Di Indonesia sering kita melihat orang benci atau takut dengan anjing. Sebagian berusaha menghindarinya. Sebagian lain bahkan berusaha menyakiti. Misalnya, melempari anjing dengan batu.
Banyak orang berpendapat hal ini karena ada dalil dalam agama. Yaitu bahwa anjing adalah hewan haram.
Namun menariknya tidak banyak orang yang mengetahui alasannya. Apakah Anda mengerti kenapa anjing diharamkan dalam Islam?
Mari kita lihat penjabarannya agar kita bisa berlaku benar terhadap binatang. Dan agar Allah tidak menganggap kita bersalah di akhirat.
Berbagai Masalah Sosial Sehubungan dengan Hewan Peliharaan
Pandangan bahwa anjing adalah hewan haram menyebar luas di masyarakat. Ada banyak dilema terjadi karena pola pikir demikian.
Contohnya ada beberapa umat Islam yang sedih karena mereka memiliki anjing kesayangan. Namun saat memperdalam agama, mereka diminta melepaskannya.
Atau contoh lainnya ada beberapa perusahaan di Malaysia yang tidak bisa memakai dekorasi atau ornamen anjing. Mereka takut hal ini akan menyinggung umat Islam di sana. Sehingga mempengaruhi bisnis mereka.
Selain itu salah satu kejadian menyedihkan pernah terjadi. Di Kalimantan, beberapa pekerja melemparkan anjing ke sungai untuk menjadi makanan buaya. Alasannya, karena mereka kesal anjing itu pernah mencuri makanan mereka.
Tentu saja hal ini tidak benar. Namun demikian memang ada banyak pola pikir masyarakat bahwa anjing boleh disakiti. Mengapakah demikian? Mari kita lihat alasannya.
Adakah Dalil Kenapa Anjing Diharamkan dalam Islam?
Makin lama makin banyak pecinta binatang. Banyak yang dari kalangan umat Islam. Karena itu banyak orang ingin mengetahui kenapa anjing diharamkan dalam Islam.
Berikut ini adalah beberapa dalilnya.
Anjing itu haram sehingga bisa memutus sholat. “. . . apabila di hadapannya tidak ada sutrah (penghalang) . . . maka shalatnya akan terputus oleh keledai, wanita, dan anjing hitam” (Shahih Muslim 789).
Terutama anjing hitam adalah setan “. . . anjing hitam itu setan . . .” (Shahih Muslim 789).
Anjing itu adalah hewan najis. Jika ada wadah kena jilatan anjing maka harus dicuci tujuh kali (Shahih Ibnu Khuzaimah 96).
Bahkan Jibril tidak bisa masuk rumah bila ada anjing. “. . . Jibril berkata: ‘. . . Kami tidak memasuki rumah yang padanya terdapat anjing dan gambar . . . Rasulullah memerintahkan untuk membunuh anjing . . . hingga anjing kecil’” (Sunan Nasa’i 4202).
Anjing boleh dibunuh (Shahih Bukhari 3076).
Orang hanya boleh memelihara anjing jika ada gunanya. Yaitu untuk menjaga ternak atau berburu (Sunan Tirmidzi 1409).
Selanjutnya dalam penjelasan syariat, para ulama memiliki perbedaan pandangan. Ada yang menyatakan hanya air liur anjing yang najis. Namun ulama lain mengajarkan anjing seluruhnya najis.
Banyak Mukmin Gelisah dan Mencari Jawaban
Melihat semua penjelasan di atas justru membuat banyak Mukmin gelisah. Karena tidak ada penjelasan alasan kenapa anjing diharamkan dalam Islam.
Memang ada dalil yang menyatakan keberadaan hewan anjing adalah najis. Namun penyebab atau alasannya tidak ada.
Hanya ada satu kisah yang kadang ulama kemukakan. Yaitu anjing berasal dari ludah setan ke manusia. Allah lalu mencungkil bagian manusia yang terkena ludah itu dan menciptakan anjing.
Hal ini menjelaskan mengapa anjing setia dengan manusia. Namun juga menyatakan alasannya menjadi hewan najis.
Masalahnya dengan kisah ini sumbernya hanya dari cerita dan budaya. Tidak ada dalil dalam Al-Quran maupun Hadits. Sehingga banyak umat Islam sendiri tidak mempercayainya.
Banyak Manfaat Memelihara Anjing
Di pihak lain makin lama makin banyak orang melihat manfaat memelihara anjing. Hal ini termasuk dari kalangan umat Islam.
Selain untuk menjaga, anjing sangat berguna bagi kesehatan. Tekanan darah bisa turun, tingkat stress bisa berkurang. Mereka juga adalah teman berolahraga yang baik.
Anjing mampu menolong untuk menuntun orang buta. Maupun menemani manula berjalan. Mereka juga membatu terapi pasien di rumah sakit.
Beberapa kantor di luar negeri bahkan mengijinkan membawa anjing ke tempat kerja. Karena terbukti membatu produktifitas karyawan.
Selanjutnya anjing adalah teman yang baik bagi anak kecil. Mereka menjadi teman main yang setia.
Karena semua hal ini banyak Mukmin berusaha mencari pengertian lebih dalam. Banyak yang ingin tahu bagaimana sebenarnya pandangan Allah terhadap hewan peliharaan.
Khususnya banyak pertanyaan mengapa umat Nasrani tidak bermasalah dengan anjing. Apakah pandangan Kitab Taurat, Zabur dan Injil mengenai hal ini?
Bagaimana Pandangan Taurat, Zabur dan Injil Terbadap Binatang?
Berikut ini adalah beberapa dalilnya dari Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Allah yang menciptakan semua hewan. “Allah menjadikan segala jenis Binatang . . . Allah melihat bahwa semuanya itu baik . . . Baiklah Kita menjadikan manusia . . . supaya mereka berkuasa [memelihara] . . . atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” (Taurat, Kejadian 1:25-26). Umat Nasrani percaya Allah yang menciptakan seluruh bumi. Termasuk semua hewan di dalamnya. Semua ciptaan Allah adalah baik.
Allah menugaskan manusia untuk memelihara ciptaan-Nya (Taurat, Kejadian 1:25-26). Manusia perlu menjaga dan tidak boleh merusak ciptaan Allah. Hal ini termasuk perlakuan terhadap hewan peliharaan.
Allah baik pada semua mahkluk. “. . . manusia dan hewan Kau selamatkan, ya TUHAN . . . Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup” (Zabur 36:7, 145:16).
Kitab Allah meminta manusia belajar dari binatang. Misalnya kita bisa belajar dari kerajinan semut (Zabur, Amsal 6:6-8). Kita juga bisa percaya pemeliharaan Allah seperti Ia memelihara burung di udara (Injil, Matius 6:26).
Orang benar akan berlaku baik kepada hewan peliharaan. “Orang baik memperhatikan ternaknya. Tapi orang jahat menyiksanya”(Zabur, Amsal 12:10).
Allah Rindu Menyelamatkan Ciptaan-Nya
Banyak orang menjadi terkesan dengan semua ajaran ini. Sehingga ingin mengetahui lebih jauh.
Dasar ajarannya adalah karena Allah ingin menyelamatkan ciptaan-Nya. Ia mau menolong, baik manusia maupun binatang. Karena itu Allah mengingini kesejahteraan semua mahkluk hidup. Ia juga rindu manusia bisa masuk surga.
Namun dosa merusak ciptaan Allah. Dosa menyebabkan banyak kerusakan alam dan penderitaan mahkluk hidup.
Perbuatan dosa menyebabkan manusia jauh dari Allah. Bahkan kita menjadi “haram” karena berbagai kesalahan.
Allah memberikan solusi-Nya. Hal ini melalui perwujudan Firman-Nya (Kalimatullah) yaitu Isa Al-Masih.
“Di dalam Dia [Isa Al-Masih] kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa . . . karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu . . .” (Injil, Surat Kolose 1:14-16).
Saat kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, maka Allah akan mengampuni dosa. Sehingga kita bisa mendapat rahmat-Nya untuk masuk surga. Karena kita telah menjadi “halal” atau suci di hadapan Allah.
Selanjutnya melalui Isa Al-Masih kita bisa menerima pertolongan Allah. Inilah yang akan memampukan kita untuk mengasihi semua mahluk hidup dengan baik.
Menerima Jalan Pertolongan Allah
Maukah Anda menerima pertolongan Allah sehingga memampukan kita hidup benar? Kita bisa bersikap baik dalam memelihara alam maupun binatang.
Dalam hal ini termasuk bersikap baik terhadap hewan anjing. Karena semua ciptaan Allah adalah baik.
“Seluruh ciptaan, termasuk seluruh hewan menantikan manusia menerima rahmat Allah. Karena dalam rahmat-Nya ada pengharapan kehidupan yang baik untuk semua ciptaan” (Injil, Surat Roma 8:19-21, parafrasa).
Mari menerima pertolongan Allah. Dengan cara mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Apa Alasannya Orang Muslim Takut dan MembenciAnjing? ” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
Mengapa kebanyakan umat Islam diajarkan untuk membenci anjing? Adakah perintah dalam Kitab Allah yang mengajar demikian?
Menurut Saudara, apakah orang Cina di Malaysia boleh memasang dekorasi anjing untuk Imlek? Mengapa?
Apakah Allah lebih fokus kepada hati orang atau jika orang menyentuh anjing yang basah? Jelaskan alasannya!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
Ditulis oleh: Kaleb
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].
*****
1. Bukankah artikel di atas mengatakan dalam hadis bahwa kita hanya membenci anjing buas saja. Jadi, tidak semua anjing, bukan? Dalam Qs 5:4 kita dapat perolehan melatih binatang peliharaan untuk berburu, termasuk anjing.
2. Setiap negara punya aturan, kita tidak bisa ikut campur sama aturan negara lain. Contoh saja Amerika. Aturan di sana tidak boleh orang Muslim masuk ke negara sana, apa hak kita untuk membantah?
3. Allah itu melihat keduanya hati dan jiwa, tidak bisa salah satu saja, orang Islam diperintahkan untuk senantiasa menjaga kebersihan jasmani dan rohani, kedua bagian ini tidak bisa dipisahkan.
1. Kami berharap saudara teliti membaca hadits yang dikutip pada artikel di atas. Hadits tersebut tidak menyatakan binatang buas, melainkan membunuh anjing (Hadits, Shahih Bukhari 3076). Kami bertanya kepada saudara. Bagian mana dari hadits tersebut yang menyatakan binatang buas? Mohon pencerahan saudara.
2. Apakah saudara sudah membaca artikel di atas dengan teliti? Artikel di atas tidak menyatakan tentang aturan, melainkan ketakutan orang Cina kepada Muslim jika memasang ornamen anjing. Jadi, ini bukan aturan dalam sebuah negara, melainkan menjaga hati dan relasi dengan orang-orang Muslim. Harap cermat membaca artikel di atas.
3. Benarkah Allah melihat hati dan jiwa? Dapatkah saudara menyebutkan sumber Al-Quran yang menyatakan Allah melihat hati dan jiwa sehingga saudara tidak dianggap berasumsi? Tetapi jika merujuk pada Kitab 1 Samuel 16:7, maka Allah melihat hati. “…Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” Bagaimana saudara?
~
Solihin
Budi Pekerti
12 Maret 2018 5:44 pm
~
Allah mengaruniakan di dalam otak dan hati manusia berupa akal sehat, hati nurani dan perasaan, instink, dsb. Setelah saya membaca artikel ini, saya senyum-senyum, koq sebegitunya orang Muslim, kenapa tidak berani menggunakan otak dan hatinya? Maaf, bukan ngeledek atau membully tapi ini mengungkapkan sesungguhnya ajaran Isa Al-Masih berbeda ajaran Muhammad. Muhammad sudah keliru. Jadi, kesimpulannya ajaran Isa Al-Masih yang harus diikuti umat Muslim.
Sekarang orang Muslim yang sudah paham keuntungan punya anjing sudah banyak yang pelihara dan menyayangi anjing. Dipelihara bersih-lucu, dirawat, dimandikan dan diajak bermain-main dan berolah raga. Anjing binatang pintar, setia dan kenal pada tuannya.
Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan dari anjing mengingat hewan ini amat setia kepada tuannya. Kami berharap stigma mengenai anjing dapat ditinjau kembali sehingga hal itu tidak menakutkan saudara-saudara Muslim. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
Ridho
13 Maret 2018 12:38 pm
*****
To: Budi,
1. Islam tidak membenci binatang termasuk anjing, tetapi mengharamkannya untuk dimakan dan disentuh. Ini perintah kedudukan hukum ini sama seperti menjalankan ibadah lainnya artinya harus dipatuhi kalau tidak berdosa. Jadi, keliru dan tidak berdasar kalau anda mengatakannya.
2. No comment.
3. Bukan masalah fokusnya tetapi bentuk ketaatan seorang hamba pada Tuhannya, ketika ada perintah laksanakan semampunya dan jika ada larangan harus/wajib menjauhinya. Kalau hal agama bukan otak saja dipakai karena otak ada batasnya dan kecerdasan juga berbeda. Otak manusia tidak bisa mencerna semua kejadian yang ada, tetapi keimanan dan ketaatan kepada Tuhannya hal utama setelah itu Tuhan beri hikmah.
1. Jika Islam tidak membenci anjing, mengapa nabi saudara memerintahkan untuk membunuh anjing (Hadits, Shahih Bukhari 3076). Kami memerhatikan pendapat saudara bertentangan dengan perintah nabi saudara. Mengapa pendapat saudara berbeda dengan nabi saudara?
2. Tidak apa-apa bila saudara tidak ingin menanggapi.
3. Kami tidak menanyakan tentang ketaatan, melainkan melainkan skala prioritas. Apakah Allah SWT lebih memerhatikan orang menyentuh anjing yang basah daripada memerhatikan hati orang? Bukankah anjing pun ciptaan Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
الملك|ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ|كالا
13 Maret 2018 7:02 pm
~
Qs 21:107, “…Kαmi mengutus kαmu…untuk rαhmαt bαgi semestα αlαm.” Rαhmαt αpα musibαhʔ Kehαdirαn Muhαmmαd dαn Islαm mendαtαngkαn musibαh dαn mudhαrαt bαgi αnjing. Dαri Ibnu Abbαs rα, sαw bersαbdα: “Mαlαikαt tidαk mαsuk rumαh yαng αdα αnjing, bunuhlαh semuα αnjing.” (HR.Nαsα’i, 4209). Terjadilah salah satu pengrusakan di bumi yakni pemusnahan species anjing tanpa mengadakan pelestarian anjing. Saran saya buat orang Islam: Qs 26:151-152, “…jαngαnlαh kαmu mentααti, perintαh orαng…yαng melewαti bαtαs, yαng membuαt kerusαkαn di mukα bumi, dαn tidαk mengαdαkαn perbαikαn.”
Kami berterimakasih untuk tanggapan saudara. Nabi Islam memang tidak suka dengan anjing sehingga hadits pun menyatakan demikian. Kami berharap saudara-saudara di forum ini memikirkan lebih jauh mengenai pelestarian anjing. Bukankah anjing bermanfaat bagi manusia dan salah satu hewan yang setia?
~
Solihin
Rizals
13 Maret 2018 9:34 pm
*****
1. Nabi bersabda, “Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan anjing galak.”
2. Kalau orang Cina Takut sama orang Muslim, rayakan saja di negaranya. Yan jelas dalam ajaran Islam dilarang mengusik agama lain. Jadi, jangan salahkan agamanya, salahkan orangnya saja.
3. Coba Anda lihat dalam Qs 5:6-7. Sebelum orang Islam menghadap dan menyembah Allah kita diperintahkan untuk berwudu, dengan tujuan untuk membersihkan raga kita, sesudah bersih raganya baru Allah menilai isi hati setiap hambanya.
1. Kami berterimakasih untuk kutipan pernyataan nabi saudara. Tetapi hal itu tidak menjawab pertanyaan kami. Bagian mana dari hadits pada artikel di atas yang menyatakan binatang buas? Mohon pencerahan saudara.
2. Bukankah itu yang dilakukan orang Cina di Malaysia? Mereka tidak ingin mengusik kepercayaan Muslim tentang anjing. Walaupun anjing merupakan salah satu hewan yang setia.
3. Kami telah membaca Qs 5:6-7. Nampaknya Allah SWT lebih memerhatikan aspek jasmani dari pada aspek hati. Perhatikan bahwa penekanannya pada aspek jasmani terlebih dulu. Sehingga dapat dikatakan bahwa jika seseorang menyentuh anjing yang basah, maka dapat dianggap najis. Benarkah demikian? Mengapa?
~
Solihin
Gandhi Waluyan
14 Maret 2018 1:00 pm
~
Jika di generalisir, semua pasti takut anjing. Saya ingat sekitar 15 tahun lalu ketika masih banyak anjing tak bertuan (anjing liar), kasus orang digigit anjing sangat banyak, bahkan tertular rabies. Bahkan tahun ini di daerah pedalaman Kalimantan kasus anjing gila masih banyak. Namun seiring makin banyaknya pemangsa anjing, anjing-anjing liar pada ditangkap dengan cara diracun lalu mereka panggang dan dimakan dengan campuran arak.
Anjing adalah bersifat galak kepada orang asing. Wajar tidak orang takut anjing. Apalagi pada jaman 1500 tahun lalu. Saat itu anjing tidak ada fungsi apa-apa kecuali untuk menjaga ternak itu juga sulit melatihnya. Kalau anjing malah takut dengan orang kafir. Karena bisa disantap oleh mereka.
Kami bertanya kepada saudara. Apakah pendapat saudara di atas adalah hasil riset atau asumsi saudara saja? Saudara tidak dapat membuat kesimpulan apapun jika saudara tidak pernah melakukan penelitian untuk hal itu. Jelas, anjing akan menggonggong bila ada orang yang tidak dikenal. Bukankah hal itu wajar? Tetapi jika nabi saudara memerintahkan untuk membunuh anjing, maka hal itu menjadi tidak wajar. Perhatikan hadits berikut ini: “Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh anjing” (Hadits, Shahih Bukhari 3076).
Apa dasar nabi saudara memerintahkan untuk membunuh anjing? Tentu ini perlu dipertanyakan. Belum lagi hal ini dijadikan sebagai alasan teologis untuk menolak ornamen anjing sebagai hiasan. Mengapa anjing menjadi momok yang menakutkan bagi Muslim? Mohon penjelasan saudara.
~
Solihin
upin & the gang
14 Maret 2018 1:28 pm
~
Saya seorang quranist (quran alone). Di Al-Quran tiada apa-apa halangan untuk memelihara atau menyentuh anjing (basah/kering). Di hadis saya tidak tahu!
Kami senang bila saudara membaca artikel di atas dengan teliti. Sebab artikel di atas telah mengutip hadits yang menyatakan nabi saudara memerintahkan untuk membunuh anjing. Walaupun saudara adalah seorang Quranis, tetapi faktanya saudara-saudara Muslim sangat memerhatikan hadits di mana anjing tidak dipelihara.
Kami bertanya kepada saudara. Mengapa saudara-saudara Muslim amat menghindari anjing? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
amore
14 Maret 2018 3:56 pm
~
Islam cuma melarang makan dan memelihara anjing. Bahkan anjing dibolehkan untuk kegunaan memburu, menjaga ladang tetapi bukan sebagai haiwan kesayangan dan peliharaan di rumah. Sebagai pencerahan kajian daripada US National Library Of Medicine yang menunjukkan kebanyakan orang yang sering berdamping dengan anjing mendapatkan risiko untuk kanker payudara lebih tinggi daripada pemelihara kucing. Islam mengambil langkah berjaga untuk mengelak perkara ini, bahkan menyediakan cara mencuci untuk mengelak penyakit yang dibawa dari air liur anjing. Takut? Kenapa harus takut? Bahkan ada kisah orang masuk syurga kerana memberi minum anjing.
Kami berterimakasih untuk komentar saudara. Kami memohon maaf terpaksa menghapus link yang dicantumkan oleh saudara. Sebab kami tidak mengijinkan link situs lain dicantumkan di situs ini. Kami berharap saudara memahami hal ini.
Menarik juga yang disampaikan oleh saudara bahwa ada kisah orang masuk sorga karena memberi minum anjing. Kalau boleh tahu, tertulis dimanakah itu dalam Al-Quran atau hadits? Jika demikian, mengapa nabi saudara memerintahkan untuk membunuh anjing? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin
Jack S
14 Maret 2018 5:11 pm
~
Untuk Staff dan Budi,
Mohon jika membaca jangan sepenggal-penggal.
1. “Abdullah bin Umar ra berkata: Hafshah berkata: Rasulullah berkata: Lima binatang tunggangan yang diperbolehkan untuk dibunuh antara lain burung gagak, burung rajawali, tikus, kalajengking, dan anjing penggigit.” Dan masih banyak hadits lain yang menyebutkan diperbolehkan membunuh anjing penggingit, anjing yang menerkam binatang ternak, dan lain sebagainya yang bisa merugikan manusia. Maka diambil dari keumuman dalil di atas selama anjing digunakan untuk berburu atau sebagai penjaga maka dilarang untuk dibunuh.
2. Terjawab
3. Terjawab
1. Mengacu pada hadits yang dikutip saudara dan artikel di atas, maka mengapa anjing menjadi hewan yang harus dibunuh? Bukankah anjing bermanfaat bagi manusia? Perhatikan tingkah laku anjing yang begitu setia kepada tuannya. Ini artinya anjing dapat digunakan untuk kemaslahatan manusia. Bagaimana menurut saudara?
2. Kami tidak tahu maksud saudara dengan kata ‘terjawab’. Demikian juga dengan poin no. 3. Kami berharap saudara dapat menjelaskannya lebih jauh. Terimakasih.
~
Solihin
Amorata
15 Maret 2018 7:50 am
~
Ayat ayat Al-Quran memang, saling bertentangan satu dengan yang lainnya – Surat 4:82. Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi alloh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. Ada anjing, ada babi, dan masih banyak binatang yang dilarang dalam ajaran Islam, lalu bagaimana dengan perintah Allah Israel kepada Nuh?
Menarik untuk mencermati pernyataan hadits di mana nabi Islam memerintahkan untuk membunuh anjing. Tentu ini menjadi pertanyaan besar. Mengapa nabi Islam memerintahkan untuk membunuh anjing? Kami berharap saudara-saudara di forum ini memikirkannya. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
Budi Pekerti
15 Maret 2018 9:06 am
~
Upin,
Hadis ditulis kapan? 200 tahun-300 tahun sesudah Islam ada. Buchari atau Muslim, dll menulis dari informasi perawi ini, dari si itu dan si itu dari si anu, si anu dari… Hanya berdasar omongan saja tanpa ada catatan. Bisa bias dan keliru. Itu sebabnya sdr tidak mau tahu tentang hadis. Mari jujur terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain tanpa memandang agamanya, warna kulit, bukan? Adalah keliru membenci anjing apalagi bawa-bawa nama Allah yang menciptanya. Maaf, seandai anjing bisa omong, dia bilang: “Apa salah saya?”
Saudara-saudara Muslim mendasarkan pandangannya terhadap anjing berdasarkan hadits. Sekalipun hadits ditulis ratusan tahun setelah nabi Islam meninggal. Tetapi hadits yang memerintahkan untuk membunuh anjing menjadi dasar saudara-saudara Muslim untuk tidak suka pada anjing. Kami berharap saudara-saudara di forum ini meninjau kembali pandangan tersebut. Sebab anjing adalah salah satu hewan yang setia dan bermanfaat bagi manusia. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
Rizals
15 Maret 2018 4:40 pm
~
Solihin,
1. Tetapi hal itu tidak menjawab pertanyaan kami. Bagian mana dari hadits pada artikel di atas yang menyatakan binatang buas?
Kenapa Anda jadi bertanya binatang buas? Bukankah kita sedang membahas anjing? Makanya saya kasih hadist yang berkaitan dengan anjing
2. Kalau orang Cina sudah melakukan itu, kenapa Anda yang usil? Orang Cina sendiri tidak keberatan dengan perayaan sekarang.
3. Allah SWT lebih melihat aspek jasmani saja dari pada rohani
Itu hanya asumsi Anda saja. Saya sudah jelaskan bahwa Aallah melihat kedua sisi, yaitu jasmani dan rohani, dan ini tidak dapat dipisahkan. Apakah memegang anjing itu najis? Ya. Seperti yang sudah saya katakan Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian
1. Pertanyaan tersebut berdasarkan pernyataan saudara, “Bukankah artikel di atas mengatakan dalam hadis bahwa kita hanya membenci anjing buas saja?” Itu sebabnya, kami bertanya kepada saudara. Bagian mana dari hadits pada artikel di atas yang menyatakan binatang buas? Mohon pencerahan saudara.
2. Kami tidak usil, melainkan mempertanyakan stigma yang melekat pada saudara-saudara Muslim mengenai anjing sehingga ornamen anjing pun dikuatirkan menyinggung perasaan saudara-saudara Muslim. Mengapa ornamen anjing saja dapat menyinggung saudara-saudara Muslim?
3. Kami tidak berasumsi. Silakan saudara membaca dengan teliti Qs 5:6-7 bahwa Allah SWT lebih memerhatikan aspek jasmani baru aspek rohani. Jadi, benarkah menyentuh anjing yang basah, maka dapat dianggap najis? Mengapa?
~
Solihin
Budi Pekerti
15 Maret 2018 7:52 pm
~
Dari Abdullah radhiallahu anhu katanya: “Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam memerintahkan supaya membunuh anjing. Lalu kami pergi keseluruh pelosok kota melaksanakannya, sehingga tidak seekor pun anjing yang tertinggal, kami bunuh semuanya. Bahkan seekor anjing yang selalu mengikuti tuannya iaitu seorang wanita dusun, kami bunuh pula” (Muslim 1538).
Siapa bilang anjing yang dibunuh yang liar? Seluruh pelosok kota siapa yang punya anjing harus dibunuh, karena kala itu Islam berkuasa dengan bermain pedangnya. Bahkan anjing yang sangat jinak selalu mengikuti tuannya wanita dusun harus dibunuh. Kebencian pada anjing, mengapa? Apa salah mahluk hidup ini? Bukankah anjing mahluk baik-setia?
Adalah janggal memperlakukan anjing yang tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan manusia. Anjing tidak merugikan manusia tetapi diperintahkan untuk dibunuh. Bukankah ini janggal? Tetapi kami mempersilakan saudara-saudara di forum ini untuk memikirkan hal ini lebih jauh. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
Rizals
16 Maret 2018 8:47 am
~
Solihin,
1. Harap dibedakan kata” binatang buas” dan “anjing buas”. Yang Anda katakan itu binatang buas. Ini maknanya luas, sedangkan yang dibahas adalah anjing, makanya saya kutip hadis yang berkaitan yang membolehkan membunuh anjing buas.
2. Kalau Anda bertanya tentang stigma orang Muslim, pasti pendapatnya beragam, tapi kalau Anda merujuk kepada ajaran Islam dalam Islam kita tidak boleh mengusik agama lain. Jadi, kalau Anda mau tahu jawaban stigma berdasarjan orang Muslim, Anda tanya saja sama orang Malaysianya langsung
3. Qs 5:6-7, Itu asumsi Anda. Ayat 6, diperintahkan untuk bersuci, ayat 7 Allah melihat isi hati hambanya. Ini jelas.
1. Kami setuju dengan saudara bahwa binatang buas dan anjing buas berbeda. JIka demikian, bagian mana dari hadits di atas yang menyatakan untuk membunuh anjing buas? Bukankah hadits di atas hanya menyatakan untuk membunuh anjing, bukan anjing buas? Kami berharap saudara dapat menunjukkannya kepada kami.
2. Jika pendapat Muslim beragam mengenai anjing, maka bagaimana dengan saudara? Apakah ornamen anjing dapat menyinggung saudara jika hal itu ditempatkan di tempat-tempat umum? Mengapa? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
3. Sekali lagi, kami tidak berasumsi. Apakah saudara sudah membaca Qs 5:6-7 secara saksama? Silakan saudara membacanya. Kami menemukan bahwa Qs 5:6-7 menekankan aspek jasmani, baru aspek hati. Bagaimana dengan pertanyaan kami?Benarkah menyentuh anjing yang basah dapat dianggap najis? Mengapa?
~
Solihin
Tosto
17 Maret 2018 10:51 am
~
Ya, itu efek Muslim mengikuti hadis yang sumbernya sudah sangat terlambat. Asumsi saya karena Al-Quran adalah buku umat Muslim dan ada ayat yang mengatakan kalau tidak jelas bertanya kepada ahli kitab dahulu tapi setelah ditanyakan mengapa Al-Quran bertolak belakang dengan Injil. Maka dibuatlah hadis dari para Muslim guna memenuhi kebutuhan penjelasan Al-Quran yang kurang detail dan ini dibuat memakai ayat taatlah kepada sunah rasul. Jadi, begitulah. Sumber yang sangat terlambat tentunya juga ada hal-hal yang tidak masuk akal seperti membunuh anjing sekota.
Memang menarik bahwa umat Islam mendasarkan pemahaman pada anjing menggunakan hadits, dan bukan Al-Quran. Tentu yang perlu diperhatikan adalah perintah Allah SWT dalam Al-Quran, bukan perintah nabi Islam dalam hadits. Apalagi hadits baru muncul ratusan tahun sesudah kematian nabi Islam. Tentu ini menjadi pertanyaan besar. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
Budi Pekerti
17 Maret 2018 1:22 pm
*
3. Apakah Allah lebih fokus kepada hati orang atau jika orang menyentuh anjing yang basah? Jelaskan alasannya!
Jawab:
Allah mengetahui segala sesuatu tentang ciptaanNya termasuk hewan apapun di bumi ini. Anjing sejak dulu sebelum Masehi sudah bersahabat dengan manusia. Perlu dipertanyakan mengapa alloh swt tidak tahu? Sehingga melarang memelihara-bersahabat dengan anjing? Bahkan teganya membunuh anjing? Saya tidak percaya alloh swt sang pencipta dunia ini.
Sekarang manusia bersahabat-memelihara singa, harimau, gajah, monyet, lumba2, dll. Mereka merawat memberi kebutuhan makanannya. Dan binatang tersebut sangat senang dengan tuannya, bermain-main dan tidak melukainya. Muhammad memang sangat keliru.
Jika Muslim konsisten menjadi pengikut Al-Quran, maka seharusnya dasar mereka untuk bertindak bukan hadits, melainkan Al-Quran. Dan jika kita mengaitkan hal ini dengan anjing, maka tidak ada perintah dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa anjing najis untuk dipelihara. Kami berharap saudara-saudara di forum ini dapat berpikir kritis. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
yonde baptizz
17 Maret 2018 11:39 pm
*****
1. Tidak ada. Mungkin hadits yang anda sebutkan itu dalam konteks tertentu (anjing berpenyakit/berbahaya dll). Anda harus tahu, rasulullah saat itu adalah imam (pemimpin). Dan itu adalah perintah tanpa penjelasan mendetailpun sahabat juga tidak banyak tanya. Ini contoh hadits yang lain mengenai anjing: Hadits Nasai Nomor 745, “Telah mengabarkan kepada kami [‘Abdurrahman bin Khalid] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dia berkata; [Ibnu Juraij] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin ‘Umar bin ‘Ali] dari [‘Abbas bin ‘Ubaidullah bin ‘Abbas] dari [Al Fadhl bin ‘Abbas] dia berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengunjungi Abbas di kampung kami, dan kami memelihara seekor anjing kecil dan keledai. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam shalat Ashar sedangkan dihadapannya anjing dan keledai itu, beliau tidak menghardiknya dan tidak pula menyuruhnya untuk mundur.”
2. Itu sudah kebijakan negeri tersebut. Hidup di situ, cari makan di situ. Sebaiknya hormati saja kebijakan tuan rumah tersebut.
3. Itu adalah perintah, mengapa harus banyak tanya? Mencuci itu adalah tindakan pencegahan dari bermacam kuman dan penyakit, rabies misalnya. Iklan sabun tangan saja gencar mempromosikan produknya.
1. Jika tidak ada perintah Al-Quran untuk membenci anjing, mengapa nabi saudara memerintahkan untuk membunuh anjing sebagaimana dicatat dalam Hadits Shahih Bukhari? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
2. Tidak ada aturan dalam negara tersebut untuk membenci anjing. Tetapi orang Cina di Malaysia tidak mau memasang ornamen anjing untuk menjaga perasaan saudara-saudara Muslim. Apakah ornamen anjing membuat Muslim marah jika dipasang di tempat-tempat tertentu? Mengapa? Bagaimana saudara?
3. Jika itu adalah perintah, maka terdapat dalam surah dan ayat berapa dalam Al-Quran menyentuh anjing yang basah mesti dicuci? Bagaimana saudara?
~
Solihin
lucki
18 Maret 2018 5:15 pm
~
Maaf sebelumnya, tanpa mengurangi rasa hormat saya menyarankan lebih baik anda jangan asal mengartikan hadist dan ayat sembarangan, karena anda bisa salah presepsi dengan hadist atau ayat itu. Jika anda ingin tau arti dari hadist atau ayat yang sebenarnya datanglah kepada ahli tafsir hadist dan ayat Al-Quran agar tidak salah mengartikan. Terimakasih.
Kami senang bila saudara ataupun ahli tafsir Islam dapat menjelaskan Hadits Shahih Bukhari tersebut. Namun, kami berpendapat bahwa hadits tersebut tidak perlu ditafsirkan berlebihan. Sebab kata-kata dalam hadits tersebut telah jelas di mana nabi saudara memerintahkan untuk membunuh anjing. Tentu ini menjadi pertanyaan semua orang. Mengapa hewan yang begitu setia pada tuannya, tetapi mesti dibunuh? Bukankah perintah ini merusak tatanan hidup dari hewan peliharaan itu sendiri? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin
Ahmad Haris
18 Maret 2018 8:54 pm
~
Saudara,
Saya tidak akan menjawab pertanyaan anda. Saya cuma ingin balik bertanya, kenapa orang Kristen suka sekali memaksakan konsep agama mereka supaya diterima oleh orang Islam? Kenapa kalian sangat tidak tahu diri kalau kalian hidup di bawah naungan orang Muslim di Indonesia? Sadarkah kalian kalau agama Krisen yang “damai” atau yang “kasihilah musuhmu” itu benar- benar diterapkan, maka Kristen sudah punah sebelum Kristen masuk ke Eropa.
Kami tidak pernah memaksakan pendapat kepada semua pengunjung di forum ini. Kami mempersilakan saudara mencermati artikel maupun tanggapan-tanggapan yang diberikan. Namun, jika kami menemukan pendapat dan fakta yang keliru, maka kami perlu memberitahukan hal itu. Apakah karena kami memberitahukan kebenaran, maka kami dianggap memaksakan pendapat? Kami berharap saudara menyikapi hal ini dengan bijaksana sehingga tidak keliru dalam menilai.
Oh ya, bagaimana pendapat saudara mengenai artikel di atas? Mengapa anjing mesti dibunuh? Apa kesalahan anjing-anjing tersebut sehingga harus dibunuh? Bagaimana saudara?
~
Solihin
Guru Bahasa
19 Maret 2018 12:36 pm
~
Pendapat Rizal: “1. Harap dibedakan kata” binatang buas” dan “anjing buas”. Yang Anda katakan itu binatang buas. Ini maknanya luas, sedangkan yang dibahas adalah anjing, makanya saya kutip hadis yang berkaitan yang membolehkan membunuh anjing buas.”
Respon:
Mari berbahasa yang benar/cocok. Anjing tidak tepat disebut buas. Makna buas adalah untuk binatang seperti harimau, singa, serigala, beruang dll yang karnivora. Anjing juga makan nasi-gandum, roti, kue dll, jadi omnivora seperti manusia. Jadi tidak perlu takut sama anjing yang penting jangan sdr ganggu dan benci dia. Karena dia bisa mengenali orang yang benci dia. Besok-besok dia lihat maka digonggong-kejar, tidak menggigit tapi cukup membuat takut.
Tepat sekali yang disampaikan oleh saudara bahwa anjing bukan binatang buas. Sebaliknya, anjing merupakan hewan yang setia kepada tuannya. Kami berharap saudara Rizal dapat memikirkan hal ini lebih jauh. Terimakasih untuk tanggapan saudara.
~
Solihin
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].