
Saya dibesarkan dari keluarga yang taat menjalankan ibadah. Orang tua mengajarkan saya sholat lima waktu dan puasa. Hal ini bahkan dimulai sejak saya masih kanak-kanak.
Namun sejujurnya saya tidak pernah merasakan ketenangan. Saya menyadari saya penuh dosa dan akan menerima hukuman Allah. Saya mencari jalan supaya tidak takut mati.
Bagaimana akhirnya saya mendapatkan hidayah? Mari ikuti kisah saya menemukan solusi supaya tidak takut mati lagi.
Kematian yang Sangat Menakutkan
Saat masih muda, saya tidak peduli dengan kematian. Saya merasa hidup cukup baik. Juga merasa bangga dengan ibadah dan agama saya.
Sampai ada satu kejadian yaitu saat teman dekat saya meninggal. Ada rasa takut yang sangat besar menghinggapi saya. Terutama ketika saya melihat jasadnya turun ke liang lahat.
Setelah pemakaman itu, ada berbagai pertanyaan muncul dalam hati. “Bagaimana nasibmu saat meninggal?” “Apa saja hukuman Allah yang akan kamu terima?”
Tiap selesai sholat saya selalu memohon kepada Allah agar Ia menjauhkan saya dari api neraka. Saya sangat menyadari bahwa saya banyak dosa.
Semenjak saat itu saya lebih lagi rajin beribadah. Saya bahkan berusaha memperdalam pemahaman agama saya.
Kepastian Azab dan Neraka Bagi Mukmin
Namun saya tetap belum menemukan cara supaya tidak takut mati. Malahan saya menjadi lebih takut.
Hal ini karena banyak ayat tentang azab dan neraka. Contohnya setiap perbuatan kita pasti akan ada hukumannya.
“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya . . . Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya” (Qs 40:17).

Bahkan hal kecil saja bisa menghalangi kita masuk surga. Contohnya kesombongan kecil membuat kita masuk neraka.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dari kesombongan” (Hadits Muslim No.133). Karena itulah Al-Quran menyatakan semua manusia akan masuk neraka (Qs 19:71).
Neraka Tempat yang Penuh Siksaan
Ada teman yang mengerti kegelisahan saya. Ia melihat betapa mustahilnya manusia menghindari neraka.
Ia pernah bercanda dengan saya. Dengan nada jenaka, ia berkata: “Saya tahu solusi supaya tidak takut mati. Caranya adalah kita berusaha hidup lebih lama!”
Tentu saja ini hanya guyonan. Namun kita mengerti bahwa kita tidak bisa menghindari kematian. Neraka serta hukuman Allah adalah hal yang menanti kita setelahnya.
Agama menyatakan ada hukuman sangat mengerikan dalam neraka. Tertulis jelas dalam berbagai ayat Al-Quran.
Contohnya: “. . . disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit. Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi . . . setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab” (Qs 22:20-21 dan 4:56).
Semua hal ini membuat saya sangat takut. Saya tidak menemukan cara untuk menghindari hukuman Allah.
Bagaimana dengan Sholawat Nabi Islam?
Dalam pencarian saya akan solusi supaya tidak takut mati, saya menemukan hal menarik. Bahkan sang Nabi Islam memerlukan syafaat umatnya.
Ia menyatakan bahwa Allah dan malaikat sholawat untuknya (Qs. 33:56). Karena itu semua umatnya perlu melakukan sholawat.
Bahkan ada ancaman keras bagi yang tidak melakukannya. “Barangsiapa lupa bershalawat kepadaku, maka ia akan keliru menempuh jalan ke surga” (Sunan Ibnu Majah 898).

Semua hal ini membuat saya mencari berbagai cara lain supaya tidak takut mati. Saya membuka diri belajar dan bertanya kepada beberapa teman.
Mencari Solusi Supaya Tidak Takut Mati
Saya memiliki teman yang pengikut Isa Al-Masih. Suatu hari, kami berdiskusi mengenai kematian dan akhirat.
Teman saya menjawab dengan sangat yakin bahwa ia telah menemukan jalan yang benar. Ia yakin nantinya bisa masuk surga. Kemudian ia menceritakan berbagai hal yang ia yakini.
Semua yang ia ceritakan sangat aneh bagi saya. Banyak yang tidak saya mengerti. Saya masih memiliki banyak pertanyaan seputar Isa Al-Masih dan kepercayaan teman saya.
Mimpi yang Menyentuh Hati
Sampai satu kali saya mendapatkan pengalaman rohani. Suatu malam saya mendapat mimpi bertemu malaikat.
Malaikat itu datang dan menyapa saya. Ia kemudian berkata: “Isa Al-Masih mengasihimu dan Ia mau menyelamatkanmu!” Setelah itu saya langsung terbangun.

Dua hari kemudian, berturut-turut saya mendapat mimpi lagi. Malam pertama saya melihat Isa Al-Masih, walau masih samar-samar. Namun malam kedua saya melihat-Nya dengan sangat jelas.
Dalam mimpi itu, Isa mengarahkan tangan-Nya kepada saya. Ia seperti orang tua yang ingin menggendong dan membimbing anak-Nya.
Saya merasakan kedamaian yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Seperti ada keyakinan akan kasih Allah untuk manusia. Hal ini sangat menenangkan hati. Sejak saat itulah saya ingin tahu mengenai Isa lebih dalam.
Mendapatkan Jalan Selamat Allah
Akhirnya saya membuka hati dan menemukan jalan selamat Allah. Ia memberikannya melalui Isa Al-Masih.
“Akan tetapi, Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita karena Al-Masih telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Maka, lebih-lebih lagi sekarang . . . Ia akan menyelamatkan kita dari murka Allah” (Injil, Surat Rum 5:8-9).
Rupanya Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia datang membawa kebenaran.
Isa kemudian mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa manusia. Kemudian Isa bangkit menyatakan kemenangan Allah atas dosa dan kematian.
Bahkan bukan hanya ini saja. Rupanya malahan Isa yang bersholawat untuk keselamatan umat-Nya.
“. . . jikalau saudara jatuh ke dalam dosa, ada yang akan membela [sholawat] saudara di hadapan Bapa [Allah)]. Nama-Nya ialah Yesus Kristus [Isa Al-Masih] . . . Dialah yang menanggung hukuman Allah karena dosa kita, dan membawa kita kepada persekutuan dengan Allah” (Injil, Surat 1 Yohanes 2:1-2 FAYH).
Tidak Lagi Takut akan Kematian dan Neraka
Hal inilah yang membawa perubahan dalam hidup saya. Membuat saya tidak lagi takut akan kematian.
Karena melalui Isa kita bisa mendapatkan ampunan dosa. Melalui-Nya juga kita mendapatkan kepastian surga. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
“. . . [Isa Al-Masih] memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya . . .” (Injil, Yahya 10:28).
Saya pernah mendengar sebuah ungkapan bahwa keselamatan adalah fondasi agama. Tanpa kepastiannya, sia-sialah semua ibadah kita.
Saya mendapatkan kepastian selamat. Saya tidak lagi takut kematian. Maukah Anda juga mendapatkannya? Mari mengimani Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Benarkah Menurut Al-Quran Semua Umat Islam Masuk Neraka?
- Konsep Penebusan Dosa Kristen Tidak Masuk Akal! Ini Jalan Yang Benar
- Mustahil Menutupi Dosa! Allah Maha Mengetahui Dan Maha Melihat
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara bagaimana cara agar manusia bisa terhindar dari hukuman Allah dan masuk surga?
- Bagaimana pendapat Saudara mengenai dalil Al-Quran dan Hadist bahwa manusia pasti masuk neraka dan mendapat hukuman?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Allah menyediakan pertolongan jalan selamat bagi manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].