
Saya sangat takut ibadah saya tidak diterima Allah. Saya merasa jauh dari Allah. Tentu hal ini karena hati saya yang kotor.
Umat Muslim diajar untuk sholat lima waktu sehari. Juga ada waktu-waktu khusus berpuasa. Namun kita penuh dosa. Sering kita menghadap Allah dengan dosa dalam hati.
Bagaimana cara membersihkan hati yang kotor? Saya ingin memiliki hati yang bersih. Tujuannya agar Allah mau menerima ibadah saya.
Mari simak solusi untuk hal ini.
Allah Melihat Hati Manusia
Kita tentu mengerti bahwa manusia tidak mungkin mendustai Allah! Ia Maha Melihat. Ia sangat berkuasa.
Allah pasti mampu melihat hati manusia. Semua penampilan luar kita mungkin bisa menipu manusia lainnya. Namun tidak mungkin luput dari perhatian-Nya.
“. . . dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)” (Qs 5:7).
Jika demikian Allah pasti mengetahui hati kita secara jelas. Ia melihat semua dosa dan kesalahan tanpa terkecuali.
Termasuk saat kita beribadah kepadanya. Bisa saja kita sholat dan beramal namun tetap dengan hati yang kotor.
Pemikiran ini menakutkan bagi saya. Karena saya sadar selama hidup telah melakukan banyak kesalahan.
Banyak Kekotoran Hati Manusia
Memang kita manusia penuh kelemahan. Bisa saja kita berbohong kepada teman. Kita juga bisa terpancing emosi dan marah. Atau pada situasi lain kita bergosip tentang orang lain.
Banyak kesalahan kecil maupun besar yang kita lakukan setiap hari. Kadang kita khilaf dan baru menyesal di kemudian hari.

Contohnya ada dalil mengatakan: “. . . syirik yang tersembunyi, yaitu seseorang mengerjakan shalat . . . dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya” (Sunan Ibnu Majah 4194).
Pada bagian lain dinyatakan bahwa tidak akan masuk surga jika ada sedikit saja kesombongan (Shahih Muslim 131).
Rupanya Allah sangat tidak menyukai hati yang kotor. Ia menyiapkan hukuman bagi setiap kesalahan. Terlebih lagi ibadah kita tidak akan Ia terima jika dengan kekotoran hati.
Karena itulah saya ingin mencari cara membersihkan hati yang kotor.
Manusia Tidak Mampu Membersihkan Hati yang Kotor
Masalahnya kita manusia sangat lemah. Tetap saja ada banyak kesalahan yang kita perbuat setiap harinya.
Memang benar, “semua anak cucu Adam (manusia) banyak salah . . .” (Jami’ At-Tirmidzi 2423). Sehingga hati kita pasti kotor.
Seumpama anak kecil diberi kertas putih dan pensil. Ia membuat banyak coretan di kertas itu. Banyak juga kesalahan huruf yang ia tulis.

Demikianlah kita manusia tidak bisa membersihkan hati kita sendiri. Kita bisa berusaha, tapi tidak pernah cukup. Malahan makin tersadar akan banyaknya dosa yang kita perbuat.
Hanya Allah Mampu Membersihkan Hati yang Kotor
Saya mulai tertarik saat membaca ayat dalam Kitab Zabur dan Taurat. Saya melihatnya secara tidak sengaja saat membuka sosial media.
“Tak seorang pun dapat menebus sesamanya, atau memberi tebusan kepada Allah baginya— karena harga tebusan nyawa orang sangatlah mahal, bayaran apa pun tidak akan pernah cukup” (Zabur 49: 8-9).
Ayat ini menggambarkan perasaan saya. Saya menyadari tidak mungkin manusia membersihkan hati yang kotor dan bisa diterima Allah.
Namun selanjutnya, ada kutipan ayat lain yang memberi jawabannya. “. . . demikianlah firman Allah. ‘Sekalipun dosa-dosamu seperti kain merah tua, semuanya akan menjadi putih seperti salju. Sekalipun merah seperti kesumba, semuanya akan menjadi putih seperti bulu domba” (Taurat, Yesaya 1:18).
Hal ini yang membuka pemikiran saya bahwa hanya Allah yang sanggup merubah hati manusia. Jika mobil rusak parah, maka kita sulit memperbaikinya sendiri. Kita perlu membawa ke bengkel agar teknisi berpengalaman bisa memperbaikinya.
Jika kita sakit parah, kita tidak mampu melakukan operasi pada diri sendiri. Kita perlu pertolongan dokter ahli.
Demikian juga dengan hati manusia. Kita tidak akan mampu membersihkan hati yang kotor. Hanya Sang Pencipta yang mampu membersihkannya.
Cara Allah Membersihkan Hati yang Kotor

Karena itu Allah menjelma menjadi manusia. Tujuannya, pertama untuk mengajarkan kebenaran. Selanjutnya menolong membersihkan hati manusia sehingga akhirnya kita bisa mendapat surga.
Inilah pribadi Isa Al-Masih. Ia adalah perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah.
Dalam wujud manusia Isa mengajarkan kebenaran Allah. Selanjutnya Ia mati di kayu salib untuk menanggung hukuman bagi dosa manusia. Melalui-Nya hati kita menjadi bersih kembali.
“Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Titus 2:14)
Allah mampu membersihkan hati yang kotor. Kita bisa menerimanya dengan cara mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Mari Membersihkan Hati yang Kotor
Maukah Anda mendapatkan hati yang bersih? Allah telah menyediakan jalan pertolongan-Nya. Kita bisa mendapatkan ampunan dosa. Dan akhirnya pasti mendapatkan jaminan surga.
Mari mendapatkan hari yang bersih dengan cara mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Solusi Memiliki Hati Bersih
- Cara Muslim dan Nasrani Pasti Mendapatkan Cahaya Allah di Hati
- Al-Fatihah, Doa yang Membolak-Balikkan Hati, Bukan Allah?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana cara pasti membersihkan hati yang kotor menurut Anda?
- Jelaskan pandangan Anda, bagaimana Allah melihat ibadah manusia dengan hati yang kotor?
- Bagaimana pendapat Anda bahwa Allah yang menyediakan pertolongan melalui Isa untuk membersihkan hati yang kotor?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].