
Anak itu berlari ke teman saya. Ia lalu bertanya: “Papa, apa hukuman yang akan saya terima dari Allah? Karena saya telah berdosa besar.”
Kita hidup di dunia yang penuh keragaman. Ada banyak makanan tersedia di berbagai tempat yang kita tidak selalu tahu proses pembuatannya. Bagaimana jika tidak sengaja memakan makanan haram?
Mari kita bahas masalah makanan halal dan haram, dan berbagai dalil yang mendukungnya. Agar kita bisa hidup tenang serta mendapatkan rahmat Allah.
Makanan Halal dan Haram dalam Islam
Halal berarti segala sesuatu yang baik atau diizinkan secara agama. Sedangkan haram merujuk pada segala sesuatu yang dosa atau terlarang.
Mengenai makanan, agama juga memiliki aturan. Ada makanan yang halal, namun ada juga yang haram.
Khusus untuk binatang, berikut ini pembagiannya.
- Binatang laut.
Untuk binatang laut, dalil Al-Quran menyatakan semuanya halal.
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu . . .” (Qs 5:96). - Binatang darat dan udara.
Banyak yang halal dari kelompok binatang ini. Namun ada beberapa pengecualian.
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah . . . yang diterkam binatang buas . . . yang disembelih untuk berhala . . .” (Qs 5:3).
Jadi yang haram adalah:
- Daging babi.
- Dipersembahkan kepada berhala.
- Binatang buas, yang bertaring atau berkuku tajam (Musnad Ahmad 13939).
Mengapa Daging Babi Haram?
Sehubungan dengan daftar binatang haram, daging babi merupakan yang paling populer. Di masyarakat modern ada banyak kewaspadaan agar makanan tidak mengandung unsur babi sama sekali.
Memang ada berbagai ayat dalam Al-Quran mengenai daging babi. Yang menyatakan dengan tegas bahwa ini adalah makanan haram (Qs 2:173).
Namun masalahnya tidak tertulis alasannya. Karena itu banyak ulama berusaha menjelaskan hal ini. Beberapa contohnya:
- Karena hewan kotor.
Babi adalah hewan yang tidak memiliki kelenjar keringat. Sehingga banyak kotoran dan racun tubuh tersimpan di dalam dagingnya sendiri.
Selain itu hewan babi juga hidup di kubangan atau tempat jorok. Ia bisa memakan segala hal termasuk kotorannya sendiri.
Karena inilah hewan babi menjadi simbol najis. Namun, bagaimana dengan ikan lele yang juga memakan kotoran? Atau sapi yang memakan muntahannya beberapa kali? - Karena alasan kesehatan.
Alasan lainnya daging babi haram karena membawa banyak penyakit. Misalnya kolesterol dan asam urat. Juga ada cacing pita berbahaya.
Pada awalnya poin ini menjadi asalan kuat. Namun, ada berbagai penyakit juga terdapat dalam daging hewan lain.
Selain itu zaman sekarang ada banyak peternakan babi modern. Yang sangat higienis dan menjaga kebersihan babi.
Jadi, jika lebih bersih dan sehat mungkinkah menjadi halal? - Karena sifat babi menular kepada orang yang memakannya.
Ada ulama yang menjelaskan bahwa makanan akan menjadi zat bagi orang yang memakannya. Sehingga sifat dan akhlak makanan akan mempengaruhi orang tersebut.
Penjelasan ini memang menarik. Namun tidak ada penjelasan ilmiah sebagai dasarnya. Tidak ada bukti bahwa sifat asli dari hewan akan mempengaruhi sikap manusia. - Karena perintah Allah.
Alasan lainnya adalah memang kita tidak perlu mendapat penjelasan logis. Manusia tidak mampu mengerti hikmah Allah. Sehingga apa yang Ia sampaikan, taati saja.
Bagaimana Umat Menyikapi Masalah Makanan Halal-Haram?
Melihat semua penjelasan ini, Banyak umat Islam berusaha mengikuti panduan agama. Yaitu menjauhi makanan yang haram.
Namun banyak juga yang tetap mempertanyakan dasar alasannya. Karena masih belum mengerti mengapa makanan fisik bisa mempengaruhi surga di akhirat.
Secara ringkas ada 2 pertanyaan umat mengenai makanan haram:
- Bagaimana tidak sengaja memakan makanan haram?
Di tengah dunia yang penuh keragaman, tentu kita bisa khilaf. Banyak umat bertanya apa akibatnya atau hukumannya. - Benarkah makanan Nasrani halal?
Ada ayat sangat menarik dalam Al-Quran. Menyatakan bahwa makanan umat Nasrani adalah termasuk halal.
“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka . . .” (Qs 5:5).
Jawaban untuk Keraguan Umat
Mari kita simak jawaban dari pertanyaan di atas.
- Ada keringanan bagi yang tidak sengaja.
Secara agama masalah halal dan haram sangat tegas. Namun ada pengecualian untuk beberapa kondisi tertentu.- Dalam keadaan terpaksa atau lapar.
“Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 5:3). - Dalam keadaan lupa atau tidak tahu.
“Sesungguhnya Allah memaafkan (perbuatan) umatku karena ketidaksengajaan, lupa, dan dipaksa” (Sunan Daruquthni 4306).
Walaupun demikian umat Islam tetap diharapkan menjaga dirinya. Untuk menjauhi makanan haram seumur hidupnya, agar tidak berbuat dosa besar di masa depan.
- Dalam keadaan terpaksa atau lapar.
- Pengertian Nasrani dari kitab Injil.
Umat Nasrani bisa makan berbagai makanan dengan tenang. Alasannya Kitab Injil menyatakan semua makanan itu halal. Karena semua tercipta dari Allah.
“Semua yang diciptakan Allah itu baik, dan tidak ada satu pun yang patut ditolak [haram] jikalau orang menerimanya dengan ucapan syukur” (Injil, Surat 1 Timotius 4:4).
Hal ini termasuk dengan daging babi. Memang dalam Kitab Taurat ada larangan memakannya. Namun hal ini hanya merupakan peraturan sesuai konteks kondisi zaman dahulu. Namun selanjutnya ada firman Allah yang mengijinkannya (Injil, Kisah Para Rasul 10:9-16).
Jadi, umat Nasrani bisa makan beragam jenis daging hewan. Tanpa mengkhawatirkan keadaan halal atau haram.
Memang kita perlu menjaga kesehatan. Kita tetap perlu bijak memilih makanan yang baik. Namun umat Nasrani percaya ada perbedaan antara makanan dengan masalah akhirat.
Semua penjelasan ini membawa kita pada poin paling utama. Yaitu dapatkah ibadah kita membawa kita mencapai surga?
Karena percuma saja kita berdiskusi mengenai makanan, maupun berusaha menjauhi jenis daging tertentu. Namun kita tidak tahu akankah masuk surga di akhirat.
Apakah Makanan Mempengaruhi Akhirat?
Kitab Allah menjelaskan bahwa makanan fisik tidak menentukan hati seseorang. Manusia tidak berbuat dosa dari sekadar makanan.
Dosa manusia berasal dari hatinya. Karena banyak hal yang jahat keluar dari hati.
“. . . segala sesuatu yang masuk ke dalam diri seseorang dari luar tidak dapat menajiskannya. Sebab bukan masuk ke dalam hati, melainkan ke dalam perut, lalu dibuang di jamban? Dengan demikian, Isa menyatakan bahwa semua makanan halal . . . dari dalamlah, yaitu dari hati orang, timbul pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan . . . kesombongan, kebebalan. Segala hal yang jahat itu timbul dari dalam hati dan menajiskan seseorang” (Injil, Markus 7:18-23).
Intinya, Taurat dan Injil sepakat bahwa masalah halal dan haram berasal dari hati. Dan bukan dari makanan yang kita makan.
Hal ini, membawa kita pada poin yang selanjutnya. Yaitu bagaimana cara membersihkan hati?
Karena banyak orang bisa mencoba menjaga makanannya. Namun manusia sulit menjaga hatinya tetap bersih.
Khilaf Makanan Terampuni, Bagaimana dengan Dosa Hati?
Hati manusia penuh dengan dosa dan salah. Banyaknya amal dan ibadah kita sangat terbatas. Tidak mampu untuk menutup dosa.
Bayangkan seperti ada seseorang memasak sup dalam panci besar. Di dalamnya terdapat begitu banyak bahan makanan yang tercampur. Ada daging sapi, kentang, sayur dan sebagainya.
Namun tiba-tiba terjadi masalah. Ada potongan daging babi kecil yang masuk ke dalamnya.
Jika demikian apakah isi seluruh panci besar itu tetap halal? Atau pasti menjadi haram semuanya?
Demikianlah keadaan hati manusia. Memang ada kebaikan dan amal yang kita lakukan. Namun kenyataannya begitu banyak dosa dan kekotoran hati.
Karena itu hal terutama bukanlah masalah makanan fisik. Melainkan solusi untuk membersihkan hati manusia.
Inilah Cara Membersihkan Hati!
Kitab Allah memberikan solusi mengenai masalah utama manusia yaitu masalah hati. Caranya melalui Isa Al-Masih.
“Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Surat Titus 2:14).
Kita perlu mengimani dan menjadi pengikut Isa. Maka Allah akan mengampuni dosa dan membersihkan hati kita.
Ini menjadi dasar kita bisa yakin akan masuk surga. Karena ada pengampunan Allah dalam kehidupan kita.
Inilah masalah terpenting kehidupan. Yang jauh lebih mendasar daripada sekedar makanan. Tentu menjaga makanan bersih penting. Namun memiliki hati yang bersih jauh lebih penting.
Maukah Anda memiliki hati yang bersih sehingga yakin masuk surga? Mari mengimani Isa Al-Masih sekarang!
[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Hanya Orang Yang Halal Masuk Sorga!
- Apakah Allah Membenci Makan Babi Atau Berzinah?
- Orang Bertanya: Mengapa Umumnya Muslim Takut Anjing?
- Alkohol, Babi, Gereja, Jilbab, Hollywood! Kekurangan Agama Kristen
- Kenajisan Hati, Perhatikan Atau Abaikan?
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apa yang Saudara lakukan jika Saudara makan sesuatu yang haram?
- Mengapa isi hati Saudara lebih penting daripada apa yang ada di perut Saudara?
- Hal-hal dosa apakah yang ada di dalam hati Saudara dan bagaimanakah rencana Saudara untuk menanganinya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”




PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].