarankan membaca Kitab Injil Yohanes pasal 3. Awalnya saya sulit memahami isinya.

Ketika mengulangi lagi, saya memikirkan ayat 18: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah [Isa Al-Masih].”

Saya tidak merasa ada kesalahan yang saya lakukan sampai harus dihakimi. Tetapi, setelah melihat ayat tersebut lebih jelas, saya tahu penyebabnya karena saya tidak mempercayai Isa Al-Masih adalah Allah.

Saya terus melanjutkan membaca Injil dan merenungkannya. Saya sadar telah berdosa dan butuh pengampunan. Kitab Injil berkata bahwa Isa Al-Masih rela mati, dikuburkan, dan bangkit kembali untuk menebus saya dari hukuman karena dosa.

Ketetapan Allah Pasti yang Terbaik 

Saya juga membaca dari Injil Yohanes (14:6) dimana Isa Al-Masih mengatakan, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa [Allah] kalau tidak melalui Aku.” Setelah mencoba memahami hal ini, saya yakin saya harus mempercayai Isa Al-Masih jadi saya beriman kepada-Nya.

Saya yakin perjalanan hidup saya adalah kehendak Allah. Ia memakai masa kelam saya untuk menuntun saya bertemu dengan Allah. Dia menyatakan bahwa rencana Allah untuk diri saya adalah paling baik.

Saya merasakan kasih Allah yang nyata mulai dari saya lahir sampai saat ini. Untuk itu, saya menyerahkan diri saya sepenuhnya untuk menyatakan kasih-Nya kepada orang banyak.

Saya mau semua orang menemukan tujuan hidupnya seperti Allah telah nyatakan kepada saya. Apakah Anda mau menemukan ketetapan Allah pasti yang terbaik dalam kehidupan ini? Silakan hubungi kami.


Lihat artikel ini dalam bentuk video


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Mukmin: Ketetapan Allah Pasti yang Terbaik Bagi Kehidupan” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Seorang Muslim Bertemu Allah di Penjara
  2. Jihadis Yang Menerima Isa Al-Masih
  3. Muslim Mesir Yang Radikal Diselamatkan Oleh Isa Al-Masih
  4. Muslim Wahabi dari Arab Saudi Mengikuti Isa Al-Masih

Video:

  1. Alasan Amid, Pria Muslim, Menjadi Pengikut Isa Al-Masih

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah Saudara memiliki keraguan atas rencana Allah dalam hidup Saudara? Ceritakanlah kepada kami.
  2. Bagaimana menurut Saudara mengenai pernyataan bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya jalan kebenaran?
  3. Pernahkan Saudara mengalami kekecewaan mendalam kepada Allah atas hal yang terjadi? Jelaskan.

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930

 

Kategori: Kesaksian, Penderitaan

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

40 Comments
Paling lama
Terbaru
chintami
1 Juli 2020 8:44 pm

~
Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 Juli 2020 9:15 am
Balasan ke  chintami

~
Saudara Chintami,

Kami menghargai pernyataan saudara. Isa Al-Masih pun tidak memaksa siapapun untuk mengikuti Dia. Sebab bukan agama yang menyelamatkan manusia dari neraka, melainkan Isa Al-Masih. Menarik juga untuk disimak bahwa Muslim tersebut telah menemukan kedamaian yang mengisi kekosongan batinnya. Bukankah ini ajaib?

Kalau boleh tahu, apakah saudara mengalami kegelisahan tentang nasib saudara di akhirat? Jika saudara mengalami persoalan dan ingin mengenal Isa Al-Masih lebih lanjut, silakan mengemail kami ke: [email protected]
~
Solihin

Balas
yoga
3 Juli 2020 4:41 pm

*****
1. Rencana Allah bagi manusia tentu beda dengan makhluk lain sebab kesempurnaan ciptaan manusia yang lengkap dengan akal dan nafsu. Terdapat multiperanan serta hikmah di balik semua rentetan sejarah dan peradaban yang dilalui baik pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2.Isa Al-Masih merupakan nabi dan rasul sebagai jalan atau jalur penyambung antara Allah SWT dan kaum bani Israil di zaman beliau.

3. Kekecewaan itu berasal dari rencana manusia yang tak kunjung berhasil. Adapun dari segi penciptaan Allah maha berkehendak atas segala sesuatu. Komplain melalui doa merupakan ketidaksanggupan atas rencana diri sendiri yang jauh dari target mungkin juga minus dari start kehidupan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
4 Juli 2020 4:49 pm
Balasan ke  yoga

*****
Saudara Yoga,

Kami berterima kasih untuk tanggapan saudara. Kami mohon izin untuk menanggapi satu saja dari jawaban saudara di atas, yaitu poin 3. Kekecewaan bisa saja terjadi pada siapapun. Ini menjadi dasar rasa marah kepada Allah. Kami menduga saudara pun pernah mengalami kegagalan atau kekecewaan dalam hidup atas peristiwa yang terjadi. Kalau boleh tahu, adakah kekecewaan yang dialami oleh saudara yang menyebabkan saudara marah kepada Allah atau keadaan? Dapatkah saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin

Balas
Bagus Pratama
11 Juli 2020 6:21 am

~
Isa diutus hanya untuk bani Israil. Jadi, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa [Allah] kalau tidak melalui Aku” jelas hanya untuk bani Israil, bukan untuk semua umat Kristiani di seluruh dunia.

Dalam ayat ini jelas, Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa [Allah] kalau tidak melalui Aku.” Jelas Isa bukan Tuhan tapi penyampai wahyu Tuhan (nabi). Saya sangat heran, kenapa Isa dianggap Tuhan oleh Kristiani, padahal tidak ada satu ayat pun dalam Injil yang menyebutkan Isa adalah Tuhan atau mengakui saya adalah Tuhan?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
13 Juli 2020 8:29 pm
Balasan ke  Bagus Pratama

~
Saudara Bagus,

Menarik sekali pendapat saudara. Benarkah Isa Al-Masih diutus untuk bani Israel saja? Dari mana saudara tahu? Jika demikian, mengapa Isa Al-Masih berfirman, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19)? Bukankah Isa Al-Masih memerintahkan para murid-Nya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya?

Itu sebabnya, Isa Al-Masih tidak pernah melihat latar belakang agama. Sebab Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari neraka. Bagaimana dengan saudara? Apa saudara telah yakin dan pasti masuk sorga? Mengapa demikian? Dapatkah saudara menjelaskannya?
~
Solihin

Balas
Jesus Park
17 Juli 2020 4:12 pm

~
Chintami,
Rasulullah bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang hingga mereka mengucapkan ‘shahadat’, maka selamatlah harta dan jiwanya dari seranganku.” (HR. Muslim, 22). Apakah saudara menolak perintah allah islam?

Yoga,
Rencana allah Islam, sejak dalam kandungan sudah dicata jibril, jadi kekecewaan yang saudara alami adalah kehendak allah Islam. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” (HR. Muslim, 2655). Apakah saudara akan menyalahkan allah Islam atas kehendaknya?

Bagus,
Mungkinkah kebenaran hanya ditujukan pada bani Israel saja?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
20 Juli 2020 8:21 pm
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Park,

Isa Al-Masih mengajarkan untuk menyayangi Allah dan sesama. Sebab Allah mengasihi semua manusia. Dengan demikian, Allah tidak berkenan terhadap tindakan kekerasan kepada siapapun dengan mengatasnamakan apapun, termasuk agama. Itu sebabnya, Allah tidak pernah membeda-bedakan orang. Kami berharap saudara-saudara di forum ini berani berpikir kritis terhadap Allah SWT. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Akhma
18 Juli 2020 6:25 am

~
Judul ceritanya maupun narasi awalnya cerita tentang Muslim sehingga saya terkecoh. Di akhir cerita ternyata menipu. Sungguh Al Quran bilang, kaum Isa itu penipu seperti halnya tulisan ini.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
20 Juli 2020 8:29 pm
Balasan ke  Akhma

~
Saudara Akhma,

Isa Al-Masih mengajarkan kejujuran. Pengikut Isa Al-Masih selalu berusaha untuk menyayangi Allah dan sesama. Bagaimana mungkin pengikut Isa Al-Masih menipu? Dengan demikian, asumsi dan tuduhan saudara tidak berdasar alias fitnah. Tentu saudara harus membuktikan dimana letak penipuan yang dilakukan. Menyatakan pengikut Isa Al-Masih penipu merupakan pernyataan yang tak bertanggung jawab jika tidak dibuktikan.

Artikel di atas adalah riwayat seseorang yang beralih kepada Isa Al-Masih. Tentu setiap kesaksian memiliki kisahnya sendiri. Mengapa kisah di atas dianggap sebagai penipuan? Dapatkah saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin

Balas
toto
19 Juli 2020 6:51 am

~
Siapa yang menjajah Algeria? Kaum dari agama apakah? Apa mereka tidak punya agama yang bisa meluruskan perilaku penjajahan?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
20 Juli 2020 8:33 pm
Balasan ke  toto

~
Saudara Toto,

Pertanyaan yang baik sekali. Kami menjawab pertanyaan tersebut dengan pertanyaan. Apakah penjajahan yang dilakukan atas nama agama atau atas kepentingan negara? Mengapa kepentingan negara dikaitkan dengan agama? Bukankah agama dan negara terpisah dalam perspektif barat? Jika itu terpisah, maka tidak tepat menyatukan agama dan negara. Lagi pula, Isa Al-Masih mengajarkan untuk menyayangi sesama. Artinya tindakan penjajahan tidak sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih.

Bagaimana pendapat saudara tentang pengalaman Muslim Algeria tersebut? Jika ajaran Isa Al-Masih keliru, maka mengapa Muslim Algeria percaya pada Isa Al-Masih dan meninggalkan Islam? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin

Balas
Prayogi
20 Juli 2020 12:25 am

~
To: Staff,

Isa adalah jalan kebenaran itu benar, sama halnya dengan nabi-nabi yang telah diutus sebelum dan sesudahnya juga jalan kebenaran untuk mencapai tujuan yang satu yaitu Allah SWT. Dialah tujuan kebenaran sesungguhnya dan satu-satunya. Apa perbedaan jalan dengan tujuan menurut anda? Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
20 Juli 2020 8:37 pm
Balasan ke  Prayogi

~
Saudara Prayogi,

Isa Al-Masih berfirman, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Artinya Isa Al-Masih adalah satu-satunya yang dapat membawa seseorang ke sorga dengan kata ‘jalan’. Isa Al-Masih adalah kebenaran berarti Isa Al-Masih adalah satu-satunya kebenaran. Hidup memiliki arti bahwa Isa Al-Masih yang dapat memberikan hidup.

Jika Isa Al-Masih menyatakan secara lengkap semua itu, mengapa jalan dan tujuan dibedakan? Bukankah firman Isa Al-Masih menunjukkan dan menyatukan keduanya? Mengapa harus dipisahkan? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
john
20 Juli 2020 4:00 pm

~
Sdr. Bagus,

“Kata Yesus kepadanya : Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).
– ayat itu untuk semua manusia termasuk sdr.
– Kata Aku menunjuk Yesus, dan memanggil Allah sebagai Bapa, Yesus datang dari Sorga(Yoh 6:38). Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30), Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah, hanya Yesus-Anak tunggal Allah(1 Yoh 1:18), Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada(Yoh 5:58).
– Yesus memberi hidup kekal (Yoh 17:2), Yesus memiliki hidup Kekal supaya bisa memberi hidup kekal, artinya Yesus kekekalan, tidak memiliki awal dan akhir, Dia Tuhan. Saya percaya Yesus Tuhan, karena Dia memang Tuhan sejak kekekalan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
20 Juli 2020 8:38 pm
Balasan ke  john

~
Saudara John,

Patut disyukuri bahwa Isa Al-Masih berfirman demikian. Ini menjelaskan adanya kepastian masuk sorga yang diberikan Isa Al-Masih. Selain itu, manusia mengalami ketenangan tatkala mengetahui adanya peluang untuk masuk sorga. Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Prayogi
20 Juli 2020 11:48 pm

~
To: Staff,

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Dimanakah kata sorga dalam ayat ini? Mohon pencerahannya.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
21 Juli 2020 3:09 pm
Balasan ke  Prayogi

~
Saudara Prayogi,

Memang kata ‘sorga’ tidak disebutkan dalam ayat tersebut. Tetapi dimana ada Bapa, maka di sana sorga tersebut. Bukankah Bapa adalah Allah? Jika Allah ada di sana, apa menurut saudara itu bukan sorga? Bagaimana dengan pertanyaan kami? Jika Isa Al-Masih menyatakan secara lengkap semua itu, mengapa jalan dan tujuan dibedakan? Bukankah firman Isa Al-Masih menunjukkan dan menyatukan keduanya? Mengapa harus dipisahkan? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
khairil
22 Juli 2020 5:06 pm

~
Dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa Islam membawa kesulitan dan kesusahan, dan menganggap bahwa dengan beragama Kristen hidup tidak akan jadi susah, padahal saya melihat bahwa banyak orang yang beragama Kristen juga banyak yang kesusahan dan kesulitan, lalu mana yang benar?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
23 Juli 2020 1:59 pm
Balasan ke  khairil

~
Saudara Khairil,

Menarik sekali pemikiran dan pendapat saudara di atas. Menjalani hidup bersama Isa Al-Masih jauh lebih baik dibandingkan tidak berjalan bersama Isa Al-Masih. Isa Al-Masih selalu menolong dalam kesusahan dan memberikan kedamaian serta ketenangan menjalani kehidupan. Sebab Isa Al-Masih berfirman, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:27).

Ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih memberikan pertolongan yang bersifat kebahagiaan dan kedamaian di hati walaupun mengalami kesusahan. Kami mengenal banyak pengikut Isa Al-Masih demikian. Ada yang mengalami kesedihan karena anaknya yang baru lahir meninggal, tetapi ia tetap tenang dan hatinya damai menghadapi semua itu. Bagaimana dengan Allah SWT? Apakah Allah SWT memberikan kedamaian dan kebahagiaan di hati umat Islam saat menjalani kesusahan? Mengapa?
~
Solihin

Balas
Guntur Saputra
22 Juli 2020 7:59 pm

~
Salam sejahtera,

Membaca argumen dari Muslim, memberi kesimpulan mereka sulit terbuka belajar mengenai Yesus dari sumber dengan bukti dan referensi yang sahih. Sulit menimbang dan mencerna sudut pandang yang lain. Justru muslim mempertahankan pandangan mereka mengenai Yesus dengan referensi yang lemah, hanya asumsi apalagi bukti. Nothing.

Jadi, saya yakin Islam hanya sebuah bidat di Arabia. Atau kelompok yang ingin menjadi penguasa. Islam seakan-akan sebuah kebajikan dan kesucian tapi dalam lakunya justru berkebalikan. Benarlah sabda Yesus, bahwa keselamatan sejati dalam nama-Nya harus diwartakan sampai ke ujung bumi. Tuhan memberkati staff dan setiap pengunjung.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
23 Juli 2020 2:05 pm
Balasan ke  Guntur Saputra

~
Saudara Guntur,

Memang benar bahwa hanya Isa Al-Masih yang dapat menolong hidup manusia secara konkret. Tidak ada ilah manapun di dunia ini yang mampu menandingi kemahakuasaan Isa Al-Masih. Itu sebabnya, patut disyukuri bahwa Muslim Algeria berani percaya pada Isa Al-Masih sekalipun tantangan akan ada. Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Tracy Lawalata
22 Juli 2020 10:41 pm

~
“Bagaimana menurut Saudara mengenai pernyataan bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya jalan kebenaran?”

Benar bahwa Isa Al-Masih merupakan satu-satunya jalan dan kebenaran dan hidup, karena Ia akan datang sebagai hakim yang benar yang akan menentukan apakah kita masuk surga atau neraka (tidak dapat disogok seperti hakim dunia). Bila percaya kepada-Nya, maka kita memiliki hidup yang kekal di surga. Tidak ada nama lain yang bisa memberikan jaminan keselamatan untuk hidup kekal di surga, apabila kita sendiri masih sangsi bahkan masih mendoakannya untuk masuk surga. Isa sudah bangkit dari antara orang mati dan naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi saya & saudara yang mau percaya kepada-Nya.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
23 Juli 2020 2:12 pm
Balasan ke  Tracy Lawalata

~
Saudara Tracy,

Memang benar yang disampaikan oleh saudara bahwa Isa Al-Masih adalah satu-satunya kebenaran dan kehidupan. Isa Al-Masih telah menegaskan bahwa Isa Al-Masih memberikan kedamaian kepada manusia sekalipun mengalami tantangan hidup (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:27). Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
aldy
23 Juli 2020 7:30 am

~
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS. Al-Baqarah: 120).

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
23 Juli 2020 2:16 pm
Balasan ke  aldy

~
Saudara Aldy,

Menarik sekali ayat Al-Quran yang dikutip oleh saudara. Benarkah orang Yahudi dan Nasrani tidak senang sampai banyak orang mengikuti agama mereka? Nampaknya hal itu harus dipikirkan dan ditinjau kembali. Apakah ayat itu sudah melalui kajian mendalam? Faktanya, kaum Nasrani tidak pernah memaksa siapapun untuk memeluk agama mereka. Mereka pun tidak melakukan persekusi kepada orang yang pindah agama. Banyak informasi mengenai hal ini di media. Saudara dapat memeriksanya.

Dengan demikian, apakah ayat di atas mampu dibuktikan kebenarannya? Apakah ayat tersebut telah melalui kajian mendalam atau pendapat sepihak dari nabi saudara? Mohon pencerahan.
~
Solihin

Balas
Guntur Saputra
23 Juli 2020 7:14 pm

~
Sdr. Aldy,

Ayat QS. Al-baqarah menunjukkan Muslim nampak suci dan benar, tetapi dunia sudah membuktikan yang sebaliknya. Persekusi, bom dan pembunuhan terhadap umat Kristen oleh Muslim adalah bukti yang nyata. Sekarang yang saya tanyakan ke saudara “petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”, kiranya sdr. Aldy bisa menerangkan petunjuk apakah itu? Terima kasih.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
26 Juli 2020 9:22 pm
Balasan ke  Guntur Saputra

~
Saudara Guntur,

Allah menghendaki yang baik bagi manusia. Persekusi, bom, pembunuhan, dan sebagainya tidak mencerminkan sifat Allah yang baik kepada manusia. Sebaliknya, tindakan demikian adalah tindakan jahat. Kami berharap saudara-saudara di forum ini berani memikirkan hal ini secara serius.
~
Solihin

Balas
Hamba Allah
24 Juli 2020 7:04 pm

~
Dalam ayat itu “millah” bukan maksudnya agama yang mengikuti masuk ke agama Kristen. Millah itu mengikuti metode budaya, pikiran, gaya dan lain-lain. Artikel yang kamu buat ini dan metode yang kamu buat ini, termasuk di dalam ayat itu. Ikut campur urusan dalam agama orang lain. Kalau kita mau cek Alkitab, banyak salahnya.

Allah punya janji, tapi Alkitab banyak palsu janjinya, belum bisa dibuktikan kebenarannya. Coba untuk apa mengurus agama lain? Tidak ada pekerjaan lain. Alkitab itu banyak palsunya. Kenapa kamu tidak cek sendiri? Orang Muslim tidak perlu bukti, orang kafir perlu bukti. Alkitab di muka halaman saja sudah salah, tidak perlu cari bukti lagi, buang-buang waktu saja.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
26 Juli 2020 9:24 pm
Balasan ke  Hamba Allah

~
Saudara Hamba,

Kami menghargai pendapat saudara. Sekalipun pendapat saudara masih sebatas asumsi dan tidak ada bukti. Keengganan saudara membuktikan Alkitab palsu adalah tanda bahwa saudara tidak memiliki bukti, kecuali asumsi. Pernyataan yang tidak dibuktikan adalah fitnah. Kami berharap saudara dapat membuktikan bahwa Alkitab banyak palsunya. Bagian apa saja yang palsu? Dapatkah saudara menjelaskan dengan mencantumkan dalil Alkitab? Mohon pencerahan.
~
Solihin

Balas
Tajuddin
25 Juli 2020 3:55 pm

~
Penamaan ruang dialog ini aneh bin lucu. Mengapa harus Isa dan Islam? Mengapa bukan Kristen dan Islam atau Isa dan Muhammad? Jika memulainya dengan aneh, pasti tujuannya juga aneh kalau tidak ingin disebut tidak benar.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
30 Juli 2020 7:46 pm
Balasan ke  Tajuddin

~
Saudara Tajuddin,

Memang menarik berdiskusi di forum ini, apalagi kami memberitakan Isa Al-Masih di mana Injil dan Al-Quran mencatatnya. Tentu saja diskusi di Isa dan Islam menekankan Isa Al-Masih, bukan agama. Sebab kami tidak mengedepankan agama tertentu di sini. Tetapi Islam mengenal Isa Al-Masih. Setidaknya, Al-Quran mencatat tentang Isa Al-Masih. Bukankah begitu?

Mencermati artikel di atas, maka ada sebuah peralihan dari seorang Muslim kepada Isa Al-Masih. Tentu kisah di atas menarik untuk dikaji, bukan? Pertanyaannya, mengapa Muslim tersebut meninggalkan Islam?
~
Solihin

Balas
Hamba Allah
27 Juli 2020 9:29 am

~
Cek bagian aqidah. Apa artinya beriman? Tentu anda sudah tahu. Saya beriman kepada Yesus, tapi isinya tidak yakin, kalau itu mulut dari Yesus. Sebaliknya, anda tidak percaya Muhammad itu adalah rasul, tapi anda yakin Al-Quran ini melalui mulut Muhammad. Maka tidak pantas membahas Al-Quran ini palsu atau asli.

Saya sudah bilang, saya beriman kepada Allah dan rasul-Nya, melalui para sahabat. Lewati dulu sahabat baru rasul, karena kita bukan berada di tengah-tengah rasul. Anda beriman melalui siapa? Melalui Alkitab? Alkitab melalui siapa? Semua itu ada perjalanan dan perantara, dan kita harus akui itu. Anda bisa buktikan tidak, kalau ini benar-benar ucapan Yesus? Anda bukan berada di tengah-tengah mereka.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
3 Agustus 2020 4:10 pm
Balasan ke  Hamba Allah

~
Saudara Hamba,

Menarik sekali pendapat saudara. Nampaknya saudara berbicara tentang sumber. Mari kita mendasarkan diskusi pada hal yang mendasar dari sumber Islam. Jika Al-Quran diakui sebagai kitab Allah SWT, maka apa buktinya? Pernahkah Allah SWT menjumpai dan berbicara langsung dengan nabi saudara? Siapakah saksi mata yang melihatnya? Tertulis dimanakah itu dalam Al-Quran?

Muslim dalam artikel di atas meninggalkan Islam karena telah menemukan kedamaian dalam Isa Al-Masih. Mengapa Muslim tersebut meninggalkan Islam bila Al-Quran adalah kitab Allah SWT? Mohon pencerahan.
~
Solihin

Balas
rahasia
14 Agustus 2020 10:15 pm

~
“Pernahkah Saaudara mengalami kekecewaan mendalam kepada Allah atas hal yang terjadi? Jelaskan.”

Semua orang pasti mengalami rasa kekecewaan kepada Tuhannya masing-masing karena terkena musibah ataupun hal-hal yang sangat mengecewakan hati. Dalam hati seorang tersebut: Tuhan kenapa aku mendapatkan musibah seperti padahal aku tidak ada salah apapun atau menyakiti orang lain.

Oh ya, saya ada pertanyaan tentang ini web. Ketika kamu memilih konsep agama abcd dan kamu menjalani konsep dengan baik, kamu menyadari apa yang kamu peluk dan percayai adalah paling benar. Tapi kenapa kamu suka membandingi, menyalahkan agama orang lain selagi orang tersebut melakukan kebaikan-kebaikan?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
19 Agustus 2020 7:13 am
Balasan ke  rahasia

~
Saudara Rahasia,

Kebaikan tidak sama dengan kebenaran. Web ini menjelaskan tentang kebenaran Isa Al-Masih yang banyak tidak diketahui orang, termasuk Kristen dan Islam. Bukankah membagikan kebenaran merupakan kewajiban semua orang? Itu sebabnya, kami membagikan kebenaran tentang Isa Al-Masih. Kami pun tidak sedang membicarakan atau mengedepankan agama, melainkan Isa Al-Masih.

Itu sebabnya, fokus web ini pada Allah, yaitu Isa Al-Masih. Seseorang bisa merasakan kecewa kepada Allah. Tetapi Isa Al-Masih berfirman, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28). Apakah saudara ingin mengenal Isa Al-Masih lebih lanjut?
~
Solihin

Balas
Jesus Park
16 Agustus 2020 3:31 am

~
Prayogi,
Bapa ada di surga, seperti “Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 16:17). Jadi menurut Isa, Dia adalah satu-satunya jalan, kebenaran menuju Bapa di surga. Jadi menurut Isa tidak sama menurut saudara. Saudara memilih asumsi sendiri atau memilih perkataan Isa?

Khairil,
Menjadi Kristen sejati justru membuat jasmani menderita, “kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku” (Lukas 21:12). Tapi tidak dengan jiwa, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Matius 11:29).

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
19 Agustus 2020 7:52 am
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Park,

Allah selalu memberikan yang terbaik untuk manusia, termasuk keselamatan di akhirat. Namun, manusia perlu membuat pilihan yang bijak untuk keselamatannya di akhirat sehingga ia selamat. Terima kasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Muhammad Utusan Allah
5 September 2020 9:06 am

~
Saya pernah punya teman Nasrani. Mereka suami istri dan Nasrani yang taat. Suatu hari mereka bermimpi didatangi Yesus dan berkata, “Ikutilah ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW”.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
23 September 2020 10:04 am
Balasan ke  Muhammad Utusan Allah

~
Saudara Muhammad,

Kami senang saudara memberikan informasi bahwa teman Nasrani saudara adalah Nasrani yang taat. Nasrani yang taat mengetahui rencana Allah nuzul ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari neraka. Dia adalah Isa Al-Masih yang dapat menyelamatkan manusia dari neraka. Adalah mustahil dan tidak mungkin bahwa Isa Al-Masih mendatangi dalam mimpi dan berkata agar mengikuti nabi saudara. Sebab nabi saudara adalah manusia berdosa sama seperti saudara dan kami.

Kami yakin bahwa saudara pun sedang bergulat dengan keselamatan saudara di akhirat. Apalagi saudara memiliki persoalan. Tentu dibutuhkan solusi untuk ini. Isa Al-Masih bersedia memberikan solusi untuk itu. Sebab Isa Al-Masih berfirman, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil, Rasul Besar Matius 11:28). Pertanyaannya adalah apakah saudara mau meminta pertolongan pada Isa Al-Masih? Bagaimana?
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Kisah Mukmin Mendalami Al-Quran, Menemukan Kehidupan Sejati
  • Inilah Cara Taubat Sebelum Terlambat Yang Pasti Allah Terima
  • Azab Allah Itu Pasti, Ini Cara Supaya Tidak Takut Mati
  • Kisah Seorang Anak Yatim Inspiratif Bagi Muslim dan Nasrani 
  • Kisah Menikah Beda Agama: Apakah Dampaknya bagi Wanita? 

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz