• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Teguh Beriman Kepada Allah Agar Mendapatkan Jalan Selamat-Nya

Isa Dan Islam > Artikel > Kesaksian > Kepastian Surga > Teguh Beriman Kepada Allah Agar Mendapatkan Jalan Selamat-Nya
8 Januari 2025 | Tidak Ada Komentar

Saya adalah seorang Muslimah di salah satu desa di Indonesia. Saya rindu untuk bisa teguh beriman kepada Allah.

Harapan saya adalah agar dengan memperkuat keimanan, kehidupan saya bisa mendapatkan berkah. Juga pada akhirnya saya bisa masuk surga.

Berikut ini saya mau menceritakan kisah perjalanan iman saya. Bagaimana saya bisa memperkuat keimanan dan teguh beriman kepada Allah. Mari simak kisah hidup saya.

Berasal dari Keluarga yang Taat Agama

Saya berasal dari satu desa kecil. Keluarga kami adalah orang terpandang. Ayah saya adalah kepala desanya.

Desa kami begitu kecil sehingga belum ada sekolah di sana. Setiap hari saya diantar kakak dengan motor untuk sekolah di desa sebelah.

Sejak kecil saya dan kakak diajar untuk teguh beriman kepada Allah. Saya telah diajar untuk rutin shalat lima waktu setiap hari. Juga dari kecil saya mempraktekan puasa.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) . . . (Itulah) agama yang lurus . . .” (Qs 30:30).

Keluarga kami begitu tegas menjalankan agama. Jika ada anak yang melanggar pasti akan mendapat teguran dan hukuman. Misalnya saat saya malas shalat pasti akan kena pukulan ayah.

Dari kecil ayah juga telah memperingati untuk teguh beriman kepada Allah. Jangan sampai saya meragukan agama, apalagi pindah kepercayaan. Karena menurutnya hal ini adalah cela besar bagi keluarga.

Merantau saat Remaja

Setelah lulus sekolah saya mendaftar masuk perguruan tinggi. Itulah saatnya saya merantau jauh dari keluarga. Karena tidak ada perguruan tinggi yang dekat dengan desa kami.

Di perguruan tinggi saya bergaul dengan orang dari berbagai latar belakang. Saat itu saya tetap berusaha teguh beriman kepada Allah. Saya menghindari pergaulan buruk dan perbuatan maksiat.

Namun memang ada banyak hal yang saya alami saat kuliah. Semua ini membuat saya menjadi pribadi yang berbeda. Menurut saya, keadaan saya lebih baik dan dewasa.

Keadaan yang Penuh Gejolak

Kemudian setelah beberapa tahun, saya berkesempatan pulang ke desa. Di sana saya melepas rindu dengan kedua orang tua dan kakak saya.

Suatu kali kami makan siang bersama keluarga. Ayah menanyakan bagaimana keadaan saat kuliah. Saya menceritakan berbagai pengalaman baru yang saya alami.

Kemudian ayah menanyakan bagaimana keimanan saya. Apakah saya teguh beriman kepada Allah? Ia juga menanyakan bagaimana dengan shalat dan puasa. Apakah saya setia atau ada khilaf?

Saat itulah saya berusaha menjawab jujur apa yang terjadi. Hal ini mengakibatkan ayah sangat marah.

Ia langsung berdiri, lalu menggebrak meja. Ayah menampar saya. Kemudian ia memukul saya berkali-kali. Ibu berusaha melerai, namun sia-sia.

Setelah itu ayah lalu keluar rumah dengan amarah besar. Ia tidak kembali sampai malam hari.

Saya sangat ketakutan. Dalam keadaan cemas, sore harinya saya meninggalkan rumah.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Mari saya ceritakan perubahan yang saya alami.

Pemahaman Penting Saat Kuliah

Saat kuliah saya bergaul dengan banyak teman. Namun yang paling mengesankan ada seorang teman wanita yang beragama Nasrani. Sikapnya penuh kasih dan sangat ceria. Akhirnya kami berteman baik.

Dalam pergaulan, beberapa kali kami berdiskusi mengenai agama. Saya sangat tertarik dengan pandangannya mengenai keselamatan. Karena ia sangat yakin Allah akan mengampuni dosa. Ia juga yakin akan masuk surga karena kasih Allah.

Bermula dari rasa ingin tahu, saya mencari Kitab Injil. Sepengetahuan saya, Mukmin boleh dan bahkan perlu membaca Kitab Injil.

“. . . Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya petunjuk dan Cahaya . . . dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Saat itulah saya mulai belajar tentang Isa Al-Masih. Isa rupanya tidak memiliki dosa. Isa juga bisa mengusir setan dan menyembuhkan penyakit.

Yang paling menarik adalah bahwa Isa menyatakan Ia adalah Jalan Selamat. Melalui-Nya ada pengampunan dosa dan kepastian surga.

“Di dalam Al-Masih, kita memperoleh tebusan melalui darah-Nya, yaitu pengampunan atas pelanggaran-pelanggaran kita, sesuai dengan kekayaan anugerah-Nya” (Injil, Surat Efesus 1:7).

Hal ini yang menyentuh hati saya. Rupanya ada pertolongan Allah agar manusia pasti mendapatkan selamat.

Keputusan Penting yang Saya Ambil

Memang semua hal ini baru bagi pemahaman saya. Tentu tidak mudah untuk menerima pandangan berbeda dari yang selama ini keluarga saya ajarkan.

Namun makin lama saya makin tertarik. Saya membaca ada banyak pernyataan kasih Allah dalam Kitab Injil. Saya juga melihat perbuatan kasih dari teman-teman yang beragama Nasrani.

Sampai akhirnya saya mengambil keputusan untuk mengimani dan menjadi pengikut Isa. Saya membuka hati untuk mempercayai-Nya.

Saat itulah saya merasakan damai dan sukacita besar. Seumur hidup belum pernah saya merasakan kedamaian hati yang sedemikian besar.

Inilah dasar keyakinan saya. Sehingga pada akhirnya saya memberanikan diri untuk jujur kepada keluarga. Saya teguh beriman kepada Allah walaupun ayah dan kakak sangat marah.

Selanjutnya kisah hidup saya tidak berhenti di sini. Ada perubahan dalam keluarga saya.

Masalah dalam Keluarga

Dua tahun berlalu semenjak saya lari dari rumah. Selama itu saya tidak pernah kembali atau berkomunikasi dengan keluarga.

Namun satu saat saya mendapat kabar dari ibu. Ia meminta saya pulang. Rupanya ayah sakit parah dan kemungkinan besar tidak akan bertahan lama.

Saat itu perasaan saya bercampur aduk. Di satu pihak saya sangat takut dengan kemarahan keluarga. Termasuk dengan kakak saya yang sekarang menjadi tokoh masyarakat desa.

Namun pada pihak lain saya juga rindu untuk pulang. Karena kemungkinan ini adalah kesempatan terakhir bertemu ayah.

Singkat cerita akhirnya saya memberanikan diri untuk pulang. Saat tiba, ibu menyambut dengan hangat. Ia mencium dan memeluk saya.

Sedangkan ayah tergeletak lemas di ranjang. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun.

Saat itu saya meminta izin untuk berdoa bagi ayah. Ibu langsung menyetujuinya. Sedangkan ayah membuka diri dengan menganggukkan kepala.

Saya lalu berdoa kepada Allah melalui Isa. Saya meminta kesembuhan dan pertolongan-Nya. Saat itu saya merasakan ada kasih dan pengampunan kepada ayah.

Setelah itu saya tidak menginap di rumah. Saya masih takut dengan pandangan orang desa terhadap saya.

Perubahan Besar dalam Keluarga

Beberapa saat kemudian saya mendapat telepon lagi dari ibu. Ia berbicara penuh sukacita. Ibu mengatakan bahwa setelah didoakan keadaan ayah jadi membaik.

Rupanya selama ini sudah banyak yang berdoa bagi ayah. Ada beberapa imam mendoakannya. Termasuk dukun terkenal di desa kami. Namun semuanya gagal.

Hanya saat saya berdoa dalam nama Isa Al-Masih terlihat perubahan. Keluarga saya menyaksikan pemulihan ayah.

“Isa berjalan mengelilingi seluruh wilayah Galilea. Ia mengajar . . . dan menyembuhkan semua penyakit serta kelemahan di antara mereka . . . Lalu, orang-orang yang terkena berbagai macam penyakit serta penderitaan, yang kerasukan, sakit ayan, dan yang lumpuh, dibawa kepada-Nya, dan Ia pun menyembuhkan mereka” (Injil, Matius 4:23-24).

Akhirnya saya pulang dan mendoakan ayah lagi. Setelah itu ada beberapa kali saya pulang untuk mendoakan ayah.

Teguh Beriman kepada Allah Melalui Isa

Kami sekeluarga menjadi saksi mukjizat Allah. Ayah yang tadinya sakit parah sekarang menjadi sembuh total.

Hal ini membuat keluarga saya berubah. Kami semua mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Kami sekarang yakin akan kasih dan pertolongan Allah. Karena melalui Isa kami mendapatkan pengampunan dosa dan kepastian surga.

 “. . . percayalah kepada Isa, Junjungan kami Yang Ilahi, maka engkau akan diselamatkan; engkau dan seisi rumahmu” (Injil, Kisah Para Rasul 16:31).

Saya harap kesaksian ini bisa menguatkan Anda para pembaca. Kita perlu teguh beriman kepada Allah dalam Isa Al-Masih.

Walau ada banyak tantangan dan ancaman bahkan bisa berasal dari keluarga kita sendiri. Jangan takut! Mari tetap teguh beriman kepada-Nya.

Bagi Anda yang belum mengenal Isa, saya mengajak untuk mulai mencari informasi tentang-Nya. Anda akan menemukan kasih Allah dan jalan keselamatan-Nya.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Kisah Rabiatul Adawiyah: Cara Muslimah Mendapatkan Kasih Allah Sejati!
  2. Konsep Penebusan Dosa Kristen Tidak Masuk Akal! Ini Jalan Yang Benar
  3. Apa Alasannya Seorang Kyai Muslim Masuk Kristen?

Video:

  1. Mengalami Keajaiban Allah Saat Titik Terendah Hidup

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Saudara mengapa Al-Quran menyatakan ada petunjuk dan cahaya Allah dalam kitab Injil?
  2. Mengapa doa kepada Allah dalam nama Isa Al-Masih sangat berkuasa?
  3. Mengapa hanya Isa yang mampu memberikan jaminan pengampunan dosa dan selamat kepada manusia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Kepastian Surga, Kesaksian

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Paling lama
Terbaru

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Kisah Rabiatul Adawiyah: Cara Muslimah Mendapatkan…
  • Kisah Perubahan Hidup: Saya Mendapatkan Ketenangan Hati
  • Cerita Nyata: Perjalanan Mukmin Mendapatkan Kepastian Surga
  • Kisah Mukmin Mendapat Pesan Allah Kepada Manusia…
  • Apa Jalan Keluar Dari Syirik dan Dosa Tersembunyi Mukmin?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz