
Saya ingin mendapatkan ampunan Allah. Karena itu saya selalu menantikan beribadah pada malam Nisfu Syaban.
Namun suami saya menolak untuk beribadah pada malam ini. Ia tidak percaya dan malah menganggapnya sebagai bidah.
Rupanya ada berbagai pandangan mengenai arti malam Nisfu Syaban. Ada yang meyakini keistimewaannya. Namun banyak juga yang tidak menganggapnya demikian.
Apa sebenarnya arti malam Nisfu Syaban? Mari kita lihat pembahasannya agar kita memperoleh rahmat Allah yang sesungguhnya.
Arti Malam Nisfu Syaban
Dari tradisi orang tua saya, kami sangat meyakini arti malam Nisfu Syaban. Kami selalu giat beribadah pada malam ini. Namun suami saya memiliki pandangan berbeda.
Saya pernah menjelaskan dalil agama. Saya mengetahui ajaran ini dari ulama di kampung halaman saya di Sumatra Utara. Bahwa malam Nisfu Syaban adalah malam ke-15 dari bulan Syaban. Menurut arti bahasa, Nisfu berarti pertengahan. Sedangkan Syaban adalah salah satu bulan dalam kalender Hijriyah.
Ulama menjelaskan keadaan malam ini. Yaitu: “. . . Apabila malam nisfu Sya’ban, maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu . . . ‘Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang meminta rizki maka Aku akan memberinya rizki? . . .” (Sunan Ibnu Majah 1378).
Jadi arti malam Nisfu Syaban sangat dalam. Malam ini adalah saat keberkahan, di mana Allah turun dan memberikan rahmat.
Terutama Ia akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Inilah yang sangat saya inginkan. Yaitu agar saya dan suami mendapat ampunan Allah.
Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

- Sebagai malam ampunan dosa.
- Saat Allah menjawab doa.
- Sebagai malam Hari Raya Malaikat. Menjadi waktu para malaikat turun dari langit ke bumi.
- Sebagai malam pembagian takdir. Termasuk dalam hal rezeki, jodoh, pangkat, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
- Sebagai malam kehidupan. Tradisi mengatakan bahwa orang yang beribadah saat itu maka tidak akan tersesat urusan duniawi. Atau bahkan ada yang percaya bahwa pada malam ini tidak ada Mukmin yang meninggal.
Sebuah kisah Hadis mencatat: “Pada malam pertengahan bulan Syaban tidak akan ada seorang pun yang mati . . . karena sibuknya malaikat pencabut nyawa dengan menerima catatan-catatan dari Tuhan semesta alam” (diriwayatkan oleh Atha’ bin Yasar).
Karena itulah saya mengajak suami beribadah agar kami melakukan sholat sunnah, berdoa, membaca Al-Quran, dan juga beristighfar. Saya sangat rindu mendapatkan pahala Allah.
Perbedaan Pandangan Malam Nisfu Syaban
Masalahnya, suami tidak pernah menerima semua penjelasan ini. Ia memiliki keyakinan tersendiri.
Ia mengungkapkan beberapa kejadian hidupnya. Misalnya ia memiliki paman yang sakit keras. Bertahun-tahun pada malam Nisfu Syaban ia mendoakan kesembuhan pamannya.
Namun yang terjadi malah sebaliknya. Pamannya malah meninggal bertepatan pada malam Nisfu Syaban.
Selain itu adik suami saya juga sering berdoa meminta keberhasilan usaha. Ia memiliki warung makan dan bengkel motor. Namun kedua usahanya malah bangkrut.
Suami saya tidak menyalahkan Allah karena kedua kejadian ini. Namun ia tidak percaya arti malam Nisfu Syaban.
Arti Malam Nisfu Syaban Sebenarnya?
Terlebih lagi suami saya pernah mendengar pandangan lain dari ulama. Memang ada dalil malam Nisfu Syaban meragukan.
Banyak ulama yang menilai Hadis yang ada adalah dha’if (lemah). Atau bahkan palsu. Hal ini karena Nabi Islam dan para sahabat awalnya tidak pernah merayakan malam ini.
Bahkan banyak ulama yang melarang malam Nisfu Syaban. Mereka mengatakan umat yang merayakannya telah melakukan bidah.
Sejarah malam Nisfu Syaban juga menarik. Al-Imam Al-Qasthalani (wafat 923 H) menjelaskan hal ini dalam kitabnya Al-Mawahib Al-Laduniyah.
Dikatakan pada mulanya para tabiin di tanah Syam, mereka yang merayakannya. Berawal dari kabar yang datang, bersumber dari ahli kitab Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam.
Bahkan ada informasi selanjutnya bahwa sebenarnya malam Nisfu Syaban berasal dari perayaan Yahudi. Yaitu hari raya Tu Bishvat, “Tahun Baru Pohon”. Yang dilakukan pada tanggal pertengahan bulan Syebat.
Namun para periwayat Islam tidak menerima hal ini. Masih banyak pertentangan tentang dari mana para tabiin menerimanya.
Bijak Menyikapi Malam Nisfu Syaban
Setelah mengetahui semua informasi ini, suami saya menolak arti malam Nisfu Syaban. Ia malahan juga melarang saya menganggapnya istimewa.

Namun kemudian dalam mempelajari agama lebih lanjut, saya sadar. Saya mulai memahami bahwa malam Nisfu Syaban tidak mungkin memberi ampunan dosa.
Hal ini karena selama hidup sebagai manusia kita pasti melakukan banyak pelanggaran. Dan Allah melihat semuanya.
Agama mengajarkan Allah akan memberikan hukuman yang setimpal. Bahkan dosa terkecil sekalipun akan mendapat ganjarannya.
“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Qs 99:8).
Karena itu tidak ada malam istimewa atau amalan khusus yang menjamin surga. Malahan justru agama memberikan jaminan neraka.
“Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).
Hal inilah yang membuat saya gelisah. Saya tidak tahu bagaimana memperoleh kepastian rahmat Allah di akhirat.
Jalan Selamat Allah untuk Manusia
Kepastian akhirat menjadi kegelisahan di hati saya cukup lama. Saya dan suami sering mendiskusikannya. Namun kami tidak menemukan jalan keluarnya.
Sampai suatu saat kami kedatangan saudara jauh. Saat makan siang, kami membicarakan banyak hal. Kami saling memberi informasi mengenai apa yang terjadi dalam hidup kami.
Saat itu kami mendengar berita menarik. Saudara saya menceritakan bahwa sekarang ia telah menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Ia mengatakan bahwa ia telah mendapatkan kedamaian sejati. Hal ini karena dosanya diampuni Isa Al-Masih, Sang Kalimatullah. Akibatnya, ia mendapat kepastian surga di akhirat. Saat itulah saya dan suami sangat terkejut.
Saudara saya berkata, pada dasarnya manusia berdosa tidak mungkin masuk surga. Karena Allah Maha Suci. Namun rahmat Allah sangat besar, Ia mau menyelamatkan manusia. Allah memberikan rahmat-Nya dengan menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih.
Isa adalah Kalimat Allah, tidak diciptakan. Sama kekal dengan Allah! Sebagai Kalimat Allah Ia mengajarkan kebenaran Allah.
Isa kemudian berkorban di kayu salib. Hal ini untuk menanggung hukuman dosa. Pengorbanan-Nya memungkinkan pengampunan dosa umat manusia.
“. . . oleh kasih-Nya yang sangat besar kepada kita, Allah, yang kaya dengan rahmat, menyelamatkan kita. Melalui Al-Masih . . . Jadi, anugerahlah yang menyelamatkan kamu” (Injil, Efesus 2:4-5, parafrasa).
Melalui pengorbanan Isa, Kalimatullah yang kekal, di kayu salib, Allah memberikan jalan masuk ke surga. Intinya, ada jaminan pengampunan dosa! Ada jaminan keselamatan sejati!
Memahami Arti Rahmat Allah

Seumur hidup saya dan suami mencari ampunan Allah. Namun kami selama ini tidak pernah mendapatkan jaminan. Selalu ada keraguan dalam hati.
Tapi rupanya saudara saya, yakin mendapatkan pengampunan. Kemudian ia menyatakan jalan Allah adalah percaya bahwa Isa Al-Masih berkorban buat saya di kayu salib. Selanjutnya saya perlu mengimani dan menjadi pengikut-Nya.
“Melalui Isa Al-Masih, Allah memberikan pengampunan dosa. Setiap orang yang mengimani-Nya dibebaskan dari segala dosa. Hal ini tidak mungkin tercapai dari berusaha memenuhi seluruh perintah Allah” (Injil, Kisah Para Rasul 13:38-39, BIS parafrasa).
Saat itu kami tidak mengerti hal ini. Butuh waktu lama untuk saya dan suami akhirnya bisa membuka hati.
Saat melakukannya, kami merasakan damai yang luar biasa! Hati kami terasa bersih! Ada keyakinan dosa kami diampuni!
Memang kami merasa diampuni bukan karena berbuat baik atau amal ibadah yang kami kerjakan. Juga bukan karena melakukan tradisi malam Nifsu Sya’ban.
Kami mendapatkan ampunan Allah dan ketenangan hati. Yaitu saat mengimani Isa Al-Masih.
Sekarang Waktu Rahmat Allah!
Anda tidak perlu menunggu malam tertentu untuk mengharapkan ampunan Allah. Kita bisa mendapatkannya setiap saat. Termasuk saat ini!
Maukah Anda mendapatkannya? Mari percaya bahwa Isa Al-Masih telah menderita di kayu salib untuk mengampuni Anda. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Di bawah ini adalah Doa Keselamatan. Anda bisa mendoakannya untuk mendapat pengampunan dosa Anda.
“Tuhan, saya datang dengan kerendahan hati ke hadapan-Mu. Saya mengakui segala dosa yang telah saya lakukan selama ini. Ampuni saya ya Tuhan. Bersihkan hati dan pikiran saya dari segala dosa. Saya percaya Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Karena Isa Al-Masih telah mati di kayu salib ganti saya. Saat ini juga saya mengundang Isa Al-Masih untuk masuk dalam hati saya. Supaya hati saya diperbaharui. Saya bersyukur dan berterima kasih karena saya beroleh Anugerah keselamatan. Saya bersyukur karena memiliki Juruselamat yaitu Isa Al-Masih. Ia memberikan jaminan pasti hidup kekal di surga. Amin.”
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Cara Masuk Surga Tanpa Hisab!
- Bagaimana Ibadah Yang Sempurna Agar Pasti Allah Terima?
- Adakah Amalan Penyelamat di Akhirat Yang Menjamin Surga?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apakah Anda meyakini ada satu malam khusus untuk Alah mengampuni dosa dan menjawab doa?
- Bagaimana pendapat Anda mengenai berbagai pertentangan dari dalil malam Nisfu Syaban?
- Bagaimana pendapat Anda bahwa ada jaminan ampunan dosa melalui Isa Al-Masih?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].