• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Kisah Kematian Nabi Isa Fakta Atau Hoaks? Ini Bukti Forensiknya

Isa Dan Islam > Artikel > Isa Al-Masih > Kematian Isa > Kisah Kematian Nabi Isa Fakta Atau Hoaks? Ini Bukti Forensiknya
2 April 2025 | 437 Komentar

forensik

Kemajuan ilmu pengetahuan telah mempengaruhi kehidupan manusia. Kemajuan ilmu kedokteran semakin canggih. Ada banyak alat pengobatan baru yang mampu melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.

Hal ini termasuk ilmu forensik. Ilmu ini banyak menolong para penegak hukum. Khususnya ketika harus mengautopsi jasad, pada kasus yang menyebabkan kematian.

Dalam hal ini ada seseorang ahli menyatakan, ilmu forensik membuktikan kisah kematian Nabi Isa. Menariknya banyak ulama bisa menyetujui pandangan ini.

Mengapa demikian? Mari kita lihat fakta forensik sehubungan dengan kisah kematian Nabi Isa. Agar kita mendapatkan jalan lurus ke Allah.

Ilmu Forensik Terpercaya Sahih

Kata “forensik” berasal dari bahasa Latin forensis yang berarti “dari luar.” Kata ini serumpun dengan kata forum yang berarti “tempat umum.”

Ilmu Forensik adalah ilmu untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti fisik yang ditemukan pada korban. Yaitu untuk mengambil kesimpulan peristiwa yang terjadi.

Jadi ilmu forensik membantu proses penyelidikan polisi. Hal ini dengan pengamatan menyeluruh melalui proses penerapan ilmu atau sains.

Di dalam ilmu forensik ada banyak bidang berbeda. Misalnya ilmu fisika forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu toksikologi forensik dan sebagainya.

Hasil pengamatan ilmu forensik sangat terpercaya. Sehingga bisa menjadi bukti sahih untuk memutus sebuah perkara di pengadilan.

Ulama Menerima Bukti Forensik Kisah Kematian Nabi Isa?

Ada seorang peneliti dan penulis bernama J. Warner Wallace. Ia menulis buku berjudul, “Cold – Case Christianity” (Kasus Dingin Kekristenan). Isinya menjabarkan bukti-bukti forensik yang membenarkan kisah kematian Nabi Isa.

Menariknya dalam hal ini beberapa ulama setuju dengan pendapatnya. Alasannya adalah karena mereka menyatakan ada berbagai dalil yang mendukung.

Contohnya dalam Al-Quran tertulis Isa Al-Masih memang akan mati dan dibangkitkan. Sehingga sekarang Isa berada pada sisi Allah.

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33).

Pada bagian lain dijelaskan urutan waktunya. Bahwa Isa perlu mengalami kematian, lalu kebangkitan, setelah itu baru Ia terangkat ke surga.

  • “. . . hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku . . .” (Qs 3:55).
  • “. . . dajjal akan muncul di tengah-tengah umatku . . . Lalu Allah membangkitkan Isa bin Maryam . . . Ia akan muncul dan membinasakan Dajjal . . .” (Musnad Ahmad 6268).

Mengenai cara kematian-Nya, memang kemungkinan besar adalah melalui penyaliban. Karena ini adalah hukuman umum pada zaman itu.

Jadi bagaimana sebenarnya kisah kematian Nabi Isa? Mari kita simak bagian selanjutnya.

Kisah Kematian Nabi Isa

Mari kita lihat catatan kejadian peristiwa secara lengkap. Karena Kitab Injil menuliskannya dengan mendetail. Berikut ini adalah kisah kematian Nabi Isa dalam Injil Yahya.

“Hari itu adalah hari persiapan, dan esoknya adalah hari Sabat. Mayat-mayat itu tidak boleh tinggal pada kayu salib. Maka orang Israil meminta kepada Pilatus agar kaki dari orang-orang yang tersalib itu dipatahkan, lalu mayat-mayatnya diturunkan.”

“Tetapi, ketika para prajurit itu mendekati Isa dan melihat bahwa Ia sudah meninggal, mereka tidak mematahkan kaki-Nya.”

“Meskipun begitu, salah seorang dari antara mereka menikam lambung Isa dengan tombaknya, dan seketika itu juga mengalirlah darah dan air.”

“Orang yang memberi kesaksian ini adalah orang yang menyaksikannya sendiri, dan kesaksiannya benar. Ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran, dan ia bersaksi supaya kamu percaya” (Injil, Yahya 19:31-35).

Dari kisah kematian Nabi Isa ini, pertama kita melihat Isa Al-Masih memang disalibkan. Jadi bukan orang lain yang menggantikan-Nya.

Selanjutnya ada banyak saksi mata yang melihatnya. Termasuk para saksi mata memberi kesaksian mengenai peristiwa ini.

Dan yang menaik, bukti kematian Nabi Isa adalah saat lambung-Nya tertusuk tombak. Karena terlihat air dan darah keluar dari tubuh-Nya.

Rupanya hal ini sejalan dengan fakta ilmu forensik. Mari kita lihat uraiannya.

Bukti Forensik Kisah Kematian Nabi Isa

Secara medis, orang yang terluka hingga sekarat, mengalami beberapa bentuk syok pada sistem peredaran darah. Setelah itu, kemudian baru ia meninggal. Sebab organ dan jaringan tubuhnya tidak mendapatkan aliran darah yang cukup.

Ini menyebabkan efusi perikardial (meningkatnya cairan dalam membran yang melingkupi jantung). Juga efusi pleural (meningkatnya cairan dalam membran yang melingkupi paru-paru). Posisi Isa ketika disalib adalah tegak lurus. Dan secara alami terjadi efusi dalam tubuh-Nya.

Hal ini berarti cairan dalam tubuh-Nya semakin bertambah banyak. Sehingga jika memang orang tersebut sudah meninggal, maka akan tercampur darah dan air.

Dan memang benar hal inilah yang terjadi. Semua cairan ini mengalir keluar saat terjadi tusukan. Inilah sebuah pertanda sahih bahwa Isa saat itu sudah mati.

Jadi menurut Wallace, bukti kematian Nabi Isa sangat jelas. Karena catatan Kitab Injil sesuai bukti ilmu forensik.

Mengapa Kisah Kematian Nabi Isa Penting?

Selanjutnya Kitab Injil menjelaskan mengenai siapa Isa Al-Masih. Dan juga alasan mengapa Ia harus menderita sampai mati.

Isa Al-Masih adalah pribadi Ilahi. Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Karena itu kita paham ada banyak ke-Ilahian Isa Al-Masih yang berbeda dari nabi lainnya. Contohnya Isa lahir dari seorang perawan. Ia adalah Pribadi yang suci.

Ia juga mampu membangkitkan orang mati. Dan Isa sendiri bangkit dari antara orang mati untuk menjadi Hakim akhir zaman.

Allah menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan. Karena kita manusia berdosa tidak mungkin selamat dari perbuatan baik kita sendiri.

Kita hanya dapat selamat masuk surga hanya dengan rahmat Allah. Yaitu ampunan-Nya atas semua dosa kita. Dan juga bimbingan-Nya dalam hidup kita.

Inilah yang Isa Al-Masih lakukan. Ia datang membawa kebenaran. Ia mati di kayu salib untuk menanggung hukuman untuk dosa manusia.

“Di dalam Al-Masih, kita memperoleh tebusan melalui darah-Nya, yaitu pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran kita, sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya” (Injil, Surat Efesus 1:7).

Kita bisa menerima rahmat Allah melalui Isa Al-Masih. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Kisah Kematian Nabi Isa Menyelamatkan Manusia

Memang masih banyak perdebatan seputar kematian Isa Al-Masih. Namun kita sekarang melihat bahwa bukti forensik mendukung kisah kematian Nabi Isa.

Yang terpenting adalah, pengorbanan-Nya membuka jalan selamat Allah. Sehingga kita sebagai manusia berdosa bisa mendapat surga.

“. . . Kristus [Isa Al-Masih] mempersembahkan hanya satu kurban untuk pengampunan dosa, dan kurban itu berlaku untuk selama-lamanya . . . Allah juga berkata, ‘Aku akan melupakan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan mereka.’ Jadi, dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan itu sudah diampuni . . .” (Injil, Surat Ibrani 10:12,17-18, BIS).

Maukah Anda menerima jalan selamat Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.


Lihat artikel ini dalam bentuk video


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut saudara, apakah bukti-bukti forensik di atas dapat digunakan sebagai pembenaran bahwa nabi Isa mengalami kematian?
  2. Setelah mengetahui bukti-bukti kematian Isa di atas, baik berdasarkan bukti-bukti forensik maupun kitab suci. Masihkah Anda ragu tentang kematian Isa Al-Masih? Mengapa?
  3. Menurut saudara, apakah alasan mereka yang menolak kematian Isa Al-Masih?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas.  Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih
  2. Kematian Isa Al-Masih Menurut Pakar Muslim
  3. Bukti-Bukti Kematian Isa Al-Masih Di Salib
  4. Mustahil Allah Bisa Mati!
  5. Bagaimana Allah Dapat Mati?

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara atau klik link ini. WA/SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Isa Al-Masih, Kematian Isa

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

437 Comments
Paling lama
Terbaru
ismail
3 Agustus 2015 11:43 am

~
Ingat dalam Matius 16:21-23, jelas sekali Yesus sudah meramalkan akan kematian dan kebangkitan-Nya. Lalu kata Petrus: Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu, hal itu sekali-kali tak akan menimpa Engkau”, maka apa kata Yesus: Enyahlah engkau Iblis, engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, tetapi apa yang dipikirkan manusia.

Alasan mengapa Islam mengatakan Isa tidak disalib sama seperti di ayat di atas, Islam memikirkan apa yang dipikirkan manusia. Jadi pemikiran untuk menghindari kematian Isa telah disebut Yesus sebagai usaha Iblis.

Balas
staff
3 Agustus 2015 12:34 pm
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Injil dan ilmu pengetahuan secara jelas menyatakan bahwa Isa Al-Masih mati. Oleh sebab itu, kita patut bersyukur atas nubuat Isa Al-Masih atas kematian-Nya sendiri. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
andi
3 Agustus 2015 1:32 pm

~
Tidak ada keraguan saya se-iota-pun tentang kematian Isa Al-Masih. Karena peristiwa kematian-Nya pada saat itu juga disaksikan langsung oleh banyak orang. Testimoni kematian Isa Al-Masih dari para saksi mata yang sama sekali tidak punya “kepentingan pribadi” atas peristiwa itu adalah sangat otentik, daripada apa kata seorang yang bukan saksi mata yang hidup 600 tahun kemudian, dan yang dirinya jelas-jelas punya suatu “vested interested.”

Balas
staff
3 Agustus 2015 3:02 pm
Balasan ke  andi

~
Saudara Andi,

Sangat tepat untuk percaya pada peristiwa yang memiliki banyak saksi daripada peristiwa yang sekedar klaim tanpa mampu menunjukkan saksi mata. Oleh sebab itu, kami mengajak pengunjung situs ini untuk merenungkan peristiwa kematian Isa Al-Masih.
~
Solihin

Balas
Rojaz
3 Agustus 2015 1:59 pm

~
Ketika Isa meninggal ada tiga reporter:
Rep. 1: Mengikuti ketika Isa mengajar, ditangkap, disalib, wafat, bangkit dan perjumpaan dengan para murid, dilaporkan dalam satu buku
Rep. 2: Datang ketika Isa sudah diturunkan dari salib, laporannya adalah salib tanpa Isa
Rep. 3: Datang setelah semua selesai, yang ada hanya laporan reporter 1, dibuatlah cerita palsu untuk keuntungan diri sendiri dengan tokoh Isa, Mariam, dan cerita ini adalah sebenarnya dari Alloh.

Balas
staff
3 Agustus 2015 3:05 pm
Balasan ke  Rojaz

~
Saudara Rojaz,

Berita yang patut dipercaya adalah berita yang jangka waktu dengan peristiwanya tidak terlalu jauh. Sebab saksi-saksi masih hidup dan bisa memberikan klarifikasi. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Andreas
3 Agustus 2015 2:12 pm

*****
1. Menurut saya bukti-bukti forensik di atas sangat dapat digunakan sebagai pembenaran kematian Isa Al-Masih. Karena jelas tidak ada manusia yang bisa bertahan dengan siksaan yang demikian mematikan dicambuk hingga tubuhnya seperti dibajak, dimahkotai duri, dipaku, ditusuk lambungnya hingga mati, bahkan dalam kondisi darah bercucuran diharuskan berjalan memikul salib hingga golgota.

2. Saya sama sekali tidak ragu dengan kematian Isa Al-Masih, karena di saat Isa disalib, terdapat banyak saksi yang melihat. Dan kesaksian antara kitab yang satu dan yang lain tidak bertentangan, bahkan Al-Quran pun juga mencatat kematian Isa Al-Masih.

3. Menurut saya, alasan mereka yang menolak kematian Isa Al-Masih adalah karena mereka tidak bisa menerima kebenaran, padahal apabila Al-Quran dan Alkitab diselidiki dengan benar dan keingintahuan yang sungguh manusia dapat menemukan kebenaran yang sejati.

Balas
staff
3 Agustus 2015 3:10 pm
Balasan ke  Andreas

*****
Saudara Andreas,

Bila kita memerhatikan adanya bukti dari Injil dan ilmu pengetahuan, maka tidak tepat sikap kita bila meragukan kematian Isa Al-Masih tersebut. Terimakasih untuk tiga jawaban yang saudara berikan. Semoga ini memberikan pencerahan kepada pengunjung situs ini.
~
Solihin

Balas
BOAS
3 Agustus 2015 2:56 pm

~
Bung Rojaz,

Kalau saudara punya buku sejarah hasil laporan dari ketiga reporter pada waktu itu berarti saudara bisa melakukan cek dan ricek dengan gampang. Sudah, cek saja langsung.

Balas
staff
5 Agustus 2015 7:09 am
Balasan ke  BOAS

~
Saudara Boas,

Kami kira apa yang disampaikan saudara Rojaz benar adanya. Bila hal itu diibaratkan menyusun sebuah berita, maka peran reporter amat penting. Isa Al-Masih mati di kayu salib dicatat banyak penulis, termasuk Josephus, sejarawan Yahudi. Oleh sebab itu, fakta kematian Isa Al-Masih tidak dapat dibantah. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Boni
3 Agustus 2015 5:17 pm

*****
1. Saya mengimani wafat Kristus bukan berdasar pada bukti forensik tapi dari iman dari kitab suci (Alkitab). Iman akan wafat Kristus tidak bergantung pada bukti forensik tersebut. Bukti forensik hanya referensi sekunder yang mendukung iman saya tersebut.

2. Tanpa bukti forensik pun saya mengimani wafat Kristus tersebut. Alasan lainnya seperti jawaban no 1.

3. Mereka yang menolak kematian Isa karena ketidaktahuan tentang sejarah dan hakikat keselamatan yang merupakan karya agung Allah sendiri.

Balas
staff
5 Agustus 2015 7:10 am
Balasan ke  Boni

*****
Saudara Boni,

Kami setuju dengan saudara bahwa Alkitab dengan sangat jelas dan detail mencatat peristiwa kematian Isa Al-Masih. Oleh sebab itu, peristiwa kematian Isa Al-Masih tidak diragukan. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Chimenk
3 Agustus 2015 8:41 pm

~
Masak Tuhannya disiksa sampai mati, malah senang? Bangga lagi. Kenapa Kristen senang Yesus mati?

Balas
staff
5 Agustus 2015 7:16 am
Balasan ke  Chimenk

~
Saudara Chimenk,

Tidak ada seorang pun yang senang dengan peristiwa kematian Isa Al-Masih. Namun, kematian itu justru membawa pembebasan bagi manusia. Memang Isa Al-Masih datang untuk “memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih pasti mati dengan cara yang bagaimanapun. Oleh sebab itu, setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih patut bersyukur karena Isa Al-Masih menunjukkan sifat maha kasih-Nya kepada manusia.

Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara menerima kasih Allah secara khusus perihal keselamatan di akhirat?
~
Solihin

Balas
ismail
4 Agustus 2015 12:16 am

~
Al-Quran tidak bisa mendatangkan bukti yang lebih sahih dari apa yang ditulis Alkitab. Al-Quran surah 4:157-158, hanyalah pemikiran manusia saja. Baca Matius 16:21-23, untuk memastikan lagi, wahai saudaraku yang masih Islam. Dimanakah Tuhan ketika Yesus mati? Jawab: Aku tambahkan, mati dan bangkit lagi. Kata Yesus Aku dan Bapa adalah satu, Aku di dalam Bapa (di surga) dan Bapa di dalam Aku (di dunia). Yang mati adalah tubuh kemanusiaan-Nya, tetapi Keilahian-Nya tidak. Itulah sebabnya Yesus bangkit lagi. Jangan anda pikir satu sebagai sebuah batu, bukan itu ya.

Balas
staff
5 Agustus 2015 7:35 am
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Kami setuju dengan saudara bahwa Al-Quran tidak dapat membuktikan tentang siapa yang diserupakan. Semua hanya berdasarkan persangkaan saja. Oleh sebab itu, bila ingin mengetahui kebenaran sejati, maka pelajari Injil. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Gibran
4 Agustus 2015 1:42 am

~
Staff IDI,

Logika orang Kristen bukannya sudah dimatikan oleh iman? Ilmu teknologi adalah pikiran manusia. Jadi, untuk apa masih kalian bahas jika kalian sendiri hanya memiliki slogan ‘pokoknya percaya”.
1. Tuhan memangnya bisa diketahui berdasar forensik? Seperti korban mutilasi saja.
2. Saya sangat meragukan. Bukti bahwa Yesus pernah ada, harus ada wujud. Apakah ada gambar wajah aslinya? Bisakah anda buktikan? Semasa hidup saja tidak cukup bukti, apalagi mati.
3. Karena Allah telah menjelaskan bahwa Isa diselamatkan dan diangkat ke langit. Tidak disalib!

Balas
staff
5 Agustus 2015 7:44 am
Balasan ke  Gibran

~
Saudara Gibran,

Kami setuju dengan saudara bahwa manusia diselamatkan karena percaya pada Isa Al-Masih. Tetapi soal kematian Isa Al-Masih dapat dibuktikan secara forensik. Setidaknya sejarawan mencatat tentang Isa Al-Masih. Bila saudara meragukan Isa Al-Masih pernah ada di dunia ini, maka saudara sedang meragukan Al-Quran sendiri. Hal ini sangat lucu sekali. Apakah saudara sedang meragukan kitab saudara? Meragukan kitab saudara sama dengan meragukan nabi saudara. Meragukan nabi saudara sama dengan saudara masuk neraka (Qs 4:13). Benarkah demikian?

Tetapi bila saudara meragukan Isa Al-Masih pernah ada di dunia ini, maka dengan kata lain saudara meragukan nabi saudara ada di dunia ini. Benarkah demikian? Sebab Josephus, sejarawan Yahudi berkata, “Pada masa inilah Yesus, seorang manusia bijaksana, kalau boleh disebut manusia, karena dia adalah pelaku berbagai perbuatan yang luar biasa, pengajar orang-orang yang menerima kebenaran dengan sukacita. Dia telah menarik banyak orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi. Dia adalah Kristus…” (Antiquities. xviii.33).
~
Solihin

Balas
ismail
4 Agustus 2015 1:58 am

~
To: Gibran,

Kasihan alloh, selalu dijadikan kambing hitam. Padahal itu hasil pemikiran manusia. Bagaimana alloh tahu bukan Isa kalau siapa yang disalib alloh sendiri tidak tahu? Kalau Al-Quran adalah petunjuk yang jelas dan kitab yang paling sempurna di muka bumi, mestinya mengetahui siapa yang disalib. Alloh hanya menyebutkan seseorang yang diserupakan. Siapakah seseorang itu? Alloh juga tidak tahu. Sekali lagi, alloh selalu dijadikan kambing hitam.

Balas
staff
5 Agustus 2015 7:54 am
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Ketidakmampuan Al-Quran membuktikan siapa yang disalibkan memunculkan keraguan tentang kebenaran Al-Quran itu sendiri. Berharap pengunjung situs ini berani berpikir kritis terhadap Al-Quran. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Mul
4 Agustus 2015 2:06 am

~
Setelah Yesus siuman dari pingsannya dia cepat-cepat keluar dari gua, pergi ke taman lalu menyamar sebagai penjaga taman dengan menutupi kepalanya sehingga Maria tidak mengenali Yesus (Yoh 20:16). Yesus membantah dirinya dikatakan mati: “Aku belum pergi ke Bapa/belum mati” (Yoh. 20:17).

Ketika Yesus mengucap “damai sejahtera bagi kamu” (assalamu’alaikum), maka murid-murid-Nya terkejut dan takut karena menyangka melihat hantu akibat gosip kematian Yesus. Dan Yesus berkata “hantu tidak ada daging dan tulangnya (Luk 24:36-40). Jadi, Yesus tidak mati menurut Alkitab, melainkan siuman dari pingsan.

Balas
staff
5 Agustus 2015 8:00 am
Balasan ke  Mul

~
Saudara Mul,

Kami senang saudara mengutip Injil, Rasul Besar Yohanes. Namun, kami kira kita perlu sepakat bahwa Injil, Rasul Besar Yohanes adalah firman Allah. Sehingga kita bisa menggalinya bersama-sama. Bagaimana?

Oleh sebab itu, saudara perlu membaca Injil, Rasul Besar Yohanes pasal 18 dan 19 untuk mengetahui kronologis penangkapan, sidang di hadapan Hanas, di hadapan Pilatus, dan hukuman mati untuk Isa Al-Masih. Itu pun bila saudara berani dan berani berpikir kritis terhadap Al-Quran. Tetapi kami senang karena saudara sudah membaca Injil. Mohon saudara melanjutkan kembali pembacaan tersebut. Kami berdoa semoga Isa Al-Masih datang kepada saudara.
~
Solihin

Balas
Atiqa
4 Agustus 2015 2:47 am

~
Situs IDI hanya ingin menjawab pertanyaan non Kristen mengenai, mati kok mengeluarkan air dan darah? Namun sayangnya terlalu memaksa. Justru kalian memperlihatkan kemanusiaan Yesus yang 100%. Tidak ada sifat ketuhanannya sama sekali ketika disiksa. Kalian ingin mebuktikan bahwa maksud dari manusia mengeluarkan air dari tubuhnya ketika ditusuk adalah karena ini ini itu. Begitu, ‘kan?

Yesus berkata Allah mampu menyembuhkan orang sakit, tapi kenapa menyembuhkan diri sendiri butuh waktu tiga hari? Hanya itukah bukti forensik kalian kalau Yesus benar-benar mati?

Balas
staff
5 Agustus 2015 10:28 am
Balasan ke  Atiqa

~
Saudara Atiqa,

Artikel di atas membuktikan kematian Isa Al-Masih dari Injil, Al-Quran, dan ilmu pengetahuan. Setidaknya tiga elemen ini memberikan kesaksian bahwa Isa Al-Masih benar-benar mati. Tetapi tidak mati seterusnya, sebab Dia bangkit pada hari ketiga. Ini merupakan tipologi nabi Yunus yang disampaikan sebelumnya (Injil, Rasul Besar Matius 12:39).

Oleh sebab itu, Isa Al-Masih mengosongkan diri-Nya dan menjadi manusia sehingga manusia dapat diselamatkan. Kami kira sudah sangat jelas bukti-bukti tersebut. Bagaimana dengan Al-Quran? Al-Quran tidak sanggup membuktikan siapa yang diserupakan itu. Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
ismail
4 Agustus 2015 3:09 am

~
To: Atiqa,

Kata Tuhan, rancangan-Ku bukan rancanganmu. Mengapa tiga hari? Itulah rancangan-Nya.

Balas
staff
5 Agustus 2015 10:31 am
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Kami berterimakasih untuk tanggapan saudara. Sebagaimana Isa Al-Masih menyatakan bahwa Nabi Yunus tinggal dalam perut ikan tiga hari demikian Isa Al-Masih tinggal dalam perut bumi selama tiga hari juga. Ini adalah tipologi dari Yunus. Semoga ini membantu semakin mengenal Isa Al-Masih dengan benar.
~
Solihin

Balas
tedjo
4 Agustus 2015 3:31 am

~
Lukas 24:39-40, “Lihatlah tanganku dan kakiku, aku sendirilah ini, rabalah dan lihatlah, karena roh tidak memiliki daging dan tulang. Sambil berkata, dia membentangkan tangan dan kakinya, ‘Lihatkah tanganku dan kakiku, ini aku, ada apa dengan kalian?'” Hal ini bertentangan dengan Paulus dalam kitab tulisannya 1 Korintus 15:44 bahwa tubuh yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.

Jadi manakah yang benar? Perkataan Yesus atau Paulus? Yesus membantah dia mati dan berwujud roh, tapi Paulus mengarang indah dengan berita kematian, kebangkitan rohnya untuk janji keselamatan. Semua kembali pada anda sendiri memilih yang benar atau yang sesat.

Balas
staff
5 Agustus 2015 10:43 am
Balasan ke  tedjo

~
Saudara Tedjo,

Kami senang saudara mengutip Injil, Rasul Lukas tersebut. Itu membuktikan bahwa Isa Al-Masih benar-benar mati dan bangkit. Kami berharap saudara membaca keseluruhan Injil, Surat Korintus tersebut agar mengerti konteksnya dengan benar. Kami akan mengutipnya untuk saudara. “Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.” Ini berarti tetap ada tubuh tetapi dengan tubuh yang berbeda, tidak seperti tubuh semula. Sehingga tidak ada perbedaan. Hanya cara pandang saudara saja yang belum memahaminya.
~
Solihin

Balas
BOAS
4 Agustus 2015 3:36 am

~
Bung Mul,

Tuduhan anda yang mengatakan setelah Yesus siuman maka dia cepat-cepat keluar dari kuburan dan pergi ke taman dan menyamar jadi tukang taman. Saran dari saya, please, pakai logika yang sehat walafiat.

Balas
staff
5 Agustus 2015 11:45 am
Balasan ke  BOAS

~
Saudara Boas,

Kami setuju dengan saudara untuk menggunakan logika yang benar dan sehat. Sebab tanpa berpikir demikian, maka kebenaran tidak akan terungkap. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
adhy
4 Agustus 2015 4:05 am

~
Al-Quran sama sekali tidak mengatakan bahwa Isa sudah mati. Jangan baca Qs 3:55 hanya dari terjemahan dan dipotong-potong. Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan mati di sini adalah tidur.

Balas
staff
5 Agustus 2015 11:50 am
Balasan ke  adhy

~
Saudara Adhy,

Kami akan mengutip surat tersebut agar hal ini semakin jelas. “Ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya'” (Qs 3:55).

Kata ‘akhir ajalmu’ berarti mati, bukan? Fakta ini membantah teori yang diusulkan Ibnu Katsir. Sekarang mari kita berpikir secara logis. Bila Al-Quran telah menyatakan bahwa Isa Al-Masih mati, mengapa dikatakan tidur? Kami berharap saudara dapat memikirkan hal ini.
~
Solihin

Balas
walang
4 Agustus 2015 4:11 am

~
Tuhannya orang Kristen mati disalib atau ditombak? Mungkin saja pas disalib belum mati tapi sakaratul maut, justru matinya karena setelah ditombak lambungnya. Jika dia sudah mati ketika disalib, harusnya darahnya sudah mengental ketika ditusuk. Manusia diberikan bencana alam saja sudah pasti beriman karena manusia itu sangat kecil di hadapan Tuhan. Tapi kalian malah senang jika Tuhan kalian lemah dan disiksa? Tapi diberitakan mati pun ternyata kedatangan dan kematian Yesus tidak membawa dampak apapun bagi dunia.

Balas
staff
5 Agustus 2015 3:48 pm
Balasan ke  walang

~
Saudara Walang,

Artikel di atas telah menjawab pertanyaan saudara. Silakan saudara membaca artikel di atas dengan teliti. Isa Al-Masih ditombak prajurit Roma untuk memastikan bahwa Isa Al-Masih telah mati. Lagi pula, Isa Al-Masih ditikam telah diramalkan sebelumnya, “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung” (Kitab Nabi, Zakharia 12:10).

Ini menjelaskan kepada kita bahwa Isa Al-Masih sungguh-sungguh mati. Kami berharap saudara merenungkan hal ini.
~
Solihin

Balas
adhy
4 Agustus 2015 4:19 am

~
Apabila anda meyakini bahwa Isa sudah mati, silakan saja karena itu keyakinan anda, tapi jangan menyamakan dengan Islam dengan mengambil sepotong-potong ayat Al-Quran untuk membenarkan keyakinan anda. Islam dan keyakinan anda memang berbeda, jangan dipaksakan untuk sama.

Balas
staff
5 Agustus 2015 3:58 pm
Balasan ke  adhy

~
Saudara Adhy,

Kami berterimakasih atas keluasan hati saudara untuk menghargai fakta yang terjadi perihal kematian Isa Al-Masih. Namun, kami mengutip dengan baik redaksi yang tertulis di dalamnya. Sehingga kami tidak mengaburkan arti ayat Al-Quran. Justru kami memaparkan kebenaran sesungguhnya yaitu Isa Al-Masih mati untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Oleh sebab itu, kami kira sangat baik bila saudara membaca Al-Quran dan berani berpikir kritis terhadapnya. Mengapa Al-Quran tidak menyebutkan siapakah yang diserupakan? Kami berharap saudara merenungkan hal ini.
~
Solihin

Balas
paskal
4 Agustus 2015 4:21 am

~
Seseorang yang berasal dari surga pantaslah kembali ke surga, dan seseorang yang berasal dari bumi pantaslah kembali ke bumi. Oleh sebab itu manusia dikubur di tanah sebagai tempat istirahat terakhir bagi tubuhnya dan bukan rohnya. Masalah orang Islam adalah:
1. Kenapa musti mati? Kasihan sekali Tuhan
2. Kenapa tidak ada jasadnya kalau Tuhan mati?
3. Kenapa di kayu salib?
4. Kenapa sudah mati hidup lagi?

Jawaban paling logis (karena Islam suka yang logis):
Dengan Roh Kudus yang masih di dalam daging, Tuhan tidak bisa kemana-mana, makanya lewat kematian roh Allah lepas dari daging dan Allah baru dapat pergi ke tempat Iblis untuk mengalahkannya dan menebus dosa manusia.

Balas
staff
5 Agustus 2015 10:23 pm
Balasan ke  paskal

~
Saudara Paskal,

Pendapat saudara terkesan bahwa Isa Al-Masih tidak memiliki tujuan yang sangat penting di dunia. Kami berpikir bahwa saudara menganggap tujuan Isa Al-Masih mati adalah agar bisa lepas dari daging. Kami kira tidak demikian. Sebab Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan “memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).

Oleh sebab itu, Isa Al-Masih menghendaki semua orang diselamatkan. Kami berharap saudara dapat merenungkan hal ini. Terimakasih.
~
Solihin

Balas
Gibran
4 Agustus 2015 4:38 am

~
Jawaban Kristen seakan logis padahal tidak berisi ilmu dan hanya permainan kata. Katanya Yesus dan Bapa adalah satu, yang berarti:

1. Memangnya Roh Allah lepas hanya melalui kematian? Bukannya ketika disalib Yesus berkata Tuhan, Tuhan, Tuhan kenapa kau tinggalkan aku? Itu artinya roh Allah keluar tanpa perlu kematian. Tapi di sisi lain hal tersebut meruntuhkan ayat Aku dan Bapa adalah satu.
2. Kebangkitan Yesus berarti Roh Allah kembali lagi ke bumi setelah mati? Terus keluarnya lagi harus dengan cara mati disiksa lagi begitu? Aneh anda ini.
3. Berarti Yesus disalib karena Dia terhina?
4. Sayangnya Yesus tidak mati tapi hanya pingsan.

Balas
staff
5 Agustus 2015 10:32 pm
Balasan ke  Gibran

~
Saudara Gibran,

Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan “memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Ini menjelaskan tujuan kedatangan Isa Al-Masih yang sangat esensial. Bukan untuk lepas dari tubuh. Kami kira itu tidak tepat. Kami berpendapat tidak ada yang diruntuhkan dari firman Isa Al-Masih, “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Silakan klik ini http://tinyurl.com/8abrx5t untuk berdiskusi lebih lanjut.

Bila saudara menyatakan Isa Al-Masih pingsan, maka mohon saudara membuktikannya. Tertulis dimanakah dalam Injil dan Al-Quran bahwa Isa Al-Masih pingsan? Hal ini memunculkan spekulasi baru setelah teori diserupakan tidak dapat dibuktikan. Kami menunggu jawaban saudara.
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • 3 Bukti Kuat Kebangkitan Isa Al-Masih dari Kematian!
  • Kisah Kematian Nabi Isa: Ini 4 Buktinya Isa Mati di Salib
  • Adakah Bukti-Bukti Dalam Kitab Allah Nabi Isa Adalah Tuhan?
  • 5 Dalil Isa Al-Masih Dalam Al-Quran: Nabi Atau Allah?
  • Siapakah Nabi Akhir Zaman, Muhammad Atau Isa Al-Masih?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz