Makin lama makin banyak orang kritis dari kalangan umat Islam. Mereka menanyakan berbagai hal tentang Al-Quran.
Hal ini bukan karena orang ingin mencari-cari kesalahan. Namun karena banyak umat yang rindu mendapatkan kebenaran.
Mari kita lihat apakah ada kesalahan dalam Al-Quran. Agar kita mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah sejati bagi manusia.
Pandangan Mengenai Al-Quran
Umat Islam sangat yakin bahwa Al-Quran adalah Kitab suci dari Allah. Sehingga meyakini kitab ini adalah sempurna.
Hal ini karena Allah adalah Maha Sempurna. Ia juga Maha Tahu dan Maha Kuasa. Sehingga kitab yang diturunkan-Nya pastilah baik.
Umat Islam meyakini bahwa tidak ada pertentangan dalam Al-Quran (Qs 4:82). Juga tentu saja tidak bisa ada keraguan sedikitpun di dalamnya.
“Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah . . . tidak ada keraguan di dalamnya . . .” (Qs 10:37).
Pandangan ini adalah pandangan dasar yang mutlak. Sehingga umat terdorong untuk menerimanya.
Pada zaman dahulu jika ada pertanyaan kritis dari umat pasti akan langsung mendapat teguran. Karena dianggap meragukan dasar agama.
Namun pada zaman modern makin banyak umat yang memiliki pertanyaan. Mereka ingin tahu berbagai pendapat mengenai kesalahan dalam Al-Quran.
5 Pertanyaan Mengenai Kesalahan dalam Al-Quran
Karena itu penting secara terbuka kita bisa membahas hal ini. Apakah pertanyaan di bawah termasuk kesalahan atau sekadar kurang paham saja? Mari kita lihat beberapa diantaranya.
1. Al-Quran dan sejarah.
Salah satu bidang pertanyaan besar adalah keakuratan dengan sejarah. Beberapa contohnya adalah:
- Apakah ada penghancuran total bangsa Mesir (Qs 25:35-39)?
Sejarah mencatat tidak ada kehancuran total. Bangsa Mesir masih ada sampai sekarang ini.
- Apakah ada bukti tembok besi pada zaman Zulkarnain (Qs 18:96-97)?
Zulkarnain adalah raja Alexander Agung dari Yunani. Atau ada sebagian lain menafsirkan sebagai raja Cirrus (dari Persia). Para ahli sejarah tidak pernah menemukan ada bukti tembok besi yang besar pada kedua zaman itu.
- Apakah ada bukti sejarah bulan terbelah (Qs 54:1, Hadist Bukhari 3579)?
Sampai saat ini belum ada bukti sejarah dan ilmiah mengenai bulan pernah terbelah dua. Bahkan banyak perbedaan pendapat dari kalangan Islam mengenai hal ini karena bertentangan dengan dalil tak tergoyahkannya benda surgawi.
2. Al-Quran dan kisah rakyat.

- Orang yang melanggar ibadah lalu menjadi kera (Qs 2:65; 7:163-166).
Dikisahkan ada beberapa orang yang tidak ibadah saat Sabat. Mereka malah pergi untuk memancing lalu mereka terkena azab dan menjadi kera.Kisah ini adalah legenda populer. Awal kisah ini kemungkinan berasal dari para rabbi Yahudi yang mau memotivasi umat untuk beribadah.
- Kisah orang muda yang tertidur di gua (Qs 18:10-22).
Menceritakan beberapa orang muda dihindarkan dari mendengar doktrin palsu. Mereka menjadi tertidur di dalam gua selama berabad-abad. Kisah ini menunjukkan kesamaan yang luar biasa dengan cerita rakyat, yaitu mengenai “Tujuh Tukang Tidur dari Efesus.”
3. Al-Quran dan biologi.
Ada beberapa pertanyaan sehubungan dengan informasi biologi. Ada perbedaan pendapat apakah beberapa ayat ini informasi nyata atau hanya sekedar simbolik.
- Apakah sperma berasal dari tulang punggung dan tulang rusuk?
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada” (Qs 86:5-7).
- Apakah semua mahkluk hidup diciptakan berpasangan (Qs 36:36)?
Kita tahu kenyataannya ada berbagai mahkluk yang berupa satu sel dan tidak memiliki pasangan.
- Benarkah susu sapi datang dari perutnya?
“. . . Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara kotoran dan darah . . .” (Qs 16:66).
4. Al-Quran dan geologi.
Ada juga pertanyaan yang berhubungan dengan bentuk bumi dan berbagai hal di dalamnya. Contohnya:
- Apakah fungsi gunung untuk menahan gempa bumi?
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu . . .” (Qs 16:15). Kenyataannya justru banyak gunung berapi yang mengakibatkan gempa bumi.
5. Al-Quran dan perhitungan jumlah.
Beberapa pertanyaan ditujukan untuk informasi angka dan perhitungan dalam Al-Quran.
- Berapa lamakah langit dan bumi tercipta?
Apakah dua masa, empat masa, delapan masa? Atau malah seketika? (Qs 10:4; 7:54; 11:7; 25:59; 32:4; 41:9-12; 2:117).
- Bagaimana perhitungan tepat untuk hukum pembagian warisan (Qs 4:11-12)?
Karena jumlahnya tidak genap 100%. Petunjuk dalam Al-Quran menyatakan jumlah yang janggal.
Contohnya jika hanya memiliki anak perempuan, jatah pembagian warisan adalah:
Istri: 1/8 = 3/24,
Semua anak perempuan: 2/3 = 16/24,
Ayah: 1/6 = 4/24,
Ibu: 1/6 = 4/24,
Jumlah = 27/24 = 112.5%
Petunjuk dan Cahaya Allah

Sehingga banyak yang mencari petunjuk dan cahaya Allah. Al-Quran menyatakan hal ini terdapat dalam Kitab Taurat dan Injil.
“. . . Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . . . dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).
Rupanya isi Kitab Taurat, Zabur dan Injil berisi kebenaran. Semua kitab ini menjadi petunjuk untuk orang yang bertakwa.
Mari kita lihat beberapa contoh kebenaran dalam kitab-kitab ini.
A. Dalam hal ilmu pengetahuan.
- Manusia tidak dapat hidup tanpa darah.
“Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya . . .” (Taurat, Imamat 17:11).
- Semua aliran sungai ujungnya ke lautan.
“Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh . . .” (Taurat, Pengkhotbah 1:7).
B. Dalam hal ramalan masa depan.
- Nabi Daniel yang hidup pada zaman Babel meramalkan Kerajaan Persia dan Yunani (Taurat, Daniel 11:2-4).
- Banyak ramalan tentang Isa Al-Masih dari ratusan tahun sebelumnya.
Contohnya: “. . . Sesungguhnya, seorang perempuan muda [perawan] mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki . . .” (Taurat, Yesaya 7:14 = Injil, Matius 1:22-23).
Inti Petunjuk dan Cahaya dalam Kitab Allah

Inti kitab ini menyatakan bahwa Allah Maha Kasih dan Maha Benar. Dalam kebenaran-Nya selalu akan ada hukuman atas dosa. Namun dalam kasih-Nya Allah mau menyelamatkan manusia.
Petunjuk dan cahaya Allah bagi manusia adalah dengan menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih perwujudan firman-Nya, Sang Kalimatullah.
Isa membawa kebenaran Allah. Ia juga mati tersalib untuk menanggung hukuman dosa manusia.
“. . . Isa Al-Masih [Kalimatulah] datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa . . .” (Injil, 1 Timotius 1:15).
Melalui Isa, Allah mengampuni dosa dan menyelamatkan manusia, pada akhirnya kita bisa mendapatkan surga. Allah menyediakan jalan keselamatan ini. Kita menerimanya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Menerima Petunjuk dan Cahaya Allah
Petunjuk dan cahaya Allah terdapat dalam Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Inti semua kitab ini menyatakan keselamatan Alah melalui Isa.
Maukah Anda mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah? Mari mulai membaca kitab Taurat, Zabur dan Injil dan mengimani Isa.
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pandangan Saudara mengenai berbagai pertanyaan dari kesalahan dalam Al-Quran?
- Menurut Saudara mengapa makin lama makin banyak umat mempertanyakan Al-Quran?
- Sesuai artikel di atas, Kitab Taurat, Zabur dan Injil berisi kebenaran yang sesuai fakta sejarah dan ilmu pengetahuan, bagaimanakah sikap Saudara terhadapnya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pkada link-link berikut:
- Manakah Wahyu Allah, Al-Quran Atau Alkitab?
- Benarkah Ada Bukti Sejarah Pembukuan Al-Quran Yang Terpelihara?
- Al-Quran, Wahyu Allah Terbaik Bagi Manusia?
- 4 Alasan Kristen Menolak Al-Quran Sebagai Wahyu Allah
- Mengapa Al-Quran Diragukan Sebagai Firman Allah
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].