• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Hasil Penyelidikan 5 Tipe Kesalahan dalam Al-Quran

Isa Dan Islam > Artikel > Al-Quran > Ajaran Al-Quran > Hasil Penyelidikan 5 Tipe Kesalahan dalam Al-Quran
4 September 2024 | 363 Komentar

Makin lama makin banyak orang kritis dari kalangan umat Islam. Mereka menanyakan berbagai hal tentang Al-Quran.

Hal ini bukan karena orang ingin mencari-cari kesalahan. Namun karena banyak umat yang rindu mendapatkan kebenaran.

Mari kita lihat apakah ada kesalahan dalam Al-Quran. Agar kita mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah sejati bagi manusia.

Pandangan Mengenai Al-Quran

Umat Islam sangat yakin bahwa Al-Quran adalah Kitab suci dari Allah. Sehingga meyakini kitab ini adalah sempurna.

Hal ini karena Allah adalah Maha Sempurna. Ia juga Maha Tahu dan Maha Kuasa. Sehingga kitab yang diturunkan-Nya pastilah baik.

Umat Islam meyakini bahwa tidak ada pertentangan dalam Al-Quran (Qs 4:82). Juga tentu saja tidak bisa ada keraguan sedikitpun di dalamnya.

“Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah . . . tidak ada keraguan di dalamnya . . .” (Qs 10:37).

Pandangan ini adalah pandangan dasar yang mutlak. Sehingga umat terdorong untuk menerimanya.

Pada zaman dahulu jika ada pertanyaan kritis dari umat pasti akan langsung mendapat teguran. Karena dianggap meragukan dasar agama.

Namun pada zaman modern makin banyak umat yang memiliki pertanyaan. Mereka ingin tahu berbagai pendapat mengenai kesalahan dalam Al-Quran.

5 Pertanyaan Mengenai Kesalahan dalam Al-Quran

Karena itu penting secara terbuka kita bisa membahas hal ini. Apakah pertanyaan di bawah termasuk kesalahan atau sekadar kurang paham saja? Mari kita lihat beberapa diantaranya.

1. Al-Quran dan sejarah.

Salah satu bidang pertanyaan besar adalah keakuratan dengan sejarah. Beberapa contohnya adalah:

  • Apakah ada penghancuran total bangsa Mesir (Qs 25:35-39)?
    Sejarah mencatat tidak ada kehancuran total. Bangsa Mesir masih ada sampai sekarang ini.
  • Apakah ada bukti tembok besi pada zaman Zulkarnain (Qs 18:96-97)?
    Zulkarnain adalah raja Alexander Agung dari Yunani. Atau ada sebagian lain menafsirkan sebagai raja Cirrus (dari Persia). Para ahli sejarah tidak pernah menemukan ada bukti tembok besi yang besar pada kedua zaman itu.
  • Apakah ada bukti sejarah bulan terbelah (Qs 54:1, Hadist Bukhari 3579)?
    Sampai saat ini belum ada bukti sejarah dan ilmiah mengenai bulan pernah terbelah dua. Bahkan banyak perbedaan pendapat dari kalangan Islam mengenai hal ini karena bertentangan dengan dalil tak tergoyahkannya benda surgawi.

2. Al-Quran dan kisah rakyat.

Ada beberapa isi Al-Quran yang tidak ada dalam sejarah, namun malah ditemukan dalam cerita rakyat. Hal ini bisa berupa legenda atau mitos yang berkembang saat itu.

  • Orang yang melanggar ibadah lalu menjadi kera (Qs 2:65; 7:163-166).
    Dikisahkan ada beberapa orang yang tidak ibadah saat Sabat. Mereka malah pergi untuk memancing lalu mereka terkena azab dan menjadi kera.

    Kisah ini adalah legenda populer. Awal kisah ini kemungkinan berasal dari para rabbi Yahudi yang mau memotivasi umat untuk beribadah.

  • Kisah orang muda yang tertidur di gua (Qs 18:10-22).
    Menceritakan beberapa orang muda dihindarkan dari mendengar doktrin palsu. Mereka menjadi tertidur di dalam gua selama berabad-abad. Kisah ini menunjukkan kesamaan yang luar biasa dengan cerita rakyat, yaitu mengenai “Tujuh Tukang Tidur dari Efesus.”

3. Al-Quran dan biologi.

Ada beberapa pertanyaan sehubungan dengan informasi biologi. Ada perbedaan pendapat apakah beberapa ayat ini informasi nyata atau hanya sekedar simbolik.

  • Apakah sperma berasal dari tulang punggung dan tulang rusuk?
    “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada” (Qs 86:5-7).
  • Apakah semua mahkluk hidup diciptakan berpasangan (Qs 36:36)?
    Kita tahu kenyataannya ada berbagai mahkluk yang berupa satu sel dan tidak memiliki pasangan.
  • Benarkah susu sapi datang dari perutnya?
    “. . . Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara kotoran dan darah . . .” (Qs 16:66).

4. Al-Quran dan geologi.

Ada juga pertanyaan yang berhubungan dengan bentuk bumi dan berbagai hal di dalamnya. Contohnya:

  • Apakah fungsi gunung untuk menahan gempa bumi?
    “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu . . .” (Qs 16:15). Kenyataannya justru banyak gunung berapi yang mengakibatkan gempa bumi.

5. Al-Quran dan perhitungan jumlah.

Beberapa pertanyaan ditujukan untuk informasi angka dan perhitungan dalam Al-Quran.

  • Berapa lamakah langit dan bumi tercipta?
    Apakah dua masa, empat masa, delapan masa? Atau malah seketika? (Qs 10:4; 7:54; 11:7; 25:59; 32:4; 41:9-12; 2:117).
  • Bagaimana perhitungan tepat untuk hukum pembagian warisan (Qs 4:11-12)?
    Karena jumlahnya tidak genap 100%. Petunjuk dalam Al-Quran menyatakan jumlah yang janggal.
    Contohnya jika hanya memiliki anak perempuan, jatah pembagian warisan adalah:
    Istri: 1/8 = 3/24,
    Semua anak perempuan: 2/3 = 16/24,
    Ayah: 1/6 = 4/24,
    Ibu: 1/6 = 4/24,
    Jumlah = 27/24 = 112.5%

Petunjuk dan Cahaya Allah

Dalam kondisi ini, ada begitu banyak penjelasan yang memutar dan berbelit-belit. Banyak umat belum menemukan jawaban pastinya.

Sehingga banyak yang mencari petunjuk dan cahaya Allah. Al-Quran menyatakan hal ini terdapat dalam Kitab Taurat dan Injil.

“. . . Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . . . dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:46).

Rupanya isi Kitab Taurat, Zabur dan Injil berisi kebenaran. Semua kitab ini menjadi petunjuk untuk orang yang bertakwa.

Mari kita lihat beberapa contoh kebenaran dalam kitab-kitab ini.

A. Dalam hal ilmu pengetahuan.

  • Manusia tidak dapat hidup tanpa darah.
    “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya . . .” (Taurat, Imamat 17:11).
  • Semua aliran sungai ujungnya ke lautan.
    “Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh . . .” (Taurat, Pengkhotbah 1:7).

B. Dalam hal ramalan masa depan.

  • Nabi Daniel yang hidup pada zaman Babel meramalkan Kerajaan Persia dan Yunani (Taurat, Daniel 11:2-4).
  • Banyak ramalan tentang Isa Al-Masih dari ratusan tahun sebelumnya.
    Contohnya: “. . . Sesungguhnya, seorang perempuan muda [perawan] mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki . . .” (Taurat, Yesaya 7:14 = Injil, Matius 1:22-23).

Inti Petunjuk dan Cahaya dalam Kitab Allah

Karena hal inilah makin lama makin banyak umat yang ingin mengetahui isi Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Tujuannya untuk mendapatkan kebenaran Allah bagi manusia.

Inti kitab ini menyatakan bahwa Allah Maha Kasih dan Maha Benar. Dalam kebenaran-Nya selalu akan ada hukuman atas dosa. Namun dalam kasih-Nya Allah mau menyelamatkan manusia.

Petunjuk dan cahaya Allah bagi manusia adalah dengan menjelma menjadi manusia. Inilah Isa Al-Masih perwujudan firman-Nya, Sang Kalimatullah.

Isa membawa kebenaran Allah. Ia juga mati tersalib untuk menanggung hukuman dosa manusia. 

“. . . Isa Al-Masih [Kalimatulah] datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa . . .” (Injil, 1 Timotius 1:15).

Melalui Isa, Allah mengampuni dosa dan menyelamatkan manusia, pada akhirnya kita bisa mendapatkan surga. Allah menyediakan jalan keselamatan ini. Kita menerimanya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.

Menerima Petunjuk dan Cahaya Allah

Petunjuk dan cahaya Allah terdapat dalam Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Inti semua kitab ini menyatakan keselamatan Alah melalui Isa.

Maukah Anda mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah? Mari mulai membaca kitab Taurat, Zabur dan Injil dan mengimani Isa.


Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca: 

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana pandangan Saudara mengenai berbagai pertanyaan dari kesalahan dalam Al-Quran?
  2. Menurut Saudara mengapa makin lama makin banyak umat mempertanyakan Al-Quran?
  3. Sesuai artikel di atas, Kitab Taurat, Zabur dan Injil berisi kebenaran yang sesuai fakta sejarah dan ilmu pengetahuan, bagaimanakah sikap Saudara terhadapnya?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas.  Jika Anda berminat, silahkan klik pkada link-link berikut:

  1. Manakah Wahyu Allah, Al-Quran Atau Alkitab?
  2. Benarkah Ada Bukti Sejarah Pembukuan Al-Quran Yang Terpelihara?
  3. Al-Quran, Wahyu Allah Terbaik Bagi Manusia?
  4. 4 Alasan Kristen Menolak Al-Quran Sebagai Wahyu Allah
  5. Mengapa Al-Quran Diragukan Sebagai Firman Allah

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930
Kategori: Ajaran Al-Quran, Al-Quran

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

363 Comments
Paling lama
Terbaru
Samson
19 September 2016 4:27 pm

*****
1. Karena Al-Quran dibuat beratus sampai beribu tahun dari peristiwa dan berasal dari contek sana, contek sini dari kitab-kitab yang sudah ada. Banyak kisah-kisah di Al-Quran berasal dari dongeng-dongeng rakyat di zamannya tapi dibuat Muhammad sebagai wahyu awloh.

2. Al-Quran dibuat Muhammad karena ada pengakuan Waraqah dan Khadizah yang melihat tanda kenabian (tompel). Dengan mengatasnamakan Allah, Muhammad ingin diakui sebagai nabi.

3. Alkitab sudah pasti relevan dengan fakta sejarah karena dituliskan sesuai dengan zamannya.

Balas
staff
21 September 2016 2:13 am
Balasan ke  Samson

*****
Saudara Samson,

Sesungguhnya memercayai Al-Quran atas peristiwa yang telah terjadi berabad-abad lalu adalah sebuah kekeliruan. Sebab Al-Quran tidak akurat dan tidak kredibel untuk meriwayatkan peristiwa dimana tidak ada lagi saksi sejarah. Kami berharap pengunjung situs ini dapat berpikir kritis. Terimakasih saudara Samson untuk tiga jawaban yang saudara berikan.
~
Solihin

Balas
Zachrias
19 September 2016 4:56 pm

~
Saya tidak ingin berdebat tapi alhamdulillaah bacaan situs ini semua sungguh menambah iman saya. Betapa bersyukurnya saya jadi Muslim. Coba baca Qs Al Baqarah bahwa Allah menutup hati kaum yang fasik. Mereka tersesat karena kefasikan mereka sendiri. Seandainya diturunkan bukti yang nyata pun EANDAINYA mereka tidak akan percaya. Sedangkan bagi Muslim berita baik akan menambah keimanan tapi berita yang menjelek-jelekkan Islam juga akan menambah keimanan seorang Muslim. Islam itu agama logika.

Balas
staff
21 September 2016 2:15 am
Balasan ke  Zachrias

~
Saudara Zachrias,

Kami kira saudara perlu mempelajari asbabun nuzul ayat tersebut. Mengapa nabi saudara mengeluarkan pernyataan tersebut? Bukankah itu disebabkan nabi saudara ditolak karena menganggap dirinya nabi? Kami kira dengan kecanggihan dunia informasi saat ini, maka segala sesuatu dapat diakses dengan mudah untuk mengetahui kebenaran.

Pertanyaannya adalah benarkah Al-Quran wahyu Allah atau wahyu nabi saudara? Bila wahyu Allah, apa buktinya? Siapakah saksinya? Bagaimana kronologis Allah mengutus nabi saudara? Kiranya saudara dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
~
Solihin

Balas
pedro eza
19 September 2016 5:45 pm

~
Bila nubuat dalam Al-Quran telah digenapi, maka akan ada alasan untuk mempercayainya. Namun kenyataannya, tidak ada nubuat yang digenapi. Satu hal yang perlu kita ingat, Al-Quran adalah buku Muhammad. Manusia tidak dapat menguji buku ini.

Menurut orang Islam kita hanya perlu percaya Muhammad menerima ayat-ayat Al-Quran dari malaikat Jibril. Menurutnya, kata-kata dari satu orang lebih akurat daripada puluhan nabi. Jadi, Al-Quran tidak bisa diuji kebenarannya!

Balas
staff
21 September 2016 2:16 am
Balasan ke  pedro eza

~
Saudara Pedro,

Artikel di atas telah menjelaskan bagaimana Al-Quran bertentangan dengan fakta sejarah dan Injil. Menurut kami, Allah adalah penguasa sejarah. Ini berarti seharusnya Al-Quran tidak bertentangan dengan fakta sejarah. Kami kira pernyataan saudara di atas semakin menegaskan keraguan terhadap Al-Quran. Terimakasih saudara Pedro.
~
Solihin

Balas
Samson
19 September 2016 5:59 pm

~
Zachrias,

Saudaraku, jangan terbawa emosi. Silakan komen, tapi kalau bisa yang berbobot. Dari tulisan saudara, bisa dinilai pengetahuan anda sungguh menyedihkan. Maaf kalau sedikit keras. Wasalam!

Balas
staff
21 September 2016 2:17 am
Balasan ke  Samson

~
Saudara Samson,

Ketenangan dan kedewasaan saudara dalam berkomentar menghibur kami. Adalah baik menanggapi rekan diskusi dengan sikap yang tenang sehingga tidak terbawa emosi. Lagi pula, artikel di atas telah memaparkan fakta yang akan membuat Muslim perlu berpikir dan mempertimbangkan kembali ajarannya.
~
Solihin

Balas
Zachrias
19 September 2016 6:06 pm

~
Injil bagus, tapi isinya banyak dirusak tangan-tangan jahil Yahudi. Juga tidak komplit.

Balas
staff
21 September 2016 2:25 am
Balasan ke  Zachrias

~
Saudara Zachrias,

Membuat pernyataan tanpa didasarkan dalil yang jelas adalah mudah dan teramat mudah. Pernyataan saudara di atas tidak asing bagi kami. Sebab hal itu sudah berulang kali dijawab. Kami pun memberikan pertanyaan yang tidak satu pun dapat menjawabnya. Kami yakin saudara pun tidak akan sanggup menjawabnya. Sebab Al-Quran tidak dapat menolong saudara memberikan jawaban memuaskan atas pertanyaan bila diajukan.

Artikel di atas telah menjelaskan dan memaparkan fakta dan bukti bahwa Al-Quran bukan wahyu Allah, melainkan perkataan Muhammad. Sebab wahyu Allah tidak akan bertentangan dengan sejarah dan Injil. Pertanyaannya adalah mengapa Al-Quran bertentangan dengan sejarah dan Injil? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
hendy gunawan
19 September 2016 6:14 pm

~
To: Zakharia,

Anda ingin menggunakan analogi dan logika. Coba saya tanya sama anda: Ada seorang yang mengaku bahwa dia adalah utusan dari seorang raja, tetapi tidak ada seorangpun saksi yang dapat menunjukan bahwa dia adalah utusan seorang raja.

Ada lima orang yang berbeda latar belakang pendidikan, budaya, tempat lahir dan umur yang berbeda dan mereka berlima menunjuk pada seseorang bahwa orang itulah utusan raja. Menurut anda mana orang yang layak anda percaya sebagai utusan raja? Jawab dulu pertanyaan ini. Nanti kita lanjutkan diskusinya.

Balas
staff
21 September 2016 2:27 am
Balasan ke  hendy gunawan

~
Saudara Hendy,

Ilustrasi yang baik dan menarik. Menjawab pertanyaan saudara akan membantu saudara Zachrias memahami ketidakkebenaran Al-Quran dan menyingkapkan ketidakbenaran kenabian Muhammad. Kami berharap saudara Zachrias berani berpikir kritis terhadap kitab dan nabinya.
~
Solihin

Balas
Zachrias
19 September 2016 6:16 pm

~
Ajaran semua nabi dari nabi Adam s/d nabi Muhammad komplit tertulis di Al-Quran. Yang tafsirnya sulit diperjelas oleh hadits. Manusia sekarang bodoh kalau tidak mau belajar Al-Quran dan hadis. Makanya dikatakan keimanan dan Al-Quran itu hanya diperuntukkan bagi kaum yang berakal dan mau berpikir.

Balas
staff
21 September 2016 2:29 am
Balasan ke  Zachrias

~
Saudara Zachrias,

Alangkah lebih baik bila kami bertanya kepada saudara. Apakah saudara sudah membaca Al-Quran secara menyeluruh? Apakah saudara memiliki dan membaca hadits shahih? Kami telah membaca Al-Quran secara menyeluruh dan memiliki serta membaca hadits. Kami tidak menemukan kebenaran di dalamnya. Sebaliknya, artikel di atas merupakan bukti bahwa Al-Quran bukan firman Allah, tetapi perkataan nabi saudara yang meminjam nama Allah.

Kalau boleh berpendapat bahwa nabi saudara harus mempertanggungjawabkan tindakannya yang mencatut nama Allah untuk kepentingan pribadinya. Bila saudara ingin mengenal kebenaran, maka saudara akan mempelajari Injil dan membandingkannya dengan Al-Quran. Beranikah saudara?
~
Solihin

Balas
hendy gunawan
19 September 2016 7:11 pm

~
To: Zachrias,

Anda belum jawab pertanyaan saya.

Balas
staff
21 September 2016 2:30 am
Balasan ke  hendy gunawan

~
Saudara Hendy,

Pertanyaan yang saudara ajukan akan membawa konsekuensi logis kepada kenabian Muhammad sehingga tidak mudah bagi saudara Zachrias menjawabnya. Adalah baik bila menghindari pertanyaan tersebut agar kenabian Muhammad tetap diakui walaupun sesungguhnya kitab dan kenabiannya patut diragukan. Setidaknya artikel di atas telah memaparkan fakta-fakta tersebut.
~
Solihin

Balas
Zakir Naik
19 September 2016 8:49 pm

~
Sudahlah Staff Isa dan Islam. Sejarah tidak bisa dijadikan sebagai barometer untuk menguji suatu kebenaran. Sejarah berada di dalam lingkup ruang dan waktu, sedang Tuhan adalah kekal, lepas dari dimensi ruang dan waktu. Kalau sejarah menjadi barometer, mengapa kalian tidak mau mengakui kebenaran sejarah, bahwa Yesus dinobatkan sebagai Tuhan melalui Konsili Nicea tahun 325 M?

Balas
staff
21 September 2016 2:30 am
Balasan ke  Zakir Naik

~
Saudara Zakir,

Keengganan mengakui sejarah sebagai barometer untuk menguji kebenaran adalah bukti ketidakbenaran Al-Quran, sehingga Al-Quran patut dipertanyakan. Kami setuju dengan saudara bahwa sejarah berada dalam lingkup ruang dan waktu, tetapi Allah adalah penguasa atas ruang dan waktu karena Dia kekal. Karena Dia kekal, maka firman-Nya tidak akan bertentangan dengan sejarah. Ini adalah logika yang benar dan tepat, bukan?

Pertanyaannya adalah mengapa Al-Quran bertentangan dengan sejarah dan Injil? Bukankah Allah adalah kekal? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
rizal
20 September 2016 12:35 am

~
Solihin/IDI,

Yang salah Injil. Dalam Lukas 2:1 dan Matius 2:1 kok beda. Berarti sesuai dengan pertanyaan no 3. Bahwa Injil bukan firman Tuhan.

Balas
staff
21 September 2016 2:32 am
Balasan ke  rizal

~
Saudara Rizal,

Membaca Injil tidak menyeluruh akan mengakibatkan pengertian dan pemahaman yang keliru pada saudara. Sesungguhnya tidak ada yang berbeda antara Injil, Rasul Lukas 2:1 dan Injil, Rasul Besar Matius 2:1, melainkan itu saling melengkapi. Rasul Lukas menekankan Kaisar Agustus penguasa Roma dan jajahannya, termasuk Israel. Sedangkan Rasul Besar Matius menekankan penguasa lokal Yudea, Herodes, sebagai daerah jajahan dari Kaisar Agustus. Karena itu, kami berharap saudara berani membaca Injil secara menyeluruh sehingga tidak keliru memahami Injil.

Berbeda dengan Al-Quran. Artikel di atas memaparkan fakta yang mengungkapkan bahwa Al-Quran bukan firman Allah karena bertentangan dengan sejarah dan Injil. Bagaimana mungkin memercayai kitab yang baru muncul berabad-abad kemudian dan dijadikan pijakan terhadap peristiwa sejarah yang telah terjadi? Semoga saudara dapat menggunakan daya kritis saudara sehingga berani kritis terhadap Al-Quran.
~
Solihin

Balas
JESUS NOT GOD
20 September 2016 12:55 am

~
Bukti ketidaklogisan Alkitab terpampang jelas pada hari tanggal kelahiranya yang salah tanpa dasar yaitu 25 Desember. Bulan Desember? Sumber dari mana jika Yesus 25 Desember?

Balas
staff
21 September 2016 2:33 am
Balasan ke  JESUS NOT GOD

~
Saudara Not God,

Alkitab tidak pernah mencantumkan tanggal kelahiran Isa Al-Masih. Sekalipun peristiwa kelahiran Isa Al-Masih adalah fakta sejarah. Walaupun demikian, dipilihnya tanggal tersebut merupakan peralihan perayaan dari kebudayaan tertentu. Silakan saudara mengunjungi link ini http://tinyurl.com/7wb7ehu untuk mengetahuinya.

Berbeda dengan Al-Quran. Al-Quran sangat jelas bertentangan dengan sejarah dan Injil. Bagaimana mungkin Isa Al-Masih dilahirkan di bawah pohon korma dan disalibkan di zaman Firaun? Kami berharap saudara mempelajari Injil dan sejarah sehingga tidak dianggap buta sejarah.
~
Solihin

Balas
ismail
20 September 2016 1:03 am

~
To: Islam,

Beberapa topik terakhir telah menelanjangi Islam. Al-Quran sebagai retelling story atau cerita yang diceritakan kembali terbukti melenceng jauh dari sumbernya. Ketahuilah Allah itu sumber berita, bukan sekedar pembawa berita. Nah, alloh swt itu bertindak sebagai pembawa berita.

Balas
staff
21 September 2016 2:33 am
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Kebenaran pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Artikel di atas telah mengungkapkan dan memaparkan fakta-fakta yang menunjukkan bahwa Al-Quran bukan firman Allah, tetapi perkataan Muhammad. Dengan demikian, setiap orang patut meragukan Al-Quran. Terimakasih saudara Ismail untuk tanggapan saudara.
~
Solihin

Balas
rizal
20 September 2016 1:21 am

~
Ismail,

Anda benar Allah itu sumber berita, bukan pembawa berita. Sekarang kita buktikan kitab mana yang berasal dari sumber berita (Allah). Lukas 2:1-8 mengatakan Yesus lahir pada zaman kekaisaran Agustus. Tapi dalam Matius 2:1 mengatakan Yesus lahir pada zaman raja Herodes. Ini jelas kontradiksi, berarti Injil yang sekarang kalian imani bukan berasal dari Allah(sumber berita) melainkan dari pembawa berita yaitu, sudah dipastikan menurut artikel di atas pertanyaan no.3 terbukti kalau Injil yang sekarang bukan berasal dari firman Allah.

Balas
staff
21 September 2016 2:39 am
Balasan ke  rizal

~
Saudara Rizal,

Apa yang disampaikan saudara Ismail adalah benar. Bahwa Allah adalah sumber berita, sedangkan alloh saudara adalah pembawa berita. Maaf, kami harus setuju dengan saudara Ismail dalam hal ini. Sebab alloh saudara buta terhadap sejarah. Mencoba membandingkan Al-Quran dengan Injil akan mempermalukan saudara sendiri karena kami telah menjawab pertanyaan saudara tersebut.

Bagaimana dengan pertanyaan kami? Mengapa Al-Quran bertentangan dengan sejarah dan Injil? Bukankah Allah adalah penguasa sejarah? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
Usil
20 September 2016 1:26 am

~
Apa bukti apa yang ditulis oleh murid Isa Al-Masih di dalam Alkitab itu adalah benar, sementara Roh Kudus saja berbohong di dalam Alkitab, dengan mengatakan bahwa siang bisa terjadi sebelum diciptakannya matahari.

Balas
staff
21 September 2016 2:40 am
Balasan ke  Usil

~
Saudara Usil,

Ketidakmampuan saudara membuktikan kebenaran Al-Quran mengakibatkan saudara berusaha mencari kelemahan Alkitab. Kami berpendapat bahwa Allah maha kuasa sehingga Dia berhak untuk menciptakan terang terlebih dulu dari pada benda-benda penerang. Bukankah benda-benda penerang itu berfungsi sebagai tanda masa dan hari-hari dan tahun-tahun? Bukankah ini sesuai dengan fakta sejarah?

Bagaimana dengan Al-Quran? Artikel di atas mengungkapkan fakta yang menunjukkan Al-Quran bukan firman Allah. Pertanyaannya adalah mengapa Al-Quran bertentangan dengan fakta sejarah dan Injil? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
rizal
20 September 2016 1:47 am

~
Artikel di atas mengatakan kesaksian Injil adalah bukti paling sahih sebab para murid Isa sangat dekat dengan peristiwa penyaliban. Menurut saya, artikel di atas bohong sebab menurut Markus 14:50 para murid Isa kabur melarikan diri pada saat Isa ditangkap. Para murid Isa tidak ada di tempat kejadian pada saat Isa disalib. Jadi, bagaimana mungkin seseorang yang tidak ada di tempat tersebut dan tidak memeriksa jasad Yesus secara langsung dijadikan saksi yang sahih? Ini tidak logis.

Balas
staff
21 September 2016 2:42 am
Balasan ke  rizal

~
Saudara Rizal,

Pernyataan saudara di atas semakin mengungkapkan ketidakberanian saudara membaca Injil secara menyeluruh. Benarkah murid-murid tidak hadir pada saat Isa Al-Masih ditangkap? Sudahkah saudara membaca Injil dengan teliti? Kami meragukan itu. Sebab pernyataan saudara di atas membuktikan bahwa saudara tidak membaca Injil dengan cermat dan teliti. Bukankah ada Rasul Besar Petrus yang ada saat penangkapan dan persidangan Isa Al-Masih (Injil, Rasul Besar Matius 26:69-75)? Bukankah ada Rasul Besar Yohanes yang ada hingga saat penyaliban-Nya (Injil, Rasul Besar Yohanes 19:16-27)?

Bagaimana dengan Al-Quran? Artikel di atas telah mengungkapkan dan memaparkan bukti-bukti ketidakakuratan dan ketidakbenaran Al-Quran. Al-Quran bertentangan dengan sejarah dan Injil. Pertanyaannya adalah mengapa Al-Quran bertentangan dengan sejarah dan Injil? Bukankah Allah penguasa atas sejarah? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
ismail
20 September 2016 1:59 am

~
To: Rizal,

Anda sudah benar baca-baca Alkitab, hanya perlu belajar lagi, Kaisar itu di atasnya raja. Wilayahnya lebih luas dari kerajaan. Yang satu menyebut Kaisarnya, yang lain menyebut rajanya. Ayo mengapa alloh swt hanya sebagai pembawa berita sama seperti Muhammad? Lantas apa bedanya alloh swt dan Muhmmad?

Balas
staff
21 September 2016 2:43 am
Balasan ke  ismail

~
Saudara Ismail,

Pemahaman keliru terjadi disebabkan tidak pernah membaca sejarah. Bukankah banyak literatur yang mengungkapkan ini? Tetapi tampaknya saudara Rizal tidak menggunakan sejarah sebagai dasar untuk memeriksa kebenaran Injil dan ketidakbenaran Al-Quran. Kami berharap saudara Rizal semakin terbuka wawasannya terhadap fakta sejarah yang diungkapkan di atas. Terimakasih saudara Ismail.
~
Solihin

Balas
Wahana
20 September 2016 2:43 am

Buat Pedro & Simon. Begitu pula buat Sdr2 Kristiani lainnya.
Mengingat hampir sebahagian besar dari pengikut ajaran Yesus melalui forum ini telah mengutip ayat2 Alquran guna mendukung pembenaran agama Kristen. Mereka ini menyimpulkan makna/artinya sesuai menurut terjemahannya saja. Pada hal ayat 2 Alquran mempunyai arti yang lebih mrndalam. Kadang2 mereka ini tidak segan2nya memutarbalikkan ayat2nya.
Olrh sebab apabila kalian ingin mengetahui asal usul ,Alquran, mengenai siapa Muhammad yang sebenarnya dsb, dengan ini saya sarankan supaya membaca kitab Alquran yang berjudul ” TARJAMAH TAFSIRIYAH ” oleh Al Ustads Muhammad Thalib. Dengan membaca kitab tersebut kalian akan mengerti. ,Wassalam

Balas
staff
22 September 2016 7:14 am
Balasan ke  Wahana

~
Saudara Wahana,

Kami berterimakasih untuk rujukan buku yang saudara berikan. Kami menghargai hal itu. Kami berharap saudara dapat mengungkapkan hal itu di sini sehingga kita dapat mendiskusikannya. Sebab artikel di atas telah memaparkan fakta bahwa Al-Quran bukan firman Allah. Tentu ini perlu dipertanyakan, bukan? Mengapa Al-Quran bukan firman Allah? Mengapa Al-Quran bertentangan dengan fakta sejarah dan Injil? Bukankah Allah penguasa sejarah? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
# MUSLIM #
20 September 2016 3:07 am

To Staf lDl
Suatu hal yang aneh setelah membaca artikel diatas ini.Mereka ini menulis artikel tersebut lalu lalu membuat pertanyaan kepada sipembaca, kenapa Alquran bisa berisi .kesalahan2 data yang salah.
Sebetulnya yang menulis artikel ini siapa, lslam atau Kristen. Apabila kalian tujukan buat sesama umat kristen,otu adalah hak kalian. Akan tetapi apabila kalian tujukan bagi umat lslam, kalian sudah keliru, sesat dan salah besar. Sebagai jawabannya silahkan kalian buka
Alquran QS 2 : 2. Sebagai umat muslim kami beriman sebagaimana bunyi ayat tersebut.

Balas
staff
22 September 2016 7:15 am
Balasan ke  # MUSLIM #

~
Saudara Muslim,

Mengutip Qs 2:2 tidak menjadikan Al-Quran adalah firman Allah. Sebab artikel di atas telah memaparkan kejanggalan dan pertentangannya dengan sejarah sehingga kitab ini patut dipertanyakan. Menurut kami, alangkah lebih baik bila saudara menjawab dan menjelaskan perbedaan dan pertentangan Al-Quran dengan sejarah dan Injil. Bukankah ini lebih baik sehingga kebenaran akan terungkap untuk saudara dan pengunjung situs ini?

Pertanyaannya adalah mengapa Al-Quran bertentantang dengan sejarah dan Injil? Bukankah Allah penguasa atas sejarah manusia dan Injil? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
pengamat
20 September 2016 3:44 am

Sdri staff,
Anda telah meragukan Al-quran sebagai wahyu Allah. Oke, mari kita mencoba berpikir logis. Dari yg sy baca di injil lukas 2:1-7, sangat jelas terlihat bhw penulis tdk hadir menyaksikan proses kelahiran yesus. Kemungkinan bsr dia hanya menduga-duga lalu mengarang cerita yg didengarnya dr banyak orang. Kan bisa sj maria melahirkan di bwh pohon kurma stlh itu membawa bayinya ke penginapan dan menaruhnya dipulungan.
2. Mengenai penyaliban dlm quran, itu jaman musa. Penyaliban sudah ada sblm jaman romawi.

Balas
staff
22 September 2016 7:15 am
Balasan ke  pengamat

****
Saudara Pengamat,

Menarik sekali bahwa saudara mengajak berpikir logis, tetapi saudara sendiri tidak logis menyampaikan pendapat. Bila saudara ingin berbicara tentang logika, maka seharusnya saudara mengemukakan pendapat dengan menyertakan dalil-dalil yang jelas. Ini baru disebut logis. Saudara mengutip Injil, Rasul Lukas 2:1-7 dan menyatakan “kemungkinan besar”. Kalimat ini adalah asumsi tanpa dasar dan bukti.

Bila saudara menyatakan bahwa penyaliban sudah ada pada zaman Musa, maka tertulis dimanakah itu? Sebutkan sumber literature saudara sehingga kita dapat memeriksanya bersama. Menurut kami, bila saudara ingin berbicara logika, maka kemukakan logika saudara dengan menyertakan dalil yang jelas. Kami berharap saudara mengerti hal ini.
~
Solihin

Balas
βiαnɡkαlα
20 September 2016 5:12 am

~
1. Al-Quran bisa berisi kesalahan data sejarah, karena Al-Quran hanyalah kabar berita yang di dengar dari seseorang ditambahi dengan ratusan dusta. “Dαri Aisyαh rα, sαw bersαbdα: “Syαitαn mencuri kαlimαt Allαh dαn diceritαkαnnyα kembαli ditαmbαh rαtusαn kebohongαn.” (HR.Bukhαri,4426)

Qs 24:11 “…orαng yαng membαwα beritα bohong itu, αdαlαh dαri golongαn kαmu…beritα bohong itu…αdαlαh bαik bαgi kαmu…” Qs 24:11, 17 “…beritα bohong itu…αdαlαh bαik bαgi kαmu…ilαh islαm memperingαtkαn kαmu, αgαr kembαli berbuαt yαng seperti itu selαmα-lαmαnyα…”

Balas
staff
22 September 2016 7:15 am
Balasan ke  βiαnɡkαlα

*****
Saudara Biangkala,

Penjelasan saudara di atas menjadi sebuah masukan berharga bagi pengunjung situs ini. Kami berharap pengunjung situs memerhatikan dan mempertimbangkan penjelasan saudara. Sebab uraian artikel dan penjelasan saudara dapat dijadikan sebagai bahan perenungan. Terimakasih saudara Biangkala.
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz