• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Bagaimana Jaminan Masuk Surga Kristen Dan Islam?

Isa Dan Islam > Artikel > Kesaksian > Fanatik > Bagaimana Jaminan Masuk Surga Kristen Dan Islam?
3 Juli 2024 | 35 Komentar

“Keselamatan adalah nafas terpenting agama dan pondasi agama. Tanpa keselamatan agama bukan agama.” Ini adalah pernyatan Sultan Muhammad Khan dari Afghanistan.

Memang benar, umat beragama pasti menginginkan surga. Banyak orang beribadah dengan harapan mendapatkan keselamatan di akhirat.

Demikian juga dengan teman saya, Hartomo. Ia sangat rindu mendapatkan surga. Dalam hal ini ia merasa jaminan masuk surga Kristen sangat tidak masuk akal. Karena terkesan terlalu mudah.

Hartomo mencari jalan dari agamanya. Namun ia sendiri merasa belum mendapatkannya.

Berikut ini adalah percakapan saya dengan Hartomo. Kami berdiskusi mengenai jaminan masuk surga Kristen dan Islam.

Mari kita simak agar mendapatkan jalan Allah untuk keselamatan manusia.

Perbedaan Pendapat Mengenai Jaminan Surga

Percakapan kami bermula saat makan siang dengan beberapa teman kantor. Pada waktu itu ada teman yang bertanya mengenai pandangan jaminan masuk surga Kristen.

Saya menjelaskan kepercayaan saya, bahwa saya yakin akan masuk surga setelah meninggal. Alasannya karena Allah mengampuni dosa saya.

Mendengar hal ini Hartomo menentang dengan tegas. Ia menyatakan hal ini sangat tidak masuk akal. Alasannya karena kita manusia pasti penuh dengan dosa.

Jika demikian, jaminan masuk surga Kristen terlalu menggampangkan. Bahkan terkesan menghina Allah yang Maha Suci. Sehingga mudah saja orang berbuat banyak dosa selama hidupnya. Lalu sesaat sebelum meninggal ia bertobat. Maka ia pasti masuk surga.

Cara Masuk Surga dalam Islam

Sebelum saya menjawab Hartomo, ada teman lain yang bertanya. Ia berkata: “Jika demikian, bagaimana jaminan masuk surga menurut pandanganmu?”

Saat itu Hartomo mengatakan bahwa Islam memberikan jaminan surga. Ada ayat yang memberi petunjuk.

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka . . .” (Qs 32:19-20).

Memang jaminan surga mengandung syarat. Yaitu manusia perlu bertaubat, beribadah dan bertakwa. Jadi manusia perlu berusaha berbuat baik.

Saat itulah saya bertanya. “Pandanganmu baik. Namun apakah kita sebagai manusia sanggup melakukannya?”

Hartomo menjawab jujur ia tidak tahu. Namun menurutnya kita sebagai manusia perlu berusaha melakukan sebaik yang kita bisa.

Manusia Tidak Mampu Masuk Surga

Setelah percakapan itu, kita berpisah. Namun beberapa minggu kemudian Hartomo mengajak saya untuk bertemu kembali.

Hartomo mengatakan ia mau jujur mengakui bahwa ia gelisah. Pertanyaan terakhir saya mengganggu hatinya.

Karena saat ia mendalami, ia menjadi sadar bahwa memang manusia tidak mungkin bisa selamat.

Kita sebagai manusia pasti penuh dengan banyak dosa. Jika semua pelanggaran kita diperhitungkan, tidak mungkin kita bisa mencapai surga.

“. . . barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81).

Selanjutnya ia membaca dalil bahwa manusia tidak bisa selamat karena amalannya (Shahih Muslim 5038). Bahkan setiap manusia pasti mendatangi neraka (Qs 19:71).

Terlebih lagi Nabi Islam sendiri tidak bisa menjamin selamat kepada siapapun. Tidak juga kepada Fatimah, anaknya yang terkasih.

“. . . wahai ibunda Az Zubair . . . bibi Rasulullah, wahai Fathimah binti Muhammad belilah jiwa-jiwa kalian berdua (peliharalah) dari siksa Allah. Aku tidak berkuasa melindungi kalian berdua di hadapan Allah sedikit pun . . .” (Shahih Bukhari 3264).

Karena itu Hartomo ingin mengetahui pandangan saya lebih dalam. Ia bertanya mengenai jaminan masuk surga Kristen.

Jalan Selamat Allah Bagi Manusia

Saat itulah saya mendapat kesempatan menjelaskan pandangan saya. Dasarnya adalah karena Allah Maha Kasih. Ia ingin semua manusia bisa selamat.

Tentu saja kita sebagai manusia tidak mungkin mampu selamat dari diri sendiri. Kita pasti penuh dosa dan kesalahan. Karena itulah Allah yang menyediakan pertolongan-Nya bagi manusia.

“Tak seorang pun dapat menebus sesamanya, atau memberi tebusan kepada Allah baginya – karena harga tebusan nyawa orang sangatlah mahal, bayaran apa pun tidak akan pernah cukup—supaya ia dapat hidup kekal dan tidak melihat kebinasaan . . . Tetapi, Allah akan menebus jiwaku dari kuasa alam kubur karena Ia akan menerimaku” (Zabur 49:8-10, 16).

Puncak jalan Allah adalah dengan menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih. Ia adalah perwujudan Ruh dan Kalimatullah.

Saat kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, maka Allah mengampuni dosa. Ia juga akan menuntun sampai kita selamat di akhirat.

Jadi, kita tidak harus disiksa di neraka atas dosa-dosa yang kita perbuat. Melainkan, kita bisa yakin bahwa kita akan hidup di surga dengan Allah selama-lamanya. Inilah jaminan masuk surga Kristen.

“. . . Allah menunjukkan kepada kita suatu jalan lain ke surga — bukan dengan ‘menjadi cukup baik’ dan dengan berusaha menaati hukum-hukum-Nya, melainkan . . . Allah mengatakan bahwa Ia akan menerima kita dan membebaskan kita, menyatakan kita “tidak bersalah” bila kita percaya bahwa Yesus Kristus [Isa Al-Masih] menghapuskan dosa kita” (Injil, Roma 3:21-22 FAYH).

Bukankah Terlalu Mudah dan Bisa Hidup Seenaknya?

Hartomo mengatakan bahwa sekarang ia menjadi lebih paham. Yaitu ada inisiatif Allah yang mau menolong manusia.

Namun tetap pertanyaannya dulu belum terjawab. Karena bukankah hal ini justru membuat manusia bisa hidup seenaknya?

Saya menjelaskan bahwa mengikut Isa Al-Masih bukan hanya sekadar status. Melainkan artinya orang tersebut mau menyerahkan hatinya kepada Allah. Sehingga ia mau belajar hidup untuk Allah.

Dengan demikian saat orang mengikuti Isa akan mengalami perubahan hati. Jadi orang tersebut justru akan termotivasi berbuat baik.

“Kemudian, Aku akan mengaruniakan kepadamu hati yang baru . . . Akan Kusingkirkan hati yang keras dari tubuhmu dan Kukaruniakan kepadamu hati yang lembut . . . membuat kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku, memegang teguh peraturan-peraturan-Ku, dan melakukan semua itu” (Taurat, Yehezkiel 36:26-27).

Jaminan Pasti Masuk Surga

Lebih lanjut saya menjelaskan kepada Hartomo. Bahwa inilah beda pengikut Isa sejati dengan yang hanya asal status. Yaitu ia mau mengimani dan menyerahkan hidupnya untuk mengikuti ajaran Isa Al-Masih.

Dengan demikian ada pertolongan Allah untuk pengampunan dosa. Juga pertolongan-Nya agar kita bisa hidup dengan benar.

“Karena anugerah Allah yang mendatangkan keselamatan bagi seluruh umat manusia sudah nyata. Kita diajarnya untuk menjauhi perbuatan-perbuatan sesat . . . lalu hidup secara bijak . . . [melalui] Penyelamat kita, yaitu Isa Al-Masih . . . suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Titus 2:11-14).

Tidak mudah Hartomo menerima semua penjelasan ini. Namun ia menjadi lebih menghargai jaminan masuk surga Kristen setelah diskusi kami.

Maukah Anda mendapatkan jaminan masuk surga? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana cara Saudara mendapatkan jaminan masuk surga dalam kepercayaan Saudara?
  2. Bagaimana menurut Saudara mengenai jaminan masuk surga Kristen?
  3. Bagaimana pendapat Saudara bahwa Allah Maha Kasih menghendaki semua manusia selamat sehingga memberikan jalan melalui Isa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas.  Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Cara Dan Syarat Menjadi Layak Masuk Surga
  2. Mukmin Tidak Perlu Beramal Untuk Masuk Surga?
  3. Saat Muslim Dan Kristen Meninggal, Pastikah Saya Masuk Surga?
  4. Dapatkah Amal Baik Kita Memenuhi Syarat Masuk Surga?

Video:

  1. Jalan Menuju Surga Dalam Al-Quran Dan Kitab Allah

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Fanatik, Kesaksian, Mengenal Allah

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

35 Comments
Paling lama
Terbaru
ASD
8 September 2011 6:25 am

*
Jika manusia berbuat dosa, maka manusia itu sendirilah yang harus bertobat, tidak mengulangi dosanya, minta ampun kepada Tuhannya dan memperbaiki kesalahannya serta memperbanyak amal untuk menebus dosanya, agar amal baiknya lebih berat saat ditimbang di akhirat nanti. Bukan Isa Al-Masih yang harus berkorban, rela disalib untuk menebus dosa umat-Nya.

Jika logika tersebut yang dipakai, betapa enaknya orang yang sudah berbuat dosa (berzina, mabuk, membunuh) dan terhapus begitu saja dengan kehadiran Isa yang siap melebur dosa tanpa menanggung akibatnya.

Balas
staff
12 September 2011 4:56 am
Balasan ke  ASD

~
Saudara ASD,

Kami setuju dengan pendapat saudara, manusia harus bertobat dari dosa-dosanya, dan hidup kudus di hadapan Allah.

Dalam ajaran Islam memang mempunyai satu kepercayaan, bahwa pada hari kiamat, setiap manusia akan ditimbang. Untuk menentukan, mana yang lebih berat, dosa ataukah pahala. Dan berdasarkan itu, mereka akan ditentukan untuk masuk sorga bila pahalanya lebih berat, atau masuk neraka bila dosanya lebih berat.

Pertanyaanya: Seberapa banyakkah pahala yang harus saudara kumpulkan agar saudara dapat masuk sorga? Dan apakah amal yang saudara kumpulkan dapat menjamin saudara masuk sorga? Silakan saudara baca url berikut untuk menemukan jawabannya, http://tinyurl.com/3kqacme.

Sedangkan orang Kristen yang benar-benar telah menerima keselamatan dalam Isa Al-Masih, mereka melakukan setiap ibadah mereka bukan semata-mata supaya mendapat pahala atau masuk sorga atau dosanya diampuni.

Semua itu mereka lakukan sebagai ucapan syukur mereka pada Allah, atas anugerah keselamatan yang telah mereka terima. Dan firman Allah mengatakan, keselamatan itu adalah anugerah dari-Nya, bukan usaha manusia.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Injil, Surat Efesus 2:8-9)
~
SO

Balas
Utor
8 September 2011 8:37 am

*
Tak ada satu agama pun yang bisa menjamin pengikutnya masuk surga (kalaupun surga itu ada).

Balas
staff
12 September 2011 4:55 am
Balasan ke  Utor

~
Saudara Utor,

Kami setuju dengan pendapat saudara. Tidak ada satu agamapun yang dapat memberi jaminan keselamatan. Sebab “agama” hanyalah sebuah aturan yang dibuat oleh manusia untuk dapat mendekatkan diri pada Sang Khalik.

Kitab Suci berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

Lebih lanjut, terdapat dalam artikel ini, http://tinyurl.com/3vnykw5.
~
SO

Balas
Abdullah Rajab
12 September 2011 2:21 pm

*
“Bahwa Isa Al-Masih telah mengorbankan diri-Nya dan Ia mati disalib untuk menyelamatkan manusia dari dosa”.

Admin Yth, saya yakin kalimat di atas adalah kalimat yang diyakini umat Kristen, karenanya tidak tepat menggunakan kata Isa Al-Masih.

Hemat saya Isa Al-Masih tidak dikenal dalam Kristen (dan Injil sekarang), melainkan Yesus. Jadi tolong kalau membahas Tuhan Kristen pakailah nama Yesus, karena Isa Al-Masih adalah Nabi yang dimuliakan dalam Islam.

Balas
staff
16 September 2011 4:41 am
Balasan ke  Abdullah Rajab

~
Saudara Abdullah Rajab,

Nama lain untuk Isa ialah Yesus. Gelar Al-Masih berasal dari bahasa Ibrani yang artinya adalah “yang diurapi”. Sedangkan “Kristus” merupakan terjemahan “yang di-urapi” ke dalam bahasa Yunani.

Dengan demikian, baik Isa Al-Masih maupun Yesus Kristus artinya adalah “yang diurapi”.

Benarkah keselamatan yang dibawah oleh Isa Al-Masih/Yesus Kristus hanya bagi orang Kristen?

Perhatikanlah ayat berikut, “Jibril berkata: “Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya (Isa Al-Masih) suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan” (Qs 19:21)

Ayat di atas tidak mengatakan “suatu tanda bagi orang Kristen saja” melainkan bagi seluruh manusia. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12).
~
SO

Balas
padrizaghanus
20 September 2011 4:51 pm

*
Oleh karena Yesus datang bukan membawa agama seperti yang dinyatakan oleh staff IDI maka tidak bolehlah disebut agama Kristian.

Kalau mau mewujudkan agama Kristian di Indonesia atau negara-negara lain mesti mengakui Yesus datang membawa agama.
Memang diakui Kristian bukan agama karena tiada lagi hukum Taurat.

Balas
staff
21 September 2011 11:50 am
Balasan ke  padrizaghanus

~
Isa Al-Masih bukan pembuat atau pembawa agama tertentu. Isa Al-Masih bukan membawa agama Kristen, tetapi memberikan jawaban atas kefrustasiaan manusia dalam mencari jalan keselamatan dan pengampunan dosa dari siksa neraka.

Agama adalah buatan manusia, sebagai cara manusia untuk mengenal Sang Pencipta. Sebelum Isa Al-Masih datang telah berdiri banyak agama. tetapi semua itu tidak dapat menyelamatkan manusia (bahkan hingga saat ini agama tidak menyelamatkan) dari hukuman neraka, karena hanya Allah yang sanggup menyelamatkan.

Dialah Isa Al-Masih datang ke dunia untuk menyelamatkna manusia yang percaya kepada-Nya.

Mengapa harus Isa Al-Masih? karena Dia terkemuka di Dunia dan Akhirat, “Hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat yang datang dari pada-Nya, namanya Al-Masih, Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat…” (Qs 3:45).

Dalam ayat ini dinyatakan bahwa Isa adalah kalimatullah, Dia ada karena Firman Allah SWT dan Dia adalah seorang yang terkemuka di dunia dan akhirat. Tidak ada seorangpun yang terkemuka di dunia dan akhirat selain Allah karena Isa adalah Allah SWT.
~
NN

Balas
Mira cute
2 Juli 2012 5:54 am

*
Saya umat Kristus dan saya merasa diberkati dengan setiap artikel di website ini. Sehingga saya tau siapa Tuhan yang saya sembah dan saya bersyukur menjadi pengikut Kristus.

Di sini saya ingin berbagi sebuah link yang menguak tentang ajaran Islam yang sebenarnya, barangkali ini bisa jadi referensi juga buat staf IDI dan saudara-saudara Muslim yang lain. Tanpa bermaksud menyudutkan, tapi cobalah baca dengan hati pikiran yang jernih dan logika.

GBU

Balas
staff
3 Juli 2012 2:56 pm
Balasan ke  Mira cute

~
Saudara Mira Cute,

Sebelumnya terimakasih atas apresiasi saudara pada forum ini dan kesediaan saudara untuk bergabung. Terimakasih juga atas link yang saudara berikan. Kami sudah melihatnya dan menurut kami blogspot tersebut terlalu keras dalam memberi penilaian terhadap saudara-saudara kita Muslim. Untuk itu, kami minta maaf karena terpaksa harus menghapus link yang saudara berikan.

Memang apa yang disebut pada link tersebut adalah benar adanya. Sayang, mereka menyajikan dengan kata-kata yang vulkar sehingga dapat melukai hati orang yang membacanya. Mari kita memberitakan Injil Keselamatan Allah dengan kasih, karena itulah yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

“Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini” (Injil, Rasul Markus 12:31).
~
SO

Balas
salomon
17 April 2013 3:28 am

*
Sekarang saya tanya kepada anda semua Kristen, apakah bedanya anda sebagai pengikut Isa di dunia dengan pengikut yang lainnya? Nyatakan dalam hal dunia, iman, dan bukti orang Kristen yang sudah pernah masuk surga? Karena riwayat orang Kristen masuk surga tidak ada, melainkan dari mimpi dan mengikuti bisikan yang katanya dari Roh Kudus, dan hanya akan menjadi mimpi belaka. Jikalau rujukannya Yesus sebagai penyelamat karena kunci sorga hanya satu yaitu Allah, selain itu tidak ada.

Balas
staff
18 April 2013 7:12 am
Balasan ke  salomon

~
Saudara Salomon,

Perbedaan kami sebagai pengikut Isa Al-Masih adalah, kami telah mempunyai jaminan keselamatan sorgawi. Oleh sebab itu, kami tidak perlu lagi khawatir akan keselamatan sorgawi kami. “Akulah [Yesus Kristus] terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:12)

Inilah jaminan yang diberikan oleh Isa Al-Masih, bahwa setiap pengikut-Nya akan terhindari dari kegelapan atau siksa neraka.

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Bukankah sungguh indah bila kita telah mempunyai jaminan keselamatan sorgawi?
~
SO

Balas
peace01
15 Agustus 2013 12:04 pm

*
Enak benar ya kalau begitu, saya masuk nasrani, terus saya maksiat kanan kiri. Saya tetap dijamin masuk surga.

Asal anda tahu, di Islam pun kami percaya bahwa keselamatan akhirat bukan berasal dari amal perbuatan kami, tetapi dari Rahmat Allah. Kisah seorang pelacur yang berdosa seumur hidupnya, di akhir hidupnya diberi rahmat oleh Allah dan dijamin keselamatannya, hanya karena memberikan air minumnya kepada seekor anjing yang kehausan, sementara dia sendiri sangat haus.

Balas
staff
17 Agustus 2013 1:32 pm
Balasan ke  peace01

~
Saudara Peace01,

Saudara sangat keliru bila berpandangan demikian. Dalam iman kekristenan diajarkan bahwa keselamatan diperoleh karena kasih karunia Tuhan melalui iman kepada Yesus Kristus. Tapi, kehidupan kekristenan tidak berhenti sampai di situ saja.

Sebagai wujud dari pengakuan bahwa Yesus adalah Juruselamat, seseorang harus menyerahkan hidup sepenuhnya dalam kehendak-Nya. Dengan kata lain, hidup sesuai kebenaran firman Allah. Inilah yang disebut buah dari pertobatan.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Injil, Surat Roma 12:2).

Bagaimana dengan orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan atau masih berdosa? Firman Allah mengatakan “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Injil, Surat Roma 6:23).

Seseorang yang ingin mendapatkan hidup kekal, pertama yang harus dilakukan adalah menerima dan mengimani Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dalam dirinya. Setelah itu, hidup dalam pertobatan atau hidup sesuai kebenaran firman Allah.
~
SO

Balas
danny
7 Oktober 2013 5:23 am

~
Hanya pengikut Isa Al-Masih/Yesus yang masuk sorga. Qs 4:159 “Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka”.

Balas
alex
7 Februari 2014 5:31 pm

~
Hanya kerendahan hati datang ke hadapan Allah dengan menerima korban-Nya yaitu Yesus Kristus yang mati, karena rancangan Allah agar manusia diselamatkan dari dosa-dosanya. Kesombongan tidak layak masuk kerajaan Allah, karena iblispun dulunya malaikat sorga yang sombong, angkuh di buang ke bumi. Jadi siapa yang tidak menerima karunia Allah tidak layak masuk kerajaan sorga. Terima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat dengan kerendahaan hati maka menghormati pemberian Allah.

Balas
Davids
1 Mei 2014 3:43 am

~
Kekristenan suatu perubahan hidup yaitu hidup seturut dengan Kehendak Allah di dalam Kristus. Karena keselamatan yang telah Allah karuniakan secara cuma-cuma kepada setiap orang yang percaya pada Yesus Kristus.

Balas
achmad muslimin
28 Mei 2014 2:23 pm

~
Bagi kami umat Islam, Tuhan itu satu yaitu Allah. Isa Al-Masih atau Yesus Kristus (bahasa Kristiani) itu hanyalah seorang nabi Allah yang dipercaya oleh Allah untuk menyampaikan firman-Nya kepada manusia. Jadi, mungkin tujuan kita beragama adalah dalam rangka mencari ridho Tuhan kita masing-masing, dengan cara yang berbeda. Apakah semua agama itu sama? Menurut saya berbeda, karen tata cara beribadahnya berbeda. Jadi terserah kepada apa yang kita yakini karena nanti di akhirat, kita akan menanggung sendiri akibat dari pilihan kita.

Wassalam,

Balas
staff
14 Juni 2014 8:57 am
Balasan ke  achmad muslimin

~
Salam Sdr. Achmad,

Benar memang bahwa agama ada banyak di dunia ini. tetapi apakah berarti Allah juga ada banyak? Allah hanya satu, Dialah Allah yang benar yang memberikan kepastian keselamatan pada semua orang yang percaya kepada-Nya.

Saudara harus hidup dalam kebenaran Allah yang memberikan kepastian keselamatan itu. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Injil, Surat Roma 10:9).
~
Salma

Balas
gic
8 Agustus 2014 1:05 pm

~
Agama Islam dan Kristen, Hindu, Budha hampir sama tapi tak sama. Hanya Tuhan tidak pernah menciptakan agama. Tuhan memciptakan manusia. Setelah manusia berdosa baru, manusia membuat agama dengan cara beramal baik. Karena telah berdosa yang bisa dilakukan sebatas baik, tidak sampai benar. Sedangkan standar Tuhan mutlak baik dan benar.

Balas
staff
13 Agustus 2014 11:09 pm
Balasan ke  gic

~
Saudara Gic,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kiranya ini menjadi perenungan bagi pengunjung lainnya.
~
Solihin

Balas
agus
17 April 2015 2:44 pm

~
Adakah agama yang menjamin pengikutnya pasti masuk surga?

Balas
staff
29 April 2015 1:10 pm
Balasan ke  agus

~
Saudara Agus,

Agama hanyalah jembatan untuk manusia mengenal Pencipta-Nya. Melalui agama kita belajar mengenai Allah dan Firman-Nya. Hanya Allah yang memiliki otoritas untuk memberikan jaminan masuk surga. Isa Al-Masih adalah satu-satunya yang dapat memberikan jaminan keselamatan. Isa memiliki kuasa untuk memberikan hidup kekal bagi manusia,

“dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”
(Injil, rasul Besar Yohanes 10:28).

Dan Isa Al-Masih menyebut diri-Nya adalah jalan yang dapat membawa pada keselamatan (Injil, Rasul Yohanes 14:6). Mengapa Isa Al-Masih dapat memberikan jaminan keselamatan dan hidup kekal di surga? Karena Isa adalah Allah.
~
NN

Balas
anggi
29 Mei 2015 8:25 am

~
Shalom Staff Isa dan Islam,

Saya baru saja keluar dari kolam baptisan pada awal Maret 2015 kemarin. Puji Tuhan, saya percaya pada Tuhan Yesus Sang Juru Selamat. Akan tetapi masih ada dua pertanyaan yang harus saya jawab dan saya belum menemukan “inti” dari pertanyaan sebagai berikut:

1. Karena umat Kristen sudah di tebus dosa-dosanya oleh Yesus, maka apakah benar bahwa umat Kristen bisa melakukan hal-hal semaunya tanpa perlu merasa berdosa?
2. Keselamatan sudah dijamin oleh Yesus, tetapi surga adalah “pemberian” atau anugerah dari Tuhan. Sehingga amal perbuatan tidak menjamin kita akan diterima di Kerajaan Allah”. Maka dari itu pertanyaan saya bagaimana kita sebagai anak-anak domba-Nya bisa memperoleh anugerah tersebut?

Terima kasih. Shalom.

Balas
staff
24 Juli 2015 2:08 am
Balasan ke  anggi

~
Saudara Anggi,

Saya menyampaikan selamat atas baptisan yang telah dilakukan. Lebih dari itu, karena mba Anggi percaya pada Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kami senang karena setelah baptisan, mba Anggi masih memikirkan tentang soal-soal seputar keselamatan. Hal itu baik agar mba Anggi semakin mengenal Isa Al-Masih dengan benar.

Mba Anggi yang dikasihi Isa Al-Masih, setiap orang yang telah menerima rahmat keselamatan bukan berarti bebas berbuat dosa. Isa Al-Masih tidak menghendaki pengikut-Nya berbuat dosa. Oleh sebab itu, seringkali Isa Al-Masih berfirman, “…jangan berbuat dosa lagi…” (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:14; 8:11). Ini menjelaskan bahwa kita perlu hidup sesuai dengan ajaran Isa Al-Masih. Silakan klik ini http://tinyurl.com/l44ao4n untuk mengetaui lebih lanjut.

Oleh sebab itu, anugerah adalah pemberian Allah. Roh Kudus yang mengerjakan itu dalam diri seseorang termasuk dalam diri mba Anggi. Namun, kita dapat menerima anugerah tersebut dengan percaya pada Isa Al-Masih. Isa Al-Masih berfirman, “Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia menganugerahkan Sang Anak yang tunggal itu, supaya setiap orang yang percaya kepada Sang Anak tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16, KSI).

Kami berharap ini dapat membantu mba Anggi. Terimakasih.
~
Solihin

Balas
bushra talib
6 November 2015 11:49 am

~
Kalau betul-betul ikut Yesus harus sesuai petunjuk dan tutunan dari padanya, jangan makan babi, harus sunat, jangan minum minuman keras, bersujud hanya pada Allah, wanita berkerudung, baca 10 perintah Allah dan sesuaikan perilaku.

Balas
staff
18 November 2015 11:25 am
Balasan ke  bushra talib

~
Saudara Bushra,

Mungkin umat Islam agak sulit membedakan antara perintah/ajaran agama dengan budaya. Karena agama Islam tidak dapat lepas dari budaya Arab. Namun mengapa Isa disunat dan wanita zaman Isa berkerudung? Itu adalah bagian dari budaya bangsa Yahudi. Larangan jangan makan ini dan itu merupakan hukum yang berlaku pada zaman sebelum Isa datang. Setelah Isa datang, ajaran-Nya menekankan pada hal-hal batiniah yaitu hati, bukan lagi pada hal lahiriah seperti aturan dan ritual agama.

Inti ajaran Isa adalah, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”
(Injil, Rasul Besar Matius 22:37-39).
~
Noni

Balas
Universe
25 Januari 2016 11:17 pm

~
Salam,

Tidak ada jaminan untuk seluruh umat manusia untuk pasti masuk Surga! Hanya Allah yang berhak menentukan dan itu adalah misteri-NYA. Saya kira anda terlalu naif jika mempunyai persepsi hanya Isa Al-Masih juruselamat satu-sautnya. Anda mengimani Isa Al-Masih tetapi anda tidak mau berserah diri dan bersujud kepada Allah yang Esa (mencerminkan sifat iblis yang sombong), jauh dari perintah-NYA dan melanggar larangan-NYA juga termasuk dosa-dosa manusia. Konsep penebusan dosa yang anda sampaikan juga harus diimbangi dengan iman-iman yang lainnya juga. Tuhan yang maha adillah yang akan menentukan nasib anda nanti. Manusia tidak akan bisa menghitung, menimbang, apalagi memastikan. Tolong direnungkan. Terima Kasih.

Balas
staff
24 Maret 2017 7:03 am
Balasan ke  Universe

~
Saudara Universe,

Terimakasih. Justru mengimani Isa Al-Masih adalah suatu sikap merendahkan hati di hadapan Allah yang esa. Sebab Allah memberikan jalan satu-satunya yaitu melalui pengorbanan Isa Al-Masih dan yang kebangkitannya membuktikan keilahian-Nya.. Justru dengan segala bukti itu betapa sombongnya manusia yang tidak mau percaya akan usaha Allah untuk menyelamatkannya.
~
Noni

Balas
willy akbar
24 Maret 2016 6:58 am

~
Setiap rasull/nabi Tuhan adalah jalan kebenaran pada masanya. Jalan kebenaran bukan pada Yesus Kristus a.s saja, melainkan ada pada semua rasull/nabi Allah. Dan di zaman saat ini jalan kebenaran ada pada nabi Muhammad, karena ajaran Muhammad kekal sampai akhir nanti. Persis apa yang di katakan Al-Quran dan Alkitab.

Balas
staff
24 Maret 2017 7:05 am
Balasan ke  willy akbar

~
Saudara willy Akbar,

Terimakasih. Tetapi bagaimana pendapat saudara mengenai artikel di atas. Pengalaman si pemberi kesaksian sungguh tidak umum sebab pandangan umum bahwa agama dapat memberikan keselamatan tetapi ternyata orang beragama bukan jaminan memperoleh keselamatan. Bagaimana pandangan saudara, apakah agama dapat menyelamatkan?
~
Noni

Balas
Urat Malu
30 Maret 2016 10:59 am

~
Saudara Pendeta ehh admin,

Bolehkah kiranya saya bertanya dari mana anda dapatkan air suci dalam kolam pembaptisan anda. Apakah dari sumur biasa atau dari saluran-saluran pipa yang dialirkan kerumah dan apakah ada doa khusus bagi air itu sehingga bisa dikatakan suci dan bagaimana menurut saudara kategori air yang suci itu apakah kolam baptis dipakai buat berendam seda ngkan anda manusia yang dipenuhi dengan kotoran-kotoran terutama daki apakah setelah anda air baptis itu dipakai kembali untuk orang berikutnya.

Balas
staff
24 Maret 2017 7:06 am
Balasan ke  Urat Malu

~
Saudara Urat Malu,

Terimakasih. Menerima keselamatan melalui Isa Al-Masih tidak ada hubungannya sama sekali dengan air suci atau tidak suci. Adapun pemakaian air dalam pembaptisan adalah simbol sebagaiman Isa Al-Masih telah memberikan teladan. Namun bukan airnya tetapi kematian dan kebangkitan Isa Al-Masihlah yang menyelamatkan. Jika saudara mengamati agama-agama umumnya, memakai juga air sebagai pembersihan. Jadi pemakaian air sebagai simbol adalah sudah umum.
~
Noni

Balas
ladygaga
16 Januari 2017 4:41 pm

~
Siapakah orang yang pertama dan terutama dalam Injil yang mengatakan Isa Al-Masih itu sebagai Tuhan dan siapa saksinya. Sampaikan kepada seluruh bangsa dari zaman Adam dan Hawa di sorga “Tiada Tuhan selain Allah ” Zaman nabi Nuh juga Allah Tuhan seluruh makhluk. Kristen sekarang bukan pengikut Isa Al-Masih. Kriste n adalah ajaran yang menyimpang dari zaman Taurat .Firaun yang juga mengaku jadi Tuhan dihancurkan oleh Allah. Penyaliban Allah suatu yang mustahil terjadi untuk tebus dosa manusia. Dalam Islam kalau Allah SWT mau memasukan manusia itu ke sorga tidak perlu harus mati di tiang salib. Cukup mudah bagi Allah SWT yaitu tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusanNya ( kalimat Taubat /penebusan dosa ). Dasar Tuhan itu bagi seluruh makhluk adalah cuma satu (Allah SWT).

Balas
staff
24 Maret 2017 7:07 am
Balasan ke  ladygaga

~
Saudara Ladygaga,

Terimakasih. Yang kami yakini dan yang kami syukuri bahwa Allah memberikan keselamatan bagi manusia melalui kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih. Mudah saja untuk membuktikan apakah Kristen itu bukan pengikut Isa Al-Masih yang dengan meruntuhkan keyakinan bahwa Isa Al-Masih tidak bangkit. Tetapi faktanya bahwa sejarah kuno juga telah memberikan bukti bahwa Isa Al-Masih telah bangkit. Jadi orang Kristen pengikut Isa Al-Masih apabila mereka percaya kedua hal tersebut. Apakah saudara percaya bahwa Isa Al-Masih telah bangkit dari kematian?
~
Noni

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Mengapa Orang Arab Murtad Masuk Kristen? 
  • Bagaimana Kesaksian Seorang Muslim Turki Masuk Kristen? 
  • Kisah Mukmin Menemukan Surga Melalui Mimpi Baik Dari Allah
  • Cerita Nyata: Perjalanan Mukmin Mendapatkan Kepastian Surga
  • Apakah Alasannya Mukmin Pindah Agama Islam ke Kristen? 

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz