Saya sering mendengar banyak teman Islam berkata, Kitab Injil sudah tidak asli lagi! Sudah ada banyak perubahan di dalamnya.
Pada satu kesempatan saya berdiskusi dengan beberapa teman. Saat itu saya berkata: “Mustahil isi Kitab Injil sudah tidak asli lagi. Dalil Al-Quran meneguhkan hal ini.”
Teman-teman saya sangat terkejut mendengarnya. Mereka lantas bertanya: “Mengapa demikian? Coba jelaskan pandanganmu.”
Mari telaah pembuktian hal ini, agar kita mendapatkan kebenaran. Benarkah Kitab Injil sudah tidak asli lagi? Atau apakah ada dalil yang meyakinkan sebaliknya?
Dalil Al-Quran Tentang Kitab Injil
Saya menjelaskan, pada dasarnya yang kita perlu sadari adalah ada banyak isi Al-Quran yang meninggikan Kitab Injil. Umat bahkan didorong untuk mengetahui dan mengamalkannya.
Misalnya Surah Al-Maaidah ayat 66. Isinya menyatakan ada berkah Allah jika mengamalkan Kitab Taurat dan Injil.
Selanjutnya Al-Quran mengatakan Kitab Injil adalah firman Allah. “Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat” (Qs 5:46).
Jika demikian jelas umat perlu mengamalkannya. Agar kita bisa mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah di dalamnya.
“Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil . . .’” (Qs 5:68).
Dengan demikian kita bisa yakin bahwa mustahil Kitab Injil sudah tidak asli lagi. Karena jika demikian bagaimana kita bisa mengamalkannya?
Kitab Injil Sudah Tidak Asli Lagi, Ada yang Mengubahnya

Hal ini bisa dari orang Yahudi. Maupun sebagian mengatakan diubah oleh Paulus. Sehingga mereka yakin Kitab Injil sudah tidak asli lagi.
Mustahil Kitab Injil Sudah Tidak Asli Lagi!
Dalam hal ini saya memberikan beberapa pertanyaan.
- Apakah pada zaman sekarang Surah Al-Maaidah ayat 46 dan 68 masih berlaku? Karena jika demikian, tetap umat perlu mengamalkan Kitab Injil.
- Apakah ada bukti isi Kitab Injil asli menurut versi Islam?
- Apakah ada bukti perubahan apa saja yang telah terjadi?
Ternyata, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan pasti. Selama ini tidak pernah ada versi Injil asli yang ditunjukkan. Dan tentu saja umat Islam wajib mengimani Surah Al-Maaidah.
Jika tidak ada Kitab Injil asli versi Islam, bagaimana kita bisa mengetahui perubahannya? Kita bisa melihat suatu barang itu palsu, jika kita mengenal barang aslinya.
Terlebih lagi saya memberikan satu pertanyaan terakhir. Saya berkata bahwa bukankah umat Islam mengimani Kitab Injil juga adalah Kitab Allah?
Jika demikian mustahil isinya bisa berubah. Karena Allah menjamin akan menjaga firman-Nya!
“Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs 6:115).
Penjelasan Isi Kitab Injil Diubah
Inilah yang membuat semua teman saya tiba-tiba terdiam. Mereka menjadi berpikir dan tidak bisa membantahnya.
Satu orang kemudian berkata: “hal ini sangat menarik. Namun banyak sekali penjelasan lain yang mengatakan Kitab Injil sudah tidak asli lagi karena ada perubahan. Bagaimana penjelasan hal ini?”
Saya menjawab dengan mengajak untuk melihat kembali masalahnya. Apa yang sebenarnya tertulis dalam Al-Quran.
Contohnya: “. . . segolongan dari mereka mendengar firman Allah. Lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya . . .” (Qs 2:75).
Ayat ini mengatakan bahwa ada sekelompok orang memang berusaha mengubahnya. Namun bukan berarti mereka berhasil.
Sepanjang sejarah, banyak sekali kelompok orang yang ingin merubah kitab suci. Hal ini bukanlah hal baru. Tapi tentu Allah berkuasa menjaga firman-Nya.
Selanjutnya mengenai dugaan perubahan oleh Paulus juga tidak masuk akal. Saya memberikan dua alasan kuat.
- Pertama, pastilah Allah jauh lebih berkuasa dari Paulus. Allah pasti sanggup menjaga kemurnian kitab-Nya.
- Kedua, ada banyak sekali saksi mata dari zaman Isa Al-Masih, yang masih hidup sampai zaman Paulus. Sehingga jika ajaran Paulus berbeda, pasti akan ada banyak yang menolaknya.
Paulus bukan satu-satunya pemimpin umat saat itu. Jadi ada banyak pemimpin lain yang bisa mengoreksinya jika salah.
3 Bukti Mustahil Kitab Injil Sudah Tidak Asli Lagi
Kemudian satu teman saya berkata: “Jika demikian tolong buktikan sebaliknya. Apakah ada bukti keaslian isi Kitab Injil?”
Mari kita lihat beberapa bukti kuat yang ada.
- Banyaknya kopian naskah asli.
Orang Yahudi sudah bisa baca tulis lebih dari 1000 tahun sebelum Masehi. Sehingga setiap peristiwa besar pasti ada banyak catatannya.
Selanjutnya, budaya baca tulis juga mengakibatkan ada banyak salinan dari naskah asli. Hal ini meneguhkan Kitab Injil yang ada sekarang, sama dengan kopian naskah aslinya.
Kitab Injil memiliki lebih dari 13.000 salinan. Semuanya sesuai dengan naskah asli. Salah satu contohnya adalah Codex Vaticanus yang ada 350 tahun sebelum Al-Quran.
- Banyaknya saksi mata.
Kitab Injil berisi kehidupan dan ajaran Isa Al-Masih, beserta penjabarannya. Ada banyak murid Isa yang masih hidup saat Injil tersebar. Sehingga mereka bisa menjadi pengawas bila ada Injil palsu beredar.
- Bukti arkeologis dan sejarah.
Kitab Injil berisi banyak data yang akurat. Hal ini bisa berupa nama orang, nama tempat, kejadian yang ada dan sebagainya.
Contohnya ada lokasi nyata danau Galilea, Sungai Yordan, daerah Dekapolis dan sebagainya.
Juga informasi mengenai keadaan. Misalnya pada saat pemerintahan Romawi, ada kepala daerah yang disebut Herodes, ada kelompok masyarakat yang bernama orang Samaria.
Semua informasi ini meneguhkan keabsahan kitabnya. Karena sesuai dengan bukti sejarah dan arkeologis.
Petunjuk dan Cahaya dalam Kitab Injil
Setelah mendengar semua penjelasan ini banyak teman saya menjadi tertarik. Mereka mengatakan ingin tahu apa isi Kitab Injil yang saya ketahui.
Saat itulah saya menjelaskan pesan terutama. Inti dari Kitab Taurat, Zabur dan Injil ada pada pribadi Isa Al-Masih.
“. . . bahwa semua yang telah tertulis mengenai Aku [Isa Al-Masih] harus digenapi, baik dalam Kitab Suci Taurat . . . dalam kitab tulisan nabi-nabi, dan dalam Kitab Zabur” (Injil, Lukas 24:44).
Jadi, Isa adalah penjelmaan Allah menjadi manusia. Ia merupakan wujud jasmani dari Ruh Allah dan Kalimatullah.
Telah ada banyak sekali ramalan ratusan tahu sebelumnya mengenai Isa Al-Masih. Berikut beberapa contohnya.
- Lahir dari seorang perawan (Taurat, Nabi Yesaya 7:14 = Injil, Matius 1:18).
- Akan disiksa namun tulang-Nya tidak patah (Zabur 34:20 = Injil, Yahya 19:33).
- Dia dikhianati oleh seorang murid (Zabur 41:9 = Injil, Markus 14:10).
Allah menjadi manusia dalam Pribadi Isa Al-Masih. Tujuannya untuk menyelamatkan manusia berdosa agar bisa masuk surga.

Jadi, inilah petunjuk dan cahaya Allah dalam Kitab Injil. Inilah berita terpercaya yang isinya tidak bisa diubah manusia.
Keselamatan Allah Melalui Isa Al-Masih
Banyak teman yang sebenarnya tertarik. Namun mereka mengakui sulit menerima hal baru ini.
Memang pada satu pihak mereka melihat bahwa ada bukti kuat mustahil isi Kitab Injil sudah tidak asli lagi. Namun mereka masih perlu waktu untuk merenungkan petunjuk dan cahaya Allah di dalamnya.
Saya hanya meneguhkan dengan menyatakan kasih Allah. Inti semua hal ini adalah karena Allah mau menyelamatkan manusia.
“. . . Injil adalah kemahakuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang mempercayainya [melalui Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Surat Rum 1:16).
Kita bisa mendapatkan keselamatan Allah yaitu surga. Caranya dengan mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.
Maukah Anda mendapatkan petunjuk dan cahaya Allah yang menyelamatkan? Mari mengimani Isa Al-Masih!
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Banyak Ayat Al-Quran Tentang Kitab Injil! Apa Maknanya?
- Apakah Ada Bukti Injil Telah Diubah?
- Apa Kaitan Surah Pertama Al-Quran dan Ayat Pembuka Taurat dan Injil?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Bagaimana pandangan Saudara mengenai tidak ada yang dapat merubah kalimat Allah sehingga tidak ada yang mampu merubah Kitab Injil?
- Umat Islam wajib mengimani dan mengamalkan isi Kitab Injil. Bagaimana pendapat Saudara cara melakukan hal ini?
- Bagaimana pendapat Saudara bahwa isi Kitab Injil yang ada sekarang adalah akurat dan tidak ada perubahan di dalamnya?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Selanjutnya, budaya baca tulis juga mengakibatkan ada banyak salinan dari naskah asli. Hal ini meneguhkan Kitab Injil yang ada sekarang, sama dengan kopian naskah aslinya.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].