• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Benarkah Ada Peraturan Keras Hukum Pindah Agama Dari Islam?

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Murtad > Benarkah Ada Peraturan Keras Hukum Pindah Agama Dari Islam?
27 Desember 2023 | 83 Komentar

Berpindah agama adalah hal yang sangat tabu!

Banyak orang memandang negatif hal ini. Banyak yang mengatakan adalah dosa besar kepada Allah.

Kita berada dalam masyarakat yang plural. Kita hidup berdampingan dengan banyak orang dari kepercayaan berbeda. Bisa saja ada yang pindah kepercayaan.

Anda mungkin punya teman atau saudara yang pindah agama. Sebaiknya, bagaimana sikap keluarga dan lingkungan menyikapi hal ini?

Penting kita mengerti hukum pindah agama dari Islam. Agar kita memperlakukan orang lain dengan benar dan tidak menghambat ibadah mereka.

Hukum Pindah Agama dari Islam

Jika seorang beragama Islam lalu pindah kepercayaan disebut murtad. Secara bahasa, artinya adalah memalingkan, menutup, berbalik. Bisa juga berarti mundur dari agama awalnya.

Dalil Al-Quran menyatakan seseorang yang murtad maka pahalanya akan terhapus. Ia juga mendapat hukuman Allah di akhirat.

“Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya . . . maka mereka itulah yang sia-sia amalannya . . . dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:217).

Intinya, tidak ada sanksi duniawi dari manusia lain untuk orang murtad. Tidak seperti dosa mencuri atau berzinah yang ada hukuman nyata.

Melainkan Allah yang akan memberikan balasan di akhirat. Inilah hukum pindah agama dari Islam.

Hal ini memberikan klarifikasi penting. Yaitu bahwa hukuman orang murtad seharusnya bukan berasal dari keluarga atau komunitas. Melainkan setiap manusia bertanggung-jawab secara pribadi pada Allah.

Bagaimana dengan “Darah Orang Kafir Halal”?

Ulama memberikan penjelasan bahwa pada zaman dahulu konteksnya adalah peperangan.

Saat itu “murtad” bukan sekadar keluar dari agama. Melainkan juga pindah berpihak pada musuh. Sehingga bisa mendapat perlakuan yang berbeda.

Penjelasan ini mencerahkan umat. Agar kita bisa menyikapi dengan benar dinamika sosial yang terjadi.

Namun demikian, mengapa masih banyak kesalah-pahaman dalam masyarakat?

Berbagai Dalil yang Menimbulkan Kesalah-pahaman

Ada banyak dalil lain yang menyatakan berbeda. Bahwa hukum pindah agama dari Islam bisa memperlakukan orang dengan keras. Hal ini menimbulkan salah paham bagi umat yang tidak mengerti.

Mari kita lihat beberapa contohnya.

  1. Ada banyak Hadits yang menyatakan kita bisa bertindak tegas terhadap orang murtad. Hal ini menjadi pertanyaan karena tidak selalu ada penjelasan bahwa dalam konteks perang.
    “Barangsiapa mengganti agamanya (murtad), maka berlaku keraslah . . . Adapun orang yang keluar dari Islam dan masuk ke dalam agama lain kemudian menampakkannya . . . jika tidak bertaubat maka berlaku keraslah . . .” (Muwatha’ Malik 1219).
  2. Izin untuk persekusi wanita dan anak.
    “. . . beliau ditanya tentang kaum musyrikin penduduk suatu negeri yang diserbu lalu para wanita dan anak keturunan mereka terbunuh. Beliau menjawab: ‘Mereka termasuk dari golongan mereka . . . Tidak ada perlindungan (bagi mereka) . . .’” (Shahih Bukhari 2790).
    Jadi, golongan di luar Islam bisa mendapat perlakuan berbeda, bahkan walaupun termasuk kaum yang lemah. Ada tafsiran menyatakan bahwa orang yang keluar dari agamanya termasuk golongan ini.
  3. Dikisahkan Nabi Khidhr membunuh seorang anak muda. Walaupun ia sebenarnya adalah anak yang baik (Qs 18:74).
    Satu-satunya alasan adalah karena ia telah pindah agama. Sehingga Nabi Khidhr khawatir kedua orang-tua anak ini akan ikut terpengaruh.
    “Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang Mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang-tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran” (Qs 18:80).

Inilah hukum pindah agama dari Islam. Masih banyak lagi dalil yang seperti ini. Sehingga menimbulkan banyak kesalah-pahaman seperti kisah Karina berikut ini.

Kisah Perubahan Hidup yang Karina Alami

Karina besar di Indonesia Barat dalam keluarga yang sangat religius. Saat remaja ia mendapat mimpi aneh. Ia melihat seseorang berbaju putih mendatanginya.

Inilah awal Karina rindu mengetahui mengenai Isa Al-Masih. Karena itu ia memberanikan diri melihat kanal YouTube Nasrani. Ia juga sempat bertanya ke beberapa temannya. Sampai akhirnya ia menjadi pengikut Isa.

Saat mengetahui, kedua orang-tua Karina sangat marah. Mereka memukulinya dengan keras berkali-kali. Mereka meminta Karina kembali merubah kepercayaannya.

Orang-tua dan keluarga terus mengancam. Mereka menyatakan akan menyiksa sampai Karina sadar. Mereka bahkan menyatakan hukum pindah agama dari Islam adalah darah orang kafir halal.

Hal ini membuat akhirnya Karina kabur dari rumah secara terpaksa. Karena ia merasa nyawanya terancam.

Bagaimana seharusnya kita menyikapi kejadian seperti ini menurut hukum negara?

Peraturan Pemerintah Mengenai Pindah Agama

Ada aturan yang jelas mengenai agama. Yaitu tertuang dalam UUD 45 Pasal 28E.

  • Ayat 1 menyatakan: Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya.
  • Ayat 2 menyatakan: Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

Peraturan ini memberikan kebebasan setiap orang untuk memeluk kepercayaannya. Hal ini harus sesuai hati nurani dan bukan paksaan dari siapapun.

Dalam hal ini orang berhak memilih agamanya. Bahkan ia tidak perlu minta izin pada kantor urusan agama. Karena masalah ini adalah hak asasi manusia yang hakiki.

Semua organisasi kemasyarakatan berbasis agama juga sepakat. Tidak pernah ada anjuran resmi untuk persekusi orang yang keluar dari agamanya.

Karena itu kita sebagai masyarakat selalu diminta untuk bijak bersikap. Menghargai orang yang pindah agama. Dan menyerahkan keadaannya pada penghakiman Allah saja.

Hal ini supaya, tidak ada peristiwa main hakim sendiri di masyarakat. Agar seperti apa yang Karina alami, tidak terjadi kepada orang lainnya. Mari kita lihat apa yang ia temukan sehingga ia berani mengambil keputusan untuk berganti kepercayaan.

Alasan Karina Yakin Mengambil Keputusan

Sangat sulit bagi Karina untuk berpindah kepercayaan. Terlebih lagi ia sangat sedih karena harus terpisah dari keluarga dan saudara-saudaranya.

Namun Karina yakin dengan keputusannya. Karina menemukan banyak hal yang menguatkannya. Beberapa hal dasar adalah:

  1. Allah Maha Kasih.
    Ajaran Isa dalam Kitab Injil menyatakan Allah mengasihi manusia. Sehingga kita bisa beribadah kepada-Nya tanpa rasa takut.  Kita bisa datang kepadanya dengan ucapan syukur.
    “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya [Isa Al-Masih] sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (Injil, Surat 1 Yahya 4:10, TB).
  2. Allah menyelamatkan manusia.
    Karena kasih, Allah menolong manusia. Ia ingin manusia berdosa bisa mendapatkan keselamatan. Caranya adalah dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Maka Allah akan mengampuni dosa dan memberikan surga.
  3. Kita belajar hidup dalam kasih Allah.
    “Tetapi, kepada kamu yang mendengarkan kata-kata-Ku, Aku berkata: Kasihilah orang yang menyeterui kamu dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu. Mintalah berkah dari Allah untuk orang yang mengutuk kamu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu” (Injil, Lukas 6:27-28).
    Panduan ini membuat Karina kuat. Ia tidak marah atau benci kepada keluarga yang menolaknya. Malahan Karina terus mendoakan dan berusaha tetap membangun hubungan baik.

Selain itu ada peneguhan terutama. Yaitu kasih Allah membuat Karina mengalami ketenangan hati sejati. Ia merasakan damai yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Mengimani Isa dengan Teguh

Setiap orang memang memiliki hak asasi meyakini suatu kepercayaan. Kita perlu menghormati berbagai pilihan yang berbeda.

Kalau ingin mengimani Isa Al-Masih, Anda tidak harus takut atau kecewa. Melalui Isa ada pengampunan Allah dan jaminan surga. Allah juga akan menolong kita menghadapi semua tantangan.

“Berbahagialah kamu apabila karena Aku [Isa Al-masih], kamu dicaci maki, dianiaya, serta difitnah orang. Bersukaria serta bergembiralah sebab pahalamu besar di surga . . .” (Injil, Matius 5:11-12).

Mari mengimani Isa dengan teguh dan beroleh selamat!

[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Bagaimana Hukum Pindah Agama dari Islam untuk Mukmin?“ Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Janji Nabi Isa Dan Nabi Islam Kepada Pengikutnya
  2. 3 Alasan Mengapa Orang Islam Menjadi Kristen
  3. Setelah Mimpi, Imam Islam Mengikut Isa
  4. Cara Masuk Agama Islam Dan Kristen

Video:

  1. Rahmat Allah Bagi Umat Berdosa

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara, mengapa hukum pindah agama dari Islam ke agama lain sangat berat bagi Mukmin?
  2. Menurut Saudara, mengapa orang Kristen yang murtad tidak harus dihukum? Mengapa Isa mengajar untuk mengasihi dan mendoakan mereka?
  3. Pernahkah Saudara memikirkan meninggalkan agama Saudara? Mengapa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Kategori: Kepercayaan Orang Islam, Murtad

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

83 Comments
Paling lama
Terbaru
Usil
25 September 2017 3:30 pm

~
Sudahlah Nasrani: Renungkan oleh kalian. Yang dapat menyucikan, menyelamatkan, memutihkan rohani dan mengembalikan manusia kedalam fitrah itu adalah Allah melalui Iman (kepercayaan) kepada-Nya. Menghilang kemana Yesus untuk dikenal agar dapat dipercaya sebagai Allah, yang manusia hanya bisa berbahagia dapat mendengar dan menyaksikan langsung Ia berkata ” Akulah Kebenaran.…” Ia terlahir suci tanpa ayah, Ia menghidupkan orang mati dsb, untuk menjadi bukti (menurut kalian) Ia adalah Allah, kalau saat ini manusia hanya bisa percaya Ia sebagai Allah dengan mengenalnya melalui Alkitab?

Balas
staff
3 Oktober 2017 12:18 pm
Balasan ke  Usil

~
Sdr. Usil,

Terimakasih untuk komentarnya. Tetapi kami tidak sedang membahas tentang Ketuhanan Isa Al-Masih, melainkan tentang hukuman bagi orang yang meninggalkan agama. Untuk itu kami mengajak saudara memperhatikan artikel di atas dengan seksama. Bagaimana tanggapan saudara mengenai hal ini? Silahkan menjawab salah satu pertanyaan kami.

1. Menurut Saudara, mengapa orang yang meninggalkan Islam harus dihukum?
2. Menurut Saudara, mengapa orang Kristen yang murtad tidak harus dihukum? Mengapa Isa mengajar untuk mengasihi dan mendoakan mereka?
3. Pernahkah Saudara memikirkan meninggalkan agama Saudara? Mengapa?
~
Purnama

Balas
spicey
25 September 2017 3:36 pm

~
Bang Usil,

Silah ke forum ini.

https://www.isadanalquran.com/Ayat-Lainnya/muhammad-berdosa-isa-al-masih-suci

Balas
staff
3 Oktober 2017 12:29 pm
Balasan ke  spicey

~
Saudara Spicey,

Terimakasih untuk komentarnya di forum ini. Artikel di atas menjelaskan “Hukuman Bagi Orang yang meninggalkan Islam”. Jadi, pertanyaan kami adalah bagaimana pandangan saudara setelah membaca penjelasan artikel di atas? Mohnon tanggapan sdr, terimakasih.
~
Purnama

Balas
Pengikut Yesus
25 September 2017 11:03 pm

~
Yesus adalah seorang Muslim. Kristen adalah pengikut ajaran gereja.

Balas
staff
3 Oktober 2017 1:06 pm
Balasan ke  Pengikut Yesus

~
Saudara Pengikut Yesus,

Secara harafia Muslim adalah orang yang berserah diri kepada Allah. Jadi, menurut pendapat kami tidak semua yang disebut Muslim itu Islam. Seseorang yang berserah diri pada Allah tentunya akan menunjukkan sifat Allah yaitu Pengasih dan Penyayang. Nah, jika pernyataan saudara mengenai Isa Al-Masih sebagai seorang beragama Muslim/Islam tentunya tidak dapat diterima begitu saja. Mengapa? Isa Al-Masih sudah ada sekitar 6 abad sebelum agama Muslim/Islam ada. Silahkan sdr mempelajari sejarah tentang kapan Islam itu ada. Bukankah demikian sdr?

Mengacu pada artikel di atas, ajaran Isa Al-Masih dengan ajaran Islam tentang memperlakukan orang yang meninggalkan agama sangat jauh berbeda. Isa Al-Masih mengajarkan untuk mengasihi orang tersebut sedangkan Muslim mengajarkan untuk memerangi musuh Allah bahkan sampai membunuhnya. Nah, orang Kristen mengikuti apa yang diajarkan Isa (Injil, Rasul Besar Matius 5:44-45).
~
Purnama

Balas
NL
26 September 2017 12:27 am

~
Isa adalah Muslim. Pengikut Yesus = Pengikut Muhammad. Kristen adalah pengikut ajaran gereja. Buka mata hati kalian kaum Nasrani dan baca komentar yang sudah disusun oleh team kami di dalam situs yang kalian buat (Staff Isa dan Islam) pada link berikut ini (Bersambung).

Balas
staff
3 Oktober 2017 1:20 pm
Balasan ke  NL

~
Saudara NL,

Pernyataan saudara Isa sebagai Muslim sudah kami jawab di atas pada komentar sdr Pengikut, silahkan sdr membacanya.

Bila saudara memperhatikan penjelasan artikel di atas maka saudara akan temukan ajaran Isa Al-Masih sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Mengapa? Isa mengajarkan untuk mengasihi dan mendoakan orang yang meninggalkan agama. Sedangkan Islam mengajarkan untuk memusuhi dan menganiaya bahkan sampai membunuh orang yang meninggalkan agama. Pertanyaannya adalah mengapa Islam menghukum orang yang meninggalkan Islam? Berharap sdr dapat mengkaji hal ini.
~
Purnama

Balas
Isa Jesus yesus
27 September 2017 11:40 pm

~
Yesus : Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”

Balas
staff
3 Oktober 2017 1:47 pm
Balasan ke  Isa Jesus yesus

~
Saudara Isa,

Kami memahami apa yang sdr sampaikan. Tetapi hal itu adalah sebuah perumpamaan yang Isa Al-Masih sampaikan. Berharap sdr dapat membaca kisah itu secara keseluruhan. Jika tidak keberatan dapatkah sdr sampaikan kepada kami apa maksud dan hubungan dari komentar saudara dengan artikel di atas? Supaya kami tidak keliru menanggapinya. Terimakasih sdr Isa.
~
Purnama

Balas
just4x2s
29 September 2017 6:55 am

~
Islam adalah sebagian dari Jesus. Muslim setara dengan ajaran Jesus berserah diri (terjadilah kehendakmu). Sayang ajaran Islam tidak semuanya Muslim (berserah diri).

1. Jesus apa yang telah disatukan Allah tidak bisa dipisahkan manusia (Islam..?).

2. Jesus pernikahan Allah dua menjadi satu daging ( Islam..dua, tiga, empat..menjadi satu daging…poligami).

3. Bukan kamu yang memilih Aku , tetapi Aku yang memilih kamu.
a.Penentuan beriman adalah Allah…bukan manusia memaksakan suatu agama…
b. Bukan manusia yang menjaga suatu agama ( dengan kekuatan masa atau senjata tapi allah sendiri).

Balas
staff
3 Oktober 2017 2:12 pm
Balasan ke  just4x2s

~
Saudara Just4x2s,

Terimakasih untuk komentarnya dan penjelasan yang saudara sampaikan. Kami berharap pengunjung forum ini dapat memahaminya. Bila seorang Islam dapat mengkaji pengertian Muslim secara harafia, maka dia akan tahu bagaimana sebenarnya orang yang berserah diri kepada Allah, yaitu orang yang tuduk dan patuh mengikuti apa yang dikehendaki Allah di segala aspek.

Nah, artikel di atas menjelaskan bagaimana sikap pengikut Isa Al-Masih terhadap orang yang meninggalkan agama, untuk tetap dikasihi dan didoakan bukan dimusuhi. Berbeda dengan perlakuan dalam Islam, yang meninggalkan agama harus dihukum. Berharap dapat dikaji oleh pengunjung forum ini.
~
Purnama

Balas
Yoga
29 September 2017 12:35 pm

*
Orang murtad harus dibunuh? Demikianlah ketentuan Allah swt dalam menjaga keutuhan umat Islam sehingga tidak mudah bagi mereka keluar masuk agama lain dan sekaligus menunjukkan Islam agama yang tidak dapat dipermainkan sesuka hati seperti agama lain hingga terjadi perkawinan keyakinan seperti patung setengah budha setengah dewa. Ada juga gereja khusus penyembah setan, Jesus, Maria dll. Sehingga jelas siapa sesembahan mereka.

Balas
staff
3 Oktober 2017 2:51 pm
Balasan ke  Yoga

~
Saudara Yoga,

Terimakasih untuk tanggapannya. Namun, ijinkan kami bertanya kepada saudara, jika benar ketentuan Allah orang murtad dari Islam harus dibunuh, dapatkah saudara membuktikan hal itu tertulis di mana dalam Al-Quran? Bagaimana dengan sifat Allah Swt yang Pengasih dan Penyayang? Dan lagi, apakah hal ini disebut mempermainkan Islam bila orang memilih agama lain yang baginya hal itu adalah yang terbaik? Bagaimana saudara?

Kami berpendapat bahwa setiap orang adalah ciptaan Allah yang patut dikasihi. Itu sebabnya setiap orang dapat dengan bebas menilai dan memilih agama dan ajaran yang terbaik yang menjamin keselamatan kekal hidupnya. Isa Al-Masih mengatakan “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Injil, Rasul Besar Matius 5:44-45). Bukankah seharusnya demikian saudara?
~
Purnama

Balas
Usil
4 Oktober 2017 11:54 am

~
Staff Isa dan Islam 2017-10-03 20:47
[~
Saudara Isa,

Kami memahami apa yang sdr sampaikan. Tetapi hal itu adalah sebuah perumpamaan yang Isa Al-Masih sampaikan. Berharap sdr dapat membaca kisah itu secara keseluruhan. Jika tidak keberatan dapatkah sdr sampaikan kepada kami apa maksud dan hubungan dari komentar saudara dengan artikel di atas? Supaya kami tidak keliru menanggapinya.

Respons: Mana ayat Alkitab yang mendukung pernyataan saudara, kalau tidak mau dikatakan bahwa saudara berargumentasi menurut ajaran gereja, bukti saudara adalah adalah pengikut ajaran gereja!

Balas
staff
5 Oktober 2017 11:45 am
Balasan ke  Usil

~
Saudara Usil,

Isa Al-Masih mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia. “Kasihilah seorang akan yang lain.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 15:17). Ini berlaku bagi siapa saja, bahkan kepada mereka yang meninggalkan Isa. Nah, inilah yang diikuti oleh orang Kristen. Dan gereja sama sekali tidak punya peranan dalam membuat pengajaran karena pedomannya adalah Alkitab yang adalah Firman Allah. Lagi pula, mengikuti gereja sama sekali tidak dapat menjamin keselamatan karena keselamatan hanya melalui dan bergantung pada Isa Al-Masih.

Pertanyaan kami bagi saudara adalah mengapa yang meninggalkan Islam harus dihukum? Berharap dapat jelaskan. Terimakasih.
~
Purnama

Balas
NL
4 Oktober 2017 1:03 pm

~
Yesus : Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku. “Kenyataannya di dalam Alkitab: Yesus akan membunuh seterunya yang tidak mau mengakuinya sebagai raja.

Balas
staff
5 Oktober 2017 12:02 pm
Balasan ke  NL

~
Saudara NL,

Kami berharap saudara dapat membaca kisah itu secara menyeluruh dari awal hingga akhir dalam Injil, Rasul Lukas 19:11-27. Karena kisah itu adalah perumpamaan tentang seorang bangsawan yang akan dinobatkan sebagai raja bukan tentang Isa Al-Masih. Kami harap sdr tidak keliru memahaminya.

Kenyataannya dalam Alkitab Isa Al-Masih mengajarkan “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Injil, Rasul Lukas 6:27). Sepadan dengan kasihilah sesama manusia sama seperti diri sendiri. (Injil, Rasul Markus 12:31). Nah, itu sebabnya orang yang meninggalkan agama akan tetap dikasihi dan didoakan.
~
Purnama

Balas
Usil
4 Oktober 2017 10:21 pm

~
Muhammad : Keridhaan Tuhan tergantung kepada Keridhaan ibu Bapa. Beliau meletakkan ibunya pada tempat yang paling mulia dalam hubungan manusia dengan Tuhan, karena melalui rahim ibu lah Tuhan menghadirkan Ia dan manusia (dan Yesus sebagai manusia ) ke dunia. Yesus sebagai 100 persen manusia adalah anak anak durhaka.

Balas
staff
5 Oktober 2017 12:21 pm
Balasan ke  Usil

~
Saudara Usil,

Bukankah tempat yang utama itu adalah milik Allah? Seharusnya manusia harus menjadikan Allah yang paling utama daripada manusia. Benar bukan?

Isa Al-Masih mengajarkan “Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Injil, Rasul Matius 19:19). Pengikut Isa Al-Masih menghormati orang tua dan juga sesama tanpa terkecuali bagi mereka yang meninggalkan agama.

Pertanyaan kami bagi saudara adalah mengapa yang meninggalkan Islam harus dihukum? Berharap dapat jelaskan. Terimakasih.
~
Purnama

Balas
ken
5 Oktober 2017 2:04 pm

***
1. Mungkin kerena mereka berpikir bahwa agama Islam itu agama yang sempurna, jadi kalau ada yang meninggalkan agama harus dihukum kerena sudah menodai.

3. Tidak pernah. Karena saya percaya bahwa kematian Isa Al-Masih di kayu salib membawa keselamatan bagi saya dan semua orang yang percaya kepada-Nya.

Balas
staff
6 Oktober 2017 2:31 pm
Balasan ke  ken

***
Saudara Ken,

Terimakasih sudah menjawab pertanyaan kami.

1. Banyak yang mempunyai pikiran seperti yang saudara sampaikan Islam agama yang sempurna sehingga banyak orang yang takut untuk meninggalkan Islam. Namun, yang perlu dipikirkan adalah mengapa harus dihukum? Apakah orang yang meninggalkan Islam prilaku menjadi lebih buruk tidak bermoral? Dan lagi, bukankah setiap orang mempunyai kehendak untuk memilih yang terbaik. Tentu semua ini perlu dipikirkan oleh umat Islam.

2. Benar. Tujuan akhir setiap orang beragama adalah memperoleh keselamatan kekal atau sorga. Agama hanya sarana bagi manusia dapat mengenal Allah, tetapi keselamatan hanya dapat diperoleh dalam Isa Al-Masih. (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
Purnama

Balas
ken
5 Oktober 2017 2:12 pm

~
Saya sarankan buat teman-teman Muslim kalau kalian tidak mampu menjawab pertanyaan ini lebih baik kalian berikan petanyaan ini buat kiyai atau ulama biar mereka memberikan jawaban yang tepat.

Balas
staff
6 Oktober 2017 3:08 pm
Balasan ke  ken

~
Saudara Ken,

Saran saudara sangat baik. Tetapi kami berpendapat setiap orang seharusnya mempunyai usaha dan kerinduan sendiri untuk memahami dan mengenal kebenaran. Tidak bergantung dari apa kata orang lain. Karena jika seseorang mempunyai kerinduan maka Allah akan mengungkapkan kebenaran itu kepada siapa yang rindu mengenal-Nya. Berharap kaum Muslim dapat memahaminya.
~
Purnama

Balas
NL
5 Oktober 2017 2:50 pm

~
Saudara Usil,

Bukankah tempat yang utama itu adalah milik Allah? Seharusnya manusia harus menjadikan Allah yang paling utama daripada manusia. Benar bukan?

Respons: Justeru karena Ia adalah Allah, seharusnya ia bisa memberi teladan kepada manusia dan tidak mengajarkan manusia untuk durhaka kepada orang tuanya dengan berkata ” Akulah kebenaran dan hidup,tiada yg datang kepada Bapa kecuali melalui Aku ” ,padahal ia sendiri sebagai Allah didatangkan oleh Bapa yang juga Allah melalui rahim ibunya.

Balas
staff
6 Oktober 2017 3:15 pm
Balasan ke  NL

~
Saudara NL,

Isa Al-Masih sudah memberikan teladan yang terbaik. Dia mengajarkan Kebenaran, Jalan Keselamatan kehidupan kekal. Dan Isa mengajarkan untuk menghormati orang tua. “Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Injil, Rasul Matius 19:19).  Bahkan orang yang meninggalkan agama pun harus dikasihi dan didoakan (Injil, Rasul Besar Matius 5:44-45). Berharap dapat dicermati.

Pertanyaan kami adalah mengapa orang yang meninggalkan agama Islam harus dihukum? Bukankah setiap orang mempunyai kehendak bebas dalam memilih yang terbaik? Silahkan dijelaskan. Terimakasih.
~
Purnama

Balas
NL
6 Oktober 2017 3:46 pm

~
Isa Al-Masih sudah memberikan teladan yang terbaik. Dia mengajarkan Kebenaran, Jalan Keselamatan kehidupan kekal. Dan Isa mengajarkan untuk menghormati orang tua. “Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Injil, Rasul Matius 19:19).

Respons: Mengingat demikian besarnya jasa orang tua, karena melalui ia lah Allah menghadirkan manusia lahir ke dunia, tidak cukup seseorang membalas jasanya dengan perbuatan apapun, kecuali dengan meletakkan ibunya pada tempat yang paling mulia dalam hubungannya dengan Allah. Yesus sebagai Allah adalah anak durhaka dengan mengatakan bahwa tidak ada yang datang kepada Allah (Bapa) tanpa melalui Ia, Padahal Ia sebagai Allah didatangkan Allah (Bapa) melalui rahim ibunya.

Balas
staff
7 Oktober 2017 11:10 am
Balasan ke  NL

~
Saudara NL,

Tempat yang paling utama dalam hidup manusia adalah Allah, bukan manusia. Orang tua sudah seharusnya dihormati tetapi bukan menjadi penentu atas hubungan kita dengan Allah. Karena hubungan dengan Allah bergantung pada pribadi kita sendiri bukan pada orang tua. Kami kira saudara dapat membedakan hal ini. Kami tidak sedang membahas hal ini, karena topik di atas adalah tentang hukuman bagi orang yang meninggalkan Islam. Tetapi jika sdr mau silahkan kirimkan pertanyaan sdr di [email protected]. Untuk dapat melanjutkan diskusi tentang hal ini.

Oh ya, saudara belum menjawab pertanyaan kami. Mengapa orang yang meninggalkan agama Islam harus dihukum? Silahkan dijelaskan. Terimakasih.
~
Purnama

Balas
Usil
6 Oktober 2017 3:52 pm

~
Hai Staff Isa dan Islam.Mengapa kalian tidak menjawab komentar kami, padahal masih sesuai topik, dan malah menghapusnya. Karena ketahuan bahwa kalian adalah pengikut ajaran gereja ya, karena mengutip dan mengimani apa yang diajarkannya.

Balas
staff
7 Oktober 2017 11:12 am
Balasan ke  Usil

~
Saudara Usil,

Kami sangat senang dengan sdr berkomentar di forum ini, tetapi setiap komentar yang saudara sampaikan semuanya sama dan tidak sesuai dengan topik pembahasan. Dan lagi, kami sudah menjawab beberapa komentar sdr tetapi sdr tidak mencermatinya. Untuk itu kami menghapus beberapa komentar sdr, kami mohon maaf untuk ketidaknyamanan ini.

Jika saudara tidak keberatan dapatkah sdr menjawab pertanyaan kami sesuai topik artikel di atas?

1. Menurut Saudara, mengapa orang yang meninggalkan Islam harus dihukum?
2. Menurut Saudara, mengapa orang Kristen yang murtad tidak harus dihukum? Mengapa Isa mengajar untuk mengasihi dan mendoakan mereka
3. Pernahkah Saudara memikirkan meninggalkan agama Saudara? Mengapa?
~
Purnama

Balas
Usil
6 Oktober 2017 10:24 pm

~
Saudara NL, Kami berharap saudara dapat membaca kisah itu secara menyeluruh dari awal hingga akhir dalam Injil, Rasul Lukas 19 : 11- 27 , karena kisah itu adalah.…

Respons: Pendapat anda = pendapat gereja, bukti anda bukanlah pengikut Yesus melainkan pengikut gereja, karena beriman pd perkataan gereja.Yesus berkata : “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku ” Kenyataannya di dalam Alkitab: Yesus akan membunuh seterunya yang tidak mau mengakuinya sebagai rajaYesus : Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku. “Kenyataannya di dalam Alkitab: Yesus akan membunuh seterunya yang tidak mau mengakuinya sebagai raja.

Balas
staff
7 Oktober 2017 11:15 am
Balasan ke  Usil

~
Sdr Usil,

Sudah kami sampaikan bahwa kisah itu adalah sebuah perumpamaan silahkan dibaca keseluruhan supaya sdr tidak keliru memahaminya. Lagi pula, faktanya Isa Al-Masih tidak pernah membunuh ataupun berlaku kasar atau kekerasan terhadap sesama melainkan Dia mengasihi bahkan mati bagi semua orang berdosa termasuk saudara. Sifat Isa diikuti oleh pengikut-Nya hingga saat ini. Itu sebabnya orang yang meninggalkan agama tetap akan dikasihi dan didoakan.

“Ketika Ia (Isa Al-Masih) dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam,…” (Injil, Rasul 1 Petrus 2:23).

“Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” (Injil, Rasul Markus 10:19).

Kami berharap sdr fokus pada topik artikel di atas. Silahkan saudara menjawab pertanyaan kami, terimakasih.
~
Purnama

Balas
Usil
7 Oktober 2017 2:58 pm

Sdr Usil,Sudah kami sampaikan bahwa kisah itu adalah sebuah perumpamaan silahkan dibaca keseluruhan supaya sdr tidak keliru memahaminya. Lagi pula, faktanya Isa Al-Masih tidak pernah membunuh ataupun berlaku kasar atau kekerasan …Respons: Mana ayat Alkitab yg berisi pendapat kalian , kalau tidak mau dikatakan bahwa pendapat kalian adalah pendapat gereja,bukti kalian adalah pengikut ajaran gereja.Yesus berkata : “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku ” .Kenyataannya di dalam Alkitab: Yesus akan membunuh seterunya yang tidak mau mengakuinya sebagai raja.

Balas
NL
7 Oktober 2017 3:12 pm

Saudara NL,

Tempat yang paling utama dalam hidup manusia adalah Allah, bukan manusia. Orang tua sudah seharusnya dihormati tetapi bukan menjadi penentu atas hubungan kita dengan Allah.Respons: Itulah point pertanyaannya.Apa bukti Yesus adalah Allah , kalau ia mengajarkan kedurhakaan , dengan mengatakan bahwa tidak ada yang datang kepada Allah (Bapa) tanpa melalui Ia, Padahal Ia didatangkan Allah (Bapa) melalui rahim ibunya.

Balas
NL
7 Oktober 2017 10:11 pm

Keridhoan Allah tergantung keridhoan Ibu Bapa (Muhammad).Allah umat Islam adalah Allah yang benar dan Muhammad adalah manusia yang benar, karena mengajarkan manusia untuk berbakti kepada ibu bapanya, dengan menempatkannya pada tempat yang paling mulia dalam hubungan dengan Allah ,yang manusia dan Yesus tidak dapat membalas jasanya yang sangat besar dengan kebaikan apapun, kecuali dengan melakukan hal tersebut , karena melalui rahim ibu lah Allah menghadirkan manusia dan Yesus lahir ke dunia.Yesus bukanlah Allah dan manusia yang benar , karena mengajarkan kedurhakaan , dengan mengatakan “tiada yang datang kepada Allah (Bapa ) melalui Ia “,padahal sebagai Allah dan manusia,Ia didatangkan Allah (Bapa) melalui rahim ibunya.Yesus sebagai Allah dan manusia adalah anak durhaka.

Balas
NL
7 Oktober 2017 10:35 pm

Saudara NL,

Tempat yang paling utama dalam hidup manusia adalah Allah, bukan manusia. Orang tua sudah seharusnya dihormati tetapi bukan menjadi penentu atas hubungan kita dengan Allah.Respons: Itulah point pertanyaannya.A pa bukti Yesus adalah Allah dan manusia yang benar , kalau ia mengajarkan kedurhakaan kepada manusia , dengan mengatakan bahwa tidak ada yang datang kepada Allah (Bapa) tanpa melalui Ia, padahal sebagai Allah dan manusia , Ia dan manusia didatangkan Allah (Bapa) melalui rahim ibunya.

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Ustad: "Di Salib Ada Jin Kafir!" Benarkah Demikian?
  • Apakah Hukum Nikah Siri Menurut Islam adalah Ajaran Allah? 
  • Hukum Arah Kiblat: Apakah Menentukan Ibadah Muslim…
  • Mengapa, Walau Taat Hukum Halal dan Haram, Namun…
  • Penerapan Hukum Syariah dan Perdamaian: Mana yang…

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz