• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Manusia Penuh Dosa, Ini Cara Membersihkan Hati Yang Kotor

Isa Dan Islam > Artikel > Keselamatan > Pengampunan > Manusia Penuh Dosa, Ini Cara Membersihkan Hati Yang Kotor
17 September 2025 | 18 Komentar

“Kepercayaan Nasrani itu aneh! Mengapa Allah perlu mengorbankan “Anak-Nya” [Isa Al-Masih] untuk menebus dosa? Apakah ini cara membersihkan hati kotor?”

Kami mendapat pertanyaan seperti ini. Rupanya memang banyak orang yang tidak paham. Banyak orang yang merasa sulit menerima kepercayaan Nasrani.

Mari kita simak penjelasan mengenai hal ini. Anda dapat memahaminya dengan baik. Juga Anda akan mengerti cara Allah membersihkan hati kotor.

Dapatkah Kita Membersihkan Hati yang Kotor?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita lihat keadaan manusia. Agar kita mengerti latar belakang permasalahannya.

Kita semua paham bahwa manusia pasti melakukan banyak dosa. Kita semua lemah. Tidak ada manusia yang sempurna.

Dalam keadaan seperti ini sulit menemukan cara untuk membersihkan hati kotor. Karena kita sudah tercemar dengan banyak dosa.

Memang ada pandangan yang menyatakan bahwa ibadah dan amal baik bisa menutup dosa. Bahkan bisa menjadi cara untuk membersihkan hati kotor.

Gambarannya adalah seperti gelas berisi kopi hitam. Jika gelas itu dituang air bersih terus menerus, maka akan ada perubahan. Kopi hitam akan luber keluar. Sehingga perlahan-lahan akan berisi air putih saja.

Sayangnya gambaran ini tidak tepat. Karena manusia lemah! Memang kita bisa berbuat kebaikan, namun kita juga terus menerus berbuat dosa.

Bayangkan jika gelas tersebut dituang air bersih. Namun pada saat bersamaan dituang juga dengan kopi hitam lainnya. Maka isi gelas akan terus menerus berisi air keruh. Gelas tersebut tidak akan pernah berisi air bersih.

Demikianlah keadaan hati manusia. Kita yang berniat baik tetap akan khilaf. Hati kita tidak akan pernah bisa benar-benar bersih total. Selalu akan ada kekotoran hati.

Manusia Tidak Mampu Mendapatkan Surga

Keadaan ini sangat mengkhawatirkan. Karena berarti kita tidak mampu membersihkan hati yang kotor.

Kondisi ini membuat kita pasti akan mendapat hukuman Allah. Karena Ia akan memberi balasan atas semua dosa kita.

“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula” (Qs 99:8).

Terlebih lagi hati yang kotor pasti akan menghalangi kita masuk surga. Jelas Allah Maha Suci. Ia tidak akan menerima manusia dengan hati yang kotor.

“. . . wahai para manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik . . .” (Hadits Ahmad No.7998).

Karena itu sangat penting untuk kita mengetahui cara membersihkan hati kotor. Tujuannya agar bisa terhindar dari murka Allah dan masuk surga.

Membersihkan Hati dengan Mengorbankan “Anak Allah”?

Memang penting membersihkan hati. Namun banyak orang mempertanyakan kepercayaan Nasrani. Benarkah caranya harus dengan Allah mengorbankan “Anak-Nya [Isa Al-Masih]?”

Banyak orang tidak mengerti bahkan memandang rendah hal ini. Alasannya karena aneh untuk Allah memiliki anak. Selanjutnya juga tidak paham mengapa perlu ada “korban.” Mari kita simak uraiannya.

  1. Arti “Anak Allah”
    Istilah “Anak Allah” bukan berarti Allah beranak seperti manusia. Nasrani percaya Allah itu Esa (Taurat, Ulangan 6:4 dan Injil, Surat 1 Timotius 2:5). Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan.
    Istilah “Anak” sebenarnya hanyalah kiasan. Seperti halnya ada istilah anak kunci atau anak sungai.
    Makna “Anak Allah” adalah berasal dari Allah. Seperti halnya anak berasal dari orang tuanya. Demikianlah Isa berasal dari Allah.
    Selanjutnya “Anak Allah” berarti satu hakekat dengan Allah. Seperti halnya manusia melahirkan manusia, hewan kambing melahirkan kambing. Demikianlah “Anak Allah” berarti satu hakekat dengan Allah.
    Hal ini karena Isa adalah penjelmaan Allah menjadi manusia. Isa adalah perwujudan Kalimatullah (Qs 4:171) dan Ruh Allah.
    Itulah sebabnya Isa satu-satunya Pribadi yang lahir dari perawan. Isa tidak bisa tersentuh setan di saat kelahiran-Nya (Sahih Bukhari 1493).
  2. Benarkah Allah Mengorbankan Anak-Nya?
    Istilah yang lebih tepat untuk hal ini bukanlah “mengorbankan.” Melainkan Allah “menganugerahkan / memberi anugerah-Nya” bagi manusia.
    “Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Ia menganugerahkan Anak-Nya yang tunggal itu [Isa Al-Masih] supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Injil, Surat Yahya 3:16).
    Memang Allah adalah Maha Adil, sehingga setiap dosa pasti ada hukumannya. Namun Ia juga Maha Kasih. Dalam kasih-Nya Allah mau menyelamatkan manusia.
    Karena itu Ia menjelma menjadi manusia. Inilah Pribadi Isa Al-Masih. Isa membawa ajaran kasih untuk menjadi panduan kehidupan.
    Selanjutnya Isa mati di kayu salib. Tujuannya menjadi penebusan hukuman untuk dosa manusia.
    Jadi Allah sendiri yang menanggung dosa manusia. Agar setiap orang bisa menerima anugerah-Nya. Yaitu ampunan dosa dan jaminan surga.
    “Demikian juga Al-Masih. Ia dipersembahkan satu kali saja untuk menanggung dosa banyak orang . . . untuk menyelamatkan orang-orang yang menanti-nantikan Dia” (Injil, Surat Ibrani 9:28).

Cara Pasti Membersihkan Hati Kotor

Jadi, melalui Isa Al-Masih Allah menyediakan jalan-Nya untuk menolong manusia. Melalui Isa hati kita yang kotor bisa menjadi bersih.

Hal ini karena kemampuan Allah, bukan karena amal perbuatan manusia. Allah yang menciptakan hati. Maka hanya Dia yang mampu membersihkan hati kita seutuhnya.

“. . . sekalipun dosa-dosamu seperti kain merah tua, semuanya akan menjadi putih seperti salju. Sekalipun merah seperti kesumba, semuanya akan menjadi putih seperti bulu domba” (Taurat, Yesaya 1:18).

Kita menerima anugerah Allah ini dengan cuma-cuma. Caranya dengan mengimani Isa Al-Masih.

Selanjutnya dengan hati yang baru kita belajar berbuat baik. Kita perlu menjadi pengikut Isa dan mengamalkan ajaran kasih-Nya.

Maka Allah akan menyediakan pertolongan-Nya. Ia akan membimbing kita di bumi. Ia juga akan menuntun kita sampai mendapatkan surga-Nya.

Mendapatkan Hati yang Bersih dan Jaminan Surga

Jadi memang mustahil manusia membersihkan hati yang kotor. Allah menyediakan pertolongan-Nya. Ia menjelma menjadi manusia melalui Isa Al-Masih.

“Sebab semua orang telah berdosa dan tidak dapat mencapai kemuliaan Allah. Tetapi, karena anugerah-Nya, mereka dibenarkan [mendapat hati bersih] dengan cuma-cuma melalui penebusan di dalam Isa Al-Masih” (Injil, Surat Rum 3:23-24).

Maukah Anda mendapatkan hati yang bersih dan surga Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa.


Lihat artikel ini dalam bentuk video


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Ini Jaminan Masuk Surga Bagi Manusia Berdosa
  2. Setiap Kita Berdosa! Ada yang Mampu Menanggung Dosa Orang Lain?
  3. Solusi Membersihkan Hati Yang Kotor Bagi Manusia Yang Penuh Dosa

Video:

  1. Hanya Lewat Cara Ini Hati Kita Akan Disucikan

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Berikan penjelasan, mungkinkah amal baik dan ibadah bisa membersihkan hati kita secara total?
  2. Menurut Saudara bagaimana cara pasti untuk membersihkan hati yang kotor?
  3. Bagaimana pendapat Saudara mengenai Isa sebagai penjelmaan Allah untuk menolong manusia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel: Pembersihan Hati yang Kotor dengan Dosa, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. Atau WA/SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Keselamatan, Pengampunan

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

18 Comments
Paling lama
Terbaru
Usil
29 Maret 2014 11:13 am

~
Kalau Tuhan bisa menangis, Dia akan menangis menyaksikan skenario-Nya dalam menciptakan manusia dan alam semesta direkayasa menjadi cerita drama yang mengharukan oleh pengikut Kristus. Tuhan Yesus mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia. Buat apa Kuciptakan neraka, kata Tuhan, buat apa Kuciptakan surga kalau bukan untuk hamba-Ku yang beramal soleh. Buat apa Kuciptakan manusia kata Tuhan, bukankah manusia Kuciptakan agar mereka beribadah kepada-Ku dan kembali kepada-Ku dalam keadaan bahagia.

Balas
staff
12 Juni 2014 12:52 pm
Balasan ke  Usil

~
Salam Sdr. Usil,

Kami yakin Tuhan akan menangis melihat manusia yang menolak-Nya. Karena memang Dia telah menyediakan keselamatan bagi manusia tetapi manusia tidak menerima-Nya.

“Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:10-11).
~
Salma

Balas
xucinxgaronx
23 April 2014 3:40 pm

~
Nabi-Nabi menubuatkan kedatangan Sang Juruselamat. Semua nubuatan Yesaya adalah untuk raja-raja Yehuda Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia. Silakan baca pembukaan kitab Yesaya.

Yesaya 1:1 “Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda”.

Balas
staff
12 Juni 2014 12:57 pm
Balasan ke  xucinxgaronx

~
Salam Sdr. Garonk,

Kami berterimakasih untuk pemaparan saudara.

Kami sangat menyesalkan bahwa kutipan saudara perihal Kitab Nabi Besar Yesaya 1:1 tidaklah benar. Memang sangat berbeda antara Alkitab dan Al-Quran. Alkitab dengan jelas menuliskan semua kisah sejarah, latarbelakang dan kontes yang dituju. Barangkali saudara dapat belajar dan membaca tentang kitab Yesaya agar mengerti nubuatan nabi Yesaya.
~
Salma

Balas
xucinxgaronx
19 November 2014 3:13 pm

~
Ternyata anda tidak mengimani Kitab Nabi Yesaya 1:1

Balas
staff
4 Desember 2014 1:31 am
Balasan ke  xucinxgaronx

~
Untuk memahami dengan baik nubuat yang ditulis dalam Kitab Nabi Yesaya, kita harus membaca kitab tersebut secara keseluruhan. Kitab Nabi Yesaya terbagi atas 66 pasal. Isi Kitab ini dibagi ke dalam dua bagian utama.

Bagian pertama adalah nubuatan tentang hukuman yang akan jatuh atas bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain.
Bagian kedua adalah penghiburan tentang anugerah Allah yang ada di dalam Isa Al-Masih, di mana kelahiran, penderitaan dan kemenangan Isa Al-Masih dinubuatkan dengan jelas.

“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri” (Injil, Surat Petrus 1:20).
~
Slamet

Balas
staff
18 Maret 2015 2:04 pm

~
Saudara Xucinxgaronx,

Terimakasih untuk kesediaan saudara mengunjungi dan memberikan komentar pada situs kami. Tentu kami menghargai hal itu. Tetapi kami tidak ingin membuang waktu saudara dalam sebuah diskusi yang tidak sesuai dengan topik di atas. Tentu sangat baik bila kita mendalami setiap artikel sesuai topiknya, bukan? Karena itu, kami terpaksa menghapus setiap komentar yang tidak sesuai dan melebihi satu kolom. Kiranya saudara memaklumi hal ini.

Bila saudara memiliki pertanyaan atau tanggapan di luar topik ini, silakan kirimkan email ke: [email protected]
~
Solihin

Balas
xucinxgaronx
3 Juni 2015 12:16 pm

~
“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri” (Injil, Surat 2 Petrus 1:20).

Jawab : Kalau saya menyatakan bahwa Nubuatan Yesaya hanya untuk Raja-Raja Israel dalam zaman Uzia, Yotam, Ahaz hingga Hizkia. Sesuai dengan yang tertulis di awal kitab Yesaya itu, apakah Anda anggap menafsirkan menurut kehendak sendiri?

Yesaya 1:1 “Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.”

Balas
staff
24 Juli 2015 3:13 am
Balasan ke  xucinxgaronx

~
Saudara Xucinxgaronx,

Kami mohon maaf tidak menjawabnya karena di luar topik yang ada. Sebaiknya membahas artikel di atas dalam forum ini. Bagaimana Saudara Xucinxgaronx?

Semoga Allah memberikan pencerahan kepada Saudara.
~
Endang

Balas
syai baba
3 September 2015 4:59 am

~
Sebenarnya bukannya tidak sesuai dengan topik staff Isa. Memang tidak bisa anda jawab jujur saja tidak apa apa, semoga Syai Baba menolongmu.

Balas
staff
7 September 2015 2:02 pm
Balasan ke  syai baba

~
Saudara Syai Baba,

Di situs ini ada aturan yang wajib kita turuti bersama. Karena itu kami menjawab komentar yang masih ada terkait dengan isi artikel di atas. Jika saudara mau, saudara bisa mengunjungi artikel lainnya yang masih terkait dengan pertanyaan yang saudara ajukan. Disana pasti kami akan memberikan tanggapan. Mohon dimaklumi. Terimakasih.
~
Noni

Balas
yohanes
8 Oktober 2015 2:26 am

~
Kepada Xucinxgaronx,

Tolong terjemahkan ayat ini kayaknya anda jagonya. Matius 28:18 (TB) “Yesus mendekati”.

Balas
staff
10 Oktober 2015 1:03 pm
Balasan ke  yohanes

~
Saudara Yohanes,

Begini isi ayat Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”

Dengan kata lain segala kuasa yang meliputi sorga dan bumi milik Isa Al-Masih. Pertanyaannya, siapakah Isa Al-Masih yang bisa memiliki kuasa di sorga dan di bumi? Isa Al-Masih menjelaskan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa [Allah]; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa [Allah] itu kepada kami.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:9). Lalu kapankah masa Isa Al-Masih itu sebenarnya? “Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:2). Rupanya Isa Al-Masih sama seperti Allah sudah ada sebelum dunia ada.

Kalau begitu apa maksud Isa Al-Masih mengatakan “Kepada-Ku telah diberikan”. Baca juga ayat sesudahnya, ada terkandung kebenaran tentang Allah yang tritunggal. Namun, sepertinya menurut kami maksud Isa Al-Masih adalah terkait dengan apa yang sudah Ia kerjakan yaitu peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya. Ia membuka jalan ke sorga bagi bumi yang telah terhilang karena dosa.
~
Noni

Balas
xucinxgaronx
22 Desember 2015 2:10 am

~
Yohanes / IDI,

Yesus adalah penerima kuasa dari Tuhan yang lebih berkuasa daripada Yesus. Kuasanya terbatas hanya untuk bangsa Israel saja

Matius 19:28, “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Yohanes 1:1-14 bukan ucapan Yesus, tetapi narasi pengarang kitab Yohanes menjiplak hymne Plato filsuf pagan Yunani. Catatan kaki Alkitab The New Testament of the New American Bible, 1970 hal. 203, Yoh 1:1-18 bukanlah bagian Injil Yohanes, melainkan karya lepas yang kemudian dimasukkan menjadi pembuka kitab Yohanes tersebut.

Balas
staff
12 Januari 2016 3:29 pm
Balasan ke  xucinxgaronx

~
Saudara Xucinxgaronx,

Terimakasih untuk respon saudara. Kedudukan Isa Al-Masih tidak akan pernah berubah karena gugatan manusia terhadap-Nya. Bukan pula tanggung jawab kami untuk membela-Nya. Silakan saudara berdoa dan bertanya kepada Tuhan siapakah Isa Al-Masih. Karena kami sudah cukup banyak menjelaskannya kepada saudara.

Bagaimana komentar saudara mengenai artikel diatas?
~
Noni

Balas
Anto
3 Januari 2017 3:30 am

Tujuan utama kedatangan Isa Almasih adalah memberi diriNya sebagai Anak Domba Allah untuk korban yang sempurna menghapus segala dosa manusia yang menerima korban tersebut, hal ini sesuai peraturan dalam Perjanjian lama bahwa tanpa korban darah tidak ada pengampunan dosa dan telah dinubuatkan para nabi akan kedatangan Isa Almasih

Darah Kristus membersihkan hati yang kotor penuh dosa sehingga Roh Kudus Roh Suci berkenan akan hati yang baru dan bersih.

Tanpa Roh Kudus manusia ditipu oleh Roh Jahat Iblis, Iblis menipu manusia dengan godaan dunia yaitu kenikmatan seperti hawa nafsu sex maniak, menjadi penguasa, harta kekayaan yang didapat dengan tidak bekerja seperti rampasan perang

Semuanya itu membawa manusia menyeleweng

Balas
Alex
10 Januari 2021 11:53 am

~
Allah Tuhan dan Juruselamat seluruh manusia. Allah yang telah berbuat baik kepada seluruh manusia yang tak perduli orang itu agama dan keyakinannya apa telah memberi solusi untuk kenajisan hati.

Yaitu hati dan lisan orang itu banyak-banyak meminta ampunan petunjuk ilmu kebaikan dan rahmat Allah serta berlindung kepada Allah dari buruknya akhlak dan hati, kesesatan, musibah dan api neraka.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
15 Februari 2021 9:22 pm
Balasan ke  Alex

~
Saudara Alex,

Saudara memberikan pernyataan yang menarik sekali. Memang banyak orang yang berpikir jika akhlak menjadi patokan agar bisa diselamatkan. Tetapi akhlak yang muncul dari hati yang najis tak akan dapat memenuhi standar kesucian Allah.

Persoalannya adalah hati manusia pada dasarnya adalah najis. Tentu saudara menyadari bahwa hati saudara adalah najis, bukan? Kenajisan tidak mungkin diterima Allah.

Hanya Isa Al-Masih yang dapat membersihkan diri manusia dari kenajisan. Bukankah ini kabar bahagia bagi manusia?
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Kunci Ketenangan Hati Bagi Mukmin di Dunia dan Akhirat
  • Adakah Dosa yang Tidak Bisa Diampuni Allah? 
  • Berapa Banyak Pahala Penghapus Dosa Yang Diperlukan…
  • Ampunan Dosa Dan Berkah! Inikah Arti Malam Nisfu Syaban?
  • Apakah Benar Berwudhu Dapat Mensucikan Diri dari Dosa? 

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz