• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan

Isa Dan Islam > Artikel > Isa Al-Masih > Isa Menurut Al-Quran > Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
8 Juli 2026 | 285 Komentar

 

 

Setiap bayi yang baru lahir pasti menangis. Menurut hadis hal ini karena tersentuh setan.

Namun ada hadis menyatakan Nabi Isa berbeda. Nabi Isa tidak tersentuh setan saat lahir.

Rupanya hanya Nabi Isa yang mengalami kejadian ini. Sedangkan semua manusia, termasuk para nabi lainnya tidak demikian.

Apakah ada pesan Allah sehubungan dengan peristiwa ini? Mari kita perdalam maknanya agar kita mendapat hidayah Allah.

Hadis Tentang Nabi Isa: Terlindung Saat Bayi

Hadis tentang Nabi Isa ini adalah shahih. Menceritakan kisah menakjubkan yang terjadi.

“Tidak ada seorang pun dari anak keturunan Adam yang dilahirkan kecuali dia disentuh oleh setan saat dilahirkan, maka dia akan berteriak (menangis) karena sentuhan setan tersebut kecuali Maryam dan anaknya” (Shahih Al-Bukhari 3177).

Hadis ini menunjukan bahwa ada keistimewaan saat kelahiran Isa Al-Masih. Karena Ia satu-satunya yang tidak tersentuh setan. Jika demikian, apakah maknanya?

Penjelasan Hadis Tentang Nabi Isa

Banyak pertanyaan sehubungan dengan Hadis tentang Nabi Isa. Karena itu para ulama terdorong memberikan jawabannya.

Menurut ulama, setiap nabi dan rasul Allah memiliki fadhilah atau keistimewaan tersendiri. Hal ini sesuai dengan maksud dan tujuan Allah.

Dalam hal ini, perlindungan Nabi Isa adalah salah satu fadhilah. Ia memang berbeda dari para nabi lainnya saat lahir.

Peristiwa ini juga berhubungan dengan kebesaran Allah. Karena Ia menjawab doa dari ibu Maryam, yaitu untuk melindungi anaknya.

“Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan . . . aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada Engkau daripada setan yang terkutuk” (Qs 3:36).

Semua penjelasan ini baik. Hanya saja ada berbagai pertanyaan lanjutan. Karena ada banyak ayat Al-Quran dan Hadis lain yang menyatakan keistimewaan lain Isa Al-Masih.

Al-Quran & Hadis Tentang Nabi Isa: Kelahiran Sangat Istimewa

Rupanya tidak tersentuh setan saat bayi hanya salah satu kejadian menarik. Ada banyak kejadian lain seputar kelahiran Isa Al-Masih.

  1. Ada Nabi Yahya pembaptis yang mendahului. Ia membenarkan pelayanan Isa Al-Masih sebelum Isa lahir (Qs 3:39).
  2. Hanya Isa Al-Masih yang lahir dari perawan (Qs 19:20).
  1. Hanya Isa Al-Masih yang dinyatakan pribadi suci (Qs 19:19).
  1. Kelahiran Isa Al-Masih adalah tanda besar semesta alam (Qs 21:91).
  1. Terutama, kelahiran Isa Al-Masih adalah tanda rahmat Allah.

“. . . Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami . . .” (Qs 19:21).

Semua keadaan ini memperlihatkan keistimewaan Nabi Isa. Namun tidak berhenti saat bayi. Perlindungan Allah berlanjut sampai Ia dewasa.

Perlindungan Sempurna Allah untuk Isa Al-Masih

Para ahli tafsir menyoroti bahwa ada pemeliharaan Allah seumur hidup untuk Isa Al-Masih. Hal ini terlihat dari kata “suci” (Qs 19:19). Kata ini berasal dari kata “zaki/ zakiyy.”

Makna kesucian bisa dipahami sebagai: Terpelihara dari dosa. Tetapi juga berarti terlindung total dari pengaruh setan.

Dengan demikian menjadi dalil dasar perlindungan sempurna Allah. Yaitu seumur hidup Isa Al-Masih.

Hal ini menjelaskan mengapa sekarang Isa Al-Masih bisa berada pada sisi Allah. Kemudian nantinya Dialah yang akan turun mengalahkan Dajjal dan menjadi Hakim adil.

Perlindungan Allah untuk Nabi Lainnya

Kata suci ini teristimewa. Karena tidak pernah dikenakan langsung pada nabi lainnya. Bahkan tidak ada ayat Al-Quran, yang secara langsung menunjukkan Nabi Islam dengan kata ini.

Sebaliknya menjelaskan banyak nabi lain mengalami tekanan. Serta berbagai gangguan ruh jahat.

Contoh hadis menceritakan Nabi Islam mengalami gangguan setan. Kemudian Jibril melakukan ruqiyah. Namun hal ini terjadi setelah beliau terkena sakit (Shahih Muslim 4056).

Ada juga peristiwa lainnya. Nabi Islam terkena sihir. “. . . Rasulullah pernah disihir hingga seakan-akan beliau telah mendatangi para isterinya, padahal beliau tidak mendatanginya . . . Beliau bersabda: ‘. . . aku hanya tidak suka memberikan kesan buruk kepada orang lain dari peristiwa itu’” (Shahih Bukhari 5323).

Jadi memang semua manusia itu rentan. Kita dengan mudah bisa terkena gangguan setan dan ruh jahat.

Namun Isa Al-Masih berbeda. Ia tidak terkena ganguan setan. Bahkan Isa Al-Masih berkuasa atas semua setan dan ruh jahat.

Otoritas dan Kuasa Isa Al-Masih

Kitab Injil menceritakan dengan jelas bahwa ada banyak dalil Isa Al-Masih menang atas ruh jahat. Isa Al-Masih memang adalah Pribadi suci. Karena Ia menang atas semua godaan setan.

“Lalu, sabda Isa kepadanya, ‘Pergilah, hai Iblis! Karena telah tertulis, ‘Sembahlah Allah, Tuhanmu, dan hanya kepada-Nya sajalah kamu harus beribadah!’’ Akhirnya Iblis pun undur dari hadapan-Nya, lalu para malaikat datang untuk melayani Dia” (Injil, Matius 4:10-11).

Isa Al-Masih juga berkuasa. Ia menolong banyak orang dengan melakukan ruqyah.

“Pada waktu magrib banyak orang yang dibelenggu setan dibawa kepada-Nya [Isa Al-Masih]. Ia mengusir setan-setan itu dengan sepatah kata, dan menyembuhkan semua orang yang menderita sakit” (Injil, Matius 8:16).

Siapakah Sebenarnya Isa Al-Masih?

Semua dalil yang ada membawa kita pada satu kesimpulan. Isa Al-Masih sangat istimewa!

Ia terlindung dari setan. Ia adalah Pribadi suci. Isa Al-Masih juga berkuasa atas semua ruh jahat. Dan Ia sanggup melepaskan manusia dari semua gangguannya.

Hanya ada satu penjelasan pasti. Hal ini karena Isa Al-Masih adalah pribadi Ilahi.

Isa adalah perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah. Isa lahir melalui perawan. Ia menjelma menjadi manusia. Jadi Isa adalah Allah dalam wujud manusia.

Allah datang untuk menyatakan kebenaran. Dia juga datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Isa Al-Masih mati di kayu salib. Menunjukkan akibat dosa adalah kematian. Namun Rahmat Allah dinyatakan. Isa Al-Masih kemudian bangkit.

Peristiwa ini membawa ampunan dosa. Sehingga kita, manusia berdosa, akan memperoleh jalan lurus selamat. Yaitu jaminan surga-Nya.

“Isa Al-Masih: Sekalipun Ia bersifat Ilahi, Ia melepaskan semuanya itu. Ia menjadi sama dengan manusia, bahkan mati di kayu salib . . . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Injil, Surat Filipi 2:5-8 dan Yahya 3:16, parafrasa).

Hadis Tentang Nabi Isa dan Injil Nabi Isa

Hadis tentang Nabi Isa menyatakan keunggulan-Nya. Ia terlindung dari sentuhan setan. Hal ini hanya satu dari begitu banyak keistimewaan lainnya.

Injil Isa Al-Masih menjelaskan keutamaan-Nya. Karena Dia adalah perwujudan Ruh Allah. Sehingga melalui-Nya kita memperoleh selamat.

Kita akan mendapat ampunan dosa dan bimbingan Allah sampai surga. Kita juga mendapat perlindungan-Nya dari serangan ruh jahat.

Maukah Anda mendapatkan perlindungan Allah? Terlebih lagi, jalan lurus-Nya ke surga. Kita memperolehnya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

“. . . Percayalah kepada Isa, Junjungan kami Yang Ilahi, maka engkau akan diselamatkan . . .” (Injil, Kisah Para Rasul 16:31). Mari mengimani Isa Al-Masih sekarang juga!


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana pendapat saudara tentang pengakuan Hadist dan setan tentang nabi Isa? 
  2. Ketika Isa mengalahkan setan-setan, apakah itu membuktikan bahwa Dia adalah Allah? Sebutkan alasan saudara!
  3. Baik Injil Allah maupaun setan menyaksikan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Bagaimanakah sikap kita seharusnya kepada Isa?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas.  Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:

  1. Asal-Usul Setan Menurut Islam Dan Kristen
  2. Lempar Jumrah Atau Isa Yang Berkuasa Mengusir Setan?
  3. Iblis Tidak Sujud Kepada Manusia, Tapi Mengapa Iblis Sujud Kepada Isa?
  4. Isa Tidak Pernah Katakan, “Akulah Allah!”
  5. Ketuhanan Isa Al-Masih Berdasarkan Alkitab Dan Al-Quran

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel: “Hadits Tentang Nabi Isa: Setan Tidak Menyentuh Isa!”, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Kategori: Isa Al-Masih, Isa Menurut Al-Quran

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

285 Comments
Paling lama
Terbaru
βiαnɡkαlα
27 Juni 2016 7:20 am

*
1. Syaitan tunduk kepada Isa karena Isa adalah Allah. Yαkobus 1:13, “…Allαh tidak dapat dicobai oleh yαng jahat…” Iblis mencobai Allah, tetapi ditegur dan diusir oleh Allah: Mαtius 4:1, 7, 10, “…Yesus…dicobαi Iblis…Yesus berkαtα…jαngαnlαh engkαu mencobαi Tuhαn, Allαhmu!…enyαhlαh, Iblis!…” Qs 15:32, 34, “Allαh berfirmαn: ‘Hαi iblis…Keluαrlαh…” Hanya Allah yang berkuasa untuk mengusir Iblis.

Balas
staff
27 Juni 2016 12:59 pm
Balasan ke  βiαnɡkαlα

~
Saudara Biangkala,

Setan tidak memiliki kuasa untuk mengalahkan Allah, karena Allah yang menciptakan semua yang ada. Namun, Isa Al-Masih berkuasa untuk mengalahkan setan. Bukankah ini menarik untuk dicermati? Mengapa Isa Al-Masih berkuasa mengalahkan setan? Kami berharap pengunjung situs ini merenungkannya.
~
Solihin

Balas
dreadz
27 Juni 2016 7:34 am

*****
1. Setan-setan tidak tunduk kepada Isa. Buktinya sampai sekarang setan masih tetap mengajak ke kejahatan
2. Kemampuan mengalahkan setan bisa kepada siapa saja, sehingga bukan bukti Keallahan.
3. Isa bukan Allah karena Dia tidak pernah menyebut dirinya Allah. Jadi, perlakukan Dia sesuai ucapan-Nya, yaitu utusan Allah.

Balas
staff
27 Juni 2016 1:13 pm
Balasan ke  dreadz

*****
Saudara Dreadz,

Kami berterimakasih kepada saudara untuk tiga jawaban yang diberikan. Ijinkan kami menanggapinya.
1. Apakah saudara sudah membaca artikel di atas? Bukankah sudah sangat jelas bahwa Isa Al-Masih berkuasa atas setan-setan dan setan-setan tunduk pada Isa Al-Masih? Fenomena kejahatan masih berlangsung hingga saat ini, tetapi bukan berarti setan tidak tunduk pada Isa Al-Masih, bukan?

2. Kami senang saudara menyatakan ini. Namun, kami berharap saudara dapat membuktikannya agar ini tidak dianggap asumsi belaka. Siapakah yang dapat mengalahkan setan? Sebutkan sumbernya sehingga ini nyata benar, bukan sekedar khayalan.

3. Bila saudara mau jujur, maka ada baiknya bila saudara membaca Injil secara menyeluruh, bukan hanya memerhatikan satu atau dua ayat. Namun, Isa Al-Masih telah berfirman, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13).
~
Solihin

Balas
mohon tidak disebut
27 Juni 2016 7:57 am

****
Izin menjawab:
1. Saya setuju, bila setan tunduk kepada Isa dengan kuasa Allah.
2. Dan ketika Isa mengalahkan setan – dengan kuasa Allah – bukan berarti Isa adalah Allah. Apabila anda menjual rumah anda dengan memberi kuasa pada agen properti, apakah berarti agen tersebut adalah pemilik rumah? Ataukah agen properti tersebut boleh menghabiskan uang dari hasil penjualan rumah anda? Apabila anda menyewa seorang pengacara dan dia bertindak atas kuasa anda, apakah pengacara tersebut adalah anda? Apakah pengacara tersebut boleh tinggal di tempat anda atau tidur dengan istri anda?

Balas
staff
27 Juni 2016 1:34 pm
Balasan ke  mohon tidak disebut

****
Saudara Mohon,

Kami berterimakasih untuk dua jawaban yang saudara berikan. Ijinkan kami menanggapi.
1. Pernyataan saudara ini ambigu. Pertanyaannya adalah adakah manusia yang sanggup mengalahkan dan menundukkan setan? Benarkah Isa Al-Masih menundukkan setan dengan kuasa Allah? Mohon saudara membuktikannya dari Injil. Sebab artikel di atas tidak ada mengindikasikan demikian.

2. Bila mengalahkan setan bukan berarti Allah, maka siapakah sesungguhnya yang dapat mengalahkan? Adakah manusia yang sanggup mengalahkan setan? Siapakah dia? Tertulis dimanakah nama orang itu? Mohon sebutkan dalilnya.
~
Solihin

Balas
Sang Pemberani
27 Juni 2016 7:58 am

~
Ya, amat lucu dengan Tuhan Yesus adalah Dia katanya Tuhan. Mengapa Yesus bisa dicobai Iblis? Sebegitu hinanyanya Tuhan orang Kristen bisa dicobai oleh Iblis yang membawa Yesus ke gurun pasir? Banyak ayat yang membahas Yesus dicobai oleh Iblis? Sungguh ajaran Kristen sangat konyol? Pantas jika ajaran yang bernama Kristen ini semakin ditinggalkan. Memang ajarannya yang tidak rasional dan cenderung bertentangan dengan hati nurani. Sungguh kacau moral manusia jika masih ada orang yang beragama Kristen.

Balas
staff
27 Juni 2016 1:58 pm
Balasan ke  Sang Pemberani

~
Saudara Sang Pemberani,

Tampaknya seperti itu, tetapi tidak demikian. Sebab Isa Al-Masih dicobai untuk menunjukkan bahwa Isa Al-Masih berkuasa atas setan. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Isa Al-Masih adalah Allah bila kuasa jahat tidak pernah ditaklukkan? Kami kira ini bukan untuk merendahkan, sebaliknya ini menguatkan kedudukan Isa Al-Masih di atas kuasa yang lain. Bila Isa Al-Masih berkuasa menaklukkan setan, maka seharusnya ini menjadi sebuah pertanyaan besar. Mengapa Isa Al-Masih berkuasa menaklukkan setan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin

Balas
Mantan Kafir
27 Juni 2016 9:53 am

*****
Solihin,

Saya jawab:
1. Jika setan tunduk pada Isa/Yesus tentunya setan akan beriman pada Yesus/Isa dengan menjadi Kristen tapi nyatanya setan tetap membangkang melawan Yesus. Bandingkan dengan nabi Muhammad. Ada jin yang beriman pada Islam. Itu artinya jin tunduk pada Nabi Muhammad.

2. Isa tidak pernah mengalahkan setan, hanya menolak keinginan setan saat disuruh buat batu jadi roti, disuruh lompat dari bubungan bait Allah, menolak sujud pada setan.

3. Tidak ada satupun ayat yang menyatakan Isa adalah Allah, dan setan menyaksikan Isa adalah Allah. Dalam PL setan justru disuruh Tuhan menncobai Ayub (Ayub 1:7-12). Hal yang tidak masuk akal ketika setan malahan mencobai Isa yang menurut Kristen adalah Tuhan. Hanya di Kristen Tuhan diganggu setan.

Balas
staff
27 Juni 2016 10:57 pm
Balasan ke  Mantan Kafir

*****
Saudara Mantan Kafir,

Kami berterimakasih kepda saudara karena telah menjawab tiga pertanyaan kami. Ijinkan kami menanggapinya.
1. Sejak kekekalan, setan telah menjadi musuh Allah sehingga tidak akan beriman kepada Isa Al-Masih. Bila saudara menyatakan bahwa jin beriman pada Islam, maka yang menjadi Allah adalah Islam, bukan Allah. Lagi pula, saudara perlu membuktikan hal itu. Pertanyaannya, siapakah Allah sesungguhnya, Islam atau Allah?

2. Dengan menolak keinginan setan telah membuktikan setan tidak berkuasa atas Isa Al-Masih. Bukankah setan pun menginginkan Adam makan buah yang dilarang tersebut? Tetapi Adam memakannya juga, bukan?

3. Banyak ayat dalam Injil yang membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t . Ketidaksanggupan setan mengalahkan Isa Al-Masih membuktikan Isa Al-Masih adalah Allah. Bukankah ini logis saudara?
~
Solihin

Balas
toto
27 Juni 2016 10:50 am

*****
1. Setan tunduk kepada Yesus Kristus karena Yesus Kristus punya kuasa yang melebihi mereka. Mereka menyangka bahwa Yesus Kristus seperti manusia pertama yang bisa dijatuhkan oleh kata-kata bujuk rayuan yang maut.

2. Puncak kemenangan dibuktikan dalam kejadian penyaliban-Nya bahwa kuasa maut tidak bisa menguasai-Nya.

3. Harus meninggikan Dia, karena memang Dialah Tuhan, Yesus Kristus tidak diciptakan oleh Tuhan, karena Dia adalah Tuhan itu sendiri.

Balas
staff
27 Juni 2016 11:01 pm
Balasan ke  toto

*****
Saudara Toto,

Tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan setan kecuali Isa Al-Masih. Ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih lebih berkuasa dari kuasa manapun juga. Hal ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah karena hanya Allah yang dapat mengalahkan setan. Terimakasih saudara Toto untuk jawaban saudara. Kiranya ini memberikan pencerahan kepada pengunjung situs ini.
~
Solihin

Balas
Mantan Kafir
27 Juni 2016 11:37 am

~
Toto,

Jadi, kalau Iblis percaya semua Iblis menjadi Kristen. Mana ayatnya semua Iblis beriman pada Yesus/Isa?

Balas
staff
27 Juni 2016 11:06 pm
Balasan ke  Mantan Kafir

~
Saudara Mantan Kafir,

Saudara tidak akan menemukan ayat yang menyatakan Iblis percaya kepada Isa Al-Masih, sebab sejak kekekalan mereka tidak mau tunduk pada Allah. Dengan demikian, Iblis telah dipersiapkan untuk masuk neraka sejak kekekalan. Kami berpendapat bahwa pernyataan saudara di atas yang menyatakan Iblis masuk Kristen menjelaskan bahwa agama adalah yang terpenting. Tidak ada setan atau Iblis manapun yang akan memeluk sebuah agama, termasuk Kristen maupun Islam.

Menurut kami, pandangan demikian adalah khayalan nabi saudara. Maaf, bila kami berterus terang. Terimakasih saudara Mantan Kafir untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
Rein Hard
27 Juni 2016 11:46 am

*****
1. Setan tunduk pada Isa Al-Masih karena dalam Injil bisa kita sadari ketika membacanya maka hanya Iblis yang saat itu bisa menyadari hakekat dan kekuasaan Isa Al-Masih sesungguhnya. Jadi, jika saudara Muslim menolak alasan ini, saya hanya sarankan baca Injil.

2. Semua manusia berdosa awalnya. Apakah sebabnya? Karena manusia tidak ada yang berhasil mengalahkan hasutan setan, sehingga ahkirnya kita melakukan dosa. Berbeda dengan Isa Al-Masih jelas Ia adalah lebih dari manusia biasa dan sanggup menahan bahkan melawan setan. Ini membuktikan Dia adalah Allah (baca Injil).

3. Sikap pribadi saya ialah bersyukur bisa mengenal Isa Al-Masih, sebab hanya dia yang mampu melepaskan kita dari kuasa setan dan Dialah Juruselamat.

Balas
staff
27 Juni 2016 11:12 pm
Balasan ke  Rein Hard

*****
Saudara Rein Hard,

Kita tidak dapat mengabaikan apa yang tertulis dalam Injil. Injil mencatat banyaknya peristiwa dimana Isa Al-Masih mengalahkan setan dan setan pun memohon agar tidak dihukum sebelum waktunya (Injil, Rasul Besar Matius 8:29). Ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih yang akan menghakimi semua ciptaan di dunia ini, termasuk setan. Terimakasih saudara Rein Hard untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
ismail
27 Juni 2016 11:46 am

~
To: Islam,

Yesus adalah Allah. Ini pengakuan-Nya: Kata Yesus, “Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Allah.” Apakah para nabi pernah mengatakan demikian? Tidak pernah. Balik bertanya: kapan alloh swt mengaku kepada Muhammad bahwa dia adalah Tuhan?

Balas
staff
27 Juni 2016 11:20 pm
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Kami senang saudara mencoba memperbandingkan antara Isa Al-Masih dengan alloh Islam. Sebab tidak pernah ada pengakuan atau suara memperkenalkan bahwa alloh Islam adalah Allah, kecuali klaim dari Muhammad semata. Terimakasih saudara Ismail.
~
Solihin

Balas
toto
27 Juni 2016 11:50 am

~
Mantan Kafir,

Mereka (Iblis) percaya dalam artian mereka menjadi sangat yakin bahwa Dia dan murid-murid-Nya itu adalah musuh mereka, karena pada saat “peperangan” mereka telah kalah, yaitu pada saat kebangkitan-Nya.

Oleh karena itu, Yesus selalu mengingatkan kepada umat-Nya supaya waspada kepada Iblis karena mereka akan sangat tidak suka kepada pengikut-Nya. Iblis adalah musuh manusia sejak dahulu kala, dia adalah bapa pendusta. Bahkan pengikut-Nya akan menderita oleh karena nama-Nya di dunia ini, tapi bukan berarti dikalahkan oleh mereka, tapi secara jasmani mengalami tekanan duniawi.

Balas
staff
27 Juni 2016 11:23 pm
Balasan ke  toto

~
Saudara Toto,

Di samping itu, setiap pengikut Iblis berusaha untuk mengaburkan siapa Isa Al-Masih sesungguhnya agar tidak ada orang yang memercayai bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Kami berharap ini menjadi perenungan bagi pengunjung situs ini. Ketika bukti telah diberikan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah, mengapa tidak memercayai Isa Al-Masih?
~
Solihin

Balas
Rein Hard
27 Juni 2016 12:03 pm

~
Mantan Kafir,

Saya tanggapi tiga jawaban anda ya.
1. Di Injil maupun artikel di atas telah menegaskan, setan tidak hanya beriman bahkan takut pada Isa Al-Masih. Baru saya dengar dari anda setan harus beragama. Apakah anda sekarang mengenal ada setan yang sekarang beragama Islam di Al-Quran? Apakah anda bisa menunjukan bukti ada setan tapi beragama? Mohon pencerahan

2. Mantan Kafir, logika kritis ya. Tidak ada semua manusia di dunia ini yang sanggup menolak hasutan setan, sehingga timbullah dosa. Setuju? Berbeda dengan Isa Al-Masih bukan hanya Dia yang sanggup lepas dari kuasa setan.

3. Apakah anda sudah membaca Alkitab menyeluruh? Tuhan ialah Maha kuasa berhak melakukan apa yang hendak dilakukan, bukan?

Balas
staff
27 Juni 2016 11:53 pm
Balasan ke  Rein Hard

~
Saudara Rein Hard,

Sejak kekekalan, setan tidak mau tunduk pada Allah sehingga mereka dibuang dari hadapan-Nya. Walaupun demikian, setan-setan gemetar kepada Allah. “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” (Injil, Surat Yakobus 2:19). Kiranya ini memberikan pencerahan. Terimakasih saudara Rein Hard.
~
Solihin

Balas
ismail
27 Juni 2016 12:10 pm

~
Pertanyaannya: Muhammad tahu dari mana bahwa Isa tidak disentuh oleh setan? Ketahuan ngarangnya. Masalah besar Islam: dongeng dipercaya sebagai ajaran agama. Banyak ajaran Alkitab yang diplesetkan Muhammad akibat dengar-dengar. Lebih dipercaya cerita dalam Alkitab.

Balas
staff
27 Juni 2016 11:58 pm
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Memang hal ini patut dipertanyakan. Sebab jarak waktu antara Isa Al-Masih dengan Muhammad enam abad, sehingga hal ini sangat janggal. Kami berharap pengunjung situs ini dapat berpikir kritis sehingga tidak menerima begitu saja ajaran Islam. Terimakasih saudara Ismail.
~
Solihin

Balas
Wedus
27 Juni 2016 12:25 pm

*****
Artikelnya bagus sekali. Aku sangat setuju dengan IDI.
1. Isa/Yesus bisa mengusir setan. Itu semua sudah dijelaskan dalam Injil bahwa Isa bisa mengusir setan. Matius 12:28, Isa mengusir setan dengan ijin Allah. Lukas 11:20, aku mengusir setan dengan ijin Allah, bahkan Yesus sendiri dengan rendah hati bilang Yoh 14.28, bapaku lebih besar dari aku. Yoh 12:29, bapaku lebih besar dari siapapun. Kemudian ditutup dengan Yoh 14:24 firman yang kau dengar bukan dariku tapi dari bapaku yang mengutus aku

2. Yesus adalah hamba Allah.

3. Injil Allah tidak pernah bilang Yesus adalah Allah, setan tidak pernah bilang Yesus adalah Allah tapi bilang Yesus Anak Allah, Adam, Efraim, Israel, Yakub juga anak Allah.

Balas
staff
28 Juni 2016 12:07 am
Balasan ke  Wedus

*****
Saudara Wedus,

Kami tertarik untuk menanggapi jawaban saudara.
1. Bagian mana dari ayat Injil, Rasul Besar Matius 12:28 dan Rasul Lukas, 11:20 yang menjelaskan Isa Al-Masih mengusir setan dengan ijin Allah? Mohon pencerahan saudara.

2. Isa Al-Masih memiliki banyak gelar. Dia disebut nabi, hamba Allah, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai, Anak Manusia, dan sebagainya. Ini menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah karena hanya Allah yang memiliki gelar demikian.

3. Kami meragukan saudara akan memercayai bila ada pernyataan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 13:13). Kami kira ini bukan sekedar pernyataan, tetapi kuasa. Siapakah yang sanggup mengalahkan setan, kecuali Allah? Mengapa Isa Al-Masih berkuasa mengalahkan setan? Mohon pencerahan saudara.
~
Solihin

Balas
ismail
27 Juni 2016 12:32 pm

~
Bang Wedus, apa kabar bang? Masak hamba alloh bisa menciptakan makluk hidup? Muhamad hamba alloh atau kekasih alloh? Bisa tidak dia menciptakan makluk hidup? Lebih aneh lagi, alloh swt menginjikan Isa untuk setara dengan dirinya, sebab kata alloh, hanya dia yang bisa mencipta. Ini pertentangan.

Balas
staff
28 Juni 2016 12:11 am
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Memang banyak pertentangan dalam Al-Quran. Salah satunya adalah yang saudara sebutkan di atas bahwa alloh Islam tidak dapat disetarakan dengan yang lain, tetapi di bagian lain Isa Al-Masih memiliki kuasa yang sama dengan Allah. Jelas, ini pertentangan. Terimakasih saudara Ismail.
~
Solihin

Balas
Wedus
27 Juni 2016 12:46 pm

~
Alhamdulillah baik bang Ismail. Bagaimana kabar bang Ismail sendiri? Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita bang. Amien.

Sepengetahuanku Allah tidak pernah mengijinkan makhluk ciptaan-Nya untuk setara dengan Allah. Selama ini di dalam Bibleku Yesus tidak pernah menciptakan makhluk hidup. Bang Ismail mengerti dari mana kalau Yesus bisa menciptakan manusia atau makhluk hidup?

Balas
staff
28 Juni 2016 7:15 am
Balasan ke  Wedus

~
Saudara Wedus,

Kami setuju dengan saudara bahwa Allah tidak mengijinkan makhluk-Nya untuk setara dengan Allah. Namun, Isa Al-Masih memiliki kuasa yang sama dengan Allah. Dia berkuasa menciptakan (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:3). Ini menandakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Sebab manusia tidak mungkin dapat menciptakan makhluk lainnya. Ini adalah fakta.

Pertanyaannya adalah bila Isa Al-Masih berkuasa menciptakan, maka siapakah Isa Al-Masih? Mungkinkah manusia sanggup menciptakan makhluk lainnya? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
ismail
27 Juni 2016 1:01 pm

~
Bang Wedus,

Isa bisa mencipta makluk hidup. Allah bisa mencipta makluk hidup. Qs 15:1 versus 19:1. Baca bang. Simak pengakuan Yesus bahwa Dia adalah Allah. Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Allah.

Balas
staff
28 Juni 2016 7:17 am
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Pernyataan Isa Al-Masih ini menimbulkan tanda tanya besar. Memang sudah seharusnya demikian. Sebab bagaimana mungkin melihat Dia telah melihat Allah? Kami berharap pengunjung situs ini, terutama saudara Wedus, memikirkan ini. Terimakasih saudara Ismail.
~
Solihin

Balas
toto
27 Juni 2016 1:08 pm

~
Wedus,

Maksud “Bapa lebih besar dari Aku”. Bapa adalah roh Allah yang tidak berwujud atau kekekalan Allah, sedangkan Anak Allah adalah roh Allah yang ada dalam tubuh manusia yang dibatasi oleh sifat-sifat manusia sementara waktu. Dalam sesaat lebih rendah dari kekekalan Allah. Anak Allah itu Roh Allah yang keluar dari kekekalan Allah dan inkarnasi menjadi manusia. Setelah karya Allah selesai maka Dia kembali kepada kekekalan Allah. Bapa dan Aku adalah satu.

Balas
staff
28 Juni 2016 7:22 am
Balasan ke  toto

~
Saudara Toto,

Sesungguhnya hakekat Isa Al-Masih adalah Allah sebagaimana Ia telah menyatakan juga bahwa Dia dan Bapa adalah satu (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Hal ini menarik untuk dicermati dan diamati bahwa tidak ada seorang pun yang pernah berani menyatakan demikian, kecuali Isa Al-Masih. Ini menandakan Isa Al-Masih adalah Allah. Terimakasih saudara Toto.
~
Solihin

Balas
Wedus
27 Juni 2016 1:27 pm

~
Bang Ismail,

Tolong beri tahu aku dimana Yesus bisa menciptakan makhluk hidup? Selama aku menjadi Kristiani dan mempelajari Alkitabku aku tidak pernah menemukan ayat yang Yesus bisa menciptakan makhluk hidup. Apa aku yang lupa? Tolong beri ayatnya.

Balas
staff
28 Juni 2016 7:28 am
Balasan ke  Wedus

~
Saudara Wedus,

Kami telah memberikan ayat tersebut. Saudara dapat membaca tanggapan kami di atas. Bila Isa Al-Masih berkuasa menciptakan, maka sudah seharusnya saudara mengakui bahwa Dia adalah Allah. Pertanyaannya adalah apakah saudara sudah membaca Alkitab secara menyeluruh untuk mengenal Isa Al-Masih dengan benar?

Mengenal Isa Al-Masih hanya dapat diperoleh bila saudara membaca Injil secara menyeluruh. Karena itu, kami menyarankan agar saudara membaca Injil secara menyeluruh dan membandingkannya dengan Al-Quran. Kami yakin banyak hal yang tidak dimuat dalam Al-Quran dan bertentangan dengan Injil.
~
Solihin

Balas
Tobat
27 Juni 2016 1:36 pm

~
Allah tidak pernah dicobai Iblis itu beda makna sama Allah tidak pernah dikalahkan Iblis. Kalau dicobai itu maksudnya digoda Iblis, tapi kalau dikalahkan itu berarti benar-benar kalah melawan Iblis. Beda arti beda makna. Katanya Allah tidak pernah dan tidak akan dicobai Iblis. Nah, kenapa Isa itu pernah dicobai Iblis sampai tiga kali? Itu berarti tanda tanya apakah Isa itu Allah atau tidak?

Yang mengatakan (menggagas) Isa ialah Allah itu Paulus, dkk. Alasannya hampir sama seperti Solihin, “Melihat sifat, tingkah laku, keajaiban, dan perbuatannya (Isa). Maka dapat “kami simpulkan” bahwa Isa ialah Allah itu sendiri. Bukannya kalimat “kami simpulkan” itu sudah menandakan bahwa kalian hanya berasumsi saja (bahwa Isa ialah Allah)?

Balas
staff
28 Juni 2016 11:50 am
Balasan ke  Tobat

~
Saudara Tobat,

Memang Isa Al-Masih dicobai patut dipertanyakan. Mengapa Isa Al-Masih dicobai? Ini membuktikan bahwa Isa Al-Masih berkuasa atas setan. Sebab tidak seorang pun yang sanggup mengalahkan setan saat dicobai, tetapi Isa Al-Masih sanggup mengalahkannya. Bukankah kita perlu bertanya, siapakah Isa Al-Masih sesungguhnya sehingga setan pun takluk pada-Nya?

Di samping itu, Injil telah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Hal ini dibuktikan dengan kuasa yang dimiliki-Nya, yakni mengampuni dosa. Bukankah mengampuni dosa adalah hak prerogatif Allah? Mengapa Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa bila Dia hanya manusia? Tentu ini pun menjadi pertanyaan besar buat saudara.
~
Solihin

Balas
Mantan Kafir
27 Juni 2016 2:15 pm

~
To: Ismail,

“Dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku” (Yohanes 12:45). Apakah Aku adalah Dia? Baca Keluaran 3:14 Aku adalah Aku. Bukan Aku adalah Dia. Apakah yang diutus adalah yang mengutus? Ahok adalah Ahok, Ahok mengutus Ahok, Ahok diutus Ahok. Rasaya jadi gila.

Balas
staff
28 Juni 2016 11:56 am
Balasan ke  Mantan Kafir

~
Saudara Mantan Kafir,

Ada kekeliruan besar dalam menafsirkan ayat tersebut. Saudara memahaminya di luar konteks, apalagi ayat itu tidak berhubungan dengan Taurat, Keluaran 3:14. Aku adalah Aku tidak berhubungan dengan ayat Injil yang saudara kutip. Mohon saudara membaca dan mempelajari bagaimana memahami Alkitab.

Kami berpendapat saudara perlu membaca Injil secara menyeluruh agar mengenal Isa Al-Masih dengan benar sehingga tidak memahami Isa Al-Masih secara serampangan. Bukankah ayat Injil tersebut telah jelas artinya? Siapa yang melihat Isa Al-Masih telah melihat Bapa, yakni Allah. Dengan demikian, Isa Al-Masih adalah Allah.
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Benarkah Al-Quran Menyatakan Nabi Isa Tidak Mati?
  • Benarkah Ayat Al-Quran Meyatakan Nabi Isa Tidak Mati?
  • 5 Alasan Mengapa tidak ada Sholawat Nabi Untuk Isa Al-Masih
  • Mengapa Iblis tidak Tunduk pada Manusia, Tetapi…
  • Benarkah Isa Al-Masih Tidak Menghormati Ibu-Nya, Maryam?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz