• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Mengapa Gelar Nabi Isa Begitu Istimewa Dalam Al-Quran?

Isa Dan Islam > Artikel > Isa Al-Masih > Isa Menurut Al-Quran > Mengapa Gelar Nabi Isa Begitu Istimewa Dalam Al-Quran?
4 Oktober 2023 | 102 Komentar

Sebagai manusia, kita senang dengan gelar. Orang berusaha untuk mendapatkan gelar yang tinggi dan istimewa.

Banyak nabi punya gelar. Namun, Nabi Isa memiliki lebih dari 20 keistimewaan dan gelar. Sangat berbeda dari nabi lainnya.

Umat Muslim mengimani Isa Al-Masih sebagai salah satu nabi.  Namun Ia tetap hanya manusia biasa.

Walaupun demikian makin lama makin banyak umat yang tertarik mengetahui lebih dalam. Karena ada banyak informasi tentang Isa Al-Masih yang sangat berbeda.

Siapa sebenarnya Isa Al-Masih? Dan mengapa Nabi Isa memiliki banyak keistimewaan dan gelar yang unik?

Mari kita pelajari dengan seksama. Agar bisa mendapatkan rahmat Allah. 

Gelar Ulul Azmi

Pertama, kita bisa melihat bahwa Isa Al-Masih mendapat gelar atau penyebutan yang terhormat. Yaitu gelar Ulul Asmi.

Gelar ini adalah untuk nabi yang paling berat ujiannya namun tabah. Umat Muslim percaya hanya ada lima nabi yang mendapatkannya.

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian . . . dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh” (Qs 33:7).

Selanjutnya ada berbagai hal yang meneguhkan keistimewaan Nabi Isa.

Penekanan Nama dan Keluarga Isa Al-Masih

Banyak penekanan nama Nabi Isa dalam Al-Quran. Ia disebut sekitar 187 kali. Hal ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyebutan ini jauh melebihi nabi lainnya.

Penyebutan yang umum adalah “Isa.” Penyebutan lainnya, misalnya “Al-Masih,” “Ibnu Maryam,” dan sebagainya.

Kisah mengenai Isa Al-Masih tertulis dalam beberapa surah. Contohnya Surah Al-Imron, Al-Maidah dan Surah Maryam.

Bahkan keluarga Isa mendapat sorotan luar biasa. Maryam, Ibu Isa, tertulis sebagai wanita yang paling mulia (Qs 3:42). Namanya juga banyak tertulis dalam Al-Quran, yaitu 34 kali. Hal ini jauh lebih banyak dari wanita lainnya.

Maryam satu-satunya wanita yang namanya menjadi nama surah (Surah 19: Surah Maryam). Dan nama keluarga Maryam menurut agama Islam, menjadi nama surah juga (Surah 3: Surah Al-Imron).

Jadi Anda dapat melihat betapa besar penekanan Al-Quran terhadap pribadi Isa Al-Masih. Ada banyak sorotan mengenai kehidupan dan keluarga-Nya.

10 Keistimewaan Nabi Isa

Melihat banyak sorotan terhadap Isa Al-Masih, membawa kita pada bagian berikutnya. Bahwa ada banyak keistimewaan Nabi Isa dalam Al-Quran dan Hadits.

Mari kita lihat berbagai contohnya.

  1. Nabi yang lahir dari perawan Maryam (Qs 3:47).
    Tidak ada nabi lainnya yang terlahir dengan cara seperti ini.
  2. Nabi yang adalah perwujudan Ruh Allah menjadi Manusia (Qs 21:91).
  3. Nabi yang adalah perwujudan Kalimatullah menjadi Manusia.
    “. . . dan Isa adalah Ruh dan Kalimat-Nya dan memang demikian . . .” (Hadits Ad Darimi No.47).
  4. Satu-satunya nabi yang suci (Qs 19:19).
    Semua manusia berdosa. Bahkan para nabi pun memiliki dosa. Namun hanya Isa yang jelas tertulis adalah suci.
  5. Nabi yang penuh mukjizat Allah bahkan mampu membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
    Memang ada banyak nabi lain bisa membuat mukjizat. Namun pernahkah Anda berpikir mengapa hanya Nabi Isa yang tercatat dalam Al-Quran mampu membangkitkan orang mati?
  6. Nabi yang membawa kebenaran (Qs 5:68).
  7. Nabi yang menjadi tanda rahmat Allah bagi manusia.
    “Kami hendak menjadikan [Isa Al-Masih] sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Qs 19:21).
  8. Nabi yang wajib diimani umat (Qs 4:159).
    “Dan tidak seorangpun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa . . .” (Qs 4:159).
  9. Nabi yang berada di sisi Allah (Qs 4:158).
  10. Hakim adil akhir zaman (Sahih Muslim 127).

Kesimpulan Keistimewaan Isa Al-Masih dalam Al-Quran

Semua keunikan di atas menyatakan Isa Al-Masih berbeda dari nabi lainnya. Karena tidak ada hamba Allah lain yang seperti itu.

Hal ini menyebabkan kita bisa memahami gelar Nabi Isa yang terutama. Sebagai kesimpulan dari semua keunikannya. Yaitu yang terkemuka di dunia dan akhirat.

“. . . Isa putra Maryam yang terkemuka di dunia dan di akhirat . . .”  (Qs 3:45).

Keadaan ini bahkan terbawa untuk para pengikut-Nya. Allah juga akan meninggikan pengikut Isa Al-Masih sampai akhir zaman (Qs 3:55).

Banyak umat Muslim terkejut mengetahui semua hal ini. Ada yang pernah berkata: “Saya tidak menyadari hal ini sebelumnya. Tidak pernah ada pembahasan seperti ini dari guru agama saya.”

Akhirnya banyak umat yang rindu mengetahui mengenai Isa Al-Masih. Siapakah Dia sebenarnya? Mari kita lihat petunjuk dan cahaya dalam kitab Injil mengenai hal ini.

10 Gelar Nabi Isa dalam Kitab Injil

Kitab Injil menuliskan banyak gelar Nabi Isa yang luar biasa. Mari kita lihat beberapa diantaranya.Isa Al-Masih adalah Kalimatullah

  • “Pada mulanya [Isa Al-Masih] adalah Firman [Kalimatullah]. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . . Firman itu telah menjadi manusia . . . penuh kasih karunia dan kebenaran” (Injil, Yohanes 1:1,14).
  • Gelar “anak Allah” (Injil, Matius 16:16).
    Menyatakan Nabi Isa berasal dari Allah. Ia adalah Ilahi.
  • Gelar “anak manusia” (Injil, Matius 18:11).
    Menyatakan Nabi Isa, Kalimatullah datang dalam bentuk manusia. Tujuannya untuk menyampaikan firman Allah dan menyelamatkan manusia.
  • Roti Hidup (Injil, Rasul Yohanes 6:35, 41, 48-51).
    Menyatakan Nabi Isa membawa kebenaran Firman Allah (Kalimatullah). Kebenaran ini seperti makanan yang memberikan kehidupan rohani bagi orang yang menerimanya.
  • Terang dunia (Injil, Rasul Yohanes 8:12).
    Kebenaran Firman Allah (Kalimatullah) adalah terang yang menjadi panduan kehidupan.
  • Gembala yang Baik (Injil, Rasul Yohanes 10:11, 14)
    Nabi Isa menyatakan kasih Allah untuk menuntun manusia.
  • Sang Kebangkitan dan Hidup (Injil, Rasul Yohanes 11:25)
    “. . . Akulah [Isa Al-Masih] kebangkitan dan hidup . . .” (Injil, Yohanes 11:25).
    Menyatakan kuasa kehidupan Allah mengalir melalui Nabi Isa.
  • Jalan yang lurus.
    “Kata Yesus [Isa Al-Masih] kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku’” (Injil, Yohanes 14:6).
  • Pokok Anggur yang benar (Injil, Rasul Yohanes 15:1, 5)
    Menyatakan manusia perlu terhubung (mengimani-Nya). Tujuannya agar kita bisa hidup dan bertumbuh secara rohani.
  • Dan yang terutama: “Mesias”
    “. . . Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Injil, Matius 16:16).
    Gelar ini menyatakan keilahian Isa Al-Masih. Dan juga fungsi-Nya sebagai Juruselamat manusia.

Kesimpulan Gelar Nabi Isa dalam Injil

Rupanya ada banyak sekali keistimewaan dan gelar Nabi Isa yang terambil dari Al-Quran, Hadits, dan Kitab Injil.

Semua hal ini memberikan kepada kita kesimpulan yang tidak terbantahkan. Bahwa Isa Al-Masih adalah Allah. Namun Ia menjadi perwujudan Firman Allah (Kalimatullah) dalam bentuk manusia.

“Kamu menyebut Aku [Isa Al-Masih] Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Injil, Yohanes 13:13).

Tujuan Allah adalah untuk memberi jalan keselamatan bagi manusia berdosa. Hal ini terjadi saat kita mengimani dan menjadi pengikut Isa.

Allah akan mengampuni dosa. Ia juga akan menuntun kita sampai masuk surga. Karena kita telah mengimani perwujudan Kalimatullah.

Memang benar semua informasi ini tidak mudah untuk diterima pada awalnya. Namun saat kita melihat semua deskripsi mengenai Isa Al-Masih, hal ini menjadi sangat jelas.

Semua gelar Nabi Isa menyatakan keilahian-Nya. Menyatakan Dialah jalan Allah untuk keselamatan manusia.

Dapatkah Anda melihat keistimewaan Isa Al-Masih? Mari mengimani dan menjadi pengikut-Nya agar bisa selamat!


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Isa Al-Masih Dalam Al-Quran
  2. Mengenal Sang Pencipta Dalam Kitab Suci: Allah dan Nabi Isa
  3. Apakah Tujuan Wafat Isa Al-Masih Bagi Muslim dan Nasrani?

Video:

  1. Siapa Yang Dimaksud Kalimatullah dalam Al Quran dan Hadist?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara mengapa nabi Isa adalah satu-satunya pribadi yang lahir dari perawan dan suci?
  2. Mengapa ada banyak keistimewaan Isa yang ilahi? Berbeda dari manusia biasa.
  3. Bagaimana pendapat Saudara bahwa Kitab Injil menyatakan Isa adalah Kalimatullah dalam bentuk manusia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930 
Kategori: Isa Al-Masih, Isa Menurut Al-Quran

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

102 Comments
Paling lama
Terbaru
isa
12 April 2011 12:37 pm

*
Isa itu dapat gelar Ulul Azmi dalam Al-Quran, yaitu gelar untuk Nabi yang paling berat ujian yang telah diberikan oleh Allah namun paling tabah dalam ujian itu. Yang mendapat gelar itu ada lima Nabi yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad.

Dalam Al-Quran, ciri-ciri kemuliaan nabi ditandai dengan dilarang dibuat lukisan dan patungnya. Kenapa? Karena orang tidak akan fokus pada ajaranNya tetapi akan fokus pada merubah-rubah wajahNya.

Saya sangat menyayangkan kenapa wajah Isa dilukis dan dijadikan patung, apalagi lebih mirip orang Jerman dari pada orang Yahudi.

Balas
staff
13 April 2011 10:17 pm
Balasan ke  isa

~
Isa sesungguhnya bukan hanya setara dengan nabi-nabi, bahkan nabi yang paling mulia sekalipun. Alasannya telah kami kemukakan dalam artikel di atas.

Menurut Al-Quran sendiri, Isa Al-Masih adalah yang seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat (Qs 3:45). Isa Al-Masih beroleh pemuliaan yang jauh lebih tinggi dari siapapun, dan bahkan lebih dari segala nabi dan rasul.

Kitab Suci menjelaskan sebagai berikut:

“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Isa bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.” (Injil, Surat Filipi 2:9-10).

Apakah benar pendapat Saudara, bahwa ketika dibuat gambar atau patung, maka ajaran akan ditinggalkan? Sesungguhnya kami tidak sependapat.

Adalah tidak benar untuk membuat gambar atau patung, untuk kemudian kita bersembah-sujud kepadanya. Namun membuat gambar tidak serta merta membuat ajaran akan dilupakan atau ditinggalkan. Menurut kami, antara gambar dan ajaran tidak ada kaitan sama sekali.

Kami selaku pengikut Isa Al-Masih sangat menjunjung tinggi ajaran-Nya.

CA

Balas
mikha
9 Mei 2011 7:32 am

*
Isa terkemuka di dunia dan akhirat. Tapi hanya terbatas di antara bani Israel, karena ajaran-Nya hanya untuk bani israel, sementara Muhammad mendapat kemuliaan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Balas
staff
18 Mei 2011 6:54 pm
Balasan ke  mikha

~
Saudara Mikha,

Kalimat yang mengatakan bahwa Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat, adalah justru berarti Isa Al-Masih adalah terkemuka di segala tempat dan di segala zaman, yakni dari dunia manusia di masa dulu dan sekarang, sampai dengan dunia sana di masa mendatang.

Kata ‘dunia’ jelas membuktikan bahwa Isa Al-Masih terkemuka di mana saja di dunia ini.

Sementara kata ‘akhirat’ justru membuktikan bahwa Isa Al-Masih bukan terkemuka sewaktu hidup saja, tetapi juga sampai saat kematian menjemput semua manusia pada hari kiamat, dan bahkan sampai nanti di akhirat (sorga atau neraka).

Ayat Qs 3:55 ini jelas mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah rahmat bagi seisi bumi dan sorga, di dunia dan akhirat.

Perhatikanlah juga bahwa Isa Al-Masih juga dituliskan sebagai ‘tanda yang besar dari Allah’ bagi semesta alam (Qs 21:91).

Apakah kata ‘semesta alam’ bagi Saudara, hanya berarti bani Israel?

CA

Balas
mikha
12 Juni 2011 3:22 pm

*
Injil sendiri yang katakan bahwa Isa Al-Masih hanya untuk Bani Israel.

Balas
staff
25 Juli 2011 8:43 am
Balasan ke  mikha

~
Keselamatan yang di bawah oleh Isa Al-Masih tidak terbatas hanya pada satu bangsa atau suku tertentu. Perhatikanlah ayat berikut “Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya (Isa Al-Masih) dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.” (Injil, Kisah Para Rasul 3:26).

Tugas pertama Isa Al-Masih adalah menyatakan Tuhan serta diri-Nya bagi bangsa Israel, karena Israel adalah umat pilihan Allah. “Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat”. (Qs 2:47)

Tugas kedua Isa Al-Masih merupakan hal yang sangat penting. Yaitu menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi dosa-dosa manusia. “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Injil, Rasul besar Matius 20:28)

Inilah bukti ke-universal-an ajaran Isa Al-Masih dalam Al-Quran dan Injil, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Injil Rasul Besar Matius 28:19)

“Jibril berkata: “Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya (Isa Al-Masih) suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.” (Qs 19:21)

Ayat di atas tidak mengatakan “suatu tanda bagi bangsa Israel saja” melainkan bagi seluruh manusia.

Untuk lebih jelas, silakan membaca pada artikel ini: http://tinyurl.com/3cpf5j2.
~
SO

Balas
Julius
13 September 2011 9:13 am

*
[quote name=”mikha”]*
Injil sendiri yang katakan bahwa Isa Al-Masih hanya untuk Bani Israel.[/quote]

Kiranya Isa Al-Masih menyatakan diri-Nya kepada saudara dengan cara yang ajaib. Sehingga saudara mempercayai dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Balas
staff
2 Februari 2012 7:01 am
Balasan ke  Julius

~
Awal pelayanan Isa Al-Masih, Dia memang mengutamakan bangsa Israel. Mengapa? Sebab Israel adalah bangsa pilihan Allah. Dan Al-Quran memang mengakuinya “Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat”. (Qs 2:47).

Namun pelayanan Isa Al-Masih tidaklah berhenti hanya pada bangsa Israel. Terbukti dengan Amanat Agung yang Disa sampaikan kepada murid-murid-Nya sesaat sebelum Dia terangkat naik ke sorga. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Injil Rasul Besar Matius 28:19).
~
SO

Balas
achmad usman
7 Desember 2011 9:08 am

*
Isa Al-Masih adalah manifestasi Tuhan seperti setiap makhluk hidup, namun Ia bukanlah Diri Allah (Allah adalah di luar itu). Allah Esa,berdiri sendiri.

Balas
staff
9 Desember 2011 6:21 am
Balasan ke  achmad usman

~
Isa Al-Masih adalah Firman/Kalimat Allah yang hidup. Ia menyatakan Allah. Ketika seorang pengikut-Nya berkata: “Tunjukkanlah Bapa (Allah) itu kepada kami.” Dia menjawab: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa (Allah)” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:8-10).

Apabila Isa Al-Masih adalah Allah dalam wujud manusia, maka Dia adalah satu-satunya yang patut didengarkan, dihormati, dan bahkan disembah. Oleh karena itu, memperlakukan Isa Al-Masih hanya sekedar sebagai makhluk ciptaan merupakan suatu penghujatan.

Sebaliknya, apabila Isa Al-Masih bukan Allah, kita hanya akan merasa berterima kasih atas kematian-Nya di kayu salib. Karena bila kita menyembah Dia sebagai Allah, itu merupakan suatu kesalahan yang sangat besar. Mengapa? Karena dengan demikian kita menjadikan Dia berhala yang menempati kedudukan Allah.
~
SL

Balas
rokimuqorrobin
16 Juni 2012 11:09 am

*
Dalam Qs 3:45, kata ‘terkemuka’ terjemahan dari bahasa Arab ‘Wajihan’ yang juga punya arti terhormat, tetapi bukan makna mengungguli. Staf Isa dan Islam mengindikasikan Terkemuka sebagai penguasa, padahal kata kuasa dan Terkemuka kecuali Allah semesta alam. Kata Wajihan/terkemuka juga dipakai dalam surat Qs 33:69 “dan Dia ( Musa ) mempunyai kedudukan terkemuka/Wajihan disisi Allah”. Jika kita sama analoginya Kristen, apa mungkin Nabi Musa itu anak Allah seperti yang dituding pada Nabi Isa?

Balas
staff
19 Juni 2012 2:59 am
Balasan ke  rokimuqorrobin

~
Qs 3:45 berkata, “terkemuka di dunia dan di akhirat”. Menurut kamus bahasa Indonesia, salah satu arti kata “terkemuka” adalah “terutama, paling utama”. Tidak ada yang lebih utama lagi selain dia.

Menurut ayat di atas, Isa adalah yang terkemuka, terutama, paling utama. Dimana? Di alam dunia dan di alam akhirat.

Menurut saudara Rokimuqorrobin, di alam akhirat nanti adakah manusia yang layak disebut yang terkemuka, terutama, paling utama?

Firman Tuhan mengatakan di alam akhirat, semua orang adalah sama. “Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 22:30).

Bila di alam akhirat semua orang adalah sama, lalu siapakah yang disebut sebagai yang “Terkemuka” pada Qs 3:45 di atas?

Tentang Qs 33:69, “Dan (Musa) adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah”

Pada ayat di atas, Musa hanya diberi kedudukan terhormat di hadapan Allah. Menurut kami, kata “terhormat” mempunyai arti yang berbeda dengan kata “Terkemuka” yang ditujukan bagi Isa Al-Masih.
~
SO

Balas
Abdu isamas
20 Mei 2013 10:14 am

*
Kalau Isa Al-Masih itu suatu roh yang ditiupkan Allah, berarti bukan Allah atau anak Tuhan.

Mengapa umat Kristiani dan Nasrani menyebut Isa Al-Masih sebagai Yesus Kristus, Anak Bapa di surga?

Balas
staff
23 Mei 2013 6:50 am
Balasan ke  Abdu isamas

~
Saudara Abdu Isamas,

Bila kita membaca Al-Quran, kita dapat melihat bahwa Muhammad menggunakan istilah Kalimatullah untuk menyatakan Isa Al-Masih sebanyak empat kali. Diantaranya saudara dapat membaca dalam Qs 3:39 dan Qs 4:171.

Dikatakan Isa adalah Firman/Kalimat Allah yang datang ke dunia dalam wujud manusia, melalui proses dilahirkan. Jelas Firman Allah tidak dapat dipisahkan dari diri Allah. Melalui kalimat-Nya, Allah melepaskan kuasa penciptaan-Nya, kuasa penyembuhan-Nya, otoritas pengampunan-Nya, belas kasihan-Nya.

Ketika Isa Al-Masih disebut sebagai Kalimatullah, ini berarti segala atribut/sifat dari Kalimat/Firman
Allah ada di dalam diri Isa Al-Masih. Isa di dalam Injil menyatakan, “Aku dan Bapa adalah satu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:30). Isa berada paling dekat dengan Allah, karena Dia adalah Firman Allah.

Tentang mengapa Yesus disebut sebagai Allah Bapa, saudara dapat membaca penjelasan kami pada artikel ini: http://tinyurl.com/b53xf54.
~
SO

Balas
Hanna Karunia
21 Mei 2013 3:12 pm

*
To: Sdr Abdu Isamas,

Isa Al-Masih bukanlah suatu roh yang ditiupkan oleh Allah, seperti Adam dan Hawa. Tetapi Isa adalah Roh Allah itu sendiri. Sedangkan raga Isa adalah ujud dari Firman Allah yang masuk ke dalam rahim Maria. Isa tidak mempunyai ayah biologis layaknya manusia yang hidup di dunia ini.

Isa disebut sebagai Anak Allah adalah pengakuan dan panggilan yang diberikan oleh Allah sewaktu Isa dibaptis oleh Yohanes pembaptis (Yahya) di sungai Yordan (Matius 3:16,17). Jadi bukan manusia yang memberikan panggilan / predikat Anak Allah, tetapi Allah sendiri berkenan mengakui Isa / Yesus sebagi Anak-Nya. Isa merupakan penggenapan dari janji Allah yang akan memberikan seorang penebus dosa pada Adam, dikala Adam jatuh kedalam dosa.

Karena itu umat Kristiani menyebut Isa / Yesus sebagai Putra Tunggal Allah Yang Maha Tinggi, Penyelamat dan Penebus manusia dari dosa. Hal itu tergenapi dengan mati-Nya Isa di atas kayu salib, di bukit Kalvari. Inipun sudah dinubuatkan nabi-nabi jauh sebelum Isa lahir / turun ke dunia ini. Thanks. GBU.

Balas
Vicky Syahrial
21 Mei 2013 11:20 pm

*
Dalam surat Ali Imran ayat 45: “Idz Qaalati malaaikatu yaamaryamu innallaaha yubasysyiruka bikalimatin minhu ismunul masiihu isa ibnu maryama WAJIHAN fiddunnya wal akhirati wa minal muqarrabiin”

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “…namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), “

Dalam ayat di atas, kata: “wajihan” yang diartikan sebagai “terkemuka”, “Wajihan” juga berarti terhormat namun bukan bermakna paling.

Surat al-Ahzab ayat 69: Yaa ayyuhal ladziina amanuu laa takuunuu kalladziina aadzau muusaa fabarra-ahullaa hu mimmaa qaaluu wa kaana ‘indallaahi WAJIHAN.

“…maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”

Jadi, bukan Isa saja yg mendapatkan predikat terkemuka.

Balas
staff
22 Mei 2013 9:09 am
Balasan ke  Vicky Syahrial

~
Saudara Vicky Syarial,

Terimakasih untuk penjelasan saudara di atas. Dari dua ayat tersebut dan penjelasan saudara kami mengambil kesimpulan bahwa kata “wajihan” mempunyai arti yang berbeda.

Contohnya: Dalam Qs 3:45 saudara mengartikan kata “wajihan” dengan kata terkemuka. Sedangkan dalam Qs 33:69 kata “wajihan” menurut saudara artinya terhomat.

Pertanyaan kami: Apakah saudara dapat menjelaskan mengapa pada Qs 3:45 (untuk Isa Al-Masih) kata “wajihan” diartikan sebagai “terkemuka”? Sedangkan dalam Qs 33:69 (untuk Musa) diartikan sebagai “terhormat”?

Dan lagi, mari kita perhatikan ayat di atas baik-baik. Dalam Qs 3:45 di katakan Isa Al-Masih “seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” Sedangkan Musa dikatakan “seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah”

Terlepas dari arti kata “wajihan,” bukankah kedua ayat di atas mempunyai arti yang berbeda?
~
SO

Balas
Vicky Syahrial
23 Mei 2013 12:37 am

*
Terkadang Indonesia sulit untuk menterjemahkan kata Al-Quran, karena kurangnya kosa kata Indonesia.

Musa dan Isa mendapatkan gelar yang sama yaitu “Wajihan.” Dalam Qs 3:45 di penterjemah Indonesia yang lain, ada yang diartikan sebagai “Terhormat” bukan “Terkemuka.” Tapi Terhormat maupun Terkemuka tidak ada masalah, terserah Indonesianya. Yang penting Allah memberikan Musa dan Isa gelar yang sama yaitu “Wajihan.”

Terlepas dari arti kata “wajihan,” bukankah kedua ayat di atas mempunyai arti yang berbeda?

Maksud anda adalah kedua ayat tersebut berbeda, yang satu Wajihan di dunia dan akhirat, dan yang kedua Wajihan di sisi Allah.

Jika maksud anda demikian, maka anda terlalu bertele-tele. Dalam Qs 3:45 anda mengutamakan kata “Terkemuka.” yang bisa diartikan paling penting/utama, sehingga anda berpikir bahwa ayat tersebut menunjukkan Isa adalah Allah.

Namun bagaimana jika di ayat tersebut diganti “terhormat.” Apakah anda masih mengartikan hal yang sama?

Jadi tidak usah membawa semua kata dalam ayat tersebut, karena yang terpenting menurut Kristen dalam ayat tersebut adalah “Terkemuka.” Apabila kata itu diganti maka anda tidak akan mengartikannya sebagai “yang paling penting/utama”.

Mentafsirkan Al-Quran bukan hanya dilihat dari terjemahannya, tapi dari terjemahan dan bahasa aslinya serta sebab turunnya ayat tersebut.

Balas
staff
23 Mei 2013 10:09 am
Balasan ke  Vicky Syahrial

~
Ketika dalam Alkitab kata “babi hutan” ditulis menjadi “babi,” orang Islam serta-merta menuduh Alkitab sudah direvisi. Pada hal, babi hutan atau babi adalah binatang yang sama.

Saudara Vicky Syahrial mengatakan, diterjemahan lain kata “wajihan” dalam Qs 3:45 ditulis “terhormat” bukan “terkemuka.” Lalu, manakah yang harus diimani oleh pembaca, Isa terhomat atau Isa terkemuka? Bukankah “terhormat” dan “terkemuka” dua kata yang berbeda?

Saudara Vicky Syahrial, dalam hal ini kami tidak bertele-tele. Bukankah dalam mengartikan satu ayat kita tidak bisa hanya berpatokan pada satu kata?

Pertanyaan kami sederhana saja: Apakah menurut saudara dua ayat berikut ini mempunyai arti yang sama atau berbeda? “Isa Al-Masih seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs 3:45) Sedangkan Musa dikatakan “seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah” (Qs 33:69).

Silakan memberi jawaban dan penjelasan saudara.
~
SO

Balas
Vicky Syahrial
23 Mei 2013 11:47 am

*
Maaf saya masih siswa SMP, mungkin ada bahasa saya yang tidak beraturan.

Terhormat dan Terkemuka memang memiliki arti berbeda!

Semua ini karena kurangnya kosa kata Indonesia untuk mengartikan kata “Wajihan”. Maka dari itu jangan didasarkan kepada terjemahan, namun pada bahasa aslinya. Dua ayat tersebut memiliki arti berbeda. Yang satu di dunia akhirat dan yang satu di sisi Allah. Tapi perlu anda ketahui bahwa terkemuka bukan bermakna “Penguasa.” Semua nabi juga mendapatkan gelar wajihan di sisi Allah.

Kristiani mengira bahwa sosok terkemuka dunia akhirat adalah Tuhan, padahal Allah adalah Dzat penguasa dunia dan akhirat. Sedang terkemuka sama sekali tidak mengindikasikan penguasaan. Terkemuka dan berkuasa jelas kata yang berbeda. Penguasa mengindikasikan terkemuka, tapi terkemuka belum tentu mengindikasikan penguasa.

Balas
staff
24 Mei 2013 2:02 pm
Balasan ke  Vicky Syahrial

~
Saudara Vicky Syahrial,

Kami bisa memahami bila ada bahasa atau kata saudara yang tidak beraturan.

Di komentar di atas saudara mengatakan bahwa “Terhormat dan Terkemuka memang memiliki arti berbeda!”

Bagi kami kalimat ini sudah cukup untuk menjawab bahwa hanya Isa Al-Masih yang disebut sebagai terkemuka di dunia dan di akhirat sesuai yang tertulis di Qs 3:45. Jadi, topik ini tidak perlu dilanjutkan lagi. Karena pasti penjelasannya hanya muter-muter di situs saja. Sedangkan jawabannya sendiri sudah saudara kemukakan di atas.
~
SO

Balas
Vicky Syahrial
25 Mei 2013 1:47 am

*
Itulah kebiasaan orang Nasrani. Mau memberikan argumen tapi tidak mau menerima argumen.

Sekali lagi saya tandaskan bahwa Musa memiliki derajat lebih tinggi dari Isa Al-Masih. Karena Musa wajihan di sisi Allah (yang memiliki dunia dan akhirat). Sementara Isa hanya wajihan di dunia dan di akhirat saja.

Balas
staff
27 Mei 2013 6:45 am
Balasan ke  Vicky Syahrial

~
Saudara Vicky Syahrial,

Adalah hak saudara untuk memberi penilaian bagi orang Kristen. Tapi, sadarkah saudara bahwa kesimpulan yang kami ambil berdasarkan penjelasan saudara sendiri?

Kami memang tidak ingin melanjutkan diskusi tentang topik di atas dengan saudara. Karena saudara hanya akan berputar-putar pada jawaban dan penyangkalan yang itu-itu saja.

Saran kami, silakan mempelajari kitab suci saudara baik-baik. Apakah memang benar Al-Quran mengatakan bahwa Nabi Musa memiliki derajat lebih tinggi daripada Isa Al-Masih.

Ingat, kami meminta saudara mencari dalam kitab suci saudara, bukan pada kitab suci yang lain.
~
SO

Balas
Fery Gunawan
26 Mei 2013 6:15 pm

*
To: Sdr Vicky Syahrial,

Maaf, saya tidak membahas hal wajihan. Tapi masalah “terhormat dan terkemuka” antara Isa dan Musa.

Isa jauh lebih tinggi derajadnya dibanding dengan Musa. Isa mati di atas kayu salib untuk menebus manusia dari dosa. Dikuburkan dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Menampakkan dir pada murid-murid-Nya dan pengikut-Nya. Kemudian naik ke surga disaksikan lebih dari 500 orang saat itu.

Musa memang terhormat, karena memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Tapi tidak untuk masuk ke Kanaan, karena Musa punya kesalahan. Walaupun pada saat Musa meninggal raganya / jenasahnya dikuburkan oleh Allah sendiri. Sehingga tidak ada seorangpun yang tahu di mana kuburan Musa hingga saat ini.

Isa lebih tinggi derajadnya dibandingkan Musa, karena Isa naik ke surga dan kelak Isa yang akan datang pada akhir jaman. Apakah dalam keyakinan anda yang akan datang pada akhir jaman itu Musa sehingga anda mengatakan Musa lebih tinggi derajadnya daripada Isa? Mengapa anda tidak mengikuti keyakinan Musa saja yang lebih tinggi derajadnya daripada nabi anda saat ini?

Balas
Fery Gunawan
28 Mei 2013 4:12 pm

*
To: Sdr Harry,

Semua ayat yang anda tuliskan itu memang sering membuat orang Kristen yang imannya pas-pasan, keluar dari Kristen dan menjadi mualaf. Ayat-ayat itu tidak dapat anda baca dengan begitu saja. Apalagi anda ambil sebagian. Misalnya: Yohanes 20:17a, Matius 18:19a.

Ayat-ayat dalam Alkitab itu saling berkaitan satu sama lain, jadi anda harus membaca menurut konteks ayatnya. Tidak mengambil yang “a” saja atau yang “b” saja, menurut keinginan anda seperti di Al-Quran.

Alkitab itu merupakan buku yang sistematis. Artinya semua kejadian ditulis berurutan menurut peristiwanya. Lain dengan Al-Quran yang penyusunannya (maaf, menurut saya) membingungkan, tumpang tindih.

Al-Quran tidak pernah menceritakan kisah Isa atau Musa dengan lengkap dalam 1 surat. Artinya kisah Isa dapat muncul di mana-mana dan tidak lengkap (terpotong-potong). Ini membuat bingung. Isa di Al-Quran dikatakan keponakan Musa (Qs 3:35-47).

Coba anda baca kisah Isa di Alkitab, semuanya berurutan dari lahir sampai naik ke surga, juga kisah Musa di Perjanjian Lama. Dapat anda bandingkan, mana yang mudah dipahami. Thanks. GBU.

Balas
harry
29 Mei 2013 4:20 am

*
To: Ferry Gunawan,

Di mana-mana pihak Kristen jika ditanya hal ini selalu menjawab dengan jurus andalan yaitu “kalau baca ayat Injil jangan sepotong-sepotong”. Mas semua ayat yang saya quote sangat jelas dan gamblang yang menyatakan bahwa Yesus bukan Tuhan.

Atau tolong tunjukkan satu ayat saja yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Balas
staff
3 Juni 2013 10:15 am
Balasan ke  harry

~
Saudara Harry,

Alkitab berbeda dengan Al-Quran. Alkitab dibukukan secara sistematis. Berawal dari sejak penciptaan alam semesta, hingga penghakiman di akhirat. Dalam memahami ayat-ayat Alkitab, saudara tidak bisa hanya mengartikan satu ayat saja. Karena ayat-ayat Alkitab tidak berdiri sendiri. Saudara juga harus memperhatikan ayat sebelum dan sesudahnya untuk mengetahui maksud dari ayat tersebut.

Berbeda dengan Al-Quran, yang setahu kami dibukukan berdasarkan banyaknya jumlah ayat. Al-Quran tidak ditulis secar sistematis seperti Alkitab.

Memang bukan hal yang mudah untuk dapat memahami bahwa Tuhan mau menjadi manusia. Bagi umat Muslim, mereka hanya memandang Yesus atau Isa Al-Masih sebagai manusia biasa. Tetapi bagi orang Kristen, Dia lebih dari sekedar manusia biasa.

Ketika Yesus masih di dunia, kita dapat melihat karya-karya-Nya. Diantaranya: Dia dapat mengatasi setiap sakit penyakit, alam semesta juga tunduk ketika mendengar hardikan dari Yesus. Yesus juga mempunyai hak istimewa dari Allah sendiri untuk memberi kehidupan pada orang yang sudah mati. Juga Dia mempunyai hak istimewa yang dimilik Allah, yang nabi lain tidak miliki, yaitu mengampuni dosa.

Melihat pada karya Yesus di atas, menurut Sdr. Harry, siapakah sebenarnya Yesus itu?
~
SO

Balas
Fery Gunawan
31 Mei 2013 5:41 pm

*
Sdr Harry,

Ayat yang anda pilih dengan nota dibelakangnya “a” atau “b”, apakah itu bukan pembajakan. Karena jika anda baca seluruhnya maka anda akan mengetahui secara jelas maksud dari ayat tersebut.

Anda ini bertanya atau menghakimi orang agar menurut kehendak anda? Kalau anda bertanya, maka saya jawab, bahwa ayat-ayat di Alkitab tidak dapat diambil sepotong-sepotong seperti yang anda ambil. Itu sama saja saya ambil sepotong dari sebuah kisah, lalu saya sodorkan pada anda dan anda harus mengakui kebenaran saya.

Bukan Kristen selalu menjawab dengan jurus andalan, kita tidak punya jurus andalan. Yang kita punya kebenaran Kristus dari Allah. Kalau anda mau mempelajari sesuatu, anda kan harus mengikuti prosedurnya bukan?

Apakah anda dulu semasa sekolah mempelajari sesuatu langsung pada bagian tengah/ elakang, tidak bukan? Ada prosedurnya. Mungkin kitab suci anda bisa dipelajari dengan cara terpotong-potong, sehingga banyak yang berani berjihad tanpa tahu artinya jihad itu apa. Sudah banyak yang membahas Isa sebagai Anak Allah / Tuhan, jadi tidak perlu dibahas lagi. Thanks. GBU.

Balas
Fery Gunawan
3 Juni 2013 12:07 pm

*
Sdr Harry,

Bisa anda baca sendiri pada Yohanes 13:13,14. Itu ucapan Yesus sendiri di hadapan murid-murid-Nya, diakui oleh murid-murid-Nya.

Maaf jika anda tersinggung, bukan maksud saya menyinggung anda, cuma sayang anda begitu keras dalam mengatakan jurus andalan Kristen. Saya rasa tidak ada yang menyerang keyakinan anda. Kita sama-sama saling share / berbagi pengetahuan. Thanks. GBU.

Balas
harry
4 Juni 2013 1:24 am

*
Fery Gunawan,

Yohanes 13:13 (ENDE Version) “Kamu memanggil Aku Guru dan Tuan. Dan tepatlah demikian, sebab memang itulah Aku!”

Dirubah menjadi; (TB Version) “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan”

Balas
staff
4 Juni 2013 9:00 am
Balasan ke  harry

~
Saudara Harry,

Kami percaya saudara adalah orang Indonesia yang mengerti dengan baik bahasa Indonesia.

Kami ingin bertanya, dari kedua ayat yang saudara tulis di atas, apakah mempunyai arti atau makna berbeda? Silakan menjelaskan dimana letak perbedaannya!
~
SO

Balas
Fery Gunawan
4 Juni 2013 2:27 pm

*
Sdr Harry,

Sayat tidak tahu kalau anda pakai ENDE Version, anda bisa bahasa Ende? Mungkin perbedaan itu terjadi pada terjemahannya dengan memakai bahasa ibu / daerah, tapi artinya sama.

Saya memakai Alkitab bahasa Indonesia terbitan LAI th 1960 – ejaan lama, 1982, 2009, Firman Allah Yang Hidup (FAYH) dan Alkitab bhs Inggris – Standard Version, New Simplified Bible, semuanya menuliskan “Guru dan Tuhan” / “Teacher and Lord”. Versi Inggris menterjemahkan: Lord = Tuhan; God = Allah; Master = Tuan; Servant = Hamba.

Saya punya Alkitab: “Terjemahan Dunia Baru”. Alkitab Kristen Saksi-saksi Yehova (Kristen aliran sesat), memang menuliskan “Guru dan Tuan”, tapi hal ini tidak dapat dipakai sebagai bahan acuan karena aliran tersebut dianggap sesat dalam berbagai hal. Saya pernah mengikutinya beberapa waktu yang lalu. Coba anda lihat Alkitab anda terbitan mana, kalau LAI berarti hanya masalah bahasa daerah, tapi kalau lain saya tidak merekomendasikan pada anda untuk bahan acuan. Demikian, semoga dapat menjadi pencerahan untuk anda. Thanks. GBU.

Balas
Fery Gunawan
4 Juni 2013 2:37 pm

*
To: Staff IDI,

Saya sampaikan terimakasih bahwa dua kolom komentar saya pada Sdr, Harry kemarin siang dihapus, mungkin terlalu panjang dan kurang tepat.

Saya juga salut pada Sdr Harry, sebagai umat Muslim mau mencermati Alkitab sedemikian telitinya, jarang ada orang Muslim mau demikian. Semoga staff IDI pun mau mengerti dan dapat memberikan pencerahan seperlunya. Terimakasih. Tuhan memberkati semuanya.

Balas
staff
10 Juni 2013 8:03 am
Balasan ke  Fery Gunawan

~
Saudara Fery Gunawan

Sebelumnya maaf karena ada beberapa komentar saudara yang kami hapus. Bukanlah hal mudah bagi kami untuk menghapus komentar yang masuk. Bila kami menghapus komentar dari teman-teman Muslim, mereka akan menuduh kami menghapus karena tidak bisa menjawab.

Dan bila kami menghapus komentar dari teman-teman Kristen, rasanya sangat disayangkan karena isinya menjelaskan tentang Kebenaran dari Injil.

Tapi mau tidak mau, kami harus konsisten dengan aturan yang telah kami buat. Dan kami tidak bisa pilih kasih, dengan hanya menghapus komentar dari teman-teman Muslim dan membiarkan komentar dari teman-teman Kristen.

Mungkin sedikit masukan dari kami, sedapatnya agar memberi penjelasan yang singkat dan jelas. Sehingga tidak perlu harus memberi penjelasan yang panjang.

Kami harap saudara Fery dapat maklum akan hal ini. Tuhan memberkati.
~
SO

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Isa Hakim Yang Adil – Mengapa Isa Al-Masih Menerima…
  • Mungkinkah Gelar Nabi Isa Menunjukkan KeIlahian Isa?
  • Al-Quran dan Injil: Kisah Kelahiran Nabi Isa Sangat…
  • Siapakah Isa Al-Masih Menurut Al-Quran? Sifat-Nya Istimewa!
  • 5 Alasan Mengapa tidak ada Sholawat Nabi Untuk Isa Al-Masih

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz