
Memang manusia memiliki kerinduan untuk mempunyai hati yang bersih. Agar ibadah kita bisa Allah terima sehingga nantinya bisa mendapatkan surga.
Namun mungkinkah hal ini tercapai? Apakah dengan melakukan serangkaian ibadah mampu membersihkan hati kita?
Mari kita simak makna dari Idul Fitri dan hubungannya dengan kesucian hati manusia. Agar kita bisa mendapatkan rahmat-Nya ke surga.
Makna dari Idul Fitri Menurut Agama
Idul Fitri memiliki arti penting bagi umat Islam di dunia. Pada hari tersebut, umat Islam merayakan usainya puasa Ramadan satu bulan penuh.
Sehingga Idul Fitri adalah puncak dari ibadah puasa. Idul Fitri dipercaya menjadi hari kemenangan bagi umat yang mampu menjalankan penuh ibadahnya.
“. . . hari Raya Idul Fitri karena waktu berbuka dari puasa kalian juga merupakan Hari Raya kaum Muslim . . .” (Sunan Tirmidzi 702).
Sedangkan dari arti kata, kita menemukan makna lainnya. Idul Fitri berasal dari dua kata “id” dan “al-fitri.” Kata “Id” berarti kembali atau berulang. Hari raya disebut “id” karena perayaannya terjadi berulang setiap tahun.
Kata “Fitri” memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci karena umat telah melakukan ibadahnya. Sedangkan berbuka karena merupakan puncak atau penutup dari puasa Ramadan.
Sehingga kata Idul Fitri bermakna kembali seperti penciptaan awal. Atau kembali menjadi suci.
Penjelasan lainnya: Kata Idul Fitri sering umat Islam artikan “kembali ke fitrah.” Berarti kembali ke al-khilqah (naluri, pembawaan) dan ath-thabî‘ah (tabiat, karakter) yang diciptakan Allah. (Jamaluddin al-Jauzi, Zâd al-Masîr, VI/151; az-Zamakhsyari, al-Kasysyâf, III/463).
4 Makna dari Idul Fitri untuk Umat Islam

- Saat kembali untuk fitri/ kembali suci. Karena telah berhasil menjalankan serangkaian ibadah agama.
- Sebagai saat syukur. Untuk merayakan turunnya Al-Quran dan hari kemenangan setelah berpuasa.
- Waktu untuk memberikan zakat. Sebagai bentuk syukur atas rezeki yang kita terima.
- Waktu perayaan masyarakat. Momen Idul Fitri adalah waktu silaturahmi dengan keluarga dan memberikan hadiah bagi kerabat.
Berbagai poin di atas menekankan pentingnya Idul Fitri, khususnya untuk membuat umat kembali suci. Namun pertanyaannya benarkah dengan menjalankan serangkaian ibadah kita bisa kembali suci? Begitu banyak dosa kita sepanjang tahun, apakah bisa tertutupi semuanya?
Mari kita lihat dalil agama mengenai bagaimana cara manusia bisa kembali fitri (suci).
Mungkinkah Manusia Menjadi Fitri?
Agama mengajarkan bahwa pada dasarnya manusia penuh dengan dosa. Al-Quran mengatakan bahwa manusia itu sangat ingkar (Qs 100:6-8).
Selanjutnya nanti akan ada timbangan di akhirat bahwa setiap manusia akan tersingkap kebaikan dan keburukannya.
“Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat” (Qs 23:102-104).
Dalam keadaan seperti ini, sangat sulit timbangan kebaikan kita bisa cukup. Banyak sekali khilaf dan dosa yang kita perbuat selama hidup. Jauh lebih banyak dari ibadah dan amal yang bisa kita lakukan.
Terlebih lagi Hadist menyatakan tegas bahwa manusia selamat bukan karena amalnya. Melainkan karena rahmat Allah (Shahih Muslim 5038).
Karena itu mustahil manusia bisa kembali fitri, pasti kita akan selalu tercemar dengan dosa lagi. Setiap hari banyak sekali pikiran kotor bisa terlintas di kepala kita, belum lagi amarah atau kekesalan. Kita bisa ceroboh dengan perkataan. Bergosip atau membicarakan orang lain, juga berbohong dan sebagainya.
Sedangkan ibadah kita sangat terbatas. Tidak akan mampu menutupi semua pelanggaran kita.
Gambaran Kesulitan Manusia untuk Selamat

Setiap penjaga pantai tahu satu fakta menarik, bahwa ia tidak bisa menyelamatkan orang selama mereka berusaha menyelamatkan diri mereka sendiri. Karena dalam kepanikan orang tersebut akan makin tenggelam. Namun selain itu, ia juga malah membuat orang lain ikut terbawa tenggelam bersamanya.
Semua usahanya tidak akan cukup untuk menyelamatkan diri sendiri. Tindakan tangan dan kaki yang tidak terkoordinasi malah menenggelamkannya lebih cepat.
Demikianlah manusia tenggelam dalam lautan dosa. Semua amal baik kita seperti usaha menggerakkan kaki dan tangan untuk mengapung.
Namun kita malah habis tenaga dan tidak bisa terlepas dari dosa. Kita justru tenggelam lebih jauh ke dalam dosa.
Karena itu kita manusia membutuhkan penyelamat. Yaitu pertolongan Allah untuk bisa melepaskan dari lautan dosa.
Allah Mau Menyelamatkan Manusia
Memang manusia tidak mungkin bisa suci karena manusia pasti berbuat banyak dosa. Kita tenggelam dalam lautan dosa yang luas. Karena itu Allah menyediakan penyelamat.
“Dosa telah masuk ke dalam dunia . . . dan dosa itu menyebabkan kematian. Selanjutnya, kematian itu menimpa semua orang karena semua orang telah berbuat dosa . . . Jauh lebih besar lagi anugerah Allah dan pemberian yang dilimpahkan-Nya bagi banyak orang melalui diri satu orang, yaitu Isa Al-Masih . . . anugerah Allah akan berkuasa untuk mendatangkan hidup kekal melalui pembenaran dalam Isa Al-Masih, Junjungan kita Yang Ilahi” (Injil, Rum 5:12,15,21).
Cara Allah menolong manusia adalah dengan menjelma menjadi manusia. Yaitu melalui Isa Al-Masih.
Isa datang “menceburkan diri” ke lautan dunia. Tujuan-Nya untuk menyelamatkan manusia yang tenggelam dalam dosa.
Jika kita mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih maka kita menerima rahmat Allah. Ia akan mengampuni dosa kita. Inilah jalan Allah agar manusia bisa kembali menjadi fitri (suci).
Hanya Isa Al-Masih yang Bisa Menjadi Penyelamat
Isa Al-Masih adalah satu-satunya pribadi yang mampu menjadi penyelamat manusia. Isa adalah penjelmaan Allah dalam wujud manusia. Ia juga satu-satunya pribadi yang suci (Qs 19:19). Kitab Suci Taurat dan Injil menyatakan demikian.
“. . . Ia [Isa Al-Masih] tidak pernah melakukan kekerasan dan tidak ada tipu daya dalam mulutnya . . . Al-Masih dinyatakan supaya Ia menghapus dosa-dosa manusia, dan di dalam Dia tidak ada dosa” (Taurat, Yesaya 53:9 dan Injil, 1 Yahya 3:5).
Karena itu, Isa satu-satunya yang dapat menyelamatkan manusia dari dalam lautan dosa.
Menjadi Fitri dengan Mengimani Isa

“. . . anugerah-Nya yang tidak ada bandingannya itu . . . berlaku atas kita dalam Isa Al-Masih. Jadi, karena anugerahlah kamu diselamatkan melalui iman . . . itu bukan karena amalmu, jangan seorang pun menyombongkan diri” (Injil, Efesus 2:7-9).
Maukah Anda kembali Fitri dan menerima rahmat Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel ini. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Kenajisan Hati, Perhatikan Atau Abaikan?
- Makna Kembali Fitrah dalam Islam dan Kristen
- Perbuatan Baik Seorang Muslim (Sebuah Kesaksian)
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].