• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Sejarah Perayaan Natal Dan Maknanya Bagi Mukmin

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Salah Paham Muslim > Sejarah Perayaan Natal Dan Maknanya Bagi Mukmin
11 Desember 2024 | 23 Komentar

Natal merupakan hari raya penting bagi kaum Nasrani. Peringatan setiap tahunnya pada 25 Desember.

Banyak orang mempertanyakan bagaimana sejarah perayaan Natal. Apakah benar berasal dari perayaan pagan? Yaitu perayaan menyembah dewa matahari.

Hal ini menimbulkan banyak polemik. Bahkan beberapa umat Muslim berpandangan tidak boleh mengucapkan selamat Natal. Karena dianggap menyetujui hari raya kafir.

Bagaimana sejarah perayaan Natal yang sebenarnya? Mari kita lihat uraiannya. Agar kita mengetahui bagaimana harus bersikap mengenai perayaan natal.

Perayaan Natal Menurut Sejarah

Hari raya Natal, dalam bahasa Inggris adalah “Christmas.” Berasal dari kata “Cristes maesse,” yang berarti “Mass of Christ” (Misa Kristus).

Gereja mula-mula memang tidak merayakan Natal. Perayaan ini baru bermula sekitar tahun 336M.

Menurut sejarah ada yang menyatakan perayaan Natal berhubungan dengan pergantian musim. Yaitu dari musim dingin ke musim panas.

Bagi orang Eropa, musim dingin merupakan masa sulit yang harus mereka lalui. Sebab, sering mereka mengalami musim dingin yang sangat buruk. Oleh sebab itu, ketika musim tersebut berlalu, mereka bersuka cita dan mengadakan pesta.

Ada juga yang menyatakan hal ini erat hubungannya dengan festival Saturnalia. Perayaan untuk menghormati dewa Saturnus, sang dewa pertanian.

Selain itu waktu pergantian musim ini adalah perayaan terhadap kelahiran dewa matahari. Yaitu dewa Mithra, pada 25 Desember. Bagi beberapa budaya hal ini adalah hari yang paling sakral dalam satu tahun.

Banyak orang menyatakan semua latar belakang ini yang mendasari sejarah perayaan Natal. Namun benarkah demikian? Mari kita lihat bagaimana pandangan dari agama.

Peristiwa Kelahiran Isa Menurut Islam

Beberapa sejarawan Islam mengkritisi kelahiran Isa pada bulan Desember. Karena dalil Al-Quran menyatakan berbeda.

“Maka Maryam mengandungnya . . . ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma . . . (Jibril berkata) sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu . . .” (Qs 19:22-24).

Ayat di atas menyatakan ada pohon kurma dan sungai. Sehingga beberapa ahli menyatakan tidak mungkin terjadi pada musim dingin. Karena pohon kurma akan tertutup salju dan banyak sungai yang membeku.

Dalam hal ini ada hal yang menarik. Bahwa banyak sejarawan umum maupun Yahudi tidak mencatat peristiwa Isa dan pohon kurma sama sekali.

Namun ada satu catatan kuno yang menuliskannya. Yaitu berasal dari “Infancy Gospel” (kisah masa kanak-kanak Yesus).

Tepatnya pada “The Pseudo Gospel of Matthew” pasal 20. Tertulis Maryam dalam perjalanan di Mesir. Dan Isa sudah kanak-kanak, bukan bayi lagi.

“. . . ketika mereka sedang berjalan, Maria menjadi lelah oleh panasnya matahari . . . Biarkan aku beristirahat sebentar di bawah naungan pohon ini . . . Kemudian anak Yesus berkata . . .O pohon, tekuk cabang-cabangmu, dan segarkan ibuku dengan buahmu . . .”

Literatur ini bukan bagian dari Kitab Taurat atau Injil. Kitab ini tertulis sekitar 600-625 Masehi, ratusan tahun setelah Kitab Injil. Namun berdekatan dengan saat hidup Nabi Islam.

Karena itu banyak orang berusaha menggali sumber informasi lainnya untuk mendapatkan kejelasan peristiwa yang terjadi.

Sejarah Perayaan Natal Menurut Nasrani

Sejarawan menyatakan referensi paling tepat untuk mengetahui kelahiran Isa seharusnya dari Kitab Injil. Karena merupakan catatan tertulis saat itu. Berbeda dari banyak literatur lain yang tertulis ratusan tahun setelahnya.

Banyak pemimpin gereja dan sejarawan Nasrani menjelaskan pandangannya. Mereka memberikan alasan mengapa yakin akan waktu kelahiran Isa.

Petunjuknya berasal dari Kitab Injil. Bermula saat Nabi Zakharia melakukan tugas imam di bait Allah, ia bertemu malaikat Jibril (Injil, Lukas 1:8-10). Saat itu dinyatakan istrinya akan hamil dan melahirkan Nabi Yahya.

Banyak ahli kitab memperkirakan tugas Nabi Zakharia di bait suci pada hari raya “Yom Kippur.” Yaitu hari penebusan atau pendamaian. Ini adalah hari paling suci bagi umat Yahudi. Jatuh pada tanggal 24 September.

Selanjutnya menurut Injil, Lukas 1:26, Jibril mengunjungi Maryam enam bulan setelahnya. “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel [Jibril] pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.”

Jadi Maryam mengandung enam bulan setelah Elizabeth, istri Nabi Zakharia. Hal ini berarti tanggal 25 Maret.

Banyak gereja ortodoks maupun umat Katolik yang merayakan tanggal 25 Maret sebagai hari Anunsiasi (Annunciation). Yaitu hari pemberitaan kabar sukacita bagi perawan Maryam.

Karena waktu mengandung sembilan bulan, berarti Isa lahir pada tanggal 25 Desember.

Berbagai Pertanyaan Seputar Tanggal 25 Desember

Kesimpulan ini memang tidak langsung diterima oleh semua pihak. Ada berbagai pertanyaan menyertainya. Mari kita lihat beberapa diantaranya.

  1. Bagaimana dengan keadaan saat musim dingin?
    Di Timur Tengah, musim dingin berbeda dari Eropa. Memang ada sebagian daerah yang tertutup salju. Namun banyak daerah lainnya yang tidak. Sehingga masih banyak penggembala domba bisa beraktifitas pada musim tersebut.
  2. Bagaimana dengan bertepatan perayaan dewa matahari?
    Pandangan Nasrani berdasarkan perhitungan data dari informasi yang ada. Jadwal Nabi Zakharia melaksanakan tugas imam telah tercatat dari kitab Taurat. Hal ini sudah ada sekitar 1400 tahun sebelum Masehi.
    Jika secara kebetulan bertepatan dengan perayaan dewa matahari, maka tidak masalah juga.  Namun justru menarik. Karena banyak orang menyatakan Isa adalah “Matahari kebenaran” yang sesungguhnya. Ia adalah rahmat Allah yang mengubah kehidupan “dingin” manusia.
    Kebetulan ini tidak mengurangi makna Natal. Malah memperkuatnya untuk diterima dalam masyarakat.
  3. Bagaimana dengan perhitungan data lainnya?
    Memang ada berbagai pandangan lain. Hal ini tergantung dari perhitungan kapan Nabi Zakharia masuk ke bait suci. Para sejarawan dan ahli agama saling menghargai dan terbuka terhadap perbedaan perhitungan ini.

Pandangan Umat Nasrani Mengenai Tanggal 25 Desember

Dalam berbagai keadaan ini umat Nasrani tetap menghargai hari Natal. Hal ini karena memang tidak dapat disangkali bahwa Isa lahir di bumi. Hal ini terkonfirmasi oleh sejarah, Al-Quran, maupun Kitab Injil.

Selanjutnya umat Nasrani yang benar tidak pernah mengkultuskan tanggal 25-nya. Perayaan umat tidak berfokus pada angka 25.

Banyak gereja yang beribadah pas tanggal 25 Desember. Namun banyak juga yang bisa merayakan pada tanggal lainnya.

Juga umat Nasrani tidak menyembah dewa matahari. Sehingga perayaan Natal tidak berhubungan dengan penyembahan berhala.

Tanggal 25 Desember adalah hari kesepakatan bersama, agar umat Nasrani memperingati kelahiran Isa Al-Masih. Hal ini terlepas dari perbedaan pandangan perhitungan data.

Jika demikian, mengapa kelahiran Isa penting untuk diperingati? Mari kita lihat jawabannya.

Pentingnya Memperingati Kelahiran Isa Al-Masih

Nabi Islam berkata ada 124.000 nabi di berbagai bangsa. Namun ada satu nabi teristimewa tercatat dalam Al-Quran. Nabi itu adalah Isa Al-Masih.

Salah satu keistimewaan Isa karena berbagai hal seputar kelahiran-Nya. Contohnya, hanya Isa yang lahir dari perawan (Qs 3:47). Tidak ada nabi lain yang terlahir dengan cara demikian.

Isa Al-Masih lahir sebagai perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah (Qs 4:171). Hal ini membuat peristiwa kelahiran-Nya sangat berbeda.

Al-Quran sendiri menyatakan ada berkah Allah dalam kelahiran Isa. “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan . . .” (Qs 19:33).

Bahkan kelahiran-Nya menjadi pertanda Allah bagi manusia. “Kami hendak menjadikan [Isa Al-Masih] sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Qs 19:21).

Karena semua hal inilah, wajar kelahiran Isa diperingati. Ada barokah Allah dan makna yang dalam dari kelahiran-Nya.

Makna Perayaan Natal Bagi Manusia

Isa Al-Masih adalah perwujudan Kalimatullah dalam bentuk manusia. Kedatangan-Nya adalah untuk menyatakan kebenaran, agar manusia yang mengimani dan menjadi pengikut-Nya bisa selamat.

“Ia [Maryam] akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus [Isa Al-Masih], karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Injil, Matius 1:21).

Maka peringatan Natal bukan sekadar tanggalnya. Bukan juga acara perayaannya. Melainkan bersyukur untuk rahmat Allah yang menyelamatkan manusia.

Isa sendiri menyatakan Ia adalah terang bagi manusia. Sehingga kedatangan-Nya menjadi petunjuk dan cahaya kehidupan.

“Maka Yesus [Isa Al-Masih] berkata . . . Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup [selamat]“ (Injil, Yohanes 8:12).

Karena inilah Natal menjadi sangat penting. Terlepas dari perbedaan pandangan sejarah perayaan Natal. Namun maknanya adalah untuk keselamatan manusia.

Natal dan Keselamatan Umat Manusia

Jadi Natal bukanlah perayaan dewa matahari atau perayaan budaya biasa.

Melainkan Natal adalah memaknai kelahiran Isa Al-Masih. Ia adalah pernyataan rahmat Allah untuk keselamatan manusia.

Saat kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya, kita terhindar dari neraka. Kita bisa mendapat jaminan surga.

Semua umat manusia pasti membutuhkan rahmat Allah. Karena itu kita semua memerlukan makna Natal dalam kehidupan kita.

Maukah Anda menerima rahmat Allah untuk keselamatan? Mari mengimani Isa Al-Masih!

[Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.]


Lihat artikel ini dalam bentuk video


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Benarkah Sejarah Perayaan Natal Awal Kelahiran Dewa Matahari?“ Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Kisah Kelahiran Muhammad Dan Isa Al-Masih
  2. Kisah Kelahiran Nabi Isa Menurut Kitab Suci
  3. Al-Quran Mengakui Kelahiran Isa Al-Masih Mujizat Natal
  4. “Natal” Perayaan Kelahiran Isa Al-Masih Yang Hidup

Video:

  1. Ayat Al-Quran Yang Menjelaskan Tentang Natal

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Mengapa latar belakang sejarah perayaan Natal 25 Desember bukan perayaan dewa pagan Romawi?
  2. Mengapa peristiwa Natal begitu penting bagi umat manusia?
  3. Selain Isa Al-Masih adakah yang berkuasa mengampuni dosa dan menyelamatkan manusia dari siksa neraka? Jelaskan di sini?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Kepercayaan Orang Islam, Salah Paham Muslim

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

23 Comments
Paling lama
Terbaru
Percaya
31 Desember 2018 10:55 am

~
Sebenarnya yang terpenting bukan tanggalnya, yang terpenting adalah Yesus hadir dalam hati kita setiap saat. Merayakan hari kelahiran Yesus Sang Mesias juruselamat dunia adalah baik dan tidak salah, karena ini adalah perayaan sukacita (celebration). Dan ingat bahwa kita orang percaya menyembah dan memuliakan Firman yang hidup yaitu Isa Al-Masih bukan dewa matahari yang disembah oleh orang pagan Romawi.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
4 Januari 2019 6:21 am
Balasan ke  Percaya

~
Saudara Percaya,

Kami setuju dengan saudara bahwa kita merayakan kelahiran Isa Al-Masih, bukan menyembah dewa matahari. Sebab Isa Al-Masih yang menyelamatkan manusia dari neraka, bukan dewa matahari. Kami berharap kita mengacu pada hal yang esensi dan substansial. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Alif
2 Januari 2019 7:08 am

~
Musim panas dirayakan musim dingin.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
4 Januari 2019 6:23 am
Balasan ke  Alif

~
Saudara Alif,

Saudara memberikan pernyataan yang menarik. Agar pernyataan saudara lebih jelas dipahami, maka kami senang bila saudara menjelaskan lebih lanjut kalimat di atas. Apa maksud kalimat “musim panas dirayakan musim dingin”? Kami memohonkan demikian agar tidak keliru memberikan tanggapan. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Pradjanto, SH. MSi
3 Januari 2019 1:02 pm

~
Buat Staff IDI,

(1) Natal searti dengan maulud/tanggal lahir. Saya pribadi menganggap tidak ada dosa/salahnya jika seorang Muslim mengucapkan “Selamat Natal” kepada temannya yang beragama Kristen.

(2) Hanya saja ada satu hal yang menjadi tanda tanya, mengapa Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember? Tampaknya pemilihan tanggal 25 Desember ini bukan didasarkan pada fakta yang sebenarnya. Andapun menyatakan bahwa tanggal kelahiran Yesus tidak seberapa penting.

(3) Sebagai Muslim saya beranggapan bahwa Natal tidaklah jatuh pada tanggal 25 Desember karena QS 19:25 memberitakan bahwa Isa dilahirkan pada musim kurma. Tampaknya perlu ada kajian ulang terhadap tanggal 25 Desember itu.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
4 Januari 2019 6:33 am
Balasan ke  Pradjanto, SH. MSi

~
Saudara Pradjanto,

1) Kami senang bahwa saudara memiliki sikap toleransi dan pemikiran yang luas sehingga berani menyampaikan “Selamat Natal” kepada umat yang beragama Kristen. Tentu ini baik sekali.

2) Bukti-bukti mengenai merayakan Natal tanggal 25 Desember telah diuraikan pada artikel di atas. Misal, Hippolytus (225), dan Sextus Julius Africanus (220 Masehi) mengakui bahwa 25 Desember merupakan kelahiran Isa Al-Masih. Ini merupakan sumber terdekat dengan kelahiran Isa Al-Masih. Walaupun kami memahami bahwa tanggal bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah kelahiran Isa Al-Masih memberikan manfaat bagi keselamatan manusia di akhirat.

3) Adalah janggal bila saudara menggunakan sumber paling jauh untuk memastikan kelahiran Isa Al-Masih. Al-Quran baru muncul di abad ke-7 dan geografis Betlehem amat berbeda dengan Arab. Benarkah di Betlehem ada pohon kurma? Menurut kami, informasi dalam Al-Quran yang perlu dikaji bahwa kelahiran Isa Al-Masih pada musim kurma. Adakah bukti mengenai itu? Ataukah pernyataan Al-Quran tersebut merupakan bentuk Arabisasi?
~
Solihin

Balas
Pradjanto, SH. MSi
4 Januari 2019 9:11 am

~
Buat Sdr Solihin,

(1) Saat inipun, Israel adalah salah satu negara pemasok kurma terbesar di dunia. Bumi Israel sangat baik dan cocok untuk tumbuh suburnya pohon kurma. Jadi, sangatlah tidak tepat untuk mengatakan bahwa di Bethlehem tidak ada pohon kurma.

(2) QS 19:22 dan 25 memang mengisyaratkan bahwa Yesus lahir di Bethlehem pada saat musim panas, yaitu ketika musim berbuahnya pohon kurma. Jadi berbeda dengan pemahaman Kaum Kristiani yang menganggap bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember di waktu musim dingin. Tentunya ini bisa dijadikan bahan penelitian yang sangat menarik, terutama bagi para ahli sejarah. Barangkali, hal ini pulalah yang ingin dikatakan oleh Sdr Alif.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
9 Januari 2019 9:13 am
Balasan ke  Pradjanto, SH. MSi

~
Saudara Pradjanto,

1) Adalah janggal saudara menggunakan data saat ini bahwa Israel merupakan pemasok kurma terbesar di dunia. Apakah saudara memiliki bukti bahwa di Betlehem ada pohon kurma pada saat kelahiran Isa Al-Masih? Tertulis dimanakah itu dalam literatur sejarah dan Injil?

2) Untuk mengetahui ada atau tidaknya pohon kurma di Betlehem tidak perlu ahli sejarah melakukan penelitian. Saudara dapat membaca di literatur sejarah ataupun di Injil, benarkah pohon kurma ada pada saat kelahiran Isa Al-Masih? Itu sebabnya, kami telah mengajukan pertanyaan ini dan saudara tidak mampu menjawabnya. Benarkah di Betlehem ada pohon kurma? Adakah bukti bahwa Isa Al-Masih lahir pada musim kurma? Ataukah pernyataan Al-Quran tersebut merupakan bentuk Arabisasi? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
Nimrod is Laughing
4 Januari 2019 2:38 pm

~
Mungkin penulis blog ini perlu baca maklumat dari website ini dan jangan pernah mengatakan Islam membenarkan keilahian Nabi Isa. Penulis blog ini perlu banyak lagi membaca tentang sejarah agama.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
9 Januari 2019 9:20 am
Balasan ke  Nimrod is Laughing

~
Saudara Nimrod,

Kami berterima kasih untuk link yang diberikan. Kami telah membuka dan membaca artikel tersebut. Namun, kami memohon maaf terpaksa menghapus link tersebut karena kami tidak mengizinkan link situs lain dicantumkan di situs ini. Kiranya saudara dapat memahami hal ini.

Kami tidak pernah menyatakan bahwa Islam membenarkan keilahian Isa Al-Masih. Adakah pernyataan kami yang menyatakan bahwa Islam membenarkan keilahian Isa Al-Masih? Mohon ditunjukkan hal itu kepada kami. Walaupun ada pernyataan implisit yang menjelaskan mengenai keilahian Isa Al-Masih di Al-Quran. Silakan saudara melanjutkan diskusi mengenai keilahian Isa Al-Masih di link ini: https://tinyurl.com/y8w8qv3r. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
WS
8 Januari 2019 11:15 am

~
Selamat siang, salam sejahtera,

Berkaitan dengan Natal, tidak ada seorangpung yang tahu dengan pasti hari dan tanggal kelahiran Yesus. Saya tidak meyakini bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember. Tanggal itu memang merupakan hari kelahiran dewa matahari orang Romawi yang diadopsi sebagai hari lahir Yesus.

Ada yang merayakan Natal pada awal bulan Januari. Orang Kristen tidak melihat tanggal, namun lebih kepada makna merayakan Natal karena merayakan Natal adalah bentuk pengakuan iman bahwa Yesus Kristus benar-benar lahir ke dalam dunia oleh Perawan Maria untuk menyelamatkan orang yang percaya kepada-Nya.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
9 Januari 2019 9:22 am
Balasan ke  WS

~
Saudara WS,

Memang benar bahwa tidak ada yang mengetahui secara pasti tanggal kelahiran Isa Al-Masih karena Injil tidak menyebutkan hal itu. Namun, apa yang penting dari peristiwa Natal telah diuraikan dalam Injil. Sesungguhnya kelahiran Isa Al-Masih telah memberikan jalan bagi manusia agar manusia diselamatkan dan masuk sorga. Terima kasih untuk komentar saudara.
~
Solihin

Balas
Rein Hard
10 Januari 2019 1:22 pm

~
Ketika saya melihat video salah satu ulama Muslim Indonesia di youtube yang melarang umat Muslim supaya tidak memberikan ucapan selamat natal kepada umat Kristen, saya heran kenapa. Padahal Quran sendiri mengatakan jelas bahwa Yesus Kristus atau Isa Al-Masih merupakan seorang yang suci bahkan Quran pun juga mengatakan bahwa Taurat dan Injil adalah panutan bagi setiap Muslim dan di situ semua tercatat tentang nubuat dan kelahiran Isa-Al Masih. Jadi bisa disimpulkan semua yang dikatakan umat Muslim bahwa mereka menyanjung dan mengimani nabi Isa adalah tidak benar dan sekedar ucapan belaka.

Untuk staff dan semuanya, Selamat Natal dan Tahun baru. Tuhan Yesus memberkati.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
10 Januari 2019 4:20 pm
Balasan ke  Rein Hard

~
Saudara Rein Hard,

Memang terasa janggal melarang sebuah umat menyampaikan ucapan selamat hari raya. Di samping tidak membawa kerukunan, hal itu tidak menghargai seorang yang dianggap nabi oleh Muslim. Kami berharap saudara-saudara di forum ini memikirkan hal ini lebih lanjut. Terima kasih untuk komentar saudara. Selamat Natal dan Tahun Baru bagi saudara dan keluarga.
~
Solihin

Balas
Salik
26 Januari 2019 4:27 pm

~
Kepunyaan Allah surga dan neraka. Gambaran kalian mungkin neraka itu api dan surga itu taman. Itu cuma angan-angan.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
28 Januari 2019 8:53 pm
Balasan ke  Salik

~
Saudara Salik,

Kami tidak memiliki pandangan bahwa neraka adalah api. Sebab Isa Al-Masih berfirman bahwa neraka bersifat gelap. Sehingga kegelapan itu menimbulkan ratap dan kertak gigi (Injil, Rasul Besar Matius 25:30). Tentu konsep neraka yang dimaksud amat berbeda. Jika saudara ingin mendiskusikan tentang neraka, silakan saudara klik ini: https://tinyurl.com/yapqc5vk. Sebab artikel di atas tidak membahas hal itu. Terima kasih.
~
Solihin

Balas
Iskandar
9 Desember 2019 6:02 pm

~
Menurut pendapat saya referensi yang paling tepat digunakan untuk menentukan tanggal kelahiran-Nya adalah dengan Alkitab itu sendiri, bukan referensi yang muncul 200 tahun kemudian apalagi 700 tahun kemudian

Balas
Paimin
14 Agustus 2020 2:57 pm

~
“Injil Allah menyaksikan, ‘Ia [Maria] akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus [Isa Al-Masih], karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka’ (Injil Rasul Besar Matius 1:21).”

Pertanyaan buat saudara adalah apakah anda termasuk umatnya Yesus? Jika “ya” apa buktinya? Bukankah umat Yesus adalah kaum/bangsa Israel?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
17 Agustus 2020 8:44 pm
Balasan ke  Paimin

~
Saudara Paimin,

Menarik sekali pertanyaan saudara. Isa Al-Masih tidak pernah membedakan bangsa atau kaum. Setiap orang yang percaya pada Isa Al-Masih adalah umat-Nya. Isa Al-Masih berfirman, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19). Artinya Isa Al-Masih menerima semua bangsa, bahkan memerintahkan menjadikan semua bangsa murid-Nya.

Itu sebabnya, natal merupakan berita baik bagi semua bangsa, bukan hanya bangsa Israel. Sebab kelahiran Isa Al-Masih memberikan harapan pada manusia agar manusia diselamatkan dari neraka. Bagaimana dengan Allah SWT? Apakah Allah SWT memberikan jaminan pasti masuk sorga pada saudara? Tertulis dimanakah dalam Al-Quran?
~
Solihin

Balas
Muhammad Hidayat
16 Desember 2023 6:45 pm

~
Terpenting apakah umat Kritiani mengakui Nabi Muhammad adalah nabi terakhir sebagaimana umat Muslim mengakui Isa Al-Masih (Yesus) sebagai nabinya juga?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
4 Januari 2024 5:09 pm
Balasan ke  Muhammad Hidayat

~
Saudara Muhammad Hidayat,

Kami sangat senang mengakui nabi Islam jika itu tertulis dalam kitab suci Injil. Tetapi kami tidak menemukan fakta tentang nabi Islam di dalam kitab suci Injil. Kami memohon maaf untuk hal ini.

Hal ini berbeda dengan Isa Al-Masih. Kitab suci Injil meriwayatkan kelahiran Isa Al-Masih sebagai salah satu peristiwa terbesar di jagad raya ini. Itu sebabnya, kelahiran Isa Al-Masih memberikan makna baru dalam hidup manusia karena Isa Al-Masih yang dapat menolong manusia diterima Allah.

Isa Al-Masih berfirman, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28). Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Solihin

Balas
Anton
23 Januari 2024 12:31 pm

~
Sadarlah Kristen. Natal adalah hari kelahiran Yesus yang karena Yesus lahir, menjadi bukti sesuai akal bahwa Yesus bukanlah Allah/Tuhan dan Ia tidak dapat menyelamatkan manusia.

Yesus hanyalah ”jalan kebenaran dan hidup” utusan/Kalimat Allah SWT yang diutus/diturunkan hanya untuk umat Yahudi (Alkitab). Yesus menjadi satu dengan Bapa (Alkitab) adalah dalam pengertian satu misi sebagai utusan/Kalimat Allah SWT.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
24 Januari 2024 5:51 pm
Balasan ke  Anton

~
Saudara Anton,

Kami menghargai apa yang menjadi pemikiran dan keyakinan saudara. Kelahiran Isa Al-Masih ke dunia ini sebagai bukti kasih Allah yang amat besar bagi manusia.

Isa Al-Masih adalah Kalimatullah yang nuzul ke dunia dalam bentuk manusia. Kedatangan-Nya adalah untuk menyatakan kebenaran, agar manusia yang percaya pada Isa Al-Masih dapat diselamatkan. Injil, rasul Besar Matius 1:21 mwngatakan “Ia [Maryam] akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus [Isa Al-Masih], karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Sejarah Kota Suci Mekkah Dan Maknanya Bagi Mukmin
  • Kematian Isa Dalam Al-Quran: Fakta Sejarah dan Maknanya
  • Makna Tujuan Perayaan Idul Adha Yang Sebenarnya
  • Sejarah dan Manfaat Batu Hitam Hajar Aswad Untuk…
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz