• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Surga dan Neraka Menurut Al-Quran: Cara Masuk Surga

Isa Dan Islam > Artikel > Al-Quran > Akhir Zaman > Surga dan Neraka Menurut Al-Quran: Cara Masuk Surga
31 Januari 2024 | 1,131 Komentar

Kematian merupakan momok yang menakutkan. Tidak ada manusia yang ingin mengalaminya. Namun, kematian pasti terjadi.

Umat Islam memahami ada dua opsi setelah kematian. Yaitu kita akan masuk surga, atau neraka.

Tentu saja keinginan semua kita adalah masuk surga. Namun sebagai manusia berdosa, mungkinkah hal itu terjadi?

Bagaimana pandangan surga dan neraka menurut Al-Quran? Penting kita mengetahuinya agar dapat mempersiapkan diri dan mendapatkan jalan masuk surga.

Surga Menurut Al-Quran

Gambaran surga sangat indah. Pastilah semua manusia ingin untuk bisa hidup di dalamnya.

Al-Quran menyatakan ada banyak hal menarik. Misalnya ada sungai-sungai yang mengalir di dalamnya (Qs 3:198).

Kegiatan penghuni surga penuh hal yang menyenangkan. “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan. Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh . . . mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta” (Qs 36:55-57).

Terlebih lagi, selain itu Allah menjanjikan ada banyak kesenangan bagi para pria. Yaitu tersedia banyak bidadari cantik (Qs 56:22-24).

Semua hal ini tentu saja hal menarik bagi banyak orang. Ulama menyatakan hal ini memotivasi manusia mengejar surga.

Pertanyaan Mengenai Gambaran Surga

Namun sehubungan dengan gambaran ini ada pertanyaan. Yaitu:

  • Mengapa gambaran surga berupa kesenangan duniawi? Banyak orang berpendapat seharusnya merupakan kemuliaan Ilahi yang berbeda dari keadaan dunia.
  • Mengapa banyak sekali deskripsi surga hanya tergambar untuk kesenangan pria? Dalam hal ini para wanita tidak mendapatkan gambaran kesenangannya.

Ulama memberikan penjelasan bahwa intinya di surga manusia akan mendapat segala yang hatinya inginkan.

“. . . di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (Qs 16:31).

Hal ini juga berlaku bagi para wanita. Sehingga nantinya akan ada banyak kesenangan bagi semua penghuni surga.

Penjelasan ringkas ini tentu saja menarik. Walaupun tidak menjawab sepenuhnya mengenai deskripsi gambaran surga.

Namun masalah yang lebih utama adalah dapatkah manusia masuk surga? Terlepas dari apa saja gambaran surga, semua akan percuma jika kita tidak bisa mencapainya.

Jalan Panjang Mencapai Surga

Rupanya ada banyak halangan untuk manusia masuk surga. Karena agama mengajarkan bahwa surga hanya diberikan kepada manusia yang bertakwa.

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan” (Qs 43:72).

Ada banyak ayat lainnya yang mendukung dalil ini. Pada bagian lain tertulis surga untuk orang yang beramal dan berbakti (Qs 3:195, 198). Juga tertulis surga karena upah usaha kita berbuat kebaikan (Qs 88:8-10).

Masalahnya Allah adalah Sang pembuat perhitungan (Al-Hasiib). Sehingga setiap manusia akan menghadap pengadilan Allah. Akan ada hukuman bagi setiap pelanggaran.

“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya . . . Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya” (Qs 40:17).

Selanjutnya akan ada jembatan Shirath. Yaitu jembatan yang sangat tipis tempat pengujian perbuatan manusia (Shahih Muslim 269).

Setiap manusia yang memiliki dosa akan terjatuh dari jembatan. Mereka akan kena azab mengerikan.

Lalu Allah akan membiarkannya di sana sampai selesai masa hukuman. Jika nantinya terdapat kebaikan maka akan diangkat ke surga (Qs 19:72).

Halangan Manusia Masuk Surga

Inilah masalah surga dan neraka menurut Al-Quran. Karena semua manusia penuh dosa dan kesalahan. Tidak ada manusia yang bisa hidup sempurna.

Hal ini menyatakan hal yang mengkhawatirkan. Bahwa pertama, kita pasti akan mendapat hukuman Allah. Pasti akan ada siksa-Nya yang harus kita tanggung.

Selanjutnya, tidak ada jaminan bahwa kita bisa masuk surga. Karena kita tidak bisa tahu pertimbangan Allah. Sangat mungkin dosa kita jauh lebih berat dari semua amalan kita.

Ada Hadits yang menyatakan bahwa jika masih ada kejahatan kecil saja, tetap kita tidak bisa masuk surga. “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dari kesombongan” (Hadits Muslim No.133).

Terlebih lagi amalan kita saja belum tentu Allah terima. Contoh: Allah hanya menerima amalan orang yang bertakwa (Qs 5:27). Juga hanya bagi yang ikhlas (Hadits Nasa’I 3089). Ia tidak menerima amalan orang yang memutus silaturahim (Hadits Ahmad No.9883).

Dalam kedaan seperti ini, sangat sulit kita bisa masuk surga. Tidak ada jaminan surga. Namun justru terbalik yang ada adalah kepastian neraka.

“Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Neraka Menurut Al-Quran

api kekalPenjelasan di atas menyatakan kemungkinan besar kita masuk neraka. Jika demikian tentu kita perlu tahu bagaimana keadaan di sana.

Neraka adalah tempat penuh penderitaan. Akan ada api dan siksaan Allah terus menerus di dalamnya.

Banyak gambaran mengenai neraka yang sangat mengerikan.

  • Neraka tergambar seperti orang minum air mendidih dan makan pohon berduri (Qs 88:4-7).
  • Di neraka kulit penghuninya terbakar sampai hangus berkali-kali (Qs 4:56).
  • Di neraka isi perut dan kulit luluh dengan air panas. Juga tersedia cambuk besi (Qs 22:19-21).

Inilah gambaran surga dan neraka menurut Al-Quran. Melihat semua keadaan ini tentu sangat membuat kita khawatir.

Pastilah manusia ingin terhindar dari neraka. Namun semua dosa kita menjadi penghalangnya. Pasti akan ada hukuman Allah yang harus kita tanggung.

Pertolongan Allah bagi Manusia

Dalam keadaan seperti ini Allah menyediakan pertolongan. Ia memberikan jalan keluar untuk menyelamatkan manusia.

Allah menyediakan solusinya. Yaitu melalui Isa Al-Masih yang menjelma menjadi manusia.

Hal ini karena Allah mengetahui keadaan manusia. Dari dahulu manusia terbukti lemah dan berbuat banyak dosa.

“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu. Dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Taurat, Yesaya 59:2).

Karena itu Isa datang menyatakan kebenaran. Lalu saat tersalib, Ia mengampuni setiap dosa manusia. Isa mampu melakukan hal ini karena Ia adalah satu-satunya Pribadi yang suci (Qs 19:19).

“. . . Kristus [Isa Al-Masih] mempersembahkan hanya satu kurban untuk pengampunan dosa [saat tersalib] . . . Allah juga berkata, ‘Aku akan melupakan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan mereka.’ Jadi, dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan itu sudah diampuni . . .” (Injil, Surat Ibrani 10:12,17-18 BIS).

Kita bisa mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Dengan demikian, Allah akan mengampuni semua dosa kita. Ia menyelamatkan kita dari hukuman dosa. Sehingga kita bisa mendapat kepastian masuk surga.

Inilah pernyataan rahmat Allah bagi manusia berdosa. Karena memang kita tidak bisa selamat dari amalan. Kita hanya bisa selamat dengan rahmat Allah.

Inilah Solusi dari Allah!

Memang benar kita sebagai manusia tidak akan mampu mencapai surga. Selalu akan banyak dosa dan pelanggaran yang kita perbuat.

Karena itu mari kita menerima solusi pertolongan Allah. Yaitu dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus [Isa Al-Masih] dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Injil, Kisah Para Rasul 16:31).

Selanjutnya dalam rasa syukur dan pertolongan-Nya, kita bisa hidup baik. Kita bisa lebih termotivasi untuk beramal dan menghindari dosa.

Mari menerima solusi Allah dengan mengimani Isa!


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Pandangan Al-Quran Tentang Surga Dan Neraka” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Pandangan Kristen Dan Islam Tentang Surga Dan Neraka
  2. Perjalanan Nabi Islam Ke Sorga
  3. Cara Muslim Menghindari Pintu Neraka

Video:

  1. Jalan Menuju Surga Dalam Al-Quran Dan Kitab Allah
  2. Ketakutan Akan Maut – Mencari Jalan Pasti Ke Surga

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apakah menurut Al-Quran neraka itu kekal? Jelaskanlah pendapat saudara sesuai artikel di atas.
  2. Mengapa Al-Quran memberikan keterangan berbeda tentang neraka yang terdapat dalam Qs 2:81 dan Qs 19:72? Jelaskanlah pendapat saudara.
  3. Jika surga dan neraka menurut Al-Quran kekal, maka dapatkah setelah masuk neraka kemudian masuk surga? Jelaskanlah alasan saudara.

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930
Kategori: Akhir Zaman, Al-Quran

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1.1K Comments
Paling lama
Terbaru
ishoma
24 Juni 2013 1:52 am

*
1. Di sorga tidak ada kebutuhan jasmani, karena kebutuhan jasmani muncul sebagai akibat dosa, sedangkan di sorga tidak ada dosa.

2. Jaminan yang pasti untuk dapat ke sorga tentu saja ada, dan yang dapat menjamin tentu saja pemilik sorga itu.

3. Agama, nabi ataupun kitab tidak dapat menjamin masuk sorga, hanya menunjukkan siapakah pribadi yang dapat menjamin masuk sorga.

Balas
Rojo Poso
24 Juni 2013 5:03 am

*
Dear Staf IDI

Itu semua adalah kenikmatan surga yang dijanjikan Allah dalam Injil Matius 26:29 “Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku”

Ayat ini menurutku menjelaskan hal yang sama tentang kenikmatan surga. Maaf, selain Staf IDI tidak akan saya tanggapi.

Balas
staff
25 Juni 2013 5:58 am
Balasan ke  Rojo Poso

~
Saudara Rojo Poso,

Ayat yang saudara kutip di atas disampaikan oleh Yesus ketika Dia mengadakan perjamuan terakhir dengan murid-murid-Nya, di malam sebelum Dia disalibkan.

Sepertinya saudara berfokus pada kalimat terakhir dari ayat tersebut, dan mengartikan bahwa di sorga Yesus akan minum-minum anggur dengan pengikut-Nya.

Bila saudara membaca Injil, saudara akan banyak menemukan dimana Yesus sering menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan sorga/Kerajaan Allah. Seperti dalam Injil, Rasul Besar Matius 22:1-14, dimana pada ayat ini Yesus menjelaskan bahwa “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya” (ayat 2).

Bicara tentang perjamuan kawin, tentu yang terbayang di pikiran kita adalah sebuah pesta yang dilengkapi berbagai macam makanan. Tetapi, yang ingin ditekankan Yesus di sini bukan soal makan-makannya. Tetapi bagaimana setiap orang mau datang menghadiri undangan perjamuan tersebut.

Demikian juga dengan ayat yang saudara kutip di atas. Bukan berarti Yesus dan pengikut-Nya akan minum-minum anggur di sorga. Jelas tidak satu pun ayat Alkitab yang mengatakan bahwa di sorga ada hal yang berhubungan dengan hal-hal jasmani. Kitab Suci Allah menyatakan, “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Injil, Surat Roma 14:17).
~
SO

Balas
katolik sejati
24 Juni 2013 8:57 am

*
Tak ada satu pun agama yang mampu menjamin keselamatan untuk masuk sorga. Sekali pun dia adalah nabi. Karena nabi hanyalah manusia yang memiliki kelemahan dan kecenderungan berbuat dosa.

Keselamatan kekal hanya ada dalam diri Yesus Kristus/Isa Al-Masih. Dia adalah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Dia adalah Allah yang berkenan menjadi manusia untuk menebus dosa manusia. Karena Allah sungguh mencintai manusia dan tak ingin manusia binasa karena dosa.

Sebab ada tertulis di Alkitab ketika Yesus Kristus berkata: Akulah kebangkitan dan hidup. Hanya Yesus-lah yang empunya sorga dan memberi hidup kekal.

Balas
Rojo Poso
26 Juni 2013 8:14 am

*
Dear Staf IDI,

Kalau anda mengatakan bahwa ayat tersebut adalah perumpamaan, berarti ada makna atau tafsiran ayat tersebut? Soalnya menurut pendapat saya kata anggur di sini adalah anggur yang digunakan dalam perjamuan.

Thank’s.

Balas
staff
29 Juni 2013 7:00 am
Balasan ke  Rojo Poso

~
Saudara Rojo Poso,

Silakan membaca jawaban kami: # Staff Isa dan Islam 2013-06-27 13:02 untuk pertanyaan saudara yang terdapat dalam artikel ini: http://tinyurl.com/7dozslb. Terimakasih.
~
SO

Balas
gogo
27 Juni 2013 11:15 am

*
Anggur itu diumpakan darah Yesus. Yesus berkata: Ini tubuh dan darah-Ku yang ditumpah bagimu, lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku (Yesus).

Tubuh itu yang disajikan oleh Yesus dihidangkan dalam umpama roti dan darah-Nya diumpamakan dalam anggur.

Balas
Remies
27 Juni 2013 1:44 pm

*
1. Di dalam Islam sorga tidak hanya sebatas bidadari dan sungai yang mengalir saja. Akan tetapi ada nikmat Allah yang tidak pernah kita lihat, kita rasakan dan kita dengar di dunia, akan tetapi di anugerahi bagi insan yang taqwa di surga nanti.

2. Jalan menuju sorga bukanlah Yesus (Isa) tetapi hanya Allah SWT. Yesus dalam agama Kristen /Isa (dalam Islam) hanyalah seorang nabi (Rasul).

3. Yesus sama sekali tidak bisa mengampuni dosa manusia ataupun umat-Nya sendiri. Karna Dia bukanlah Tuhan. Anehnya, bagaimana bisa dalam pandangan Kristen dosa ditebus dengan darah di tiang salib. Jadi, dosa ditebus dengan darah?

4. Dalam pandangan Islam dosa bisa diampuni dengan jalan bertobat dan memohon ampun kepada Allah. Tidak di bayar dengan darah.

Balas
staff
29 Juni 2013 9:45 am
Balasan ke  Remies

~
Saudara Remies,

1. Apakah kenikmatan itu tertulis dalam Al-Quran? Bila ada, kiranya saudara berkenan membagikannya di forum ini agar yang lain menjadi tahu.

2. Kami tidak menyangkal bila Yesus/Isa disebut juga nabi. Karena memang ketika Dia datang ke dunia, juga melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kenabian-Nya. Tetapi perlu saudara ingat, Yesus/Isa bukan hanya sekedar nabi. Tetapi Dia adalah satu-satunya yang dapat memberi jaminan keselamatan sorgawi karena Dia adalah “Jalan” menuju sorga.

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

3. Silakan saudara membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/6wf9w8k.

4. Tolong saudara menuliskan ayat dalam Al-Quran yang mengatakan dosa dapat diampuni hanya dengan memohon dan bertobat.
~
SO

Balas
moer
27 Juni 2013 3:34 pm

*
To: Remies,

Bagaimana mungkin dosa ditebus dengan darah?

Konsep korban penghapusan dosa sudah dikenal oleh bangsa Israel sejak ribuan tahun yang lalu. Seharusnya kamilah yang menanyakan mengapa Islam yang mengaku sebagai agama penyempurna, membenarkan kitab yang sebelumnya, bisa sama sekali tidak mengenal konsep penghapusan dosa oleh darah?

Di dalam Islam sorga tidak hanya sebatas bidadari dan sungai yang mengalir saja. Akan tetapi ada nikmat Allah yang tidak pernah kita lihat, kita rasakan dan kita dengar di dunia, akan tetapi di anugerahi bagi Insan yang taqwa di surga nanti.

Kenikmatan yang apakah itu menurut Al-Quran selain bidadari dan sungai yang mengalir?

Balas
urusi aja agamamu
27 Juni 2013 5:23 pm

*
Nabi Isa hanya manusia biasa, tidak mungkin bisa menjamin keselamatan surga. Sesungguhnya yang bisa memasukkan seseorang itu ke dalam surga hanyalah amal ibadahnya semasa dia hidup.

Allah menjanjikan surga bagi nabi Muhammad dalam firmannya, sudah pasti dia masuk surga. Jadi anda jangan soktau menilai agama lain sebelum anda benar-benar tau.

Balas
staff
29 Juni 2013 9:45 am
Balasan ke  urusi aja agamamu

~
Saudara Urusi aja agamamu,

Benarkah yang dapat memasukkan seseorang ke dalam sorga hanya amal ibadahnya? Sepertinya saudara keliru dan tidak begitu memahami ajaran agama saudara.

Perhatikan hadist dan ayat ini: “Bukan amal seseorang yang memasukannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka” (HSM 2412-2414)

“Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs.2:81)

“Maka ketahuliah ya (Muhammad) . . . . . mohonlah ampunan (kepada-Nya) bagi dosamu dan bagi dosa-dosa orang Mu’min” (Qs 47:19).

Sorga adalah anugerah dari Allah, bukan usaha manusia. ”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO

Balas
hudono
28 Juni 2013 1:27 am

*
Kunci pintu sorga hanya dipegang sama Yesus. Betul!

Balas
Roy Van S
28 Juni 2013 1:51 am

*
To: Urusi saja agamamu,

Kalau anda bilang Allah umat Islam menjamin nabinya masuk surga, mangapa nabi anda Muhamad sendiri tidak tau dia masuk surga apa tidak. Dan kalau iya umat Muslim dan Muhamad dijamin masuk surga, tolong anda berikan ayat-ayat mana yang menjelaskan itu dalam Al-Quran.

Ingat, Isa Al-Masih adalah Roh Kudus atau Kalimat Allah yang sudah diakui kitab anda. Saya akan kutip salah satu ayat dalam Alkitab.

Markus 3:29 “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal”

Ada baiknya anda patut memikirkan kembali mengatakan Yesus hanya manusia biasa sebelum anda mendalami baik-baik ajaran anda. Isa Al-Masih adalah yang terkemuka di dunia dan akhirat dan suci tidak berbuat dosa seperti Muhammad.

Balas
samuel
29 Juni 2013 2:10 pm

*
Surga adalah tempat bagi mereka yang sudah disucikan dari dosa. Kekristenan mengimani bahwa setiap hal yang berhubungan dengan duniawi adalah dosa. Sehingga Yesus selalu mengingatkan bahwa mengumpulkan harta duniawi tidaklah kekal.

Sorga bukanlah dongeng atau tempat dimana hasrat dunia bisa dibawa serta. Di sorga tidak ada kelaparan dan birahi, istri yang cantik ataupun ditemani bidadari cantik. Injil Matius 22:29-32 menyatakan bahwa orang yang sudah mati dan dibangkitkan tidak akan kawin dan tidak akan dikawinkan.

Yesus berkata jikalau engkau mau mengikut Aku tinggalkanlah duniawi. Untuk tinggal di sorga tidak cukup dengan memberi sedekah, memberi perpuluhan, atau berbuat baik kepada sesama. Hanya dengan mengikuti Yesus-lah seseorang bisa tinggal di dalam sorga. Yesus mengajarkan untuk mengasihi Allah, mengasihi sesama, termasuk mengasihi musuh.

Jika di dalam diri kita belum ada kasih, mari kita menimbulkan kasih itu dengan berdoa atau berkata dalam hati “Tuhanku Yesus Kristus, saya datang kepada-Mu oleh karena saya telah berdosa, karena saya belum mengenal-Mu, pimpinlah dan jamah hati saya dengan Roh Kudus-Mu agar saya dimampukan untuk mengenal ajaran-Mu.” Amin.

Balas
Isa Al-Masih
30 Juni 2013 2:01 am

*
Staff IDI,

Jangan seenaknya merubah terjemahan Qs 2:25. Anda merubah kata “pasangan-pasangan” menjadi “Isteri-isteri” Ingat! Jangan meghalalkan segala cara untuk memperkuat argumen anda.

Surga itu hanya milik Allah, bukan milik Yesus Kristus. Yesus Kristus berkata di Bible bahwa: “Tidak ada yang dapat bertemu Allah jika tanpa Yesus” Benarkah? Sungguh sebuah kenistaan yang besar.

Argumen tersebut menyatakan bahwa celakalah pengikut para nabi-nabi terdahulu jika pengikutnya ditolak oleh Allah. Jadi, pertanyaan Kami:

1. Apakah fungsi para nabi dan rasul Allah diutus oleh-Nya jika pada akhirnya mereka ditolak dan tidak dapat bertemu Allah?

2. Apakah masuk akal jika Allah harus menyamar dan membohongi publik sehingga harus menjadi Yesus?

3. Siapakah yang menciptakan surga menurut pandangan Kristen? Allah atau Yesus?

Balas
staff
2 Juli 2013 5:35 am
Balasan ke  Isa Al-Masih

~
Saudara Isa Al-Masih,

Kami tidak pernah merubah terjemahan dari Qs 2:25 dari “pasangan-pasangan” menjadi “isteri-isteri.” Karena di Al-Quran bahasa Indonesia yang kami punya, jelas di sana dikatakan “isteri-isteri.” Bukan “pasangan-pasangan.” Jadi, kalau saudara mau complain, silakan complain kepada yang menterjemahkannya.

Maaf, kenistaan yang bagaimanakah yang saudara maksud pada tulisan saudara di atas? Kiranya saudara dapat menjelaskan.

Bila memang menurut saudara adalah suatu kenistaan ketika Alkitab mengatakan bahwa hanya Yesus satu-satunya jalan ke sorga, lalu menurut saudara dengan cara apakah seseorang dapat masuk sorga?
~
SO

Balas
Remies
30 Juni 2013 8:31 am

*
To: Staf IDI,

1. Jelas saja ada bagi yang mau mengimani Al-Quran Qs Fathr: 35 dan Al Ihsan 14-15. Dari 3 ayat di atas jelas belum kita rasakan di dunia ini.

2. Isa/Yesus memang benar adalah jalan menuju kebenaran yang datang dari Allah. Bagi umat Nasrani terdahulu. Karena mereka tidak menyekutukan Allah. Tetapi setelah Isa wafat, maka setan memperdaya umat untuk menyembah Yesus layaknya menyembah Tuhan dan mengatakan Yesus adalah Anak Tuhan yang layak di sembah. Sebenarnya tidak ada satu keteranganpun yang menjelaskan bahwa Isa pernah menyuruh umat untuk menyembahnya.

3. Maaf Link anda tidak tesedia. 404 Php not found

4.Qs 2:160 kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan (nya ), mereka itulah yang Aku Terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Balas
staff
2 Juli 2013 5:37 am
Balasan ke  Remies

~
1. Bila tidak keberatan, tolong memberikan ayatnya, supaya yang lain juga dapat memahaminya. Dan juga tolong ditunjukkan secara spesifik, nikmat Allah yang manakah yang tidak terlihat yang ada di sorga, yang dijelaskan dalam ayat tersebut.

2. Apakah yang saudara maksud dengan “umat Nasrani terdahulu?” Sebelumnya saudara mengatakan Isa/Yesus bukanlah jalan menuju sorga, tetapi sekarang mengapa saudara mengatakan sebaliknya? Jadi yang benar menurut saudara yang mana? Tolong memberi pernyataan yang konsisten.

3. Kami berikan lagi di sini supaya cukup jelas saudara baca: https://www.isadanislam.org/keselamatan/apakah-isa-al-masih-menjamin-keselamatan

4. Dapatkah saudara menjelaskan apa yang dimaksud dengan seseorang yang telah bertobat?
~
SO

Balas
Remies
30 Juni 2013 8:46 am

*
To: Moer,

Penghapusan dosa dengan darah jelas tidak ada di agama Islam maupun dari agama terdahulu yang dibawa oleh Musa (Moses), Ibrahim (Abraham ), Nuh (Noah), Daud (David) dan nabi lainnnya.

Memang ada ibadah korban di dalam Islam dengan menyembelih hewan pada hari raya haji. Dan daging sembelihan dibagikan ke fakir miskin. Tidak untuk menghapus dosa. Dilakukan semata-mata untuk ibadah dan kemaslahatan umat dan sosial Islam.

Kenikmatan yang apakah itu menurut Al-Quran selain bidadari dan sungai yang mengalir?

Jawabannya di Qs. QS. Fathr: 35 dan Al Ihsan 14 -15.

Dan bagaimanakah gambaran surga bagi saudara dari Nasrani?

Balas
staff
2 Juli 2013 5:37 am
Balasan ke  Remies

~
Saudara Remies,

Silakan saudara membaca kitab-kitab Taurat, di sana saudara akan melihat bahwa konsep penebusan melalui korban sudah ada.

Apakah ibadah korban dalam Islam pada hari raya haji bukan untuk menghapus dosa? Menurut kami tujuannya bukan sekedar sosial Islam, tetapi untuk menghapus dosa.

Logikanya: Dalam Islam diwajibkan beramal agar dapat pahala. Pahala ini berguna untuk mengurangi dosa. Sehingga, ketika hari penghakiman Allah tiba, maka pahala lebih berat daripada dosa, dengan demikian akan dapat masuk sorga.

Apakah ibadah korban tersebut dapat dikatakan sama saja dengan kesempatan untuk menghapus dosa?
~
SO

Balas
Roy Van S
1 Juli 2013 2:07 am

*
To: Isa Al-Masih

Menurut Anda, dapatkah orang lain mempercayai Anda dari iman yang terpancar melalui nama Anda?

1. Mengenai “Fungsi Nabi dan Rasul”, saya yakin Anda pasti sudah tahu. Tidakkah Allah akan menolak nabi yang selalu berbuat dosa dan selalu mohon ampun tetapi mengulanginya lagi? Menurut Anda, jika ada nabi yang seperti itu, masihkah layak untuk dicontoh dan diikuti? Apakah tidak akan menyesatkan?.

2. Saya akan menjawab pertanyaan ini apabila Anda pun berkenan menjawab pertanyaan saya,”Apakah Anda percaya bahwa jika bagi manusia, sesuatu itu mustahil, tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil?”

3. Baik kaum Kristien mau pun Muslim mengetahui bahwa Allah yang menciptakan surga. Dan untuk Anda ketahui bahwa Yesus adalah Allah itu sendiri, Yohanes 10:30; Aku dan Bapa adalah satu.”

Mengapa Anda mengatakan ayat, “…tidak ada yang dapat bertemu Allah kalau tidak tanpa Yesus” sebagai suatu penistaan?

Silakan anda membaca Alkitab secara lengkap sehingga tidak salah menafsirkan. Terutama ketika Anda mengutipnya untuk mendukung argument-argument Anda pada forum ini.

1. Sejak kapan Yesus datang ke dunia dengan membawa agama?
2. Agama apa yang di bawa Yesus?
3. Apa yang menjadi misi Yesus datang ke dunia?

Balas
moer
1 Juli 2013 3:04 am

*
To: Remies,

Jika Anda telah membaca Imamat 4:1-35 (Korban Penghapusan Dosa), pastilah mengerti bahwa sejak jaman Musa, darah untuk penghapusan dosa sudah ada

Mengapa Al-Quran yang dikatakan membenarkan kitab-kitab sebelumnya, kitab penyempurna, sama sekali tidak mengenal konsep penebusan dosa oleh darah?

Gambaran surga bagi umat Kristen? Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus”

Matius 22:30 “Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga”

Wahyu 21:4 “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu”

Balas
Roy Van S
1 Juli 2013 3:31 am

*
To: Isa Al-Masih,

Dapatkah menunjukkan dimana dalam kitab Anda dinyatakan bahwa Islam adalalah jalan keselamatan tanpa batas dan surga?

Bagi umat Kristen, bersekutu dan penyembahan berhala merupakan dosa besar.

Yesus, Allah dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ada baiknya Anda memahami konsep Trinitas sebelum mengatakan orang Kristen bersekutu dengan tiga oknum.

Bagaimana jika Anda ditanya, apakah masih mempersekutukan Allah dengan Kabah?

Balas
Remies
1 Juli 2013 12:47 pm

*
Saudara Moer yang budiman. Adapun dalam Imamat 4:35 korban yg dimaksud adalah hewan, dan untuk menganpuni dosa (bagi umat Nasrani). Tapi tidak bagi umat Islam. Dosa tidak akan diampuni hanya dengan berkorban (menyembelih hewan). Jadi alangkah enaknya jadi orang kaya. Jika berbuat dosa cukup beli saja hewan korban dan berkorban untuk dapat ampunan.

Beda dengan ajaran Islam. Jika berdosa kepada Allah kita harus bertobat dan memohon ampun padanya. Jika berbuat dosa kepada sesama manusia wajib meminta maaf. Jadi tak ada dosa yang bisa ditebus/diampuni dengan hewan korban dalam ajaran Islam.

Kehidupan manusia benar-benar akan timpang jika ayat Imamat 4:35 yang jadi pedoman hidup. Terimakasih atas jawaban dan kesedian anda berdialog dengan saya.

Balas
staff
2 Juli 2013 1:05 pm
Balasan ke  Remies

~
Saudara Remies,

Kitab-kitab Perjanjian Lama mengajarkan adanya sistem korban penebusan dosa. Imamlah yang berhak menyelenggarakan korban penebusan dosa. Adapun umat membawa korbanya kepada imam. Hewan korban yang layak dikorbankan sudah ditentukan menurut kebutuhan korban tersebut.

Bahwa sistem korban tersebut adalah kiasan dari korban yang suci. Sebab tidak mungkin darah binatang membersihkan dosa manusia. Tetapi ingat sistem korban adalah kiasan yang menubuatkan korban sesungguhnya. Perhatikan kata kuncinya yaitu Imam dan korban penebus dosa.

“Dan Ia [Isa Al-Masih] bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” (Injil, Surat Ibrani 9:25-28).
~
SO

Balas
Roy Van S
1 Juli 2013 4:26 pm

*
To: Isa Al-Masih.

Jika Anda mengatakan nama Yesus yang berdusta, siapakah yang mendustakan nama itu dan adakah bukti yang menyatakan hal itu? Bagaimana menjelaskan nama Isa Al-Masih dalam kitab Anda?

Anda sangat keliru mengatakan Yesus membawa tiga agama.

Sejauh mana Anda sudah membaca dan mengerti isi Alkitab? Janganlah Anda hanya mengutip sepenggal ayat Alkitab dan menjadikannya sebagai tolak ukur. Untuk Anda dan umat Muslim ketahui, Yesus datang ke dunia dengan misi penyelamatan bukan membawa agama. Orang-orang yang mengikuti ajaran Yesus ini disebut Kristen (Kisah Para Rasul 11:26).

Allah sang pencipta dan Anda mengatakan bukan? Adakah nabi-nabi lain yang menciptakan sesuatu dari yang mati menjadi hidup seperti dituliskan dalam kitab Anda bahwa Nabi Isa menciptakan burung dari tanah? Dan pertanyaan untuk Anda, siapa yang mempunyai kuasa ini?

Balas
libertus
2 Juli 2013 1:40 am

*
Pemahaman surga menurut Islam sangatlah tidak nyata karena masih menyediakan kebutuhan jasmani (menurut perkataan Muhamad sendiri). Bagi saya, surga bukanlah tempat bagi tubuh melainkan jiwa dan roh (trinitas dalam manusia).

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • 5 Kelemahan Al-Quran Menurut Pandangan Orang Kristen
  • Bagaimana Kebenaran Al-Quran Menurut Pandangan Kristen?
  • Cara Terbaik Muslim Beriman Kepada Kitab Taurat,…
  • Wahyu Allah Kepada Manusia: Cara Manusia Mengenal-Nya 
  • Mengapa Peranan Air Dalam Al-Quran dan Kitab Allah Penting?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz