Kemajuan ilmu pengetahuan telah mempengaruhi kehidupan manusia. Kemajuan ilmu kedokteran semakin canggih. Ada banyak alat pengobatan baru yang mampu melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Hal ini termasuk ilmu forensik. Ilmu ini banyak menolong para penegak hukum. Khususnya ketika harus mengautopsi jasad, pada kasus yang menyebabkan kematian.
Dalam hal ini ada seseorang ahli menyatakan, ilmu forensik membuktikan kisah kematian Nabi Isa. Menariknya banyak ulama bisa menyetujui pandangan ini.
Mengapa demikian? Mari kita lihat fakta forensik sehubungan dengan kisah kematian Nabi Isa. Agar kita mendapatkan jalan lurus ke Allah.
Ilmu Forensik Terpercaya Sahih
Kata “forensik” berasal dari bahasa Latin forensis yang berarti “dari luar.” Kata ini serumpun dengan kata forum yang berarti “tempat umum.”
Ilmu Forensik adalah ilmu untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti fisik yang ditemukan pada korban. Yaitu untuk mengambil kesimpulan peristiwa yang terjadi.
Jadi ilmu forensik membantu proses penyelidikan polisi. Hal ini dengan pengamatan menyeluruh melalui proses penerapan ilmu atau sains.
Di dalam ilmu forensik ada banyak bidang berbeda. Misalnya ilmu fisika forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu toksikologi forensik dan sebagainya.
Hasil pengamatan ilmu forensik sangat terpercaya. Sehingga bisa menjadi bukti sahih untuk memutus sebuah perkara di pengadilan.
Ulama Menerima Bukti Forensik Kisah Kematian Nabi Isa?
Ada seorang peneliti dan penulis bernama J. Warner Wallace. Ia menulis buku berjudul, “Cold – Case Christianity” (Kasus Dingin Kekristenan). Isinya menjabarkan bukti-bukti forensik yang membenarkan kisah kematian Nabi Isa.
Menariknya dalam hal ini beberapa ulama setuju dengan pendapatnya. Alasannya adalah karena mereka menyatakan ada berbagai dalil yang mendukung.
Contohnya dalam Al-Quran tertulis Isa Al-Masih memang akan mati dan dibangkitkan. Sehingga sekarang Isa berada pada sisi Allah.

Pada bagian lain dijelaskan urutan waktunya. Bahwa Isa perlu mengalami kematian, lalu kebangkitan, setelah itu baru Ia terangkat ke surga.
- “. . . hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku . . .” (Qs 3:55).
- “. . . dajjal akan muncul di tengah-tengah umatku . . . Lalu Allah membangkitkan Isa bin Maryam . . . Ia akan muncul dan membinasakan Dajjal . . .” (Musnad Ahmad 6268).
Mengenai cara kematian-Nya, memang kemungkinan besar adalah melalui penyaliban. Karena ini adalah hukuman umum pada zaman itu.
Jadi bagaimana sebenarnya kisah kematian Nabi Isa? Mari kita simak bagian selanjutnya.
Kisah Kematian Nabi Isa
Mari kita lihat catatan kejadian peristiwa secara lengkap. Karena Kitab Injil menuliskannya dengan mendetail. Berikut ini adalah kisah kematian Nabi Isa dalam Injil Yahya.
“Hari itu adalah hari persiapan, dan esoknya adalah hari Sabat. Mayat-mayat itu tidak boleh tinggal pada kayu salib. Maka orang Israil meminta kepada Pilatus agar kaki dari orang-orang yang tersalib itu dipatahkan, lalu mayat-mayatnya diturunkan.”
“Tetapi, ketika para prajurit itu mendekati Isa dan melihat bahwa Ia sudah meninggal, mereka tidak mematahkan kaki-Nya.”
“Meskipun begitu, salah seorang dari antara mereka menikam lambung Isa dengan tombaknya, dan seketika itu juga mengalirlah darah dan air.”

Dari kisah kematian Nabi Isa ini, pertama kita melihat Isa Al-Masih memang disalibkan. Jadi bukan orang lain yang menggantikan-Nya.
Selanjutnya ada banyak saksi mata yang melihatnya. Termasuk para saksi mata memberi kesaksian mengenai peristiwa ini.
Dan yang menaik, bukti kematian Nabi Isa adalah saat lambung-Nya tertusuk tombak. Karena terlihat air dan darah keluar dari tubuh-Nya.
Rupanya hal ini sejalan dengan fakta ilmu forensik. Mari kita lihat uraiannya.
Bukti Forensik Kisah Kematian Nabi Isa
Secara medis, orang yang terluka hingga sekarat, mengalami beberapa bentuk syok pada sistem peredaran darah. Setelah itu, kemudian baru ia meninggal. Sebab organ dan jaringan tubuhnya tidak mendapatkan aliran darah yang cukup.
Ini menyebabkan efusi perikardial (meningkatnya cairan dalam membran yang melingkupi jantung). Juga efusi pleural (meningkatnya cairan dalam membran yang melingkupi paru-paru). Posisi Isa ketika disalib adalah tegak lurus. Dan secara alami terjadi efusi dalam tubuh-Nya.
Hal ini berarti cairan dalam tubuh-Nya semakin bertambah banyak. Sehingga jika memang orang tersebut sudah meninggal, maka akan tercampur darah dan air.
Dan memang benar hal inilah yang terjadi. Semua cairan ini mengalir keluar saat terjadi tusukan. Inilah sebuah pertanda sahih bahwa Isa saat itu sudah mati.
Jadi menurut Wallace, bukti kematian Nabi Isa sangat jelas. Karena catatan Kitab Injil sesuai bukti ilmu forensik.
Mengapa Kisah Kematian Nabi Isa Penting?
Selanjutnya Kitab Injil menjelaskan mengenai siapa Isa Al-Masih. Dan juga alasan mengapa Ia harus menderita sampai mati.
Isa Al-Masih adalah pribadi Ilahi. Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.
Karena itu kita paham ada banyak ke-Ilahian Isa Al-Masih yang berbeda dari nabi lainnya. Contohnya Isa lahir dari seorang perawan. Ia adalah Pribadi yang suci.
Ia juga mampu membangkitkan orang mati. Dan Isa sendiri bangkit dari antara orang mati untuk menjadi Hakim akhir zaman.
Allah menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan. Karena kita manusia berdosa tidak mungkin selamat dari perbuatan baik kita sendiri.

Inilah yang Isa Al-Masih lakukan. Ia datang membawa kebenaran. Ia mati di kayu salib untuk menanggung hukuman untuk dosa manusia.
“Di dalam Al-Masih, kita memperoleh tebusan melalui darah-Nya, yaitu pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran kita, sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya” (Injil, Surat Efesus 1:7).
Kita bisa menerima rahmat Allah melalui Isa Al-Masih. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Kisah Kematian Nabi Isa Menyelamatkan Manusia
Memang masih banyak perdebatan seputar kematian Isa Al-Masih. Namun kita sekarang melihat bahwa bukti forensik mendukung kisah kematian Nabi Isa.
Yang terpenting adalah, pengorbanan-Nya membuka jalan selamat Allah. Sehingga kita sebagai manusia berdosa bisa mendapat surga.
“. . . Kristus [Isa Al-Masih] mempersembahkan hanya satu kurban untuk pengampunan dosa, dan kurban itu berlaku untuk selama-lamanya . . . Allah juga berkata, ‘Aku akan melupakan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan mereka.’ Jadi, dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan itu sudah diampuni . . .” (Injil, Surat Ibrani 10:12,17-18, BIS).
Maukah Anda menerima jalan selamat Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut saudara, apakah bukti-bukti forensik di atas dapat digunakan sebagai pembenaran bahwa nabi Isa mengalami kematian?
- Setelah mengetahui bukti-bukti kematian Isa di atas, baik berdasarkan bukti-bukti forensik maupun kitab suci. Masihkah Anda ragu tentang kematian Isa Al-Masih? Mengapa?
- Menurut saudara, apakah alasan mereka yang menolak kematian Isa Al-Masih?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih
- Kematian Isa Al-Masih Menurut Pakar Muslim
- Bukti-Bukti Kematian Isa Al-Masih Di Salib
- Mustahil Allah Bisa Mati!
- Bagaimana Allah Dapat Mati?
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].