
Kita sering mendengar perkataan seperti ini. Ada banyak arahan ulama memperingati umat. Menegaskan Taurat dan Injil tidak bisa dipercaya lagi.
Berikut ini adalah diskusi hangat antara dua orang teman lama. Yaitu Bahri dan Hendi. Keduanya adalah orang terpelajar yang ingin mencari kebenaran.
Mereka dengan terbuka saling mengungkapkan pendapat. Berdiskusi mengenai apakah naskah Injil sekarang tidak asli.
Percakapan mereka menjadi pelajaran baik bagi kita. Mari kita simak pembahasannya, agar kita juga mendapat kebenaran Allah.
Bahri, Seorang Mukmin Sangat Menghargai Naskah Injil Asli
“Mas Hendi, tahukah Anda bahwa kami sangat mengindahkan naskah Injil asli? Nabi kami juga mengindahkannya. Ada ayat seperti: ‘. . . membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), . . . menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa’ (Qs 5:46).”
“Jadi para Mukmin yang tidak menghargai Injil salah dan berdosa. Demikian saya sama, menghargai Taurat dan Injil sama seperti Mas Hendi. Malah mungkin saya lebih menghargai Injil dari semua orang Nasrani!”
Nabi Islam Mengetahui Naskah Injil Asli
“Mas Bahri, saya bingung! Anda mengatakan lebih menghargai Injil dari saya dan orang Nasrani lainnya. Namun Anda sendiri mengatakan tidak mempunyai Kitab Injil. Bahkan Anda belum pernah membacanya?”
“Mas Hendi, inilah masalahnya. Naskah Injil sudah banyak diubah oleh orang Kristen dan Yahudi. Jadi Injil sekarang tidak asli lagi. Saya menghargai yang asli. Dan kalau yang asli ada, pasti saya membaca dan menaatinya. Namun sayangnya tidak ada!”
Hendi bertanya, “Mas Bahri, Nabi Islam hidup tahun berapa?” Bahri menjawab, “Antara 570 dan 632 Masehi.” Hendi bertanya lagi, “Apakah Mas percaya naskah Injil asli ada pada masa itu?” “Pasti percaya, karena nabi saya mengimani dan memuliakannya.”
“Namun sekali lagi kami percaya bahwa naskah Injil yang ada sekarang sudah berbeda. Jika masih sama dengan yang asli, yang ada pada zaman nabi kami, tentulah akan saya baca.”
Naskah Taurat dan Injil Pada Zaman Nabi Islam
Kemudian Hendi berkata: “Sebetulnya ada empat naskah Injil asli lengkap yang beredar waktu Nabi Islam hidup.” Bahri terkejut: “Benarkah demikian?” Hendi menjelaskan bahwa keempatnya ditulis dalam bahasa Yunani, bahasa umum waktu Nabi Isa hidup.
Bahri bertanya lagi, “Apakah namanya?” Hendi kemudian menguraikan:
- Codex Vaticanus – 300–350 M – https://en.wikipedia.org/wiki/Codex_Vaticanus
- Codex Sinaiticus – 325–360 M – https://en.wikipedia.org/wiki/Codex_Sinaiticus
- Codex Alexandrinus – 400–440 M – https://en.wikipedia.org/wiki/Codex_Alexandrinus
- Codex Ephraemi – 425-450 M – https://en.wikipedia.org/wiki/Codex_Ephraemi_Rescriptus
“Semua naskah ini beredar di Timur Tengah ratusan tahun sebelum Nabi Islam lahir. Demikian Nabi Islam pasti mendengar dan mengetahui isinya berdasarkan naskah Injil asli seperti ini. Kalau Mas Bahri mencarinya di Wikipedia dapat melihat semua naskah ini.” Kita juga bisa membeli di internet semua naskah kuno ini dalam bentuk buku dengan harga antara US$30 S/D US$100.
Naskah Mana untuk Menjadi Dasar Terjemahan Injil?

Hendi menjelaskan, naskah-naskah itu memang adalah fondasi semua terjemahan yang ada. Bahkan semua terjemahan Injil ke dalam 1,582 bahasa dunia berdasarkan pada Codex Vaticanus, Codex Alexandrinus dan kedua codex lainnya.
Kalau orang menterjemahkan Kitab Injil, ia perlu tahu bahasa Yunani dan menterjemahkan langsung dari bahasa Yunani kuno ke dalam bahasa zaman ini. Para pakar Nasrani sudah menterjemahkannya secara demikian ke dalam 1,582 bahasa dunia.
Bahri heran, “Naskah Injil asli sudah diterjemahkan ke dalam 1,582 bahasa? Dan semuanya berdasarkan empat naskah yang umurnya kurang lebih 1,700 tahun?” “Memang begitu,” sahut Hendri.
“Lagi,” katanya, “Ada 22 terjemahan lengkap ke dalam bahasa suku Indonesia. Juga bagian-bagian Kitab Suci Kristen diterjemahkan ke kurang-lebih 100 bahasa suku-suku lain.” Semua terjemahan ini berdasarkan naskah kuno bahasa Yunani yang saya sebutkan tadi.”
Naskah Injil Asli: Terjemahan Berbeda-Beda?
Respons Bahri, “Baik! Ini berita baru buat saya. Sekarang saya menjadi lebih positif mengenai Taurat dan Injil. Tetapi, ada masalah lain yang menjadikan banyak orang bingung.” Bahri terus menyatakan, “Saya melihat dalam salah satu situs Kristen bahwa ke dalam bahasa Indonesia saja ada banyak terjemahan berbeda.”
Hendi setuju, “Saya tahu situs itu, namanya ‘Sabda Web.’ Mari, dari situs itu, kita periksa terjemahan satu ayat saja dari Injil, yaitu dari Injil Yahya 14:6, dan melihat perbedaannya.
Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Terjemahan Baru, 1974)
Yesus berkata kepadanya, “Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku.” (Firman Allah yang Hidup – Parafrasa)
Sabda Isa kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Sang Bapa kecuali melalui Aku. (Kitab Suci Injil)
Hendi bertanya: “Bagaimana dengan semua terjemahan ini? Apakah ada perbedaan yang penting?” “Tidak,” jawab Bahri. “Kata yang berbeda, pada dasarnya, hanya merupakan sinonim.”
Bagaimana dengan Terjemahan Al-Quran?

Bahasa Indonesia: Tunjukilah kami jalan yang lurus
Sahih International: Guide us to the straight path –
Pickthall: Show us the straight path,
Yusuf Ali: Show us the straight way,
Shakir: Keep us on the right path.
Muhammad Sarwar: Guide us to the right path,
Mohsin Khan: Guide us to the Straight Way
Lihat bedanya dalam terjemahan ke dalam bahasa Inggris:
Untuk menterjemahkan kata :”tunjukilah” mereka pakai kata-kata: guide, show, keep.
Untuk kata “jalan” penerjemah memakai kata path dan way.
Untuk kata “yang lurus” mereka memakai straight dan right.
Sesudah dibaca bersama, Hendi bertanya, “Apakah ada perbedaan penting antara 6 terjemahan ini?” Bahri menyatakan “Tidak ada.”
“Semua penerjemah ini adalah orang pintar dan tulus. Namun semuanya memilih kata-kata sedikit berbeda untuk menterjemahkan Al-Fatihah 6. Demikian juga dengan penerjemahan naskah Injil asli. Semua terjemahan baik asalkan penerjemah memakai sumber dasar dari naskah-naskah yang terpercaya.”
Kesimpulan Naskah Injil Asli
Hendi memperdalam dengan menyatakan bahwa tidak mungkin kitab Taurat dan Injil sekarang tidak asli. Karena diambil dari salinan naskah sama yang dibaca zaman Nabi Islam.
Terlebih lagi, karena menurut ajaran Islam, Al-Quran telah meneguhkannya. “Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 6:115).
Membaca dan Mempelajari Kitab Injil
Bahri menanggapi semuanya: “Mas Hendi, semua yang Anda kemukakan berdasarkan bukti historis. Saya sekarang lebih tertarik membaca dan mempelajari Injil. Terlebih lagi karena ini Injil yang sama dengan yang ada pada masa hidup nabi saya. Dimana saya bisa membaca Injil online?”
“Mudah Mas Bahri. Inilah linknya: Kitab Taurat, Zabur dan Injil.”
Bahri kemudian berjanji untuk mempelajarinya. Akhirnya mereka berdua berpisah. Namun mereka berjanji berdiskusi kembali pada minggu berikutnya.
Diskusi Hasil Pembacaan Bahri Minggu Depan
Saat bertemu Bahri berkata: “Saya sudah mulai membaca Injil dan saya akui isinya menarik. Mungkin benar seperti dikatakan dalam Qs 5:46, bahwa ada ‘petunjuk dan cahaya’ Allah di dalamnya.”
“Dalam agama saya sendiri, saya paling menghayati Surah pertama, yaitu Al-Fatihah. Yaitu bagian bahwa Allah Maha Pemurah dan Penyayang. Karena itu saya mendoakan untuk mendapat jalan yang lurus (Qs 1:2-3,6).”
“Tapi kemudian saya melihat ayat dalam Kitab Injil. “. . . [Taurat, Zabur dan] Injil adalah kemahakuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang mempercayainya [melalui Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rum 1:16). Apakah artinya hal ini?”
Petunjuk dan Cahaya Allah

“Sabda Isa kepadanya, ‘Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Sang Bapa [Allah], kecuali melalui Aku’” (Injil, Yahya 14:6).
Hendi meyakini bahwa Allah memang Maha Penyayang. Karena itu Allah mau manusia berdosa memperoleh selamat.
Allah menjelma menjadi manusia untuk menyatakan jalan-Nya. Inilah Isa Al-Masih sebagai Kalimatullah. Kemudian dalam penderitaan-Nya di kayu salib, Isa menanggung dosa-dosa kita.
Bila kita dengan iman menerima fakta, bertobat dari dosa serta percaya Isa Al-Masih menanggung hukuman untuk dosa kita, dosa-dosa kita diampuni dan kita mendapat jaminan surga. Inilah sebabnya Injil disebut “kemahakuatan Allah!” Inilah ‘petunjuk dan cahaya Allah’ untuk keselamatan manusia.
Mari Mempelajari Petunjuk dan Cahaya Allah
Maukah Saudara pembaca mempelajari petunjuk dan cahaya Allah? Tidak mungkin naskah Taurat dan Injil sekarang tidak asli! Terjemahan yang ada sekarang isinya terpercaya sesuai naskah asli. Mari mempelajarinya di link ini: Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa Nabi Islam mengimani Taurat dan Injil yang ada pada zamannya?
- Mungkinkah Taurat dan Injil sekarang tidak asli padahal Allah menjaga firman-Nya? Jelaskan jawabannya.
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa ada petunjuk dan cahaya Allah dalam Kitab Taurat dan Injil?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Apakah Ada Bukti Injil Telah Diubah?
- Banyak Ayat Al-Quran Tentang Kitab Injil! Apa Maknanya?
- Al-Quran dan Injil Mengajarkan: Dosa Mendapatkan Balasan!
Video:
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].