Banyak kota di dunia, namun kota suci Mekkah adalah kota terpenting dalam agama Islam.
Kota suci Mekkah dipercaya sebagai pusat agama dan berada di jalur perdagangan kuno. Banyak sejarawan Islam menekankan pentingnya kota ini bahkan dari zaman pra Islam.
“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas” (Qs 106:1-2).
Tafsir ayat ini menyatakan bawah dari zaman dahulu sudah banyak perdagangan terjadi di kota suci Mekkah. Baik sebelum suku Quraisy, dan saat suku Quraisy mendiaminya.
Namun satu saat saya mendapat pertanyaan dari seorang teman. Jika benar berada pada jalur perdagangan, mengapa sulit kita menemukan bukti sejarah dan arkeologisnya?
Hal ini yang menjadi awal motivasi pembelajaran saya. Sangat penting kita memahami sejarah kota ini. Makin kita mengetahuinya, maka makin kita bisa diteguhkan keimanannya. Mari kita lihat uraiannya.
Kota Terpenting dalam Islam
Dari yang saya ketahui Kota Mekkah terletak di dataran Hijaz. Daerah ini adalah bagian dari Kerajaan Arab Saudi.
Dalam kepercayaan agama jelas kota suci Mekkah adalah kota terpenting. “Rasulullah berdiri di atas Hazwarah bertempat di Makkah seraya bersabda: ‘Aku tahu, kamu adalah tanah Allah yang terbaik dan paling dicintai Allah . . .’” (Musnad Ahmad 17968).
Terutama keistimewaan Mekkah adalah karena di dalamnya terdapat Ka’bah. Yaitu Baitullah yang merupakan pusat ibadah umat Islam.
Baitullah di Mekkah dipercaya telah ada dari dahulu kala. Ada pandangan agama menyatakan Nabi Adam membangun Ka’bah awal. Pandangan lain menyatakan ada sejak zaman Nabi Ibrahim dan Ismail (Qs 2:125-127).
Mendalami Kota Suci Mekkah dari Sisi Perdagangan
Karena tertarik dengan kota suci Mekkah, saya pernah membuat penelitian. Saat itu bertepatan dengan tugas makalah saat kuliah.
Saya memang mengambil jurusan ekonomi. Saya ingin mempelajari perdagangan kuno di kota suci Mekkah dan sekitarnya.
Namun saat menyelidiki, saya kesulitan menemukan informasi. Rupanya tidak ada bukti arkeologis dan data sejarah dari kota suci Mekkah kuno.
Hal ini yang membuat saya sangat gelisah. Bukankah seharusnya dari zaman dahulu sudah ada bangunan dan pusat penyembahan di sana? Hal ini seharusnya menyebabkan wilayah Mekkah ramai mendapat kunjungan banyak orang. Namun mengapa tidak ada informasi sama sekali?
3 Fakta Kota Suci Mekkah
Akhirnya saya menggali lebih dalam. Berikut ini beberapa hal yang saya temukan.
-
Tidak ada bukti arkeologis peradaban kuno.
Saya tidak menemukan bukti sejarah dan arkeologis kota Mekkah sekitar abad keenam Masehi. Sebelum itu tidak ada informasi apapun juga.
Hal ini berbeda dengan kota-kota besar di sekitarnya. Contohnya kota Medina, Yatrib atau Taif. Mereka memiliki berbagai catatan sejarah dan bukti arkeologis.
Kota Taif misalnya, adalah kota besar yang terkenal pada zaman dahulu. Kota ini menjadi pusat perdagangan. Kota Taif juga menjadi pusat penyembahan. Di kota ini terdapat bangunan Ka’bah besar sebagai tempat penyembahan suku Quraisy.
Beberapa sejarawan mencatat kemungkinan daerah Mekkah pada awalnya hanya menjadi tempat persinggahan kelompok nomaden. Namun faktanya tidak ada yang tinggal di daerah Mekkah kuno karena sulit air. -
Jalur perdagangan darat, tidak melewati Mekkah.
Jalur perdagangan kuno sama sekali tidak melewati Mekkah. Banyak penulis sejarah menggambarkan kota-kota besar di semenanjung Arab. Misalnya kota Petra, Tabuk, Yatrib, Taif dan Najran. Namun kota Mekkah sama sekali tidak disebutkan.
Berbagai peta jalur perdagangan meneguhkan hal ini. Contohnya peta dari Lienhart Holle, seorang penerbit abad ke 15, dari Jerman. Saat ia membuat peta perdagangan semenanjung Arab tahun 1482, ia memasukkan semua kota besar kecuali Mekkah.
Demikian juga peta dari Laurent Fries pada tahun 1541. Ia adalah seorang ahli fisika dan matematika dari Prancis. Ia membuat peta abad pertengahan, dan tidak memasukkan kota Mekkah ke dalamnya.
Hal yang sama terlihat dari peta Arabia sendiri. Bahkan untuk penduduk Arab, sampai abad ketujuh, tidak ditemukan kota Mekkah dalam peta yang mereka buat.
-
Jalur perdagangan laut, tidak melewati Mekkah.
Pada zaman dahulu selain jalur darat, jalur laut sangat penting. Untuk pengiriman barang jauh ke Utara, misalnya ke Mesir, pasti menggunakan laut.
Hal ini karena jalur laut dianggap lebih efektif dan murah. Jauh berbeda dari jalur darat yang memakan banyak sumber daya.
Pada zaman dahulu sangat sulit melewati daerah padang pasir. Membutuhkan unta yang sangat banyak. Juga ada keterbatasan air. Sehingga harga dan waktu pengiriman sangat tinggi. Diperkirakan jalur darat bisa 10 kali lipat lebih mahal dari jalur laut.
Dalam hal ini, lokasi kota Mekkah sendiri sangat unik. Karena terisolasi di antara perbukitan dan teluk Persia (Teluk Arab).
Ada perbedaan kedalaman laut di sisi Timur dan Barat. Kondisi laut di sisi Timur tidak kondusif untuk kapal kecil berlayar. Hal ini karena kedalaman laut di sisi kota Mekkah lebih dalam.
Keadaan ini mengakibatkan kapal mengambil sisi Barat. Sepanjang sejarah banyak pelabuhan di sisi Barat teluk Persia. Contohnya pelabuhan Assab, Berenice dan sebagainya.
Namun tidak ada pelabuhan di sisi Timurnya sama sekali. Termasuk di sekitar kota Mekkah tidak ada pelabuhan perdagangan.
Menyikapi Berbagai Fakta yang Ada
Semua informasi ini sangat mengejutkan bagi saya. Karena rupanya tidak ada informasi perdagangan kuno di kota suci Mekkah. Jika demikian, bagaimana saya bisa yakin mengenai banyak informasi lainnya tentang kota ini?
Hal inilah yang membuat saya termotivasi mendapatkan kebenaran sejati. Saya menjadi lebih tekun berdoa dan meminta petunjuk Allah.

Karena itu saya mulai mempelajari kitab Taurat, Zabur dan Injil. Saya ingin mengetahui apa informasi di dalamnya.
Saya menemukan terdapat banyak informasi yang terbukti secara sejarah. Beberapa contohnya adalah:
- Ada kota besar dengan tembok sangat tebal, yaitu kota Yerikho (Taurat, Yosua 6).
- Kota Yerusalem yang besar dengan Daud sebagai rajanya (Taurat, 2 Samuel 5:5).
- Pembangunan ulang kota Yerusalem pada zaman kekaisaran Persia (Taurat, Ezra 1).
Bahkan bukti arkeologis sangat jelas. Misalnya banyak bukti bahwa kota Yerusalem telah ada dan berkembang sejak zaman dahulu kala. Kota ini memang menjadi salah satu pusat perdagangan dan ibadah.
Jadi ada bukti-bukti nyata mengenai kota Yerusalem kuno. Hal ini berdasar penelitian umum yang mendukung isi Kitab Taurat dan Injil.
Kebenaran Allah Petunjuk Selamat
Selanjutnya saya juga menemukan bahwa semua kitab Allah ini menyatakan pribadi Isa Al-Masih sebagai pribadi istimewa. Isa adalah Kalimatullah (Kalam Allah). Ia menjelma menjadi manusia untuk menunjukkan kebenaran.
“Kalam itu telah menjadi manusia, lalu tinggal di antara kita . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran” (Injil, Yahya 1:14).
Melalui Isa kita bisa mendapat kebenaran Allah. Hal ini berguna untuk menuntun kita dalam kehidupan.
Terlebih lagi kita juga bisa mendapatkan kepastian surga. Karena melalui Isa, Allah akan mengampuni dosa kita. Tapi kepastian surga dan pengampunan dosa hanya tersedia untuk orang yang mengimani Isa Al-Masih.

Kebenaran Allah yang Menyelamatkan
Akhirnya saya tersadar bahwa memang baik kita mencari kebenaran sejarah dan informasi. Namun lebih utama lagi mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah bagi kehidupan.
Kita bisa mendapatkan kebenaran Allah dari kitab-kitab-Nya. Yaitu dari kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Saya mengajak Anda para pembaca untuk menemukan kebenaran Allah. Mari membuka diri untuk membaca dan mempelajari kitab Allah. Mari dapatkan petunjuk dan cahaya-Nya dalam kitab Taurat, Zabur dan Injil dalam link ini.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Benarkah Nabi Ibrahim yang Membangun Ka’bah?
- Ketahui Sejarah Kiblat Umat Islam Menjadikan Ibadah Benar
- Inilah Ibadah Yang Pasti Diterima Allah! Penasaran?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa tidak ada bukti kota Mekkah kuno berada pada jalur perdagangan?
- Menurut Saudara mengapa Allah menetapkan kota Mekkah sebagai pusat ibadah umat Islam?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa kebenaran sejati akan menunjukan kepastian surga?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Jalur perdagangan kuno sama sekali tidak melewati Mekkah. Banyak penulis sejarah menggambarkan kota-kota besar di semenanjung Arab. Misalnya kota Petra, Tabuk, Yatrib, Taif dan Najran. Namun kota Mekkah sama sekali tidak disebutkan.
Pada zaman dahulu selain jalur darat, jalur laut sangat penting. Untuk pengiriman barang jauh ke Utara, misalnya ke Mesir, pasti menggunakan laut.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].