• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Kota Purba, Kota Suci, Kota Terpenting? Pelajari Kisah Makkah

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Ibadah Haji > Kota Purba, Kota Suci, Kota Terpenting? Pelajari Kisah Makkah
3 September 2025 | Tidak Ada Komentar

 

Kota Makkah adalah kota yang sangat suci bagi umat Islam. Banyak ajaran agama menceritakan kisah kota Makkah.

Misalnya telah ada dari zaman purbakala. Nabi Ibrahim pertama membangun Ka’bah di sana. Merupakan daerah yang subur, dan sebagainya.

Bahkan ada ayat mengatakan bahwa kota Makkah disebut Ummu al-Qurra. Hal ini berarti induk atau ibu dari negeri.

“Dan ini adalah kitab yang telah Kami turunkan . . . agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umulkura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya . . .” (Qs 6:92).

Karena itu baik bagi umat Islam mengetahui lebih dalam kisah kota Makkah. Agar dapat memperkuat keimanan kepada Allah. Mari kita simak uraiannya.

Banyak Berita tentang Kota Besar

Dalam tiap kota besar ada sejarah panjang di belakangnya. Juga ada banyak peristiwa besar yang terjadi.

Kota Jakarta penuh dengan berbagai berita. Ada berita tentang pameran, hiburan dan sebagainya. Namun tentu ada juga berita bohong dan mitos.

Misalnya meriam “si Jagur” di kota tua, depan Museum Fatahillah. Dipercaya memegang meriam ini bisa membantu wanita muda untuk hamil.

Pemerintah sadar dongeng dan berita bohong akan timbul. Karena itu Pemerintah memberikan beberapa tips. Contohnya adalah: Jangan terpancing judul provokatif, cermati sumber dan periksa fakta.

Hal inilah yang terjadi dengan seorang teman. Fadhi rindu mendalami agama. Ia bahkan pergi ke Mesir untuk mempelajarinya. Ia menjadi mahasiswa Al-Azhar, Universitas Islam yang terkenal.

Saat di Mesir, Fadhi bertemu dengan seorang Profesor Al-Azhar yang menceritakan kisah kota Makkah. Hal inilah yang menarik perhatiannya.

Kota Suci Makkah Menurut Agama

Pada awalnya Fadhi telah mengetahui beberapa hal mengenai kota Makkah. Contohnya ia mengetahui Makkah adalah kota purbakala.

Menurut tradisi, Nabi Adam dan Siti Hawa saat berdosa, jatuh di bumi, bertemu di Makkah. Selanjutnya Nabi Ibrahim membangun Ka’Bah.

Kemudian, keturunan Nabi Ismail berkembang menjadi penduduk Makkah. Inilah yang dikenal dengan orang-orang Jurhum.

Secara tradisi mereka dipercaya sebagai suku bangsa tua di dunia. Mereka bertanggung-jawab melayani tempat ibadah di Makkah. Hal ini berlangsung sampai masa suku Khuzaa’h tiba di Makkah dan mengalahkan suku Jurhum.

Setelah itu kota Makkah terus berkembang. Menjadi pusat penyembahan dan perdagangan yang sangat ramai.

Tertarik Telaah Kisah Kota Makkah

Namun profesor Fadhi di Mesir memberitahu informasi berbeda. Sang profesor menceritakan hasil penelitian dari sarjana Islam yang berpengaruh, Patricia Crone. Seorang Guru Besar di School of Historical Studies, Princeton University. Crone mengerti 15 bahasa Timur Tengah, banyak diantaranya bahasa kuno.

Suatu hari Crone mengajar di kelasnya. Saat itu ada seorang murid bertanya tentang apa yang sebenarnya diperdagangkan orang Makkah. Hal inilah yang memicu penyelidikan mendalam.

Saat meneliti ia menemukan banyak hal berbeda. Misalnya tidak ada informasi mengenai suku Jurhum dari sumber di luar Islam. Fadhi sangat kaget dan heran dengan informasi ini.

Kisah kota Makkah hanya ada ratusan tahun sesudah masa Nabi Islam. Terdapat dalam Hadist dan Sirah (riwayat Nabi Islam).

Karena sumbernya terpisah waktu sangat jauh, dari masa Nabi Islam, maka keakuratan isi dipertanyakan. Terlebih lagi tulisannya belum terbukti secara sejarah dan arkeologis.

Karena semua hal inilah Fadhi sangat tertarik mendengar penjelasan kota Makkah.

4 Pertanyaan Tentang Kota Makkah

Sang profesor kemudian memaparkan berbagai informasi mengenai kota Makkah.

  1. Mengapa tidak ada informasi dan bukti arkeologis kuno?
    Tidak ada informasi sama sekali mengenai kota Makkah kuno. Tidak terdapat catatan apapun dalam semua peta, prasasti, perdagangan, grafiti dan dokumen resmi.
    Catatan mengenai kisah kota Makkah baru ada pada abad kedelapan Masehi. Peta yang memuat kota Makkah baru ditemukan pada tahun 900 Masehi. Bukti sejarah dan arkeologis hanya berawal dari abad keenam Masehi.
    Jika Makkah adalah kota penting dalam sejarah, mengapa tidak ada bukti arkeologis sama sekali? Semua kota lain misalnya: Damsyik, Yerusalem, ada banyak peninggalan arkeologisnya.
  2. Petunjuk alam dan geografis berbeda?
    Hanya ada sedikit petunjuk Al-Quran tentang kota Makkah. Namun di dalamnya terdapat perbedaan dari keadaan aslinya.
    Misalnya dalam Surah Ar–Ruum ayat 2-3, mengatakan kekalahan bangsa Rumawi. Lokasinya adalah “di negeri yang berdekatan” dengan pelafal Al-Quran berada. Tentu para ahli kitab berpendapat Nabi Islam saat itu di Makkah. Namun kenyataannya kerajaan Rumawi tidak pernah sampai ke semenanjung Arab sama sekali!
    Selain itu Surah Abasa ayat 27-31 menggambarkan daerah yang subur. Di sana ada hujan, buah dan kebun yang lebat.
    Namun kenyataannya kota Makkah hanya menerima sekitar 110 mm hujan setahun. Rata-rata hanya dalam 22 hari, atau sekitar 6 mm per peristiwa hujan. Dengan demikian tidak mungkin ada buah dan perkebunan yang lebat di Makkah.
  1. Tidak ada dalam jalur perdagangan?
    Menjawab pertanyaan siswa profesor Crone, zaman dahulu hanya sedikit hasil alam yang berharga. Salah satu yang paling mungkin adalah kemenyan dan mur. 
    Masalahnya banyak daerah lain di Timur Tengah yang menghasilkan hal ini. Jadi tidak langkah hanya ada di Makkah.
    Terlebih lagi perdagangan kemenyan dan mur hanya sampai abad pertama. Sehingga sumber daya ini sudah lama tidak lagi diperdagangkan.
    Lokasi kota Makkah sendiri sangat unik. Karena terisolasi di antara perbukitan dan teluk Persia (Teluk Arab).
    Kondisi ini mengakibatkan bahwa jalur perdagangan darat kuno tidak pernah melewatinya. Lokasinya terletak di belakang bukit. Lebih mudah perdagangan darat langsung menuju kota Taif.
    Demikian juga tidak ada jalur perdagangan laut. Makkah terletak sekitar 80 kilometer ke pedalaman dari pelabuhan Jeddah. Ini adalah daerah gurun tandus.
    Semua informasi ini memberikan kesimpulan tidak terbantahkan. Bahwa tidak mungkin Kota Mekkah pada abad keenam dan ketujuh menjadi pusat perdagangan.
  1. Apakah merupakan pusat penyembahan?
    Menurut ahli-ahli sejarah kuno tidak ada catatan agama apapun yang menyebutkan kota Makkah. Menurut mereka tidak ada pusat penyembahan yang spesifik dimiliki oleh satu suku tertentu.
    Ada banyak tempat di sekitar Makkah yang lebih terkenal. Misalnya suku Quraisy beribadah di kota Taif (Qs 106:1-2).
    Selanjutnya jika pada zaman Nabi Islam arah kiblat berubah, mengapa banyak mesjid tidak melakukannya? Banyak sekali mesjid yang mengarah ke kota Petra di Yordania, jauh di utara, bukan Makkah.  Bukti Arkeologis menyatakan Petra kota terpenting bagi orang Arab pada abad keenam dan ketujuh.
    Sebagai contoh ada mesjid tua Al-Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, yang dibangun oleh Abd al-Malik. Masjid ini sampai sekarang masih mengarah ke Petra.
    Baru pada tahun 727 Masehi masjid pertama, di Pakistan, diarahkan ke Makkah. Hal ini berarti hampir 100 tahun sesudah tahun kematian Nabi Islam.
    Hingga tahun 822 Masehi baru akhirnya masjid menghadap ke Makkah. Para ahli sejarah sangat heran dengan fakta ini.
    Bukti arah ini masih dapat terlihat sampai sekarang. Yaitu pada struktur dan orientasi semua masjid kuno dan situs arkeologi.

Kisah Kota Suci Mekkah Menurut Sejarah

Fadhi menjadi sangat gelisah! Ia kemudian bertanya kepada profesornya: “Jika demikian bagaimana kisah kota Makkah yang bapak ketahui?”

Sang profesor menjelaskan bahwa menurut penelitian kemungkinan sejarah kota Makkah berawal dari peristiwa 150 Masehi. Yaitu saat ada kerusakan bendungan air di Ma’rib di Yaman.

Hal ini mengakibatkan banyak suku bermigrasi ke utara. Nantinya pada abad keempat, suku Khuzaa’h membangun Mekkah. Dengan Abu Karib Assad pembangun pertamanya. Ia berkuasa pada tahun 410-435 M.

Pada mulanya Makkah adalah daerah kosong dan terisolasi. Karena itu Abu Karib membangun kota dengan tempat ibadah di dalamnya.

Baru kemudian Makkah dikuasai oleh suku Quraisy. Dan nantinya menjadi kota suci umat Islam.

Hal ini meneguhkan mengapa keimanan dekat dengan orang Yaman. “Rasulullah bersabda sambil mengarahkan tangannya ke Yaman: ‘Keimanan dari Yaman, keimanan dari Yaman, keimanan dari Yaman . . .’” (Musnad Ahmad 9135).

Kisah Kota Suci: Dasar Agama

Setelah kembali ke Indonesia, Fadhi menceritakan semua hal ini kepada saya. Ia lalu bertanya: “Bagaimana pendapat saya mengenai kota Makkah?”

Saya hanya menceritakan mengenai kepercayaan saya bahwa saya mengimani Taurat, Zabur dan Injil. Di dalamnya terdapat kebenaran Allah yang terpercaya.

Sepanjang sejarah ada begitu banyak kritik tentang Kitab-Kitab Allah ini. Namun malah makin membuktikan keabsahannya.

Misalnya ada kisah terpercaya mengenai kota Yerusalem. Berisi berbagai informasi yang sangat detail tentang lokasi, ukuran tembok dan peristiwa yang terjadi. Dari zaman Nabi Daud, Nabi Sulaiman hingga saat Kerajaan Romawi.

Hal ini sangat akurat secara arkeologis dan sejarah. Sehingga kita bisa dengan yakin mengimani semua yang tertulis di Kitab Allah.

Mencari Kebenaran Mendapatkan Keselamatan

Selanjutnya, saya tegaskan bahwa untuk bisa melihat kebenaran dari kitab suci sangat penting. Karena hal ini meneguhkan keimanan kita.

Yang saya yakini adalah bahwa kebenaran Allah menyelamatkan. Melaluinya saya mendapat panduan dan jalan selamat.

“. . . Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya . . . di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman . . .” (Injil, Surat Rum  1:16-17, TB).

Isi Kitab Taurat, Zabur dan Injil selaras. Kita bisa melihat ramalan ratusan tahun sebelumnya tergenapi sempurna.

Semua kitab ini menyatakan jalan selamat Allah melalui Isa Al-Masih. Dengan jelas Isa berkata: “. . . bahwa semua yang telah tertulis mengenai Aku [Isa Al-Masih] harus digenapi, baik dalam Kitab Suci Taurat . . . dalam kitab tulisan nabi-nabi, dan dalam Kitab Zabur” (Injil, Lukas 24:44).

Akhirnya, saya memberikan Alkitab kepada Fadhi. Ia adalah orang pintar yang berpikir kritis. Karena itu saya mengajaknya untuk mencari dan menemukan kebenaran.  Secara spesifik saya juga memintanya untuk mendalami Pribadi Isa dalam Kitab Injil.

Demikian juga untuk para pembaca artikel ini. Mari baca Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Mari temukan kebenaran Allah yang menuntun kita mendapat surga.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Benarkah Nabi Ibrahim yang Membangun Ka’bah?
  2. 3 Fakta Sejarah Kota Makkah Yang Sangat Mengejutkan
  3. Bagaimana Ibadah Yang Sempurna Agar Pasti Allah Terima?

Video:

  1. Kiblat Islam dan Sejarah Awal Penetapan Kiblat – Gabungan

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana pendapat Saudara mengenai kisah kota Makkah dari informasi sejarah dan arkeologis?
  2. Mengapa tidak ditemukan bukti sejarah mengenai kota Makkah sebagai pusat ibadah dan perdagangan?
  3. Bagaimana pendapat Saudara tentang kitab Allah: Taurat, Zabur dan Injil?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Tidak Mentaati Kalimat Allah, Sama Saja Melawan Allah!” ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau WA/SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Ibadah Haji, Kepercayaan Orang Islam

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Paling lama
Terbaru

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Apakah Hal Terpenting dan Terutama Bagi Muslim Saat Ramadan?
  • Sejarah Kota Suci Mekkah Dan Maknanya Bagi Mukmin
  • Makna Hari Raya Idul Adha Dan Qurban Menurut Kitab Suci
  • Dosa Nabi Islam dan Nabi Lain dalam Al-Quran, Adakah…
  • Kisah Dajjal Dan Nabi Isa Di Akhir Zaman

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz