Apakah Isa dan Yesus adalah sama atau merupakan pribadi berbeda? Mengapa ada banyak sebutan dalam kepercayaan berbeda?
Ada dua sahabat yang mendiskusikan hal ini. Malik seorang Islam dan Paulus seorang Nasrani.
Mari kita lihat apa dalil kesamaan Nabi Isa dan Yesus. Artikel ini menguraikannya berdasarkan diskusi Malik dan Paulus.
Melaluinya kita bisa mendapatkan pemahaman utuh. Nantinya kita dapat memahami kebenaran Allah bagi kita.
Perbedaan Isa dan Yesus
Malik berpendapat bahwa Nabi Isa dan Yesus adalah pribadi berbeda. Karena ia melihat ada perbedaan dari ajaran Islam dan Nasrani.
Faktor utama yang menjadi pertanyaan Malik adalah perbedaan nama. Dalam Islam disebutkan nama Nabi Isa. Sedangkan Nasrani memanggilnya Yesus Kristus.
Malik bertanya mengapa ada penyebutan yang sangat berbeda? Bandingkan dengan nama Muhammad yang sama di seluruh dunia. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa Nabi Isa dan Yesus pastilah berbeda.
Persamaan Isa dan Yesus
Paulus rupanya mengetahui beberapa informasi. Ia mengajak Malik untuk tidak terlalu cepat menyimpulkan.
Paulus mengatakan ada begitu banyak persamaan Nabi Isa dan Yesus yang tidak terbantahkan. Mari kita lihat beberapa diantaranya.
- Lahir dari rahim seorang perawan (Qs 3: 39 – Injil, Lukas 1:76).
Dalam sejarah Al-Quran dan Injil hanya ada satu pribadi yang luar biasa. Yaitu yang lahir di bumi dari seorang perawan. Yaitu Isa Al-Masih atau Yesus Kristus. - Lahir dari Ruh Allah (Qs 21:91 – Injil, Lukas 1:35).
Dalam hal ini Al-Quran dan Injil juga memberikan informasi sama. Bahwa Ruh Allah yang bekerja saat kelahiran Isa.
- Isa dinyatakan sebagai pribadi yang suci (Qs 19:19 – Injil, 1 Yohanes 3:5).
Kepercayaan Islam dan Nasrani sama-sama meyakini bahwa semua manusia berdosa. Tidak ada yang luput dari kesalahan.
Namun ada dalil dari kedua agama ini menyatakan Isa suci. Tidak pernah tertulis Isa berdosa. - Isa membuat banyak mukjizat. Bahkan membangkitkan orang mati (Qs 3:49 – Injil, Matius 11:5).
Kehidupan Isa tergambarkan penuh dengan mukjizat. Bahkan Isa adalah satu-satunya nabi yang dapat membangkitkan orang mati. - Isa terangkat ke surga dan berada di sisi Allah (Qs 4:158 – Injil, Ibrani 1:3).
Akhir hidup Isa juga berbeda dari para nabi lainnya. Hanya Isa yang terangkat dan berada di sisi Allah. Dalam hal ini Al-Quran dan Injil setuju. - Isa akan kembali sebagai hakim adil (HR. Muslim No. 220 – Injil, 2 Korintus 5:10).
Dan hal lainnya yang menarik adalah pada akhir zaman Isa akan datang kembali. Ia akan memiliki otoritas besar untuk menjadi Hakim bagi manusia.
Paulus kemudian menyatakan bahwa semua hal ini memberikan bukti kuat. Bahwa Nabi Isa atau Yesus merujuk pada satu Pribadi yang sama.
Tidak ada tokoh lain yang memiliki deskripsi seperti ini. Baik dari ajaran berbagai kebudayaan maupun kepercayaan yang ada.
Setelah mendengar semua penjelasan ini membuat Malik berpikir. Ia kemudian bertanya: “Jika demikian mengapa ada dua nama yang berbeda, yaitu Isa dan Yesus?”
Penjelasan Perbedaan Nama Isa dan Yesus
Paulus menjelaskan bahwa nama Yesus berasal dari bahasa Yunani Iesous. Kata ini adalah transliterasi (penyalinan dengan huruf lain) nama Ibrani Yeshua.
Nama Yeshua adalah kombinasi dua kata. Yaitu kata Yah (dari Yahweh) dan yasha yang artinya menyelamatkan. Jadi arti Yeshua atau Yesus adalah Allah menyelamatkan.
Selanjutnya nama Yesus sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Jadi tiap bangsa memiliki penyebutannya sendiri.
Contohnya:
- India = Yisu.
- Cina = Yesu.
- Rusia = Iisus.
- Swahili (Afrika) = Yaisu.
- Jepang = Iesu.
- Korean = Yesu.
- Thai = Phra Yesu.
- Vietnam = Giesu.

- Pendapat pertama menyatakan nama Isa berasal dari bahasa Arab. Yang artinya anak Laki-laki.
- Pendapat lain menyatakan asal kata Isa memang berhubungan dengan kata Yesus. Nama ini merupakan bentuk penyederhanaan sebagai kata serapan dalam bahasa Arab.
Karena budaya lisan dan tulisan orang Yahudi telah ada lebih dari 1000 tahun sebelum Masehi. Sedangkan budaya tulisan bangsa Arab ada sekitar 500 tahun setelah Masehi.
Jadi ada berbagai nama dan istilah yang mengalami penyesuaian. Sebagai kata serapan dan penyederhanaan dari budaya sebelumnya.
Sebagai contoh kata “sahaya” dalam bahasa Melayu. Awalnya kata ini berarti hamba, abdi, atau budak. Namun kini, “sahaya” mengalami perubahan makna lebih positif, yaitu menjadi “saya.”
Perubahan lain dari kata “sahaya” adalah “pembantu.” Atau secara labih sopan dapat disebut sebagai asisten rumah tangga. Makna kata ini pada awalnya serupa.
Kesimpulan yang Tidak Terbantahkan
Pada akhirnya Paulus memberikan pernyataan bahwa semua informasi ini memberikan kesimpulan yang kuat. Dimana Nabi Isa dan Yesus merujuk pada pribadi yang sama.
Paulus kemudian menekankan bahwa Pribadi Nabi Isa atau Yesus sangat populer. Ia menjadi tokoh yang diimani oleh 2.1 milyar umat Islam dan 2.6 milyar umat Nasrani.
Namun yang terutama adalah betapa istimewanya Isa-Al-Masih. Karena Ia satu-satunya manusia yang lahir dari perawan dan suci. Isa sekarang berada di sisi Allah. Ia akan kembali sebagai Hakim adil.

Sehingga jika kita mengimani dan menjadi pengikut-Nya, tersedia keselamatan Allah. Yaitu pengampunan atas dosa dan tuntunan-Nya untuk masuk surga.
“. . . Kristus [Isa Al-Masih] mempersembahkan hanya satu kurban untuk pengampunan dosa, dan kurban itu berlaku untuk selama-lamanya . . . Allah juga berkata, ‘Aku akan melupakan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan mereka.’ Jadi, dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan itu sudah diampuni . . .” (Injil, Ibrani 10:12,17-18, BIS).
Isa Al-Masih/Yesus untuk Keselamatan Manusia
Diskusi ini membuka mata Malik mengenai Isa Al-Masih. Ia mengatakan masih perlu waktu untuk merenungkan semua fakta ini. Namun ia mengakui keistimewaan Isa yang juga tertulis dalam dalil agamanya.
Memang Pribadi Isa sangat Istimewa. Ia satu-satunya Pribadi suci yang mampu menolong kita masuk surga.
Maukah Anda mendapatkan ampunan dosa dan juga tuntunan Allah agar kita bisa masuk surga? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
“Terpujilah Allah sebab Ia melawat umat-Nya. Ia memberikan keselamatan bagi kita melalui Isa Al-Masih. Sesuai firman-Nya sejak purbakala oleh nabi-nabi-Nya yang kudus. Untuk menunjukkan rahmat-Nya. Untuk memberikan kepada umat-Nya surga” (Injil, Lukas 1:68-77, parafrasa).
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Isa Al-Masih Dalam Al-Quran
- Mengapa Tidak Ada Dosa Nabi Isa Menurut Islam dan Nasrani?
- Mengapa Isa Al-Masih Adalah Rahmat Dari Allah?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pendapat Saudara mengenai adanya banyak sekali persamaan antara Nabi Isa dan Yesus dalam kepercayaan Islam dan Nasrani?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa perbedaan Nabi Isa dan Yesus hanyalah merupakan kesalahpahaman informasi sejarah?
- Bagaimana pendapat Saudara mengenai keistimewaan Isa Al-Masih yang jauh berbeda dari para nabi lainnya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Dalam hal ini Al-Quran dan Injil juga memberikan informasi sama. Bahwa Ruh Allah yang bekerja saat kelahiran Isa.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].