
Kami mendapat pertanyaan seperti ini melalui email dari Saudara Hasan. Memang hal ini ditanyakan oleh banyak orang. Banyak yang ingin mendapat jaminan surga di akhirat.
Ada berbagai pandangan mengenai jaminan keselamatan dalam Islam. Ada yang menjamin kepastiannya, namun banyak yang menyatakan dalil sebaliknya.
Mari kita simak pembahasan topik ini, agar kita semua bisa mendapatkan surga Allah.
Ada Jaminan Keselamatan dalam Islam!
Pada awalnya Saudara Hasan merasa ada jaminan keselamatan dalam Islam. Karena ada banyak ulama yang mengajarkan demikian.
Dalilnya terambil dari Hadist. Tertulis: “Setiap umatku masuk surga selain yang enggan . . . Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan” (Shahih Bukhari 6737).
Intinya, bagi orang beriman ada jaminan selamat Allah. Dimulai saat seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat.
Selanjutnya, dalam kehidupannya Allah akan menilai perbuatan setiap orang. Nantinya setiap amal dan dosa akan mendapat balasan.
Pada akhirnya orang beriman tetap akan selamat juga. Hanya sebagian orang mendapatkan hukuman lebih banyak daripada yang lainnya. Hal ini terkesan memberikan jaminan keselamatan dalam Islam. Bahkan bagi pelaku maksiat, tetap pada akhirnya bisa masuk surga.
Benarkah Ada Jaminan Keselamatan dalam Islam?
Namun Saudara Hasan mendengarkan berbagai ceramah lainnya. Ada ulama menjelaskan topik ini lebih detail.

Ulama menasehati jangan terlalu yakin tentang akhirat. Kita benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita.
Malahan bisa saja sebaliknya. Bukan jaminan keselamatan dalam Islam, namun malah ada jaminan neraka.
“Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).
Hal ini tentu saja mengejutkan semua pendengarnya. Tapi ulama ini melanjutkan dengan memberi penjelasannya.
4 Dalil Tidak Ada Jaminan Keselamatan dalam Islam
Ulama memperdalam dengan berbagai dalil. Mari kita lihat beberapa di antaranya:
- Ada timbangan perbuatan manusia.
Al-Quran menjamin siapa yang ringan timbangan kebaikannya akan masuk neraka. “Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam” (Qs 23:103). - Banyak hal tergolong dosa syirik.
Agama tegas mengajarkan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (Qs 4:116). Namun rupanya banyak hal sederhana yang termasuk ke dalam dosa ini.
Contohnya orang yang mengerjakan shalat agar terlihat orang lain (Sunan Ibnu Majah 4194). Orang yang mendustakan agama dengan enggan menolong orang yang membutuhkan (Qs 107:1-3,7).
Jika demikian, bagaimana kita yakin bersih dari hal-hal ini? Bisa saja ada banyak khilaf kita yang merupakan doa syirik. - Dosa sederhana menghalangi orang masuk surga.
Contohnya Allah tidak menerima amalan dan akan menahan rahmat-Nya karena hal sederhana. Misalnya bagi orang yang memutus tali silaturahmi (Sunan Tirmidzi 1847).
Atau hal lainnya, dalam hal kesombongan. “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan . . .” (Shahih Muslim 131). - Nabi Islam tidak bisa menjamin akhirat.
Salah satu hal terutama adalah bahwa manusia tidak tahu apa yang akan terjadi di akhirat. Nabi Islam juga tidak mengetahuinya: “Demi Allah meskipun aku ini Rasulullah, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan-Nya terhadapku” (Shahih Bukhari 1166).
Ia juga tidak bisa memberikan jaminan apapun kepada Siti Fatimah. Padahal ia adalah anak yang dikasihinya.
“. . . wahai Fathimah putri Muhammad, mintalah kepadaku apa yang kamu mau dari hartaku, sungguh aku tidak dapat membela kamu sedikitpun di hadapan Allah“ (Hadits Bukhari No.2548).
Keterbatasan Manusia Berdosa
Semua hal inilah yang menjadi kegelisahan Saudara Hasan. Semua hal ini membuatnya ragu apakah benar ada jaminan keselamatan dalam Islam.
Bahkan dalam ayat yang memberi jaminan selamat (Shahih Bukhari 6737), tetap mengandung prasyarat. Yaitu untuk hidup taat.
Kami mengerti kegelisahan ini. Memang semua manusia pasti menginginkan selamat. Namun kita sadar bahwa kita tidak sempurna.
Semua manusia selama hidup pasti banyak berbuat dosa. Sehingga hal ini menjauhkan kita dari Allah.
Seumpama ada perlombaan renang yang sangat jauh. Para peserta perlu menempuh jarak 2000 kilometer untuk mencapai garis akhir.
Banyak orang mencobanya, dengan kemampuan berbeda-beda. Ada peserta yang hanya berhasil menempuh 2 KM. Satu peserta lain lebih kuat mampu 10 KM. Ada juga atlet ternama yang mampu mencapai 100 KM.
Walaupun demikian jelas semua usaha mereka gagal. Tidak ada yang mampu menempuh jarak yang sangat jauh itu.
Demikianlah gambarannya tentang surga. Memang ada manusia yang berbuat maksiat. Ada juga manusia yang lebih baik. Atau ada yang rajin ibadah dan beramal.
Namun semua usaha manusia tidak cukup. Semua manusia telah berbuat dosa. Sehingga tidak akan mampu mendekat kepada Allah yang Maha Suci.
Jaminan Keselamatan Allah

Caranya Allah dengan menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih yang lahir dari Ruh Allah melalui perawan Maryam.
Isa datang mengajarkan kebenaran untuk menunjukan jalan selamat. Selanjutnya Isa mati di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa. Sehingga melaluinya kita mendapatkan ampunan dosa.
“Sesungguhnya, Aku [Isa Al-Masih] berkata kepadamu, orang yang mendengarkan perkataan-Ku serta percaya . . . memperoleh hidup yang kekal dan tidak akan dihukum. Ia sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Injil, Surat Yahya 5:24).
Jadi, jaminan keselamatan bukan atas keberhasilan usaha manusia. Melainkan karena rahmat Allah yang besar.
Kita pasti bisa mendapatkan keselamatan-Nya. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Jaminan Keselamatan dalam Isa Al-Masih
Jadi bagi Saudara Hasan dan semua Saudara pembaca, kita bisa mendapatkan jalan keselamatan. Allah menyediakannya melalui Isa Al-Masih.
Manusia pasti gagal dengan kemampuan sendiri. Namun dengan mengimani Isa, Allah pasti akan menolong kita.
“. . .Allah mengaruniakan kepada kita hidup yang kekal . . . Orang yang mengimani Isa Al-Masih akan menerima hidup . . . yaitu kamu yang percaya kepada-Nya” (Injil, Surat 1 Yahya 5:11-13, parafrasa).
Maukah Anda mendapatkan jaminan keselamatan Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih!
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Adakah Jaminan Keselamatan Dalam Al-Quran Bagi Orang Islam?” Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Keselamatan Dalam Al-Quran Dan Injil
- Adakah Jaminan Keselamatan Bagi Orang Islam?
- Apakah ada Jaminan Keselamatan dalam Agama Islam?
- Allah Memberi Petunjuk Kepastian Surga, Sudahkah Anda Mendapatkannya?
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Adakah cara lain yang Saudara tahu bahwa seseorang dapat memperoleh keselamatan pasti di akhirat? Silakan jelaskan!
- Setelah membaca penjelasan artikel ini, apakah Saudara masih yakin ada jaminan keselamatan dalam Islam? Mengapa?
- Bagaimana pandangan Saudara tentang jaminan keselamatan pasti di akhirat dalam Injil melalui Isa Al-Masih?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].