
Saat itu umat Islam memberikan qurban dan sholat bersama. Perayaan ini juga dikenal dengan hari raya qurban.
Banyak orang penasaran mengapa masih harus ada qurban pada zaman modern ini. Apa tujuan qurban Idul Adha?
Mari kita lihat sejarah dan tujuan qurban Idul Adha. Agar kita mendapatkan ridho Allah dan pengampunan dosa kita.
Asal Mula Qurban Idul Adha
Kata qurban berasal dari bahasa Arab, qariba, yang artinya dekat. Maksudnya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Umat Islam percaya qurban bermula dari kisah Nabi Ibrahim. Satu saat Allah memintanya untuk mempersembahkan anaknya (Qs 37:102). Hal ini adalah ujian baginya.
Saat itu Nabi Ibrahim dan putranya taat. Mereka dengan rela hati mau melakukannya.
Namun Allah menghentikan tindakan mereka. Allah menggantinya dengan hewan sembelihan besar (Qs 37:107).
Ada banyak pendapat mengenai hewan apa yang menjadi hewan pengganti. Juga perbedaan pendapat mengenai siapa anak Nabi Ibrahim yang diqurbankan.
Mengenai hewan, Al-Quran tidak menulisnya secara spesifik. Namun sejarah dan Kitab Taurat mencatat bahwa domba yang menjadi qurban pengganti (Taurat, Kejadian 22:13).

“. . . kemudian, ketika Ibrahim hendak menyembelih putranya Ishaq . . .” (Musnad Ahmad 2658).
Kisah ini kemudian menjadi ibadah wajib umat Islam. Ada perintah untuk wajib melakukannya.
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka . . .” (Qs 22:34).
5 Tujuan Utama Qurban Idul Adha
Umat Islam percaya ada banyak manfaat dari melakukan qurban. Berikut ini beberapa poin utamanya:
- Untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Tujuan qurban Idul Adha menjadi cara umat mendekatkan diri dengan mentaati perintah-Nya. Hal ini juga sesuai asal kata qurban (qariba).
- Bentuk ucapan syukur atas berkah-Nya.
Qurban menjadi bentuk pengingat berkah yang umat terima. Karena hanya orang mampu yang diwajibkan melakukannya. Sehingga saat berqurban menjadi waktu ucapan syukur.
- Saat berbagi dengan orang yang membutuhkan.
Daging qurban adalah bagi semua orang. Namun dikhususkan bagi yang membutuhkan. Banyak ulama menyatakan amalan qurban jauh lebih tinggi dari sedekah.
- Membantu membangun keadilan sosial masyarakat.
Berhubungan dengan poin sebelumnya. Qurban menjadi cara untuk memberi kepada orang yang kekurangan. Hal ini juga menjadi pengingat agar selanjutnya umat terbiasa melakukan amal. Sehingga pada akhirnya membantu membangun keadilan sosial.
- Terutama: Untuk menghapus dosa.
Tujuan utama qurban Idul Adha adalah agar mendapat ampunan dosa.
“. . . tidaklah seorang yang berihram berkurban untuk Allah, pada harinya ia bertalbiyah sehingga . . . hilang dosa-dosanya, dan dia kembali seperti waktu ibunya melahirkannya” (Sunan Ibnu Majah 2916).
Apakah Qurban Hewan Bisa Menutup Dosa?
Menariknya ada berbagai dalil dalam Al-Quran yang menunjukkan bahwa sebenarnya hewan qurban sangat terbatas. Tidak akan mampu untuk menutup dosa manusia.
Contohnya dalam kehidupan Nabi Ibrahim. Ia adalah pribadi taat, bahkan rela menyerahkan anaknya. Namun Nabi Ibrahim sendiri takut akan banyak dosanya.
“Dan yang amat (Ibrahim) kuinginkan (Allah) akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat” (Qs 26:82).

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya . . .” (Qs 22:37).
Ayat ini menyatakan bukan qurban, tapi ketakwaan. Masalahnya bagaimana kita bisa takwa dengan sempurna? Semua ketaatan dan amal kita sangat terbatas.
Sebelum menjawab semua hal ini, mari kita lihat lagi asal mula dan tujuan qurban. Kita akan tela’ah dari Kitab Taurat dan Injil.
Latar Belakang Qurban dalam Kitab Taurat
Dalam Kitab Taurat kita melihat asal mula qurban. Pertama kali rupanya adalah saat Nabi Adam dan Siti Hawa berdosa. Allah menyembelih binatang untuk membuat pakaian mereka. Inilah qurban pertama.
“Allah, Al-Khalik, membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka” (Taurat, Kejadian 3:21).
Selanjutnya ada qurban Nabi Ibrahim yang merupakan bentuk ketaatan dan penyembahan kepada Allah (Taurat, Kitab Kejadian 22:13). Hal ini kemudiaan berlanjut menjadi bagian ibadah kepada Allah. Semua nabi besar pernah melakukan qurban.
Contohnya Nabi Musa melakukannya (Taurat, Keluaran 10:25). Nabi Daud juga melakukannya (Taurat, 2 Samuel 6:18; 24:25).
Tujuan ibadah qurban adalah sebagai simbol penutup dosa. Karena Allah Maha suci dan manusia penuh kesalahan.
“. . . hampir segala hal disucikan dengan menggunakan darah. Tidak ada pengampunan jika tidak ada penumpahan darah” (Injil, Ibrani 9:22).
Namun memang hal ini hanya simbolik, yang merupakan gambaran bahwa dosa adalah hal serius. Sehingga perlu ada qurban untuk menutupinya.
Tentu saja darah hewan tidak bisa menutupi dosa. Tidak ada korban hewan yang bisa membersihkan hati manusia.
“Karena memang mustahil darah lembu-lembu jantan dan kambing-kambing jantan dapat menghapuskan dosa manusia” (Injil, Surat Ibrani 10:4).
Cara Allah Memberi Ampunan Dosa
Allah yang penuh kasih memberikan jalan keluar. Ia menjelma menjadi manusia. Ini adalah Isa Al-Masih.
Isa mati di kayu salib sebagai Qurban terutama. Ia yang adalah suci menanggung hukuman dosa manusia.
Melalui qurban Isa, Allah membebaskan manusia dari hukuman dosa. Sehingga kita mendapat ampunan-Nya dan bisa menjadi dekat dengan Allah.
“. . . kita hidup dalam damai dengan Allah melalui Isa Al-Masih . . . Melalui Dia juga, karena iman, kita diberi jalan masuk pada anugerah . . . karena Al-Masih telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa . . . kita dibenarkan oleh darah-Nya!” (Injil, Rum 5:1-2;8-9).
Darah binatang tentu tidak bisa menutup dosa. Namun darah Pribadi suci, Isa Al-Masih mampu melakukannya.
Kita bisa mendapatkannya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Maka Allah akan mengampuni dosa kita dan mengubah hati kita menjadi baru.
Mari Mengimani Qurban Sempurna Allah
Terutama tujuan qurban Idul Adha adalah untuk mendekat pada Allah dan mendapat ampunan-Nya. Namun darah hewan tidak mampu menutup dosa kita.
Allah memberikan Qurban sempurna, Isa Al-Masih. Melalui-Nya kita bisa mendapatkan ampunan dosa sepenuhnya. Sehingga bisa mendekatkan diri kepada Allah di dunia dan di surga. Inilah tujuan qurban Allah sesungguhnya.
Maukah Anda menerima pertolongan Allah untuk hidup ini? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa!
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Mengapa Harus ada Qurban saat Idul Adha? Apa Tujuannya?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Mendalami Makna Tersirat dalam Kurban Idul Adha
- Maksud Dari Hari Raya Qurban Idul Adha
- Tujuan Idul Adha, Anak Ibrahim Ditebus dan Keselamatan
- Pengorbanan Ibrahim, Nabi Islam, dan Isa Al-Masih, Mana Yang Termulia?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut Saudara, mengapa kebanyakan Muslim di Indonesia mengorbankan seekor hewan setiap Idul Adha?
- Mengapa para nabi pada zaman Taurat mempersembahkan korban?
- Mengapa pengorbanan hewan tidak cukup sebagai penghapus dosa kita?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].