• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Azab Allah Itu Pasti, Ini Cara Supaya Tidak Takut Mati

Isa Dan Islam > Artikel > Kesaksian > Takut Mati > Azab Allah Itu Pasti, Ini Cara Supaya Tidak Takut Mati
13 November 2024 | 51 Komentar

Dari kecil saya belajar agama dan berusaha menjalankan perintah-Nya. Namun saya sangat takut akan kematian dan azab Allah di akhirat nanti.

Saya dibesarkan dari keluarga yang taat menjalankan ibadah. Orang tua mengajarkan saya sholat lima waktu dan puasa. Hal ini bahkan dimulai sejak saya masih kanak-kanak.

Namun sejujurnya saya tidak pernah merasakan ketenangan. Saya menyadari saya penuh dosa dan akan menerima hukuman Allah. Saya mencari jalan supaya tidak takut mati.

Bagaimana akhirnya saya mendapatkan hidayah? Mari ikuti kisah saya menemukan solusi supaya tidak takut mati lagi.

Kematian yang Sangat Menakutkan

Saat masih muda, saya tidak peduli dengan kematian. Saya merasa hidup cukup baik. Juga merasa bangga dengan ibadah dan agama saya.

Sampai ada satu kejadian yaitu saat teman dekat saya meninggal. Ada rasa takut yang sangat besar menghinggapi saya. Terutama ketika saya melihat jasadnya turun ke liang lahat.

Setelah pemakaman itu, ada berbagai pertanyaan muncul dalam hati. “Bagaimana nasibmu saat meninggal?” “Apa saja hukuman Allah yang akan kamu terima?”

Tiap selesai sholat saya selalu memohon kepada Allah agar Ia menjauhkan saya dari api neraka. Saya sangat menyadari bahwa saya banyak dosa.

Semenjak saat itu saya lebih lagi rajin beribadah. Saya bahkan berusaha memperdalam pemahaman agama saya.

Kepastian Azab dan Neraka Bagi Mukmin

Namun saya tetap belum menemukan cara supaya tidak takut mati. Malahan saya menjadi lebih takut.

Hal ini karena banyak ayat tentang azab dan neraka. Contohnya setiap perbuatan kita pasti akan ada hukumannya.

“Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya . . . Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya” (Qs 40:17).

Dosa ini membuat sulit untuk manusia masuk surga. Karena jelas Allah adalah Maha Suci.

Bahkan hal kecil saja bisa menghalangi kita masuk surga. Contohnya kesombongan kecil membuat kita masuk neraka.

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dari kesombongan” (Hadits Muslim No.133). Karena itulah Al-Quran menyatakan semua manusia akan masuk neraka (Qs 19:71).

Neraka Tempat yang Penuh Siksaan

Ada teman yang mengerti kegelisahan saya. Ia melihat betapa mustahilnya manusia menghindari neraka.

Ia pernah bercanda dengan saya. Dengan nada jenaka, ia berkata: “Saya tahu solusi supaya tidak takut mati. Caranya adalah kita berusaha hidup lebih lama!”

Tentu saja ini hanya guyonan. Namun kita mengerti bahwa kita tidak bisa menghindari kematian. Neraka serta hukuman Allah adalah hal yang menanti kita setelahnya.

Agama menyatakan ada hukuman sangat mengerikan dalam neraka. Tertulis jelas dalam berbagai ayat Al-Quran.

Contohnya: “. . . disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit. Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi . . . setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab” (Qs 22:20-21 dan 4:56).

Semua hal ini membuat saya sangat takut. Saya tidak menemukan cara untuk menghindari hukuman Allah.

Bagaimana dengan Sholawat Nabi Islam?

Dalam pencarian saya akan solusi supaya tidak takut mati, saya menemukan hal menarik. Bahkan sang Nabi Islam memerlukan syafaat umatnya.

Ia menyatakan bahwa Allah dan malaikat sholawat untuknya (Qs. 33:56). Karena itu semua umatnya perlu melakukan sholawat.

Bahkan ada ancaman keras bagi yang tidak melakukannya. “Barangsiapa lupa bershalawat kepadaku, maka ia akan keliru menempuh jalan ke surga” (Sunan Ibnu Majah 898).

Hal ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan dalam hati saya. Jika sang Nabi Islam memerlukan sholawat, bagaimana dengan saya dan seluruh nasib umatnya?

Semua hal ini membuat saya mencari berbagai cara lain supaya tidak takut mati. Saya membuka diri belajar dan bertanya kepada beberapa teman.

Mencari Solusi Supaya Tidak Takut Mati

Saya memiliki teman yang pengikut Isa Al-Masih. Suatu hari, kami berdiskusi mengenai kematian dan akhirat.

Teman saya menjawab dengan sangat yakin bahwa ia telah menemukan jalan yang benar. Ia yakin nantinya bisa masuk surga. Kemudian ia menceritakan berbagai hal yang ia yakini.

Semua yang ia ceritakan sangat aneh bagi saya. Banyak yang tidak saya mengerti. Saya masih memiliki banyak pertanyaan seputar Isa Al-Masih dan kepercayaan teman saya.

Mimpi yang Menyentuh Hati

Sampai satu kali saya mendapatkan pengalaman rohani. Suatu malam saya mendapat mimpi bertemu malaikat.

Malaikat itu datang dan menyapa saya. Ia kemudian berkata: “Isa Al-Masih mengasihimu dan Ia mau menyelamatkanmu!” Setelah itu saya langsung terbangun.

Saat itu saya masih keras hati. Saya berpikir, jika Dia peduli mengapa Ia tidak datang langsung kepada saya?

Dua hari kemudian, berturut-turut saya mendapat mimpi lagi. Malam pertama saya melihat Isa Al-Masih, walau masih samar-samar. Namun malam kedua saya melihat-Nya dengan sangat jelas.

Dalam mimpi itu, Isa mengarahkan tangan-Nya kepada saya. Ia seperti orang tua yang ingin menggendong dan membimbing anak-Nya.

Saya merasakan kedamaian yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Seperti ada keyakinan akan kasih Allah untuk manusia. Hal ini sangat menenangkan hati. Sejak saat itulah saya ingin tahu mengenai Isa lebih dalam.

Mendapatkan Jalan Selamat Allah

Akhirnya saya membuka hati dan menemukan jalan selamat Allah. Ia memberikannya melalui Isa Al-Masih.

“Akan tetapi, Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita karena Al-Masih telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Maka, lebih-lebih lagi sekarang . . . Ia akan menyelamatkan kita dari murka Allah” (Injil, Surat Rum 5:8-9).

Rupanya Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Ia datang membawa kebenaran.

Isa kemudian mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa manusia. Kemudian Isa bangkit menyatakan kemenangan Allah atas dosa dan kematian.

Bahkan bukan hanya ini saja. Rupanya malahan Isa yang bersholawat untuk keselamatan umat-Nya.

“. . . jikalau saudara jatuh ke dalam dosa, ada yang akan membela [sholawat] saudara di hadapan Bapa [Allah)]. Nama-Nya ialah Yesus Kristus [Isa Al-Masih] . . . Dialah yang menanggung hukuman Allah karena dosa kita, dan membawa kita kepada persekutuan dengan Allah” (Injil, Surat 1 Yohanes 2:1-2 FAYH).

Tidak Lagi Takut akan Kematian dan Neraka

Hal inilah yang membawa perubahan dalam hidup saya. Membuat saya tidak lagi takut akan kematian.

Karena melalui Isa kita bisa mendapatkan ampunan dosa. Melalui-Nya juga kita mendapatkan kepastian surga. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

“. . . [Isa Al-Masih] memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa sampai selama-lamanya . . .” (Injil, Yahya 10:28).

Saya pernah mendengar sebuah ungkapan bahwa keselamatan adalah fondasi agama. Tanpa kepastiannya, sia-sialah semua ibadah kita.

Saya mendapatkan kepastian selamat. Saya tidak lagi takut kematian. Maukah Anda juga mendapatkannya? Mari mengimani Isa Al-Masih.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Benarkah Menurut Al-Quran Semua Umat Islam Masuk Neraka?
  2. Konsep Penebusan Dosa Kristen Tidak Masuk Akal! Ini Jalan Yang Benar
  3. Mustahil Menutupi Dosa! Allah Maha Mengetahui Dan Maha Melihat

Video:

  1. Kisah “Jamiah” Mencari Jalan Kepastian ke Surga

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara bagaimana cara agar manusia bisa terhindar dari hukuman Allah dan masuk surga?
  2. Bagaimana pendapat Saudara mengenai dalil Al-Quran dan Hadist bahwa manusia pasti masuk neraka dan mendapat hukuman?
  3. Bagaimana pendapat Saudara bahwa Allah menyediakan pertolongan jalan selamat bagi manusia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Kesaksian, Takut Mati

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

51 Comments
Paling lama
Terbaru
gadaffi
11 Agustus 2010 6:58 pm

*
Hanya Isa Al-Masih yang membawa syafaat. Tidak nabi lain karena ia dijadikan dari cahaya zub Allah hurobbi yang diutuskan melalui Jibril a.s. Ialah yang dikata didalam Surah an-Nas ia yaitu Tuhan manusia.

Al-Quran mempunyai mukjizat oleh itu pengamalnya mesti hatinya luhur dan penuh keinsafan. Barulah ia membawa kedamaian hati enggak boleh riak dan takbur, baiknya tingkat nafsunya bukan amarrah, mati yang sakit kalau hidup penuh dengan dosa, tetapi mati dalam keimanan yang teguh matinya seperti tidur seketika karena tiada siksaan alam barzakh dan rohani akan dibawa naik keatas.

Pernah saya mengalami mimpi yang sama, tetapi Ia tidak berkata-kata. Ia hanya menampilkan dirinya, dengan penampilannya sahaja sudah cukup untuk kita memahami apa yang hendak disampaikan. Begitulah kekuasaan Allah yang agung. Wallah Hualam

Balas
staff
16 Agustus 2010 2:41 am
Balasan ke  gadaffi

~
Sdr Gadaffi, terimakasih atas masukannya. Memang betul sebelum mengenal Isa Al-Masih kebanyakan orang sombong akan kekuatannya, namun setelah mengenal barulah mereka sadar dan tahu ternyata kesombongan mereka yang telah mengenal Isa Al-Masih tidak memiliki dasar. Jaminan ketenangan atau kedamaian dalam hati hanya diperoleh melalui Isa Al-Masih.

Ketenangan dalam menghadapi kehidupan setelah mati, tanyakanlah diri saudara, apakah saudara yakin di alam barzah nanti saudara mendapat tempat yang lapang? Dan kemana saudara setelah mati apakah masuk surga? Silahkan tanyakah pada diri saudara sendiri.

Tentang kebenaran saudara pernah memimpikan Isa Al-Masih, kami kembalikan kepada saudara. Namun jika memang saudara belum pernah bertemu denganNya, berdoalah dengan jujur bahwa saudara rindu untuk bertemu denganNya dan semoga dengan kejujuran itu Isa Al-Masih berkenan menemui Saudara.
~
AS

Balas
kurniawan
12 Agustus 2010 6:27 am

*
Baca Surah QS 37, Ash-Shaffat maka akan tahu kemana kita akan pergi setelah kematian menjemput.

Balas
staff
13 Agustus 2010 6:53 am
Balasan ke  kurniawan

~
Tidak ada satupun ayat dalam Al-Quran yang mengatakan secara tegas dan pasti tentang Keselamatan masuk sorga. Semua hanya “insyallah”. Bahkan dalam QS 37 Ash Shaffat tidak ada ayat yang menjamin bahwa umat Muslim “pasti” masuk sorga.

Isa adalah sang “Jalan“. Melalui Dia orang dapat belajar mengenai “Kebenaran” tentang Allah dan menemukan “Hidup” bersama Allah.

Maka hanya mereka yang percaya kepada Isa Al-Masih yang akan mendapatkan Jalan, Kebenaran dan Hidup bersama Allah. Lihatlah Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6.
~
SD & JG

Balas
ulung koeshendratmok
12 Agustus 2010 3:24 pm

*
Nabi Ibrahim membawa agama Tauhid. Ia menyerukan kepada mereka bahwa bentuk pendekatan diri dan kayakinan seperti ini adalah hak Allah yang murni. Ini tidak boleh diperuntukkan sedikitpun kepada selain-Nya, meskipun itu malaikat atau nabi utusan-Nya

Jangan berlebihan dan melampaui batas dalam memuji seperti orang Nasrani memuji Nabi Isa bin Maryam). Mereka menganggap bahwa Nabi Isa adalah Tuhan? Ini namanya syirik.

Balas
staff
14 Agustus 2010 12:01 am
Balasan ke  ulung koeshendratmok

~
Isa Al-Masih berkata: Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. (Injil, Rasul Yohanes 8:58). Demikian Isa Al-Masih mengatakan bahwa Ia berada sebelum Abraham ada. Demikian Isa Al-Masih kekal. Ia menjelma menjadi manusia 1900 tahun sesudah masa Abraham. Namun Ia berada sebelum Abraham.

Seorang yang menjunjung tinggi Isa Al-Masih tidak “melampaui batas.” Jikalau Isa Al-Masih hanya seorang nabi biasa ia akan dinamakan ‘Kalimat Allah’. Ia tidak dilahirkan oleh perawan. Ia tidak hidup suci tanpa dosa. Ia tidak membangkitkan orang mati. Sudah jelas Isa Al-Masih adalah Tuhan. Lebih lagi Ia Juruselamat yang mengundang semua orang menerima keselamatan yang Ia sediakan melalui penyaliban-Nya.
~
JG

Balas
wilmart effendi
23 Agustus 2010 8:14 am

*
Koes Hendratmok yang terkasih, Bagaimana menurut saudara dengan ayat ini:

“Maka Aku bersumpah dengan Rabb Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.” (Qs 70:40)

Siapa yang dimaksud dengan ‘Aku’ pada ayat diatas?

Balas
staff
25 Juli 2011 8:58 am
Balasan ke  wilmart effendi

~
Umat Muslim percaya bahwa Al-Quran adalah perkataan Allah. Benarkah?

Hal ini merupakan salah satu faktor mengapa begitu sulitnya bagi orang Kristen khususnya, mengakui Al-Quran sebagai kitab penyempurna dari Allah.

Disamping beberapa ajarannya yang bertolak belakang dengan ajaran Isa Al-Masih, juga tidak sedikit ayat-ayat dalam Al-Quran yang tidak masuk akal bila dikatakan sebagai “perkataan” Allah.

Contohnya adalah Sura Al-Fatihah. Ucapan Allah atau manusia? Bukankah manusia yang berseru, “Hanya Engkaulah yang kami sembah”? Bukankah tidak mungkin Allah yang berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”?
~
SO

Balas
HanyaDebuSemesta
24 Desember 2010 10:49 pm

*
Siapa yang dimaksud dengan ‘Aku’ pada ayat diatas?

Maaf sebelumnya, saya bukan Sdr. Koes Hendratmok, hanya ingin menanggapi pertanyaan Sdr. Wilmart Effendi.

Dalam Al-Quran kata merujuk ke:
1. Aku = Allah SWT sendiri atau firman Allah SWT sendiri yang dititipkan kepada M. Jibril untuk disampaikan kepada N. Muhammad SAW.

2. aku = M. Jibril atau N. Muhammad SAW

3. Kami = Allah SWT dan Jibril dan atau bersama para Malaikat yang lain yang ditugasi oleh Allah SWT. Bukan merupakan keterangan bahwa Tuhan banyak/lebih dari 1.

Makna pada ayat tersebut “Allah bersumpah dengan menggunakan kalimatNya sendiri Tuhan yang mengatur tempat terbit dan tenggelamnya….” Bukan bermakna “Allah SWT bersumpah demi Tuhan yang mengatur….” Hanya Allah SWT yang tahu pasti…

Balas
staff
6 Januari 2011 4:16 am
Balasan ke  HanyaDebuSemesta

*
Kami mencoba mengutip ulang ayat yang dimaksud:
Surah Al-Ma’aarij 40: Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Ayat-ayat seperti ini cukup sering muncul di dalam Al-Kitab, yang berarti Allah Tri-Tunggal yang esa sedang berkomunikasi di antara Mereka. Dan sesungguhnya hanyalah Allah yang Maha Kuasa.

Kami tidak sependapat dengan Saudara yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu terhitung di dalam kata ganti “KAMI”, dan oleh sebab itu Saudara juga mengatakan bahwa malaikat itu juga adalah Maha Kuasa, sama seperti Allah.

Ini justru yang disebut sebagai dosa syirik dalam agama Islam, yakni menyamakan Allah cengan ciptaan-Nya.

Dalam website ini kami pernah membahas tentang ketidaksetujuan kami akan konsep Tauhid dalam Islam. Saudara boleh menyimaknya dalam: [url]http://tinyurl.com/28hos88[/url]
~
CA

Balas
brother88
4 Januari 2011 7:06 pm

*
Lucu sekali bisa tahu wajah Isa Al-Masih/Yesus padahal bertemu satu kalipun di dunia nyata tidak pernah.

Balas
staff
9 Februari 2011 12:26 pm
Balasan ke  brother88

~
Saudara, terimakasih atas tanggapannya.

Kami percaya bahwa Saudara yang memberi kesaksian di atas, mungkin mengenal Isa Al-Masih karena kelembutan cahaya kasih-Nya yang meliputi dirinya ketika Saudara kita ini bermimpi bertemu dengan Isa Al-Masih.

Kami percaya bahwa bahwa Saudara kita pastilah telah sangat merindukan Isa Al-Masih seperti yang telah ia baca dalam Al-Kitab.

Dan ciri-ciri yang ia kenali tentulah bukan ciri-ciri fisik, melainkan lebih kepada ciri-ciri rohaniah, yakni: perasaan diliputi oleh kelembutan, kasih, damai sejahtera, sentosa, akrab, rindu, sukacita, dan lainnya.

Saya meyakini bahwa semua perasaan ini akan didapat ketika kita ‘bertemu’ Isa Al-Masih secara pribadi di dalam hidup kita.
~
CA

Balas
yusoff
27 Februari 2011 11:11 am

*
Heran saya, bagaimana dia tidak merasa mendapat kedamaian setelah melihat temannya meninggal lalu dikuburkan.

Setahu saya, saya dapat kedamaian dan ketenangan hati jika dapat menaati semua perintah Allah dan meninggalkan semua yang Allah tidak sukai. Misalnya kalau saya dapat sholat tepat pada masanya, saya rasa tenang dan tenteram.

Yang mana yang sangat sukar untuk diamalkan? Dalam Islam ada wajib, sunah, harus, makruh, dan haram.

Puasa wajib dalam bulan Ramadan, tapi jika tidak mampu untuk berpuasa juga tidak wajib dilaksanakan. Begitu juga ibadah haji, kalau tidak cukup uang, tidak perlu dipaksakan.

Balas
staff
7 April 2011 5:53 am
Balasan ke  yusoff

~
Bersumber dari Abu Huraira, beliau Rasulullah berkata: “Mendekatlah dan berusahalah benar! Ketahuilah, bahwa setiap orang di antara kalian tidak bakal selamat karena amalnya.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tidak juga engkau?” Rasulullah bersabda: “Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahiku dengan rahmat dan karunia dari-Nya.” (Hadis Shahih Muslim).

Kalau nabi Saudara saja mengatakan bahwa amal perbuatan seseorang tidak akan dapat menyelamatkan dirinya, mengapa Saudara justru mengatakan bahwa amal itu dapat menyelamatkan?

Adalah suatu ketetapan bahwa umat Nabi Saudara akan dan mesti masuk dalam api neraka yang kekal. “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (Qs 19:71).
~
CA

Balas
sudarmadi
5 Juli 2011 1:44 am

*
Keselamatan bagi yang mau mengikuti petunjuk! Saya yakin orang-orang Kristen senantiasa diliputi kebingungan juga sudah merasa putus asa sehingga memaksa akan kebenaran yang hakiki, yaitu Islam.

Orang-orang Kristen hanya sembarangan dalam mencari jalan kebenaran dan kalau saja orang-orang Kristen objektif dalam memikirkan dan merasakan pastilah orang-orang Kristen akan menuju keselamatan (Islam).

Balas
staff
6 Juli 2011 6:35 am
Balasan ke  sudarmadi

~
Firman Allah dalam Kitab suci Injil berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

“…supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Dua ayat di atas adalah sebagian dari jaminan-jaminan bagi umat Kristen. Bahwa bagi mereka yang telah menerima Keselamatan dari Isa Al-Masih pasti selamat. Tidak ada keraguan.

Saudara menawarkan keselamatan kepada kami, sayangnya tidak ada jaminan dalam keselamatan tersebut. Perhatikanlah ayat berikut, “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Bagaimana mungkin kami meninggalkan sesuatu yang sudah pasti dan mengikuti yang tidak pasti?
~
SO

Balas
nadya
21 November 2011 7:17 am

*
Amin, Yesus Rajaku, Penyelamatku. Tuhan Yesus is the best.

Balas
staff
22 November 2011 5:51 am
Balasan ke  nadya

~
Saudara Nadya,

Terimakasih atas komentar yang sudah saudara berikan. Semoga hal ini dapat menjadi pencerahan bagi orang yang membacanya.
~
SO

Balas
bambang
12 Juli 2012 2:51 am

*
Terpujilah Yesus. Engkau telah memilih umat yang tepat untuk mengikuti-Mu. Selamat datang di dalam keluarga Hati Kudus Yesus. Karena anda adalah salah satu yang terurapi. Jika anda telah mantap mengikuti-Nya, maka jangan lagi menyebutkan satu kata apapun tentang ajaran seberang, agar tidak tercatat lagi tinta hitam saudara di buku lembaran hidup yang pernah tercatat sebagai dosa.

Saya juga mengalami hal yang sama. Mari kita wartakan keselamatan ini kepada mereka yang belum berkenan kepada-Nya. GBU

Balas
staff
13 Juli 2012 8:07 am
Balasan ke  bambang

~
Saudara Bambang,

Terimakasih atas komentar yang telah saudara berikan.

Keselamatan yang dibawa oleh Yesus Kritus adalah keselamatan bagi setiap orang. Dan bagi siapa saja yang mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka orang tersebut akan mendapatkan Hidup Kekal. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Dan sebagai orang percaya, adalah tugas kita untuk membagikan Keselamatan tersebut bagi mereka yang belum mengenalnya. Sebab itulah yang diperintahkan Tuhan Yesus dalam Amanat Agung-Nya.

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Injil, Rasul Besar Matius 24:14).
~
SO

Balas
staff
13 Januari 2014 6:30 am

~
Sdr. Muhammad Rifky Rusdi,

Maaf terpaksa komentar saudara kami hapus. Karena artikel di atas tidak sedang membahas point-point yang saudara tanyakan dalam komentar-komentar.

Tapi, bila saudara ingin mengetahui jawabannya, saran kami silakan membaca artikel-artikel di situs ini, yang berhubungan dengan pertanyaan saudara. Karena di situs ini pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah sering dibahas.

Demikian, kiranya saudara maklum.
~
Saodah

Balas
widodo
24 Januari 2014 10:31 am

~
Orang Islam lebih tenang menghadapi kematian, karena mereka hanya menyerahkan dirinya kepada Allah (Aslama).

Balas
staff
10 Februari 2014 2:41 pm
Balasan ke  widodo

~
Saudara Widodo,

Bagi kebanyakan orang kematian adalah sesuatu yang menakutkan. Hal ini dapat terlihat ketika seseorang mengalami penyakit, misalkan saja kanker. Ia akan berusaha semampunya untuk melakukan pengobatan, bukan? Jika kematian sesuatu yang tidak menakutkan, mengapa ia bersusah-susah melakukan pengobatan?

Bagi para pengikut Isa Al-Masih, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi awal dari kehidupan. Mengapa? Sebab kematian akan menghantar seseorang untuk menuju kehidupan kekal bersama Isa Al-Masih di sorga.

Apakah umat Islam juga memiliki kepastian bahwa setelah kematian mereka dapat menuju kehidupan kekal di sorga?
~
Salma

Balas
Muhammad Rifky Rusdi
9 Februari 2014 9:55 am

~
Assalamu Alaikum Wr. Wb,

Saya meminta maaf terlebih dahulu, karena komentar saya terlalu banyak. Setiap orang pasti akan mati. Saya pernah mendengarkan ustadz Maulana ketika berbicara. Ia berkata,

“ Orang yang mati karena sesuatu seperti miras oplosan, pasti masuk neraka. Karena dia mati dalam keadaan tidak suci”. Akan tetapi saya pernah melihat kematian yang sangat saya inginkan dan juga umat Muslim lainnya, Yaitu mati dalam keadaan bersujud menyembah Allah.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb

Balas
staff
10 Februari 2014 2:43 pm
Balasan ke  Muhammad Rifky Rusdi

~
Salam Muhammad Rifky Rusdi,

Kematian yang sangat indah ialah ketika seseorang yakin bahwa dirinya memiliki jaminan kepastian keselamatan. Apakah saudara sudah memiliki jaminan keselamatan? Bukankah ini yang selalu dinantikan oleh setiap orang?

Jika seseorang meninggal karena melakukan tindakan yang tidak memuliakan Allah, seperti yang saudara paparkan tentu itu adalah resiko dari perbuatannya. Soal keselamatan dan jaminan masuk sorga hanya satu Pribadi yang mampu melakukannya, Dia adalah Isa Al-Masih itu sendiri.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Injil, Surat Kisah Para Rasul 4:12).

~
Salma

Balas
lukman
20 Februari 2014 3:53 am

~
Admin ini membayari saya makan direstoran dan saya boleh makan apa saja, tapi admin melarang saya memakan ayam. Inilah teori yang tidak logis. Yesus menebus dosa umat manusia tapi yang percaya tidak boleh melakukan dosa? Itu sama saja bohong. Jika Kristen adalah jalan keselamatan, mengapa pengikut-Nya semakin sedikit?

Balas
staff
14 Juni 2014 7:11 am
Balasan ke  lukman

~
Salam Sdr. Lukman,

Allah adalah suci dan kudus, Tidak ada dosa yang dapat bersatu dengan Allah, bukan? Karena keberdosaan manusia itulah yang menjadi alasan mengapa Dia datang ke dunia. Isa Al-Masih datang untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Dosa tidak dapat dibandingkan atau disamakan dengan apapun. Sebab dosa sangat serius dan dosa yang memisahkan manusia dari Allah yang suci.

Karena dosa itu serius itulah sebabnya dosa tidak diperkenankan ada dalam sorga Allah. Setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak terbelnggu oleh dosa lagi, sudah terbebas dari dosa. Dalam arti dosa tidak mengikatnya lagi. Apakah ketika seseorang telah menerima Isa Al-Masih masih senang dan menikmati dosa?

Roh Kuduslah yang selalu mengingatkan agar menjauhi dosa. Apakah bisa. Jelas bisa sebab ada Roh Allah di dalam setiap orang percaya.
~
Salma

Balas
nabi palsu
20 Februari 2014 10:19 am

~
Mengapa setiap umat Islam mengatakan sesuatu selalu tanpa data. Saudara Lukman, saya meminta saudara untuk menunjukan data jumlah pengikut Kristus (Kristen) semakin sedikit!

Balas
staff
18 Agustus 2014 4:51 am
Balasan ke  nabi palsu

~
Salam Sdr. Nabi Palsu,

Kami menyampaikan terimakasih untuk komentar saudara. Tentu kami sangat senangjika dalam diskusi ini, jika hendak memberikan sebuah data haruslah akurat. Kami sangat mengahargainya. Dan terimakasih untuk masukan dari saudara Nabi Palsu, agar perlu diperhatikan oleh kita semua.
~
Salma

Balas
gic
18 Agustus 2014 2:02 am

~
Tanpa mengenal Yesus Kristus secara pribadi, saya tak mungkin mengenal Allah. Percuma saja saya membayangkan Allah terus saya sembah. Sama halnya saya menyembah apa yang saya bayangkan. Padahal Allah sungguh nyata.

Balas
staff
18 Agustus 2014 4:56 am
Balasan ke  gic

~
Salam Sdr. Gic,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kami sepakat bahwa Allah benar-benar nyata. Dia telah menyediakan kesalamatan bagi manusia yang hendak percaya kepada-Nya. Kiranya hari ini, siapa yangbelum merasakan kedamaian dalam Isa Al-Masih segera mengambil keputusan agar dapat hidup dalam cahaya dan terang Isa Al-Masih.
~
Salma

Balas
M.Fatchur
7 Mei 2015 2:56 am

~
Saya mau tanya kepada admin, apakah Tuhan hanya memberi kehidupan di bumi? Kenapa Tuhan hanya datang di bumi? Kalau di Al-Quran Allah tidak hanya memberi kehidupan di bumi melainkan di langit, dan planet-planet seperti ayat berikut. “Tidak ada satu makhlukpun diplanet dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba” (Qs 19:93).

“Allah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah atau hukum-hukum Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu” (Qs 65:12). Harap dijawab. Terimakasih.

Balas
staff
24 Juli 2015 12:25 am
Balasan ke  M.Fatchur

~
Saudara M. Fatchur,

Objek kasih Allah adalah manusia. Allah sangat mengasihi saudara dan kami. Sekalipun manusia itu telah berdosa. Justru karena manusia berdosa dan ingin menyelamatkannya, maka Allah datang ke bumi. Untuk apa Allah datang ke planet lain bila di sana tidak ada manusia? Oleh sebab itu, Allah menghendaki agar semua manusia diselamatkan.

Ini bukan soal ada atau tidaknya kehidupan di planet lain atau catatan Al-Quran tentang hal itu, walaupun catatan Al-Quran masih perlu diperiksa kembali. Tetapi soal kehidupan manusia kelak di akhirat. Pertanyaannya, apakah saudara yakin dan pasti masuk sorga? Mengapa? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
Abdullah
2 November 2015 8:10 am

~
Bismillahirrahmanirrahim,

Ini benar-benar websitenya para misionaris. Ketahuilah. Isa dan Muhammad berasal dari satu cahaya yang sama.

Balas
staff
13 November 2015 2:51 am
Balasan ke  Abdullah

~
Saudara Abdullah,

Kami dapat memaklumi pendapat saudara di atas. Kami berpendapat saudara menyatakan demikian karena saudara belum mempelajari Isa Al-Masih dengan benar. Isa Al-Masih sungguh-sungguh memberikan kedamaian kepada setiap orang yang percaya pada-Nya. Bila nabi saudara berasal dari satu cahaya yang sama, mengapa tidak ada kedamaian yang dirasakan oleh pemberi kesaksian di atas? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
domba
19 Januari 2016 11:01 am

staf isa dan islam

saya sangat beruntung karena sudah menjadi orang pilihan Tuhan, dengan selalu mengikuti webside ini walaupun kadang sedih melihat dan membaca komentar yang pedas dan menyakitkan hati Tuhan Yesus, namun dalam kali ini pertama saya sampaikan semakin diberkatilah engkau dalam pelayananmu ini. Hikmat dan karunia semakin melimpah bagimu dengan santun dan kagum yang melihatnya. Tuhan Yesus memberkati

Balas
Ana
26 Juli 2016 9:19 am

Subhanallah….
Allah Maha Penyelamat manusia, Isa Almasih junjungan tinggi dunia akhirat, Kalimatullah Sirataqulmustaqin. Amin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Wanita Muslim Menerima Isa Al-Masih Karena Takut Mati
  • Kesaksian dari Jawa Barat: Takut Akan Maut
  • Inilah Cara Taubat Sebelum Terlambat Yang Pasti Allah Terima
  • Mukmin: Ketetapan Allah Pasti yang Terbaik Bagi Kehidupan 
  • Kisah Rabiatul Adawiyah: Cara Muslimah Mendapatkan…

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz