• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Solusi Membersihkan Hati Yang Kotor Bagi Manusia Yang Penuh Dosa

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Dosa > Solusi Membersihkan Hati Yang Kotor Bagi Manusia Yang Penuh Dosa
31 Juli 2024 | 68 Komentar

Saya pernah bertengkar hebat dengan saudara saya. Setelah itu saya merasa gelisah saat berdoa dan berpuasa.

Saya sangat takut ibadah saya tidak diterima Allah. Saya merasa jauh dari Allah. Tentu hal ini karena hati saya yang kotor.

Umat Muslim diajar untuk sholat lima waktu sehari. Juga ada waktu-waktu khusus berpuasa. Namun kita penuh dosa. Sering kita menghadap Allah dengan dosa dalam hati.

Bagaimana cara membersihkan hati yang kotor? Saya ingin memiliki hati yang bersih. Tujuannya agar Allah mau menerima ibadah saya.

Mari simak solusi untuk hal ini.

Allah Melihat Hati Manusia

Kita tentu mengerti bahwa manusia tidak mungkin mendustai Allah! Ia Maha Melihat. Ia sangat berkuasa.

Allah pasti mampu melihat hati manusia. Semua penampilan luar kita mungkin bisa menipu manusia lainnya. Namun tidak mungkin luput dari perhatian-Nya.

“. . . dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)” (Qs 5:7).

Jika demikian Allah pasti mengetahui hati kita secara jelas. Ia melihat semua dosa dan kesalahan tanpa terkecuali.

Termasuk saat kita beribadah kepadanya. Bisa saja kita sholat dan beramal namun tetap dengan hati yang kotor.

Pemikiran ini menakutkan bagi saya. Karena saya sadar selama hidup telah melakukan banyak kesalahan.

Banyak Kekotoran Hati Manusia

Memang kita manusia penuh kelemahan. Bisa saja kita berbohong kepada teman. Kita juga bisa terpancing emosi dan marah. Atau pada situasi lain kita bergosip tentang orang lain.

Banyak kesalahan kecil maupun besar yang kita lakukan setiap hari. Kadang kita khilaf dan baru menyesal di kemudian hari.

Terlebih lagi tanpa sadar kadang ada dosa yang kita anggap “kecil.” Namun rupanya ada hukuman berat menantinya.

Contohnya ada dalil mengatakan: “. . . syirik yang tersembunyi, yaitu seseorang mengerjakan shalat . . . dengan harapan agar ada seseorang yang memperhatikannya” (Sunan Ibnu Majah 4194).

Pada bagian lain dinyatakan bahwa tidak akan masuk surga jika ada sedikit saja kesombongan (Shahih Muslim 131).

Rupanya Allah sangat tidak menyukai hati yang kotor. Ia menyiapkan hukuman bagi setiap kesalahan. Terlebih lagi ibadah kita tidak akan Ia terima jika dengan kekotoran hati.

Karena itulah saya ingin mencari cara membersihkan hati yang kotor.

Manusia Tidak Mampu Membersihkan Hati yang Kotor

Masalahnya kita manusia sangat lemah. Tetap saja ada banyak kesalahan yang kita perbuat setiap harinya.

Memang benar, “semua anak cucu Adam (manusia) banyak salah . . .” (Jami’ At-Tirmidzi 2423). Sehingga hati kita pasti kotor.

Seumpama anak kecil diberi kertas putih dan pensil. Ia membuat banyak coretan di kertas itu. Banyak juga kesalahan huruf yang ia tulis.

Anak kecil itu berusaha membersihkan semua kesalahannya. Ia coba menghapusnya dengan penghapus pensil. Namun penghapusnya pun tidak sempurna. Justru makin banyak kekotoran dari bayangan bekas hapusannya.

Demikianlah kita manusia tidak bisa membersihkan hati kita sendiri. Kita bisa berusaha, tapi tidak pernah cukup. Malahan makin tersadar akan banyaknya dosa yang kita perbuat.

Hanya Allah Mampu Membersihkan Hati yang Kotor

Saya mulai tertarik saat membaca ayat dalam Kitab Zabur dan Taurat. Saya melihatnya secara tidak sengaja saat membuka sosial media.

“Tak seorang pun dapat menebus sesamanya, atau memberi tebusan kepada Allah baginya— karena harga tebusan nyawa orang sangatlah mahal, bayaran apa pun tidak akan pernah cukup” (Zabur 49: 8-9).

Ayat ini menggambarkan perasaan saya. Saya menyadari tidak mungkin manusia membersihkan hati yang kotor dan bisa diterima Allah.

Namun selanjutnya, ada kutipan ayat lain yang memberi jawabannya. “. . . demikianlah firman Allah. ‘Sekalipun dosa-dosamu seperti kain merah tua, semuanya akan menjadi putih seperti salju. Sekalipun merah seperti kesumba, semuanya akan menjadi putih seperti bulu domba” (Taurat, Yesaya 1:18).

Hal ini yang membuka pemikiran saya bahwa hanya Allah yang sanggup merubah hati manusia. Jika mobil rusak parah, maka kita sulit memperbaikinya sendiri. Kita perlu membawa ke bengkel agar teknisi berpengalaman bisa memperbaikinya.

Jika kita sakit parah, kita tidak mampu melakukan operasi pada diri sendiri. Kita perlu pertolongan dokter ahli.

Demikian juga dengan hati manusia. Kita tidak akan mampu membersihkan hati yang kotor. Hanya Sang Pencipta yang mampu membersihkannya.

Cara Allah Membersihkan Hati yang Kotor

Allah mengetahui kelemahan manusia. Kita tidak mampu hidup suci dengan usaha sendiri.

Karena itu Allah menjelma menjadi manusia. Tujuannya, pertama untuk mengajarkan kebenaran. Selanjutnya menolong membersihkan hati manusia sehingga akhirnya kita bisa mendapat surga.

Inilah pribadi Isa Al-Masih. Ia adalah perwujudan Ruh Allah dan Kalimatullah.

Dalam wujud manusia Isa mengajarkan kebenaran Allah. Selanjutnya Ia mati di kayu salib untuk menanggung hukuman bagi dosa manusia. Melalui-Nya hati kita menjadi bersih kembali.

“Isa Al-Masih telah menyerahkan diri-Nya demi kita untuk menebus kita dari segala kejahatan dan untuk menyucikan bagi diri-Nya suatu umat milik-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Injil, Titus 2:14)

Allah mampu membersihkan hati yang kotor. Kita bisa menerimanya dengan cara mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Mari Membersihkan Hati yang Kotor

Maukah Anda mendapatkan hati yang bersih? Allah telah menyediakan jalan pertolongan-Nya. Kita bisa mendapatkan ampunan dosa. Dan akhirnya pasti mendapatkan jaminan surga.

Mari mendapatkan hari yang bersih dengan cara mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Solusi Memiliki Hati Bersih
  2. Cara Muslim dan Nasrani Pasti Mendapatkan Cahaya Allah di Hati
  3. Al-Fatihah, Doa yang Membolak-Balikkan Hati, Bukan Allah?

Video:

  1. Kunci Muslim Mendapatkan Ketenangan Hati Dunia dan Akhirat

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana cara pasti membersihkan hati yang kotor menurut Anda?
  2. Jelaskan pandangan Anda, bagaimana Allah melihat ibadah manusia dengan hati yang kotor?
  3. Bagaimana pendapat Anda bahwa Allah yang menyediakan pertolongan melalui Isa untuk membersihkan hati yang kotor?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Dosa, Kepercayaan Orang Islam

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

68 Comments
Paling lama
Terbaru
al
25 April 2012 4:20 am

*
“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbu atan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbu atan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (Qs 11:114)

Shalat adalah tiang agama Islam dan sebaik-baik amalan keimanan. Sarana perlindungan bagi orang-orang yang ingin bertaubat, tempat berlindung bagi orang-orang yang takut. Cahaya shalat dapat membersihkan hati-hati manusia serta senantiasa akan menyinari wajah-wajah mereka.

“Apa pendapat kalian, jika di depan pintu salah seorang dari kalian ada sungai (mengalir); dia mandi darinya lima kali dalam sehari, apakah tersisa kotoran darinya?” Para sahabat menjawab: “Tidak akan tertinggal kotoran sedikitpun”. Beliau Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Demikianlah shalat lima waktu, Allâh Ta’ala menghapuskan dengannya kesalahan-kesal ahan”. (HR Bukhâri dan Muslim)

Balas
staff
25 April 2012 1:45 pm
Balasan ke  al

~
Hal membersihkan kotoran dari tubuh tidaklah sama dengan hal membersihkan kotoran atau kenajisan hati seseorang. Yang dapat membersihkan hati seseorang dari kenajisan hanyalah Allah. Sedangkan sholat, adalah ritual yang dilakukan untuk memohon rahmat dari Allah.

Bila seseorang yang datang menghadap Allah, dalam hatinya masih tersimpan dosa kenajisan, akankah Allah bersedia memberi rahmat-Nya bagi orang tersebut? Tentu tidak bukan! Sebab, Allah hanya mendengar doa yang disampaikan dengan hati yang bersih.

Sebab itu, memperhatikan kebersihan hati ketika menghadap Allah adalah lebih baik dari sekedar membersihkan bagian luar tubuh.
~
SO

Balas
Haydar Ali
25 April 2012 4:08 pm

*
Syariat tentang sholat mengedepankan hati yang bersih adalah yang utama, tapi menghadap Tuhan dengan tubuh yang kotor najis adalah sesuatu yang sangat dibenci Tuhan. Jangan menuntut Tuhan atas kemauan kita dengan merubah semua ketentuan yang “saklek” tapi dalam Islam kita dituntut selalu mengikuti kemuan Tuhan.

Balas
staff
28 April 2012 1:26 pm
Balasan ke  Haydar Ali

~
Saudara Haydar,

Menurut saudara manakah yang dibenci Allah, hati yang najis atau tubuh yang kotor? Bila tubuh yang kotor, kita dapat membersihkannya dengan mandi, pakai sabun, pakai parfum, lalu memakai baju yang bersih. Maka kotoran-kotoran dalam tubuh jasmani kita akan hilang.

Bagaimana dengan hati yang najis? Dengan apakah kita dapat membersihkannya? Hanya Isa Al-Masih yang dapat melakukannya. “… darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari segala dosa” (Injil, Surat 1 Yohanes 1:7).
~
SO

Balas
al
29 April 2012 3:48 am

*
Sebab itu, memperhatikan kebersihan hati ketika menghadap Allah adalah lebih baik dari sekedar membersihkan bagian luar tubuh.
~
SO[/quote]

Ketika menghadap Allah, kebersihan hati dan kebersihan tubuh/badan kedua-duanya harus bersih.

Saya yakin pasti staff Isa dan Islam pasti tak sholat! Jadi bagaimana anda bisa merasakan nikmatnya kesucian hati kalau anda sendiri tidak mencobanya?

Balas
staff
30 April 2012 3:52 am
Balasan ke  al

~
Saudara Al benar, kesucian tubuh dan badan memang perlu ketika kita menghadapa Allah. Tetapi terkadang umat beragama hanya memperhatikan kebersihan tubuh dan mengabaikan kebersihan hati.

Tentu kami tidak pernah melakukan sholat, karena sholat hanya dilakukan oleh orang Islam. Namun kami jelas mengerti bagaimana merasakan nikmatnya kesucian hati, sebab ketika kami datang menghadap Tuhan lewat doa atau beribadah di gereja, hal utama yang harus kami lakukan adalah membersihkan hati dari setiap dosa-dosa kenajisan.

Bagaimana mungkin Allah akan menerima setiap pujian dan penyembahan yang kita sampaikan, bila di hati kita masih tersimpan dendam, kebencian, iri hati, cemburu dan dosa kenajisan lainnya?

“Dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa napsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” (Injil, Rasul Markus 7:21-22).
~
SO

Balas
al
9 Mei 2012 2:34 am

*
Nah, kalau kalian datang menghadap Tuhan lewat doa atau beribadah di gereja untuk membersihkan hati dari setiap dosa-dosa kenajisan, begitupun umat Muslim membersihkan hati dengan cara sholat.

Lalu, kenapa kalian mempermasalahkannya? Kita punya cara masing-masing untuk mensucikan hati.

Balas
staff
11 Mei 2012 10:06 am
Balasan ke  al

~
Saudara Al,

Kami tidak mempermasalahkan saudara atau orang-orang Islam lainnya yang membersihkan hati dengan cara sholat. Begitu juga dengan orang Kristen yang beribadah untuk membersihkan hatinya.

Bacalah artikel di atas dengan seksama, di sana kami menyoroti bagaimana orang-orang yang hanya memperhatikan kebersihan tubuh bagian luarnya saja, dan mengabaikan kebersihan hatinya dari dosa-dosa kenajisan. Inilah topik dari pembahasan pada artikel di atas.

Terkadang, orang-orang beragama hanya membersihkan hal-hal yang kelihatan. Mereka mengabaikan dosa-dosa kenajisan yang tersembunyi, sebab menurut mereka selama orang lain tidak melihat, tidak menjadi masalah. Mereka lupa bahwa Allah Maha melihat termasuk dosa sekecil apapun.

Jadi, menurut kami, saat kita hendak datang menghadap Allah dalam doa/ibadah/sholat, membersihkan hati dari noda-noda kenajisan adalah jauh lebih penting daripada membersihkan tubuh jasmani.
~
SO

Balas
al
15 Mei 2012 5:00 am

*
Terimakasih bila kalian tidak mempermasalahkannya, hanya saja ada tertulis di artikel diatas “Dosa tidak dapat diatasi hanya dengan bersembahyang” Justru bagi kami dengan cara melakukan sholat lah yang dapat mengatasi dosa.

Semoga kita saling memahami perbedaan ini.

Balas
staff
21 Mei 2012 3:28 am
Balasan ke  al

~
Terimakasih kembali saudara Al,

Ada satu pertanyaan dari kami, menurut saudara apakah “sholat” dapat menjamin dosa seseorang dapat diatasi/diampuni?
~
SO

Balas
paul
15 Mei 2012 12:31 pm

*
Topik yang disodorkan diatas selayaknya tidak perlu dijadikan bahan diskusi karena pertanyaan dan jawaban jadinya tidak pernah bisa klop.

Dalam Islam diwajibkan untuk wudhu, disitulah makna untuk pembersihan hati dan pikiran dari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa.

Untuk kepesta atau menghadap pejabat negara saja kita harus berpakaian bersih, rapi malah sampai harus berpakaian resmi, apalagi untuk menghadap Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Dalam shalat itulah, tanpa setiap Muslim secara personal, tanpa perantara, berhadapan langsung dengan Allah. Adapaun diterima atau tidaknya shalat seseorang, hanya Allah yang tahu. Begitu pula dengan hati dan pikiran seseorang, hanya Allah juga yang tahu.

Apa semua orang yang rajin beribadah setiap minggu di gereja mempunyai hati dan pikiran yang bersih?

Terimakasih.

Balas
staff
21 Mei 2012 3:27 am
Balasan ke  paul

~
Saudara Paul,

Terimakasih untuk komentar saudara. Menurut kami topik di atas sangat menarik untuk didiskusikan. Sebab tidak sedikit umat beragama hanya memperhatikan hal-hal yang kelihatan oleh mata dan mengabaikan hal-hal yang tak terlihat.

Seseorang yang ingin menghadap Sang Pencipta cendrung lebih menyibukan diri memperhatikan kebersihan tubuhnya. Mereka lupa memeriksa kebersihan hatinya dari dosa-dosa yang menajiskan, sebab dosa tersebut tidak kelihatan.

Memang tidak ada salahnya kita mempersiapkan diri dengan menggunakan pakaian yang khusus saat menghadap Tuhan. Tapi menurut kami pakaian adalah hal sekunder, sedangkan yang primer adalah kebersihan hati.

Saudara bertanya tentang kebersihan hati orang-orang yang ke gereja. Seseorang yang benar-benar telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih, mereka diwajibkan untuk hidup kudus. Sesuai dengan firman Allah dalam kitab suci, “Tuhan akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya” (Taurat, Kitab Ulangan 28:9).
~
SO

Balas
al
22 Mei 2012 5:06 am

*
[quote name=”Staff Isa dan Islam”]~
Terimakasih kembali saudara Al,

Ada satu pertanyaan dari kami, menurut saudara apakah “sholat” dapat menjamin dosa seseorang dapat diatasi/diampuni?
~
SO[/quote]
Sudah pasti!

“Shalat lima waktu dan Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar” (HR Muslim)

Balas
staff
23 Mei 2012 9:17 am
Balasan ke  al

~
Saudara Al,

Kalimat yang saudara cantumkan di atas adalah kutipan dari sebuah hadits. Hadits memang buku kedua bagi umat Islam setelah Al-Quran. Namun kita juga harus ingat, bahwa hadits adalah hasil tulisan manusia, buah pikiran manusia.

Menurut saudara, adakah manusia yang layak untuk memberi jaminan dosa seseorang diampuni? Bukankah hanya Allah saja yang berhak mengampuni dosa seseorang?

Bila memang sholat dapat menghapus dosa seseorang, lalu mengapa Allah dalam Al-Quran mengucapkan perkataan ini: “Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71)?
~
SO

Balas
askar
25 Juni 2012 3:06 am

*
Salat atau sembahyang bagi Muslim salah satu cara beribadah yang dapat dilakukan dimana saja selain di Masjid. Salat tidak sama dengan berdoa tapi cara berkomunikasi langsung antara Muslim dengan Allah.

Apa di Kristen ada juga sembahyang (yang tentu berbeda dengan Salat ), karena setahu saya kalau umat Kristen ke Gereja itu namanya beribadah, bukan sembahyang.

Apa Staf IDI tahu tentang cara beribadah umat Yahudi? Setahu saya agama Yahudi yang telah ada sejak 3 ribu tahun sebelum masehi itu, cara beribadahnya punya ritual yang mirip Salat dan diwajibkan 3 s/ 5 kali sehari.

Terimakasih.

Balas
staff
27 Juni 2012 7:56 am
Balasan ke  askar

~
Saudara Askar,

Dapatkah saudara Askah menjelaskan perbedaan doa dan sholat? Dan manakah diantara keduanya yang merupakan cara komunikasi langsung dengan Allah?

Menurut kami doa dan sembahyang adalah dua kata yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama. Yaitu datang kepada Tuhan untuk memuji, menyembah, menyampaikan ucapan syukur dan permohonan-permohonan kita kepada-Nya.

Sedangkan ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Seperti puasa, bersedekah dll.

Orang Kristen yang pergi ke gereja tujuannya beribadah. Tetapi di gereja mereka juga berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan bersama dengan jemaat lain. Berapa kali orang Kristen harus berdoa dalam sehari? Kitab suci tidak memberi batasan untuk itu, tetapi dikatakan “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Injil, Surat Kolose 4:2).

Untuk lebih jelasnya, silakan saudara mengemail staf kami di: [email protected], karena di forum ini sangat terbatas sekali.
~
SO

Balas
askar
28 Juni 2012 4:17 pm

*
Terimakasih atas tanggapan staf IDI.

Sepengetahuan saya, salat itu cara berkomunikasi langsung dengan Allah, dimana tiap bacaan surah yang wajib dibacakan, memperoleh jawaban dari Allah pada saat itu juga.

Sedangkan doa, dibaca sesudah salat yang biasa dilakukan dengan menengadahkan kedua tangan,tapi belum tentu terjawab langsung oleh Allah.

Apa benar kalau orang Kristen ke Gereja menyembah Tuhan? Karena kata menyembah itu kan seharusnya dilakukan dengan cara bersujud seperti yang dilakukan oleh umat Islam dan bahkan Yahudi pun demikian.

Bagi orang Kristen, apa ibadah yang dilakukan seminggu sekali di Gereja, berbeda dengan yang bisa dilakukan sendirian di rumah.

Salam.

Balas
staff
4 Juli 2012 9:59 am
Balasan ke  askar

~
Saudara Askar,

Terimakasih juga untuk penjelasan saudara.

Kalau tidak salah, setiap kali salat umat Islam selalu membaca surah yang sama. Surat Al-Fatihah misalnya. Pada ayat 6 surah ini dikatakan “tunjukilah kami jalan yang lurus”.

Mengacu pada pernyataan saudara di atas, bahwa salat langsung mendapat jawaban dari Allah saat itu juga, bila memang benar, lalu mengapa umat Muslim setiap kali salat masih harus bertanya pada Allah “tunjukilah kami jalan yang lurus”?

Tentang doa, kami percaya bila doa tersebut disampaikan dengan benar, dengan hati tulus, tentu Allah akan menjawab. “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Injil, Surat Yakobus 5:16).

Saudara benar, orang Kristen tujuannya ke gereja adalah untuk menyembah Tuhan. Bukan untuk tujuan lain. Menyembah Tuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tidak hanya terpokus dengan sujud saja. Sebagaimana firman Allah mengatakan, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:24).

Yang diperlukan ketika menyembah Allah bukanlah bagaimana posisi kita ketika menyembah Dia, tetapi yang terutama adalah bagaimana sikap hati kita ketika menyembah-Nya.

Selain beribadah secara berjemaah di gereja, orang Kristen juga diperintahkan untuk melakukan ibadah pribadi di rumah setiap hari. Berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, membaca dan merenungkan firman Allah, berpuasa, dan membantu orang tidak mampu.

Saudara Askar, bila saudara bersedia, saudara dapat diskusi langsung dengan staf kami. Saudara dapat menghubungi mereka lewat email: masukan@idionline.
~
SO

Balas
hend
16 November 2012 4:57 am

*
Orang yang bersih hatinya pasti mau melakukan sholat. Dalam laut dapat diukur dalam hati siapa yang tahu?

Jangan mempengaruhi umat Islam, ini jelas situs Kristen.

Balas
staff
19 November 2012 7:12 am
Balasan ke  hend

~
Saudara Hend,

Kami setuju dengan komentar saudara, sedalam apa pun laut, pasti dapat diukur. Tetap tidak satu pun manusia yang mengetahui isi hati seseorang. Hanya Allah yang mengetahui isi hati manusia.

Saudara Hend, jelas tidak ada gunaya bagi kami untuk mempengaruhi saudara atau umat Islam lainnya. Lewat situs ini kami hanya ingin berbagi kebenaran firman Allah dalam Injil yang menurut Al-Quran di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya bagi orang-orang bertakwa.

“Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa”
(Qs 5:46).

Selain itu, kami juga ingin berbagi informasi tentang Pribadi Isa Al-Masih, yang menurut sebuah hadist mengatakan bahwa Dia adalah Hakim yang akan menghakimi seluruh manusia pada akhir zaman nanti.

“Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa Anak Maryam akan turun ditengah-tengah kamu, Dia akan menjadi Hakim yang adil” (HSM 127, HSB 1090).
~
SO

Balas
sahrul
12 Januari 2013 10:28 am

*
Shalat Jumat bisakah menghapus semua dosa?

Balas
staff
21 Januari 2013 6:03 am
Balasan ke  sahrul

~
Saudara Sahrul,

Menurut kami hanya Allah yang dapat menghapus dosa manusia. Kebaikan, amal dan ibadah seseorang tidak dapat menghapus dosa. Termasuk shalat Jumat.

Itulah sebabnya dikatakan bahwa keselamatan adalah anugerah dari Allah, bukan hasil usaha manusia.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Injil, Surat Efesus 2:8-9).
~
SO

Balas
Mustamar Sutan
27 Maret 2013 2:15 pm

*
Saya sepakat bahwa dosa semua perbuatan manusia (Jasmani dan Rohani) yang melanggar aturan Tuhan. Dalam Islam aturan itu semuanya terdapat di dalam Al-Quran sedang pelaksanaan teknis diatur oleh Nabi Muhammad.

Tetapi saya berbeda dengan staf IDI bahwa yang membebaskan dari belenggu dosa manusia adalah Yesus, sebab kalau hanya Yesus membebaskan maka usaha manusia beribadat percuma.

Dalam Islam beribadat bukan hanya sahadat, sholat, puasa, berzakat dan naik haji kalau mampu, tetapi melaksanakan seluruh perintah Allah dan Rasulnya dan meninggalkan larangan Allah dan Rasulnya. Dalam semua pelaksanaan kehidupan manusia ada dosa kalau dilaksanakan bukan karena Allah, dan ada pahala kalau dilaksanakan karena Allah.

Maka dalam Islam meyakini adanya pengadilan serta timbangan (mizan) dosa dan pahala siapa yang banyak dosanya yang masuk neraka, tapi dosa syirik (memadu Tuhan dengan makluk-Nya) itulah yang kekal dalam neraka.

Balas
staff
8 April 2013 2:22 pm
Balasan ke  Mustamar Sutan

~
Saudara Sutan,

Faktanya nabi saudara sendiri tidak tahu keadaanya kelak di sorga atau neraka. Mari kita lihat dalam Qs 46:9. “Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”

Demikian pula hadis mengatakan amal ibadah Muslim tidak menjadi jaminan sorga. Bersumber dari Jabir, beliau berkata: “Aku mendengar nabi saw bersabda “ Tak seorangpung diantara kalian dimasukan oleh amalnya ke dalam sorga dan tidak pula diselamatkan dari neraka begitu pula aku, kecuali dengan rahmat Allah” (Hadis Sohih Muslim KH. Adib Basri Mustafa Hal. 819 No 77).

Jadi nabi saudara sendiri tidak mengetahui keadaannya kelak dan amal Muslim tidak pula menjadikan Muslim masuk sorga. Tapi saudara bicara tentang timbangan amal. Tahukah saudara berapa berat tinbangan amal yang saudara butuhkan untuk menjamin saudara selamat?
~
NN

Balas
staff
5 April 2013 3:06 am

~
Saudara Hakkuallah,

Maaf komentar saudara kami hapus. Saran kami, silakan memberikan komentar yang singkat dan tulisan yang jelas, agar mempermudah kami dan juga orang lain yang membacanya untuk mengerti. Silakan memberikan komentar yang hanya menyoroti topik artikel di atas saja, tidak perlu melebar ke hal-hal lain.

Demikian, kiranya saudara maklum!
~
SO

Balas
answer
7 Juli 2013 3:27 am

*
Saya sangat salut dengan Muhammad yang telah melakukan negosiasi dengan Allah. Yang seharusnya sholat 50x menjadi 5x saja sehari. Sungguh hebat sekali. Terlihat Allah ini sungguh tidak konsisten berfirman, sehingga bisa dilakukan tawar-menawar. Dan lagi terlihat Allah ini haus akan disembah, sampai akhirnya Allah mengalah kepada seorang manusia karena negosiasi. Sungguh memukai sekali.

Balas
Lucu
18 September 2013 9:23 am

*
Masyallah orang yang di atas saya sedang mengolok-olok Tuhan dengan mengatakan Tuhan butuh di sembah, Tuhan mewajibkan lima kali sehari solat karena itu rasa cinta Tuhan kepada hambanya bukan untuk menjerumuskannya, bahkan hamba yang taat dan merindukan Allah akan menambah jumlah solatnya karena lima kali sehari itu belum bagi dia untuk terus mengingat Allah.

Ingat Tuhan itu bisa melakukan apa saja bung sama hal nya dengan kelahiran Yesus tuhan bisa membuat 1000 Yesus bahkan 1000 atau lebih orang tanpa ibu dan bapak dan dalam pengampunan Tuhan berhak memilih orang yang dia kehendaki untuk surgaNya. Kita solat lima kali sehari tentulah hanya untuk mendekatkan diri kepada-Nya diterima atau enggak itu terserah Allah, tapi yang harus orang yang dekat dengan Tuhan pastilah akan diberi yang baik-baik di sisinya.

Balas
staff
1 Oktober 2013 12:15 pm
Balasan ke  Lucu

~
Saudara Lucu,

Ibadah yang diterima Allah adalah yang digerakan oleh hati yang suci. Karena hati adalah pusat segala sesuatu yang berlangsung dalam diri manusia. Persoalannya tidak ada hati manusia berdosa yang suci. Solat lima waktu tidak akan pernah menyucikan hati. Terbukti yang terjadi di antara kehidupan umat yang menjalankannya.

Yang dapat menyucikan hati adalah Tuhan. Isa Al-Masih, datang ke dunia untuk melepaskan manusia dari ikatan belenggu dosa. Termasuk dosa dan kenajisan dalam hati. Sehingga, seseorang yang telah menerima karunia keselamatan dari-Nya dapat terhindar dari kenajisan hati.
~
NN

Balas
answer
2 Oktober 2013 3:45 pm

*
To: Sdr Lucu.

Saya ingin mengajak anda dan Muslim lainnya untuk berpikir kritis. Dulu sebelum solat 5kali adalah diperintahkannya solat sebanyak 50kali, dan nabi saudara telah negosiasi dengan Allah dan dapat diskon menjadi 5kali solat.

Yang perlu anda dan umat Muslim kritisi adalah:

1. Apakah jika Allah sudah menetapkan firman-Nya, maka firman itu tidak stabil sehingga perlu direvisi?

2. Seandainya nabi saudara tidak menawar kepada Allah dan tetap solat sebanyak 50kali, apakah sesembahan saudara tidak haus disembah, tanpa tahu bagaimana cara ibadah saudara anda diterima apa tidak?

3. Dan waktu peristiwa Isra Mi’raj tidak ada saksi yang melihat, bagaimana mungkin umat Muslim percaya saja peristiwa itu?

Balas
katolik sejati
16 Oktober 2013 5:27 am

*
Haydar Ali,

Saya mau tanya ke kamu. Bagaimana tanggapanmu jika Muslim yang melakukan sholat tapi dia tidak “menyucikan” jasmaninya tapi dia dengan sungguh-sungguh memohon rahmat Allah. Dia sungguh-sungguh mengakui dosa dan kesalahannya di hadapan Allah. Apakah sholat orang tersebut sah atau tidak?

Jawab dan jelaskan jawaban mu itu. Isa Al-Masih memberkatimu dan keluargamu selalu.

Balas
wahyu BS
16 Mei 2014 11:37 am

~
Bismillahirrahmanirrahim,

Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sholat harus ikhlas karena Allah semata, bukan karena riya, bukan terpaksa. Dan sholat itu ada adabnya, tentunya harus suci pakaian, jasmani, tempat, masuk waktu sholat kalau sholat wajib. Dan masalah yang tersimpan di hati itu Allah Maha Mengetahui, hatinya sedang mengingat Allah atau mengingat yang lain.

Maka dari itu sholat yang khusuk itu sangat berat tantangannya. Mau iman setinggi apapun dan sebanyak apapun ibadah semua adalah hak prerogatif Allah yang akan memutuskan menerima dan membalasnya dengan rahmat dan pahala. Staf IDI selalu masalah hati yang ditekankan, kalau kami semuanya harus sesuai dengan tuntunan nabi kami Muhammad. Otomatis hati juga harus sesuai dengan keadaan.

Balas
staff
29 Juni 2014 10:12 pm
Balasan ke  wahyu BS

~
Saudara Wahyu,

Isa Al-Masih bersabda, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Injil, Rasul Besar Matius 15:19). Jelas, dosa berakar dari hati. Badan seseorang dapat saja beribadah, tetapi siapakah yang dapat mengetahui hati manusia? Ini perlu menjadi bahan perenungan kita.

Tentu manusia tidak dapat menjamin atau menjaga hati dengan benar, karena itu sangat sulit bagi manusia dapat memasuki sorga-Nya, bukan? Nah, Isa Al-Masih menyelesaikan persoalan ini dengan datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia supaya “setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Pertanyaannya, maukah saudara memiliki hati yang benar dan diselamatkan? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
injil asli
27 Juni 2014 8:41 am

~
Mohon penjelasannya apa yang dimaksud dengan hanya beriman kepada Yesus dengan sepenuh hati yang dapat menyelamatkan. Sebab logikanya, hal apapun yang dilakukan dengan sepenuh hati tentulah memberikan manfaat yang baik. Termasuk beriman kepada Allah dengan sepenuh hati, dijamin masuk sorga. Lantas apa kelebihannya dengan agama anda yang menjamin masuk sorga hanya dengan beriman sepenuh hati?

Iman saja tidak cukup, harus diikuti dengan perbuatan dan kepatuhan. Agama kalian tidak paruh kepada hukum dan perintah Tuhan. Bagaimana kalian bisa diampuni dan masuk sorga?

Balas
staff
29 Juni 2014 10:20 pm
Balasan ke  injil asli

~
Saudara Injil Asli,

Setiap manusia yang berdosa sangat sulit dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Sebab Al-Quran sendiri mencatat, “…barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (Qs 2:81). Dengan kata lain, manusia memerlukan pertolongan dari Allah.

Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Dia datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Karena itu, keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih bersifat rahmat, bukan karena perbuatan baik dan amal kita. Oleh sebab itu, kita menaruh iman atau percaya kepada Isa Al-Masih. Tetapi apakah kita tidak melakukan perbuatan baik?

Jelas, Isa Al-Masih mengajarkan untuk mengasihi Allah dan mengasihi manusia (Injil, Rasul Markus 12:30-31). Setiap pengikut Isa Al-Masih diingatkan untuk berbuat demikian. Tetapi bukan untuk memperoleh keselamatan, tetapi sebagai ucapan syukur atas keselamatan yang diberikan Isa Al-Masih. Kiranya ini dapat membantu saudara. Bagaimana dengan saudara? Maukah menerima rahmat dari Isa Al-Masih?
~
Solihin

Balas
yusuf
3 September 2014 6:24 am

~
Shalat adalah memahkotakan/membukukan Al-Quran ke dalam hati. Yaitu dimulai dari wudhu sebagai kunci pembuka shalat. Air pada wudhu berkedudukan sebagai perumpamaan. Air dapat membersihkan ke kotoran-kotoran yang bersifat jasmani, tetapi di setiap membasuh bagian anggota tubuh terdapat sebuah doa.

Contoh: Ketika membasuh kepala. “Ya Allah, seperti air ini membersihkan ke kotoran-kotoran dari kepalaku, maka dengan Al-Quran yang engkau wahyukan jadikanlah kepalaku ini tidak berpikir yang Engkau larang.”

Kesimpulannya: Selain membersihkan jasmani, wudhu berfungsi sebagai pembersih rohani melalui doa (Al-Quran). Bagaimana tanggapan anda?

Balas
staff
8 September 2014 9:25 am
Balasan ke  yusuf

~
Saudara Yusuf,

Terimakasih untuk penjelasan saudara. Tentu kami menghargai hal itu. Tetapi pertanyaannya adalah apakah air dapat membersihkan seseorang dari dosa? Mungkinkah hal itu saudara? Bila itu yang terjadi, maka sudah tentu seluruh manusia tidak berdosa lagi karena mandi setiap hari, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Wudhu Adalah Membersihkan Diri! Dapatkah Membersihkan Dosa?
  • Kabar Baik! Mukmin Dapat Membersihkan Diri dari Dosa!
  • Apakah Tanda Dicintai Allah bagi Mukmin yang Penuh…
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?
  • Cara Mukmin Pasti Mendapat Ketenangan Hati Sejati!

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz