• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Benarkah Kekayaan Tanda Cinta Allah Pada Hamba-Nya?

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Sifat Allah > Benarkah Kekayaan Tanda Cinta Allah Pada Hamba-Nya?
24 April 2024 | Tidak Ada Komentar

Setiap manusia pasti menginginkan hidup sejahtera. Namun kenyataannya banyak yang hidup berkekurangan.

Banyak umat percaya kekayaan adalah rezeki. Sehingga ada anggapan orang kaya mendapatkan tanda cinta Allah pada hamba-Nya.

Namun benarkah demikian? Kita perlu memahami hal ini untuk bisa mendapatkan cinta-Nya. Agar bisa hidup sejahtera di bumi dan masuk surga di akhirat.

Mari kita simak artikel ini untuk mendapatkan jawabannya!

Pemahaman Orang Kaya dalam Islam

Ajaran Islam mengatakan Allah memberi berkah bagi umat yang taqwa. Sehingga banyak orang berpendapat, orang kaya karena mendapat tanda cinta Allah pada hamba-Nya.

“. . . dan barang siapa yang bertawakkalah kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya” (Qs. 65:3).

Memang dalam Islam kekayaan jasmani diizinkan. Umat boleh menjadi kaya, asalkan kekayaannya dipergunakan untuk berbuat baik.

Beberapa contoh tujuan baik penggunaan kekayaan adalah:

  1. Untuk membangun masjid.
  2. Untuk lebih baik memberi amal dan zakat.
  3. Untuk mampu pergi haji dan umrah.
  4. Untuk memiliki kehidupan mapan agar bisa berdakwah.
  5. Untuk mencari ilmu (pendidikan).

Kenyataan yang Mengejutkan

Namun banyak kenyataan yang berbeda dari harapan. Banyak orang tetap hidup miskin. Juga banyak orang kaya namun tidak bahagia.

Selanjutnya kekayaan manusia malah bisa menjerumuskan ke berbagai dosa. Serta tidak ada jaminan orang yang banyak beramal pasti masuk surga.

Bahkan ayat yang menarik menyatakan kekayaan bukan jaminan tanda cinta Allah pada hamba-Nya.

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan . . . Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira . . . Kami siksa mereka . . . ketika itu mereka terdiam berputus asa” (QS 6:44).

Jika demikian, apa tanda cinta Allah pada hamba-Nya? Saya juga ingin tahu bagaimana cara mendapatkannya.

Kisah yang Memberi Pemahaman

Satu saat saya menonton sebuah video di sosial media. Judulnya sangat menarik: “Orang Kaya dan Pengemis. Siapa yang Akan Masuk Surga?”

Dikisahkan ada seorang kaya. Ia selalu memakai pakaian jubah ungu serta kain lenan halus. Setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

Ada juga seorang pengemis bernama Lazarus. Badannya penuh borok. Ia berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu.

Kemudian, pengemis dan orang kaya itu meninggal. Pengemis itu diantar oleh malaikat ke pangkuan Nabi Ibrahim. Sedangkan orang kaya menderita siksaan di akhirat.

Dalam penderitaannya orang kaya ini memohon kepada Nabi Ibrahim. “Ya Nabi, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan datang untuk menyejukkan lidahku. Karena aku menderita sekali dalam nyala api ini.”

Namun rupanya tidak bisa. Nabi Ibrahim menjawab, “Di antara kita ada jurang yang besar. Sehingga orang tidak bisa menyeberang.”

Sampai di sini saya bisa mengerti. Kisah ini mirip dengan beberapa kisah lain yang pernah saya dengar sebelumnya. Namun kisah berikutnya sangat menarik.

Menemukan Jawaban yang Saya Cari

Selanjutnya orang kaya ini memohon. Ia berkata: “Kalau begitu, aku mohon sudilah Lazarus ke rumah orang tuaku. Karena aku masih mempunyai lima saudara laki-laki. Mereka perlu mendapat peringatan supaya jangan sampai masuk juga ke tempat yang penuh penderitaan ini.”

Tetapi Nabi Ibrahim memberi pengertian. Ia berkata: “Pada mereka sudah ada Kitab Suci (Taurat dan Zabur). Seharusnya mereka memperhatikan apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu.”

Bahkan Nabi Ibrahim memberi penegasan. “Jika mereka tidak mau memperhatikan isi kitab suci, maka mereka tidak bisa diyakinkan. Bahkan sekalipun ada orang mati hidup kembali.”

Kisah ini sangat menarik perhatian saya karena terdapat beberapa pelajaran berharga.

  1. Manusia sering khilaf dalam kekayaan.
    Rupanya memang manusia penuh dengan dosa dan salah. Dalam hal ini tidak terkecuali orang kaya.
    Seringkali orang yang kaya rentan hidup ceroboh. Mereka merasa dirinya cukup baik karena kekayaan sehingga tidak sadar akan dosa dan kekurangannya.
    Banyak orang yang merasa sukses tidak berharap penuh pada rahmat Allah. Karena merasa dirinya sudah memiliki banyak kemampuan.
  1. Saat kesulitan, manusia ingat Allah.
    Berbeda dengan keadaan pengemis. Ia tahu tidak ada harapan untuk dia selamat selain dari mendapat rahmat Allah. Karena itu ia perlu berharap secara total pada rahmat-Nya.
  1. Ada jalan untuk mendapat kepastian surga.
    Manusia bisa masuk surga dengan cara mengikuti jalan yang tertulis dalam kitab suci (Taurat, Zabur dan Injil).

Tentu hal ini berbeda dari kepercayaan saya sebelumnya. Dan juga pada awalnya saya tidak mengerti banyak hal.

Namun saya mau memahami lebih lanjut karena ingin mendapatkan tanda cinta Allah pada hamba-Nya. Supaya saya bisa masuk surga.

Ini Tanda Cinta Allah Pada Hamba-Nya!

Di akhir video ada keterangan bahwa kisah ini terinspirasi dari Kitab Injil, Lukas 16:19-31.

Kemudian video diakhiri dengan sebuah ayat. “. . . semua yang telah tertulis mengenai Aku [Isa Al-Masih] harus digenapi, baik dalam Kitab Suci Taurat . . . dalam kitab tulisan nabi-nabi, dan dalam Kitab Zabur” (Injil, Lukas 24:44).

Akhirnya melalui berbagai proses dan pembelajaran, saya menjadi lebih paham. Bahwa Isa Al-Masih adalah Firman Allah (Kalimatullah) yang menjelma dalam wujud manusia. Dialah yang tertulis dalam Kitab Taurat, Zabur dan Injil.

Kedatangan Isa memang telah banyak tertulis dalam ramalan-ramalan ratusan tahun sebelumnya. Ia menjadi bukti firman Allah benar tergenapi.

Misalnya ada ramalan nabi tentang penderitaan tentang Isa Al-Masih yang orang kaya di atas tidak memperhatikan. Ayat ini mengenai rahmat Allah untuk orang berdosa. Hal ini terjadi saat Isa berkorban.

“Sesungguhnya, dialah yang menanggung penyakit kita dan memikul derita kita, . . . ia tertikam sebab pelanggaran-pelanggaran kita, . . . hajaran yang mendatangkan kesejahteraan [keselamatan] bagi kita ditimpakan kepadanya . . .” (Injil, Nabi Besar Yesaya 53:4-5).

Tujuannya adalah untuk menanggung hukuman atas dosa manusia, agar kita bisa mendapat ampunan Allah. Inilah “rahmat” Allah!

Jadi sekarang selama kita di dunia, Allah mau memberi ketenangan hati. Yaitu karena ada jaminan akan nasib kita di akhirat. Bahwa kita bisa tenang pasti masuk surga sesudah meninggal. Inilah rahmat Allah, tanda cinta Allah pada hamba-Nya.

Kita bisa menerima pertolongan Allah ini. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Di samping yang di atas ada beberapa tanda cinta lain yang dialami orang yang menerima rahmat Allah melalui Isa Al-Masih, sbb:

  1. Damai hati karena pasti masuk sorga
  2. Sukacita karena kenikmatan sorga menantikan Anda
  3. Kepastian Allah mengasihi kita, menerima kita, dan senang berhubungan dengan kita.
  4. Kepastian Allah mendengar doa kita karena kita sudah menerima rahmat-Nya

Cinta Allah yang Terutama: Kepastian Surga

Memang dalam hidup ada orang kaya dan orang miskin. Dalam hal ini bahaya bagi orang kaya ialah merasa baik dan diridhoi Allah karena amalnya. Sehingga ia cenderung tidak berharap total pada rahmat Allah.

Isa Al-Masih berkata: “Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga.  Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Injil, Matius 19:23-24).

Jadi, walau sebagian orang menganggap kekayaan tanda cinta Allah pada hamba-Nya, hal ini tidak selalu benar. Kekayaan justru dapat menghalangi kita berharap pada rahmat Allah! Akibatnya, sulit sekali untuk orang kaya masuk surga.

Syukurlah bahwa Allah menerima semua orang, baik kaya ataupun miskin. Caranya dengan mereka mau mengimani rahmat Allah sesuai dengan ramalan para nabi. Yaitu Isa Al-Masih sendiri yang datang sebagai manusia. Ia yang menderita di kayu salib untuk menanggung hukuman bagi dosa kita.

Jadi inilah tanda cinta Allah pada hamba-Nya. Yaitu pengorbanan Isa Al-Masih untuk memberikan kita jaminan surga.

Maukah Anda mengimani-Nya dan mendapat jaminan surga? Mari mengambil keputusan ini sekarang!


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Allah Peduli! Masalah Keuangan Dalam Rumah Tangga Mukmin
  2. Manfaat Amal Saleh: Dapatkah Menjamin Selamat Di Akhirat?
  3. Muhammad, Isa Dan Orang Miskin

Video:

  1. Kisah Seorang Muslimah Menemukan Kasih Allah

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara apakah tanda cinta Allah pada hamba-Nya bisa terlihat dari keadaan kaya atau miskin manusia? Jelasan alasannya!
  2. Menurut Saudara adakah kepastian orang yang mendapat cinta-Nya akan masuk surga? Jelaskan jawabannya!
  3. Bagaimana menurut Saudara bahwa ada jaminan selamat melalui Isa Al-Masih?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Kategori: Kepercayaan Orang Islam, Sifat Allah

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Paling lama
Terbaru

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Bagaimana Cara Umat Beragama Tidak Cinta Dunia dan…
  • Apakah Tanda Dicintai Allah bagi Mukmin yang Penuh…
  • Benarkah Dosa Mukmin akan Diampuni Allah di Bulan Ramadhan?
  • Benarkah Islam Menjadikan Rumah Allah Sebagai Kiblat…
  • Benarkah Seseorang Tidak Dapat Menanggung Dosa Orang Lain?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz