• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Bagaimana Umat Islam Dapat Mengimani Kitab Allah Sebelumnya?

Isa Dan Islam > Artikel > Alkitab > Muslim Terhadap Alkitab > Bagaimana Umat Islam Dapat Mengimani Kitab Allah Sebelumnya?
2 April 2012 | 269 Komentar

alkitab-yang-dibaca-dengan-kaca-pembesar sebagai ilustrasi bahw amuslim harus mengimani kitab sebelumnyaOrang Muslim sering membuat klaim bahwa Alkitab tidak dapat diandalkan. Mereka mengatakan, manusia telah merubah Alkitab selama waktu yang telah berjalan. Namun mereka tidak dapat membuktikannya. Mengapa?  Karena memang tidak ada bukti bahwa Alkitab benar telah dirubah. Teks Alkitab dapat dilacak hampir ribuan tahun. Lalu, bagaimana agar umat Muslim dapat yakin mengimani kitab sebelumnya, Alkitab?

Bandingkanlah antara Perjanjian Baru dengan tulisan-tulisan Caesar, Plato, dan Aristoteles. Jelas Perjanjian Baru lebih handal. Tetapi mereka tidak mempercayai isi Perjanjian Baru. (Lihatlah tabel di bawah).

Al-Quran: Wajib Mukmin Mengimani Kitab Sebelumnya!

Alkitab Firman Allah yang tidak pernah berubah. Orang Kristen percaya Alkitab adalah firman Tuhan. Mereka sangat berhati-hati dan memberi perhatian khusus untuk mempertahankannya.  Roh Kudus Allah memastikan firman-Nya tetap dalam bentuk yang Dia inginkan.

Menurut Al-Quran, Alkitab adalah firman Allah. Al-Quran mengatakan, “… Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Terjemahan lain: “… kitab yang diberikan kepadanya (Isa) Injil dimana bimbingan dan cahaya, mengkonfirmasikan yang telah (diungkapkan) sebelum itu di dalam Taurat” (Qs 5: 46).

Juga Al-Quran mengatakan firman Tuhan tidak dapat berubah, “Sempurnalah firman Allahmu dalam kebenaran dan keadilan. Adalah sia-sia sajalah yang dapat mengubah kata-kata-Nya” (Qs 6: 34). Al-Quran mengajarkan Muslim harus mengimani kitab sebelumnya, Kitab Suci Taurat, Zabur dan Injil. Namun orang Islam masih mengatakan kitab Allah sebelumnya tidak dapat dipercaya. Mengapa demikian?

Pengujian Alkitab

Tes dokumen digunakan untuk memeriksa kualitas teks-teks kuno. Kualitas teks ditentukan oleh beberapa faktor. Pertama: Selang waktu antara teks asli dan teks-teks yang ada sekarang. Kedua: Jumlah salinan teks-teks yang sekarang ada.

Perjanjian Baru adalah teks kuno yang unik. Rentang waktu antara manuskrip asli dengan fragmen-fragmen awal yang tersedia saat ini, sangat singkat. Isa Al-Masih dan murid-murid-Nya hidup selama abad pertama. Kami memiliki bagian dari tulisan-tulisan mereka dari awal abad kedua, kurang lebih 100 tahun setelah penulisan pertama. Juga kami memiliki naskah-naskah lengkap dari abad-abad ketiga dan keempat. Bandingkanlah dokumen Perjanjian Baru dengan dokumen-dokumen kuno lainnya.

Penulis Tanggal Tertulis

Salinan Paling Awal

Waktu Rentang

Nomor Salinan

Caesar

100-44 SM

900 Masehi

1,000 tahun

10

Plato

427-347 SM

900 Masehi

1,200 tahun

7

Aristoteles

384-322 SM

1100 Masehi

1,400 tahun

49

Plinius muda

61-133 Masehi

850 Masehi

750 tahun

7

Suetonius

75-160 Masehi

950 Masehi

800 tahun

8

Perjanjian Baru

40-100 Masehi

125-130 (penuh manuskrip 350 Masehi)

25-310 tahun

lebih dari 24,000

Berikut adalah beberapa contoh:

100 – 125 Masehi P58 adalah bagian paling awal dari Perjanjian Baru dari Injil, Rasul Besar Yohanes.
150 – 175 Masehi P4 bagian sangat awal dari Injil, Rasul Lukas.
150 – 175 Masehi P64 bagian sangat awal dari Injil Rasul Besar Matius.
150 – 173 Masehi P67 bagian sangat awal dari Injil Rasul Besar Matius juga.
250 Masehi Chester Beatty papyrus. Ini adalah hampir seluruh Perjanjian Baru.
325 Masehi Vaticanus, manuskrip yang lain yang melengkapi manuskrip Perjanjian Baru.

(Dalam semua ini penting untuk dicatat, ada ataupun tidak ada manuskrip asli dari Al-Quran, namun Muslim percaya Kitab Suci Al-Quran itu asli!)

[Staf Isa dan Islam – Kami mengundang saudara untuk mengunjungi situs  https://www.isadanislam.org/jalan-keselamatan/keselamatan-dalam-al-quran-dan-injil/ untuk mempelajari lebih lanjut tentang Alkitab dan anugerah keselamatan Allah.  Allah mengasihi dan ingin merangkul saudara. Terimalah keselamatan kekal yang disediakan dalam Isa Al-Masih.  Isa (Yesus) berkata, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada yang datang kepada Bapa [Allah] kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14: 6)]

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini: “Bagaimana Umat Islam Dapat Mengimani Kitab Allah Sebelumnya?”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930.
Kategori: Alkitab, Muslim Terhadap Alkitab

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

269 Comments
Paling lama
Terbaru
zydan
3 April 2012 2:29 pm

*
Injil hanya diberikan untuk bani Israil saja.

Jadi Injil sudah expired. Sudah diupdate oleh Al-Quran untuk semua manusia sampai akhir zaman.

Balas
staff
9 April 2012 5:08 am
Balasan ke  zydan

~
Saudara Zydan,

Perhatikanlah ayat berikut ini: “Jibril berkata: “Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya (Isa Al-Masih) suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan” (Qs 19:21)

Ayat di atas tidak mengatakan “suatu tanda bagi bangsa Israel saja” melainkan bagi seluruh manusia.

Demikianlah, misi dan pelayanan Isa Al-Masih tidak terbatas hanya kepada bangsa Israel, tetapi Injil Kebenaran yang telah dibawa-Nya berlaku bagi semua manusia, karena Dia merupakan “Tanda bagi Manusia”.

Tentang Injil, inilah perkataan Al-Quran, “….Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Al-Quran berkata, dalam Injil dan Taurat ada petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang bertakwa.

Bila saudara Zydan adalah orang bertakwa, maka saudara wajib mempercayai Injil dan Taurat. Bukankah itu yang diperintah Al-Quran?
~
SO

Balas
petruk
3 April 2012 3:46 pm

*
Seharusnya pertanyaan itu ditujukan pada Kristen. “Haruskah Kristen percaya pada Alkitabnya?”

Karena jika Kristen benar-benar mempelajari Alkitabnya dengan logika dan akal sehat, pasti akan banyak menemukan ayat-ayat yang kontradiksi dengan kepercayaan mereka selama ini.

Balas
staff
9 April 2012 5:05 am
Balasan ke  petruk

~
Saudara Petruk,

Atas dasar apakah saudara mengajukan pertanyaan tersebut kepada orang Kristen? Sudahkan saudara mempelajari Alkitab dan menemukan sesuatu yang tidak benar di dalamnya? Bila saudara menemukan sesuatu yang salah, kiranya saudara tidak keberatan untuk berbagi dengan kami.

Kami sudah mempelajari Alkitab lebih dari puluhan tahun. Dan hingga hari ini kami tidak menemukan ayat-ayat yang kontradiksi seperti yang saudara katakan.

Mungkin ada baiknya saudara dapat menyisihkan waktu untuk mempelajari Alkitab, supaya saudara mengerti dengan benar tentang Alkitab. Bukan hanya sekedar mendengar ‘apa kata orang’. Silakan klik url ini: http://tinyurl.com/cogqxrh.

Dan lagi, bukankah Al-Quran sendiri mengatakan bahwa, “…… Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).
~
SO

Balas
mifrosh
4 April 2012 4:19 am

*
Injil yang diimani umat Muslim adalah Injil yang dibawah langsung oleh Nabi Isa.

Injil sekarang tidak asli karena:
1. Injil yang paling duluan ditulis itu Injil Markus yakni ditulis sekitar tahun 70an M sedangkan Yesus meninggal sekitar tahun 30an.

2. Injil ditulis oleh orang-orang yang bahkan tidak pernah berjumpa langsung dengan Yesus. Bahkan Paulus yang sempat hidup pada zaman Yesus hidup ternyata tidak pernah bertemu Yesus langsung. Selagi Yesus masih hidup, Paulus sering mengejar dan menyiksa pengikut Yesus. Ketika Yesus sudah meninggal, Paulus mengaku bertemu dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik, yang memanggilnya dari langit dan menyuruh Paulus bertobat.

3. Injil yang sekarang adalah bukan Injil yang asli dibuat pertamakali oleh penulisnya, tapi hanya berupa salinannya. Salinan tertua diperkirakan dibuat pada tahun 200an.

4. Jika kita membaca isi Injil, maka jelas ada perkataan-perkataan yang dibuat oleh penulisnya.

Balas
staff
9 April 2012 6:39 am
Balasan ke  mifrosh

~
Injil hanya ada satu. Yaitu “Kabar Keselamatan” yang dibawa oleh Isa Al-Masih bagi seluruh umat manusia. Dan berita Kabar Keselamatan ini ditulis dalam sebuah kitab yang dikenal dengan nama Alkitab, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Injil oleh orang Islam.

1. Betul. Memang Injil ditulis setelah Yesus wafat. Bagaimana dengan Al-Quran? Menurut sejarah, penulisan Al-Quran baru dimulai setelah Muhammad wafat dan orang-orang yang menghafal Al-Quran kala itu banyak yang tewas di perang Aqraba. Penulisan Al-Quran sendiri rampung sekitar tahun 650. Atau setelah sekian tahun Muhammad dan orang-orang yang hafal Al-Quran wafat.

2. Sebagaimana Injil ditulis oleh ‘tangan manusia’. Demikian juga halnya dengan Al-Quran. Ditulis oleh ‘tangan manusia’. Bukan oleh ‘tangan Tuhan’.

3. Al-Quran yang beredar di seluruh dunia saat ini merupakan salinan dari Koleksi Al-Quran Versi Usma yang ditulis pertama kali pada tahun 644-656. Dengan kata lain, Al-Quran yang sekarang bukanlah Al-Quran yang asli dibuat pertamakali oleh penulisnya, tapi hanya berupa salinannya.

4. Jika kita membaca Al-Quran, maka jelas ada perkataan-perkataan yang dibuat oleh manusia, bahkan terdapat cukup banyak ayat yang merupakan perkataan setan.

Mengacu pada alasan yang diajukan oleh saudara Mifrosh di atas, tentang alasan mengapa Injil disebut tidak asli. Bukankah Al-Quran lebih tidak asli dibanding Injil?
~
SO

Balas
davidrindu
5 April 2012 3:09 am

*
Dalam semua ini penting untuk dicatat, ada ataupun tidak ada manuskrip asli dari Al-Quran, namun Muslim tidak pernah menantang keasliannya.

Balas
staff
9 April 2012 6:33 am
Balasan ke  davidrindu

~
Bagi umat Islam Al-Quran merupakan sebuah buku suci. Mereka percaya ‘buku suci’ tersebut diturunkan Allah dari ‘tempat-Nya’.

Muhammad tidak mengijinkan pengikutnya mempertanyakan setiap ajaran yang dia sampaikan dalam Al-Quran. Karena ‘buku’ tersebut terlalu suci untuk diselidiki isinya, sehingga umat Muslim hanya menerima Al-Quran sesuai dengan apa yang diajarkan oleh pemuka agama mereka.

Mengapa Al-Quran tidak diperkenankan untuk diselidiki? Adakah ‘sesuatu’ yang salah di dalamnya sehingga kita harus mengimaninya dengan iman yang buta?
~
SO

Balas
mifrosh
10 April 2012 4:23 am

*
Ini adalah ayat yang sebenarnya: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan ‘Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Tidak seharusnya motong ayat, seakan akan Injil yang sekarang menjadi pedoman. Itu salah besar.

Islam wajib mengimani kitab-kitab-Nya yaitu: (Taurat, Zabur, Injil yang dibawah Rasul bersangkutan) dan Al-Quran.

Alkitab sekarang tidak asli. Tulisan orang-orang usil. Tidak dituliskan pada saat Isa masih ada.

Balas
staff
11 April 2012 12:56 pm
Balasan ke  mifrosh

~
Saudara Mifrosh,

Terimakasih sudah menulis ayat tersebut dengan lengkap. Sekarang, baca dengan seksama seksama ayat tersebut. Adakah maknanya berbeda dengan yang kami jelaskan?

Bukankah ayat tersebut mengatakan bahwa Allah membenarkan Taurat. Memberi Injil pada Isa, dimana dalam Injil tersebut ada petunjuk dan cahaya bagi orang-orang bertakwa.

Apakah saudara bukan termasuk orang-orang yang bertakwa, sehingga saudara tidak mau mempercayai Injil dan Taurat?

Atas dasar apakah saudara mengatakan bahwa Alkitab adalah tulisan orang-orang usil? Adakah saudara memiliki bukti? Kiranya saudara dapat berbagi informasi dengan kami, tentang orang-orang yang usil yang telah menulis Alkitab.
~
SO

Balas
Muslim Says
11 April 2012 3:45 am

*
Alkitab dipercaya?

Mana bisa Alkitab yang penuh kepalsuan dipercaya. Fakta tak terbantahkan adalah Alkitab Protestan dan Katolik yang beda jauh jumlah maupun kitabnya dan sama-sama mengklaim benar. Mana yang benar? Sudah pasti Alkitab sudah dipalsukan.

Balas
staff
11 April 2012 12:56 pm
Balasan ke  Muslim Says

~
Saudara Muslim Says,

Keluarga besar saya adalah Katolik. Bahkan kami penganut Katolik Orthodoks. Sekarang memang saya tidak ke gereja Katolik lagi, tetapi ke gereja di mana suami saya melayani. Alkitab yang saya pakai ketika saya masih Katolik hingga saat ini masih saya pakai.

Sekedar informasi, saat ini saya mempunyai 5 Alkitab dengan ukuran yang berbeda. Biasa saya pakai sesuai dengan kebutuhan saya. Tetapi kelima Alkitab semua sama. Tidak ada yang berbeda isinya. Tidak ada yang tambal sulam. Pada hal kelima Alkitab itu dicetak pada tahun yang berbeda.

Kalaupun ada yang berbeda Alkitab Katolik dengan Protestan seperti yang saudara katakan, hal ini disebabkan, biasanya Alkitab Katolik diserta lagu-lagu yang biasa dinyanyikan di gereja. Katolik mempunyai buku khusus sebagai panduan ibadah dan daftar lagu. Disebut buku “Puji Syukur”. Buku ini biasa disatukan dalam Alkitab. Mungkin supaya jemaat tidak perlu membawa dua buku. Cukup satu Alkitab dan di dalam sudah terdaftar buku dan tata ibadah.
~
SO

Balas
Johanes
11 April 2012 7:33 pm

*
Damai sejahtera bagi kamu sekalian.

Sangat banyak saudara kita Muslim bahkan Kristen yang tidak mengerti bahwa Injil hanya 4. Yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Johanes.

Pada Perjanjian Lama jika kita telaah lebih dalam, adalah kitab yang bercerita tentang bagaimana bumi dan segala isinya diciptakan, bagaimana Allah berinteraksi langsung dengan ciptaan-Nya (melalui nabi-nabi), diturukannya Taurat, sampai pada kabar kedatangan Juru Selamat.

Injil adalah saksi hidup yang nyata serta jawaban dari Perjanjian Lama yang menyatakan akan datang Juru Selamat serta menggenapi Kitab tersebut.

Kenapa saya mengatakan Injil itu saksi hidup yang nyata? Karena Injil ditulis oleh orang-orang yang pernah berinteraksi langsung dengan Yesus sampai pada kematian serta kenaikan Yesus ke Sorga dan turun-Nya Rohul Kudus.

Balas
staff
13 April 2012 2:34 am
Balasan ke  Johanes

~
Saudara Johanes,

Terimakasih untuk penjelasan yang telah saudara berikan. Semoga penjelasan saudara dapat menjadi pembelajaran bagi mereka yang membacanya.
~
SO

Balas
Johanes
11 April 2012 7:35 pm

*
Lalu bagaimana kitab-kitab lainnya yang terdapat pada Perjanjian Baru?

Kitab-kitab itu bercerita tentang proses bagaimana kabar keselamatan itu (Injil) disebarkan keseluruh dunia melalui Rasul Paulus. Dan kitab terakhir yaitu Wahyu adalah sebuah penglihatan masa depan tentang akhir zaman yang diperlihatkan Allah kepada murid-Nya Yohanes.

Balas
Haydar Ali
13 April 2012 3:23 pm

*
Proses membukuan Al-Quran hampir sama juga dengan Alkitab yang asalnya berupa lembaran-lembaran berisi ucapan ke-wahyuan yang diterima para nabi dan rasul Allah ditulis oleh para sahabat nabi. Anda pasti tidak akan membantahnyakan?

Tapi Muhammad menjamin umatnya melalui kalimat dasarnya “Iqra’. Agar umatnya mengkaji lebih dalam Al-Quran. Baik dalam ilmu pengetahuan maupun ilmu lain untuk mempertebal iman dan taqwa, Allah SWT bahkan tegas memerintahkan mempelajari apa yang tersirat dan tersurat dalam Al-Quran.

Balas
staff
14 April 2012 8:19 am
Balasan ke  Haydar Ali

~Al-Quran dan Alkitab, bukan hanya isinya yang berbeda. Proses pembukuannya pun berbeda.Awalnya isi Al-Quran hanya berupa tulisan di atas daun palm, batu, kulit binatang dan kekuatan daya ingat orang-orang kepercayaan Muhammad. Setelah pertempuran Aqraba tahun 632 M, banyak orang-orang Muslim yang hafal Al-Quran telah tewas membuat Umar B.
Al-Khatib khawatir, lalu memustukan untuk membuat naskah-naskah Al-Quran. Dikemudian hari, dari naskah-naskah inilah salah satu ditetapkan sebagai Al-Quran.
Demikianlah Al-Quran dibukukan.Bila Al-Quran dapat dikaji dan diselidiki, mengapa kitab ini tidak diperkenankan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa lain?
Bukankah dengan dibuatnya Al-Quran dalam bahasa Indonesia akan mempermudah orang Indonesia mempelajarinya?
~SO

Balas
henks
13 April 2012 10:52 pm

*
Mengapa Al-Quran dalam bahasa Arab? Terus mengapa yang dibahas selalu Israel, sepertinya benci sekali dengan Israel.

Tolong penjelasannya!

Balas
Haydar Ali
14 April 2012 10:45 am

*
To staff,

Terimakasih, anda saya anggap 60% mengetahui prosesnya. Pada masa perang memang banyak kaum salafiyin/penghafal Al-Quran. Tapi ingat, jumlah kaum salaf jumlahnya ribuan dan hanya segelintir yang wafat, kalau diceritakan akan lebih panjang dari kisah artikel yang anda baca.

Kenapa Al-Quran dalam bahasa Arab? Karena disesuaikan tempat turunnya wahyu. Al-Quran juga diterjemahkan dalam berbagai bahasa tapi tidak akan mengubah bahasa induknya karena telah menjadi bahasa persatuan Islam untuk menghindari kecurangan isinya. Bahasa dalam Al-Quran memang Arab, tapi semua mengakui bahkan orang Arab non-Muslim sekalipun kwalitas sastranya lebih tinggi dari sastra Arab sekalipun, satra yang diucapkan oleh seseorang yang buta huruf tidak bisa baca tulis (Muhammad SAW).

Balas
staff
17 April 2012 8:11 am
Balasan ke  Haydar Ali

~
Terimakasih juga atas penjelasan saudara Haydar di atas. Tentang jumlah kaum salaf yang ribuan menurut saudara mungkin benar. Tapi perlu kita ingat, salah satu alasan Umar membuat naskah Al-Quran karena kaum salaf tersebut banyak yang tewas.

Syukur-syukur ayat yang dihafal oleh orang yang tewas itu, adalah ayat yang sama yang dihafal oleh orang yang masih hidup. Bagaimana bila sudah tidak ada yang hidup? Berarti ada ayat yang hilang bukan?

Bila saudara mengatakan Al-Quran dibuat dalam bahasa Arab karena menyesuaikan dengan tempat diturunkannya, alasan saudara cukup masuk akal. Memang demikianlah seharusnya sebuah kitab suci. Ditulis sesuai dengan bahasa ibu, supaya setiap orang yang membacanya dapat mengerti dengan benar isi dari kitab tersebut.

Bukan malah mengatakan kitab suci agama lain palsu karena sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Tentu saudara tidak setuju bila kami katakan Al-Quran palsu karena sudah diterjemahkan bukan?
~
SO

Balas
Harris
18 April 2012 2:37 pm

*
Puji syukur kami kepada Tuhan atas anugerah-Nya dengan adanya situs ini dan video khotbahnya, sehingga sangat membantu saudara-saudara kita yang lain yang saat ini masih dalam pencarian damai sejahtera Allah yang sesungguhnya dan yang mana banyak saudara-saudara kita masih dalam kebingungan pada pengenalan Allah.

Pengenalan pada Isa Al-Masih itu tidak semata-mata dengan logika, tapi juga dengan bimbingan kuasa yang sangat besar yang disebut kuasa Rohul Kudus, sebagaimana Yesus Kristus sudah sampaikan “Aku akan memberikan Roh Kudus apabila kamu memintanya.”

Kita beribadah, berdoa, berhikmat tanpa meminta kehadiran Roh Kudus yang menuntun, maka sia-sialah segala upaya dan logika kita.

Tuhan memberkati team admin Isa dan Islam.

Balas
staff
20 April 2012 7:21 am
Balasan ke  Harris

~
Saudara Harris,

Terimakasih untuk apreasiasi yang telah saudara berikan pada situs kami. Kami bersyukur karena saudara merasa diberkati atas situs kami.

Bila ada waktu, silakan juga mengunjungi dua situs kami lainnya. Yaitu http://www.isadanalfatihah.com dan http://www.isadanalquran.com.

Semoga dua situs kami yang lainnya juga dapat memberkati saudara.
~
SO

Balas
wardana
16 Juni 2012 2:19 pm

*
Saya pikir kaum Muslimin tidak perlu mempercayainya. Karena dalam Injil banyak yang saling bertabrakan satu sama lain. Injil sekarang tidak bisa dipegang kebenarnya. Di sisi lain dia mengatakan Firman itu hidup dan kekal. Di sisi lain dia menambah, mengurangi, menghapus dan membengkokkan sesuai kebutuhan, tapi tetap saja bisa dibonkar kebusukanya. Menyakini sesuatu tanpa ada bukti, fakta nyata, dan kebenaranya itu namanya tidaklah dapat diyakini.

Balas
staff
18 Juni 2012 2:36 pm
Balasan ke  wardana

~
Saudara Wardana,

Melalui situs ini kami tidak pernah memaksakan agar seseorang atau kaum Muslimin untuk mempercayai apa yang kami imani. Lewat situs ini kami hanya ingin menyampaikan kebenaran firman Tuhan. Apakah saudara ingin mempercayainya? Itu adalah hak saudara.

Salah satu kebenaran yang ingin kami sampaikan, kami kutip dari kitab suci kaum Muslimin, yaitu:

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Apakah menurut saudara Wardana, kaum Muslimin tidak perlu mempercayai ayat Al-Quran di atas?
~
SO

Balas
Jesus My Lord
11 Juli 2012 7:51 pm

*
[quote name=”wardana”]*
Karena dalam Injil banyak yang saling bertabrakan satu sama lain.
[/quote]
Berikanlah bukti bahwa Injil memiliki makna yang bertentangan. Saya buktikan bahwa Al-Quran saling bertentangan, baik bertentangan dengan maknanya maupun bertentangan dengan hati anda sendiri.

1. Membenarkan kitab Injil sebagai petunjuk untuk orang-orang yang bertakwa (Qs 5:46). Di satu sisi dikatakan bahwa Injil telah dipalsukan. (Bertentangan)

2. “Setan jahat telah disebutkan di hadapan Rasul: Rasul berkata, “Setan jahat ada di dalam segala hal, di rumah, dalam diri seorang perempuan, dan kuda”. Apa anda dapat menerima bila saudara perempuan, istri atau ibu anda adalah setan jahat? (Tidak ada satupun ingin ibunya atau saudara perempuannya dibilang setan jahat)

Dapatkah anda memberikan penjelasan atas pertentangan ini?

Yesus memberikan jalan yang benar bagi yang percaya dan belum percaya kepada-Nya.

Balas
petualang
13 Juli 2012 3:55 pm

*
Salah satu rukun iman dalam Islam adalah mengimani kitab-kitab sebelumnya. Semisal Injil, Zabur dan taurat.

Lantas haruskan umat Islam percaya pada Alkitab Kristen?

Perlu saya sampaikan bahwa Injil yang disebutkan dalam Al-Quran maupun hadis rasulullah adalah Injil yang diajarkan Yesus (Matius 4:23), bukan buku sejarah hidup Yesus yang ditulis oleh orang-orang belakangan.

Semoga bisa mencerahkan anda.

Balas
staff
17 Juli 2012 2:45 am
Balasan ke  petualang

~
Saudara Petualang,

Terimakasih atas pencerahan yang saudara berikan. Saudara sendiri mengetahui bahwa sebagai umat Islam harus mengimani Kitab-kitab sebelum Al-Quran. Pertanyaan kami, sudahkah saudara melaksanakannya? Apakah saudara mengimani Taurat, Zabur, dan Injil?

Saudara Petualang, sekali lagi kami jelaskan bahwa “Injil” hanya ada satu. Tidak ada yang dikenal dengan nama Injil Yesus atau Injil Islam.

Tentang Injil yang menurut saudara adalah buku sejarah kehidupan Yesus, bagaimana dengan Al-Quran sendiri, apakah di sana tidak ada sejarah kehidupan para nabi? Bukankah juga ada cerita tentang kehidupan Isa Al-Masih dan Muhammad?
~
SO

Balas
Jesus My Lord
13 Juli 2012 5:43 pm

*
[quote name=”petualang”]

Lantas haruskan umat Islam percaya pada Alkitab orang Kristen?

Perlu saya sampaikan bahwa Injil yang disebutkan dalam Al-Quran maupun hadis rasulullah adalah Injil yang diajarkan Yesus (Matius 4:23), bukan buku sejarah hidup Yesus yang ditulis oleh orang-orang belakangan.[/quote]

1. Al-Quran juga tertulis kisah hidup Muhammad dan Isa/Yesus. Mengapa di Al-Quran, Injil atau pun Taurat pasti menceritakan kehidupan seorang Nabi? Agar dapat memberikan kita arahan dan petunjuk atas sikap-sikap kemanusiaan kita untuk menjadi manusia yang dicintai Tuhan. Memberikan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa (Qs 5:46).

2. Apakah Muhammad memberikan petunjuk yang baik selama hidupnya untuk menjadi suatu ajaran bagi umatnya? Membunuh, poligami, merampas/merampok, dan pemaksaan hak adalah sebagian kisah hidup Muhammad yang ada di Al-Quran dan hadits. Apakah anda akan ikuti jejak Muhammad ini?

Balas
petualang
19 Juli 2012 6:34 pm

*
Staff IDI,

Setiap Muslim wajib beriman kepada kitab-kitab sebelum Al-Quran. Yang tidak beriman maka gugur keislamannya. Al-Quran bukanlah buku sejarah kehidupan Muhammad ataupun Nabi-nabi sebelumnya. Buku sejarah nabi disebut siroh nabawiyah. Lain halnya dengan Injil, yang ada sekarang, merupakan buku biografi Yesus.

Injil yang kami imani adalah Injil yang diajarkan Yesus. Bukankah menurut Al Kitab Yesus mengajarkan Injil?

Anda bilang, injil cuma satu. Faktanya Injil ada ratusan.

Balas
staff
27 Juli 2012 2:18 am
Balasan ke  petualang

~
Saudara Petualang,

Bagaimana dengan saudara, apakah saudara juga telah membaca, mempelajari, dan merenungkan isi Taurat, Zabur, dan Injil yang Saudara imani tersebut?

Banyak orang mengaku beriman kepada kitab-kitab tersebut, tetapi sikap mereka justru bertolak belakang dengan perkataan mereka. Mereka justru telah menghujat Allah dengan mengatakan bahwa kitab-kitab itu hanya biografi. Padahal kita mengerti dengan jelas, bahwa tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat Allah (Qs 6:34).

Benar Injil hanya satu, yaitu ‘Berita Keselamatan’. Injil yang dibawa Isa Al-Masih adalah berita kasih Allah Bapa kepada manusia yang telah berdosa dan terpisah dari Allah.

Dapatkah saudara menunjukkan kepada kami ratusan Injil yang saudara maksud?
Penjelasan mengenai Injil dapat saudara baca di url ini: http://tinyurl.com/cklzmwt
~
DA

Balas
ferguson
29 Juli 2012 9:50 am

*
Saya agak kurang mengerti, setiap saya membaca argumen atau pun kutipan isi kitab suci di web ini, cenderung dalam Al-Quran ada dibahas Isa (Alkitab). Tapi Alkitab tidak ada membahas Al-Quran ataupun ajaran agama Muslim?

Memang sepegetahuan saya sebagai orang Kristiani, tidak pernah saya membaca tulisan Al-Quran dalam Alkitab. Kenapa itu bisa terjadi? Mohon penjelasan bagi siapa saja yang mengerti.

Salam damai sejahtera, Terimakasih

Balas
staff
1 Agustus 2012 6:34 am
Balasan ke  ferguson

~
Saudara Ferguson,

Tentu kami tidak akan mengutip ayat Alkitab untuk menjelaskan atau membahas Al-Quran maupun ajaran agama Islam. Sebab Alkitab tidak pernah bicara sama sekali tentang Al-Quran maupun agama Islam.

Mengapa? Karena memang tidak pernah ada nubuat dalam Alkitab, baik yang disampaikan langsung oleh Isa Al-Masih, maupun nabi-nabi lain tentang Al-Quran dan ajaran-ajarannya. Sebaliknya, yang diingatkan Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya adalah: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (Injil, Rasul Besar Matius 7:15)

Dan lagi, para pengikut Isa Al-Masih tidak membutuhkan ajaran lain atau pemimpin lain untuk membawa mereka kembali pada Kemuliaan Allah. Sebab Isa Al-Masih telah memberi jaminan keselamatan dan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
~
SO

Balas
Han
12 Oktober 2012 3:59 pm

*
Ada pertanyaan kenapa Al-Quran membahas Alkitab, sedang Alkitab tidak pernah membahas Al-Quran. Jawabannya sederhana, karena Alkitab ditulis jauh sebelum Al-Quran ada.

Tetapi satu dari diskusi di atas yang membuat saya bertanya-tanya: Mengapa kita selalu memperdebatkan Alkitab dan Al-Quran?

Marilah kita percaya apa yang kita percayai, marilah kita menjalankan apa yang kita yakini, tanpa harus mencari kelemahan dan membandingkan setiap agama. Perbedaan itu indah selama kita menghadapinya dengan akal sehat.

Balas
staff
19 Oktober 2012 1:19 am
Balasan ke  Han

~
Saudara Han,

Saudara benar sekali, tidak baik memperdebatkan agama, tetapi baik bila mendiskusikan Firman Allah. Bukankah Allah memberikan firman-Nya untuk kita gali dan kita pelajari? Kami setuju bahwa kita harus saling menghargai. Keyakinan adalah hak pribadi setiap orang. Tetapi kebenaran Allah adalah kebenaran mutlak yang harus disampaikan sesuai dengan perintah Allah.

Tujuan diskusi dalam situs ini ini adalah untuk menyampaikan apa yang telah Allah nyatakan bagi umat manusia. Kabar baik yaitu jalan keselamatan dan pengampunan dosa Allah bagi seluruh umat manusia dalam Isa Al-Masih.

Tetapi Allah tidak pernah memaksa umat-Nya untuk menerima keselamatan yang Ia berikan. Hanya orang yang terbuka hatinya dan mau menerima Isa Al-Masih yang beroleh keselamatan.
~
NN

Balas
Mulya
21 Oktober 2012 6:21 pm

*
Jawabannya tidak! Haram hukumnya bagi Muslim mempercayai kitab suci Kristen! Mengapa? Isi Injil yang sekarang bertolak-belakang dengan ajaran yang terkandung dalam Islam. Tuhan orang Kristen dengan orang Islam, itu sangat berbeda dan tidak sama.

Mengapa redaksi mengutip Al-Quran untuk mendukung argumen tentang keaslian Injil anda? Bukankah Kristen tidak mengakui akan kebenaran Al-Quran? Berarti Kristen tidak konsisten dan mulai meragukan kitab sucinya sendiri!

Balas
staff
22 Oktober 2012 6:42 am
Balasan ke  Mulya

~
Saudara Mulya atau umat Muslim lainnya dapat saja menolak Injil dan bahkan mengatakan haram! Tetapi Al-Quran mengatakan lain. Perhatikanlah ayat ini: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Lewat ayat di atas, Al-Quran menegaskan bahwa dalam Injil dan Taurat (Kitab Suci orang Kristen) terdapat petunjuk dan cahaya bagi orang-orang bertakwa. Bila saudara menolak Injil, berarti saudara tidak patuh pada ayat kitab suci saudara.

Kami memang mengutip ayat Al-Quran untuk menguatkan argumentasi kami, tapi bukan berarti kami mempercayai ayat-ayat Al-Quran. Kami hanya ingin menegaskan kepada saudara dan pembaca, bahwa Al-Quran pun mendukung keaslian Injil sebagai wahyu Allah yang harus dipercaya.
~
SO

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Bagaimana Cara Muslim Mengimani Kitab Sebelum Al-Quran?
  • Makna Injil yang Umat Muslim Harus Ketahui
  • Mustahil Kitab Injil Sudah Tidak Asli Lagi! Ini…
  • Bagaimana Sikap Muslim Benar Terhadap Kitab Sebelum…
  • Injil Sekarang Tidak Asli? Ini Naskah Yang Dihargai…

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz