
Banyak orang mempertanyakan bagaimana sejarah perayaan Natal. Apakah benar berasal dari perayaan pagan? Yaitu perayaan menyembah dewa matahari.
Hal ini menimbulkan banyak polemik. Bahkan beberapa umat Muslim berpandangan tidak boleh mengucapkan selamat Natal. Karena dianggap menyetujui hari raya kafir.
Bagaimana sejarah perayaan Natal yang sebenarnya? Mari kita lihat uraiannya. Agar kita mengetahui bagaimana harus bersikap mengenai perayaan natal.
Perayaan Natal Menurut Sejarah
Hari raya Natal, dalam bahasa Inggris adalah “Christmas.” Berasal dari kata “Cristes maesse,” yang berarti “Mass of Christ” (Misa Kristus).
Gereja mula-mula memang tidak merayakan Natal. Perayaan ini baru bermula sekitar tahun 336M.
Menurut sejarah ada yang menyatakan perayaan Natal berhubungan dengan pergantian musim. Yaitu dari musim dingin ke musim panas.
Bagi orang Eropa, musim dingin merupakan masa sulit yang harus mereka lalui. Sebab, sering mereka mengalami musim dingin yang sangat buruk. Oleh sebab itu, ketika musim tersebut berlalu, mereka bersuka cita dan mengadakan pesta.
Ada juga yang menyatakan hal ini erat hubungannya dengan festival Saturnalia. Perayaan untuk menghormati dewa Saturnus, sang dewa pertanian.
Selain itu waktu pergantian musim ini adalah perayaan terhadap kelahiran dewa matahari. Yaitu dewa Mithra, pada 25 Desember. Bagi beberapa budaya hal ini adalah hari yang paling sakral dalam satu tahun.
Banyak orang menyatakan semua latar belakang ini yang mendasari sejarah perayaan Natal. Namun benarkah demikian? Mari kita lihat bagaimana pandangan dari agama.
Peristiwa Kelahiran Isa Menurut Islam

“Maka Maryam mengandungnya . . . ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma . . . (Jibril berkata) sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu . . .” (Qs 19:22-24).
Ayat di atas menyatakan ada pohon kurma dan sungai. Sehingga beberapa ahli menyatakan tidak mungkin terjadi pada musim dingin. Karena pohon kurma akan tertutup salju dan banyak sungai yang membeku.
Dalam hal ini ada hal yang menarik. Bahwa banyak sejarawan umum maupun Yahudi tidak mencatat peristiwa Isa dan pohon kurma sama sekali.
Namun ada satu catatan kuno yang menuliskannya. Yaitu berasal dari “Infancy Gospel” (kisah masa kanak-kanak Yesus).
Tepatnya pada “The Pseudo Gospel of Matthew” pasal 20. Tertulis Maryam dalam perjalanan di Mesir. Dan Isa sudah kanak-kanak, bukan bayi lagi.
“. . . ketika mereka sedang berjalan, Maria menjadi lelah oleh panasnya matahari . . . Biarkan aku beristirahat sebentar di bawah naungan pohon ini . . . Kemudian anak Yesus berkata . . .O pohon, tekuk cabang-cabangmu, dan segarkan ibuku dengan buahmu . . .”
Literatur ini bukan bagian dari Kitab Taurat atau Injil. Kitab ini tertulis sekitar 600-625 Masehi, ratusan tahun setelah Kitab Injil. Namun berdekatan dengan saat hidup Nabi Islam.
Karena itu banyak orang berusaha menggali sumber informasi lainnya untuk mendapatkan kejelasan peristiwa yang terjadi.
Sejarah Perayaan Natal Menurut Nasrani
Sejarawan menyatakan referensi paling tepat untuk mengetahui kelahiran Isa seharusnya dari Kitab Injil. Karena merupakan catatan tertulis saat itu. Berbeda dari banyak literatur lain yang tertulis ratusan tahun setelahnya.
Banyak pemimpin gereja dan sejarawan Nasrani menjelaskan pandangannya. Mereka memberikan alasan mengapa yakin akan waktu kelahiran Isa.
Petunjuknya berasal dari Kitab Injil. Bermula saat Nabi Zakharia melakukan tugas imam di bait Allah, ia bertemu malaikat Jibril (Injil, Lukas 1:8-10). Saat itu dinyatakan istrinya akan hamil dan melahirkan Nabi Yahya.
Banyak ahli kitab memperkirakan tugas Nabi Zakharia di bait suci pada hari raya “Yom Kippur.” Yaitu hari penebusan atau pendamaian. Ini adalah hari paling suci bagi umat Yahudi. Jatuh pada tanggal 24 September.
Selanjutnya menurut Injil, Lukas 1:26, Jibril mengunjungi Maryam enam bulan setelahnya. “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel [Jibril] pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.”
Jadi Maryam mengandung enam bulan setelah Elizabeth, istri Nabi Zakharia. Hal ini berarti tanggal 25 Maret.
Banyak gereja ortodoks maupun umat Katolik yang merayakan tanggal 25 Maret sebagai hari Anunsiasi (Annunciation). Yaitu hari pemberitaan kabar sukacita bagi perawan Maryam.
Karena waktu mengandung sembilan bulan, berarti Isa lahir pada tanggal 25 Desember.
Berbagai Pertanyaan Seputar Tanggal 25 Desember
Kesimpulan ini memang tidak langsung diterima oleh semua pihak. Ada berbagai pertanyaan menyertainya. Mari kita lihat beberapa diantaranya.
- Bagaimana dengan keadaan saat musim dingin?
Di Timur Tengah, musim dingin berbeda dari Eropa. Memang ada sebagian daerah yang tertutup salju. Namun banyak daerah lainnya yang tidak. Sehingga masih banyak penggembala domba bisa beraktifitas pada musim tersebut. - Bagaimana dengan bertepatan perayaan dewa matahari?
Pandangan Nasrani berdasarkan perhitungan data dari informasi yang ada. Jadwal Nabi Zakharia melaksanakan tugas imam telah tercatat dari kitab Taurat. Hal ini sudah ada sekitar 1400 tahun sebelum Masehi.
Jika secara kebetulan bertepatan dengan perayaan dewa matahari, maka tidak masalah juga. Namun justru menarik. Karena banyak orang menyatakan Isa adalah “Matahari kebenaran” yang sesungguhnya. Ia adalah rahmat Allah yang mengubah kehidupan “dingin” manusia.
Kebetulan ini tidak mengurangi makna Natal. Malah memperkuatnya untuk diterima dalam masyarakat. - Bagaimana dengan perhitungan data lainnya?
Memang ada berbagai pandangan lain. Hal ini tergantung dari perhitungan kapan Nabi Zakharia masuk ke bait suci. Para sejarawan dan ahli agama saling menghargai dan terbuka terhadap perbedaan perhitungan ini.
Pandangan Umat Nasrani Mengenai Tanggal 25 Desember

Selanjutnya umat Nasrani yang benar tidak pernah mengkultuskan tanggal 25-nya. Perayaan umat tidak berfokus pada angka 25.
Banyak gereja yang beribadah pas tanggal 25 Desember. Namun banyak juga yang bisa merayakan pada tanggal lainnya.
Juga umat Nasrani tidak menyembah dewa matahari. Sehingga perayaan Natal tidak berhubungan dengan penyembahan berhala.
Tanggal 25 Desember adalah hari kesepakatan bersama, agar umat Nasrani memperingati kelahiran Isa Al-Masih. Hal ini terlepas dari perbedaan pandangan perhitungan data.
Jika demikian, mengapa kelahiran Isa penting untuk diperingati? Mari kita lihat jawabannya.
Pentingnya Memperingati Kelahiran Isa Al-Masih
Nabi Islam berkata ada 124.000 nabi di berbagai bangsa. Namun ada satu nabi teristimewa tercatat dalam Al-Quran. Nabi itu adalah Isa Al-Masih.
Salah satu keistimewaan Isa karena berbagai hal seputar kelahiran-Nya. Contohnya, hanya Isa yang lahir dari perawan (Qs 3:47). Tidak ada nabi lain yang terlahir dengan cara demikian.
Isa Al-Masih lahir sebagai perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah (Qs 4:171). Hal ini membuat peristiwa kelahiran-Nya sangat berbeda.
Al-Quran sendiri menyatakan ada berkah Allah dalam kelahiran Isa. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan . . .” (Qs 19:33).
Bahkan kelahiran-Nya menjadi pertanda Allah bagi manusia. “Kami hendak menjadikan [Isa Al-Masih] sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Qs 19:21).
Karena semua hal inilah, wajar kelahiran Isa diperingati. Ada barokah Allah dan makna yang dalam dari kelahiran-Nya.
Makna Perayaan Natal Bagi Manusia
Isa Al-Masih adalah perwujudan Kalimatullah dalam bentuk manusia. Kedatangan-Nya adalah untuk menyatakan kebenaran, agar manusia yang mengimani dan menjadi pengikut-Nya bisa selamat.
“Ia [Maryam] akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus [Isa Al-Masih], karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Injil, Matius 1:21).
Maka peringatan Natal bukan sekadar tanggalnya. Bukan juga acara perayaannya. Melainkan bersyukur untuk rahmat Allah yang menyelamatkan manusia.
Isa sendiri menyatakan Ia adalah terang bagi manusia. Sehingga kedatangan-Nya menjadi petunjuk dan cahaya kehidupan.
“Maka Yesus [Isa Al-Masih] berkata . . . Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup [selamat]“ (Injil, Yohanes 8:12).
Karena inilah Natal menjadi sangat penting. Terlepas dari perbedaan pandangan sejarah perayaan Natal. Namun maknanya adalah untuk keselamatan manusia.
Natal dan Keselamatan Umat Manusia

Melainkan Natal adalah memaknai kelahiran Isa Al-Masih. Ia adalah pernyataan rahmat Allah untuk keselamatan manusia.
Saat kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya, kita terhindar dari neraka. Kita bisa mendapat jaminan surga.
Semua umat manusia pasti membutuhkan rahmat Allah. Karena itu kita semua memerlukan makna Natal dalam kehidupan kita.
Maukah Anda menerima rahmat Allah untuk keselamatan? Mari mengimani Isa Al-Masih!
[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Benarkah Sejarah Perayaan Natal Awal Kelahiran Dewa Matahari?“ Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Kisah Kelahiran Muhammad Dan Isa Al-Masih
- Kisah Kelahiran Nabi Isa Menurut Kitab Suci
- Al-Quran Mengakui Kelahiran Isa Al-Masih Mujizat Natal
- “Natal” Perayaan Kelahiran Isa Al-Masih Yang Hidup
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Mengapa latar belakang sejarah perayaan Natal 25 Desember bukan perayaan dewa pagan Romawi?
- Mengapa peristiwa Natal begitu penting bagi umat manusia?
- Selain Isa Al-Masih adakah yang berkuasa mengampuni dosa dan menyelamatkan manusia dari siksa neraka? Jelaskan di sini?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].