• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Solusi Jika Tidak Sengaja Memakan Makanan Haram

Isa Dan Islam > Artikel > Etika Islam dan Nasrani > Dosa > Solusi Jika Tidak Sengaja Memakan Makanan Haram
7 Februari 2024 | 53 Komentar

makanan-roti-di-atas-meja-bukan-haramAnak dari teman saya pernah menangis keras. Ia sangat ketakutan. Alasannya karena tidak sengaja memakan makanan haram.

Anak itu berlari ke teman saya. Ia lalu bertanya: “Papa, apa hukuman yang akan saya terima dari Allah? Karena saya telah berdosa besar.”

Kita hidup di dunia yang penuh keragaman. Ada banyak makanan tersedia di berbagai tempat yang kita tidak selalu tahu proses pembuatannya. Bagaimana jika tidak sengaja memakan makanan haram?

Mari kita bahas masalah makanan halal dan haram, dan berbagai dalil yang mendukungnya. Agar kita bisa hidup tenang serta mendapatkan rahmat Allah.

logo-makanan-halal

Makanan Halal dan Haram dalam Islam

Halal berarti segala sesuatu yang baik atau diizinkan secara agama. Sedangkan haram merujuk pada segala sesuatu yang dosa atau terlarang.

Mengenai makanan, agama juga memiliki aturan. Ada makanan yang halal, namun ada juga yang haram.

Khusus untuk binatang, berikut ini pembagiannya.

  1. Binatang laut.
    Untuk binatang laut, dalil Al-Quran menyatakan semuanya halal.
    “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu . . .” (Qs 5:96).
  2. Binatang darat dan udara.
    Banyak yang halal dari kelompok binatang ini. Namun ada beberapa pengecualian.
    “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah . . . yang diterkam binatang buas . . . yang disembelih untuk berhala . . .” (Qs 5:3).

Jadi yang haram adalah:

  • Daging babi.
  • Dipersembahkan kepada berhala.
  • Binatang buas, yang bertaring atau berkuku tajam (Musnad Ahmad 13939).

Mengapa Daging Babi Haram?

Sehubungan dengan daftar binatang haram, daging babi merupakan yang paling populer. Di masyarakat modern ada banyak kewaspadaan agar makanan tidak mengandung unsur babi sama sekali.

Memang ada berbagai ayat dalam Al-Quran mengenai daging babi. Yang menyatakan dengan tegas bahwa ini adalah makanan haram (Qs 2:173).

Namun masalahnya tidak tertulis alasannya. Karena itu banyak ulama berusaha menjelaskan hal ini. Beberapa contohnya:

  1. Karena hewan kotor.
    Babi adalah hewan yang tidak memiliki kelenjar keringat. Sehingga banyak kotoran dan racun tubuh tersimpan di dalam dagingnya sendiri.
    Selain itu hewan babi juga hidup di kubangan atau tempat jorok. Ia bisa memakan segala hal termasuk kotorannya sendiri.
    Karena inilah hewan babi menjadi simbol najis. Namun, bagaimana dengan ikan lele yang juga memakan kotoran? Atau sapi yang memakan muntahannya beberapa kali?
  2. Karena alasan kesehatan.
    Alasan lainnya daging babi haram karena membawa banyak penyakit. Misalnya kolesterol dan asam urat. Juga ada cacing pita berbahaya.
    Pada awalnya poin ini menjadi asalan kuat. Namun, ada berbagai penyakit juga terdapat dalam daging hewan lain.
    Selain itu zaman sekarang ada banyak peternakan babi modern. Yang sangat higienis dan menjaga kebersihan babi.
    Jadi, jika lebih bersih dan sehat mungkinkah menjadi halal?
  3. Karena sifat babi menular kepada orang yang memakannya.
    Ada ulama yang menjelaskan bahwa makanan akan menjadi zat bagi orang yang memakannya. Sehingga sifat dan akhlak makanan akan mempengaruhi orang tersebut.
    Penjelasan ini memang menarik. Namun tidak ada penjelasan ilmiah sebagai dasarnya. Tidak ada bukti bahwa sifat asli dari hewan akan mempengaruhi sikap manusia.
  4. Karena perintah Allah.
    Alasan lainnya adalah memang kita tidak perlu mendapat penjelasan logis. Manusia tidak mampu mengerti hikmah Allah. Sehingga apa yang Ia sampaikan, taati saja.

Bagaimana Umat Menyikapi Masalah Makanan Halal-Haram?

Melihat semua penjelasan ini, Banyak umat Islam berusaha mengikuti panduan agama. Yaitu menjauhi makanan yang haram.

Namun banyak juga yang tetap mempertanyakan dasar alasannya. Karena masih belum mengerti mengapa makanan fisik bisa mempengaruhi surga di akhirat.

Secara ringkas ada 2 pertanyaan umat mengenai makanan haram:

  1. Bagaimana tidak sengaja memakan makanan haram?
    Di tengah dunia yang penuh keragaman, tentu kita bisa khilaf. Banyak umat bertanya apa akibatnya atau hukumannya.
  2. Benarkah makanan Nasrani halal?
    Ada ayat sangat menarik dalam Al-Quran. Menyatakan bahwa makanan umat Nasrani adalah termasuk halal.

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka . . .” (Qs 5:5).

matahari-berbentuk-kasih-terbenam-di-laut

Jawaban untuk Keraguan Umat

Mari kita simak jawaban dari pertanyaan di atas.

  1. Ada keringanan bagi yang tidak sengaja.
    Secara agama masalah halal dan haram sangat tegas. Namun ada pengecualian untuk beberapa kondisi tertentu.

    • Dalam keadaan terpaksa atau lapar.
      “Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Qs 5:3).
    • Dalam keadaan lupa atau tidak tahu.
      “Sesungguhnya Allah memaafkan (perbuatan) umatku karena ketidaksengajaan, lupa, dan dipaksa” (Sunan Daruquthni 4306).
      Walaupun demikian umat Islam tetap diharapkan menjaga dirinya. Untuk menjauhi makanan haram seumur hidupnya, agar tidak berbuat dosa besar di masa depan.
  2. Pengertian Nasrani dari kitab Injil.
    Umat Nasrani bisa makan berbagai makanan dengan tenang. Alasannya Kitab Injil menyatakan semua makanan itu halal. Karena semua tercipta dari Allah.
    “Semua yang diciptakan Allah itu baik, dan tidak ada satu pun yang patut ditolak [haram] jikalau orang menerimanya dengan ucapan syukur” (Injil, Surat 1 Timotius 4:4).
    Hal ini termasuk dengan daging babi. Memang dalam Kitab Taurat ada larangan memakannya. Namun hal ini hanya merupakan peraturan sesuai konteks kondisi zaman dahulu. Namun selanjutnya ada firman Allah yang mengijinkannya (Injil, Kisah Para Rasul 10:9-16).
    Jadi, umat Nasrani bisa makan beragam jenis daging hewan. Tanpa mengkhawatirkan keadaan halal atau haram.
    Memang kita perlu menjaga kesehatan. Kita tetap perlu bijak memilih makanan yang baik. Namun umat Nasrani percaya ada perbedaan antara makanan dengan masalah akhirat.

Semua penjelasan ini membawa kita pada poin paling utama. Yaitu dapatkah ibadah kita membawa kita mencapai surga?

Karena percuma saja kita berdiskusi mengenai makanan, maupun berusaha menjauhi jenis daging tertentu. Namun kita tidak tahu akankah masuk surga di akhirat.

tetesan-air-yang-jernih

Apakah Makanan Mempengaruhi Akhirat?

Kitab Allah menjelaskan bahwa makanan fisik tidak menentukan hati seseorang. Manusia tidak berbuat dosa dari sekadar makanan.

Dosa manusia berasal dari hatinya. Karena banyak hal yang jahat keluar dari hati.

“. . . segala sesuatu yang masuk ke dalam diri seseorang dari luar tidak dapat menajiskannya. Sebab bukan masuk ke dalam hati, melainkan ke dalam perut, lalu dibuang di jamban? Dengan demikian, Isa menyatakan bahwa semua makanan halal . . . dari dalamlah, yaitu dari hati orang, timbul pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan . . . kesombongan, kebebalan. Segala hal yang jahat itu timbul dari dalam hati dan menajiskan seseorang” (Injil, Markus 7:18-23).

Intinya, Taurat dan Injil sepakat bahwa masalah halal dan haram berasal dari hati. Dan bukan dari makanan yang kita makan.

Hal ini, membawa kita pada poin yang selanjutnya. Yaitu bagaimana cara membersihkan hati?

Karena banyak orang bisa mencoba menjaga makanannya. Namun manusia sulit menjaga hatinya tetap bersih.

Khilaf Makanan Terampuni, Bagaimana dengan Dosa Hati?

Hati manusia penuh dengan dosa dan salah. Banyaknya amal dan ibadah kita sangat terbatas. Tidak mampu untuk menutup dosa.

Bayangkan seperti ada seseorang memasak sup dalam panci besar. Di dalamnya terdapat begitu banyak bahan makanan yang tercampur. Ada daging sapi, kentang, sayur dan sebagainya.

Namun tiba-tiba terjadi masalah. Ada potongan daging babi kecil yang masuk ke dalamnya.

Jika demikian apakah isi seluruh panci besar itu tetap halal? Atau pasti menjadi haram semuanya?

Demikianlah keadaan hati manusia. Memang ada kebaikan dan amal yang kita lakukan. Namun kenyataannya begitu banyak dosa dan kekotoran hati.

Karena itu hal terutama bukanlah masalah makanan fisik. Melainkan solusi untuk membersihkan hati manusia.

Inilah Cara Membersihkan Hati!

Kitab Allah memberikan solusi mengenai masalah utama manusia yaitu masalah hati. Caranya melalui Isa Al-Masih.

“Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Surat Titus 2:14).

Kita perlu mengimani dan menjadi pengikut Isa. Maka Allah akan mengampuni dosa dan membersihkan hati kita.

Ini menjadi dasar kita bisa yakin akan masuk surga. Karena ada pengampunan Allah dalam kehidupan kita.

Inilah masalah terpenting kehidupan. Yang jauh lebih mendasar daripada sekedar makanan. Tentu menjaga makanan bersih penting. Namun memiliki hati yang bersih jauh lebih penting.

Maukah Anda memiliki hati yang bersih sehingga yakin masuk surga? Mari mengimani Isa Al-Masih sekarang!

[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Hanya Orang Yang Halal Masuk Sorga!
  2. Apakah Allah Membenci Makan Babi Atau Berzinah?
  3. Orang Bertanya: Mengapa Umumnya Muslim Takut Anjing?
  4. Alkohol, Babi, Gereja, Jilbab, Hollywood! Kekurangan Agama Kristen
  5. Kenajisan Hati, Perhatikan Atau Abaikan?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Apa yang Saudara lakukan jika Saudara makan sesuatu yang haram?
  2. Mengapa isi hati Saudara lebih penting daripada apa yang ada di perut Saudara?
  3. Hal-hal dosa apakah yang ada di dalam hati Saudara dan bagaimanakah rencana Saudara untuk menanganinya?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930
Kategori: Dosa, Etika Islam dan Nasrani

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

53 Comments
Paling lama
Terbaru
hakkullah
26 Agustus 2019 2:44 pm

~
Saya ambil kesimpulan saja: ada hukum halal ada hukum subhat. Subhat belum sampai keharaman, tapi mendekati haram dan kejelasan haram. Contoh: Moldoko mau membiayai sekolah saya, maka saya menolaknya. Bagi saya, uang moldoko tidak berlaku alias tidak laku, karena sudah jelas yang dia berikan uang haram atau uang korupsi atau saya dikasih ayam penyet dari orang kristen, boleh kita ambil. Atau misalnya: ayam itu tidak dipotong bismillah, tapi kita tidak tahu, yang kita tahu, ayam itu sudah dipotong, maka baca bismillah, halal dimakan. Islam itu mudah, kenapa anda berpikir sulit? Allah Maha luas Rahmat dan Maghfirah-Nya. Allah tidak mempersulitkan kita, tapi anda menganggap sulit.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
28 Agustus 2019 8:22 pm
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkulah,

Menyatakan haram atau tidak memerlukan sebuah ukuran atau standar, bukan berdasarkan pertimbangan pribadi atau perasaan. Apa yang disampaikan oleh saudara masih bersifat pribadi. Artinya ukuran yang sedang digunakan oleh saudara adalah ukuran pribadi, bukan pernyataan Al-Quran. Kami bertanya kepada saudara. Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa menggunakan uang haram menjadikan seseorang haram? Mohon pencerahan.
~
Solihin

Balas
JesusNotDead
27 Agustus 2019 11:01 am

~
Alhamdulillah sampai sekarang belum ada makanan haram yang saya pernah makan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
28 Agustus 2019 8:25 pm
Balasan ke  JesusNotDead

~
Saudara NotDead,

Saudara perlu mensyukuri nikmat tersebut. Ukuran seseorang diterima Allah bukan karena makanan. Saudara makan makanan tertentu tidak dapat dianggap haram karean ukuran haram dalam Islam tidak dijelaskan secara jelas. Misal, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disebut selain Allah” (Qs 2:173). Artinya tidak ada indikasi pelarangan atau haram mengonsumsi daging babi asalkan menyebut nama Allah SWT. Bukankah ini menandakan bahwa ada ruang di mana makanan haram pun dapat dikonsumsi? Mengapa Qs 2:173 memberikan ruang demikian?
~
Solihin

Balas
Pradjanto, SH. MSi
27 Agustus 2019 3:11 pm

~
Buat Staff IDI,

Agama Islam membebaskan seorang anak di bawah umur dari dosa. QS 2: 173 itu ditutup dengan kalimat ”Sesungguhnya Allah Adalah Maha Pengampun Dan Maha Penyayang”. Jadi, untuk apa kita harus merasa berdosa seumur hidup ketika kita terpaksa memakan apa yang telah diharamkannya.
Cukuplah di sini, seseorang yang memakan makanan haram itu untuk beristighfar saja. QS 5:5 itu menegaskan bahwa Al Qur’an, Taurat, dan Injil tidak berbeda dalam menetapkan jenis makanan yang haram atau halal bagi manusia.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
28 Agustus 2019 8:28 pm
Balasan ke  Pradjanto, SH. MSi

~
Saudara Pradjanto,

Menarik sekali tulisan saudara di atas sekalipun pendapat saudara di atas bersifat pribadi. Nampaknya ayat-ayat Al-Quran bersifat multitafsir sehingga tidak dapat dinyatakan manakah yang lebih tepat dan benar. Sebab bila kita membaca Qs 2:173, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disebut selain Allah.” Bila kita membaca ayat tersebut, maka ada ruang yang diberikan oleh Allah SWT untuk memakan makanan haram. Pertanyaannya, mengapa Allah SWT membuka ruang tersebut?
~
Solihin

Balas
ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ
27 Agustus 2019 6:44 pm

~
Menurut Muhammad: “Hɑrɑm ɑrtinyɑ pɑling dihormɑti” (HR.Ibnu Mɑjɑh,3046). Mengapa babi sama masjid haram? Jawabnya babbi sama masjid adalah zat yang paling dihormati. Kenapa babi paling dihormati? Jawabnya: Lukas 8:32, “…setαn-setαn itu memintα kepαdα Yesus, supαyα Iα memperkenαnkαn merekα memαsuki bαbi-bαbi itu. Yesus mengαbulkαn permintααn merekα.”

Makan babi adalah memakan syaitan yang menyuruh mereka baca ayat kursi: hαntu berkαtα: “Bαcαlαh αyαt kursi.” (HR.Tirmidzi, 2807). Jin berkαtα: “Bαcαlαh αyαt kursi.” (HR. Dαrimi, 3247). ζγαitαn pendustα berkαtα: “Bαcαlαh αyαt kursi.“ (HR.βυkhαri, 3033, 4624). Menaati sunah setan selain sunah ilah Arab dan Muhammad apa tidak syirik?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
28 Agustus 2019 8:29 pm
Balasan ke  ᵝᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ

~
Saudara Biangkala,

Fakta-fakta yang diungkapkan oleh saudara amat menarik. Kami berharap saudara-saudara di forum ini berani mempelajari kitab mereka untuk mengetahui kebenaran sesungguhnya. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Eka
28 Agustus 2019 10:57 am

~
Kitab suci sejatinya sebagai pedoman hidup umatnya, apapun kitab dan agamanya. Jika sudah tertulis kita harus mentaatinya karena itu merupakan perintah Tuhan. Hakim-hakim 13:4, “Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.” Imamat 11:7, “Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.” Ulangan 14:19, “Juga segala binatang mengeriap yang bersayap, itupun haram bagimu, jangan dimakan.”

Jika sudah dilarang dalam kitab suci dan kita masih melakukannya karena keraguaan isi dari kitab tersebut, mungkin ada yang salah, entah umatnya atau kitabnya.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
28 Agustus 2019 8:32 pm
Balasan ke  Eka

~
Saudara Eka,

Kami senang saudara mengutip beberapa ayat Alkitab. Untuk memahami ayat Alkitab dengan benar, maka saudara perlu mengetahui konteksnya dengan benar. Ayat dalam Taurat, Imamat 13:4 merupakan perjalanan bangsa Israel di padang gurun. Jelas, pada masa itu bangsa Israel mengalami kesulitan air. Itu sebabnya, hewan-hewan tersebut dilarang dikonsumsi karena situasi dan kondisi pada masa itu.

Pertanyaannya, apakah bila kita membersihkan daging-daging tersebut dengan dicuci bersih dianggap haram? Mengapa?
~
Solihin

Balas
hakkullah
28 Agustus 2019 9:33 pm

~
Respon: Ini masalah perkara hukum fiqih di dalam Islam. Tidak boleh kita lepas dari hukum fiqih. Ilmu tafsir adalah tafsir, ilmu hadits adalah hadits. Ahli tafsir, ahli hadits belum tentu bisa menguasai fiqih. Contoh: muaz bin jabal ahli fiqih, Ibnu Abbas ahli tafsir, Ali bin Abi Thalib ahli hukum. Al-Quran dan hadits ibarat masih mentah, belum jadi apa-apa. Ahli fiqih ibaratnya ahli bangunan. Kita masuk kepada hukum fiqih. Yang saya jelaskan adalah hukum fiqih, boleh atau tidaknya, halal atau haram. Jangan mengambil Al-Quran dah hadits tanpa ilmu. Ada ahli poltik diambil dari Al-Quran dan hadits. Ada ahli bahasa, ahli ekonomi. Ilmu anda tidak bisa menguasai itu. Ilmu itu luas sekali.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 5:50 am
Balasan ke  hakkullah

~
Saudara Hakkulah,

Kami senang karena saudara adalah ahli ilmu fiqih, ilmu tafsir, dan ilmu lainnya. Karena itu, kami berharap saudara dapat menjawab pertanyaan kami dan tidak perlu menjelaskan mengenai perlunya ilmu fiqih. Mohon dijawab saudara. Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa menggunakan uang haram menjadikan seseorang haram? Mohon pencerahan.
~
Solihin

Balas
Eka
28 Agustus 2019 9:54 pm

~
Saudara Solihin,

Anda membatah Injil yang jelas melarang memakan babi dgn alasan ayat itu ditujukan untuk bangsa Israel yg kekurangan air. Pertanyaannya, apa guna ayat itu ditulis kembali di Injil jika sudah tidak relevan dengan masa kini? Apa yang mendasari anda bisa menentang ayat di Imamat? Apa anda memiliki kuasa atas perintah Allah?

Yang kedua, bagaimana daging yang sudah dicuci bersih, masih haramkah? Masih, karena haram adalah ketentuan Tuhan. Seperti yang anda bilang saat membalas komentar lain “Menyatakan haram atau tidak memerlukan sebuah ukuran atau standar, bukan berdasarkan pertimbangan pribadi atau perasaan.” Perasaan anda daging itu sudah dicuci bersih, apa sama menurut Tuhan?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 5:51 am
Balasan ke  Eka

~
Saudara Eka,

Kami mempersilakan saudara menjawab pertanyaan kami lebih dulu. Dengan demikian, diskusi ini bersifat timbal balik. Kami mengutip pertanyaan sebelumnya dan berharap saudara tidak menghindari pertanyaan kami. Pertanyaannya, apakah bila kita membersihkan daging-daging tersebut dengan dicuci bersih dianggap haram? Mengapa? Mohon dijelaskan.
~
Solihin

Balas
hamba Allah
28 Agustus 2019 11:28 pm

~
Dalam Islam ketika kita berbuat dosa maka yang harus dilakukan adalah bertobat dengan taubatan nasuha baik itu makan makanan haram ataupun perbuatan dosa lain, dan Allah tidak mungkin menghakimi seorang anak yang belum sempurna akalnya hanya karna dia makan makanan haram tapi yang akan ditanyai adalah kedua orang tuanya karena ia mengajarkan anaknya/tidak.

Mengenai tulisan di atas tentang apakah semudah itu dosa dihapus oleh amalan? Mungkin lebih cocok ditujukan untuk umat Kristiani, karena tidak peduli seberapa besar dosa kita semuanya sudah ditebus oleh Yesus (menurut keyakinan umat Kristiani), karena umat Islam percaya seseorang dibalas dengan apa yang diusahakanya. Semoga terjawab.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 5:55 am
Balasan ke  hamba Allah

~
Saudara Hamba,

Tidak memakan makanan haram merupakan doktrin Islam. Kami menghargai hal itu. Walaupun Al-Quran memberikan pernyataan sebaliknya. “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah” (Qs 2:173). Menurut ayat ini, makanan yang disembelih atas nama Allah adalah halal, yaitu bangkai, daging babi, dan binatang lainnya. Bukankah demikian? Pertanyaannya, mengapa daging babi diharamkan? Apa tidak mengkonsumsi daging babi menjamin saudara masuk sorga? Mengapa? Dapatkah saudara menjelaskannya?
~
Solihin

Balas
Gandhi Waluyan
29 Agustus 2019 3:47 pm

~
Rekan Kristen,

Yesus ketika mengatakan seperti dalam Markus 7:18-23 dilihat konteksnya dulu. Dia lagi berargumen dengan orang Farisi dan imam, tapi ingat ada ayat yang paling penting yaitu bahwa Yesus tidak akan menghapus hukum Taurat. Dalam Taurat diatur haram halal. Bagi Muslim sangat penting memgetahui makanan itu halal atau patut diduga haram. Bahkan anak kecilpun jangan sampai makanan haram bukan karena ia akan berdosa, tapi setiap makanan yang ditelan bukan hanya akan jadi kotoran yang dibuang ke jamban seperti kata Yesus dalam Markus. Tapi akan jadi darah dan daging. Itu yang akan membentuk karakter anak. Anak yang dikasih makanan haram darah mempenbaruhi karakternya. Makanya Muslim yang baik tidak akan korupsi. Karena hasil korupsi haram.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 5:57 am
Balasan ke  Gandhi Waluyan

~
Saudara Gandhi,

Memang benar bahwa Isa Al-Masih tidak menghapuskan Taurat. Tetapi Isa Al-Masih menggenapi hukum Taurat. Itu sebabnya, makanan bukan ukuran seseorang diterima Allah. Bila makanan menjadi ukuran agar manusia diterima Allah, maka keselamatan manusia tergantung pada makanan. Pertanyaannya, apa saudara pasti masuk sorga dengan tidak memakan makanan haram? Mengapa? Dapatkah saudara menjelaskan?
~
Solihin

Balas
indra
30 Agustus 2019 10:54 am

~
Dalam Islam bila kita makan makanan haram maka kita dapat menghapusnya dengan taubat dan tidak mengulanginya lagi. Anda mengatakan dalam tulisan apakah semudah itu? “Islam mengajarkan, kita dapat beramal baik untuk menghapus dosa kita. Tetapi, bagaimana bisa yakin bahwa semua dosa kita karena kegagalan dalam makan makanan halal 100% sepanjang hidup kita telah dihapus oleh amalan baik kita?”

Mungkin lebih tepat jika apakah semudah itu? Bagaimana bisa yakin bahwa semua dosa kita dihapus oleh yesus padahal kita yang berbuat dosa? Baik itu makanan haram, zina, membunuh, mencuri dsb. Dalam Islam setiap orang dibalas dengan apa yang diusahakanya ini menunjukan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 6:00 am
Balasan ke  indra

~
Saudara Indra,

Memang benar bahwa kita adalah manusia berdosa. Bila manusia yang berdosa, maka tidak ada seorang pun yang bisa masuk sorga karena amal yang dilakukannya. Sebab apakah amal seseorang bisa menjamin masuk sorga? Bukankah tanpa disadari ada juga makanan haram yang telah dikonsumsi di sepanjang hidup kita? Apakah makanan itu akan memengaruhi saudara diterima Allah di sorga-Nya? Mohon pencerahan.
~
Solihin

Balas
Bella
30 Agustus 2019 7:25 pm

~
Mengenai makanan haram. Saya mau bertanya. Apakah masih haram apabila babi disembelih dengan mengucapkan bismillah?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 6:01 am
Balasan ke  Bella

~
Saudara Bella,

Saudara mengajukan pertanyaan yang baik sekali. Artikel di atas telah mengutip ayat Al-Quran di mana diberikan ruang untuk menyembelih daging babi asalkan menyebut nama Allah. Dengan demikian, daging babi tidak haram asalkan disembelih atas nama Allah. Bukankah demikian?
~
Solihin

Balas
Jesus Park
30 Agustus 2019 7:25 pm

~
NotDead,
Jika saudara tidak pernah makanan haram, bagaimana dengan nabi islam? Apakah ia pernah memakan makanan haram? Mengapa allah islam mengharamkan makanan, tapi tidak mengharamkan kebencian?

SH. MSi,
Bisa saja saudara ini, klaim allah islam maha pengampun dan maha penyayang tapi Quran membuktikannya tidak seperti yang saudara harapkan. Tapi masih ada waktu jika saudara ingin mengenal allah islam dengan belajar yang benar, jangan terlalu sering klaim.

SH. MSi, Eka,
Benar, Taurat melarang makanan yang haram. Menurut klaim Quran, Taurat salah satu wahyu allah islam (Qs 5:66). Menurut saudara, apakah nabi islam pernah makan makanan haram? Mohon dijelaskan (ingat jangan klaim)?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 6:02 am
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Park,

Kebencian merupakan sesuatu yang tidak diperkenankan Tuhan. Sedangkan makanan tidak membawa keselamatan bagi manusia. Kami berharap saudara-saudara di forum ini berani berpikir kritis. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Anton
30 Agustus 2019 10:33 pm

~
Yesaya 66:17, yang memakan daging babi dan binatang jijik serta tikus mereka semuanya akan lenyap sekaligus demikianlah firman Tuhan. Ada binatang yang bisa melenyapkan manusia jika memakannya, firman Tuhan.

Balas
John
31 Agustus 2019 11:06 am

~
Jelas dalam Imamat 11 menjelaskan makanan halal dan haram. Dengan jelas sudah menjelaskan contoh” hewan yang haram dan halal.. Apakah anda bisa menjelaskannya? Sudah jelas bukan yang dimaksudkan dengan imamat pasal 11. Apakah kuasa Tuhan kurang nyata ketika dia memberikan mana dari langit untuk umat-umatnya yang ada di padang gurun, sampai umatnya harus menunggu air untuk menghalalkan yang haram. Sudah jelas yang ada di Alkitab (yang di nyatakan Alkitab adalah haram bukan dilarang dikonsumsi – dimana ayatnya? Jangan berdasarkan asumsi). Jangan mengurusi agama lain kalau agamamu belum menjalan hukum Tuhan menurut Alkitab.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
2 September 2019 6:04 am
Balasan ke  John

~
Saudara John,

Allah memberikan perintah tersebut untuk memelihara sebuah bangsa, yaitu bangsa Israel yang berada di pengembaraan karena berada di padang gurun. Tetapi makanan tidak membuat seseorang masuk sorga atau neraka. Bila seseorang masuk sorga karena makanan, maka makanan yang menjadi penentu keselamatan saudara. Pertanyaannya, apa dengan tidak memakan makanan haram, maka saudara pasti masuk sorga? Mengapa?
~
Solihin

Balas
Roofid Adnan Noor
2 September 2019 5:54 pm

~
Ini website tentang apa? Maaf, saya belum tahu.

Balas
hakkullah
3 September 2019 5:09 pm

~
“Dimanakah dalam Al-Quran bahwa menggunakan uang haram menjadikan seseorang haram?”

Respon: Uang korupsi adalah uang haram, uang rakyat dirampok, haram uangnya. bukan orangnya, prosesnya. Dari mana asalnya dia dapat uang? Moldoko dapat uang dari hasil korupsi, uangnya kita tolak karena kita tahu, dia dapat hasil dari mana? Bukan orangnya. Coba bagaimana cara anda memahaminya? Orangnya tidak haram, uangnya yang haram. Begitulah hukum fiqih. Di dalam Alkitab, tidak mungkin tidak ada, hukum itu tetap ada. Orang yang punya hati nurani, tidak mungkin menerima uang haram, walaupun dia bukan beragam Islam. Jadi pertanyaaannya?

Balas
Elfin
4 September 2019 9:50 am

~
Makanan yang masuk ke dalam perut mengandung zat untuk tubuh juga dan zat itu memasuki aliran Sarah tidak hanya langsung menjadi kotoran.

Balas
Ferdy
6 September 2019 2:58 pm

~
Kepada Yth Rekan – Rekan Sekalian,

Ada dua pernyataan dan dua pertanyaan yang ingin saya ajukan yakni:

Pernyataan:
1. Babi itu adalah hewan dan apabila dikelola oleh seorang master, maka akan menjadi makanan yang paling enak yang pernah ada di dunia yang penuh dosa ini.
2. Menggunakan uang korupsi itu sah. yang penting bukan kita yang korupsi, hanya mendapatkan secara cuma-cuma.

Pertanyaan:
1. Staff IDI pernah makan babi? Dimasak apa? Enak tidak?
2. Staff IDI tahu apa itu definisi korupsi? Mengapa mengatakan uang korupsi itu haram? Yang diajarkankan di semua agama dilarang mencuri bukan dilarang menggunakan hasil curian. Yang menurut saya haram adalah yang korupsi bukan bendanya, bukan? Ayo diskusi.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
10 September 2019 5:56 am
Balasan ke  Ferdy

~
Saudara Ferdy,

Mari kita fokus dengan artikel di atas tentang makan makanan haram. Menarik sekali pernyataan dan pertanyaan saudara. Pernyataan saudara bertentangan dengan pertanyaan saudara. Bukankah dengan menyatakan bahwa mengkonsumsi daging babi merupakan makanan paling enak yang pernah ada di dunia menandakan saudara telah mengkonsumsinya? Dari manakah saudara tahu tentang enak atau tidak bila saudara tidak menikmatinya? Sehingga pertanyaan saudara tidak relevan untuk dijawab. Sebab saudara pernah merasakan menikmatinya. Kami bertanya kepada saudara. Mengapa saudara mengkonsumsi daging babi? Mohon penjelasan.
~
Solihin

Balas
R.R. Ghani
6 September 2019 9:37 pm

~
Apakah dengan tidak memakan makanan yang hukumnya haram (dilarang), anda pasti masuk sorga? Apakah dengan memakan makan yang dilarang, anda juga pasti masuk sorga? Tuhan melarang memakan daging babi, karena di dalamnya terdapat kandungan zat yang tidak baik untuk manusia, riset kedokteran sudah membuktikannya. Wallahu a’lam.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
10 September 2019 6:03 am
Balasan ke  R.R. Ghani

~
Saudara Ghani,

Menarik sekali pendapat saudara di atas. Menjelaskan tentang kandungan zat yang tidak baik untuk manusia adalah hak saudara. Tetapi mengapa MUI menyatakan bahwa vaksin campak yang mengandung babi diperbolehkan? Bukankah ini kontradiktif? Bagaimana saudara?

Memberikan pertanyaan tersebut kepada kami tidak memberikan pengaruh apapun terhadap masuk sorga. Sebab yang dipersoalkan Muslim adalah mengkonsumsi daging haram. Sebab hal itu seolah-olah memiliki konsekuensi logis untuk masuk sorga. Karena itu, silakan saudara menjawab pertanyaan kami. Mengapa daging babi diharamkan? Apa tidak mengkonsumsi daging babi menjamin saudara masuk sorga? Mengapa? Dapatkah saudara menjelaskannya?
~
Solihin

Balas
Jesus Park
9 September 2019 6:14 pm

~
Hamba,
Jika orangtua mengajarkan yang tidak baik maka allah islam yang menanyai mereka. Bagaimana jika allah islam mengajarkan yang tidak baik (mencuri, berzinah)? Mengapa allah islam menghukum orang yang ia sendiri ajarkan? Bahkan ia menyuruh manusia untuk berbuat dosa (HR. Muslim, 2749)?

Gandhi, John,
Saudara mengajarkan kami Alkitab? Tapi saudara tidak tahu hukum Taurat dan hukum untuk Israel? Mengapa allah islam mengharamkan makanan yang tidak berdampak pada kenajisan hati, tapi allah islam menghalalkan perzinahan yang dapat mempengaruhi jiwa menjadi addiction terhadap sex? Bahkan di surga islam, muslim dibuat addiction sex?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
10 September 2019 6:04 am
Balasan ke  Jesus Park

~
Saudara Park,

Saudara mengajukan pertanyaan yang logis. Adalah janggal hanya menekankan pada aspek jasmani, tetapi dosa perzinahan diabaikan. Sesungguhnya ini adalah persoalan mendasar. Kami berharap saudara-saudara di forum ini berpikir kritis.
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Bukan Saja Judi Itu Haram Tetapi Juga Menghilangkan…
  • Solusi Terbaik Bagaimana Agar Dapat Mengendalikan Hawa Nafsu
  • Mengatasi Masalah Pornografi dan Solusi Memiliki…
  • Apakah Al-Taqiyya Beda dengan Larangan Tidak Boleh…
  • Penyebab Rumah Tangga Tidak Bahagia: Apa Jalan Keluarnya? 

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz