
Kami banyak menerima pertanyaan seperti ini. Banyak teman-teman Muslim yang tidak setuju mengapa Isa dianggap Tuhan.
Karena itu mari kita melihat jawabannya. Agar kita mendapatkan pemahaman tentang mengapa Isa dianggap Tuhan.
Keyakinan Isa Adalah Manusia
Banyak orang sangat yakin Isa bukan Allah. Ia adalah nabi, namun ia tetap manusia biasa.
Hal ini terlihat dari dalil yang ada dalam Al-Quran. Contohnya tertulis bahwa jelas Allah tidak beranak. “Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan” (Qs 112:3).
Namun selain itu ada juga dalil dalam Kitab Injil. Tidak mungkin Isa dianggap Tuhan karena banyak tertulis Isa adalah “Anak Manusia.” Jelas anak manusia berarti manusia.
“Sabda Isa, ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya’” (Injil, Matius 8:20).
Ayat di atas menyatakan keteguhan Isa dalam menjalankan pelayanan-Nya sebagai manusia. Ia menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya tidak mendapat kenyamanan tempat untuk beristirahat.
Jadi karena semua hal ini banyak orang mempertanyakan mengapa Isa dianggap Tuhan. Padahal sudah ada dalil yang menyatakan sebaliknya. Mari kita lihat penjelasan untuk menjawab pandangan ini.
Anak Manusia Berarti Tuhan?
Memang benar Kitab Injil menyatakan Isa adalah anak manusia. Namun menarik untuk mengerti bahwa dalam Kitab Injil, anak manusia juga bermakna Ilahi.

Ayat ini menyatakan bahwa Isa, sebagai “Anak Manusia” adalah Tuhan. Yaitu Dia yang telah turun dari surga dan menjadi manusia.
Contoh dalil lainnya: “Karena Anak Manusia [Isa Al-Masih] akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya [Allah] dengan disertai para malaikat-Nya. Pada saat itu Ia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amalnya” (Injil, Matius 16:27).
Ayat ini lebih lagi menegaskan keilahian sang Anak Manusia. Dialah yang akan menjadi hakim adil untuk datang di akhir zaman.
Jadi istilah “Anak Manusia” dalam Kitab Injil bukan saja berbicara kemanusiaan. Namun istilah ini juga dipakai untuk menyatakan keilahian Isa Al-Masih.
Anak Manusia Juga adalah Anak Allah
Isa Al-Masih memang adalah “Anak Manusia.” Namun Ia juga disebut sebagai “Anak Allah.”
Contohnya dapat kita lihat dalam peristiwa yang sangat luar biasa. Yaitu Isa berjalan di atas air saat danau sedang badai besar.
“. . . [Isa Al-Masih] naik ke perahu, angin pun menjadi teduh. Semua orang yang ada di perahu itu sujud di hadapan Isa. Mereka berkata, ‘Sesungguhnya, Junjunganlah Al-Masih, Sang Anak yang datang dari Allah’” (Injil, Matius 14:33).
Atau pada bagian lain, Isa Al-Masih mengusir banyak roh jahat. Iapun mendapat pengakuan yang sama.
“Semua setan pun tersungkur di hadapan Isa setiap kali mereka melihat-Nya, dan kemudian mereka berteriak, ‘Engkau adalah Sang Anak yang datang dari Allah!’” (Injil, Markus 3:11).
Setelah melihat gambaran utuh ini barulah kita akan menjawab pertanyaan mengapa Isa dianggap Tuhan.
Arti Kata Anak yang Sesungguhnya
Sebenarnya ada kedalam dari istilah “anak.” Hal ini yang kadang tidak dipahami oleh banyak orang.

Makna istilah “Anak” yang sebenarnya adalah:
- “Berasal dari . . .”
Istilah “anak” menyatakan sumber. Karena anak berasal dari orang tuanya.
Isa adalah sepenuhnya manusia. Ia lahir dari proses kelahiran sebagai manusia. Isa memiliki ibu yaitu Maryam.
Namun Isa juga berasal dari Allah. Karena itu proses kelahiran Isa sangat ilahi. Ia lahir dari Ruh Allah melalui perawan Maryam (Qs 21:91).
- “Satu hakekat dengan . . .”
Anak gajah adalah gajah, anak harimau adalah harimau, anak manusia adalah manusia dan anak Allah adalah Allah. Hal ini menyatakan anak pasti satu hakekat dengan orang tuanya.
Jadi istilah, “anak Manusia dan Anak Allah” menyatakan keunikan keberadaan Isa Al-Masih. Bahwa Isa sepenuhnya adalah Allah, namun Ia juga sepenuhnya adalah manusia.
“Al-Masih adalah wujud nyata dari Allah yang tidak dapat dilihat . . . segala keilahian-Nya yang sempurna terhimpun di dalam Sang Anak yang datang daripada-Nya . . . supaya melalui Dia, segala sesuatu . . . berdamai kembali dengan diri-Nya [beroleh keselamatan]. Perdamaian itu diadakan oleh Allah melalui pencurahan darah Sang Anak yang datang daripada-Nya di kayu salib” (Injil, Surat Kolose 1:15, 19-20).
Jadi dari penjelasan ini kita melihat bahwa umat Nasrani meyakini Isa sebagai manusia dan Tuhan. Mengapakah demikian?
Mengapa Isa Dianggap Tuhan? Ini Buktinya!
Ada banyak dalil yang menyatakan keilahian Isa Al-Masih. Mari kita lihat beberapa di antaranya.
- Ramalan ratusan tahun sebelumnya.
Kitab Taurat dan para nabi meramalkan kedatangan Isa Al-Masih. Contohnya Nabi Daniel mengatakan akan datang “Anak Manusia” yang berkuasa. Hal ini menggambarkan Isa yang adalah manusia namun Ilahi.
“. . . tampak seorang seperti Anak Manusia datang dengan awan-awan langit . . . Lalu, dikaruniakan kepada-Nya kekuasaan, kemuliaan, dan Kerajaan . . .” (Taurat, Daniel 7:13-14). - Kelahiran secara Ilahi.
Umat Muslim dan Nasrani percaya bahwa Isa lahir dari seorang perawan. Tidak ada manusia lain yang lahir secara demikian.
- Kehidupan penuh mukjizat.
Kehidupan Isa menyatakan kuasa Allah. Isa membuat banyak mukjizat, bahkan membangkitkan orang mati (Qs 3:49). - Posisi di akhir zaman.
Umat Muslim dan Nasrani juga percaya bahwa hanya Isa yang nantinya akan datang kembali di akhir zaman untuk menjadi hakim adil.
Mengapa Allah Menjadi Manusia?
Melihat semua uraian di atas menjawab pertanyaan mengapa Isa dianggap Tuhan oleh umat Nasrani. Namun hal ini membawa pada pertanyaan selanjutnya. Jika benar Isa adalah Allah yang menjadi manusia, untuk apakah Ia melakukannya?
Allah menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan. Kita manusia penuh dosa. Kita tidak mungkin selamat dari perbuatan baik kita sendiri.
Isa datang membawa kebenaran Allah. Lalu Isa mati di kayu salib untuk menerima hukuman dari dosa kita.
Dengan demikian Allah menyediakan jalan selamat. Yaitu Allah menyediakan pengampunan dosa. Sehingga nantinya kita mendapatkan surga.
“Karena Anak Manusia [Isa Al-Masih] datang untuk menyelamatkan yang hilang . . . untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Matius 18:11, 20:28).
Anak Manusia Membawa Keselamatan
Jadi jelas mengapa Isa dianggap Tuhan. Karena memang benar demikian adanya. Banyak bukti meneguhkan keilahian-Nya.
Isa Al-Masih adalah Allah. Melalui-Nya kita mendapatkan ampunan dosa dan surga Allah. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Mari mengimani Isa dan mendapatkan keselamatan-Nya!
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Pernahkah Anda tahu bahwa titel “Anak Manusia” ada sinonim buat “Tuhan”? Bagaimana tanggapan Anda pada informasi ini?
- Sekarang bagaimana Anda akan menyakinkan orang yang menantang, “Yesus bukan Tuhan.”
- Mengapa pemakaian titel “Anak Manusia” membuktikan bahwa Isa mengakui diri-Nya sebagai Tuhan? Memberi tanggapan Anda.
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Apakah Isa Al-Masih Tuhan Atau Siapakah Dia?
- Para Mukmin Bantah, “Isa Tidak Pernah Berkata Dialah Tuhan!”
- Islam Betul: “Mustahil Manusia Menjadi Tuhan!”
- Mengapa Isa Disebut “Anak Allah”?
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Umat Muslim dan Nasrani percaya bahwa Isa lahir dari seorang perawan. Tidak ada manusia lain yang lahir secara demikian.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].