
Waktu kecil saya pernah terpikir: “Saya tidak mau berqurban. Apakah boleh?”
Saat itu saya dimarahi olah orang tua. Saya diberi pengertian singkat bahwa ini adalah perintah agama. Kita perlu lakukan walau belum paham.
Sejak saat itu saya berusaha taat menjalankan perintah agama. Walaupun demikian, sampai dewasa, tetap ada pertanyaan dalam benak saya. “Apakah makna qurban Idul Adha? Mengapa kita tetap perlu melakukan qurban binatang?”
Ada waktu pencarian untuk menemukan jawaban makna qurban Idul Adha. Mari kita lihat pencarian saya akan kebenaran. Agar kita memahami makna sebenarnya dan memperoleh ridha Allah.
Makna Qurban Idul Adha
Saya memahami ada beberapa makna qurban Idul Adha. Pertama, dasarnya memang adalah perintah agama. Sehingga umat perlu takwa untuk menjalankannya.
Selanjutnya praktek qurban bisa berguna di masyarakat. Yaitu menjadi waktu berbagi dan beramal. Kita memberikan berkah bagi orang yang kurang mampu.
Dan yang terutama harapan pengampunan dosa. Jadi Idul Adha adalah salah satu ibadah wajib terpenting. Karena Allah sangat menyukainya. Dan hasil terutama yang diharapkan adalah penutupan dosa kita.
“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain dari pada mengucurkan darah (hewan kurban) . . . Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban” (Sunan Tirmidzi 1413).
Latar Belakang Qurban Idul Adha
Mengetahui hal ini membuat saya sangat bersemangat. Saya ingin bisa mengerti lebih baik. Karena tentu saya ingin mendapatkan ampunan-Nya.
Rupanya makna qurban Idul Adha bermula dari kisah Nabi Ibrahim. Allah pernah memintanya untuk mempersembahkan anaknya (Sunan Ibnu Majah 3118).
Ketaatan Nabi Ibrahim menjadi inspirasi. Kita perlu mentaati Allah, walau harus dengan qurban.
Kemudian Allah mengganti anak Nabi Ibrahim dengan hewan sembelihan. Sehingga hal ini menjadi contoh sampai sekarang.
Makna Binatang Pada Qurban Idul Adha

Keadaan ini digambarkan seperti binatang. “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam . . . manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (Qs 7:179).
Jadi manusia berdosa diumpamakan sebagai binatang. Kita sesat dan tidak bermoral.
Sehingga seharusnya kita yang menjadi qurban. Karena dosa kita sangat banyak.
Makna qurban Idul Adha mengingatkan bahwa hasil dosa adalah kematian. Dosa menjauhkan kita dari Allah.
Qurban Idul Adha Saat Ini
Selanjutnya, cara ibadah ini tetap berlaku sampai zaman modern. Hal ini karena ibadah ini dipandang sebagai syariat. Jadi bukan sekadar tradisi.
Dalam Islam qurban adalah ibadah ta‘abbudi. Yaitu ibadah yang bentuknya sudah ditetapkan secara spesifik.
Contoh lain adalah cara shalat, ibadah haji dan puasa. Demikian juga cara qurban Idul Adha tidak berubah oleh perkembangan zaman.
Mengetahui semua hal ini pada awalnya menenangkan saya. Karena merasa mendapat semua jawaban dari pertanyaan saya.
Namun kemudian, saya menemukan hal lain. Inilah yang membuat saya sangat gelisah.
Makna Qurban Idul Adha: Tantangan
Satu saat saya menemukan ayat yang menarik. Menyatakan bahwa Nabi Ibrahim berdoa, berharap mendapat ampunan Allah.
“Dan yang amat kuinginkan (Allah) akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat . . . dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh” (Qs 26:82-83).
Pengorbanan Nabi Ibrahim adalah inspirasi qurban Idul Adha. Ketaatannya kepada Allah telah terbukti. Ia bahkan rela menyerahkan anaknya sendiri.
Namun kemudian, ia tetap memohon pengampunan dosa. Bukankah seharusnya ia sudah yakin akan ampunan Allah?
Inilah yang membuat saya gelisah. Jika Nabi Ibrahim saja belum pasti mendapatkan ampunan-Nya, apalagi saya.
Terlebih lagi rupanya qurban kita terbatas. “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya . . .” (Qs 22:37).

Namun hal ini lebih berat lagi. Karena saya sadar banyak dosa. Saya tidak mampu memenuhi semua perintah-Nya.
Makna qurban Idul Adha terutama adalah untuk ampunan dosa. Namun rupanya tidak ada kepastian juga dalam hal ini.
Ada Satu Qurban Kekal
Satu saat saya berdiskusi dengan teman Nasrani. Saya menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim adalah nabi besar. Ia terhormat pada agama-agama Samawi. Termasuk dalam agama Nasrani.
Karena itu saya berkata: “Kami sangat menghormati Nabi Ibrahim. Kami mencontoh ibadah dan qurbannya. Mengapa kalian tidak melakukannya?”
Jawaban teman saya sangat mengejutkan. Ia berkata, bahwa memang benar dahulu ada qurban hewan. Namun sekarang tidak lagi diperlukan.
Hal ini karena ibadah itu bersifat perlambang bahwa manusia berdosa. Dan kita semua membutuhkan qurban untuk menebus kita dari dosa.
Namun pasti darah hewan terbatas. Tidak akan mampu menutup dosa kita. Sedangkan selama hidup kita terus berbuat dosa.
Sehingga kita memerlukan penebusan yang lebih baik. Itulah Isa Al-Masih.
“. . . [Qurban Nabi Ibrahim adalah] bayangan dari hal-hal baik yang akan datang . . . karena memang mustahil darah lembu-lembu jantan dan kambing-kambing jantan dapat menghapuskan dosa manusia . . . Oleh kehendak-Nya itulah kita telah disucikan melalui persembahan tubuh Al-Masih, sekali untuk selama-lamanya . . . Jika pengampunan itu sudah sedemikian rupa, maka tidak perlu lagi persembahan karena dosa” (Injil, Surat Ibrani 10:1, 4, 10, 18).
Qurban Sejati Penebus Dosa
Saya jelas menolaknya. Saya berkata kepercayaan kita berbeda. Isa menurut kami hanyalah Nabi. Dia bukanlah Allah.
Teman saya menyatakan bahwa ia mengimani Isa sebagai Allah yang menjadi manusia. Isa adalah perwujudan Kalimatullah.
Isa Al-Masih adalah satu-satunya pribadi suci (Qs 19:19). Hal ini jelas menyatakan Ia ilahi. Karena tidak ada manusia suci.
Isa datang membawa kebenaran Allah. Kemudian Ia mati di kayu salib sebagai qurban Allah. Inilah qurban yang mampu menghapus dosa.
Jadi Isa Al-Masih adalah qurban sejati. Melalui-Nya makna qurban Idul Adha terpenuhi. Yaitu kita memperoleh ampunan Allah.
“Lagi pula, yang dibawa-Nya [Isa Al-Masih] bukanlah darah kambing-kambing jantan dan darah anak-anak lembu, melainkan darah-Nya sendiri . . . [untuk] mendapatkan penebusan yang kekal . . . darah Al-Masih . . . akan menyucikan batiniah kita dari semua perbuatan yang sia-sia supaya kita dapat beribadah kepada Allah, Tuhan yang hidup itu” (Injil, Surat Ibrani 9:12,14).
Dengan demikian, melalui Isa, manusia mendapat kepastian surga. Cara memperolehnya dengan kita mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Qurban Allah Jaminan Selamat
Ada waktu cukup lama untuk saya memikirkan ini. Awalnya saya marah dan menolaknya.
Namun kemudian, perlahan saya mulai merenungkan. Memang benar manusia tidak akan mampu selamat dari diri sendiri. Amal dan qurban kita tidak akan mampu menutup dosa.
Akhirnya saya memutuskan antuk mengimani dan menjadi pengikut Isa. Saat melakukannya, ada kedamaian hati yang luar biasa. Saya yakin dosa saya dibersihkan.

Memang kita bisa mencari makna qurban Idul Adha. Namun hal ini sudah terpenuhi dalam pengorbanan Isa Al-Masih.
Jika Anda seperti saya dahulu, mari jangan langsung menolak-Nya. Mari ambil waktu merenungkan dan mempelajarinya.
Kita akan mendapatkan ampunan Allah dan jaminan surga. Kita memperolehnya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana Makna Qurban Idul Adha dalam hidup Saudara?
- Bagaimana pandangan Saudara mengenai pengurbanan Isa Al-Masih sebagai Kurban penghapus dosa umat manusia?
- Apakah kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih memberi kesan yang mendalam kepada Saudara? Jelaskan alasannya!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Apakah Makna Qurban Idul Adha Bagi Umat Islam? ” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Rahasia Ilahi Qurban Idul Adha
- Maksud Dari Hari Raya Qurban Idul Adha
- Tujuan Idul Adha, Anak Ibrahim Ditebus dan Keselamatan
- Pandangan Al-Quran Tentang Kematian Isa Al-Masih
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].