“Keselamatan adalah nafas terpenting agama dan pondasi agama. Tanpa keselamatan agama bukan agama.” Ini adalah pernyatan Sultan Muhammad Khan dari Afghanistan.

Demikian juga dengan teman saya, Hartomo. Ia sangat rindu mendapatkan surga. Dalam hal ini ia merasa jaminan masuk surga Kristen sangat tidak masuk akal. Karena terkesan terlalu mudah.
Hartomo mencari jalan dari agamanya. Namun ia sendiri merasa belum mendapatkannya.
Berikut ini adalah percakapan saya dengan Hartomo. Kami berdiskusi mengenai jaminan masuk surga Kristen dan Islam.
Mari kita simak agar mendapatkan jalan Allah untuk keselamatan manusia.
Perbedaan Pendapat Mengenai Jaminan Surga
Percakapan kami bermula saat makan siang dengan beberapa teman kantor. Pada waktu itu ada teman yang bertanya mengenai pandangan jaminan masuk surga Kristen.
Saya menjelaskan kepercayaan saya, bahwa saya yakin akan masuk surga setelah meninggal. Alasannya karena Allah mengampuni dosa saya.
Mendengar hal ini Hartomo menentang dengan tegas. Ia menyatakan hal ini sangat tidak masuk akal. Alasannya karena kita manusia pasti penuh dengan dosa.
Jika demikian, jaminan masuk surga Kristen terlalu menggampangkan. Bahkan terkesan menghina Allah yang Maha Suci. Sehingga mudah saja orang berbuat banyak dosa selama hidupnya. Lalu sesaat sebelum meninggal ia bertobat. Maka ia pasti masuk surga.
Cara Masuk Surga dalam Islam
Sebelum saya menjawab Hartomo, ada teman lain yang bertanya. Ia berkata: “Jika demikian, bagaimana jaminan masuk surga menurut pandanganmu?”
Saat itu Hartomo mengatakan bahwa Islam memberikan jaminan surga. Ada ayat yang memberi petunjuk.
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka . . .” (Qs 32:19-20).
Memang jaminan surga mengandung syarat. Yaitu manusia perlu bertaubat, beribadah dan bertakwa. Jadi manusia perlu berusaha berbuat baik.
Saat itulah saya bertanya. “Pandanganmu baik. Namun apakah kita sebagai manusia sanggup melakukannya?”
Hartomo menjawab jujur ia tidak tahu. Namun menurutnya kita sebagai manusia perlu berusaha melakukan sebaik yang kita bisa.
Manusia Tidak Mampu Masuk Surga

Hartomo mengatakan ia mau jujur mengakui bahwa ia gelisah. Pertanyaan terakhir saya mengganggu hatinya.
Karena saat ia mendalami, ia menjadi sadar bahwa memang manusia tidak mungkin bisa selamat.
Kita sebagai manusia pasti penuh dengan banyak dosa. Jika semua pelanggaran kita diperhitungkan, tidak mungkin kita bisa mencapai surga.
“. . . barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).
Selanjutnya ia membaca dalil bahwa manusia tidak bisa selamat karena amalannya (Shahih Muslim 5038). Bahkan setiap manusia pasti mendatangi neraka (Qs 19:71).
Terlebih lagi Nabi Islam sendiri tidak bisa menjamin selamat kepada siapapun. Tidak juga kepada Fatimah, anaknya yang terkasih.
“. . . wahai ibunda Az Zubair . . . bibi Rasulullah, wahai Fathimah binti Muhammad belilah jiwa-jiwa kalian berdua (peliharalah) dari siksa Allah. Aku tidak berkuasa melindungi kalian berdua di hadapan Allah sedikit pun . . .” (Shahih Bukhari 3264).
Karena itu Hartomo ingin mengetahui pandangan saya lebih dalam. Ia bertanya mengenai jaminan masuk surga Kristen.
Jalan Selamat Allah Bagi Manusia
Saat itulah saya mendapat kesempatan menjelaskan pandangan saya. Dasarnya adalah karena Allah Maha Kasih. Ia ingin semua manusia bisa selamat.
Tentu saja kita sebagai manusia tidak mungkin mampu selamat dari diri sendiri. Kita pasti penuh dosa dan kesalahan. Karena itulah Allah yang menyediakan pertolongan-Nya bagi manusia.
“Tak seorang pun dapat menebus sesamanya, atau memberi tebusan kepada Allah baginya – karena harga tebusan nyawa orang sangatlah mahal, bayaran apa pun tidak akan pernah cukup—supaya ia dapat hidup kekal dan tidak melihat kebinasaan . . . Tetapi, Allah akan menebus jiwaku dari kuasa alam kubur karena Ia akan menerimaku” (Zabur 49:8-10, 16).

Saat kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, maka Allah mengampuni dosa. Ia juga akan menuntun sampai kita selamat di akhirat.
Jadi, kita tidak harus disiksa di neraka atas dosa-dosa yang kita perbuat. Melainkan, kita bisa yakin bahwa kita akan hidup di surga dengan Allah selama-lamanya. Inilah jaminan masuk surga Kristen.
“. . . Allah menunjukkan kepada kita suatu jalan lain ke surga — bukan dengan ‘menjadi cukup baik’ dan dengan berusaha menaati hukum-hukum-Nya, melainkan . . . Allah mengatakan bahwa Ia akan menerima kita dan membebaskan kita, menyatakan kita “tidak bersalah” bila kita percaya bahwa Yesus Kristus [Isa Al-Masih] menghapuskan dosa kita” (Injil, Roma 3:21-22 FAYH).
Bukankah Terlalu Mudah dan Bisa Hidup Seenaknya?
Hartomo mengatakan bahwa sekarang ia menjadi lebih paham. Yaitu ada inisiatif Allah yang mau menolong manusia.
Namun tetap pertanyaannya dulu belum terjawab. Karena bukankah hal ini justru membuat manusia bisa hidup seenaknya?
Saya menjelaskan bahwa mengikut Isa Al-Masih bukan hanya sekadar status. Melainkan artinya orang tersebut mau menyerahkan hatinya kepada Allah. Sehingga ia mau belajar hidup untuk Allah.
Dengan demikian saat orang mengikuti Isa akan mengalami perubahan hati. Jadi orang tersebut justru akan termotivasi berbuat baik.
“Kemudian, Aku akan mengaruniakan kepadamu hati yang baru . . . Akan Kusingkirkan hati yang keras dari tubuhmu dan Kukaruniakan kepadamu hati yang lembut . . . membuat kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku, memegang teguh peraturan-peraturan-Ku, dan melakukan semua itu” (Taurat, Yehezkiel 36:26-27).
Jaminan Pasti Masuk Surga
Lebih lanjut saya menjelaskan kepada Hartomo. Bahwa inilah beda pengikut Isa sejati dengan yang hanya asal status. Yaitu ia mau mengimani dan menyerahkan hidupnya untuk mengikuti ajaran Isa Al-Masih.
Dengan demikian ada pertolongan Allah untuk pengampunan dosa. Juga pertolongan-Nya agar kita bisa hidup dengan benar.
“Karena anugerah Allah yang mendatangkan keselamatan bagi seluruh umat manusia sudah nyata. Kita diajarnya untuk menjauhi perbuatan-perbuatan sesat . . . lalu hidup secara bijak . . . [melalui] Penyelamat kita, yaitu Isa Al-Masih . . . suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Titus 2:11-14).
Tidak mudah Hartomo menerima semua penjelasan ini. Namun ia menjadi lebih menghargai jaminan masuk surga Kristen setelah diskusi kami.
Maukah Anda mendapatkan jaminan masuk surga? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana cara Saudara mendapatkan jaminan masuk surga dalam kepercayaan Saudara?
- Bagaimana menurut Saudara mengenai jaminan masuk surga Kristen?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Allah Maha Kasih menghendaki semua manusia selamat sehingga memberikan jalan melalui Isa?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Cara Dan Syarat Menjadi Layak Masuk Surga
- Mukmin Tidak Perlu Beramal Untuk Masuk Surga?
- Saat Muslim Dan Kristen Meninggal, Pastikah Saya Masuk Surga?
- Dapatkah Amal Baik Kita Memenuhi Syarat Masuk Surga?
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].