• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

5 Dalil Isa Al-Masih Dalam Al-Quran: Nabi Atau Allah?

Isa Dan Islam > Artikel > Isa Al-Masih > Isa Menurut Al-Quran > 5 Dalil Isa Al-Masih Dalam Al-Quran: Nabi Atau Allah?
25 September 2024 | 263 Komentar

Ada tayangan televisi luar negeri yang menarik. Kisahnya mengenai seorang detektif yang mencari bukti kejahatan.

Kadang ia menemukan kasus sulit. Namun, apapun keadaannya, ia harus berpegang pada bukti yang ada.

Demikianlah dalam kehidupan ini. Kita rindu mencari kebenaran. Kebenaran Allah penting untuk menjadi panduan kehidupan kita.

Hal ini yang dirasakan oleh seorang anak pesantren. Daffa rindu mendapatkan kebenaran Allah dan ia tertarik mengenai Isa Al-Masih dalam Al-Quran.

Daffa menemukan banyak keistimewaan Isa Al-Masih dalam Al-Quran. Ia menjadi rindu mengetahui lebih dalam.

Memang agama mengajarkan semua nabi sangat penting. Namun apa temuan Daffa mengenai Isa?

Mari kita simak pencarian Daffa. Agar kita juga bisa mendapatkan kebenaran Allah bagi kehidupan kita.

Isa Al-Masih dalam Al-Quran Berbeda?

Rasa ingin tahu Daffa berawal dari buku agama yang ia baca. Memang buku itu adalah buku agama Islam. Namun di dalamnya terdapat beberapa informasi unik mengenai Isa Al-Masih.

Misalnya Daffa menemukan bahwa Isa satu-satunya nabi yang lahir dari seorang perawan. Lalu Isa melakukan banyak mukjizat. Bahkan Ia membangkitkan orang mati.

Semua hal ini yang membuat Daffa tertarik. Karena itu ia bertanya kepada beberapa gurunya. Ia ingin mendapat penjelasan.

Ada yang menyatakan bahwa agama mengajarkan semua nabi istimewa. Kita tidak boleh membanding-bandingkannya. Semua setara, dalam pengertian sama-sama hamba Allah.

Lalu Daffa diberi ayat sebagai salah satu dalilnya. “Aku orang yang paling dekat dengan ‘Isa bin Maryam di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara . . .” (Shahih Bukhari 3187).

Namun ayat ini menarik perhatian Daffa. Karena justru memperlihatkan bahwa ada keistimewaan Isa. Bahkan Nabi Islam meninggikan-Nya dan hanya menyebut nama-Nya.

Tapi karena teguran keras dari para guru agama, Daffa menjadi diam. Ia memendam rasa ingin tahu untuk dirinya sendiri.

Isa Al-Masih Nabi Terakhir?

Beberapa tahun kemudian, Daffa kembali ingin mengetahui tentang Isa Al-Masih. Hal ini karena ia mendengar dialog agama di Media Sosial.

Ada seorang bertanya kepada temannya. “Menurut kepercayaan kita siapakah nabi terakhir?” temanya tentu saja menjawab: “Pastilah Nabi Islam!”

Namun kemudian ia bertanya kembali. “Bukankah pada akhir zaman Isa Al-Masih akan datang kembali? Ia datang tetap sebagai nabi Allah atau bukan nabi lagi? Karena jika tetap sebagai nabi, Isa yang menjadi nabi terakhir!”

Hal ini menimbulkan diskusi hangat di antara keduanya. Memang umat Islam percaya Isa akan datang kembali di akhir zaman.

Hal ini pula yang memicu Daffa rindu belajar kembali. Ia sungguh ingin tahu siapa sebenarnya Isa Al-Masih dalam Al-Quran.

5 Dalil Isa Al-Masih dalam Al-Quran dan Hadist

Berikut ini adalah beberapa temuan Daffa mengenai Isa.

  1. Kelahiran Isa yang Ilahi.
    Hal pertama yang tidak terbantahkan adalah Isa lahir dari seorang perawan. Isa lahir karena Ruh Allah yang bekerja dalam Maryam.
    “Dan Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalamnya ruh dari Kami . . .” (Qs 21:19).
    Selanjutnya ada banyak keistimewaan seputar kelahiran Isa. Misalnya Isa adalah penjelmaan Kalimat Allah/ Kalimatullah (Qs 4:171). Isa satu-satunya bayi yang tidak tersentuh setan saat lahir (Sahih Bukhari 1493).
  1. Kehidupan Isa yang Ilahi.
    Al-Quran mengatakan Isa adalah seorang yang saleh (Qs 3:46). Bahkan Isa dinyatakan sebagai Pribadi yang suci.
    “Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19).
    Dalam hal ini Isa bisa disebut Al-Haqq. Yaitu Pribadi yang benar dan tidak terdapat kesalahan pada-Nya.
    Selanjutnya kehidupan Isa penuh kuasa Allah. Isa melakukan banyak sekali mukjizat. Bahkan Ia membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
  2. Allah meninggikan Isa.
    Daffa sangat terkejut karena melihat beberapa pernyataan mengenai Isa Al-Masih dalam Al-Quran bahwa Ia sangat mulia.
    • Isa adalah tanda dan rahmat Allah bagi manusia (Qs 19:21).
    • Umat dan ahli kitab perlu menegakkan ajaran Taurat dan Injil (Qs 5:68).
    • Semua ahli kitab perlu mengimani Isa (Qs 4:159).
    • Isa membawa hikmat dan terang Allah (Qs 43:63).
    • Isa terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45).
  1. Akhir hidup Isa yang Ilahi.
    Ada dua dalil menarik mengenai akhir hidup Isa Al-Masih. Pertama, Al-Quran menyatakan Isa mengalami kebangkitan dari kematian. Bahkan ada kesejahteraan Allah saat itu.
    “Kesejahteraan atas dirinya [Isa Al-Masih] . . . pada hari ia dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:15).
    Selanjutnya, Al-Quran menyatakan Isa terangkat ke surga. Ia sekarang berada di sisi Allah (Qs 4:158).
    Semua dalil ini meneguhkan Isa sebagai Al-Hayyu. Yaitu Pribadi yang kekal. Pribadi yang tidak mungkin musnah atau binasa. 
  1. Isa di akhir zaman yang Ilahi.
    Isa akan datang kembali di akhir zaman. Pada akhir zaman Isa akan menjadi penyelamat umat dari Dajjal. Ia juga akan menjadi hakim adil (Sahih Muslim 127).
    Selain itu hanya Isa satu-satunya nabi yang mendapat pengetahuan tentang hari kiamat (Qs 43:61). Tidak ada nabi lainnya yang mengetahui hal ini.

Rindu Mendapat Kebenaran

Semua hal inilah yang sangat menggelisahkan Daffa. Ia melihat ada banyak dalil yang tidak terbantahkan tentang Isa Al-Masih. Bahwa Ia adalah Pribadi yang Ilahi.

Memang benar ada banyak penjelasan dalam agama. Semuanya menyatakan bahwa biar bagaimanapun Isa tetap adalah manusia biasa.

Namun Daffa tidak bisa menampikkan banyak dalil yang memperlihatkan sebaliknya. Seperti seorang detektif yang menemukan bukti kuat. Ia harus melihat berdasarkan berbagai bukti yang ada.

Lebih jauh lagi ada banyak dalil lain yang mendukung hal ini. Misalnya, Al-Quran membahas banyak seputar keluarga Isa Al-Masih.

  • Nabi Yahya Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Isa (Qs 3:39).
  • Nama ibu Isa (Maryam) banyak tertulis dalam Al-Quran. Bahkan menjadi nama Surah.
  • Nama keluarga Maryam menurut Islam, yaitu Imron juga mendapat sorotan. Namanya menjadi nama Surah.

Semua hal ini memberi kesimpulan yang jelas bahwa Isa Al-Masih dalam Al-Quran sangat istimewa. Ia jauh melebihi nabi lainnya.

Siapakah Sebenarnya Isa Al-Masih?

Daffa melewati perjalanan panjang untuk mencari kebenaran. Ia perlu banyak belajar dan bahkan mendapat tekanan dari keluarga dan teman-temannya.

Namun akhirnya Daffa mendapat jawaban. Ia akhirnya mengerti mengenai Isa Al-Masih.

Rupanya Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Isa adalah perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah dalam rupa manusia.

“Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna” (Injil, Surat Kolose 2:9).

Alasan Allah menjadi manusia adalah untuk menyelamatkan manusia. Karena kita semua penuh dengan dosa. Manusia tidak mungkin selamat dari amal baiknya sendiri.

Isa datang untuk menunjukkan ajaran kebenaran Allah. Ia juga mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa manusia.

“Pada dasarnya Isa Al-Masih sama dengan Allah. Namun Ia menjadi manusia. Bahkan sampai kepada kematian di salib. Hal ini karena Allah begitu mengasihi manusia . . . sehingga Ia memberikan Isa, Kalimatullah. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat surga” (Injil, Surat Filipi 2:6-8 dan Injil, Yohanes 3:16 parafrasa).

Dengan demikian Allah menyelamatkan manusia. Kita bisa menerima rahmat-Nya ini dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa.

Isa Al-Masih Menyelamatkan!

Akhirnya Daffa menemukan jawaban yang ia cari. Isa adalah Allah yang menjadi manusia. Melalui-Nya kita bisa selamat. Yaitu mendapat ampunan dosa dan tuntunan ke surga.

Memang benar pembahasan mengenai Isa Al-Masih tidak ada habisnya. Namun telah ada banyak dalil yang menyatakan keilahian-Nya.

Maukah Anda mendapatkan keselamatan Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa!


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Nabi Isa Menurut Islam: Nabi Utama di Dunia dan Akhirat” Jika Anda berminat, silahkan klik pkada link-link berikut:

  1. Ketuhanan Isa Al-Masih Berdasarkan Alkitab Dan Al-Quran
  2. Al-Fatihah 2-4 Menjelaskan Pribadi Isa Al-Masih
  3. Benarkah Isa Al-Masih Adalah Tuhan?
  4. Mengapa Orang Islam Wajib Mengasihi Isa Al-Masih?
  5. Kesaksian Amid, Pelaut Islam Yang Belajar Kisah Nabi Isa

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Nabi Isa menurut Islam hanya seorang nabi, namun sesuai kesaksian wahyu Allah, Isa adalah Tuhan. Mengapa Al-Quran tidak lengkap menyaksikan Isa? 
  2. Setelah memahami artikel di atas, adakah hal-hal yang masih membuat Saudara ragu untuk mengutamakan Isa Al-Masih? Jelaskan!
  3. Apa alasannya Isa Al-Masih layak diutamakan oleh orang Islam dan Kristen?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau WA/SMS ke: 0812-9530-4930 
Kategori: Isa Al-Masih, Isa Menurut Al-Quran

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

263 Comments
Paling lama
Terbaru
ismail
29 Agustus 2016 7:45 am

*
Mengapa mengutamakan Isa? Karena Al-Quran dan hadits mengakui Isa adalah Kalimat Allah. Kalimat Allah adalah Allah. Islam mau mereduksi Isa hanya sebagai nabi, tapi reduksinya tidak sempurna. Dengan mengakui Isa adalah Kalimat Allah, maka ada masalah besar dalam Islam. Isa tidak hanya nabi saja. Sebab Kalimat Allah adalah kekal. Allah mencipta segala sesuatu dengan Kalimat-Nya. Mari kita uji, adakah kisah penciptaan Allah tanpa berkalimat? Tidak ada. Semuanya dengan Kalimat-Nya.

Balas
staff
29 Agustus 2016 8:28 am
Balasan ke  ismail

*
Saudara Ismail,

Isa Al-Masih berfirman bahwa “keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan” (Injil, Rasul Besar Matius 18:16). Injil dan Al-Quran telah menjelaskan dan menegaskan bahwa Isa Al-Masih lebih dari sekedar nabi. Kami kira artikel di atas telah membantu kita memahami hakekat Isa Al-Masih sesungguhnya.
~
Solihin

Balas
SANG PENCERAH
29 Agustus 2016 7:58 am

~
Mau kalian berikan penjelasan keutamaan nabi Isa pun sama sekali tidak akan membawa dampak apa-apa. Umat Islam tidak akan pernah menuhankan Nabi Isa/ Yesus karena memang kenyataannya Isa/ Yesus adalah Utusan Tuhan. “Dengarlah Hai orang Israil Allah Tuhan Kita Tuhan Itu Esa?” Injil Yohanes 5:30, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil. Sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”

Balas
staff
29 Agustus 2016 8:36 am
Balasan ke  SANG PENCERAH

~
Saudara Sang Pencerah,

Dengan mengutip ayat Injil di atas, maka sesungguhnya saudara sedang menyatakan bahwa Isa Al-Masih lebih dari sekedar Utusan atau nabi. Sebab ayat Injil tersebut menegaskan bahwa Isa Al-Masih akan menghakimi manusia dan penghakiman Isa Al-Masih adil. Silakan saudara membaca dengan teliti dan pelan-pelan Injil, Rasul Besar Yohanes 5:30.

Pertanyaannya adalah siapakah yang akan mengadili saudara? Allah, bukan? Namun, faktanya Isa Al-Masih akan mengadili saudara. Jika demikian, siapakah Isa Al-Masih sesungguhnya?
~
Solihin

Balas
ismail
29 Agustus 2016 9:09 am

~
Luar biasa bang Usil. Adapun rasul-rasul adalah saksi dari Tuhan Yesus. Mereka yang mengabarkan dan keselamatan datangnya dari Isa Al-Masih.

Balas
staff
30 Agustus 2016 1:53 pm
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Memang benar bahwa para rasul memberitakan Isa Al-Masih kepada semua orang. Mengapa mereka berani mengabarkan Isa Al-Masih? Karena Isa Al-Masih lebih dari sekedar nabi. Artikel di atas telah menjelaskan hal itu. Kami berharap pengunjung situs ini merenungkan ini.
~
Solihin

Balas
SANG PENCERAH
29 Agustus 2016 9:17 am

~
To: Staff,

Di ayat Yohanes 5:30. Di akhir kalimat ada kata “Dia yang mengutus Aku”. Siapa yang dimaksud yang Dia mengutus Aku? Entah dusta apa lagi yang staff lakukan demi melancarkan dusta? Kebenaran jangan ditutup-tutupi demi menguatkan asumsi anda. Saya tahu anda orang cerdas. Namun, gunakanlah kecerdasan anda dengan sebaik-baiknya bukan dengan kedustaan.

Balas
staff
30 Agustus 2016 2:02 pm
Balasan ke  SANG PENCERAH

~
Saudara Sang Pencerah,

Memahami sebuah teks tidak hanya memerhatikan bagian kata-kata tertentu. Menurut kami, saudara pun perlu jujur mengakui bahwa Isa Al-Masih bertindak sebagai Hakim pada ayat tersebut. Kita mengetahui bersama bahwa hanya Allah yang disebut Hakim yang adil. Namun, faktanya Isa Al-Masih adalah Hakim yang adil pula. Karena itulah, arti dari kalimat “menuruti…kehendak Dia yang mengutus Aku” adalah Isa Al-Masih berpedoman pada kesaksian yang disampaikan Bapa. Bukankah ini menjelaskan keadilan Isa Al-Masih?

Kami tidak merasa heran bila Isa Al-Masih lebih dari sekedar nabi. Sebab Injil dan Al-Quran memberikan keterangan yang mengistimewakan Isa Al-Masih.
~
Solihin

Balas
ismail
29 Agustus 2016 9:28 am

~
To: Pencerah,

Apakah Allah tidak bisa mengutus diri-Nya? Firman yang keluar dari Allah itu disebut utusan Allah. Jadi, kalau Yesus mengatakan: Dia yg mengutus Aku, bukan berarti Yesus bukan Tuhan. Allah maha kuasa, Dia bisa mengutus diri-Nya. Kalau tidak bisa berarti anda meragukan Allah yang maha kuasa.

Balas
staff
30 Agustus 2016 2:04 pm
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Isa Al-Masih memiliki perbedaan hakekat dengan manusia, termasuk para nabi. Isa Al-Masih berfirman, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:23). Hanya Allah yang berasal dari atas. Kami berharap ini menjadi perenungan bagi saudara Pencerah.
~
Solihin

Balas
MUALAF
29 Agustus 2016 9:46 am

~
To: lsmail,

Memang sangat sulit umat Kristen untuk diberi pengertian. Di sini Allah telah berbuat sesuai kehendak-Nya. Maka ditutupnyalah hati orang-orang kafir sehingga tidak bisa menerima kebenaran. Ketahuilah menurut agama lslam yang dinamakan Kalimatullah itu kata-kata yaitu kun. Setiap apa yang dikehendaki Allah, cukuplah dengan mengucapkan “kun”. Jadi, anda jangan mengartikan menurut pendapat/logika anda saja. Sekali lagi Kalimatullah bukanlah Allah.

Balas
staff
30 Agustus 2016 2:17 pm
Balasan ke  MUALAF

~
Saudara Mualaf,

Alangkah lebih baik bila kami mengutip Qs 4:171 agar semakin jelas. “…Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya…” Ayat ini menjelaskan tentang identitas Isa Al-Masih, bukan sekedar perkataan. Perhatikan kata ‘adalah’. Inilah perbedaan kata ‘dengan’ dan ‘adalah’.

Karena itu, sangat tepat bila saudara seharusnya mengutamakan Isa Al-Masih dibandingkan siapapun di dunia ini karena Dia adalah Kalimat Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
~
Solihin

Balas
ismail
29 Agustus 2016 9:52 am

~
To: Mualaf,

Bisakah alloh swt mencipta tanpa mengatakan Kun faya Kun? Monggo, kang mualaf kita kaji ya. Kalau bisa berikan contohnya dalam Al-Quran.

Balas
staff
30 Agustus 2016 2:25 pm
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Merujuk pada Qs 4:171, maka sudah jelas Al-Quran menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Kata ‘adalah’ menunjukkan identitas Isa Al-Masih. Sungguh berbeda dengan kata ‘dengan’. Kami berharap saudara Mualaf dapat mengkaji ini.
~
Solihin

Balas
Samson
29 Agustus 2016 11:13 am

*
“Mengapa Al-Quran tidak lengkap menyaksikan Isa?”

Sudah pasti tidak lengkap, karena kisah Nabi Isa diambil Muhammad dari Injil-injil palsu (apokrif) yang sebahagian besar berisi dongeng-dongeng. Bagaimana mungkin bisa mempercayai informasi yang beda enam abad dari peristiwa. Sangat disayangkan kaum Muslim dari kecil diajarin dogma bahwa Injil sudah dipalsukan. Pertama Taurat palsu, diganti Zabur, lalu Zabur palsu, diganti Injil, lalu Injil palsu. Lihatlah betapa “bodohnya” Tuhan, sampai tiga kali Firman-Nya dipalsukan. Hanya satu yang maha segalanya yaitu Al-Quran. Nalar jungkir balik.

Balas
staff
30 Agustus 2016 3:35 pm
Balasan ke  Samson

*
Saudara Samson,

Menarik untuk mencermati penjelasan Al-Quran tentang Isa Al-Masih sekalipun tidak lengkap. Al-Quran lebih mengutamakan Isa Al-Masih dibandingkan Muhammad. Ini perbedaan yang nyata. Karena itu, kami berharap rekan-rekan Muslim perlu menempatkan Isa Al-Masih sebagai yang utama dalam hidupnya, bukan Muhammad. Terimakasih saudara Samson.
~
Solihin

Balas
βiÎħnÉĦkÎħlÎħ
29 Agustus 2016 11:28 am

*
1. Hubungan nabi Isa dan orang Islam hanya seorang nabi, namun sesuai kesaksian wahyu Allah, Isa adalah Tuhan. Mengapa Al-Quran tidak lengkap menyaksikan Isa?

Respon: Untuk menjawab pertanyaan mengapa Al-Quran tidak lengkap menyaksikan Isa, ini perlu diketahui terlebih dahulu sumber Al-Qurannya. Apakah Al-Quran itu kabar langit atau hanya mengaku kabar langit. Pertanyaan ini pas ditujukan kepada ustadz-ustadz Islam yang memposting di sini. Pertanyaan untuk om Sang Pencerah, Usil dan Mualaf. Boleh tahu Al-Quran itu apakah kabar langit atau penghalang kabar langit?

Balas
staff
31 Agustus 2016 3:44 am
Balasan ke  βiÎħnÉĦkÎħlÎħ

*
Saudara Biangkala,

Mencermati sumber Al-Quran akan memberikan jawaban dan pencerahan terhadap pertanyaan di atas. Namun, kami berharap kita tidak keluar dari topik di atas, yakni Islam dan Kristen wajib mengutamakan Isa Al-Masih. Sebab mendalami topik di atas akan memberikan pandangan dan pemahaman yang benar tentang Isa Al-Masih. Terimakasih saudara Biangkala.
~
Solihin

Balas
rizal
29 Agustus 2016 12:56 pm

*
To: Solihin,

Wahyu allah yang mana yang mengatakan kalau Yesus adalah Allah? Baik dalam Al-Quran dan Injil sudah jelas dikatakan. “Sesungguhnya, telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam’, padahal Al-Masih berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabb-ku n Rabb-mu..” (Qs 5:72).

Menurut Injil Markus12:29-30, “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Balas
staff
31 Agustus 2016 3:56 am
Balasan ke  rizal

*
Saudara Rizal,

Injil telah menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah melalui sifat, hakekat, perbuatan, dan kuasa-Nya sehingga tidak bijak mengabaikan fakta yang telah diungkapkan Injil. Namun, kami berharap kita tidak menyimpang dari topik di atas bahwa Islam dan Kristen perlu mengutamakan Isa Al-Masih. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/8abrx5t . Terimakasih.
~
Solihin

Balas
βiÎħnÉĦkÎħlÎħ
29 Agustus 2016 1:20 pm

~
To: Sang Pencerah,
Anda belum jawab.

To: Rizal,
Ilmu Al-Quran sangat terbatas tentang Isa. Jadi, kalian mentok di ilmu Al-Quran dan berusaha membela Al-Quran supaya jangan ketahuan dangkal ilmunya di hadapan Alkitab.

MÎħtius 16:13-17, “â€ĤYesusâ€ĤbertÎħnyÎħ kepÎħdÎħ murid-murid-NyÎħ: “KÎħta orÎħng, siÎħpÎħkÎħh AnÎħk MÎħnusiÎħ ituʔ” JÎħwÎħb merekÎħ: “AdÎħ yÎħng mengÎħtÎħkÎħnâ€ĤnÎħbi.” LÎħlu Yesus bertÎħnyÎħ kepÎħdÎħ merekÎħ: “TetÎħpi ÎħpÎħ kÎħtÎħmu, siÎħpÎħkÎħh Aku iniʔ” MÎħkÎħ jÎħwÎħb Simon Petrus: “EngkÎħu ÎħdÎħlÎħh MesiÎħs, AnÎħk AllÎħh yÎħng hidup!” KÎħtÎħ Yesus kepÎħdÎħnyÎħ: “BerbÎħhÎħgiÎħlÎħh engkÎħu Simon bin Yunus sebÎħbâ€ĤyÎħng menyÎħtÎħkÎħn itu kepÎħdÎħmuâ€ĤBÎħpÎħ-Ku yÎħng di sorgÎħ.” Al-Quran melihat Isa berdasarkan kata orang: MÎħtius 16:13-14.

Balas
staff
31 Agustus 2016 6:15 am
Balasan ke  βiÎħnÉĦkÎħlÎħ

~
Saudara Biangkala,

Tentu Al-Quran terbatas dalam menjelaskan Isa Al-Masih. Sebab terdapat rentang waktu yang sangat jauh antara Isa Al-Masih dan Al-Quran. Lagi pula, sumber yang digunakan Muhammad bukan dari Injil. Walaupun demikian, kami berharap umat Islam mengutamakan Isa Al-Masih sebab Al-Quran menjelaskan sifat dan hakekat Isa Al-Masih lebih dari sekedar nabi.
~
Solihin

Balas
pedro eza
29 Agustus 2016 1:36 pm

~
Di dalam Islam:
1). Hanya Isa Al-Masih yang terkemuka di dunia dan akhirat
2). Hanya Isa Al-Masih yang tidak berdosa. Satu-satunya Pribadi yang suci tanpa dosa!
3). Hanya Isa Al-Masih di akhir zaman yang mampu turun ke bumi dan mampu mengalahkan Raja Iblis Dajjal. Jadi Mulai dari Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Daud dan Muhammad serta seluruh nabi tidak ada yang melebihi Isa maka dari itu sudah wajib bagi Mukmin mengutamakan Isa Al-Masih putra Maryam. Absolute agreement itu.

Balas
staff
31 Agustus 2016 6:22 am
Balasan ke  pedro eza

~
Saudara Pedro,

Tepat sekali yang saudara sampaikan bahwa Islam mengakui Isa Al-Masih suci, terkemuka di dunia dan akhirat. Namun, pengertian ini menjadi kabur karena adanya ketidakjujuran dari ulama Islam mengenai Isa Al-Masih. Bila memerhatikan sifat dan hakekat Isa Al-Masih, maka sudah seharusnya kita mengutamakan Isa Al-Masih dibandingkan Muhammad.
~
Solihin

Balas
rizal
29 Agustus 2016 2:46 pm

~
To: Biangkala,

Saya masih tidak mengerti dalam hal apa Al-Quran tidak lengkap dalam menyaksikan Isa?

Balas
staff
31 Agustus 2016 6:29 am
Balasan ke  rizal

~
Saudara Rizal,

Al-Quran sangat minim menjelaskan Isa Al-Masih sesungguhnya. Informasi yang didengar nabi saudara bersumber bukan dari pembacaan Injil, melainkan dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Misal, Injil palsu. Padahal Injil telah menjelaskan dengan gamblang tentang hakekat, sifat, kuasa, dan perbuatan Isa Al-Masih. Walaupun demikian, ada bagian-bagian tertentu yang patut disimak dari Al-Quran mengenai Isa Al-Masih, yakni terkemuka di dunia dan akhirat dan Kalimat Allah.

Memerhatikan fakta yang diungkapkan Injil dan Al-Quran, maka sudah seharusnya kita mengutamakan Isa Al-Masih karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Pertanyaannya adalah maukah saudara mengutamakan Isa Al-Masih dibandingkan alloh dan nabi saudara? Mengapa?
~
Solihin

Balas
βiÎħnÉĦkÎħlÎħ
29 Agustus 2016 2:54 pm

~
Rizal,

Al-Quran menyaksikan Isa hanya sebatas seperti kata orang dalam MÎħtius 16:13-14. Hanya sebagai nabi saja. Nah Om, saya ingin tahu sebenarnya wahyu ilah anda dalam Al-Quran itu kabar langit atau penghalang kabar langit? Silakan dijelaskan berdasarkan dalil-dalil di Al-Quran dan hadits. GBU.

Balas
staff
31 Agustus 2016 6:36 am
Balasan ke  βiÎħnÉĦkÎħlÎħ

~
Saudara Biangkala,

Mencermati isi Al-Quran tidak akan membuat pembacanya mengerti dan memahami Isa Al-Masih sesungguhnya. Ini memberikan pengaruh terhadap sikap dan respon kepada Isa Al-Masih. Walaupun demikian, Al-Quran telah menyatakan Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat dan Dia adalah Kalimat Allah. Sesungguhnya ini seharusnya membuat kita mengutamakan Isa Al-Masih dibandingkan yang lain. Kami berharap saudara Rizal menyadari fakta-fakta ini.
~
Solihin

Balas
Salib Bening
29 Agustus 2016 4:03 pm

~
To: Staff IDI dan Kristen,

Ragu untuk mengutamakan Isa Al-Masih? Tentu saja tidak percaya! Berdasarkan ucapan Yesus sendiri bahwa ada yang lebih utama dari diri Yesus sendiri, yaitu tokoh yang disebut Yesus sebagai Pemimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Meski Yesus terkemuka di dunia dan di akhirat, namun Yesus sendiri mengakui bahwa tokoh pemimpin ini melebihi Yesus sendiri:

Yoh 16:7, “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” Bukan Kristen yang dimaksudkan Yesus karena Yesus hanya mengenal Yahudi dan tidak mengenal Kristen.

Balas
staff
31 Agustus 2016 6:46 am
Balasan ke  Salib Bening

~
Saudara Salib Bening,

Ayat Injil yang saudara kutip merupakan penegasan tentang Isa Al-Masih. Sebab Penghibur itu adalah Roh Kudus yang hakekat-Nya adalah Allah sama seperti Isa Al-Masih. Memerhatikan fakta ini seharusnya umat Islam dan Kristen mengutamakan Isa Al-Masih dalam hidupnya. Bukan hanya untuk hidup di dunia ini saja, tetapi di akhirat juga.

Bila saudara tidak mau mengutamakan Isa Al-Masih, maka siapakah yang saudara utamakan? Mengapa? Apakah ia dapat memberikan keselamatan kepada saudara?
~
Solihin

Balas
Mantan Kafir
29 Agustus 2016 4:10 pm

~
Solihin,

Umat Islam percaya bahwa Isa itu nabi bukan Tuhan, tidak bertentangan dengan ucapan Isa: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3). Tetapi jika ternyata Isa adalah Tuhan seperti klaim Kristen, berarti Yohanes 17:3 itu dusta. Sekarang siapa yang dusta? Kristen dengan percaya Yesus itu Tuhan atau Yohanes 17:3 yang menyatakan Yesus itu utusan Allah? Saya yakin Isa akan memaafkan karena Yoh 17:3. Tapi jika Isa adalah nabi bukan Tuhan siap-siap saja kalian ke neraka.

Kepada saudaraku Solihin, marilah kita sambut nabi sebagai nabi jangan melampaui batas.

Balas
staff
31 Agustus 2016 7:04 am
Balasan ke  Mantan Kafir

~
Saudara Mantan Kafir,

Alangkah lebih baik membaca ayat Injil secara menyeluruh dan tidak hanya pada satu ayat saja. Sebab bila demikian, maka pengertian dan pemahaman saudara tentang ayat itu menjadi bias dan tidak jelas. Injil, Rasul Besar Yohanes 17:5 menyatakan, “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” Adakah nabi yang memiliki kemuliaan sebelum dunia ada? Bukankah hanya Allah semata?

Karena itu, mengacu pada ayat Injil tersebut sudah seharusnya saudara lebih mengutamakan Isa Al-Masih dibandingkan nabi saudara. Isa Al-Masih akan memberikan keselamatan kepada setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih.
~
Solihin

Balas
Salib Bening
29 Agustus 2016 4:12 pm

~
To: Staff IDI dan all Christians,

Orang Islam dan Kristen mengutamakan Isa Al-Masih? Dalam ajaran Islam tidak ada perintah untuk mengutamakan Isa Al-Masih, yang diutamakan di atas segalanya adalah alloh swt, sebagaimana perintah Yesus:

Mat 22:37, “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Yang dimaksudkan oleh Yesus sebagai “Allah” adalah YHWH.

Balas
staff
31 Agustus 2016 7:09 am
Balasan ke  Salib Bening

~
Saudara Salib Bening,

Memang Islam tidak pernah mengajarkan untuk mengutamakan Isa Al-Masih. Sebab ulama Islam mengaburkan pengertian umat dengan ajaran yang tidak sesuai dengan Al-Quran. Kami bertanya kepada saudara. Seberapa banyak para ulama yang menceramahkan Isa Al-Masih dalam kotbah-kotbah di Mesjid? Padahal Al-Quran sangat mengistimewakan Isa Al-Masih dibandingkan nabi saudara.

Demikian juga Isa Al-Masih bertindak lebih konkret dibandingkan alloh saudara. Isa Al-Masih begitu nyata, sedangkan alloh saudara fiktif. Apakah saudara menemukan alloh saudara bertindak dalam Al-Quran? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
erick
29 Agustus 2016 6:51 pm

*****
Jawaban:
1. Karena Muhammad setengah-setengah mendengar kabar tentang Isa Al-Masih dari orang yang mungkin menceritakan sama Muhammad.

2. Seratus persen tidak ragu karena Yesus adalah Tuhan.

3. Dalam Injil Roma 10:9-10. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Balas
staff
31 Agustus 2016 7:13 am
Balasan ke  erick

*****
Saudara Erick,

Tentu saja Muhammad tidak mendapatkan informasi secara komprehensif sebab Muhammad tidak pernah membaca Injil. Itulah sebabnya pengertian dan pemahaman Muhammad membingungkan tentang Isa Al-Masih. Walaupun demikian, Al-Quran telah menyatakan bahwa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat dan Dia adalah Kalimat Allah. Memerhatikan ini, maka seyogianya kita mengutamakan Isa Al-Masih dibandingkan apapun juga.
~
Solihin

Balas
Alihoxa
29 Agustus 2016 10:09 pm

*
1. Benar sekali. Al-Quran memang tidak lengkap menyaksikan Isa. Banyak sekali ajaran Isa yang dihilangkan. Diganti oleh team success Muhammad dengan ayat lain, disesuaikan dengan kebutuhan Muhammad. Pada jaman dulu banyak sekali tokoh-tokoh di Persia yang hebat dalam bidang religi, tapi bangsa Persia tidak menjadikannya nabi. Di Arab muncul satu tokoh Muhammad langsung dijadikan nabi. Padahal tidak punya mukjijat sama sekali.

Balas
staff
31 Agustus 2016 11:55 pm
Balasan ke  Alihoxa

*
Saudara Alihoxa,

Memang Al-Quran banyak tidak mencantumkan ajaran, perbuatan, dan peristiwa lainnya dalam kehidupan Isa Al-Masih ketika di dunia. Uniknya, Al-Quran mencantumkan pernyataan-pertanyaan yang tidak pernah terdapat dalam Injil. Sesungguhnya kami meragukan kebenaran pernyataan itu sebab Isa Al-Masih telah terangkat ke sorga enam abad sebelum Al-Quran muncul. Kiranya ini menjadi perenungan.
~
Solihin

Balas
ismail
30 Agustus 2016 1:54 am

~
To: Rizal,

Telah terbukti anda yang tidak jujur. Aku minta dalil yang mengatakan Yesus bukan Kalimat Allah. Anda kasih ayat Yoh. 12:49-50. Padahal isinya tidak menyatakan Yesus bukan Kalimat Allah. Kalau masih Islam, anda akan begitu terus bung Rizal. Terbukti anda lari, bukan?

Balas
staff
31 Agustus 2016 11:59 pm
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Tidak ada dasar bagi saudara Rizal menolak Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Sebab Injil dan Al-Quran telah menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah. Karena itu, menurut kami, Islam dan Kristen perlu mengutamakan Isa Al-Masih dalam hidupnya.
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Kisah Kematian Nabi Isa Fakta Atau Hoaks? Ini Bukti…
  • Siapakah Nabi Akhir Zaman, Muhammad Atau Isa Al-Masih?
  • Kisah Kematian Nabi Isa: Ini 4 Buktinya Isa Mati di Salib
  • Isa Anak Manusia: Apakah itu Bukti bahwa Nabi Isa…
  • Mungkinkah Gelar Nabi Isa Menunjukkan KeIlahian Isa?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz