• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Ustad: “Di Salib Ada Jin Kafir!” Benarkah Demikian?

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Salah Paham Muslim > Ustad: “Di Salib Ada Jin Kafir!” Benarkah Demikian?
20 Januari 2020 | 37 Komentar

tiang-salib-berdiri-tegakSeorang wanita Islam bergetar setiap kali melihat salib. Ia bertanya kepada seorang ustad Sumatera yang terkenal, mengapa demikian. Jawabannya menjadi viral di Indonesia. Ustadz mengatakan: “di salib ada jin kafir, dia tinggal di dalam salib.”

Apakah betul di salib ada jin kafir? Mengapa wanita tersebut bergetar saat melihat salib?(Sampaikan pandangan Anda untuk dua pertanyaan di atas lewat email.)

Jawaban benar atas dua pertanyaan itu menolong kita mengatasi kuasa Iblis. Bukankah kita rindu menang atas alam gaib? Akhirnya, sikap kita terhadap penilaian ustad menentukan nasib kekal kita.

Ejekan dan Penolakan Terhadap Salib Secara Historis 

Orang Nasrani tidak heran atau tersinggung akan penghinaan pada salib. Secara historis sebagian besar umat manusia menolak salib, lambang utama agama Nasrani.

Misalnya kebanyakan cendikiawan mencemooh makna salib dan Injil. Orang beragama juga sering berkata, ide Isa Al-Masih tersalib sebagai satu-satunya jalan keselamatan sangat bodoh.

Para agamawan menekankan amal satu-satunya jalan masuk surga. Bila salib menjadi satu-satunya jalan keselamatan, amal tidak perlu. Mereka merasa irasional mendapat pengampunan dan kepastian masuk surga tanpa beramal.  (Lihatlah Injil, Surat 1 Korintus 1:18-25).

patung-salib-tergeletak-di-atas-kitab-injilAjaran Injil Mengenai Makna Salib 

Menurut wahyu Allah kepada Rasul Besar Paulus, “Penyaliban Isa Al-Masih adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah” (Injil, Surat 1 Korintus 1:24).

Injil Allah mengajarkan bahwa tidak seorangpun akan masuk surga karena pahala-pahala amal. Tetapi siapa yang percaya akan penyaliban Isa Al-Masih, dosa-dosanya pasti diampuni. Buat dia, sorga terjamin. Demikian salib adalah lambang hikmat rahmat dan kuasa Allah!

Apakah Wanita Bergetar Karena di Salib Ada Jin Kafir? 

Benarkah di salib ada jin kafir yang membuat orang takut melihat salib? Tidak! Yang di salib adalah Isa Al-Masih. Justru melalui Penyaliban Isa Al-Masih, Dia menghancurkan dan memusnahkan kuasa iblis! Pemusnahan kuasa Setan membuktikan bahwa salib adalah hikmat dan kuat kuasa Allah. (Injil, 1 Korintus 1:18-24, Ibrani 2:14).

Tidaklah benar ada jin kafir di salib. Salah satu strategi iblis untuk menghindari kuasa salib ialah mendorong manusia mengejeknya! Jin kafir, setan dan iblis sangat takut terhadap salib.

Salib adalah lambang kegagalan para penghuni alam gaib dalam menguasai manusia. Juga lambang pemusnahan Iblis dan semua jinnya di neraka selama-lamanya. Maka wanita di atas (yang mungkin terlibat dalam ilmu hitam) serta semua jin bergetar bila melihat salib (Injil, Rasul Besar Matius 8:29, Wahyu 20:10).

salib dan cahaya di awan, ilustrasi penjelasan kepada muslim tentang di salib ada jin kafirSebaiknya Kaum Mukmin Jangan Memandang Rendah pada Salib

Tanpa sadar, penolakan salib sekaligus menolak kasih Allah! Mereka menolak satu-satunya jalan masuk surga! Mereka belum mengerti anugerah dan rahmat Allah yang terdapat akibat penyaliban Isa Al-Masih. Orang Nasrani seyogyanya merasa kasihan pada siapa saja yang menolak penyaliban Isa.

(Mengapa ada Mukmin yang menolak salib? Kirimkan tanggapan Anda di sini.)

Kiranya Anda dapat mempertimbangkan untuk percaya pada Isa Al-Masih yang tersalib. Terimalah jalan masuk surga yang Allah sediakan lewat penyaliban-Nya.

Kalimat berikut memuat doa singkat bagi Anda: “Allah, saya percaya Isa Al-Masih tersalib untuk menanggung hukuman dosa saya. Saat ini saya menerima Dia sebagai Juruselamat saya! Amin!”

[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Ustatz: “Di Salib Ada Jin Kafir!” Benarkah Demikian?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Keselamatan dalam Al-Quran dan Injil
  2. Apakah Isa Al-Masih Benar-Benar Disalibkan?
  3. Penyaliban Isa Al-Masih Menunjukkan Kekuatan atau Kelemahan-Nya?
  4. Lempar Jumrah atau Isa yang Berkuasa Mengusir Setan?

Video:

  1. Penyaliban Isa, Kekuatan atau Kelemahan-Nya?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Anda, apakah benar di salib ada jin kafir? Jelaskanlah pandangan Anda secara singkat akan salib berdasarkan penjelasan di atas.
  2. Pernahkah Anda terganggu oleh Setan atau jin-jin? Jelaskanlah jalan Anda pakai untuk mengatasi kuasa jin-jin itu.
  3. Maukah Anda bebas dari kuasa jin? Sediakah Anda memperdalam pengertian akan Isa Al-Masih dan penyaliban-Nya supaya tahu rahasia menang atas Setan dan jin-jin? Jelaskanlah sikap Anda pada dua pertanyaan ini.

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Kepercayaan Orang Islam, Salah Paham Muslim

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

37 Comments
Paling lama
Terbaru
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ
23 Januari 2020 8:05 pm

~
1. Salib adalah eksekusi yang dilakukan oleh:
✔ kafir mesir fir’aun: Ǫs 7:123-124,Ǫs 20:71,Ǫs 26:49
✔ kafir persia koresy: Ξzrα 6:11
✔ kafir romawi: Yohαnes 19:23
yang diadopsi oleh Islam: Ǫs 5:33, HR.Ahmαd,26022,HR.Nαsα’i,3980.

2. Pernyataan ada jin dalam salib hanyalah penghinaan kepada lambang nasrani, ibarat seandainya dikatakan ada tanduk syaitan di bulan sabit di puncak masjid dan makam Ibrahim. Fitnah ustadz sumatera itu adalah ciri khas dari umat muhammad: “Ŧitnαh umαtku lebih kutαkuti dαripαdα ƒitnαh dαjjαl.” (HR.Ahmαd,22215)

sesuai dalil:
“Sumber kekuƒurαn si tαnduk syαitαn muncul dαri rumαh Aisyαh.” (HR.Ahmαd,4521)

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
25 Januari 2020 4:18 pm
Balasan ke  ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ

~
Saudara Biangkala,

Berita Isa Al-Masih disalibkan senantiasa menggetarkan, sambil mengingat bahwa hal tersebut paralel dengan nistanya manusia Adam saat berdosa lalu terusir dari hadapan kesucian Allah. Bukankah itu artinya penebusan yang setimpal dan tuntas?

Injil, Surat Roma “1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya…” Kita manusia yang hidup setelah peristiwa Isa Al-Masih layak mendengar apa saja perintah Injil. Salam
~
Jamal

Balas
Percaya
24 Januari 2020 10:07 am

~
Hikmat Allah vs Hikmat Manusia, 1 Kor 1:18-31
Manusia sering mencemooh dan menganggap kebodohan terhadap sesuatu yang sebenarnya belum dimengertinya. Hal ini terjadi pula ketika manusia mendengar berita Yesus disalib.

Oleh ketidakmengertiannya, mereka menganggap berita ini bodoh. Itulah maksudnya “Hikmat Manusia”. Bahwa Allah menyatakan karya-Nya melalui Isa Al_masih yang suci tersalib, tentu tampak sebagai bodoh bagi orang yang tidak mau menerima berita tersebut.

Bagaimana mungkin Allah menyingkapkan diri-Nya secara khusus melalui seorang manusia Ilahi? Itulah yang dimaksud Rasul Paulus, pertanyaan dari “mereka yang akan binasa” (1 Kor1:18).

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
27 Januari 2020 5:48 pm
Balasan ke  Percaya

~
Saudara Percaya,

Tepat, bahwa ada dua sumber hikmat yang berbeda, yaitu dari manusia itu sendiri dan yang lain adalah hikmat Allah. Hikmat Allah adalah kemustahilan menurut dunia. Injil, Rasul Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Hikmat Allah tersebut adalah Injil, saat perawan Maryam diberitakan akan melahirkan seorang bayi suci bukan oleh seorang laki-laki, melainkan oleh kuasa Ilahi. Dan benar, bayi Isa Al-Masih lahir. Sesuatu yang pasti mustahil.

Ali ‘Imran (Qs 3:45) “…‘Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat[195] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam,…” Semoga banyak orang ikut bergembira oleh kelahiran, kematian dan kebangkitan Isa.
~
Jamal

Balas
Percaya
26 Januari 2020 10:50 am

~
Bila kita percaya kemuliaan Allah, berita salib bukanlah kebodohan melainkan bisa dimengerti dan menjadi hikmat agung. Injil mengenai Salib seperti sebuah paradoks yang agung, dimana hal bodoh dalam pandangan manusia, dan klaim “kebodohan” sesungguhnya adalah “hikmat”. Hikmat Allah adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan manusia yang telah jatuh untuk dapat kembali ke surga.

Peristiwa di kayu salib adalah sarana Allah menyelamatkan manusia agar dapat memasuki pintu persekutuan abadi dengan Al-Masih. Kelak penghakiman Isa terakhir akan memperlihatkan siapa yang binasa dan siapa yang diselamatkan, silakan baca Injil (Roma 2:12, 2 Tesalonika 2:10, Roma 10:9.1Tesalonika 5:9).

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
27 Januari 2020 5:45 pm
Balasan ke  Percaya

~
Saudara Percaya,

Kami sependapat dengan anda. Cara manusia bukanlah cara Allah dan apa yang dibanggakan manusia yaitu perbuatan-perbuatannya sendiri justru dibenci Allah. Sebaliknya, kebaikan dan hikmat Allah dalam peristiwa penyaliban Isa Al-Masih bahkan dianggap kebodohan sampai hari ini, kecuali bagi orang-orang yang telah menyadari dirinya berdosa dan tidak layak.
~
Jamal

Balas
Aisyah
29 Januari 2020 10:26 am

~
Jawaban no 1.
Bukankah yang disalibkan adalah sahabat Isa Al-Masih yang berkhianat?
Jawaban no 2.
Ya, bahkan ada pada satu keadaan saya bisa merasakan mereka berlari. Saya berdoa dan berpasrah kepada Allah.
3.Alhamdulillaah sebenarnya saya sangat tahu bagaimana cara mengatasinya, sebab Al Quran penyempurna Kitab-kitab yang datang sebelumnya. Telah jelas didalamnya Kalam Allah, pedoman untuk manusia yang ada di bumi bahkan semesta alam.

Tetapi saya tetap ingin mempelajari lebih dalam tentang Isa Al-Masih Alaihi Salam, karena dia Adalah Nabi Allah.
Terimakasih…

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
1 Februari 2020 1:28 am
Balasan ke  Aisyah

~
Saudara Aisyah,

Agar lebih konkrit, tertulis dalam Injil, Surat Efesus 2:8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” Jadi, salib adalah cara Isa Al-Masih, kalimatullah (Firman Allah) menyerahkan nyawa yang suci dan tidak berdosa sebagai tebusan atas perbuatan manusia yang penuh dosa. Kalau boleh, tolong tunjukkan bukti tertulis bahwa ada jin atau mahluk yang sanggup menunggangi pengorbanan Isa di kayu salib.

Dalam Al Baqarah (Qs 2:34) “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah[36] kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis;..” Bukankah iblis tidak takluk kepada manusia, Adam dan keturunannya.Bukankah Isa Al-Masih bukan keturunan laki-laki manapun? Bagaimana anda menaggapi hal ini? Mohon pencerahan.
~
Jamal

Balas
JesusNotDead
30 Januari 2020 9:21 am

~
No. 1: Salib merupakan lambang Tuhan matahari. kristen dulunya pisces, lambang ikan.
No. 2: alhamdulillah setelah berwudhuk, solat kemudian berdoa, jinnya kabur. Yang sering diganggu jin adalah yang lemah semangatnya. Yang kuat iman Insya Allah dilindungi Allah.
No.3 : tiada yang lebih Esa dan untuk meminta pertolongan selain Allah yang Satu. Hanya kepadanya kami berserah dan memohon pertolongan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
6 Februari 2020 7:44 pm
Balasan ke  JesusNotDead

~
Saudara Jesus NotDead,

Karena Allah penuh rahmat, Al Quran berulang-ulang menyatakan Ia Maha Sanggup. Bukankah pembuatan bahtera oleh nabi Nuh, atau Musa memimpin umat Israel keluar dari kekuasaan FIraun adalah beberapa bukti? Peristiwa kematian dan kebangkitan Isa yang mengherankan itu juga adalah fakta sejarah bukan dongeng. Kalau boleh tahu bagaimana anda menanggapi beberapa bukti kebesaran rahmat Allah itu?

Kematian Isa disalib adalah rancangan Allah, dan Ia telah membertahu murid-murid-Nya sebelumnya. Al Quran mencatat Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat, kalau boleh tahu pendapat anda tentang ayat tersebut, apakah jin gentar kepada Dia yang adalah kalimatullah dan terkemuka di dunia dan akhirat?
~
Jamal

Balas
Percaya
30 Januari 2020 4:33 pm

~
Aisyah,
Pernyataan Isa tidak disalibkan tidak ada buktinya, anda hanya berasumsi. Faktanya, Al Quran mengakui kalau Isa telah wafat disalibkan. Isa berkata bahwa Allah mewafatkannya, (Qs 5:117) “.. dan aku sementara menjadi penjaga atas mereka selama aku di antara mereka, akan tetapi setelah Engkau mewafatkan aku…”

Dalam bahasa Arabnya “tawaffaytanī”, maka Engkaulah yang menjadi pengawas mereka dan Engkaulah Saksi atas segala sesuatu. “Tawaffaytani” tensesnya perfect verb dan past tense, sudah terjadi. Jadi berdasarkan (Qs 5:117), sesuai keterangan waktu, maka wafatnya Isa Al-Masih sudah terjadi.

Balas
Bernardi Yohanes
31 Januari 2020 10:17 am

~
Saudara Percaya,

QS. 5:117, Adakah Bukti bila Isa sudah dan adakah jasadnya? Sedangkan dalam pernyataan tersebut, bahwa Isa akan di wafatkan oleh Tuhannya pada waktunya.

Dalam QS. An-Nisa 4:157, menceritakan bahwa Isa diangkat ke langit. Tuhan telah menempatkan Isa pada tempatnya dan tidak akan diketahui oleh manusia. Karena kedudukan Isa lebih tinggi dari rasul dan Nabi. Tetapi bagi Tuhan, Isa hanyalah manusia yang diberikan mukjizat. Bahwa yang dibunuh ialah orang yang telah menghianati Isa. Apakah anda yakin bahwa Tuhan telah di bunuh? Mohon pendapatnya saudara

Balas
Percaya
3 Februari 2020 10:03 am

~
BY,
Kami melihat Al Quran hanya menolak kematian Isa dalam satu ayat, namun sebaliknya banyak ayat diantaranya justru mencatat kematian Isa, seperti Qs 5:117 Qs 3:55 ; Qs 4:159. Dan dalam Qs 19:33 kematian dan bahkan kebangkitan Isa diakui Al Quran.

Tidak dapat dibayangkan ada kematian/kebangkitan atau hidup seperti dunia terjadi lagi di Surga. Kematian Isa dalam ayat ini pastilah sebuah kematian/kebangkitan historis dalam satu rangkaian kehidupan di dunia. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” Qs 19:33. Jadi, mengapa ada yang coba meyakinan bahwa Isa Al-Masih tidak mati dibunuh lalu bangkit untuk selamanya bagi umat manusia? Apakah saudara pikir Isa hanya berkorban seperti pahlawan manusia pada umumnya?

Balas
Percaya
5 Februari 2020 4:20 pm

~
Membaca Injil sambil berharap dan berupaya memperlihatkan bahwa Yesus tidak pernah disalibkan ataupun disalibkan tetapi tidak mati dalam peristiwa penyaliban itu, tentu merupakan suatu kesalahan pembacaan yang serius. Keempat Injil kanonik (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) sepakat bahwa Yesus menderita dan disalibkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus.

Yang Menarik adalah, penyaliban Yesus bukan hanya tercantum dalam sumber lingkungan Kristen abad pertama di atas saja. Tulisan-tulisan sejarah kuno para penulis non Kristen turut juga mengkonfirmasi fakta penyaliban Yesus, seperti Tacitus (+ 56 M – 107 M), Mara Bar Serapion (+ 73 M), Flavius Josephus, Lucianus dari Samosata (+ 115 M – 200 M),Talmud Babilonia.

Balas
Bernardi Yohanes
7 Februari 2020 8:44 am

~
Pada QS 19:33 “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

“Di”lahirkan (kalimat yang sudah berlalu), pada hari aku meninggal (tidak ada kata “Di” maka kalimat tersebut adalah kalimat masa depan bahwa Isa belum mati) dan pada hari aku di bangkitkan (“Di” dalam hal ini bahwa isa “akan” meninggal di waktu yang telah ditentukan). Jika sudah wafat, adakah jasad Isa yang ditemukan?

Qs 5:117, “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu” apakah sekarang Quran mengajarkan untuk menyembah Isa?

Balas
Percaya
9 Februari 2020 1:05 pm

~
Ada ayat Al-Quran yang jelas-jelas menyatakan Yesus/Isa meninggal (QS 19:33). Kalimat dalam ayat ini diucapkan Yesus saat masih bayi dan Yesus telah menubuatkan bahwa dirinyaa akan meninggal dan akan dibangkitkan. Ayat ini memang menyulitkan, dibuktikan komentar Yusuf Ali.(The Holy Quran, Abdullah Yusuf Ali,The Holy Koran Publishing Company, halaman 774, footnote 2485.“… Kristus tdk disalibkan (iv.157), Namun mereka yang percaya bahwa dia tidak pernah meninggal harus memikirkan ulang ayat ini”.

Indikasi bahwa QS 19:33 menyatakan bahwa Yesus meninggal dan dibangkitkan terlihat dari kalimat yang sama juga digunakan di ayat sebelumnya, untuk menjelaskan tentang Yohanes Pembaptis (QS 19:15).

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
15 Februari 2020 4:27 pm
Balasan ke  Percaya

~
Saudara Percaya,

Selain faktor perbedaan periode sekitar enam abad setelah Isa, Muhammad Nabi Arab juga tidak hidup dimana para nabi sebelumnya tinggal dan hidup. Karena tidak bisa membaca dan menulis, beliau juga hidup tanpa pengetahuan memadai tentang Taurat, Zabur dan Injil, hanya sejauh mendengar cerita apa kata orang di sekitarnya.

Bukankah Islam mudah curiga, atau menuduh? Apakah dilarang menguji Al Quran dengan Injil Isa Al-Masih? Mungkinkah ini wujud besarnya keraguan atau kebingungan? Semoga teman-teman muslim di forum ini bisa membantu menjelaskan, mengapa mereka menduga Nasrani tidak menyembah Allah Yang Maha Esa?

Jamal

Balas
Percaya
10 Februari 2020 2:50 pm

~
Menurut Islam Yohanes Pembaptis telah meninggal, & dia akan dibangkitkan kemudian di hari penghakiman. Jika mengikuti logika frase bahasa jelas tidak ada perbedaan antara kalimat “pada hari aku dilahirkan, pada hari aku diwafatkan, & pada hari aku dibangkitkan” pada Yesus & Yohanes Pembaptis.

Konsekuensinya adalah Yesus telah meninggal & telah dibangkitkan. Logika ini jelas sangat cocok dengan apa yang dialami oleh Yesus di mana Yesus telah dilahirkan, telah diwafatkan saat di kayu salib & telah dibangkitkan pada hari yang ke-3 dari antara orang mati.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
12 Februari 2020 5:54 am
Balasan ke  Percaya

~
Saudara Percaya,

Saudara menyampakan perbandingan yang menarik antara Isa Al-Masih dan Yahya Pembaptis. Bila Muslim konsisten dengan pandangannnya tentang Yahya Pembaptis, maka seharusnya Muslim pun konsisten dengan kematian Isa Al-Masih. Setidaknya, Al-Quran telah menyatakan kematian Isa Al-Masih yang tidak dapat diabaikan begitu saja walaupun ada kontradiksi dalam Al-Quran.
~
Solihin

Balas
Alex
15 Februari 2020 6:59 pm

~
Seandainya dia hidup, Paulus itu muslim. Paulus benci berhala, karena itu dia tidak akan pajang simbol salib.
1.Kisah Para Rasul 17:16, Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.
2.Kisah 17:29, Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
27 Februari 2020 8:20 pm
Balasan ke  Alex

~
Saudara Alex,

Pemahaman kami ayat tersebut adalah luapan semangat Paulus, Yahudi asli, setelah mengenal dan meyakini Injil dengan benar. Pemberitaan Paulus adalah berita salib, Isa Al-Masih mati disalib. Jarak dan waktu sumber Islam dari peristiwa Injil yang sahih, Al Quran berdalih soal itu. Jadi menurut kami, anda perlu mempercayai salib itu fakta.

Apa makna salib? Di kayu salib tubuh jasmani Isa A-Masih dirusak dan mengeluarkan banyak darah yang berakhir kematiannya. Itu menggenapi kebenaran Al-Masih sebagai korban yang disembelih menurut Taurat.

“Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.” Al-Masih yang disalibkan adalah memenuhi tuntutan Taurat. Sekarang Jelaskanlah pandangan Anda secara singkat akan salib. Mohon pencerahan.
~
Jamal

Balas
john
17 Februari 2020 10:31 pm

~
Sdr. Percaya

Surah An Nisa [4]:157″… mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya,tetapi (yg mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka…” Ayat ini sama persis dengan cerita fiksi literatur abad ke-2, rekaan Basilides seorang pengajar Gnostik/bidat/sekte yang tidak percaya.

Al-Quran ditulis jauh dari lingkungan dan peristiwa Injil asli, serta masa yang lebih belakangan juga. Sulit dibantah bahwa Konsep Al Quran tentang Yesus dalam Surah 4:157 tidak berasal dari sumber cerita fiksi Basilides.

Balas
Percaya
19 Februari 2020 3:23 pm

~
Saudara John,

Bila melihat catatan sejarah bahwa, ternyata pengajaran Al-Masih tidak disalibkan dan teori penggantian sudah ada dalam khasanah bidat (sekte-sekte) yang tidak percaya. Basilides adalah seorang pengajar Gnostik di Alexandria selama masa pemerintahan kaisar Hadrian 117 M – 138 M.

Salah satu kutipannya “…maka Simon inilah yang kemudian diserupakan oleh Yesus, sehingg dia disangka sebagai Yesus, disalibkan, melalui ketidaktahuan dan kesalahan, Sementara Yesus sendiri menjadi serupa spt Simon dan berdiri, menertawakan mereka.

Karena dia tidak berbadan jasmani, dan adalah nous (pikiran) dari sang bapa anyg tidak dilahirkan….dia tidak dapat dipegang….” Memang mirip dengan yang dikutip Qs 4:157.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
29 Februari 2020 5:32 pm
Balasan ke  Percaya

~
Saudara Percaya,

Masukan anda adalah pencerahan dan sesuai sejarah Injil. Kebenaran dan fakta akan berjalan berdampingan. Kebenaran kematian Kristus disalib adalah fakta sejarah dan dibuktikan dengan adanya saksi maupun literatur pendukung pada zamannya.

Fakta-fakta bahwa adanya berbagai ajaran sesat juga benar adanya, dibuktikan dengan kumpulan literatur pada zamannya. Terimakasih.
~
Jamal

Balas
Alex
20 Februari 2020 1:44 pm

~
Terorisme tak dibenarkan Islam, tapi ada sekelompok orang menghancurkan salib dan patung di gereja. Umat Kristen ada yang marah, ada yang mengampuni, ada yang sedih dan kecewa padahal ajaran menghancurkan patung dan salib adalah ajaran Alkitab. “Tetapi beginilah kamu lakukan terhadap mereka: mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis” (Ulangan 7:5).

Di gereja banyak patung. Di Ka’bah tidak ada patung karena 1400 tahun yang lalu sudah dihancurkan 360 patung. Bukan Kristen yang menjalankan Alkitab tentang penghancuran patung berhala tapi Islam.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
21 Februari 2020 5:31 pm
Balasan ke  Alex

~
Saudara Alex,

Kami senang saudara mengutip ayat Taurat. Namun, sangat baik bila saudara membaca ayat sebelum dan sesudahnya untuk mengetahui konteksnya. Lalu, saudara pun perlu bergaul dan bertanya apa maksud adanya patung di dalam gereja. Sebab tidak semua gereja memiliki patung. Hal ini akan menolong saudara untuk tidak terburu-buru membuat kesimpulan.

Artikel di atas telah menguraikan dengan baik bahwa seorang wanita bergetar saat melihat salib. Tentu ini menjadi pertanyaan besar, bukan? Mengapa wanita tersebut bergetar hatinya saat melihat salib? Adakah wanita tersebut terpesona dengan pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin

Balas
Alex
22 Februari 2020 2:52 pm

~
Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya. Mazmur 135:15-18

Patung Yesus, simbol salib, lukisan Yesus, patung Hindu, Budha, Konghucu, adalah berhala bangsa bangsa non Yahudi. Selain Allah Israel bukan Allah yang hidup. Apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa/Tuhan/Allah yang hidup.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
26 Februari 2020 9:08 am
Balasan ke  Alex

~
Saudara Alex,

Kami senang saudara mengutip ayat tersebut. Tepat sekali bahwa ayat itu tertulis dalam kitab Mazmur. Namun, kami belum menemukan jawaban dari pertanyaan kami kepada saudara. Mengapa wanita tersebut bergetar hatinya saat melihat salib? Adakah wanita tersebut terpesona dengan pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib? Bagaimana menurut saudara? Kami menunggu jawaban saudara.
~
Solihin

Balas
Alex
26 Februari 2020 5:43 pm

~
Mungkin wanita itu sedih melihat simbol salib, atau karena jin yang ada disimbol salib. Maaf bukan menghina, karena berhala adalah tempat roh jahat. Orang Yahudi, Muslim, Saksi Yehovah tidak mau ada salib karena menurut keyakinannya salib itu berhala, bukan Allah yang hidup. Begitu menurut mereka

Balas
Percaya
28 Februari 2020 11:06 am

~
Simbol penggunaan tanda salib adalah “tradisi”. Dan tentu sebagai tradisi hal ini tidaklah mengikat. Orang Kristen boleh memakai tanda salib yang mungkin dirasanya sebagai lambang perenunangannya sebagai pengikut Kristus. Atau hanya meletakkan makna “salib” itu ke dalam pikirannya saja (Anamnesis). Lambang visual oleh orang-orang tertentu dianggap penting sebagai lambang hikmat. Namun ada juga yang tidak menggunakannya sama sekali.

Ya, tidak ada bedanya dengan lambang “bulan-bintang” di atas kubah bangunan Masjid. Sama saja dengan makna lambang yang juga digunakan oleh teman Muslim dalam “tanda ibadahnya”. Maka lambang salib pun hanyalah lambang, bukan berhala/diberhalakan. Bukan pula suatu kewajiban. Boleh pakai, boleh tidak.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
1 Maret 2020 9:28 pm
Balasan ke  Percaya

~
Saudara Percaya,

Tepat sekali yang disampaikan oleh saudara bahwa salib adalah simbol. Simbol tidak dijadikan sebagai berhala. Demikian juga rekan-rekan Muslim tidak menjadikan bulan sabit sebagai berhala. Dalam hal ini, kita mengetahui bersama bahwa simbol-simbol tersebut tidak ada unsur berhala, kecuali yang bersangkutan menjadikannya berhala. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Jason Gilead
29 Februari 2020 10:28 pm

~
Shalom,

Salib hanya merupakan simbol buat orang Nasrani dan mengingatkan kita akan penyaliban-Nya buat yang percaya dan menerima hidup kekal. Kita tidak boleh mencium salib atau menyembah padanya. Para Mukmin menghargai Batu Hajar di Mekah. Saya yakin tidak satupun mengganggap Batu Hajar adalah berhala, namun saya juga tahu para Mukmin tidak berkeberatan mencium Batu Hajar. Lagi para Mukmin juga menghargai simbol bulan dan sabit tetapi tidak mengganggap itu berhala.

Demikian, mari kita menjauhkan diri dari menyebut salib, Batu Hajar, simbol bulan dan sabit sebagai berhala. Tidak ada manfaat mendebatkan hal ini.

Jason

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
1 Maret 2020 9:35 pm
Balasan ke  Jason Gilead

~
Bapak Jason,

Saya setuju dengan Bapak bahwa memperdebatkan simbol-simbol seperti salib, bulan sabit, dan sebagainya tidak akan memberikan manfaat apapun. Alangkah lebih baik bila kita mencoba mencari tahu mengapa simbol tersebut dijadikan sebagai simbol. Misal, salib. Mengapa salib dijadikan sebagai simbol? Tentu hal ini berkenaan dengan pengorbanan Isa Al-Masih untuk menyelamatkan manusia dari neraka. Saya berharap rekan-rekan di forum ini mempelajari Isa Al-Masih secara menyeluruh dari Injil. Terima kasih.
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Benarkah Seseorang Tidak Dapat Menanggung Dosa Orang Lain?
  • Benarkah Kekayaan Tanda Cinta Allah Pada Hamba-Nya?
  • Benarkah Ada Peraturan Keras Hukum Pindah Agama Dari Islam?
  • Manfaat Zakat Fitrah: Semua Dosa Dapat Dihapus! Benarkah?
  • Benarkah Dosa Mukmin akan Diampuni Allah di Bulan Ramadhan?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz